PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN REKAN KERJA DAN STRES KERJA DENGAN PRESENTEEISM THE RELATIONSHIP BETWEEN COWORKER SUPPORT AND WORK STRESS WITH PRESENTEEISM Rahmad Purnama & Riska Laelatul Sholeha UIN Raden Intan Lampung rahmadpurnama@radenintan. id*, riskalaelatulsholeha1@gmail. ABSTRAK Setiap instansi mempunyai harapan untuk berkembang pesat secara internal dan menginginkan terciptanya kinerja yang tinggi dalam bidang pekerjaan. Tingginya beban dan tuntutan kerja akan berdampak negatif pada performa kerja seseorang. Produktivitasnya menurun dikarenakan permasalahan kesehatan baik itu fisik maupun psikologis sehingga terjadi penurunan performa kerja bila dibanding ketika dalam kondisi Penurunan produktivitas serta kualitas kerja akan memicu terjadinya perilaku Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Subjek penelitian ini sebanyak 37 pegawai menggunakan teknik sampling purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala presenteeism (=0,. , skala dukungan rekan kerja (=0,. , dan skala stres kerja (=0,. Hasil analisis data menggunakan analisis regresi berganda, nilai koefisien korelasi . yang didapat adalah 0. 691 dengan taraf signifikan p = 0. < 0. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan Kata Kunci: Presenteeism. Dukungan Rekan Kerja. Stres Kerja, pegawai ABSTRACT Every organization has the hope for rapid development within the scope of its organization and create high performance in its field of work. The high workload and demands will have a negative impact on a person's work performance. Productivity decreases due to health problems both physical and psychological cause performance is below compared to when he is healthy. As a result of decreased work productivity and work quality, it triggers presenteeism behavior. This study aims to determine the relationship between coworker support and work stress with presenteeism in Sukarame sub-district office employees. Bandar Lampung. The subjects of this study were 37 employees using purposive sampling The instruments used are presenteeism scale (=0. , coworker support scale (=0. , and work stress scale (=0. Based on the results of data analysis using multiple regression analysis methods, the correlation coefficient . value obtained is 0. with a significant level of p = 0. < 0. It is confirmed that there is a significant relationship between coworker support and work stress with presenteeism. Keywords: Presenteeism. Coworker Support. Work Stress, employee http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . PENDAHULUAN Setiap instansi mempunyai harapan bahwa suatu saat akan mengalami perkembangan yang pesat, oleh karena itu sangat diperlukan kinerja karyawan yang tinggi dalam bidang pekerjaannya. Sumber daya manusia yaitu orang-orang yang memberikan tenaga, pikiran, bakat, kreativitas dan usahanya pada suatu instansi. Oleh karena itu keberadaan suatu instansi baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar tidak terlepas dari sumber daya manusia (Sembiring & Sitanggang, 2. Aparatur sipil negara (ASN) merupakan aset sumber daya manusia pada pemerintahan negara Indonesia (Akbar & Soetjiningsih, 2. Pegawai merupakan salah satu bagian dari aparatur sipil negara (ASN) yang mempunyai peranan menentukan keberhasilan penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun non fisik (Handayani. Suryono & Said. , 2. Salah satu tugas aparatur sipil negara (ASN) adalah menjadi pelayan publik di pemerintahan pusat maupun daerah. Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik dalam pasal 1 angka 5 yaitu pelaksana pelayanan publik yang selanjutnya disebut pelaksana adalah pejabat, pegawai, petugas dan setiap orang yang bekerja didalam organisasi penyelenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik, sehingga aparatur sipil negara dituntut optimal dalam melayani masyarakat. Menurut data Badan Kepegawaian Negara (BKN), jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus aktif pada Juni 2022 mengalami penurunan sebesar 0,1% dibandingkan Desember 2021 sekitar 3,99 dengan 34% bekerja pada instansi pemerintah pusat dan 77% bekerja pada pemerintah daerah ( Badan Kepegawaian Negara, 2. Tingginya beban dan tuntutan kerja akan berdampak negatif pada performa kerja Individu akan merasa tertekan sehingga menimbulkan berbagai permasalahan perilaku dan kesehatan yang dapat dialami oleh individu tersebut (Handoko, 2. Ketika kondisi kesehatan tidak mendukung untuk bekerja, cuti sakit dan absen kerja biasanya menjadi pilihan untuk memulihkan kondisi kesehatan seperti semula. Namun, dikarenakan faktor tertentu seperti beban kerja yang tinggi dan menupuknya tugas-tugas yang ditinggalkan ketika kembali bekerja membuat seseorang memilih untuk tetap masuk bekerja meskipun individu tersebut memiliki alasan yang cukup untuk mengambil cuti sakit dan absen kerja (Quazi, 2. Kondisi seperti ini yang kemungkinan besar dapat mempengaruhi individu untuk melakukan presenteeism. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Presenteeism terjadi ketika seseorang datang bekerja namun tidak mampu melakukan tugasnya dengan maksimal dikarenakan gangguan kesehatan baik fisik atau psikologis (McGregor et al. , 2. Koopman et al. , . menyatakan bahwa presenteeism merupakan kondisi hadirnya seseorang di tempat kerja, namun produktivitasnya menurun disebabkan karena masalah kesehatan. Presenteeism dapat terjadi di berbagai sektor pekerjaan yang dalam proses kerjanya melibatkan pelayanan (Mahfuz et al. , 2. Aprilia . menyatakan bahwa presenteeism dapat terjadi di berbagai sektor pekerjaan terutama di ranah pendidikan, perawatan dan petugas pelayanan publik yang memiliki presenteeism lebih tinggi. Hal ini didukung oleh penelitian dari Aronsson. Gustafsson dan Dallner . alam Zaini dan Syarifah, 2. yang menyatakan bahwa jika dilihat dari tingkat presenteeism yang terjadi pada pekerjaan dalam sektor pelayanan publik dan perawat sebesar 44% menempati kedudukan tertinggi kedua diantara pekerjaan lainnya. Individu yang sedang sakit akan kesulitan menghasilkan kinerja yang sama baiknya dengan individu yang sehat karena seseorang yang sakit, baik itu sakit fisik maupun psikologisnya memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga dalam menyelesaikan tugas (Chia dan Chu, 2. Salah satu yang terkena dampaknya akibat terjadinya presenteeism yaitu kerugian ekonomi. The Centre for International Economics (CIE, 2. memperkirakan sekitar $34 miliar dollar per tahun hilang dalam produktivitas ekonomi Australia akibat presenteeism. Pada tahun 2020 Deloitte juga menerbitkan laporan yang memperkirakan bahwa kerugian pada pengusaha Inggris akibat presenteeism sekitar A26,6 miliar - A29,3 miliar per tahun, kerugian tersebut lebih besar dibandingkan dengan kerugian yang terjadi pada absenteeism sekitar A6. 8 miliar (Deloitte, 2. Seringnya individu melakukan presenteeism di latar belakangi oleh berbagai macam faktor tertentu. Menurut Koopman et al. , . faktor yang dapat mempengaruhi individu melakukan presenteeism yaitu ada faktor sosio demografi, faktor pribadi, serta faktor organisasi. Alasan individu memilih tetap pergi bekerja meski dalam kondisi sakit salah satunya didukung oleh faktor organisasi salah satunya seperti dukungan rekan kerja (Gosselin. Lemyre dan Corneil, 2. Sarafino dan Smith . menyatakan bahwa dukungan rekan kerja atau coworker support merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh orang lain untuk memberikan dukungan pada individu lain. Adanya dukungan positif yang berasal dari rekan kerja akan membantu individu dalam mengatasi masalah terkait pekerjaan dan mampu mengurangi kelelahan serta meningkatkan lingkungan kerja dan http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 kepuasan kerja (Yang et al. , 2. McGregor et al. , . menyatakan bahwa adanya dukungan sosial yang bersumber dari keluarga, rekan kerja dan pimpinan yang baik bagi individu dalam memberikan timbal balik yang positif, merasa dihargai atas usaha yang dilakukan, sampai pada akhirnya terbentuk motivasi yang tinggi untuk mengerjakan tugas pekerjaannya dengan Perilaku presenteeism dapat dikurangi karena individu mampu menjaga kestabilan produktivitas kerja saat kondisi sakit. Dukungan yang di peroleh seseorang akan memberikan dorongan semangat, perhatian, penghargaan, bantuan ataupun kasih sayang sehingga seorang pegawai tersebut memiliki pandangan yang positif mengenai dirinya dan lingkungan kerjanya sehingga pegawai tersebut termotivasi dalam meningkatkan kinerjanya, sehingga dengan adanya dukungan sosial (Rahama & Izzati, 2. Selain dukungan sosial rekan kerja terdapat faktor lain yang mempengaruhi terjadinya presenteeism yaitu stress kerja. Masalah stres kerja di dalam suatu organisasi menjadi salah satu faktor yang penting diamati sejak adanya tuntutan di dalam pekerjaan (Pebrianti, 2. Stres merupakan suatu respon adaptif terhadap suatu situasi yang dirasa mengancam kesehatan seseorang yang merupakan salah satu dampak dari kehidupan modern. Seseorang dapat merasa stres jika terlalu bayak pekerjaan, tidak memahami pekerjaan, beban informasi yang terlalu berat atau karena mengikuti perkembangan zaman (JumAoati & Wusma, 2. Stres kerja dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan seseorang seperti halnya dapat berpengaruh negatif terhadap produktivitas di tempat kerja (Sari dan Oktariani, 2. The Health and Safety Executive (HSE) mendefinisikan stres kerja sebagai tekanan dan tuntutan yang berlebihan yang dibebakan pada seseorang di luar kemampuannya (Stranks, 2. Cartwright dan Cooper . mengemukakan bahwa stres kerja merupakan suatu tekanan yang dialami individu ketika tuntutan yang dihadapkan melebihi kemampuan yang ada pada individu tersebut. Robbins dan Judge . menyatakan bahwa stres kerja merupakan kondisi dimana individu dihadapkan suatu peluang, tuntutan atau sumber daya yang terkait dengan kondisi lingkungan, kondisi organisasi dan kondisi pribadi seseorang. Stres kerja mempengaruhi emosi, pikiran dan kondisi fisik (Robbins dan Judge, 2. Stres kerja menyebabkan ketegangan dalam organisasi seperti ketidakhadiran, penurunan produktivitas, peningkatan angka cedera dan turnover seseorang (Herlina, 2. Berdasarkan penjabaran diatas, peneliti ingin mengetahui hubungan dukungan rekan kerja dan stres kerja dengan presenteeism. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . METODE PENELITIAN Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 42 pegawai di kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini berjumlah 37 pegawai PNS di kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria adalah Pegawai dengan status ASN (PNS/pK). Lama bekerja Kerja minimal 1 tahun. Usia responden diantara 20-50 Tahun. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang diberikan kepada subjek penelitian yang diakses secara daring menggunakan google form. Kuesioner yang diajukan dalam bentuk model skala likert yang terdiri atas pertanyaain favorable dan unfavorable dengan menggunakan try out terpakai. Terdapat tiga skala yang digunakan dalam kuesioner ini yaitu skala presenteeism, skala dukungan rekan kerja dan skala stres kerja. Skala preseteeism yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari skala stanford presenteeism scale oleh Koopman et al. , . yang terdiri dari 25 aitem. Skala dukungan rekan kerja disusun oleh peneliti sendiri yang merujuk pada aspek dukungan rekan kerja oleh Sarafino dan Smith . yang terdiri dari 30 aitem. Skala stres kerja yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari skala skala ASSET an organisational stress screening tool oleh Cartwright dan Cooper . yang terdiri dari 49 aitem. Data skala tersebut diuji validitasnya menggunakan teknik corrected item-total correlation dengan batasan Ou 0,30. Reliabilitas skala dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan formula CronbachAos Alpha. Untuk menguji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi berganda. Sebelum melakukan uji hipotesis, dilakukan uji syarat berupa uji normalitas dengan nilai dengan nilai signifikansi Kolmogrov Smirnov >0,05 dan uji linieritas dengan nilai signifikansi Deviation from Linierity >0,05. HASIL PENELITIAN Hasil data dari instumen presenteeism, dukungan rekan kerja, dan stress kerja yang disebar kepada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung sebanyak 37 orang yang kemudian dilakukan skoring. Data yang didapat dielaborasi dengan mengaplikasikan uji statistik dan dirincikan pada tabel berikut: http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 1. Deskripsi Data Penelitian Variabel Item Skor Empirik Min Max Mean Skor Hipotetik Min Max Mean SD Presenteeism Dukungan rekan kerja Stress kerja Setelah dilakukannya deskripsi penelitian, peneliti melakukan kategorisasi. Dari hasil kategorisasi dapat diketahui bahwa tingkat presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame didapatkan hasil kategori sedang dengan presentase 73%, tingkat variabel dukungan rekan kerja pada pegawai kantor kecamatan Sukarame didapatkan hasil presentase 71%, tingkat variabel stres kerja dengan presentase 76%. Tabel 2. Kategorisasi Variabel Variabel Kategorisasi Tinggi Presenteeism Sedang Rendah Tinggi Dukungan Sedang rekan kerja Rendah Tinggi Stress kerja Sedang Rendah Rentan skor 72 O X 54 O X <72 X < 54 94 O X 76 O X <94 X < 76 133 O X 95 O X <133 X < 95 Hasil uji normalitas diperoleh taraf signifikan . untuk variabel presenteeism sebesar 0,099, variabel dukungan rekan kerja sebesar 0,096, dan variabel stress kerja sebesar 0,138. Nilai signifikansi dari ketiga variable > 0,05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa data penelitian terdistribusi normal. Tabel 3. Uji Normalitas Variabel Mean K-SZ Taraf Signifikan Ket Presenteeism Dukungan rekan Stress kerja Normal Normal Normal http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Pada uji linieritas diperoleh taraf signifikan . untuk variabel dukungan rekan kerja dengan presenteeism sebesar 0,910 hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara variable dukungan rekan kerja dengan presenteeism, dan variable stress kerja dengan presenteeism sebesar 0,493 hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara variable stress kerja dengan presenteeism. Tabel 4. Uji Linieritas Variabel Presenteeism * dukungan rekan kerja Presenteeism * stress kerja Deviation from linierity (F) Taraf signifikan Ket Linier Linier Pada uji heterokedastisitas dapat diketahui bahwa titik-titik didalamnya menyebar dan tidak bercorak membentuk pola tertentu. Titik-titik tersebut menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada penelitian ini. Gambar 1. Uji Heterokedastisitas Pada uji multikolinieritas menunjukkan bahwa nilai collinierity tolerance variabel dukungan rekan kerja (X. dan stress kerja (X. = 0. 99 > 0. 10, selain itu nilai statistic VIF = 1. 014 < 10. 00 sehingga dapat diartikan bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada penelitian ini. Tabel 5. Uji Multikolinieritas collinierity tolerance statistic VIF Dukungan rekan kerja Stress kerja http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Pada uji hipotesis pertama diketahui bahwa koefisien korelasi . = -0. dengan nilai sig. < 0. , yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif antara dukungan rekan kerja dan presenteeism. Hal ini menunjukkan bahwa uji hipotesis pertama pada penelitian ini dapat diterima. Tabel 6. Uji Hipotesis Pertama Variabel X1*Y Sig. Keterangan Negatif signifikan Pada uji hipotesis kedua diketahui bahwa koefisien korelasi . = 0. 520 dengan nilai sig. < 0. , yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif antara stres kerja dengan presenteeism. Hal ini menunjukkan bahwa uji hipotesis kedua pada penelitian ini dapat diterima. Tabel 7. Uji Hipotesis Kedua Variabel X2*Y Sig. Keterangan Positif Signifikan Pada uji hipotesis ketiga diketahui bahwa nilai koefisien R = 0. 691 dan nilai F = 15. dengan p = 0. < 0. , sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism pada pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa uji hipotesis ketiga pada penelitian ini dapat diterima. Tabel 8. Uji Hipotesis Ketiga Model R Square F Change Sig. F Change Berdasarkan persamaan regresi pada tabel 9 dibawah, dapat diartikan bahwa nilai 106 menggambarkan jika dukungan rekan kerja (X. dan stres kerja (X. sama dengan nol maka nilai presenteeism (Y) adalah 75. Koefisien regresi dukungan rekan kerja 438, artinya setiap nilai dukungan rekan kerja bertambah satu maka akan memberikan penurunan presenteeism sebesar -0. 438 begitu pula sebaliknya. Selain itu, koefisien regresi stres kerja sebesar 0. 219, artinya setiap nilai stres kerja bertambah satu maka akan meningkatkan nilai presenteeism sebanyak 0. 219 begitu pula sebaliknya. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 9. Persamaan Regresi Berganda Model 1 . Dukungan rekan kerja Stres kerja Unstandardized Coefficients B Std. Error Standardized Coefficients Beta DISKUSI Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis berganda guna melihat adakah hubungan antara dukungan rekan kerja dan stres kerja dengan preseteeism. Peneliti menggunakan bantuan SPSS 25. 0 for windows, populasi dalam penelitian ini berjumlah 37 pegawai dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria Lama bekerjaq minimal 1 tahun. Usia 20-50 tahun, dan status kepegawaian yaitu ASN (PNS/ pK). Subjek dalam penelitian ini yaitu pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Terdapat tiga pengkategorian dalam penelitian ini yakni tinggi, sedang dan rendah. Pada variabel presenteeism respon dalam kategori sedang lebih mendominasi yaitu sebanyak 73% responden atau sebanyak 27 orang pegawai. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menunjukkan perilaku presenteeism dalam kategori sedang. Hal ini menandakan bahwa adanya tuntutan pekerjaan cukup tinggi selama mereka Pada kategori dukungan rekan kerja responden dengan kategori sedang dengan persentase 71% atau sebanyak 23 orang. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden mendapatkan dukungan dari rekan kerjanya sehingga mejadikan individu terbantu untuk memahami situasi dan mencari solusi dari permasalahan atau tindakan yang akan diambil. Pada kategori stres kerja responden dengan kategori sedang persentase 76% atau sebanyak 26 orang. Hal ini menandakan bahwa mayoritas responden merasa adanya ketidakpuasan dalam masalah pekerjaan serta merasa bosan dalam lingkungan bekerja sehingga menimbulkan stres dalam bekerja. Terdapat tiga hipotesis dalam penelitian ini yaitu, hipotesis pertama diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan rekan kerja dengan presenteeism pada pegawai dengan nilai koefisien korelasi . = -0. 513 dengan nilai sig. < 0. yang artinya hipotesis ini dapat diterima. Dukungan rekan kerja memberikan sumbangan efektif (SE) terhadap presenteeism sebesar 23. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi dukungan rekan kerja maka semakin rendah http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 presenteeism pada pegawai. Dukungan rekan kerja menurut Sarafino dan Smith . yaitu sebuah tindakan yang dilakukan oleh orang lain untuk memberikan dukungan pada individu lain. Adanya dukungan positif yang berasal dari rekan kerja akan membantu individu dalam mengatasi masalah terkait pekerjaan dan mampu mengurangi kelelahan serta meningkatkan lingkungan kerja dan kepuasan kerja (Yang et al. , 2. Pendapat tersebut searah dengan hasil penelitian ini bahwa bahwa terdapat hubungan antara dukungan rekan kerja dengan Hasil penelitian ini diperkuat dengan penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Muhamad Taufik . dengan judul Auhubungan antara coworker support dan presenteeism pada perawat di rumah sakit umum haji SurabayaAy. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan negatif yang signifikan antara coworker support . ukungan rekan kerj. dengan presenteeism pada perawat di rumah sakit umum haji Surabaya. Penelitian tersebut menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian yang telah dilakukan, kedua penelitian ini memperoleh hasil yang menunjukkan hubungan negatif signifikan antara dukungan rekan kerja dengan presenteeism. Sehingga, semakin tinggi coworker support maka semakin rendah presenteeism yang dialami, begitu pula sebaliknya. Hipotesis kedua dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan positif signifikan antara stres kerja dengan presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Berdasarkan hasil uji hipotesis di peroleh koefisien korelasi . = 0. dengan nilai sig. < 0. yang artinya hipotesis ini dapat diterimastres kerja memberikan sumbangan efektif (SE) terhadap presenteeism sebesar 24. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi stres kerja maka semakin tinggi presenteeism. Cartwright dan Cooper . menyatakan bahwa stres kerja merupakan suatu tekanan yang dialami individu ketika tuntutan yang dihadapkan melebihi kemampuan yang ada pada individu tersebut. Stres kerja dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas di tempat kerja (Sari dan Oktariani, 2. Pendapat tersebut searah dengan hasil penelitian ini bahwa bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan Hasil penelitian ini juga diperkuat dengan penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Buranda. Jufri dan Indahari . yang berjudul Auhubungan stress kerja dengan perilaku presenteeism perawat rumah sakit x makassarAy. Hasil penelitian tersebut http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 terdapat hubungan positif signifikan antara stres kerja dengan presenteeism pada perawat rumah sakit x makassar. Penelitian tersebut menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian yang telah dilakukan, kedua penelitian ini memperoleh hasil yang menunjukkan hubungan positif signifikan antara stres kerja dengan presenteeism. Hal ini berarti semakin tinggi stres kerja maka semakin tinggi pula tingkat presenteeism yang Hipotesis ketiga dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan rekan kerja dan stres kerja dengan presenteeism dengan R = 0. 691 dan nilai F = 508 dengan p = 0. < 0. serta sumbangan efektif (SE) sebesar 47. 3% dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar penelitian ini. Oleh sebab itu hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama penelitian ini di terima, sehingga nilai diatas menjelaskan bahwa semakin tinggi dukungan rekan kerja maka secara negatif dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap presenteeism. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa seseorang yang semakin tinggi stress kerja maka semakin maka secara positif dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap presenteeism. Presenteeism menurut Koopman et al. , . yaitu sebagai kondisi kehadiran individu di tempat kerja, tetapi terjadi penurunan produktivitas kerja serta kualitas kerja yang tidak sebaik pada saat kondisi sehat dikarenakan adanya gangguan kesehatan. Perilaku presenteeism muncul karena adanya faktor kesehatan, termasuk beberapa penyakit fisik, stres dan depresi (Buranda. Jufri dan Indaharani, 2. dan faktor lingkungan kerja termasuk kepastian kerja, tuntutan kerja dan dukungan sosial (Krpalek. Meredith dan Zivania, 2. Penelitian ini menunjukkan arah yang sama dengan pendapat bahwa dukungan rekan kerja dan stres kerja memiliki hubungan dengan Dari ketiga hipotesis tersebut, di peroleh hasil jika stres kerja mempengaruhi presenteeism lebih besar dibanding dukungan rekan kerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai sumbangan efektif (SE) stres kerja lebih tinggi dibandingkan dukungan rekan kerja yaitu 2%, sedangkan nilai sumbangan efektif (SE) dukungan rekan kerja yaitu 23. Tingginya presenteeism pada pegawai memicu menurunnya kondisi kesehatan dan akan menjadi kebiasaan untuk melakukan presenteeism dalam jangka panjang sehingga akan berpengaruh pada penurunan kualitas kerja sehingga pegawai cenderung untuk melakukan kesalahan dalam bekerja. Stres kerja yang tinggi juga dapat menumbulkan penurunan produktivitas sehingga terjadi perilaku presenteeism. Dukungan rekan kerja http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 yang tinggi akan menciptakan rasa motivasi tinggi dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dengan baik sehingga dapat mengurangi perilaku presenteeism (Zaini. KESIMPULAN DAN SARAN Hasi pengujian hipotesis pertama yang menguji hubungan dukungan rekan kerja dengan presenteeism menunjukkan bahwa dukungan rekan kerja berpengaruh negatif terhadap presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Hal ini berarti jika dukungan rekan kerja meningkat maka presenteeism pada pegawai akan menurun dan sebaliknya jika dukungan rekan kerja menurun maka presenteeism pada pegawai akan meningkat. Hasil pengujian hipotesis kedua yang menguji hubungan stress kerja dengan presenteeism menunjukkan bahwa stress kerja berpengaruh positif terhadap presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Hal ini berarti jika stress kerja meningkat maka presenteeism pada pegawai juga akan meningkat dan sebaliknya jika stress kerja menurun maka presenteeism pada pegawai juga akan Hasil pengujian hubungan dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Impilkasi untuk subjek penelitian diharapkan untuk dapat mengambil informasi didalam penelitian agar meningkatkan pemahaman mengenai pandangan terhadap Pegawai juga diharapkan dapat memiliki lingkungan kerja yang baik, terutama dengan rekan kerja sehingga individu akan saling menghargai, dan tolong menolong yang akan menciptakan rasa motivasi tinggi dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dengan baik sehingga dapat mengurangi perilaku presenteeism. Saran untuk instansi diharapkan memiliki kesadaran mengenai dampak presenteeism pada kualitas pelayanan di kantor kecamatan Sukarame. Bandar Lampung. Selain itu instansi juga dapat memberikan intervensi berupa dukungan dengan cara melakukan evaluasi setiap bulan, memberikan teguran bagi pegawai yang sering menunda pekerjaan, menghargai dan menciptakan keadilan prosedural untuk pegawai. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat variabel lainnya yang mempengaruhi presenteeism agar kajian mengenai presenteeism bisa semakin luas, http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 mengingat masih sedikit kajian mengenai presenteeism terutama di Indonesia, seperti job insecurity, job demand, budaya organisasi dan loyalitas pekerja terhadap perusahaan. DAFTAR PUSTAKA