Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 PENGARUH WAKTU INKUBASI DAN TAKARAN KOMPOS KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L. Yoneta Lake . Eduardus Yosef Neonbeni . Deseriana Bria . Hyldegardis Naisali . Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan. Program Studi Agroteknologi. Universitas Timor. Kefamenanu. Indonesia. *corresponding author: yonetalake74@gmail. * Received for review November 28, 2024 Accepted for publication February 10, 2025 ABSTRACT Pakcoy has high economic value, therefore it is necessary to increase pakcoy production. To overcome the problems that arise in pakcoy cultivation, it is necessary to carry out proper cultivation that is enviromentally friendly. This study aims to determine the effect of incubation time and the dosageof chicken manure compost onthe growth of pakcoy (Brasia rapa L. ) plants. This study was conducted from October to December 2023, behind the Timor University Library Building and the results of the study were analyzed in the Laboratory of the Faculty of Agriculture. Science and Health. Timor University. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor is the incubation period (W) which consists of four levels, namely the first level (Withou. , . , . The second factor is the dose of chicken manure compost (T) which consists of 3 levels, namely (Withou. , . g/polyba. , . g/polyba. There are 12 treatment combinations that are repeated 3 times to obtain 36 experimental units. The observed observation parameters include plant height, number of leaves, fresh plant weight, root length, fresh root weight, dry plant weight, dry root weight, harvest index. The data collected was analyzed using 2-factor Completely Randomized Design (CRD) analysis of variance (Anov. Next, the treatment average was tested further using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a significance of 5% according to instructions (Gomes and Gomes, 2. Data analysis using the SAS 9. 1 program. The results of the study showed that there was an interaction between the treatment factors of incubation period and the dose of chicken manure compost on the observation of the number of leaves 7 HST. Keywords: Chicken manure, compost dosage, incubation time, pakcoy plants ABSTRAK Pakcoy memiliki nilai ekonomis tinggi, untuk itu perlu adanya peningkatan produksi pakcoy. Untuk mengatasi timbulnya masalah dalam budidaya pakcoy perlu dilakukan budidaya secara benar yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2024, di belakang Gedung perpustakaan Universitas Timor dan hasil penelitian dianalisis di Laboratorium Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan Universitas Timor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama waktu inkubasi (W) yang terdiri dari empat aras, aras pertama . , . , . Faktor kedua yaitu takaran kompos kotoran ayam (T) yang terdiri dari 3 aras yaitu (Tanp. , . g/polyba. , . g/polyba. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 36 unit percobaan. Parameter pengamatan yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, panjang akar, berat segar akar, berat kering tanaman, berat kering akar, indeks panen. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anov. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Selanjutnya rata-rata perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan sifnifikan 5% sesuai petunjuk (Gomes dan Gomes, 2. Analisis data menggunakan program SAS 9. Hasil penelitian Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara faktor perlakuan waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan jumlah daun 7 HST. Kata kunci : Kotoran ayam, takaran kompos, tanaman pakcoy, waktu inkubasi Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Pakcoy (Brassica rapa L. ) adalah tanaman sayuran daun yang satu genus dengan sawi. Pakcoy merupakan tanaman yang berumur pendek dan memiliki kandungan gizi yang baik. Pakcoy memiliki nilai ekonomis tinggi, untuk itu perlu adanya peningkatan produksi pakcoy (Wahyuningsih et al. , 2017 ). Pakcoy memiliki nilai gizi seperti vitamin C, vitamin A, karbohidrat, serat, protein, kalsium, magnesium, lemak nabati yang diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan. Dalam tanaman pakcoy terkandung zat betakaroten yang tinggi yang dapat mencegah katarak. Tanaman pakcoy selain memiliki kandungan gizi yang tinggi juga memiliki prospek yang cukup menjanjikan baik di pasar domestik maupun pasar internasional (Sadewa, 2. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Hortikultura . , kebutuhan konsumsi sawi pakcoy di Indonesia pada tahun 2015 dan 2016 yaitu 532,370-ton dan 539,800 ton, sedangkan pada tahun 2016 dan 2017 adalah 10,23 ton/ha dan 9,92 ton/ha. Data tersebut menunjukkan bahwa setiap tahun terjadi peningkatan konsumsi sawi pakcoy. Berdasarkan data BPS . dalam tiga tahun terakhir produksi pakcoy mengalami peningkatan yaitu 667. 473 ton pada tahun 2020, menjadi 727. 467 ton pada tahun 2021, dan 760. 608 ton pada tahun 2022. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan konsumsi pakcoy, namun produktivitasnya mengalami penurunan, sehingga belum tercapainya peningkatan produktivitas pakcoy. Menurut Badan Statistik Timor Tengah Utara (TTU) produksi sawi beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan pada tahun 2017 yang mencapai 101. 7 ton/ha. Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk kebutuhan akan sayuran ini masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Kendala yang dihadapi petani di daerah Kabupaten TTU adalah kurangnya pengetahuan dalam budidaya tanaman hortikultura serta kekurangan air (BPS TTU, 2. Dilihat dari potensi hasil tanaman pakcoy, peningkatan produktivitas tanaman pakcoy dapat dilakukan melalui sistem budidaya yang baik dan benar serta memperhatikan kualitas tanah yang terus menurun. Pulau Timor beriklim tropis semi-arid yang dicirikan dengan bulan kering yang panjang dan bulan basah yang pendek, sehingga tanah di daerah ini sebagian tergolong dalam lahan kering. Masalah pada lahan kering di wilayah tropika basah adalah kekurangan air pada saat musim kemarau, reaksi tanah yang masam, miskin unsur hara, kapasitas tukar kation dan kejenuhan basah rendah, serta keadaan tanah tanah yang peka terhadap erosi merupakan kendala linkungan yang paling dominan di kawasan lahan kering (Sanchez, 2. Salah satu karakteristik utama dari lahan kering adalah intesitas curah hujan yang rendah (Winazira et al. , 2. Tanah di sekitar kampus Universitas Timor, diklasifikasikan sebagai tanah litosol atau entisol dengan solum tanahnya sangat tipis . , kandungan bahan organik sangat rendah dan kapasitas tukar kation sangat rendah. Tanah Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 litosol dicirikan dengan agregat tanah umumnya bertekstur kurang stabil, permeabilitas lambat, dan bahan organik serta kejenuhan basa rendah. Tanah litosol memiliki kejenuhan rendah, sedangkan untuk kapasitas pertukaran kation (KPK), pH dan bahan organik rendah, sedangkan untuk kapasitas pertukaran anion (KPA), kadar aluminium, oksida, dan kadar klei Tingginya kadar aluminium di dalam tanah dapat menghambat pertumbuhan bahkan dapat meracuni tanaman. Selama ini cara yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanah adalah dengan menambahkan pupuk anorganik, namun penggunaan pupuk anorganik yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah seperti adanya kehilangan hara melalui pelindian sehingga takaran pupuk yang diberikan sangat tinggi dan terus mengalami peningkatan (Moru, 2. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di lahan kering adalah dengan penerapan waktu inkubasi yang tepat dan pemberian pupuk kompos kotoran ayam. Pupuk kandang kotoran ayam memiliki kandungan N. K, yang lebih baik dari dari pada pupuk jenis kandang ternak lainnya karena kotoran padat pada ternak unggas tercampur dengan kotoran Disamping itu kompos kotoran ayam merupakan pupuk organik dengan bentuk fisik yang lebih mudah terurai sehingga lebih cepat menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman jika dibandingkan dengan jenis pupuk organik lainnya (Pangaribun et al. , 2. Penggunaan bahan organik pupuk kandang ayam sebagai pemasok hara tanah dan meningkatkan retensi air, kandungan air tanah meningkat, dan terjadi proses perombakan bahan organik. Kotoran ayam biasanya bersuhu tinggi dan belum matang. Apabila diaplikasikan kurang maksimal kotoran ayam perlu melalui proses pengomposan atau masa inkubasi terlebih dahulu, sehingga suhu kotoran ayam akan menurun dan siap untuk diaplikasikan (Priyadi, 2. Masa inkubasi sangat menentukan kematangan dari suatu pupuk, apabila masa inkubasi belum cukup, maka kompos yang dihasilkan kualitasnya kurang baik bila digunakan sebagai pupuk (Fathini et al. , 2. Hasil penelitian (Yuniwati et al. , 2. menyatakan bahwa semakin lama waktu proses inkubasi maka semakin banyak kesempatan bagi mikroba untuk menguraikan bahan organik. Kotoran ayam memiliki kandungan N yang cukup tinggi dibandingkan pupuk kandang kotoran hewan lainnya, serta perbandingan C/N rasio rendah. Pupuk kandang ayam merupakan pupuk organik yang mempunyai kelebihan dalam penyediaan hara, seperti kadar Nitrogen (N). Fosfor (P). Kalium (K) dan Kalsium (C. yang memiliki sifat relatif cepat terdekomposisi (Mubarok et al, 2. Selain itu, kotoran ayam yang sudah tercampur dengan sisa-sisa makanan ayam serta sekam sebagai alas kandang juga dapat menyumbangkan tambahan hara kedalam pupuk kandang ayam (Triyono & Sumarmi, 2. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi pupuk kompos ayam selalu memberikan respon yang terbaik pada tanaman, karena pupuk kompos ayam relatif lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup pula jika dibandingkan dengan jumlah unit yang sama dengan pupuk kandang lainnya (Widowati et al. , 2. Hal ini sejalan dengan pendapat (Subroto, 2. bahwa pemberian pupuk kompos ayam dapat memperbaiki struktur tanah serta dapat memperkuat akar tanaman. Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 Untuk mengatasi timbulnya masalah dalam budidaya pakcoy perlu dilakukan budidaya secara benar yang ramah lingkungan. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2024, di Green House Universitas Timor dan hasil penelitian akan dianalisis di Laboratorium Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan Universitas Timor. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: linggis, gembor, ember, sekop, parang, pisau, ayakan, terpal/plastik, penggaris, kamera, buku dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain: benih pakcoy, tanah, pupuk kandang ayam. EM4, dedak, sekam padi, gula merah, air, kertas label, dan polybag. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama waktu inkubasi (W) yang terdiri dari empat aras, aras pertama W0 . W1 . W2 . dan W3 . Faktor kedua yaitu takaran kompos kotoran ayam (T) yang terdiri dari 3 aras yaitu T0 (Tanp. T1 . g/polyba. T2 . g/polyba. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yaitu W0T0. W0T1. W0T2. W1T0. W1T1. W1T2. W2T0. W2T1. W2T2. W3T0. W3T1. W3T2 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 36 unit percobaan. 4 Analisis Data Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anov. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Selanjutnya rata-rata perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan sifnifikan 5% sesuai petunjuk (Gomes dan Gomes, 2. Analisis data menggunakan program SAS 9. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tinggi Tanaman Berdasarkan hasil analisis sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan pemberian takaran kompos kotoran ayam pada semua pengamatan. Pada perlakuan tunggal waktu inkubasi 21 hari memberikan hasil tinggi tanaman tertinggi dengan rataan 5. 94 cm pada umur tanaman 7 HST, sedangkan pada umur 14- 35 HST perlakuan waktu inkubasi 7 hari memberikan tinggi tanaman tertinggi yakni 10. 05 cm. Berdasarkan hasil penelitian (Zhang et al. , 2. menyatakan bahwa waktu inkubasi yang optimal untuk sebagian besar tanaman berkisar antara 7-10 hari yang dapat membuat mikroorganisme tanah untuk memobilisasi nutrisi tanpa menghabiskan terlalu banyak unsur hara yang tersedia untuk tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa lama inkubasi pupuk kotoran ayam 7 hari merupakan waktu yang Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 cukup bagi pupuk kotoran ayam dapat terdekomposisi dengan baik dalam tanah serta mampu menyediakan unsur hara yang diperlukan untuk s terbaik pada takaran 35 g dengan rataan 10. 45 cm pada semua waktu pengamatan tinggi tanaman. Berdasarkan hasil penelitian (Evelyn et al. , 2. menyatakan bahwa penambahan pupuk kompos kandang ayam 30 ton/ha mampu meningkatkan nilai tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Hal ini disebabkan karena pada dosis tersebut unsur hara yang dibutuhkan tanaman sawi telah tersedia. Tabel 1. Tinggi Tanaman Waktu Pengamatan Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjuk kan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar faktor 2 Jumlah Daun Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan umur 7 HST dimana waktu inkubasai 21 hari dan pemberian takaran kompos kotoran ayam 35 gram dengan menghasilkan jumlah daun terbanyak yakni 3,00 helai. Namun pada pengamatan umur 14-35 HST tidak terjadi interaksi. Pada perlakuan tunggal waktu inkubasi 21 hari dari umur 7-28 HST memberikan pertumbuhan paling baik pada jumlah daun dengan rataan 6,00-9,00 helai dan pada 35 HST waktu inkubasi 7 hari yang memberkan jumlah daun Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 terbanyak dengan rataan 13. 00 helai. Menurut penelitian (Bernal et al. , 2. yang menyatakan bahwa waktu inkubasi 7 hari memungkinkan mikroorganisme dalam kompos untuk berkembang dan menguraikan bahan organik menjadi nutrisi yang tersedia bagi Sejalan dengan penelitian (Rosmarkam, 2. menyatakan bahwa bahwa pupuk kandang yang dicampur dengan tanah semakin lama diinkubasikan akan mengalami dekomposisi dan mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tabel 2. Jumlah Daun Waktu Pengamatan Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. , ( ) terjadi interaksi antar faktor dan (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. Pemberian faktor tunggal takaran kompos kotoran ayam 35 gram memberikan pertumbuhan yang baik untuk jumlah daun dengan rataan 2. 91 dan 4. 50 helai pada umur tanaman 7 dan 14 HST. Tetapi pada umr tanaman 21-35 HST perlakuan takaran pupuk kompos kotoran ayam 50 gram yang memberikan pertumbuhan yang baik untuk jumlah daun dengan rerataan 6. 58-13 helai. Berdasarkan hasil penelitian (Abbasi et al. , 2. mengatakan bahwa kompos kotoran ayam 50 gram menyediakan nutrisi dalam jumlah yang cukup dan dilepaskan secara bertahap. Ini memastikan pasokan nutrisi yang berkelanjutan selama fase pertumbuhan tanaman, mendukung pembentukan daun baru secara konsisten. Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 3 Berat Segar Tanaman Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan berat segar Pada perlakuan tunggal waktu inkubasi waktu inkubasi 7 hari memberikan berat segar tanaman tertinggi dengan rataan 45. 69 g. Menurut penelitian Suhastyo et al. menyatakan bahwa masa inkubasi selama 7 hari memungkinkan terjadinya dekomposisi bahan organik dalam kompos kotoran ayam. Selama proses ini, mikroorganisme menguraikan bahan organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tanaman. Proses dekomposisi selama inkubasi meningkatkan ketersediaan nutrisi yang dapat langsung diserap oleh tanaman sawi. Tabel 3. Berat Segar Tanaman Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar Pemberian faktor tunggal takaran kompos kotoran ayam 35 g memberikan berat segar tanaman tertinggi dengan rataan 47. 93 g. Penelitian (Ardyansyah, 2. mengatakan bahwa kompos kotoran ayam dengan dosis 35 gram per tanaman dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman dan ketersediaan unsur hara dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga berpengaruh pada pada berat segar tanaman. Berdasarkan hasil penelitian (Polii, 2. yang menyatakan bahwa dengan meningkatkan jumlah daun, lebar daun, dan tinggi tanaman maka akan secara otomatis meningkatkan berat segar tanaman, sehingga dengan banyaknya jumlah daun semakin banyak juga kadar air yang akan menyebabkan berat segar tanaman semakin tinggi pula berat 4 Panjang Akar Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan berat segar Pada perlakuan tunggal tanpa waktu inkubasi 21 hari memberikan panjang akar tertinggi dengan rataan 15. 72 cm. (Siburian, 2. menyatakan bahwa pemberian kompos kotoran ayam yang di inkubasi dengan waktu 20 hari dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian (Prabowo et al,. yang menyatakan bahwa penundaan masa inkubasi terjadi karena persaingan antara patogen dengan antagonis, sehingga menyebabkan patogen Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 membutuhkan waktu lebih lama untuk menginfeksi tanaman, karena perkarakan didominasi oleh antagonis. Pemberian faktor tunggal takaran kompos kotoran ayam 35 g memberikan panjang akar tertinggi dengan rataan 16. 09 cm. Hasil penelitian (Sunarjono, 2. menyatakan bahwa penggunaan pupuk kompos kotoran ayam dengan takaran 35 ton/ha dapat memberikan beberapa manfaat, meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan bahan organik yang mendukung pertumbuhan akar yang lebih Menurut (Kaderi, 2. , pemberian kompos seperti atau pupuk kandang dapat membantu akar tanaman menembus tanah lebih dalam dan luas sehingga tanaman lebih mampu menyerap unsur hara dan air dalam jumlah banyak. Tabel 4. Panjang Akar Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar 5 Berat Segar Akar Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan berat segar Pada perlakuan tunggal waktu inkubasi memberikan pertumbuhan berat segar akar paling baik dengan tanpa perlakuan waktu inkubasi dengan rataan 13. 61 g. (Arifin et al. , mengatakan bahwa waktu inkubasi yang optimal dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam media tanam, yang pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan akar yang lebih baik. Tabel 5. Berat Segar Akar Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar Pemberian faktor tunggal takaran kompos kotoran ayam 35 g memberikan pertumbuhan berat segar akar paling baik dengan dengan rataan 13. 96 g. Berdasarkan hasil penelitian (Adeniyan, et al. , 2. yang menyatakan bahwa dosis 35 gram per Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 tanaman dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan sistem akar yang kuat pada tanaman. 6 Berat Kering Tanaman Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada pemberian waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan berat kering tanaman. Pada perlakuan tunggal waktu inkubasi 7 hari memberikan berat kering tanaman tertinggi dengan rataan 36. 92 g. Menurut penelitian (Musahidin et al. , 2. menyatakan bahwa pemberian waktu inkubasi 8 hari dapat meningkatkan bobot kering tanaman sawi hijau. Sedangkan menurut penelitian (Supryadi et al,. waktu inkubasi yang optimal untuk kompos kotoran ayam berkisar antara 7-14 hari, tergantung pada kondisi lingkungan dan metode pengomposan yang digunakan. Pemberian faktor tunggal takaran kompos kotoran ayam dengan takaran 35 g memberikan berat kering tanaman tertinggi dengan rataan 38. 88 g. Sebuah studi oleh (Firmansyah et al,. menunjukkan bahwa penggunaan kompos kotoran ayam dengan dosis 30-40 gram per tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi secara signifikan. Tabel 6. Berat Kering Tanaman Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar 7 Berat Kering Akar Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada pemberian waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan berat kering akar. Pada perlakuan tunggal waktu inkubasi 14 hari memberikan berat kering akar tertinggi dengan rataan 3. 58 g. (Djaman, 2. mengatakan bahwa pertumbuhan panjang tanaman merupakan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan sel yang tergantung dari suplai makanan, baik yang diberikan melalui daun maupun diserap oleh akar dari dalam tanah guna berlangsungnya proses metabolisme dan sintesis protein. Pemberian faktor tunggal tanpa pemberikan kompos kotoran ayam memberikan berat kering akar tertinggi dengan rataan 3. 42 g. (Setiawan, 2. dan (Hamzah, 2. menyatakan bahwa pengaruh nyata pupuk kandang ayam terhadap bobot kering tanaman bagian bawah juga dikarenakan kandungan unsur phospor (P) dalam pupuk kandang ayam yang tinggi berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 akar tanaman mudah. Penggunaan 35 gram kompos kotoran ayam dapat berkontribusi pada peningkatan berat kering akar tanaman sawi. Menurut (Hartatik dan Widowati, 2. , penggunaan pupuk organik seperti kompos kotoran ayam dapat meningkatkan pertumbuhan akar dan berat kering tanaman. Tabel 7. Berat Kering Akar Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar 8 Indeks Panen Berdasarkan hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan indeks panen. Pada perlakuan tunggal pemberian waktu inkubasi tanpa inkubasi memberikan indeks panen tertinggi dengan rataan 14. Menurut penelitian (Marpaung et al. , 2. bahwa indeks panen tanaman dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dengan faktor lingkungan seperti kesuburan tanah, ketersediaan air, suhu, cahaya matahari. Kombinasi dari perlakuan dosis kompos dan lama pemeraman tidak memberikan pengaruh positif terhadap hasil indeks panen. Tabel 8. Indeks Panen (%) Waktu Inkubasi Tanpa 7 Hari 14 Hari 21 Hari Rataan Takaran Kompos Kotoran Ayam Tanpa Rerata (-) Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT yu 0. (-) tidak terjadi interaksi antar Pemberian faktor tunggal takaran kompos kotoran ayam 35 g yang memberikan indeks panen tertinggi dengan rataan 14. Berdasarkan penelitian (Hartatik dan Widowati, 2. menyatakan bahwa penggunaan kompos kotoran ayam 35 gram dapat meningkatkan indeks panen tanaman sawi dan penggunaan pupuk organik seperti kompos kotoran ayam dapat meningkatkan indeks panen tanaman sayuran, termasuk Agrisaintifika. Vol. No. 1, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Lake dkk. , 2025 SIMPULAN Terjadi interaksi antara waktu inkubasi dan takaran kompos kotoran ayam pada pengamatan jumlah daun 7 HST. Penggunaan waktu inkubasi kompos kotoran ayam 7 hari berpengaruh baik dalam meningkatan pertumbuhan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman pada tanaman pakcoy. Pemberian takaran kompos kotoran ayam 35 g dapat meningkatkan pertumbuhan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, panjang akar, berat segar akar, berat kering tanaman dan indeks panen pada tanaman pakcoy (Brasica rapa L. DAFTAR PUSTAKA