Terbit Online pada laman web jurnal: http://ojs. id/index. php/Madiya/index Jurnal Ilmiah MADIYA Masyarakat Mandiri Berkarya Vol. 5 No. November 2024: 146-152 E-ISSN: 2775-779X Peningkatan Kompetensi Guru Untuk Pembelajaran Interaktif Melalui Pelatihan Pembelajaran Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) Suherman1. Achmad Yani2. Muhammad Rusdi3. Suprianto4 1,2,3,4 Politeknik Negeri Medan, e-mail: Suherman1971@polmed. id, achmadyani@polmed. id, muhammadrusdi@polmed. suprianto@polmed. Abstrak Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanankan di MIS Putri Babussalam dengan tujuan umum mengatasi permasalahan mitra. Sedangkan tujuan khusus program PKM ini adalah memberikan pelatihan pembelajaran metode Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis multimedia bagi guru-guru MIS Putri Babussalam. Guru-guru sebagai peserta pelatihan sebanyak 9 orang dan semuanya merupakan lulusan Sarjana S1. dari berbagai macam disiplin ilmu, namun mereka masih lemah dalam melakukan pembelajaran aktif CTL. Tim PKM juga memberikan bantuan sebuah LCD Projector dan Projector Screen serta melatih penggunaan dan pemanfaatannya untuk proses pembelajaran aktif. Metode yang digunakan dalam program PKM ini berupa pengumpulan data tentang calon mitra melalui survey dan wawancara kepada kepala madrasah. Kemudian dari data tersebut dibuat usulan program pengabdian kepada masyarakat, dilakukan implementasi dan evaluasi program. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan. Dimulai dari tahap persiapan yang berupa survey dan wawancara terhadap mitra, kemudian pelaksanaan berupa pelatihan pembelajaran CTL berbasis multimedia bagi guru-guru dan pemanfaatan LCD Proyektor sebagai penunjang pembelajaran CTL. Ketika dilakukan evaluasi ditemukan hasil bahwa guru-guru aktif menyusun rencana pembelajaran CTL yaitu membuat program Power Point dan meletakkan video serta foto terkait dengan materi melalui hyperlink, selanjutnya guru-guru telah melakukan pembelajaran aktif CTL menggunakan multi media secara bergiliran karena memang LCD Proyektor yang ada masih terbatas. Dengan demikian hasil ini menunjukkan tercapainya tujuan PKM sebagaimana yang diharapkan. Kata Kunci: Program Kemitraan. Contextual Teaching and Learning. Pembelajaran Interkatif Abstract The Community Partnership Service Program (PKM) is implemented at MIS Putri Babussalam to overcome partner Meanwhile, the specific objective of this PKM program is to provide multimedia-based Contextual Teaching and Learning (CTL) method training for MIS Putri Babussalam teachers. Nine teachers participated in the training, and all were Bachelor's Degree graduates from various disciplines, but they are still weak in carrying out active CTL learning. The PKM TEAM also assisted with an LCD projector and projector screen and training on their use and utilization for learning. The method used in this PKM program is collecting data about potential partners through surveys and interviews with madrasah principals. Then, from the data, a community service program is made, and implementation and program evaluation are carried out. The activity was carried out for 3 months. Starting from the preparation stage, through surveys and interviews with partners, multimedia-based Contextual Teaching and Learning (CTL) training for teachers will be implemented, followed by the use of LCD projectors to support CTL learning. When the evaluation was carried out, it was found that the teachers were actively compiling CTL learning plans, namely making PowerPoint programs and putting videos and photos related to the material through hyperlinks. Then, the teachers carried out active CTL learning using multimedia because the existing LCD projectors were still available. Limited. Thus, these results indicate that the PKM objectives were achieved as Keywords: Community Partnership. Contextual Teaching and Learning. Interactive Learning A 2024 Author. All rights reserved. Suherman et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 146Ae152 Pendahuluan MIS Putri Babussalam beralamat di Jl. Bhakti Abdi Desa Babussalam. Kecamatan Padang Tualang. Kabupaten Langkat. MIS Putri Babussaam didirikan pada tanggal 10 Oktober 1930. Saat ini MIS Putri Babussalam mendapatkan predikat akreditasi B. Pendidikan di MIS Putri Babussalam dijalankan sesuai dengan peraturan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. MIS Putri Babussalam dikepalai oleh Ibu Nurzehan. Pd. dan memiliki personil sebanyak 9 orang guru berpendidikan Strata Satu (S. dan 1 orang tenaga administrasi. Pada umumya guru-guru sudah memiliki laptop sendiri dan sudah dapat mengoperasikan aplikasi Microsoft Office. Jumlah siswa yang ada di MIS Putri Babussalam pada TA. 2023/2024 adalah sebanyak 51 orang, yang terdiri atas kelas I berjumlah 20 orang, kelas II berjumlah 7 orang, kelas i berjumlah 5 orang, kelas IV berjumlah 6 orang, kelas V berjumlah 5 orang, dan kelas VI berjumlah 8 orang. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MIS Putri Babussalam yaitu ruang kelas berjumlah 6 ruang, perpustakaan 1 ruang, dan 1 ruang kantor. Foto hasil survey MIS Putri Babussalam dapat dilihat pada Gambar 1, 2, dan 3. Gambar 1 Kondisi Sekolah MIS Putri Babussalam dan Pertemuan dengan Kepala Madrasah Suherman et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 146Ae152 Sebenarnya rasio jumlah guru dan siswa di MIS Putri Babussalam sudah ideal, namun prestasi akademik siswa-siswa di sini belum memuaskan. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam hal menumbuh kembangkan minat siswa untuk meraih prestasi dalam bidang pelajaran tertentu. Untuk itu seorang guru perlu mencari strategi dalam menumbuhkan minat siswa agar mau belajar dengan gembira . anpa merasa dipaks. , sehingga dapat menimbulkan percaya diri pada siswa, yang pada akhirnya mereka dapat mengembangkan kemampuan yang telah ada tanpa mereka sadari. Belum optimalnya guru menerapkan model pembelajaran dapat mengakibatkan proses pembelajaran yang kurang bermakna, siswa tidak aktif, siswa tidak dibiasakan berpikir kritis dan meningkatkan penalaran dalam memecahkan suatu masalah. Salah satu metode yang bisa lebih memberdayakan siswa adalah pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learnin. disingkat menjadi CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Sementara itu dalam kurikulum merdeka, salah satu kompetensi guru yang harus ditingkatkan adalah kemampuan dalam menerapkan metode pembelajaran aktif dan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran aktif seperti contextual learning. Fungsi metode akan mempermudah siswa menyerap informasi dari gurunya. Media pembelajaran juga merupakan bagian dari sumber belajar yang merupakan kombinasi antara perangkat lunak . ahan belaja. dan perangkat keras . lat belaja. Manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien Namun masalah yang dihadapi oleh MIS Putri Babussalam adalah minimnya kemampuan guru dalam mengembangkan metode dan media pembelajara serta keterbatasan dana sekolah untuk memberikan pelatihan kepada guru-gurunya. Kesulitan ini, mendorong Kepala MIS Putri Babussalam meminta bantuan kepada Tim PKM Politeknik Negeri Medan untuk saling bekerja sama dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode partisipatif individual yaitu semua guru yang berjumlah 9 orang, metode ini melakukan analisis masalah, pendampingan koordinasi dan pemantauan, serta memberikan pelatihan pembelajaran CTL, serta melakukan evaluasi terhadap pelatihan yang telah diberikan. Peserta pada kegiatan pengabdian ini adalah semua guru MIS Putri Babussalam. Lama waktu kegiatan pengabdian adalah tiga bulan. Tahapan pelaksanaan dalam kegiatan ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Pelaksanaan Kegiatan Tahap 1 : Tahap 2 : Tahap 3 : Melakukan survey lokasi dan wawancara dengan Kepala MIS Putri Babussalam serta meminta kesediaan kerja sama untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Melakukan penyusunan proposal Pengabdian Kemitraan Masyarakat. Mempersiapkan hardware dan software yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM. Hardware yang digunakan adalah Laptop. LCD Proyektor dan Laser Pointer. Software yang digunakan adalah : A Microsoft Power Point : software untuk membuat bahan presentasi Suherman et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 146Ae152 Tahap 4 : Tahap 5 : Camtasia Studio : software untuk merekam bahan presentasi menjadi file video dan mengeditnya. A Windows Movie Maker : software untuk mengedit file video hasil rekaman bahan presentasi. Melaksanakan kegiatan PKM yaitu berupa pelatihan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis multimedia. Perserta pelatihan adalah guru-guru PIS Putri Babussalam yang berjumlah 9 orang. Melakukan evaluasi kegiatan PKM. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan untuk mengetahui keefektifan kegiatan dan untuk melihat kesesuaian dengan hasil yang diharapkan. Hasil Pelaksanaan 1 Analisis Masalah Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan Kepala Madrasah dan guru-guru MIS Putri Babussalam dan analisis tim PKM, masalah prioritas yang dihadapi mitra adalah sebagai berikut: Kurangnya kesempatan atau kemauan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran aktif dan memanfaatkan media pembelajaran padahal semua guru sudah sarjana S. Untuk itu maka guru guru memerlukan adanya proyektor yang bisa digunakan di dalam pembelajaran aktif seperti CTL. Kurangnya kemampuan dan dana sekolah untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran. Untuk ini diperlukan dukungan dana dari Yayasan atau donatur/komite madrasah agar pelatihan seperti pelatihan CTL dapat dilakukan minimal setahun sekali menjelang mulainya tahun ajaran baru. Kurangnya kemampuan dana sekolah untuk melengkapi fasilitas mengembangkan metode dan media pembelajaran seperti LCD Proyektor. Idealnya setiap kelas . disediakan LCD Proyektor yang sudah terpasang permanen sehingga setiap guru mudah dalam melakukan 2 Persiapan Dari hasil analisis masalah yang didapat, tim melakukan pembagian materi dan pelatihan yang diberikan dengan membuat bahan materi seperti slide masing-masing pemateri yang berisikan informasi untuk menyelesaikan masalah yang didapat. 3 Pelaksanaan PKM/Pelatihan Pada tahap ini dilakukanlah pelaksanaan PKM yaitu pelatihan pada lokasi mitra. MIS Putri Babussalam. Pelatihan terbagi menjadi 3 sesi, sesi 1 materi Penyerahan LCD Proyektor oleh Tim PKM dilanjutkan Penjelasan LCD Proyektor dan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran oleh M. Rusdi . dan Suprianto. , dan sesi 2 materi Merancang Disain Pembelajaran CTL oleh Dr. Suherman M. Ag. LCD sebagai Media Pembelajaran Media merupakan sesuatu yang membantu menyalurkan pesan dan informasi dan dapat merangsang fikiran, perasaan dan kemauan audien . sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada dirinya. Penggunaan secara kreatif akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (Asnawir, 2018: Suherman et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 146Ae152 Pemanfaatan media dalam semua mata pelajaran termasuk pembelajaran agama tentu semua media yang memudahkan penyampaian pesan dan informasi materi agama dan praktek ibadahnya. Media audio visual seperti film islami, video demonstrasi atau praktek ibadah tentu sangat membantu. Dalam hal ini keberadaan LCD Proyektor sangat bermanfaat dalam penyajian video islami atau demonstrasi pelajaran . raktek ibada. dan juga menyampaikan pesan dan cara-cara praktek ibadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Sebagai umat Islam yang ingin mencontoh cara-cara ibadah Nabi . swatun hasana. , bisa digantikan dengan demonstrasi/peragaan guru atau ustadz yang divideokan dan ditayangkan mengunakan media LCD Proyektor (Asnawir, 2018: . Gambar 4 Penjelasan penggunaan LCD Projector Pembelajaran CTL Ada tiga ranah capaian dalam setiap pembelajaran di kelas, yaitu ranah kognitif . , psikomotik . dan afektif . ikap kepribadia. Pencapaian ketiga ranah ini dilakukan dengan model pembelajaran yang berbeda pula. Capaian ranah kognitif dapat dibantu dengan model pembelajaran kelompok . , ranah psikomotorik dapat dimudahkan dengan model pembelajaran langsung yaitu langsung guru yang memperaktekkannya atau memutar video menggunakan LCD Proyektor, sedangkan ranah afektif akan dimudahkan dengan model pembelajaran CTL (Harjanto, 2017: . Pembelajaran CTL adalah model pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka yang nyata baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota Menurut John Dewey siswa akan belajar dengan baik jika materi pelajaran terkait dengan apa yang telah diketahui dan terjadi di sekelilingnya (Siti Halimah, 2008 :. Dalam hal ini guru terlebih dahulu membuat video pakteknya, video islami yang dikumpulkan dari internet lalu memasukkannya dalam power point lewat aplikasi hiperlink. Pembelajaran CTL ini dapat membantu siswa menerima dan Suherman et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 146Ae152 melihat makna materi pelajaran dengan cara menghubungkan dengan kondisi di lingkungannya. Jika siswa telah memahami hubungan antara pelajaran di kelas dengan dunia nyata atau lingkungan nyata, maka siswa akan menerima pelajaran dengan ikhlas dan yakin bermanfaat dalam kehidupan. Di saat itulah akan terbentuk sikap menerima dan meyakini manfaatnya, maka akan terbentuklah sikap dan kepribadian yang mulia pula. Gambar 5 Presentasi tentang Merancang Desain Pembelajaran CTL Evaluasi Proses pelaksanaan/pelatihan dalam kegiatan ini memperoleh beberapa hasil yang didapat oleh peserta pelatihan . uru-guru MIS Putri Babussalam ), yaitu: Informasi tentang urgensi media pembelajaran dan manfaat LCD Proyektor sebagai media pembelajaran dan Mampu membuat design pembelajaran CTL yaitu membuat powert pointnya lalu memasukkan file video pembelajaran lewat hiperlink dan selanjutnya disajikan dalam pembelajaran CTL. Setelah selesai melakukan pelatihan. TIM melakukan evaluasi dengan cara pengamatan yaitu masing masing peserta pelatihan terlihat aktif mencoba membuat powert point dengan memasukkan video yang berhubungan lewat hiperlink. Hasil evaluasi disimpulkan secara keseluruhan materi yang disampaikan dapat dengan mudah dipahami, paktek yang dilakukan narasumber (TIM) dapat menambah ilmu dan keterampilan, materi yang disampaikan sangat berdampak positif kepada peserta, serta kesimpulan saran yang diberikan adalah peserta ingin adanya pelatihan-pelatihan lain untuk menambah ilmu yang berkaitan dengan pembelajaran aktif lainnya. Suherman et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 146Ae152 Simpulan Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learnin. merupakan konsep belajar yang sangat membantu pencapaian tujuan pembelajaran, terutama dalam hal capaian ranah psikomotorik dan afektif yaitu pembentukan sikap kepribadian yang baik. Sebab konsep CTL merupakan konsep belajar yang mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang diterimanya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan CTL ini siswa mengalami pembelajaran secara alamiah dan lebih bermakna. Materi pelajaran yang diterima terasa bemanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan kebalikannya kondisi yang nyata berkembang dapat dibenarkan bahkan disempurnakan dengan materi pelajaran yang telah diterima. Dengan adanya hubungan erat ini maka akan menumbuhkan sikap penerimaan oleh siswa yang selanjutnya akan merobah sikap kepribadiannya yang lebih baik lagi. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih diucapkan kepada mitra yang terlibat yaitu MIS Putri Babussalam beserta para guru yang ikut serta dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Terimakasih juga diucapkan kepada Jajaran Pimpinan Politeknik Negeri Medan dan P3M Politeknik Negeri Medan yang telah menyetujui pengabdian tim sebagai pengabdian mandiri sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Semoga kegiatan yang dilakukan ini dapat bermanfaat bagi MIS Putri Babussalam terutama para gurunya. Secara khusus bagi institusi Politeknik Negeri Medan yang melaksanakan pengabdian ini dapat senantiasa menjadi pioneer dalam berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA