ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 EVALUASI ETOS KERJA. MOTIVASI. KOMPETENSI. KAPABILITAS. DAN INTEGRITAS ANGGOTA KOPERASI RUMPUT LAUT (Gracilaria sp. ) AGAR SENTOSA MAKMUR. KABUPATEN SIDOARJO Agus Tryono1 ,Titis Istiqomah2*. Angky Soedrijanto3. Mustofa4 Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahardhika. Surabaya Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Surabaya Praktisi pengusaha rumput laut, desa devisa Ae Jabon. Sidoarjo Email *: pdklpi@gmail. ABSTRACT The work behavior of seaweed cooperative members must reflect high performance. As one of IndonesiaAos strategic national commodities currently being promoted by the government, seaweed must be able to compete as a high-quality export product in the global market. This study aims to evaluate the performance of seaweed cooperative members (Gracilaria sp. ) in terms of developing work ethic, motivation, competence, capability, and integrity in seaweed cultivation in Sidoarjo Regency. This research is a descriptive study using an empirical survey approach conducted on members of the Agar Sentosa Makmur Seaweed Cooperative in Sidoarjo Regency. Data were collected through in-depth interviews. The interview results were weighted on a scale of 1Ae10 and analyzed using statistical tools to determine correlations among the studied variables. The results indicate that the capability of cooperative members in seaweed cultivation is relatively high. However, this level of capability still needs to be balanced by improving their competence. Keywords: capability, competence, cooperative members, seaweed. Sidoarjo. ABSTRAK Perilaku kerja para anggota koperasi rumput laut harus menunjukkan kinerja yang tinggi. Rumput laut sebagai salah satu produk strategis nasional yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Indonesia harus mampu bersaing sebagai produk ekspor bermutu tinggi di pasaran Penelitian bertujuan melakukan evaluasi kinerja para anggota koperasi rumput laut (Gracilaria sp. ) dalam hal mengembangkan etos kerja, motivasi, kompetensi, kapabilitas, dan integritas berbudidaya rumput laut di kabupaten Sidoarjo. Penelitian deskriptif dengan pendekatan survei empiris dilaksanakan terhadap anggota koperasi rumput laut Agar Sentosa Makmur di kabupaten Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil wawancara diberikan pembobotan skala 1-10 dan dianalisis dengan menggunakan perangkat statistik untuk mengetahui korelasi antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas anggota koperasi dalam berbudidaya tinggi. Tingkat kapabilitas tersebut masih harus diimbangi dengan meningkatkan kompetensinya. Kata kunci: kapabilitas, kompetensi, anggota koperasi, rumput laut, sidoarjo ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 PENDAHULUAN Pelaku usaha budidaya ikan di tambak, di kabupaten Sidoarjo terkenal memiliki kinerja yang baik di masa lalu dalam berbudidaya secara polikultur, komoditas udang windu (Penaeus monodon Fab. ) dan ikan bandeng (Chanos chanos Forsk. Penelitian (Soedrijanto & Istiqomah, 2. melaporkan bahwa kinerja para petambak udang windu di Sidoarjo telah berhasil memperoleh pengakuan mutu dunia dalam hal implementasi budidaya sistem organik melalui sertifikasi ISO 65 IFOAM dari naturland Jerman. Seiring dengan meningkatnya perkembangan industri di sepanjang daerah aliran sungai Brantas, serta adanya efek perubahan iklim global maka budidaya udang windu dan ikan bandeng saat ini sudah tidak lagi menjanjikan. Pesisir kabupaten Sidoarjo, secara ekologis memiliki eksisting laksana tempat pembuangan sampah terbesar di pesisir Jawa Timur. Hal ini disebabkan oleh adanya titik bermuara nya percabangan sungai Brantas yang sarat dengan kawasan industri, di sungai Porong maupun sungai Mas. Hadirnya teknologi budidaya rumput laut jenis Gracilaria sp. , yang mampu berkembang pesat di lahan tambak, telah memberikan harapan baru dalam usaha budidaya perikanan di kawasan pesisir dan pertambakan seperti halnya di kabupaten Sidoarjo. Penelitian (Cokrowati. Abidin. Hardawiansyah. Sulman, & Erwansyah, 2. melaporkan bahwa pemanfaatan olahan rumput laut Gracilaria sp. , sangat baik untuk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, maupun sebagai bahan tambahan untuk pengolahan tekstil dan cat. Rumput laut ini termasuk salah satu dari jenis alga merah (Rhodophyt. karena penggunaan nya yang sangat luas maka permintaan pasar pun terus menerus meningkat (Halid & Patahiruddin, 2. Lebih lanjut (Akbarurrasyid. Pietoyo. Astiyani, & Mustia, 2. mengingatkan bahwa rumput laut termasuk dalam program prioritas sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 mengenai Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. Khusus untuk jenis Gracilaria. karena lahan pengembangan budidaya nya terbatas, maka banyak dilakukan teknologi rekayasa budidaya untuk meningkatkan produktivitasnya. Guna memperoleh produk rumput laut yang bermutu, maka dibutuhkan serangkaian sikap yang menunjukkan komitmen dan konsistensi para pembudidaya rumput laut. Hal ini menjadi kebutuhan mendasar karena proses budidaya hingga pasca panen yang harus dilakukan oleh pembudidaya nampak sangat sederhana. Akan tetapi, apabila prosedur teknis yang ada tidak dikerjakan dengan baik dan benar. dapat menyebabkan mutu hasil akhir tepung rumput laut menjadi rendah. Menyadari besarnya tantangan yang harus dihadapi oleh para pembudidaya rumput laut di tambak. maka konsistensi dan komitmen untuk menjalankan prosedur berbudidaya dengan baik dan benar menjadi kata kunci keberhasilan untuk meningkatkan mutu produk rumput laut dari Sidoarjo. Dengan demikian, maka rumput laut yang dihasilkan dapat memiliki daya saing tinggi di pasaran internasional, sekaligus akan memberikan jaminan keuntungan usaha yang besar serta berkelanjutan. Penelitian bertujuan melakukan evaluasi kinerja para anggota koperasi rumput laut (Gracilaria sp. ) dalam hal mengembangkan etos kerja, motivasi, kompetensi, kapabilitas, dan integritas berbudidaya rumput laut di kabupaten Sidoarjo. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif menggunakan pendekatan analisis semi kualitatif. dilaksanakan di kecamatan Jabon kabupaten Sidoarjo. Kawasan ini merupakan perkampungan nelayan dan pembudidaya ikan di tambak dengan sistem polikultur, antara udang, ikan bandeng, dan rumput Desain penelitian Penelitian diawali dengan pengamatan umum terhadap eksisting lingkungan pertambakan, dan aspek sosial ekonomi masyarakat anggota koperasi rumput laut Agar Sentosa Makmur. Penelitian bersifat empiris. Dengan demikian, pada setiap proses wawancara harus dilakukan pendekatan yang khusus dan variatif agar responden mau memberikan jawaban atau pernyataannya secara terbuka dan jujur. Peneliti harus memastikan bahwa kondisi responden tengah berada pada kondisi psikologis yang baik pada saat melakukan wawancara untuk menjamin hasil wawancara layak dijadikan sebagai data yang dapat Desain penelitian secara teknis disajikan sebagaimana Gambar berikut ini. Menyusun deskripsi hasil penelitian Menganalisis hasil penelitian Menyusun data dari informasi yang dikonversi dengan teknik pembobotan Melakukan wawancara Menyusun daftar pertanyaan Menetapkan responden Pengamatan dan pendekatan Gambar 1. Desain penelitian Variabel Penelitian Variabel yang diteliti adalah . etos kerja, . motivasi, . kompetensi, . kapabilitas, dan . Etos kerja adalah hal-hal yang berkaitan dengan cara-cara para anggota koperasi bekerja memelihara rumput laut. Dalam hal ini fokus kepada aspek kemampuan mengelola waktu, menerapkan prosedur kerja yang benar, serta sikap yang tidak kenal lelah merawat rumput laut yang dibudidayakan. Motivasi bermakna seperangkat kemauan yang sangat keras untuk memperoleh hasil budidaya rumput laut yang terbaik. Kompetensi berkaitan dengan seperangkat ilmu dan pengetahuan yang dikuasai oleh para responden penelitian berkaitan dengan kemampuan membudidayakan rumput laut yang baik dan ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 Kapabilitas bermakna seperangkat keterampilan dan keahlian yang konstruktif dalam pembudidayaan rumput laut, sejak bibit hingga pasca panen. Integritas seperangkat kedisiplinan sebagai anggota koperasi rumput laut yang berorientasi terhadap pencapaian mutu terbaik sesuai standar nasional Indonesia dalam SNI 8228:2:2015 tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) Bagian 2: Rumput laut. Pertanyaan penelitian pada variabel integritas juga berkaitan dengan implementasi SNI 7983. 1:2014 tentang Sarana penjemuran rumput laut Ae Bagian 1: Model para-para kayu. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah 119 anggota koperasi, sebagai pemilik tambak yang sekaligus pembudidaya ikan sistem polikultur yang memiliki komoditas rumput laut. Syarat anggota koperasi yang layak menjadi sampel penelitian terdiri dari: . sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun berbudidaya rumput laut, . memiliki lahan tambak sendiri, atau bagian dari keluarga petambak, . bergabung menjadi anggota koperasi, dan . mengenal dengan baik jenis rumput laut Gracilaria sp. , yang dibudidayakan. Teknik Pengolahan Data Data diperoleh menggunakan teknik survei yang dipadukan dengan wawancara terstruktur, sistematis, dan mendalam dengan sistem tertutup. Makna terstruktur adalah. pertanyaan yang diajukan harus memenuhi kebutuhan informasi pada masing-masing variabel penelitian. Sistematis bermakna implementasi tahapan harus runut, dan merujuk kepada desain penelitian. Wawancara mendalam dengan sistem tertutup berarti daftar pertanyaan hanya diketahui dan dipahami oleh peneliti. Makna tertutup dalam teknik penggalian data secara teknis mewajibkan peneliti untuk menggali informasi satu persatu, serta memastikan bahwa jawaban para responden benar-benar spesifik sesuai masalah yang diperbincangkan selama Validasi data penelitian diperoleh dengan menggunakan pendekatan triangulasi dan role sharing sebagaimana penelitian (SaAoadah. Rahmayati, & Prasetiyo, 2. , dan (Alfansyur & Mariyani, 2. Proses triangulasi dan role sharing dilakukan lebih dari sekali untuk memastikan bahwa responden telah benar-benar memberikan informasi yang patut dikonversikan sebagai data penelitian. Pada tahapan ini, konfirmasi jawaban antar responden dapat dilakukan secara silang antara beberapa responden yang berbeda-beda pada waktu yang berbeda pula. Teknik Analisis Analisis diawali dengan perumusan informasi dari masing-masing responden, kemudian deskripsi informasi diubah menjadi data. Perubahan deskripsi informasi menjadi data menggunakan teknik pembobotan. Untuk menentukan bobot suatu deskripsi informasi dari maka peneliti harus mengacu kepada standar operasional prosedur (SOP) rumput laut. Dengan demikian, untuk mengamati sejauh mana SOP telah diikuti, maka peneliti juga harus melakukan pengamatan langsung di lapangan. Keterlibatan peneliti sebagai bagian dari pengurus koperasi Agar Sentosa Makmur menjadi kata kunci keabsahan data penelitian ini. Analisis dilakukan dengan teknik kesenjangan sebagaimana telah dilakukan oleh penelitian (Bappenas, 2. , (Istiqomah, 2. , (Soedrijanto. Mas. Mauladi, & Prihartini, 2. , dan (Ismail. Iba. Rumagesan, & Istiqomah, 2. Hasil perhitungan kesenjangan ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 yang muncul dari berbagai variabel penelitian disajikan dalam diagram jaring laba-laba untuk dasar menyusun deskripsi hasil penelitian (Tokita. Matsushita, & Asakura, 2. Tahapan berikutnya setelah analisis kesenjangan. peneliti melakukan analisa data menggunakan perangkat statistik spss versi 2. Pada analisis dengan perangkat statistik ini, peneliti menelusuri sejauh mana keterkaitan dan tingkat keterikatan antar masingmasing variabel penelitian. HASIL PENELITIAN Hasil analisis kesenjangan sebagaimana Tabel 1 berikut ini menunjukkan bahwa, memperbaiki etos kerja dan kompetensi menjadi prioritas agar kinerja pembudidaya rumput laut meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai kesenjangan negatif pada analisis shift share gap. Hal ini bermakna bahwa para petani rumput laut ternyata masih perlu untuk berupaya meningkatkan kompetensi yang berkaitan dengan produk dan profesinya. Upaya meningkatkan etos kerja berupa memberikan perlakuan teknis menanam, merawat, memanen, dan menyimpan hasil panen rumput laut. Penanganan pasca panen juga harus dengan lebih semangat agar pekerjaan berjalan cepat namun lebih berhati-hati agar hasil panen tidak rusak. Tabel 1. Analisis kesenjangan Etos kerja Motivasi Kompetensi Kapabilitas Integritas Standar 7,000 7,000 7,000 7,000 7,000 Capaian 6,336 7,769 6,176 8,126 7,197 Terendah 5,000 6,000 5,500 7,000 6,000 Tertinggi Kesenjangan 9,500 -0,664 9,000 0,769 9,500 -0,824 9,500 1,126 9,500 0,197 Variabel prediktor kompetensi nilai minus 0,824. bermakna Prediktor kompetensi berkaitan dengan pendidikan formal yang diperoleh oleh para pembudidaya rumput laut. Hal ini tentunya bidang pendidikan yang terkait dengan bidang pekerjaan nya sebagai pembudidaya rumput laut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mayoritas pembudidaya berpendidikan tamat SMP dan SMA sehingga menghasilkan nilai pengamatan negatif. Variabel prediktor etos kerja nilai minus 0,664. memberikan pesan mendalam bahwa etos kerja sebagai hal yang berkaitan dengan perilaku . yang sebaik mungkin disertai dengan unsur menerapkan etika teknis dalam melakukan pekerjaan masih menampakkan beberapa hal yang bernilai kurang patut. Pengamatan mendalam pada perilaku petambak menunjukkan masih adanya sikap kasar dalam menanam bibit rumput laut yang ditunjukkan berupa kesan menanam asal-asalan, tidak cermat dalam mengatur jarak tanam atau menancapkan bibit Aubegitu sajaAy ke dalam tanah dalam petakan tambak. Hal yang mendasari sikap kasar ini adalah pemahaman bahwa rumput laut mudah hidup meskipun ditanam asal-asalan. Akibatnya, pada banyak petakan tambak tampak bahwa vegetasi rumput laut yang tumbuh tidak merata, dan ciri fisik rumput laut menampakan pertumbuhan batang tanaman yang kurus. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 Evaluasi kinerja anggota koperasi Rerata Standar Etos kerja Integritas Kapabilitas Kesenjangan Motivasi Kompetensi Gambar 1. Evaluasi kinerja anggota koperasi Variabel prediktor integritas nampak sudah menunjukkan nilai kesenjangan positif. dengan selisih nilai yang rendah 0,197. Hal ini bermakna bahwa integritas para petambak dalam berbudidaya, dan pasca panen meskipun sudah dipandang baik. akan tetapi masih perlu ditingkatkan lebih baik lagi. Prediktor integritas berkaitan dengan jati diri seseorang . sebagai pelaku teknis pekerjaan yang mesti melakukan setiap detil pekerjaan nya dengan pemahaman teknis ilmiah yang kuat dan bertanggung-jawab. Pemahaman teknis ilmiah dan wujud tanggung jawab yang tampak dalam perilaku bekerja, pada dasarnya juga berkaitan dengan hasil penilaian terhadap tingkat kompetensi dan etos kerja Kinerja pada dasarnya didukung oleh motivasi, kapabilitas, dan integritas. secara faktual belum didukung oleh etos kerja dan kompetensi para anggota koperasi Agar Sentosa Makmur. Notasi negatif menunjukkan adanya kekurangan yang harus diperbaiki agar memenuhi standar kinerja yang diharapkan. Etos kerja dan kompetensi menjadi bagian penting ke depan agar usaha tambak rumput laut terus berkembang dan mampu membangun hilirisasi mandiri di kecamatan Jabon, kabupaten Sidoarjo yang sudah menjadi kawasan pertambakan sentra produksi rumput laut. Menurut (Elizabeth & Anugrah, 2. kinerja hilirisasi pada berbagai jenis industri terutama yang bersifat agraris. harus benar-benar dijalankan dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan aspek mutu. Pentingnya mutu pada produk agraris, karena produk ini nantinya dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, minuman, obat-obatan, serta produk Oleh karena itu, kinerja yang berbasis pencapaian mutu menjadi catatan penting untuk dikerjakan. Lebih lanjut (Nurhayati. Rais. Sukainah. Jamaluddin, & Lestari, 2. mengingatkan bahwa proses pasca panen rumput laut yang nampak sederhana. tidak boleh dipandang remeh oleh para pihak yang terlibat dalam setiap tahapan pengelolaan pasca panen Setiap tahapan pekerjaan penanganan hasil panen rumput laut yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh sangat menentukan hasil panen kering rumput laut tersebut menjadi bahan baku industri yang bermutu atau tidak. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 Tabel 2. Analisis korelasi Pearson correlation Motivasi (X. Kompetensi (X. Kapabilitas (X. 0,015 0,213* 0,114 0,204* Sig. -taile. 0,869 0,020 0,215 0,026 Etos kerja (X. Motivasi (X. Integritas (X. (-) 0,045 (-) 0,061 0,102 Sig. -taile. 0,625 0,512 0,270 0,489** 0,007 Sig. -taile. 0,000 0,942 Kompetensi (X. Kapabilitas (X. 0,104 Sig. -taile. 0,261 Hasil analisis korelasi menunjukkan pengaruh imbal balik sangat nyata (< 0,. antara variabel kapabilitas dan kompetensi. Pengaruh nyata (< 0,. juga ditunjukkan pada korelasi dua arah antara variabel kompetensi dengan etos kerja. dan antara variabel integritas dengan etos kerja. Hal ini bermakna pentingnya memperhatikan keselarasan antara kompetensi dengan Keselarasan dapat tercapai dan akan memberikan makna empiris yang semakin kuat terhadap upaya peningkatan kinerja anggota koperasi apabila tingkat pendidikan, pengetahuan, dan pengenalan teknologi yang menjadi komponen kompetensi. benar-benar melekat pada para anggota koperasi. Dengan demikian, para anggota koperasi seharusnya mulai berfikir untuk meningkatkan kompetensi diri . erutama bagi anak dan anggota keluargany. melalui pendidikan tinggi, menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai seminar dan pelatihan tentang rumput laut, serta melakukan studi banding untuk mengenali teknologi budidaya hingga pengolahan rumput laut yang terbaik. PEMBAHASAN Kualitas rumput laut yang dibudidayakan pada lahan pertambakan di Indonesia, dipengaruhi oleh keterampilan dan keahlian berbudidaya para pembudidaya dalam mengelola sumber daya air (Waluyo. Permadi. Fanni, & Soedrijanto, 2. Kualitas berperan penting dalam menentukan harga jual rumput laut di pasaran. Pengurus koperasi rumput laut Agar Sentosa Makmur memainkan peranan penting dalam upaya untuk melakukan komunikasi bisnis dengan berbagai pihak sebagai pembeli rumput laut. Upaya komunikasi bisnis tersebut. tentunya juga harus diimbangi dengan kinerja yang baik dari para anggota koperasi untuk menghasilkan produk rumput laut yang berkualitas tinggi. Hasil proses budidaya dan pasca panen, sangat menentukan bagi tahapan proses produksi pengolahan rumput laut menjadi produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, dan bahan organik lainnya untuk kehidupan manusia. Tahapan budidaya dan pasca panen sekilas nampak sangat mudah dan sederhana. Akan tetapi, para pembudidaya maupun pekerja pasca panen harus benar-benar teliti dalam melakukan pemanenan, pembersihan kotoran. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 maupun pengeringan rumput laut. Rumput laut kering yang bersih dan memenuhi standar baku mutu yang sudah ditetapkan adalah bahan baku yang diharapkan oleh industri pengolahan. Etos kerja (X. berdasarkan pendalaman secara empiris terhadap para petambak anggota ternyata tidak akan bermakna apabila hanya ditekankan terhadap para kepala Etos kerja anggota koperasi yang sebagian besar berperan sekaligus sebagai pekerja di tambak rumput lautnya sendiri. membutuhkan dukungan moril maupun materiil dari anggota keluarga lainnya. Dukungan moril berupa dukungan semangat bekerja, perhatian dan suasana rumah tangga yang kondusif, sikap perilaku ceria, dan komunikasi efektif berkualitas antar anggota keluarga. Dukungan materiil terwujud dalam bentuk yang memiliki nilai material primer berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok manusia seperti: menyediakan makan dan minum, menyediakan jamu dan vitamin tertentu, menyiapkan pakaian kerja yang disukai, dan tempat beristirahat . ata rumah tangg. yang nyaman. Fakta ini, kembali kepada kebijakan para pengurus koperasi untuk mendorong para petambak mau meningkatkan etos kerja dan kompetensi dirinya, melalui berbagai skema pendampingan, pelatihan, dan pendidikan. Guna menjamin keberlanjutan produksi hasil budidaya rumput laut jangka panjang. maka dorongan motivasi bagi generasi muda dari kalangan keluarga petambak anggota koperasi perlu memperoleh porsi perhatian serius untuk diterap-kembangkan. Pendalaman empiris terhadap prediktor motivasi (X. menunjukkan bahwa motif ekonomi, yang berkaitan dengan upaya memenuhi kecukupan kebutuhan pangan, sandang, papan, dan pendidikan bagi keluarga adalah alasan utama kuatnya motif bekerja. Kompetensi (X. yang berhasil dipahami dari pendalaman pendekatan imersif terhadap para petambak anggota koperasi dalam perbincangan hangat bersama keluarganya. aspek kesadaran akan pentingnya perbaikan kompetensi terutama bagi anak-anak keluarga petambak anggota koperasi. Hasil perbincangan mendalam tampak bahwa ada anak-anak keluarga petambak anggota koperasi yang berpendidikan tinggi hingga sarjana, bekerja di luar negeri, menjadi pelaku bisnis, menyelesaikan pendidikan di bidang teknologi informatika serta berbagai ilmu keteknikan. bahkan terdapat anak petambak anggota koperasi yang sedang studi dan menyelesaikan studinya di bidang pendidikan kedokteran. Secara tidak langsung, hal ini ternyata dapat memperluas pengetahuan dan pemahaman ilmiah para petambak anggota koperasi, yang berkaitan dengan adanya perubahan cara berfikir yang lebih produktif disertai upaya-upaya teknis yang diperoleh dari pengetahuan yang disebarkan keluarganya. Analisis mendalam terhadap kapabilitas (X. menunjukkan adanya peningkatan inovasi dan kreativitas empiris, berupa banyaknya pemecahan masalah yang dipecahkan dengan berbagai tindakan teknis. Contoh sederhana dan sudah berjalan baik adalah pemahaman terhadap rekayasa dosis pemupukan lahan tambak, pembuatan para-para penirisan rumput laut basah di sepanjang pematang tambak yang sangat efektif untuk pengeringan rumput laut, dan Integritas (X. Pengamatan, dan diskusi mendalam yang berulang-ulang pada akhirnya dapat mengungkapkan sisi integritas para petambak anggota koperasi. Meningkatnya etos kerja karena dukungan keluarga, motivasi kuat untuk meningkatkan kemampuan ekonomi, keluasan akses ilmu dan pengetahuan sebagai substansi untuk peningkatan kompetensi, serta berkembangnya inovasi kreativitas. secara berturutan ternyata saling mempengaruhi terbentuknya pola kerja budidaya rumput laut dan pasca panennya yang efektif dan efisien. Integritas secara empiris nampak dari banyaknya itikad, janji, dan perencanaan kerja yang dapat terpenuhi dengan baik sebagaimana seharusnya. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 Secara umum, hasil evaluasi kinerja para petambak anggota koperasi Agar Sentosa Makmur terbukti cukup baik, meskipun beberapa variabel prediktor mesti tetap harus ditingkatkan dan Peranan keluarga terutama kaum perempuan sebagai istri, yang belum diteliti sebagai variabel prediktor dalam penelitian ini, sangat patut ditengarai juga memiliki pengaruh penting untuk menghasilkan evaluasi kerja yang baik. Menurut (Ansar. Manda, & Sumilih, 2. perempuan dan keluarga pembudidaya memiliki peranan penting dalam mendorong peningkatan kinerja para pembudidaya rumput Kesabaran dan ketekunan serta keterlibatan perempuan dan keluarga dalam proses pasca panen memberikan semangat bagi para kaum laki-laki untuk lebih fokus terhadap penanganan rumput laut sesuai standar operasional prosedur yang harus diikuti. Lebih lanjut (Herawati & Lutfianah, 2. pada studi kasus yang serupa menekankan bahwa perempuan memiliki motivasi yang sangat kuat untuk melakukan aktivitas bernilai ekonomi karena kuatnya dorongan untuk meningkatkan pendapatan bagi keluarganya. Berdasarkan beberapa kajian tersebut. maka pertimbangan untuk melibatkan peran perempuan dan keluarga lebih besar dalam proporsi pasca panen rumput laut nampaknya merupakan salah satu solusi agar hasil panen rumput laut terjaga mutunya. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 9. Nomor 1. Maret 2026 KESIMPULAN Upaya memperoleh rumput laut yang berkualitas harus diawali dari upaya meningkatkan kompetensi para pembudidaya rumput laut. Selain meningkatkan kompetensi, maka anggota koperasi rumput laut Agar Makmur Sentosa harus memperkuat kapabilitas dan motivasi kerjanya dalam budidaya dan pasca panen rumput laut juga perlu memperbaiki etos kerjanya yang berorientasi mutu. Hal ini sangat mendasar karena mutu produk rumput laut kering yang bersih dapat mendorong komunikasi bisnis para pengurus koperasi menjadi lebih efektif untuk menghasilkan harga jual rumput laut yang tinggi ke industri pengolahan. UCAPAN TERIMA-KASIH Ucapan terima-kasih disampaikan kepada para pengurus serta tokoh petambak budidaya rumput laut di kecamatan Jabon, kabupaten Sidoarjo beserta keluarganya yang telah sangat antusias dan jujur dalam memberikan informasi penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA