Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Vol. 1 No. http://journal. AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSAN EKSTRAK METANOL DAUN SOSOR BEBEK (Kalanchoe pinnata Pers. ) SERTA IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIFNYA Ayu Ina Solichah1,*. Maulita Cut Nuria2,*. Sumantri. Jurusan S1 Farmasi. Falkutas Farmasi. Universitas Wahid Hasyim Semarang-50236. Indonesia *email: ayuinas87@gmail. Jurusan Farmasi. Falkutas Farmasi. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta-55281. Indonesia ABSTRAK Tanaman sosor bebek secara empiris digunakan untuk mengobati bisul, koreng, diare, dan batuk Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antibakteri dari fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata Pers. ) terhadap bakteri Gram positif (S. dan Gram negatif (P. , mengetahui seberapa besar aktivitas antibakteri yang ditimbulkan fraksi tersebut terhadap bakteri uji, serta mengidentifikasi senyawa aktif nya. Ekstrak metanol daun sosor bebek dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksan secara partisi cair-cair. Fraksi n-heksan diuji aktivitasnya dengan metode difusi pada konsentrasi 5120, 4400, 3840, 2560, dan 1920 AAg/disk. Identifikasi senyawa aktif dari fraksi tersebut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam selulosa dan fase gerak etil asetat : asam formiat : asam asetat : air . :11:11:. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek mempunyai aktivitas terhadap bakteri Gram positif tetapi tidak pada Gram negatif. Fraksi uji tersebut dapat menghambat S. aureus mulai konsentrasi 1920 AAg/disk dengan DDH sebesar 6,5 mm, sedangkan pada Subtilis mulai terlihat aktivitas pada konsentrasi 5120 AAg/disk dengan DDH sebesar 10,83 mm. Identifikasi senyawa aktif menunjukkan bahwa fraksi n-heksan tersebut mengandung senyawa Kata kunci : Fraksi n-heksan, daun sosor bebek, antibakteri, flavonoid PENDAHULUAN Obat dan pengobatan tradisional sudah ada di Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu, jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obatan modern dikenal masyarakat (Wijayakusuma, 2. Obat tradisional ini dapat dijadikan sumber informasi penggunaan empiris dan dapat pula dilakukan pengkajian serta pengujian manfaat dan keamanan, yang hasilnya dapat diinformasikan kembali pada masyarakat (Anonim, 2000. Prevalensi penyakit infeksi masih cukup tinggi di negara-negara berkembang. Kasus infeksi saluran pernafasan atas dan bawah, diare, serta infeksi kulit menempati 10 besar penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia (Anonim, 2010. Data dari WHO tahun 2002 menyebutkan bahwa penyakit infeksi seperti tuberkulosis (TB) masih banyak dijumpai di dunia, dan menyebabkan kematian (Mathers dan Loncar, 2. Penelitian mengenai obat tradisional khususnya yang bahannya berupa tanaman obat, terus berlangsung bahkan meningkat jumlahnya akhir-akhir ini. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah sosor bebek. Penelitian ekstrak dari daun sosor bebek memiliki aktivitas Cairan penyari yang digunakan adalah air, metanol, eter dan pelarut lokal seperti Ekstrak yang dihasilkan kemudian diuji pada bakteri Gram positif. Gram negatif dan Bakteri Gram positif lebih sensitif terhadap ekstrak metanol dibandingkan ekstrak- ekstrak lainnya (Akinsulire dkk. , 2. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian tersebut yaitu melanjutkan pada tahap fraksinasi ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antibakteri dari fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek serta besarnya aktivitas Tujuan lainnya adalah mengetahui senyawa aktif yang terkandung di dalam fraksi METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat Pembuatan serbuk dan pengukuran kadar air : blender (Miyako Motor Safety BC-10. , timbangan gram (Five Goat. , oven lokal, timbangan analitik (Ohauskapasitas 300 g, kepekaan 0,. , moisture balance (Ohaus, type MB . Pembuatan ekstrak : seperangkat alat maserasi, corong Buchner, alat-alat gelas (Pyre. , rotary evaporator (Eyela Rotary Vacuum Evaporator N-N series SB-. Fraksinasi : corong pisah (Pyre. dan water bath (Nuohai XMTD-. Uji aktivitas antibakteri : inkubator (Binde. , autoklaf (All America. , oven (Memmer. LAF . , mikropipet (Socore. Uji KLT : bejana kromatografi, lampu UV 254 nm dan UV 365 nm. Bahan Bahan penelitian : Daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata Pers. Bahan penyari : Metanol . erderajat Bahan fraksinasi dengan metode partisi cair-cair : n-heksan, aquadest dan metanol . erderajat tekni. Bahan untuk uji aktivitas antibakteri : NaCl 0,9% steril. Staphylococcus aureus ATCC 25923. Bacillus subtilis ATCC 9466. Escherichia coli ATCC25922. Pseudomonas Salmonella typhi. Nutrient Broth (NB). Nutrient Agar (NA), dan Triple Sugar Iron Agar (TSIA) (Merc. , pelarut DMSO (Merc. , (Bratac. AAg/disk streptomisin 10 AAg/disk (Oxoi. Bahan untuk uji kromatografi lapis tipis : Vol. 1 No. http://journal. Selulosa (Merc. Etil Asetat. Asam Formiat. Asam Asetat dan Air . erderajat pro analisi. (Merc. Uap Amoniak. Rutin (Sigma Aldric. Determinasi tanaman Pengumpulan dan penyiapan daun sosor bebek Pembuatan ekstrak metanol daun sosor bebek . etode maseras. Fraksinasi ekstrak metanol daun sosor bebek dengan pelarut n-heksan Fraksi n-heksan Uji aktivitas Identifikasi Gambar 1. Alur penelitian Jalannya Penelitian Pengumpulan dan Penyiapan Daun Sosor Bebek Daun sosor bebek segar yang sudah siap, dipetik, dicuci dan dibilas dengan air bersih mengalir, kemudian ditiriskan dan dianginanginkan. Setelah itu dikeringkan dengan oven pada suhu 70AC. Setelah kering, daun sosor bebek diserbuk sampai halus dengan blender. Kemudian diayak dengan ayakan 50 mesh. Pembuatan Ekstrak Metanol Daun Sosor Bebek Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi. 500 gram simplisia dimasukkan dalam bejana, ditambah pelarut metanol 5000 ml yang dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama 75% pelarut metanol digunakan untuk maserasi bagian pertama, ditutup dan dibiarkan selama 2 hari terlindung dari cahaya sambil sering diaduk. Setelah 2 hari campuran tersebut diserkai, diperas, dipisahkan filtrat . dan ampasnya. Kemudian ampas diremaserasi dengan 25% Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Vol. 1 No. http://journal. pelarut, aduk, serkai dan peras, pisahkan filtrat . dan ampasnya. Ampas dibuang, filtrat . Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 58AC hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak metanol daun sosor bebek selanjutnya dikumpulkan dan ditimbang bobotnya untuk menghitung rendemen yang dihasilkan. Larutan uji tersebut dipipet sebanyak 10 AAl dan konsentrasinya dikonversi . alam satuan AA. sesuai dengan kontrol positif yang Pengujian aktivitas antibakteri Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi. Suspensi bakteri sebanyak 200 AAl dimasukkan ke dalam erlenmeyer berisi 20 ml media NA . alam keadan hanga. , lalu dihomogenkan dan dituang ke dalam cawan petri. Ditunggu beberapa saat hingga media memadat. Larutan uji sebanyak 10 AAl diteteskan pada cakram kertas saring, kemudian diletakkan pada masing-masing Kontrol positif untuk uji aktivitas terhadap bakteri S. dan S. typhi menggunakan kloramfenikol 30 AAg/disk, sedangkan untuk P. streptomisin 10 AAg/disk. Cawan petri kemudian diinkubasi pada suhu 37AC selama 18-24 jam dan diamati diameter daerah hambatan (DDH) yang terjadi pada masing-masing konsentrasi. Proses Fraksinasi Ekstrak Metanol Daun Sosor Bebek dengan Sistem Partisi Caircair Sejumlah 50 gram ekstrak kental daun sosor bebek dilarutkan ke dalam campuran airmetanol . hingga seluruh ekstrak larut Selanjutnya campuran tersebut difraksinasi dengan n-heksan menggunakan corong pisah dan proses ini dilakukan sebanyak 3 kali . ingga fraksi n- heksan tampak jerni. Jumlah pelarut yang digunakan untuk fraksinasi sebanding dengan jumlah air yang ditambahkan ke dalam ekstrak metanol . erbandingan 1:. Fraksi n-heksan ditampung dan diuapkan menggunakan water bath pada suhu 50AC kemudian dihitung rendemen fraksi yang Uji Aktivitas Antibakteri dengan Metode Difusi Agar Pembuatan biakan bakteri Biakan murni bakteri P. ATCC 25922. subtilis ATCC 9466 dan S. aureus ATCC 25923 yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Bakteri tersebut diambil dengan ose steril dari biakan murninya, kemudian disuspensikan pada media BHI dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Selanjutnya bakteri E. coli ATCC 25922, subtilis ATCC 9466 dan S. aureus ATCC 25923 ditanam pada media NA, sedangkan bakteri P. aeruginosa dan S. thypi ditanam pada media TSIA. Biakan tersebut kemudian diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Pembuatan larutan uji Larutan uji dibuat dari fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek dengan melarutkan fraksi tersebut dalam DMSO. Konsentrasi larutan uji yang digunakan adalah 512, 440, 384, 256 dan 192 mg/ml. Identifikasi Senyawa Aktif dari Fraksi nheksan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Identifikasi kandungan kimia dari fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek dilakukan untuk mendeteksi adanya senyawa golongan Fase diamnya adalah selulosa, sedangkan fase geraknya adalah etil asetat, asam formiat, asam asetat, air . :11:11:. (Wagner, 1. Bejana pengembang sebelumnya telah dijenuhi dengan fase gerak yang akan Lalu fraksi n-heksan ditotolkan pada lempeng selulosa, kemudian dielusi. Lempeng kemudian dikeringkan dan bercak dilihat dibawah sinar UV254 nm dan UV365 nm. Deteksi menggunakan penampak bercak uap ammonia, diamati pada sinar tampak lalu dihitung nilai Rf-nya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengumpulan dan Penyiapan Daun Sosor Bebek Daun sosor bebek segar, dipetik, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 70AC selama lima hari. Pengeringan bertujuan Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Vol. 1 No. http://journal. untuk menurunkan kadar air dalam daun, sehingga tidak mudah ditumbuhi kapang dan bakteri, menghilangkan aktivitas enzim yang dapat menguraikan lebih lanjut kandungan zat aktif, serta memudahkan dalam hal pengelolaan proses selanjutnya . ingkas, mudah disimpan dan tahan lam. Daun yang sudah kering kemudian diserbuk dan diayak untuk memperkecil ukuran partikel, sehingga memperbesar luas permukaan yang kontak dengan pelarut. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Vol. 1 No. http://journal. Kemudian diuji kadar airnya, dan di dapatkan hasil 8% (Gunawan dan Mulyani, 2. Pembuatan Ekstrak Metanol Daun Sosor Bebek Serbuk daun sosor bebek diekstraksi dengan metode maserasi yang didasarkan pada prinsip perpindahan massa komponen perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut (Harborne, 1. Penyari yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ekstraksi tersebut menghasilkan filtrat sebanyak 3870 ml. Kemudian filtrat dipekatkan dengan rotary evaporator. Prinsip utama alat ini terletak pada penurunan tekanan sehingga pelarut dapat menguap pada suhu di bawah titik didihnya, sehingga zat yang terkandung di dalam pelarut tidak rusak (Ashari, 2. Ekstrak kental yang dihasilkan sebanyak 150 g, sehingga rendemen hasil yang diperoleh adalah 30 % b/b. Proses Fraksinasi Ekstrak Metanol Daun Sosor Bebek dengan metode Partisi Cair-cair Fraksinasi digunakan untuk memekatkan senyawa yang ada di dalam sampel dengan jumlah kecil sehingga tidak menyulitkan dalam proses deteksi atau kuantifikasinya (Gandjar dan Rohman, 2. Fraksi nheksan yang diperoleh kemudian diuapkan dengan penangas air. Bobot fraksi tersebut adalah 8,556 gram, sehingga rendemennya adalah 1,71 %b/b. Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-heksan dengan Metode Difusi Agar Aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan ada atau tidaknya daerah hambat dihasilkan oleh larutan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi tersebut dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan subtilis, tetapi tidak dapat menghambat pertumbuhan P. coli dan Bila terbentuk suatu zona irradikal pada larutan uji maka DDH tidak dihitung (Gambar 1 dan tabel I). Gambar 1. Aktivitas antibakteri dari fraksi n- heksan ekstrak metanol daun sosor bebek Tabel I. DDH fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek Konsentr (AAg/dis. Kloramfe Streptom DMSO Diameter Daerah Hambat . aureu subtili aerugin E. 10,67 10,83 8,67 17,08 10,25 12,55 14,75 Hasil uji aktivitas terhadap S. menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi larutan uji maka semakin besar pula DDH yang Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi pada B. subtilis karena fraksi n-heksan baru bisa memberikan zona radikal mulai kadar 5120 AAg/disk. Pada kadar 1920 AAg/disk hingga 4440 AAg/disk daerah hambat yang diamati hanya berupa zona irradikal. Fraksi n-heksan mulai memberi aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1920 AAg/disk pada aureus, sedangkan konsentrasi kontrol AAg/disk, antibakteri dari fraksi n-heksan tidak lebih aktif dibandingkan kontrol positifnya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena jenis flavonoid yang berkhasiat sebagai antibakteri dalam fraksi ini masih dalam bentuk glikosidanya. Analisis flavonoid dalam tumbuhan sebaiknya dilakukan dalam bentuk aglikon yang telah dihidrolisis menggunakan HCl 2M dalam tabung reaksi dan dipanaskan selama 30-40 menit pada suhu Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 100AC (Harborne, 1. , oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Identifikasi Senyawa Aktif dari Fraksi nheksan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Fraksi n-heksan dari ekstrak metanol daun sosor bebek mengandung senyawa yang diduga dapat menghambat pertumbuhan Senyawa yang dapat tertarik dalam fraksi n-heksan diantaranya adalah flavonoid. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap flavonoid menggunakan KLT. (Wagner, 1. Kromatogram yang dihasilkan oleh fraksi nheksan adalah dua buah bercak berwarna kuning di daerah sinar tampak dengan Rf 0,55 dan 0,96 (Gambar 2 dan Tabel II). Dua buah bercak dengan nilai Rf berbeda tersebut terjadi karena perbedaan polaritas dari komponen Komponen kimia yang terkandung dalam fraksi n-heksan bergerak naik mengikuti fase gerak karena daya serap adsorben . ase dia. terhadap komponen kimia berbeda-beda, sehingga komponen kimia dapat bergerak dengan kecepatan yang berbeda berdasarkan tingkat kepolarannya. Hal inilah yang menyebabkan pemisahan. Komponen yang lebih polar akan berinteraksi lebih kuat dengan fase gerak yang sifatnya polar sedangkan komponen non polar akan tertahan pada fase diam yang bersifat non polar . Bercak pada kromatogram biasanya tidak berwarna sehingga untuk penentuannya dapat dilakukan dengan cara modifikasi kimia untuk membentuk senyawa berwarna. Modifikasi kimia yang dapat dilakukan untuk mendeteksi bercak adalah dengan menggunakan reagen penampak bercak dengan disemprot atau Warna kuning terbentuk setelah bercak diuapi oleh amonia yang bersifat destruktif atau reduktor yang dapat merusak gugus kromofor yang ada pada senyawa uji sehingga akan terjadi pergeseran panjang gelombang ke arah yang lebih besar . Warna kuning ini menunjukkan adanya flavonoid yang termasuk ke dalam golongan flavon dan flavonol (Robinson, 1. Pada UV254 nm bercak tampak berwarna kuning kehijauan karena senyawa tersebut mengandung kromofor. Kromofor merupakan gugus-gugus fungsional yang dapat mengabsorpsi radiasi UV dekat dan visibel jika Vol. 1 No. http://journal. diikat oleh senyawa-senyawa bukan pengabsorpsi. Hampir semua kromofor mempunyai ikatan rangkap (Fatah, 1. Jika senyawa yang mengandung kromofor dibaca pada panjang gelombang tersebut maka akan menghasilkan energi yang lebih tinggi sehingga bercak dapat terlihat dengan jelas. Pada UV365 nm terjadi pemadaman pada bercak karena energi yang dihasilkan bercak tidak mampu mencapai energi pada UV 365 nm. Flavonoid merupakan golongan senyawa fenol (Harborne, 1. Senyawa fenol dapat bersifat sebagai koagulator protein. Protein yang menggumpal akan mengakibatkan proses pembentukan dinding sel bakteri terganggu. Mekanisme kerja flavonoid sebagai anti bakteri adalah mendenaturasi protein sel dan merusak keutuhan membran sel bakteri tanpa bisa diperbaiki lagi (Dwidjoseputro. Gambar 2. Kromatogram identifikasi flavonoid dari fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek (S) dibandingkan dengan pembanding rutin (P) Tabel II. Hasil uji kualitatif golongan senyawa aktif dalam fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek dengan metode KLT Bahan uji Senyawa Sampel Flavonoid 0,55 dan 0,96 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Baku pembanding Rutin 0,63 Gram peptidoglikan yang bersifat semi polar, sedangkan pada bakteri Gram negatif mengandung lipid yang bersifat non polar. Secara n-heksan menghambat bakteri Gram positif maupun negatif, tetapi hasil penelitian menunjukkan hanya bakteri Gram positif saja yang bisa Hal ini bias terjadi karena struktur dinding sel Gram negatif berlapis dan komponennya lebih kompleks (Waluyo, 2. KESIMPULAN Fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek memiliki aktivitas antibakteri terhadap aureus dan B. subtilis, tetapi tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. coli dan S. Fraksi tersebut dapat menghambat bakteri aureus mulai konsentrasi 1920 AAg/disk dengan DDH 6,5 mm, sedangkan pada bakteri B. subtilis pada konsentrasi 5120 AAg/disk dengan DDH 10,83 mm. Fraksi n-heksan mengandung senyawa golongan flavonoid. DAFTAR PUSTAKA