JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Sistem Informasi Pendukung Keputusan Seleksi Mobil Bekas Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) Dian Hartanti1. Hendarman2. Eza Angga Alfian3. Mugiarso4. Herald Setiadi5 1,2,3,4,5Department of Informatics Engineering. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia hartanti@dsn. id, 1dhianiez. jurnal@gmail. lubis@dsn. 4mugiarso@dsn. id, 5herald. setiadi@dsn. Article Info Article history: Received May 2, 2025 Accepted June 10, 2025 Published July 1, 2025 Kata Kunci: Sistem Informasi Sistem Pendukung Keputusan AHP Mobil Bekas Teknologi ABSTRAK Mobil merupakan salah satu alat transportasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini, karena mobil memberikan banyak ruang bagi banyak orang dan cocok untuk perjalanan jauh, dan juga memiliki mobil saat ini adalah hal dasar bagi masyarakat. Akan tetapi, beberapa masyarakat mengalami kesulitan dalam membeli mobil baru karena harganya terbilang cukup mahal, sehingga beberapa masyarakat lebih memilih membeli mobil bekas karena harganya lebih murah. Namun, dalam memilih mobil bekas ini banyak sekali kriteria yang perlu dipertimbangkan seperti harga, jarak tempuh, tahun, dan kondisi mobil. Oleh karena itu diperlukan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analytic Hierarchy Proces, karena dapat memecahkan suatu masalah yang kompleks dalam suatu situasi yang tidak terstruktur menjadi bagian-bagian yang tersusun. Agar mendapatkan hasil alternatif mobil bekas yaitu Rush sebagai rangking 1 dengan nilai 0,265. Avanza rangking 2 dengan nilai 0,228. Cayla rangking 3 dengan nilai 0,202. Xenia rangking 4 dengan nilai 0,154, dan Innova sebagai rangking 5 dengan nilai 0,151, dengan adanya sistem informasi pendukung keputusan tersebut dapat membantu masyarakat untuk menentukan pilihan mobil bekas yang sesuai dengan keinginannya. Corresponding Author: Dian Hartanti. Department of Informatics Engineering. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Email: *1dian. hartanti@dsn. id, 1dhianiez. jurnal@gmail. PENDAHULUAN Pemanfaatan sistem informasi yang semakin maju sangat penting terutama untuk membantu kegiatan pekerjaan ndalam meningkatkan hasil pekerjaan yang semakin lebih baik. Menurut (Hartanti, 2. perangkat lunak adalah bagian terpenting dalam kegiatan, penyimpanan, pengelolaan, dan pengaksesan informasi. Sistem Informasi terdiri dari berbagai komponen yang bekerja sama dan memiliki tujuan yang sama untuk membangun sistem serta mendapatkan informasi spesifik pada kebutuhan bidang tertentu (Hartanti et al. , n. Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) komputer yang terdiri 3 komponen yang saling berinteraksi, yaitu sistem bahasa, sistem pengetahuan dan sistem pemrosesan masalah (Sumarno & Harahap, 2. Perkembangan teknologi informasi saat ini dapat membantu masyarakat dalam segala aspek dan dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat, baik dari perangkat lunak ataupun perangkat keras seperti pada penelitian (Hartanti. Aziza, & Siswipraptini, 2. Khususnya dalam penggunaan internet. Setiap aktivitas saat ini difasilitasi dengan sistem yang dapat diakses melalui internet, misalnya mencari sebuah Bisnis yang sering dicari oleh masyarakat adalah bisnis penjualan. Mobil merupakan salah satu alat transportasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini, karena mobil memberikan banyak ruang bagi banyak orang dan cocok untuk perjalanan jauh . Memiliki mobil saat ini adalah hal dasar bagi kebanyakan orang, oleh karena itu banyak orang yang ingin membeli mobil baik mobil baru ataupun Memilih mobil bekas berbeda dengan memilih mobil baru yang tidak membutuhkan banyak Dalam memilih mobil bekas pasti banyak pertimbangannya karena mobil bekas merupakan mobil yang sebelumnya milik orang lain, jadi kita tidak tahu seperti apa kondisi mobil Kriteria yang biasanya menjadi pertimbangan dalam memilih mobil bekas antara lain tahun, jarak tempuh, harga dan kondisi mobil. Dengan banyaknya kriteria tentunya konsumen menjadi tidak pasti dalam menentukan pilihan mobil yang diinginkan. Pada penelitian (Syakbani. Rohayani, & Handayani, 2. metode AHP juga digunakan dalam menentukan pemilihan bakal calon Presiden RI, sedangkan pada penelitian (Jayantho. Manajemen. Fakultas, & Ekonimika, 2. AHP digunakan untuk menentukan nilai akhir mahasiswa dengan beberapa kriteria penilaian. Begitu juga pada penelitian (Saputra & Kusuma, 2020. , metode AHP digunakan untuk memilih mobil bekas dari kriteria kelengkapan dokumen, kondisi mesin dan fisik. AHP juga digunakan pada penelitian (Komputer. Bhayangkara, & Raya, 2. untuk menentukan pembelian mobil operasional. Pada penelitian (Guvinda, 2. juga menggunakan metode AHP dalam menentukan pemilihan mobil bekas taxi, sedangkan pada penelitian (Saputra & Kusuma, 2020. juga menggunakan metode AHP dalam pemilihan mobil bekas dengan salah sat kriteria nya kelengkapan dokumen. Dengan beberapa referensi penelitian terdahulu, maka dibuatlah sistem informasi pendukung keputusan berbasis web untuk menyeleksi mobil bekas berdasarkan kriteria harga, jarak tempuh, tahun, kondisi mobil, dengan metode ini diharapkan hasil yang lebih akurat dalam menentukan mobil bekas sesuai dengan keinginan pelanggan. METODE Gambar 1. Metode Penelitian Berikut adalah data kriteria yang dibutuhkan dalam perhitungan seleksi mobil bekas: ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 1 Data Kriteria Data Kriteria Harga Jarak Tempuh Tahun Kondisi Mobil Data Mobil yang digunakan untuk perhitungan Algoritma Analytic Hierarchy Process adalah sebagai Tabel 2 Data Mobil (Sumber: Observasi Emka Aut. Nama Mobil Toyota Rush Toyota Avanza Toyota Kijang Innova Daihatsu Xenia Toyota Cayla Tahun Jarak Tempuh 72,352 135,641 185,784 Harga 162,000,000 125,000,000 98,000,000 Kondisi Mobil Bagus Bagus Cukup Bagus 108,284 52,739 130,000,000 120,000,000 Cukup Bagus Sangat Bagus Berikut ini merupakan tahapan-tahapan perhitungan dari algoritma Analytic Hierarchy Process (AHP): Mendefinisikan masalah yaitu menentukan tujuan, kriteria dan alternatif. Tujuan: Menentukan mobil bekas terbaik Kriteria: Tahun. Jarak Tempuh. Harga, dan Kondisi Mobil Alternatif: Avanza. Xenia. Innova. Rush. Cayla Membuat Struktur Hirarki Gambar 2. Hasil Struktur Hirarki Sumber: Penulis Matriks Perbandingan Berpasangan Nilai dari matriks perbandingan berpasangan ini ditentukan dari penilaian pengambilan Berdasarkan data-data yang sudah didapatkan yaitu: Harga sama hingga sedikit lebih penting dari jarak tempuh Harga sedikit lebih penting dari tahun Harga sama pentingnya dari kondisi mobil Jarak tempuh sedikit lebih penting dari tahun Jarak tempuh sama pentingnya dari kondisi mobil Tahun sama pentingnya dari kondisi mobil ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan dari data tersebut maka dapat di bentuk matriks perbandingan berpasangan sebagai berikut: Tabel 3 Proses Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Harga Jarak Tempuh Tahun Kondisi Mobil Harga Jarak Tempuh Tahun Kondisi Mobil 1,000 2,000 3,000 1,000 1/2,000 1,000 3,000 1,000 1/3,000 1/3,000 1,000 1,000 1/1,000 1/1,000 1/1,000 1,000 Tabel 4 Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Harga Jarak Tempuh Tahun Harga 1,000 2,000 3,000 Jarak Tempuh 0,500 1,000 3,000 Tahun 0,333 0,333 1,000 Kondisi Mobil 1,000 1,000 1,000 Jumlah 2,833 4,333 8,000 Menghitung Vektor Eigen Normalisasi Berikut merupakan perhitungan vektor eigen normalisasi dari Tabel 4 Kondisi Mobil 1,000 1,000 1,000 1,000 4,000 Tabel 5 Eigen Vektor Normalisasi Kriteria Kriteria Harga Harga 1,000 / 2,833 0,500 / 2,833 0,333 / 2,833 1,000 / 2,833 Jarak Tempuh Tahun Kondisi Mobil Jarak Tempuh 2,000 / 4,333 1,000 / 4,333 0,333 / 4,333 1,000 / 4,333 Tahun 3,000 / 8,000 3,000 / 8,000 1,000 / 8,000 1,000 / 8,000 Kondisi Mobil 1,000 / 4,000 1,000 / 4,000 1,000 / 4,000 1,000 / 4,000 Memeriksa Konsistensi Hirarki Menentukan nilai eigen maksimal . uIycoycaycoyc ) yuIycoycaycoyc = . ,8333 x 0,. ,333 x 0,. ,000 x 0,. ,000 x 0,. = 4,236 Menghitung Indeks Konsistensi (CI) yuI CI = ycoycaycoycOeycu ycuOe1 4,236Oe4 CI = 3 = 0,079 Menghitung Rasio Konsistensi (CR) yaya CR = 0,079 CR = 0,90 = 0,087 Karena CR < 0,1 maka preferensi pembobotannya konsisten. Perbandingan Alternatif terhadap Harga Membuat matriks perbandingan berpasangan Nilai dari matriks perbandingan berpasangan ini ditentukan dari penilaian pengambilan Berdasarkan data pada Tabel 4. 3 yaitu: Toyota Rush sedikit lebih mahal dari Avanza Toyota Rush jelas lebih mahal dari Toyota Kijang Innova Toyota Rush sedikit lebih mahal dari Daihatsu Xenia Toyota Rush tempuh sedikit lebih mahal dari Toyota Cayla ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Toyota Avanza sama hingga sedikit mahal dari Toyota Kijang Innova Toyota Avanza sama harganya dari Daihatsu Xenia Toyota Avanza sama harganya dari Toyota Cayla Toyota Kijang Innova sama harganya dari Daihatsu Xenia Toyota Kijang Innova sama harganya dari Toyota Cayla Daihatsu Xenia sama harganya dari Toyota Cayla Berdasarkan dari data tersebut maka dapat di bentuk matriks perbandingan berpasangan sebagai berikut: Tabel 6. Proses Perbandingan Berpasangan Harga Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 1/3,000 1/5,000 1/3,000 1/3,000 Avanza 3,000 1,000 1/2,000 1/1,000 1/1,000 Innova 5,000 2,000 1,000 1/1,000 1/1,000 Xenia 3,000 1,000 1,000 1,000 1/1,000 Cayla 3,000 1,000 1,000 1,000 1,000 TabeTabel 7. Perbandingan Berpasangan Harga Rush 1,000 0,333 0,200 0,333 0,333 2,200 Rush Avanza Innova Xenia Cayla Jumlah Avanza 3,000 1,000 0,500 1,000 1,00 6,500 Innova 5,000 2,000 1,000 1,000 1,000 10,000 Xenia 3,000 2,000 1,000 1,000 1,000 7,000 Cayla 3,000 1,000 1,000 1,000 1,000 7,000 Menghitung vektor eigen normalisasi Berikut adalah perhitungan vektor eigen normalisasi dari Tabel 8 Tabel 8. Perbandingan Berpasangan Harga Rush 1,000 0,333 0,200 0,333 0,333 2,200 Rush Avanza Innova Xenia Cayla Jumlah Avanza 3,000 1,000 0,500 1,000 1,00 6,500 Innova 5,000 2,000 1,000 1,000 1,000 10,000 Xenia 3,000 2,000 1,000 1,000 1,000 7,000 Cayla 3,000 1,000 1,000 1,000 1,000 7,000 Menghitung vektor eigen normalisasi Berikut adalah perhitungan vektor eigen normalisasi dari Tabel 8. Tabel 1. Proses Vektor Eigen Normalisasi Harga Rush Avanza Innova Xenia Rush 1,000 / 2,200 0,333 / 2,200 0,200 / 2,200 0,333 / 2,200 Avanza 3,000 / 6,500 1,000 / 6,500 0,500 / 6,500 1,000 / 6,500 Innova 5,000 / 10,000 2,000 / 10,000 1,000 / 10,000 1,000 / 10,000 Xenia 3,000 / 7,000 2,000 / 7,000 1,000 / 7,000 1,000 / 7,000 Cayla 3,000 / 7,000 1,000 / 7,000 1,000 / 7,000 1,000 / 7,000 ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Rush 0,333 / 2,200 Cayla Avanza 1,000 / 6,500 Innova 1,000 / 10,000 Xenia 1,000 / 7,000 Cayla 1,000 / 7,000 Tabel 9. Vektor Eigen Normalisasi Harga Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 0,455 0,152 0,091 0,152 0,152 Avanza 0,462 0,154 0,077 0,154 0,154 Innova Xenia Cayla Jumlah 0,500 0,429 0,429 2,273 0,200 0,143 0,143 0,791 0,100 0,143 0,143 0,554 0,100 0,143 0,143 0,691 0,100 0,143 0,143 0,691 yuIycoycaycoyc Consistency Index (CI) Consistency Ratio (CR) Karena CR < 0,1 maka preferensi pembobotannya adalah konsisten 0,455 0,158 0,111 0,138 0,138 5,071 0,018 0,016 Perbandingan Alternatif terhadap Jarak Tempuh Membuat matriks perbandingan berpasangan Nilai dari matriks perbandingan berpasangan ini ditentukan dari penilaian pengambilan Berdasarkan data pada Tabel 3 yaitu: Toyota Avanza sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Rush Toyota Kijang Innova sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Rush Daihatsu Xenia sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Rush Toyota Rush tempuh sama hingga sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Cayla Toyota Avanza sama jumlahnya dari Toyota Kijang Innova Toyota Avanza sama hingga sedikit lebih besar jumlahnya dari Daihatsu Xenia Toyota Avanza sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Cayla Toyota Kijang Innova sama hingga sedikit lebih besar jumlahnya dari Daihatsu Xenia Toyota Kijang Innova sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Cayla Daihatsu Xenia sedikit lebih besar jumlahnya dari Toyota Cayla Berdasarkan dari data tersebut maka dapat di bentuk matriks perbandingan berpasangan sebagai berikut: Tabel 10. Proses Perbandingan Berpasangan Jarak Tempuh Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 3,000 3,000 3,000 1/2,000 Avanza 1/3,000 1,000 1/1,000 1/2,000 1/3,000 Innova 1/3,000 1,000 1,000 1/2,000 1/3,000 Xenia 1/3,000 2,000 2,000 1,000 1/3,000 Cayla 2,000 3,000 3,000 3,000 1,000 Tabel 11. Perbandingan Berpasangan Jarak Tempuh Rush Avanza Innova Xenia Cayla Jumlah Rush 1,000 3,000 3,000 3,000 0,500 10,500 Avanza 0,333 1,000 1,000 0,500 0,333 3,167 Innova 0,333 1,000 1,000 0,500 0,333 3,167 Xenia 0,333 2,000 2,000 1,000 0,333 6,667 Cayla 2,000 3,000 3,000 3,000 1,000 12,000 Menghitung vektor eigen normalisasi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Berdasarkan hasil eigen vektor normalisasi diatas dapat di buat sebuah tabel sebagai Tabel 12. Proses Vektor Eigen Normalisasi Jarak Tempuh Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 / 10,500 3,000 / 10,500 3,000 / 10,500 3,000 / 10,500 0,500 / 10,500 Avanza 0,333 / 3,167 1,000 / 3,167 1,000 / 3,167 0,500 / 3,167 0,333 / 3,167 Innova 0,333 / 3,167 1,000 / 3,167 1,000 / 3,167 0,500 / 3,167 0,333 / 3,167 Xenia 0,333 / 5,667 2,000 / 5,667 2,000 / 5,667 1,000 / 5,667 0,333 / 5,667 Cayla 2,000 / 12,000 3,000 / 12,000 3,000 / 12,000 3,000 / 12,000 1,000 / 12,000 Tabel 13. Vektor Eigen Normalisasi Jarak Tempuh Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 0,095 0,286 0,286 0,286 0,048 Avanza 0,105 0,316 0,316 0,158 0,105 Innova Xenia Cayla Jumlah 0,105 0,059 0,167 0,531 0,316 0,316 0,250 1,520 0,316 0,316 0,250 1,520 0,158 0,176 0,250 1,028 0,105 0,059 0,83 0,400 yuIycoycaycoyc Consistency Index (CI) Consistency Ratio (CR) Karena CR < 0,1 maka preferensi pembobotannya adalah konsisten 0,106 0,304 0,304 0,206 0,080 5,167 0,042 0,037 Perbandingan Alternatif terhadap Tahun Membuat matriks perbandingan berpasangan Nilai dari matriks perbandingan berpasangan ini ditentukan dari penilaian pengambilan Berdasarkan data pada Tabel 4. 3 yaitu: Toyota Avanza sama hingga sedikit lebih muda dari Toyota Rush Toyota Rush jelas lebih muda dari Toyota Kijang Innova Toyota Rush sama mudanya dari Daihatsu Xenia Toyota Cayla tempuh sama hingga sedikit lebih muda dari Toyota Rush Toyota Avanza jelas lebih muda dari Toyota Kijang Innova Toyota Avanza sama hingga sedikit lebih muda dari Daihatsu Xenia Toyota Avanza sama mudanya dari Toyota Cayla Daihatsu Xenia jelas lebih muda dari Toyota Kijang Innova Toyota Cayla jelas lebih muda dari Toyota Kijang Innova Toyota Cayla sama hingga sedikit lebih muda dari Daihatsu Xenia Berdasarkan dari data tersebut maka dapat di bentuk matriks perbandingan berpasangan sebagai berikut: Tabel 14. Proses Perbandingan Berpasangan Tahun Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 2,000 1/5,000 1/1,000 2,000 Avanza 1/2,000 1,000 1/5,000 1/2,000 1/1,000 Innova 5,000 5,000 1,000 5,000 5,000 Xenia 1,000 2,000 1/5,000 1,000 2,000 Cayla 1/2,000 1,000 1/5,000 1/2,000 1,000 ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 15. Perbandingan Berpasangan Tahun Rush 1,000 2,000 0,200 1,000 2,000 6,200 Rush Avanza Innova Xenia Cayla Jumlah Avanza 0,500 1,000 0,200 0,500 1,000 3,200 Innova 5,000 5,000 1,000 5,000 5,000 21,000 Xenia 1,000 2,000 0,200 1,000 2,000 6,200 Cayla 2,000 1,000 0,200 0,500 1,000 3,200 Menghitung vektor eigen normalisasi Berdasarkan hasil eigen vektor normalisasi diatas dapat di buat sebuah tabel sebagai Tabel 16. Proses Vektor Eigen Normalisasi Tahun Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 / 6,200 2,000 / 6,200 0,200 / 6,200 1,000 / 6,200 2,000 / 6,200 Avanza 0,500 / 3,200 1,000 / 3,200 0,200 / 3,200 0,500 / 3,200 1,000 / 3,200 Innova 5,000 / 21,000 5,000 / 21,000 1,000 / 21,000 5,000 / 21,000 5,000 / 21,000 Xenia 1,000 / 6,200 2,000 / 6,200 0,200 / 6,200 1,000 / 6,200 2,000 / 6,200 Cayla 0,500 / 3,200 1,000 / 3,200 0,200 / 3,200 0,500 / 3,200 1,000 / 3,200 Tabel 17. Vektor Eigen Normalisasi Tahun Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 0,161 0,323 0,032 0,161 0,323 Avanza 0,156 0,313 0,063 0,156 0,313 Innova Xenia Cayla Jumlah 0,238 0,161 1,156 0,873 0,238 0,323 0,313 1,508 0,048 0,032 0,063 0,237 0,238 0,161 0,156 0,873 0,238 0,323 0,313 1,508 yuIycoycaycoyc Consistency Index (CI) Consistency Ratio (CR) Karena CR < 0,1 maka preferensi pembobotannya adalah konsisten 0,175 0,302 0,047 0,175 0,302 5,092 0,023 0,021 Perbandingan Alternatif terhadap Kondisi Mobil Membuat matriks perbandingan berpasangan Nilai dari matriks perbandingan berpasangan ini ditentukan dari penilaian pengambilan Berdasarkan data pada Tabel 3 yaitu: Toyota Rush sama bagusnya dari Toyota Avanza Toyota Rush sama hingga sedikit lebih bagus dari Toyota Kijang Innova Toyota Rush sama hingga sedikit lebih bagus dari Daihatsu Xenia Toyota Cayla sama hingga sedikit lebih bagus dari Toyota Rush Toyota Avanza sama hingga sedikit lebih bagus dari Toyota Kijang Innova Toyota Avanza sama hingga sedikit lebih bagus dari Daihatsu Xenia Toyota Cayla sama hingga sedikit lebih bagus dari Toyota Avanza Toyota Kijang Innova sama bagusnya dari Daihatsu Xenia Toyota Cayla sedikit lebih bagus dari Toyota Kijang Innova Toyota Cayla sedikit lebih bagus dari Daihatsu Xenia ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Berdasarkan dari data tersebut maka dapat di bentuk matriks perbandingan berpasangan sebagai berikut: Tabel 18. Proses Perbandingan Berpasangan Kondisi Mobil Rush Avanza Innova Xenia 1,000 1,000 2,000 2,000 1/1,000 1,000 2,000 2,000 1/2,000 1/2,000 1,000 1,000 1/2,000 1/2,000 1/1,000 1,000 2,000 2,000 3,000 3,000 Tabel 19. 2 Perbandingan Berpasangan Kondisi Mobil Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 1,000 0,500 0,500 2,000 5,000 Rush Avanza Innova Xenia Cayla Jumlah Avanza 1,000 1,000 0,500 0,500 2,000 5,000 Innova 1,000 1,000 1,000 1,000 3,000 9,000 Xenia 1,000 1,000 1,000 1,000 3,000 9,000 Cayla 1/2,000 1/2,000 1/3,000 1/3,000 1,000 Cayla 0,500 0,500 0,333 0,333 1,000 2,667 Menghitung vektor eigen normalisasi Berdasarkan hasil eigen vektor normalisasi diatas dapat di buat sebuah tabel sebagai Tabel 20. Proses Vektor Eigen Normalisasi Kondisi Mobil Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 1,000 / 5,000 1,000 / 5,000 0,500 / 5,000 0,500 / 5,000 2,000 / 5,000 Avanza 1,000 / 5,000 1,000 / 5,000 0,500 / 5,000 0,500 / 5,000 2,000 / 5,000 Innova 2,000 / 5,000 2,000 / 5,000 1,000 / 5,000 1,000 / 5,000 3,000 / 5,000 Xenia 2,000 / 9,000 2,000 / 9,000 1,000 / 9,000 1,000 / 9,000 3,000 / 9,000 Cayla 0,500 / 2,667 0,500 / 2,667 0,333 / 2,667 0,333 / 2,667 1,000 / 2,667 Tabel 21. Vektor Eigen Normalisasi Kondisi Mobil Rush Avanza Innova Xenia Cayla Rush 0,200 0,200 0,100 0,100 0,400 Avanza 0,200 0,200 0,100 0,100 0,400 Innova Xenia Cayla Jumlah 0,222 0,222 0,188 1,032 0,222 0,222 0,188 1,032 0,111 0,111 0,125 0,547 0,111 0,111 0,125 0,547 0,333 0,333 0,375 1,842 yuIycoycaycoyc Consistency Index (CI) Consistency Ratio (CR) Karena CR < 0,1 maka preferensi pembobotannya adalah konsisten 0,206 0,206 0,109 0,109 0,368 5,016 0,004 0,004 Hasil Perangkingan Analytic Hierarchy Process ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan sebelumnya, maka akan didapatkan seluruh eigen vektor normalisasi tiap kriteria dan alternatif, berikut merupakan hasil yang didapatkan dari perhitungan tersebut: Tabel 22. Eigen Vector Kriteria dan Alternatif K/A Harga Jarak Tempuh Tahun Kondisi Mobil 0,360 Rush 0,455 Avanza 0,158 Innova 0,111 Xenia 0,138 Cayla 0,138 0,258 0,106 0,304 0,304 0,206 0,080 0,142 0,175 0,302 0,047 0,175 0,302 0,240 0,206 0,206 0,109 0,109 0,368 Setelah mengetahui hasil eigen vektor dari masing-masing kriteria dan alternatif, selanjutnya adalah melakukan proses perhitungan nilai perangkingan: Tabel 23. Proses Perhitungan Rangking Alternatif Toyota Rush Toyota Avanza Toyota Kijang Innova Daihatsu Xenia Toyota Cayla Nilai . ,455*0,. ,106*0,. ,175*0,. ,206*0,. = 0,265 . ,158*0,. ,304*0,. ,302*0,. ,206*0,. = 0,228 . ,111*0,. ,304*0,. ,047*0,. ,109*0,. = 0,151 . ,138*0,. ,206*0,. ,175*0,. ,109*0,. = 0,154 . ,138*0,. ,080*0,. ,302*0,. ,368*0,. = 0,202 Berdasarkan nilai dari perhitungan rangking tersebut, maka didapatkan hasil perangkingan untuk menentukan mobil bekas yang terbaik. Tabel 24. Rangking Mobil Bekas Terbaik Alternatif Toyota Rush Toyota Avanza Toyota Cayla Daihatsu Xenia Toyota Kijang Innova Rangking Implementasi Sistem Gambar 2. Data Kriteria Pada gambar 1, tertera data kriteria yang akan dipakai untuk perhitungan algoritma AHP ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. Data Mobil Pada gambar 2, adalah data mobil yang tersedia pada objek penelitian Gambar 4. Hasil Perangkingan Pada gambar 3 adalah hasil perangkinagan mobil yang terpilih sesuai kriteria pada tahapan AHP KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dapat diimplementasikan dengan baik dalam membantu pelanggan untuk memilih mobil bekas yang diinginkan berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan. Penggunaan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam sistem pendukung keputusan pemilihan mobil bekas berbasis web ini mendapatkan hasil alternatif mobil bekas yaitu rush sebagai rangking 1 dengan nilai 0,265, avanza rangking 2 dengan nilai 0,228, cayla rangking 3 dengan nilai 0,202, xenia rangking 4 dengan nilai 0,154, dan innova sebagai rangking 5 dengan nilai 0,151. DAFTAR PUSTAKA