Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025, page 45-52 Available online at: http://ojs. id/index. php/efektor-e DOI: https://doi. org/10. 29407/e. Mengevaluasi Berbagai Teknik Storytelling untuk Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Studi Literatur Evaluating Various Storytelling Techniques for Early Childhood Education: A Literature Review Khusnul Khotimah1*. Ratih Permata SariA khusnul99kh@gmail. com1, ratih@alqolam. Universitas Al-Qolam. Malang. Indonesia1,2 Diunggah: 11 Januari 2025. Direvisi 20 Maret 2025. Diterima: 21 Maret 2025. Terbit: 22 April 2025 Abstract This study aims to evaluate various storytelling techniques in supporting early childhood development. The research employed a literature review method by examining studies published between 2019 and 2024 on the use of storytelling in early childhood education. The analysis techniques included findings synthesis and critical analysis of various studies. The results revealed that visual media-based storytelling techniques, such as pictures and hand puppets, effectively enhance childrenAos language skills and vocabulary. Moreover, digital techniques such as interactive storytelling and audiovisual media create more engaging and interactive learning experiences, significantly improving childrenAos social-emotional and cognitive skills. Therefore, the selection of storytelling techniques should be adjusted according to learning needs and contexts for optimal results. Keywords: child development, early childhood education, storytelling Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai teknik mendongeng dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengkaji studi-studi yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024 mengenai penggunaan mendongeng dalam pendidikan anak usia dini. Teknik analisis yang digunakan meliputi sintesis temuan dan analisis kritis terhadap berbagai penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teknik mendongeng berbasis media visual, seperti gambar dan boneka tangan, secara efektif meningkatkan keterampilan berbahasa dan perbendaharaan kata anak. Selain itu, teknik digital seperti mendongeng interaktif dan media audiovisual menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif, sehingga secara signifikan meningkatkan keterampilan sosial-emosional dan kognitif anak. Oleh karena itu, pemilihan teknik mendongeng perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks pembelajaran agar hasil yang dicapai lebih optimal. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, perkembangan anak, storytelling *Penulis Korespondensi: Khusnul Khotimah PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan tahap dalam perkembangan seorang anak yang memiliki peran penting dalam membentuk landasan kepribadian dan kemampuan dasar. Usia anak rentang usia 4-6 tahun dikategorikan sebagai usia emas, seorang anak mengalami perkembangan yang pesat dalam segala aspek perkembangan (Jazilurrahman et al. , 2. Pendidikan anak usia dini mencakup enam aspek perkembangan yang harus dikembangkan secara optimal, meliputi aspek nilai agama dan moral, sosio emosional, kognitif, fisik motorik, dan bahasa (Nurzaman et al. , 2. Salah satu metode efektif untuk mendukung perkembangan ini adalah melalui storytelling yang dapat memberikan stimulasi multidimensional bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan potensi storytelling dalam mengembangkan kemampuan anak usia dini secara efektif. Beragam teknik storytelling telah dikembangkan untuk mendukung pendidikan anak usia dini, seperti Storytelling Tradisional. Storytelling Visual. Interactive Storytelling. Narrative Nonfiction, dan Performance Storytelling. Penelitian Yolanda . menunjukkan bahwa storytelling efektif untuk meningkatkan kemampuan sosio-emosional anak, sementara penelitian Widyana et al. membuktikan bahwa metode storytelling menggunakan Kamishibai dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Bornstein & Putnik . alam Fauzi et al. , 2. menegaskan bahwa storytelling di rumah dan This is an open access article under the CC BY-SA License. Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari di luar ruangan merupakan aktivitas sentral di banyak negara yang mendukung perkembangan sosial dan kognitif anak serta dapat menciptakan interaksi menyenangkan yang dibimbing oleh teman sebaya atau orang dewasa berpengalaman. Penelitian Nair & Yunus . bahkan mengungkapkan bahwa storytelling digital dapat menjadi alat yang berguna bagi pendidik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Perkembangan teknik storytelling telah mengalami berbagai transformasi seiring waktu. Oeslichatoen . alam Rahmawati, 2. telah mengidentifikasi beragam teknik bercerita yang dapat digunakan, mencakup: . membaca langsung dari buku cerita, . bercerita dengan media ilustrasi gambar, . menceritakan dongeng, . bercerita menggunakan media papan flannel, . bercerita dengan media boneka, . dramatisasi cerita, dan . bercerita dengan gerakan jari tangan. Hal ini menunjukkan bahwa storytelling memiliki berbagai teknik yang dapat digunakan dalam pendidikan anak usia dini. Perkembangan teknologi kemudian semakin memperkaya variasi teknik ini, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian Nyyez-Torres et al. yang membandingkan storytelling dalam format fisik dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan storytelling digital menunjukkan pemahaman membaca yang lebih baik dan dalam waktu lebih singkat, yang disebabkan oleh penggunaan gerakan, suara, dan cahaya dalam format digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa evolusi teknologi tidak hanya memperluas metode storytelling, tetapi juga berpotensi meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar bagi anak usia dini. Penelitian Hettiarachchi et al. lebih lanjut memperkaya perspektif dengan menemukan manfaat potensial menggunakan cerita tradisional lokal yang familiar dengan berbagai stimulus multisensorik untuk membantu pembelajaran kosakata baru, terutama untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Banyaknya penelitian diatas menunjukkan bahwa tidak ada satu teknik storytelling yang universal efektif untuk semua konteks dan kebutuhan anak. Meskipun banyak penelitian telah membahas efektivitas storytelling dalam pendidikan usia dini, belum ada kajian lebih mendalam yang membandingkan berbagai teknik storytelling yang tersedia. Kesenjangan penelitian inilah yang menjadi motivasi utama dalam studi literatur ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai teknik storytelling yang digunakan dalam pendidikan anak usia dini, serta memberikan rekomendasi teknik yang paling efektif dalam mendukung perkembangan bahasa, sosial, dan kognitif anak. Melalui pendekatan studi literatur yang komprehensif, kami akan melakukan analisis sistematis terhadap berbagai metode storytelling, mempertimbangkan konteks, media, dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami kompleksitas storytelling dan menghasilkan panduan praktis bagi pendidik dan orangtua dalam memilih teknik storytelling yang paling sesuai untuk anak usia dini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur . iterature revie. yang termasuk dalam penelitian kepustakaan . ibrary researc. Menurut Creswell & Creswell . , penelitian literatur menyarankan menggunakan minimal 30-50 bahan referensi berupa artikel, jurnal, buku, dan sumber pustaka lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan 30 studi literatur dari berbagai database elektronik dan platform publikasi ilmiah, mencakup Google Scholar. JSTOR. Crossref, dan beberapa media lain yang menyediakan jurnal penelitian. Kriteria pemilihan artikel dalam studi literatur ini meliputi: artikel penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019-2024, . fokus pada teknik storytelling dalam pendidikan anak usia dini, dan . memiliki relevansi dengan tujuan penelitian. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahapan sistematis, yaitu: menelusuri artikel menggunakan kata kunci, melakukan screening abstrak, dan menilai kualitas artikel berdasarkan kredibilitas sumber. Kerangka metodologis penelitian ini mengacu pada prosedur systematic literature review yang http://ojs. id/index. php/efektor-e Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari Perumusan Ekstraksi Data dan Analisis Kritis Pencarian Literatur dan Skrinning Sintesis Temuan Gambar 1. Kerangka Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Kajian literatur merupakan tahap kritis dalam mengeksplorasi dan menganalisis perkembangan pengetahuan tentang teknik storytelling dalam pendidikan anak usia dini. Melalui sintesis sistematis dari berbagai penelitian terkini, kami berupaya mengidentifikasi pola, kesenjangan, dan temuan penting yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Tujuan utama dari tabel literatur review ini adalah memberikan gambaran holistik dan terstruktur tentang state of the art penelitian storytelling, yang selanjutnya akan menjadi landasan untuk analisis kritis dan rekomendasi dalam penelitian ini. Tabel 1. Contoh Bentuk Penulis Hasil Sri Tulasih. Hilmy Penggunaan metode Storytelling dengan gambar Stimulation of Language Skills for Early Baihaqy Yussof, meningkatkan keterampilan berbahasa pada Childhood through the Picture Story Muhammad 60% anak dengan hasil sangat baik dan 40% Method . Kristiawan anak mulai berkembang. Penggunaan storytelling digital lebih menarik. Storytelling in Early Childhood Maila menghibur, dan interaktif. Membutuhkan Education: Time to Go Digital . Rahiem peningkatan kemampuan guru dalam teknologi Metode bercerita lebih efektif dibandingkan The Effect of Storytelling Methods and Jhoni metode show-and-tell dalam meningkatkan Self-Confidence Children's Warmansyah. Evi keterampilan bahasa ekspresif anak, terutama Expressive Language Skills . Selva Nirwana pada anak yang percaya diri. Metode bercerita menggunakan boneka tangan The Role of Storytelling Methods Using Nurul Mujahidah. Hand Puppets in Early ChildrenAos Ahmad Afiif. Eka mendengarkan, dan literasi awal anak, serta Language Development . Damayanti menambah kosakata. Metode bercerita dengan media flashcard Dani Puspitasari. Emergent Literacy Activities Through Bella Vania Lim, the Storytelling Method with Flashcard menyenangkan, mendukung program literasi Ribka Evelina. Media . awal, dan meningkatkan keterampilan bahasa Yulia Setia anak usia 2-4 tahun. Penerapan Metode Bercerita Berbasis Metode bercerita dengan media gambar seri Gambar Seri untuk Meningkatkan Wiwit Murzian efektif meningkatkan kemampuan berpikir dan Kemampuan Daya Pikir mendengarkan pada anak kelompok B. Mendengarkan . Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekpresif (Berbicar. Anak Usia 5-6 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya Tahun melalui Metode Bercerita peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak Nurul Fitriani dengan Media Wayang Kartun di TK melalui media bercerita dengan boneka kartun di Anak Sholeh Muslimat NU Tuban TK Anak Soleh Muslimat NU Tuban. Yenda Puspita. Hasil penelitian menunjukkan melalui metode Meningkatkan Kemampuan Sosial Fitriana Fitriana, bercerita dengan media gambar dapat Emosional Anak melalui Metode Nelia Guswanti, meningkatkan kemampuan sosial emosional Bercerita dengan Media Gambar . Leny Julia Lingga, pada anak-anak di TK An-Namiroh Pusat. Zalisman Judul (Tahu. http://ojs. id/index. php/efektor-e Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari Judul (Tahu. Penulis Analisis Peran Pendidik Dalam Mengimplementasikan Metode Pembelajaran Bercerita (Mendongen. Di Paud Nonformal Kelompok Bermain . Lasmini. Lisa Pingky. Nisa Permata Sari. Retno Wulandari Pengaruh Metode Bercerita Dengan Media Papan Flanel Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini . Fuaddilah Ali Sofyan. Selvi Kurnia Utami. Izzah Fitri Interactive storytelling for children: A case-study of design and development conversational AI . Jennifer Chubb a. Sondess Missaoui Shauna Concannon Liam Maloney d. James Alfred Walker My Story. Your Story. Our Story: Anna-Leena Reciprocal Listening and Participation Lastikka & Liisa Through Storycrafting in Early Karlsson Childhood Education and Care . MEKIDS Media Education with Kids through Interactive Digital Storytelling Michael Schlauch Pengaruh storytelling berbantu media audio terhadap kemampuan menyimak dan berbicara pada anak usia dini . Siti Khotimah. Kustiono. Farid Ahmadi Investigating Social Emotional Learning Michael Schlauch, at Primary School through Guided Cristina Sylla. Interactive Storytelling . Maity Gil http://ojs. id/index. php/efektor-e Hasil Hasil penelitian membuktikan metode bercerita mendongeng tepat untuk anak. Dengan mendongeng, secara tidak langsung dapat meningaktkan perkembangan moral anak karena pesan yang disampaikan akan mudah diserap serta dipahami oleh anak. Hasil penelitian menyatakan ada pengaruh metode bercerita dengan media papan flanel terhadap perkembangan bahasa anak usia dini Di TK Kartini Desa Tanjung Agung Kecamatan Semende Darat Ulu Hasil metode Conversational Artificial Intelligence (CAI) dapat digunakan secara efektif dalam teknik storytelling untuk anak-anak. Penelitian ini menyoroti bahwa CAI, seperti Alexa dan Siri, memiliki dampak pada perkembangan kognitif, sosial, dan linguistik anak. Hasil Storycrafting Method, sebuah metode naratif asal Finlandia, memiliki manfaat signifikan bagi anakanak dan tenaga pendidik dalam pendidikan dan perawatan anak usia dini (Early Childhood Education and Car. Metode ini memperkuat rasa percaya diri anak-anak, mendukung partisipasi yang saling menghormati, serta mendorong anak-anak untuk mengekspresikan budaya, pengalaman, dan pemikiran mereka. Hasil penggunaan interactive digital storytelling melalui alat interaktif seperti Fantastinomio dapat membantu guru dalam mengajarkan subjek yang kompleks kepada anak-anak usia 8Ae11 tahun. Pendekatan berbasis desain yang diterapkan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa teknologi pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan didaktik memiliki banyak Hasil penggunaan media storytelling berbantu audio kemampuan menyimak anak usia dini. Media ini terbukti lebih efektif dalam meningkatkan dibandingkan dengan media konvensional. menyimpulkan bahwa Guided Interactive Storytelling melalui alat Fantastinomio efektif dalam mendukung Social Emotional Learning (SEL) di sekolah dasar. Studi yang dilakukan di sebuah sekolah dasar di Portugal menunjukkan bahwa penggunaan gambar buatan anak-anak sebagai elemen cerita dalam Fantastinomio meningkatkan keterlibatan emosional dan Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari Judul (Tahu. Penulis Pengaruh Storytelling (Audio Visua. terhadap Kepatuhan Mencuci Tangan pada Anak Pra Sekolah di RA Baiturrahman Rembiga Kota Mataram . Baiq Nurul Hidayati. Fitri Romadhonika. Anna Layla Salfarina Storytelling Media Boneka Jari Kain Flanel Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Usia Prasekolah . Hasil kreativitas mereka. Melalui pembuatan cerita yang dipandu, anak-anak dapat menggambarkan dan memahami emosi mereka dengan lebih baik. Anisa Oktiawati. Yessy Pramita Widodo. Nok Istianah Sandy Ramdhani. Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Nur Adiyah Kegiatan Storytelling Yuliastri. Siti Menggunakan Cerita Rakyat Sasak Diana Sari. Siti pada Anak Usia Dini . Hasriah. Terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan storytelling . udio visua. pada anak usia pra sekolah di RA Baiturrahman Rembiga Hasil rata-rata kecerdasan emosional sebelum diberikan storytelling media boneka jari kain flanel adalah 7,9% dan setelah diberikan storytelling media jari kain flanel rata-rata meningkat menjadi 11,06% sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh storytelling media boneka jari kain flanel terhadap kecerdasan emsoional anak prasekolah. Hasil dari penelitian didapatkan kegiatan storytelling dengan menggunakan cerita rakyat mampu untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Nilai-nilai karakter yang muncul diantaranya adalah karakter tanggung jawab, mandiri, jujur, religious, dan kerja sama. Berdasarkan literatur yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa berbagai teknik storytelling memiliki keunggulan masing-masing tergantung pada tujuan spesifik yang ingin dicapai dalam pendidikan anak usia dini. Sebagai contoh, teknik storytelling berbasis media visual seperti gambar, boneka tangan, dan papan flanel terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa dan kosakata anak usia dini. Hal ini sejalan dengan teori Piaget tentang tahap perkembangan praoperasional, di mana anak-anak lebih mudah memahami konsep melalui elemen visual dan pengalaman konkret. Penelitian yang dilakukan oleh Nurul Mujahidah et al. menunjukkan bahwa penggunaan boneka tangan dalam storytelling tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa, tetapi juga mendukung literasi awal dan memperkaya kosakata anak-anak. Selain itu, teknik berbasis gambar seri yang dikaji oleh Wiwit Murzian . membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir logis serta meningkatkan keterampilan Namun, hasil dari studi ini menggarisbawahi perlunya pemilihan teknik storytelling yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran, agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal, serta menyoroti potensi pengembangan formula baru yang menggabungkan berbagai pendekatan storytelling untuk mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik. Di sisi lain, penggunaan storytelling berbasis teknologi digital menunjukkan potensi besar dalam memaksimalkan keterlibatan anak-anak. Sebagai contoh, penelitian Maila D. Rahiem . mengungkapkan bahwa storytelling digital lebih menarik dan interaktif dibandingkan teknik konvensional, sementara Michael Schlauch . menyoroti manfaat interactive digital storytelling untuk meningkatkan kreativitas dan pembelajaran berbasis partisipasi. Pendekatan ini sejalan dengan teori Vygotsky yang menekankan pentingnya alat bantu pembelajaran dalam mendukung perkembangan kognitif anak. Melalui media digital, anak-anak tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam proses belajar, seperti menciptakan elemen cerita atau berinteraksi dengan alat digital seperti Fantastinomio. Selain itu, metode berbasis partisipasi aktif seperti storycrafting (Anna-Leena Lastikka & Liisa Karlsson, 2. dan guided interactive storytelling (Michael Schlauch et al. , 2. menonjol karena mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Melalui metode ini, anak-anak didorong untuk mengekspresikan emosi, berbagi pengalaman, dan memahami perasaan orang lain, yang sejalan dengan http://ojs. id/index. php/efektor-e Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari teori pembelajaran sosial Bandura. Teknik ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan komunikasi anak, sehingga cocok untuk mendukung perkembangan holistik. Dalam membandingkan berbagai teknik, storytelling berbasis audio-visual, seperti metode yang memanfaatkan media boneka, flashcard, atau audio, terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak-anak (Siti Khotimah et al. , 2021. Nurul Fitriani, 2. Namun, teknik digital storytelling dan interactive storytelling memberikan keunggulan tambahan berupa fleksibilitas dan relevansi dalam konteks pembelajaran Menurut Jitsupa et al. , model early childhood Imagineering untuk pengembangan digital storytelling menekankan pentingnya stimulasi minat dan rasa ingin tahu anak melalui berbagai aktivitas seperti mendongeng, percakapan, dan permainan. Dalam proses ini, anak-anak didorong untuk menggunakan imajinasi mereka untuk menghasilkan ide cerita yang kemudian dikembangkan melalui diskusi dan analisis kelayakan secara kolaboratif. Teknik ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif yang memadukan elemen audio, visual, dan partisipasi aktif dapat menjadi metode yang efektif dalam mendukung proses belajar anak usia dini. Oleh karena itu, kombinasi antara metode konvensional berbasis visual dan teknik digital berbasis partisipasi aktif dapat menjadi rekomendasi yang paling efektif untuk mendukung perkembangan bahasa, sosial, dan kognitif anak usia dini. Teknik storytelling ini dinilai efektif karena memanfaatkan cara belajar anak usia dini yang alami, yaitu melalui observasi, imitasi, dan pengalaman langsung. Seperti dinyatakan dalam teori Montessori, lingkungan yang kaya akan stimulasi sensorik dan kesempatan eksplorasi aktif akan mendukung pembelajaran yang bermakna. Dengan demikian, keberhasilan storytelling tidak hanya bergantung pada media yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan pendidik untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa berbagai teknik storytelling memiliki evaluasi yang berbeda-beda dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Teknik berbasis visual seperti gambar, boneka tangan, dan papan flanel efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, kosakata, dan kemampuan berpikir logis anak. Di sisi lain, teknik storytelling berbasis digital seperti interactive digital storytelling dan media audiovisual memberikan keunggulan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik, mendukung keterampilan kognitif, sosialemosional, dan literasi awal anak. Pendekatan partisipatif seperti storycrafting dan guided interactive storytelling juga terbukti meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan komunikasi anak. Keberhasilan implementasi teknik storytelling bergantung pada pemilihan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak serta kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan memotivasi. Dengan demikian, storytelling dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak secara holistik, sejalan dengan teori-teori perkembangan anak seperti Piaget. Vygotsky, dan Montessori. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi dampak storytelling dalam konteks budaya yang beragam untuk memperluas generalisasi hasil. Selain itu, pengembangan pelatihan bagi pendidik terkait penggunaan storytelling digital perlu ditingkatkan agar implementasinya lebih efektif. DAFTAR RUJUKAN Chubb. Missaoui. Concannon. Maloney. , & Walker. Interactive storytelling for children: A case-study of design and development considerations for ethical conversational AI. International Journal of Child-Computer Interaction, 32, 100403. Fauzi. Vidia. Yusuf. , & Karim. Early Childhood Education Learning Management in Improving ChildrenAos Language Skills with Storytelling Method. Research Studies, 3. , 1723Ae1737. http://ojs. id/index. php/efektor-e Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari Fitriani. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekpresif (Berbicar. Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bercerita dengan Media Wayang Kartun di TK Anak Sholeh Muslimat NU Tuban. AUDIENSI: Jurnal Pendidikan Dan Perkembangan Anak, 1. , 72Ae82. Hettiarachchi. Walisundara. , & Ranaweera. The effectiveness of a multisensory traditional storytelling programme on target vocabulary development in children with disabilities accessing English as a second language: A preliminary study. Journal of Intellectual Disabilities, 26. , 90Ae108. Hidayati. Romadhonika. , & Salfarina. Pengaruh Storytelling (Audio Visua. terhadap Kepatuhan Mencuci Tangan pada Anak Pra Sekolah di RA Baiturrahman Rembiga Kota Mataram. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 11. , 330Ae334. Jazilurrahman. SaAodiyah. , & Fajri. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STORYTELLING GUNA MENINGKATKAN LANGUAGE SKILL PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) PKK PELITA BANGSA PAKUNIRAN PROBOLINGGO. Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 8. , 65Ae78. Jitsupa. Nilsook. Songsom. Siriprichayakorn. , & Yakeaw. Early Childhood Imagineering: A Model for Developing Digital Storytelling. International Education Studies, 15. , 89Ae101. Khotimah. Kustiono. , & Ahmadi. Pengaruh storytelling berbantu media audio terhadap kemampuan menyimak dan berbicara pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 2020Ae2029. Lasmini. Pingky. Sari. , & Wulandari. ANALISIS PERAN PENDIDIK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN METODE PEMBELAJARAN BERCERITA (MENDONGENG) DI PAUD NONFORMAL KELOMPOK BERMAIN. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 1. , 238Ae246. Lastikka. -L. , & Karlsson. My story, your story, our story: Reciprocal listening and participation through storycrafting in early childhood education and care. In Finnish Early Childhood Education and Care: A Multi-theoretical perspective on research and practice . 147Ae. Springer. Mujahidah. Damayanti. , & Afiif. The role of Storytelling Methods using hand puppets in early childrenAos language development. Child Education Journal, 3. , 78Ae91. Murzian. PENERAPAN METODE BERCERITA BERBASIS GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA PIKIR DAN MENDENGARKAN. Diadik: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 13. , 94Ae103. Nair. , & Yunus. A systematic review of digital storytelling in improving speaking skills. Sustainability, 13. , 9829. Nyyez-Torres. Amaluisa Rendyn. , & Espinosa-Pinos. From Physical to Digital Storytelling. A Comparative Case in School Education. International Conference on HumanComputer Interaction, 318Ae324. Nurzaman. Gandana. , & Wahidah. Model Pembelajaran Interactive Storytelling Berbasis Aplikasi Android Untuk Memfasilitasi Keterampilan Menyimak Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11. , 134Ae140. Oktiawati. Widodo. , & Istianah. Storytelling media boneka jari kain flanel meningkatkan kecerdasan emosional anak usia prasekolah. Bhamada: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan (EJourna. , 11. , 9. http://ojs. id/index. php/efektor-e Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor. Volume 12 Issue 1, 2025. Pages 45-52 Khusnul Khotimah. Ratih Permata Sari Puspita. Fitriana. Guswanti. Lingga. , & Zalisman. Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak melalui Metode Bercerita dengan Media Gambar. Journal on Teacher Education, 4. , 1673Ae1682. Puspitasari. Lim. Evelina. , & Setia. The emergent literacy activities through the storytelling method with flashcard media for early childhood education. Journal of Digital Learning and Education, 3. , 32Ae39. Rahiem. Storytelling in early childhood education: Time to go digital. International Journal of Child Care and Education Policy, 15. , 4. Rahmawati. Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengembangan Bahasa Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita. SANDIBASA I (Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia I). AuInovasi Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indoinesia. Ramdhani. Yuliastri. Sari. , & Hasriah. Penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan storytelling dengan menggunakan cerita rakyat Sasak pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3. , 153Ae160. Schlauch. MEKIDS Media Education with Kids through Interactive Digital Storytelling. Proceedings of the 21st Annual ACM Interaction Design and Children Conference, 676Ae678. Schlauch. Sylla. , & Gil. Investigating Social Emotional Learning at Primary School through Guided Interactive Storytelling. Extended Abstracts of the 2022 Annual Symposium on Computer-Human Interaction in Play, 240Ae245. Sofyan. Utami. , & Fitri. Pengaruh Metode Bercerita Dengan Media Papan Flanel Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 7. , 74Ae83. Tulasih. Yussof. , & Kristiawan. Stimulation of Language Skills for Early Childhood through the Picture Story Method. Bulletin of Early Childhood, 1. , 42Ae57. Warmansyah. , & Nirwana. The Effect of Storytelling Methods and Self-Confidence ChildrenAos Expressive Language Skills. TaAodib, 26. , 29Ae42. Widyana. SyaAobani. , & Sindi. Kamishibai phbs sebagai metode storytelling untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5Ae6 tahun di TKIT Luqmanul Hakim Insan Madani Bandung. Jurnal Teras Kesehatan, 7. , 27Ae33. http://ojs. id/index. php/efektor-e Vol 12 No 1 Tahun 2025