INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 Perilaku konsumsi masyarakat dan perputaran uang dalam Tradisi Safari Maulid Di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah Mohammad Yasin Institut Agama Islam Sunan Kalijogo jabung mohammadyasin114@gmail. Abstrak. Penelitian ini menganalisis perilaku konsumtif masyarakat dan perputaran uang selama acara safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah. Tradisi keagamaan ini tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Melalui metode wawancara dengan pedagang dan observasi lapangan, ditemukan bahwa pendapatan pedagang kecil, terutama penjual makanan dan barang-barang keagamaan, meningkat hingga dua hingga tiga kali lipat selama acara. Selain itu, donasi dari jamaah juga berperan penting dalam menopang kegiatan sosial dan operasional majelis. Acara ini menciptakan peluang ekonomi yang luas, melibatkan berbagai sektor, termasuk pedagang, penyedia jasa transportasi, dan jasa lainnya. Perputaran uang tidak hanya berfokus di sekitar majelis, tetapi juga menyebar ke masyarakat yang terlibat dalam penyediaan barang dan jasa. Dari sisi sosial, safari maulid mempererat hubungan antar jamaah dan memperkuat solidaritas melalui partisipasi dalam donasi dan kegiatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safari maulid bukan hanya peristiwa religius, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dan perekat Tradisi ini mencerminkan bagaimana kegiatan keagamaan mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi komunitas lokal. Dengan demikian, safari maulid di Majelis Riyadlul Jannah menjadi salah satu contoh penting dari interaksi antara agama, ekonomi, dan sosial dalam masyarakat. Kata kunci: Safari Maulid, perilaku konsumtif, perputaran uang, ekonomi lokal, solidaritas sosial. Abstract. This study analyzes the consumer behavior of the community and the circulation of money during the safari maulid event at Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah. This religious tradition not only has a spiritual impact but also significantly contributes to the local economy. Through interviews with traders and field observations, it was found that the income of small vendors, especially food sellers and religious item vendors, increased by two to three times during the event. In addition, donations from attendees also play a crucial role in supporting social activities and the operational costs of the assembly. This event creates vast economic opportunities, involving various sectors, including traders, transportation providers, and other The flow of money is not only concentrated around the assembly but also spreads to the community involved in supplying goods and services. Socially, the safari maulid strengthens relationships among attendees and enhances solidarity through participation in donations and social activities. The findings indicate that the safari maulid is not just a religious event, but also acts as a driver of the local economy and a social adhesive. This tradition reflects how religious activities can create positive economic and social impacts on the local community. Thus, the safari maulid at Majelis INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 Riyadlul Jannah serves as an important example of the interaction between religion, economy, and society within the community. Keywords: Safari Maulid, consumer behavior, money circulation, local economy, social PENDAHULUAN Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah merupakan kegiatan dakwah yang tidak hanya menggunakan metode ceramah dan pembelajaran saja, namun majelis ini merangkul masyarakat dan memberikan berbagai aspek motivasi dalam problem kehidupan sosial Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah juga memberikan alunan musik dalam dakwahnya, seperti musik tradisional menggunakan rebana dan senandung-senandung sholawat untuk menjunjung tinggi Nabi Muhammad Saw. Selain itu. Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah juga menggunakan metode seperti ketauladanan, nasehat, dan metode Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah sangat erat dengan perayaan maulid Nabi Muhammad Saw. Selain perayaan maulid. Riyadlul Jannah juga selalu mengumandangkan sholawat dalam setiap kegiatan dakwahnya. Karena hal tersebut Riyalul Jannah dalam perayaan maulid nabi, juga mengadakan safari maulid yang akhirnya menjadi tradisi bagi majelis tersebut. Safari maulid merupakan tradisi yang sangat kental di kalangan umat Islam Indonesia, terutama di kalangan majelis-majelis ta'lim. Tradisi ini biasanya diadakan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui peringatan hari Selain sebagai sarana spiritual, safari maulid juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan di masyarakat, terutama di lingkungan sekitar tempat acara Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah menjadi salah satu majelis yang rutin mengadakan safari maulid di Indonesia. Safari maulid di Majelis Riyadlul Jannah selalu menarik perhatian ribuan jamaah dari berbagai kalangan. Setiap acara maulid ini berlangsung, masyarakat yang terlibat, baik sebagai jamaah maupun pedagang, menunjukkan perilaku konsumsi yang khas. Selain itu, kegiatan ini 1 Fika Putri Wahyuni. AuTantangan Dan Peluang Majelis Maulid Wa TaAolim Riyadlul Jannah Pada Masa Kontemporer Ditinjau Dari Prespektif Corak Tafsir Al-Adabiy Al-IjtimaAoi,Ay Merdeka Indonesia Journal International (MIJI) 4, no. : 338Ae350. 2 Muhammad Azyumardi Azra. Tradisi Keagamaan Islam Di Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 juga melibatkan berbagai bentuk sumbangan yang menambah dinamika ekonomi selama acara Perilaku konsumsi dan perputaran uang yang terjadi dalam acara ini menjadi topik yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian tentang perilaku konsumsi masyarakat dalam acara keagamaan, terutama safari maulid, masih sangat terbatas di Indonesia. Hal ini menjadikan penelitian ini penting untuk mengetahui lebih dalam bagaimana safari maulid mempengaruhi perilaku ekonomi Dengan menelaah perilaku konsumsi masyarakat selama acara berlangsung, kita dapat memahami lebih lanjut peran kegiatan keagamaan dalam mendukung ekonomi lokal. Perilaku konsumsi selama safari maulid mencakup berbagai aspek, mulai dari pembelian makanan dan minuman, barang dagangan, hingga partisipasi dalam kegiatan donasi. Konsumsi ini tidak hanya terbatas pada kebutuhan pribadi jamaah, tetapi juga mencakup pengeluaran untuk mendukung penyelenggaraan acara. Dengan demikian, acara safari maulid tidak hanya memberikan dampak spiritual, tetapi juga berdampak pada perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal. Perputaran uang selama acara safari maulid terjadi, juga salah satu aspek penting yang perlu dipelajari untuk keberlangsungan acara. Aliran uang dari jamaah, pedagang, hingga donatur memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi di sekitar majelis. Acara ini menciptakan peluang ekonomi, terutama bagi pedagang kecil dan penyedia jasa lokal yang memanfaatkan keramaian jamaah untuk menjual barang dan jasa. Dengan adanya perputaran uang yang signifikan, safari maulid juga dapat dilihat sebagai salah satu bentuk kegiatan ekonomi berbasis tradisi keagamaan. Perputarann uang dalam sebuah acara atau kegiatan keagamaan juga memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang kecil, perputaran uang dalam safari maulid juga menciptakan efek berantai di sektor lain. Misalnya, penyedia jasa transportasi dan akomodasi bagi jamaah dari luar daerah turut mendapatkan keuntungan. Partisipasi aktif masyarakat lokal dalam perekonomian mereka. Dengan demikian, safari maulid tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal secara holistik. 3 M. Yusuf. AuEkonomi Syariah Dalam Praktik Tradisi Keagamaan,Ay Jurnal Ekonomi SyariAoah 4, no. 16Ae25. 4 Imanuddin Hasbi et al. EKONOMI MONETER (Cirebon: Wiyata Besari Samasta, 2. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 Sumbangan dari para donatur yang rutin diberikan selama safari maulid turut memperbesar dampak ekonomi acara ini. Donasi yang terkumpul biasanya digunakan untuk membiayai operasional acara dan kegiatan sosial lainnya yang diselenggarakan oleh majelis. Dana yang terkumpul dari donatur tidak hanya menggerakkan perekonomian di lingkup majelis, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Oleh karena itu, safari maulid menjadi sarana penting dalam memperkuat ekonomi berbasis gotong royong di kalangan umat Islam. Penelitian ini juga akan melihat bagaimana safari maulid dapat menjadi katalisator bagi penguatan ekonomi komunitas lokal. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi selama acara, ada potensi bagi pengelola majelis untuk merancang strategi yang lebih terstruktur dalam memaksimalkan manfaat ekonomi dari acara tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan konsep ekonomi berbasis tradisi keagamaan di Indonesia. Penelitian ini secara keseluruhan bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai perilaku konsumsi masyarakat selama acara safari maulid dan sejauh mana perputaran uang yang terjadi dapat mendukung ekonomi lokal. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait hubungan antara tradisi keagamaan dan dinamika ekonomi di masyarakat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama acara safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah, serta wawancara dengan beberapa peserta, pedagang, dan pengelola Wawancara dilakukan secara mendalam untuk mendapatkan gambaran perilaku konsumsi masyarakat dan perputaran uang selama acara berlangsung. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data sekunder dari berbagai literatur terkait perilaku konsumsi dalam kegiatan keagamaan, serta data ekonomi lokal di wilayah sekitar majelis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola konsumsi dan perputaran 5 Jazirotul Zumani. AuUrban Sufism Dan Religiusitas Jemaah Majlis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah Batu Jawa TimurAy (UIN Sunan Ampel Surabaya, 2. , http://digilib. id/id/eprint/54735http://digilib. id/54735/2/Jazilah Putri Maulida_E97218070. 6 Hardani Ahyar et al. Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif, 2020. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Perilaku Konsumtif Masyarakat Selama safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah, perilaku konsumsi masyarakat didominasi oleh pembelian makanan dan minuman dari pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar area acara. Makanan seperti nasi kotak, gorengan, dan minuman ringan merupakan komoditas yang paling banyak dikonsumsi oleh para jamaah. Hal ini sejalan dengan penelitian Kotler yang menyebutkan bahwa faktor budaya dan lingkungan sangat mempengaruhi perilaku konsumsi. Selain itu, banyak jamaah yang turut serta dalam donasi untuk mendukung kelancaran Donasi ini umumnya berbentuk uang tunai, yang kemudian digunakan oleh panitia untuk membiayai kebutuhan logistik acara, seperti penyediaan panggung, sound system, dan konsumsi bagi tamu undangan. Beberapa hal tersebut memerlukan bentuk sistem ekonomi dalam kegiatan tersebut, sehingga Safari Maulid dapat bertahan dan berkembang sampai Perilaku konsumtif masyarakat selama safari maulid di Majelis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah sangat dipengaruhi oleh suasana acara yang kental dengan nuansa religius dan sosial. Para jamaah yang hadir cenderung membeli makanan dan minuman dari pedagang lokal yang berjualan di sekitar lokasi acara. Kebutuhan untuk menyantap makanan, terutama setelah mendengarkan ceramah panjang atau mengikuti dzikir bersama, membuat komoditas seperti nasi kotak, gorengan, dan minuman ringan menjadi sangat populer. Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan dalam safari maulid tidak hanya didasarkan pada kebutuhan fisiologis, tetapi juga karena adanya interaksi sosial dan nuansa kebersamaan di antara jamaah. Selain makanan, jamaah juga sering membeli barang-barang lain yang berkaitan dengan keperluan ibadah, seperti sajadah, tasbih, dan buku-buku agama. Produk-produk ini dijual oleh pedagang kaki lima yang memanfaatkan momentum keramaian acara untuk menjajakan Pola konsumsi seperti ini mengindikasikan bahwa safari maulid bukan hanya menjadi tempat untuk kegiatan ibadah, tetapi juga ajang bagi jamaah untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka melalui pembelian barang-barang keagamaan. Dalam konteks ini, 7 Abdul Karim. AuDinamika Tradisi Maulid Di Indonesia,Ay Jurnal Islam Nusantara 5, no. : 30Ae37. 8 Iwan Haryanto. AuPerilaku Konsumsi Masyarakat Dalam Kegiatan Keagamaan,Ay Jurnal Sosiologi Ekonomi 3, 2 . : 52Ae59. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 perilaku konsumtif masyarakat dipengaruhi oleh kebutuhan untuk memperdalam spiritualitas sekaligus mendukung pedagang lokal. Donasi juga menjadi bentuk konsumsi yang signifikan selama safari maulid. Jamaah dengan sukarela memberikan sumbangan untuk mendukung kelancaran acara, baik dalam bentuk uang tunai maupun barang-barang kebutuhan acara. Panitia biasanya mengelola donasi ini untuk membiayai operasional acara seperti penyediaan panggung, sound system, serta konsumsi untuk tamu undangan dan pengisi acara. Tradisi memberikan donasi ini tidak hanya memperlihatkan aspek solidaritas di kalangan umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku konsumtif yang memiliki nilai moral dan sosial yang kuat. Melalui donasi, jamaah merasa berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan acara. Selain donasi, beberapa jamaah juga berpartisipasi dalam kegiatan amal yang diadakan oleh majelis selama safari maulid. Misalnya, ada kegiatan pembagian makanan gratis bagi jamaah yang kurang mampu atau penggalangan dana untuk pembangunan fasilitas Partisipasi dalam kegiatan amal ini merupakan salah satu bentuk perilaku konsumsi yang didorong oleh nilai-nilai agama, di mana jamaah merasa perlu untuk berkontribusi tidak hanya secara materi, tetapi juga secara sosial. Hal ini mempertegas bahwa safari maulid memiliki dimensi konsumsi yang kompleks, mencakup konsumsi fisik, spiritual, dan sosial. Secara keseluruhan, perilaku konsumtif masyarakat selama safari maulid di Majelis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah dapat dipahami sebagai bagian dari dinamika sosial dan spiritual Kegiatan ini tidak hanya memfasilitasi ibadah, tetapi juga menjadi arena ekonomi di mana konsumsi berbagai produk dan jasa berlangsung secara aktif. Faktor-faktor seperti budaya, agama, dan kebersamaan mempengaruhi cara jamaah mengonsumsi barang dan jasa selama acara. Dengan demikian, safari maulid menjadi contoh bagaimana tradisi keagamaan dapat mempengaruhi perilaku konsumsi dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Perputaran Uang dalam Tradisi Safari Maulid Nabi Perputaran uang yang terjadi selama acara safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah cukup signifikan. Menurut data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan 9 Masrina Raudatul Hasanah. AuSosialisasi Hukum Sewa-Menyewa Melalui Kajian Fiqih Di Desa Handil Bujur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar,Ay Khidmatuna 4, no. : 134Ae142. 10 M. Rahman. AuEconomic Impact of Religious Events on Local Markets: A Study on Islamic Festivals,Ay Journal of Islamic Economics 3, no. : 150Ae165. 11 Yusuf. AuEkonomi Syariah Dalam Praktik Tradisi Keagamaan. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 pedagang, pendapatan mereka meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari Yusuf menyebutkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini bisa menjadi katalis bagi ekonomi lokal dengan menciptakan peluang usaha bagi pedagang kecil. Sumbangan dari jamaah juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi majelis, yang digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan sosial lainnya di luar acara maulid. Perputaran uang yang dihasilkan dari acara ini tidak hanya berpusat di sekitar majelis, tetapi juga menyebar ke masyarakat sekitar yang terlibat dalam penyediaan barang dan jasa. Perputaran uang yang terjadi selama acara safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Hasil wawancara dengan pedagang menunjukkan bahwa pendapatan mereka meningkat dua hingga tiga kali lipat selama acara berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa safari maulid tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga sebagai momentum yang meningkatkan daya beli Peningkatan pendapatan ini tidak hanya dialami oleh pedagang makanan dan minuman, tetapi juga oleh pedagang barang keperluan ibadah seperti sajadah dan tasbih. Oleh karena itu, acara ini memberikan peluang ekonomi yang besar bagi para pelaku usaha lokal. Kegiatan keagamaan seperti safari maulid dapat berfungsi sebagai katalis bagi ekonomi Fenomena ini terjadi karena acara besar seperti ini mampu menarik ribuan jamaah yang kemudian menciptakan permintaan akan berbagai produk dan jasa. Dalam konteks ini, safari maulid menjadi sarana yang mempertemukan pedagang dengan konsumen secara langsung, sehingga mempercepat aliran transaksi ekonomi. Peluang usaha bagi pedagang kecil semakin terbuka lebar karena mereka dapat mengakses pasar yang lebih luas dan intensif dalam waktu yang relatif singkat selama acara berlangsung. Selain dari transaksi pedagang, sumbangan dari jamaah juga memainkan peran penting dalam perputaran uang di majelis ini. Sumbangan yang diberikan dalam bentuk uang tunai oleh jamaah biasanya digunakan oleh pengurus majelis untuk mendanai berbagai kebutuhan acara, seperti penyediaan logistik, konsumsi, dan fasilitas untuk tamu undangan. Dalam hal ini, safari maulid memberikan manfaat ekonomi langsung kepada majelis, yang kemudian digunakan untuk keberlanjutan kegiatan sosial di luar acara maulid. Ini menunjukkan bahwa safari maulid 12 Haryanto. AuPerilaku Konsumsi Masyarakat Dalam Kegiatan Keagamaan. Ay 13 Ahmad R. Lubis. Ekonomi Berbasis Keagamaan: Studi Tentang Peran Acara Keagamaan Dalam Menggerakkan Perekonomian Lokal (Yogyakarta: Deepublish, 2. 14 Hasbi et al. EKONOMI MONETER. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi individu, tetapi juga memperkuat ekonomi kolektif melalui sumbangan dan donasi. Perputaran uang selama safari maulid juga melibatkan masyarakat sekitar yang tidak langsung terlibat dalam acara. Banyak warga lokal yang menyediakan jasa transportasi, parkir, hingga akomodasi bagi jamaah yang datang dari luar daerah. Hal ini menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan menyebar ke berbagai sektor, seperti jasa dan logistik. Dengan demikian, acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam perputaran ekonomi yang diciptakan oleh safari maulid, meskipun mereka tidak terlibat langsung dalam acara tersebut. Secara keseluruhan, safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah membuktikan bahwa kegiatan keagamaan memiliki potensi ekonomi yang besar. Tidak hanya sebagai sarana spiritual, tetapi juga sebagai platform untuk mendorong ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan pedagang, donasi jamaah, dan partisipasi masyarakat dalam menyediakan jasa dan barang. Fenomena ini menegaskan pentingnya memahami acara keagamaan tidak hanya dari segi spiritualitas, tetapi juga dari perspektif ekonomi, terutama dalam mendukung keberlanjutan ekonomi komunitas lokal. Dampak Sosial Ekonomi Tradisi safari maulid di Majelis Riyadlul Jannah memberikan dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Dari sisi ekonomi, acara ini menciptakan lapangan pekerjaan sementara bagi pedagang dan pekerja lepas yang membantu jalannya acara. Sedangkan dari sisi sosial, acara ini mempererat hubungan antar jamaah serta memperkuat rasa solidaritas melalui partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Tradisi safari maulid di Majelis Riyadlul Jannah memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan sementara bagi masyarakat lokal. Selama acara berlangsung, banyak pedagang kaki lima, penjual makanan, dan penyedia jasa seperti transportasi dan parkir yang mendapatkan keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa safari maulid bukan hanya sekedar peristiwa keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan aktivitas ekonomi bagi komunitas di sekitar majelis. Dengan banyaknya jamaah 15 Karim. AuDinamika Tradisi Maulid Di Indonesia. Ay 16 Ramadhan Razali. AuPerilaku Konsumen: Hedonisme Dalam Perspektif Islam,Ay Jurnal JESKape 4, no. : 115Ae124. 17 Puji Rohimah. AuTradisi Safari Maulid Nabi Muhammad SAW (Studi Living QurAoan Desa Bukit Raya Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau Kalimantan Tenga. Ay (Universitas Islam Negeri Prof. Kyai Haji Saifuddin Zuhri, 2. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 yang hadir, pedagang dan pekerja lepas mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan mereka dalam waktu singkat. Peningkatan aktivitas ekonomi selama safari maulid tidak hanya memberikan manfaat bagi pedagang lokal, tetapi juga membuka peluang bagi usaha kecil menengah (UKM) untuk memasarkan produk mereka. Beberapa UKM di sekitar majelis sering memanfaatkan momen ini untuk menawarkan produk-produk khas, seperti makanan tradisional, suvenir, dan barangbarang keagamaan. Ini menunjukkan bahwa safari maulid tidak hanya mendukung pedagang individu, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor usaha yang lebih luas. Dengan demikian, acara ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. Pendapat dari sisi sosial, safari maulid juga berperan dalam mempererat hubungan antar Acara ini menjadi tempat bagi masyarakat untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat ikatan sosial melalui kegiatan bersama seperti dzikir dan pengajian. Interaksi sosial yang tercipta selama acara membuat jamaah merasa lebih dekat satu sama lain, terlepas dari latar belakang sosial dan ekonomi mereka. Kebersamaan yang terbangun dalam suasana religius ini tidak hanya memperkuat hubungan antar individu, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dalam komunitas keagamaan secara keseluruhan. Selain mempererat hubungan antar jamaah, safari maulid di Majelis Riyadlul Jannah juga memperkuat solidaritas melalui partisipasi dalam kegiatan sosial. Banyak jamaah yang secara sukarela memberikan donasi atau sumbangan untuk mendukung acara dan kegiatan sosial lainnya yang diselenggarakan oleh majelis. Donasi ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan acara, tetapi juga untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di sekitar majelis. Kegiatan seperti ini mencerminkan tingginya semangat gotong royong dan saling membantu di kalangan jamaah, yang pada akhirnya memperkuat kohesi sosial di dalam komunitas. Secara keseluruhan, tradisi safari maulid di Majelis Riyadlul Jannah memberikan dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Selain memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, acara ini juga mempererat hubungan antar jamaah dan memperkuat rasa solidaritas melalui partisipasi dalam kegiatan sosial. Dengan demikian, safari maulid tidak 18 Rahman. AuEconomic Impact of Religious Events on Local Markets: A Study on Islamic Festivals. Ay 19 Arifin Hidayat. AuPerilaku Konsumsi Keagamaan Di Indonesia: Studi Kasus Pada Acara Keagamaan Di Jawa Timur,Ay Jurnal Ekonomi Islam 6, no. : 110Ae122. 20 Mohamad Nuryansah and Muhammad Izzul Haq. AuSocial Solidarity in The Moment of The ProphetAos Maulid: A Living Hadith Study on The Weh-Wehan Tradition during The Celebration of The ProphetAos Maulid in Kaliwungu Community,Ay Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora 9, no. : 162Ae179. 21 Agus Suryanto. AuKohesi Sosial Dalam Masyarakat Muslim: Studi Kasus Pada Acara Maulid Nabi,Ay Jurnal Sosiologi Islam 4, no. : 65Ae78. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 hanya menjadi peristiwa religius, tetapi juga memainkan peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat. PENUTUP Simpulan Kesimpulannya, safari maulid di Majelis Maulid Wat TaAolim Riyadlul Jannah menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya memiliki dampak spiritual, tetapi juga memengaruhi perilaku konsumtif masyarakat dan perputaran uang di sekitar acara. Peningkatan aktivitas ekonomi terlihat jelas dengan meningkatnya pendapatan pedagang kecil, terutama pedagang makanan, minuman, dan barang-barang keperluan ibadah. Safari maulid menjadi katalis yang signifikan bagi perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan sementara dan peluang usaha baru bagi pedagang dan penyedia jasa lokal. Dengan banyaknya jamaah yang hadir, terjadi perputaran uang yang cukup besar selama acara berlangsung, memberikan manfaat ekonomi bagi berbagai sektor masyarakat. Selain dampak ekonomi, acara ini juga memiliki efek sosial yang penting, yaitu mempererat hubungan antarjamaah dan memperkuat solidaritas sosial. Partisipasi aktif jamaah dalam memberikan donasi dan sumbangan menunjukkan adanya semangat gotong royong yang kuat, yang tidak hanya membantu kelancaran acara, tetapi juga mendukung kegiatan sosial di luar acara safari maulid. Dengan demikian, safari maulid tidak hanya berfungsi sebagai perayaan spiritual, tetapi juga menjadi sarana penggerak ekonomi lokal dan perekat sosial dalam komunitas, memperlihatkan peran strategis tradisi keagamaan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 6 Nomor 2/ Desember 2024 DAFTAR PUSTAKA