CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy https://doi. org/10. 25008/caraka. SYALMA FUJIYANTI KOKOM KOMARIAH SUSIE PERBAWASARI Universitas Padjadjaran - Indonesia ABSTRACT The application of the Kishstenketsu narrative structure in writing video feature scripts is a strategic approach to conveying sensitive issues such as sugar addiction in children in a reflective and nonjudgmental manner. This four-part narrative structure originating in East Asia emphasizes harmony and perspective shifts driven by the element of rotation . , rather than conflict-based confrontation. In the context of health communication, this structure serves not only as a plot framework but also as a narrative strategy to reduce psychological resistance among the audience, particularly among parents and caregivers. The purpose of this paper is to explain how the application of the Ki . Shs . Ten . , and Ketsu . acts are implemented in the video feature script AuUnderstanding Sugar Addiction in Children: Dangers and Solutions. Ay The creation process includes pre-production . W1H brainstorming, literature research, idea mappin. , production . cript writing, interviews with sources, storyboardin. , and post-production . ranscription, post-shoot scripting, and editin. The final work demonstrates that Ki and Shs successfully built an informative and non-confrontational narrative foundation, while Ten introduced a shift in perspective by highlighting the systemic aspects of sugar addiction. The Ketsu section then formulates practical solutions within a family context, reinforcing the call to action without blaming any party. The collaboration of these four acts makes the educational message more communicative, solutionoriented, and transformative, while reinforcing the role of video features as a relevant medium for child health advocacy. Keywords: Kishstenketsu. Scriptwriting. Storytelling. Sugar Addiction. Video Features. ABSTRAK Penerapan struktur naratif Kishstenketsu dalam penulisan naskah video feature merupakan pendekatan strategis dalam menyampaikan isu sensitif seperti adiksi gula pada anak secara reflektif dan tidak menghakimi. Struktur naratif empat babak asal Asia Timur ini menekankan harmoni dan perubahan perspektif yang digerakkan oleh elemen putaran . , bukan oleh konfrontasi berbasis Dalam konteks komunikasi kesehatan, struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai kerangka alur, tetapi juga sebagai strategi naratif untuk mengurangi resistensi psikologis audiens, khususnya dari kalangan orang tua dan pengasuh anak. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penerapan babak Ki . Shs . Ten . , dan Ketsu . diimplementasikan dalam naskah video feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 SolusiAy. Proses penciptaan meliputi tahap pra-produksi . rainstorming 5W1H, riset literatur, pemetaan id. , produksi . enulisan naskah, wawancara narasumber, penyusunan kerangka cerit. , dan pascaproduksi . ranskrip, penyusunan post-shoot script, dan naskah editin. Hasil karya menunjukkan bahwa Ki dan Shs berhasil membangun fondasi naratif yang informatif dan non-konfrontatif, sementara Ten memunculkan perubahan perspektif dengan menyoroti aspek sistemik dari isu adiksi Babak Ketsu kemudian merumuskan solusi praktis dalam konteks keluarga, memperkuat ajakan bertindak tanpa menyalahkan pihak manapun. Kolaborasi keempat babak ini menjadikan pesan edukatif lebih komunikatif, solutif, dan transformatif, serta memperkuat peran video feature sebagai media advokasi kesehatan anak yang relevan. Kata kunci: Kishstenketsu. Penulisan Naskah. Story Telling. Sugar Addiction. Video Feature AuthorAos email correspondent: syalma21002@mail. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025: Syalma Fujiyanti Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: July 31, 2025. Revised: August 13, 2025. Accepted: December 1, 2025 PENDAHULUAN Di tengah derasnya arus informasi, media massa memegang peran krusial dalam membentuk persepsi, pengetahuan, dan perilaku masyarakat. Efektivitas penyampaian pesan sangat bergantung pada pemilihan format media yang strategis. Dalam konteks ini, video feature seringkali dipilih sebagai medium untuk mengkomunikasikan isu-isu kompleks seperti kesehatan karena kemampuannya memadukan narasi emosional dengan paparan data Kemampuan format audio-visual untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku kesehatan yang positif telah terbukti signifikan (Gantina et al. , 2. Selain itu Putri & Dewi . dalam penelitiannya menggaris bawahi, storytelling dalam video edukasi merupakan cara yang efektif dan efisien untuk mengedukasi masyarakat secara luas. Keberhasilan sebuah karya audio-visual, terutama yang bertujuan persuasif, bergantung pada kekuatan perencanaan dan manajemen komunikasi sebagai langkah strategis dalam menyampaikan informasi (Paramasari & Nugroho, 2. Hal tersebut sangat bergantung pada kekuatan dan ketepatan penulisan naskah yang menjadi landasannya. Penulis naskah memegang peran sentral karena bertugas merepresentasikan ide cerita secara tertulis sebelum diwujudkan dalam bentuk visual. Naskah yang baik akan memperkuat penyampaian pesan kepada audiens, sementara naskah yang lemah cenderung menghasilkan karya yang kurang efektif. Proses penulisan ini pun tidak sederhana. pemilihan kata dan penyusunan kalimat harus dilakukan secara cermat agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat (Hardjito, 2. Dengan kata lain, memiliki data yang valid tidak menjamin pesan tersebut akan diterima dan ditindaklanjuti oleh Pesan harus dibingkai dalam sebuah format yang menarik dan mudah dicerna. Untuk menjembatani antara penyajian informasi dan adopsi perilaku, komunikasi kesehatan modern semakin mengandalkan kekuatan penceritaan atau storytelling. Penceritaan bukan sekadar teknik, melainkan mode komunikasi yang mampu melibatkan, menginspirasi, dan memotivasi individu untuk melakukan perubahan. Berbeda dengan menyampaikan fakta secara langsung, narasi atau cerita menciptakan koneksi emosional dengan audiens, membuat informasi kesehatan menjadi lebih mudah diakses, diingat, dan terasa relevan dengan kehidupan mereka (Jackson et al. , 2. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Ketika pesan tersebut dibungkus dalam sebuah cerita, audiens menjadi lebih terbuka dan reseptif. Sejumlah penelitian meta-analisis mengonfirmasi bahwa narasi memiliki keunggulan persuasif dibandingkan penyajian data non-naratif, terutama dalam mengurangi resistensi terhadap pesan kesehatan (Bekalu et al. , 2. Dengan demikian, penceritaan menjadi pendekatan strategis untuk mengubah pengetahuan menjadi kesadaran, dan kesadaran menjadi tindakan nyata. Apabila penceritaan adalah strategi komunikasi, maka struktur naratif dapat didefinisikan sebagai kerangka dasar yang mengatur urutan peristiwa, mengelola alur informasi dan emosi, serta pada akhirnya membentuk bagaimana audiens mengalami dan menginterpretasikan cerita. Pemilihan struktur ini merupakan keputusan strategis yang paling fundamental dalam proses penulisan, karena akan menentukan bagaimana sebuah ide direpresentasikan secara tertulis sebelum bertransformasi jadi media visual (Hardjito, 2. Dalam hal ini, penulis menerapkan teknik struktur penceritaan kishstenketsu. Kishstenketsu adalah struktur naratif empat babak yang berakar dari tradisi penceritaan Asia Timur (China. Jepang, dan Kore. Struktur ini terdiri dari. Ki . Shs (Pengembanga. Ten (Putaran atau twis. , dan Ketsu (Kesimpula. (Noall, 2025. Powell. Banyak penulis bersandar pada struktur penceritaan Barat yang berpusat pada konflik. Namun, di sini penulis memutuskan menggunakan struktur kishstenketsu pada naskah video feature mengenai kecanduan gula pada anak, karena isu Aukecanduan gula pada anakAy merupakan topik yang sangat sensitif bagi target audiens utama, yaitu para orang tua. Pendekatan naratif yang bersifat langsung dan konfrontatif, sebagaimana yang sering ditemukan dalam struktur berbasis konflik, berisiko tinggi memicu mekanisme pertahanan psikologis seperti rasa bersalah, penyangkalan, atau penolakan (Semino et al. , 2. Jika orang tua merasa dituduh atau dihakimi, mereka cenderung akan menolak pesan yang disampaikan, yang pada akhirnya menggagalkan tujuan utama dari kampanye edukasi Di sinilah letak keunggulan strategis kishstenketsu, yang tidak tergerak oleh konflik melainkan terletak pada ten . , yang menggeser fokus dari penyelesaian konflik menjadi momen pencerahan atau realisasi. Struktur ini tidak digerakan oleh konfrontasi, melainkan oleh penjajaran ide dan pengungkapan yang mengejutkan (Noall, 2. , sehingga penerapan struktur kishstenketsu ini akan relevan ketika diterapkan pada isu kesehatan masyarakat yang mendesak, salah satunya, saat ini tanpa disadari yang sedang kita hadapi bersama adalah bahaya sugar addiction atau bahaya kecanduan gula, terutama pada anak. Sugar addiction atau kecanduan gula adalah kondisi dimana seseorang kesulitan mengendalikan keinginan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Gula banyak digunakan dalam industri makanan maupun sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan intensitas sensorik, terutama pada makanan dengan berbagai rasa manis tertentu. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah ketika mengkonsumsi glukosa dalam jumlah besar ke dalam tubuh terutama otak, sehingga dapat menghasilkan efek yang mirip dengan zat psikoaktif. Ketika seseorang mengkonsumsi glukosa secara berlebihan dapat memicu reaksi otak yang menyerupai efek obat-obatan yang mempengaruhi pikiran dan perilaku (Chapelot. Melihat fenomena tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat isu tersebut ke dalam sebuah karya video feature edukatif. Format ini dipilih karena video feature memungkinkan eksplorasi isu secara kontekstual, menyeluruh, dan humanistik karena menekankan pada penceritaan . arrative storytellin. yang kaya data dan emosi. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Untuk memperkuat pendekatan komunikasinya, penulis tertarik menerapkan struktur kishstenketsu dalam naskah untuk menciptakan sebuah narasi edukatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif bagi cara pandang masyarakat, khususnya orang tua. Dengan demikian, dalam laporan tugas akhir ini penulis fokus pada pembahasan terkait bagaimana teknik penulisan kishstenketsu dalam naskah video feature berjudul AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy. Analisis ini bertujuan untuk menjelaskan proses kreatif dan teknis penulisan naskah dalam merancang komunikasi kesehatan yang efektif untuk mengubah pengetahuan dan perilaku masyarakat KERANGKA TEORI Dalam penulisan naskah video feature, struktur naratif memegang peran penting dalam membentuk alur cerita yang informatif, menarik, dan komunikatif. Video feature sebagai bentuk jurnalistik televisi memiliki ciri khas berupa penyajian fakta yang dikemas secara naratif dan human interest, dengan tujuan menggugah empati serta memberikan pemahaman yang mendalam terhadap isu yang diangkat. Penulisan naskah untuk video feature tidak hanya mengandalkan data dan fakta, tetapi juga membutuhkan pendekatan naratif yang mampu membangun keterlibatan emosional audiens terhadap tema yang disajikan. Salah satu pendekatan naratif yang semakin banyak diadopsi dalam penulisan kreatif dan media adalah Kishstenketsu, sebuah struktur naratif tradisional Jepang yang terdiri dari empat tahap: Ki . engenalan topi. Shs . engembangan atau elaboras. Ten . wist atau perubahan perspekti. , dan Ketsu . esimpulan atau penegasan kembal. Berbeda dengan struktur naratif Barat yang sering berpusat pada konflik sebagai elemen penggerak cerita. Kishstenketsu memungkinkan narasi berkembang tanpa konfrontasi, namun tetap membangun ketegangan melalui perubahan sudut pandang atau pengungkapan informasi baru yang mengejutkan. Struktur Kishstenketsu sangat relevan untuk penulisan naskah feature yang bersifat edukatif seperti AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy. Dalam konteks ini, tahap Ki dapat dimulai dengan pengenalan tentang kebiasaan konsumsi gula pada anak-anak. Shs mengembangkan fakta-fakta medis dan sosial yang mendukung bahaya konsumsi gula Ten memberikan kejutan berupa konsekuensi atau dampak nyata dari sugar addiction yang mungkin belum disadari masyarakat. sementara Ketsu menyajikan solusi, edukasi, atau ajakan untuk perubahan pola konsumsi. Dengan struktur ini, informasi disampaikan secara bertahap dan terarah, sekaligus menciptakan ruang perenungan bagi audiens tanpa harus menimbulkan konflik dramatis. Pendekatan Kishstenketsu juga mencerminkan estetika naratif Timur yang menekankan keseimbangan, koherensi, dan kedalaman makna. METODOLOGI Karya ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode penelitian praktik kreatif . ractice-based researc. , di mana penulisan naskah video feature menjadi bagian dari proses penelitian itu sendiri. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis teknik penulisan naskah video feature edukatif yang menerapkan struktur naratif Kishstenketsu dalam menyampaikan tema sugar addiction pada anak. Peneliti berperan langsung sebagai penulis naskah, sehingga proses kreatif mulai dari riset topik, pengembangan struktur narasi, hingga penyusunan naskah menjadi data primer penelitian ini. Jenis penelitian bersifat deskriptif-analitis untuk menjelaskan bagaimana struktur empat tahap Kishstenketsu diterapkan secara strategis dalam konstruksi naskah. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Data primer diperoleh dari hasil penulisan naskah video feature Kenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan Solusi, serta dokumentasi proses kreatif seperti catatan riset, kerangka penulisan, dan draf revisi. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari literatur terkait teknik penulisan naskah jurnalistik, teori naratif, dan referensi tentang struktur Kishstenketsu. Pengumpulan data dilakukan melalui refleksi terhadap proses kreatif, analisis isi naskah yang telah ditulis, serta studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan meliputi segmentasi naratifAiyakni mengidentifikasi bagian naskah yang mewakili masing-masing tahap Ki. Shs. Ten, dan KetsuAidan analisis tematik untuk menilai koherensi naratif serta daya edukatif Melalui pendekatan ini, penelitian ini tidak hanya mengungkap bagaimana struktur Kishstenketsu dapat diadopsi dalam penulisan naskah video feature, tetapi juga menunjukkan potensinya dalam membentuk narasi edukatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dicerna oleh masyarakat luas. HASIL DAN PEMBAHASAN Video feature berjudul "Kenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan Solusi" adalah sebuah karya audio-visual berdurasi 15 menit yang dirancang untuk mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua, mengenai bahaya kecanduan gula pada anak serta solusi yang dapat Karya ini secara spesifik menggunakan struktur naratif empat babak asal Asia Timur, yaitu kishstenketsu, untuk menyajikan informasi secara transformatif, tidak hanya Tujuannya untuk menggeser fokus narasi dari penyelesaian konflik menjadi momen pencerahan, sehingga audiens dapat merefleksikan kembali pemahaman mereka tentang konsumsi gula pada anak. Dalam proyek ini, penulis berperan sebagai penulis naskah . Peran ini mencakup tanggung jawab krusial dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Pada praproduksi, penulis melakukan riset mendalam mengenai isu kecanduan gula melalui studi literatur dan data dari lembaga kredibel seperti IDAI dan CISDI, merumuskan ide dan konsep karya, menentukan narasumber ahli, hingga menyusun kerangka naskah awal . re-shoot Pada tahap produksi, penulis menyusun daftar pertanyaan wawancara yang terstruktur untuk menggali informasi dari narasumber. Di tahap pasca-produksi, penulis mentranskripsi hasil wawancara dan menyusunnya menjadi naskah final . ost-shoot scrip. yang utuh berdasarkan alur kishstenketsu, serta membuat naskah editing sebagai panduan teknis bagi editor video. Karya ini akan dipublikasikan melalui kanal YouTube dengan harapan dapat menjangkau audiens yang luas dan menjadi bahan literasi gizi serta advokasi bagi para pemangku kebijakan. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa kecanduan gula pada anak merupakan isu kompleks yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sistemik seperti pelabelan produk, dan solusi utamanya berawal dari peran aktif keluarga di rumah. Analisis dan Sintesis Karya Bagian ini memuat analisis dan sintesis dari seluruh komponen naratif dalam video feature "Kenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan Solusi" berdasarkan landasan konseptual penciptaan. Analisis ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penerapan struktur kishstenketsu selaras dengan tujuan penciptaan karya, yaitu membangun narasi edukasi kesehatan yang efektif dan transformatif. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Analisis Struktur Babak Ki (A) Ae Pengenalan Babak Ki berfungsi untuk memperkenalkan situasi awal tanpa menghadirkan konflik Dalam karya ini, penulis memperkenalkan fenomena konsumsi gula sebagai kebiasaan yang melekat pada kehidupan anak-anak Indonesia. Di sini penulis mengenalkannya secara reflektif dan membuka sejauh mana masalah tersebut dapat berdampak tanpa memperkenalkan konflik besar. Tujuannya adalah membangun fondasi agar audiens dapat memahami konteks cerita dan membangun koneksi emosional awal, sekaligus memunculkan pertanyaan kritis yang akan berkembang di babak selanjutnya. Tabel 1. Penerapan Babak Ki (A) dalam Karya Babak 1: Ki (A) - Pengenalan: Dunia Manis Anak-Anak EXT. HALAMAN Ae SIANG Anak-anak minum minuman manis, close-up wajah bahagia VOICE OVER Apa jadinya jika setiap tetes manis ini sebenarnya menjerat masa depan anak kita? MONTAGE BERITA Ae SIANG Kompilasi berita anak obesitas, diabetes, dan gagal ginjal (Tidak ada dialog/ suara asli berit. LAYAR GELAP Ae TRANSISI JUDUL Tulisan muncul: AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy EXT. HALAMAN SEKOLAH Ae SIANG Anak-anak sedang membeli jajanan manis (B-roll anak SD mengambil es kri. VOICE OVER Entah dari dinginnya es krim atau legitnya kudapan lain. Setiap hari, jutaan rasa manis menjadi penanda kebahagiaan bagi anak-anak. GRAFIK ILUSTRASI Ae ANIMASI Makanan dan minuman berpemanis dalam kemasan serta deretan jajanan manis. VOICE OVER Tapi, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat rasa manis itu masuk? INT. RUANG WAWANCARA Ae SIANG Wawancara dengan Dokter Spesialis Anak Ilustrasi otak anak, bagian Aureward systemAy menyala terang saat mengonsumsi gula DOKTER SPESIALIS ANAK AuMemang beberapa studi mengatakan bahwa pemberian gula pada anak akan menaikkan kadar gula dalam Namanya hiperglikemia, naik ke darahnya. Dan ternyata itu juga bisa merangsang pelepasan satu neurotransmitter yang namanya dopamin. Jadi itu sama dengan memberikan rasa senang pada anak, rasa Dan tentu semua anak yang sedang bertumbuh berkembang, terutama sedang dalam taraf dia mencari tahu, dia sedang bereksplorasi, jika menemukan suatu zona nyaman, dia akan senang dan akan mengulangi berulang-ulang dengan hal yang sama. Jadi kalau misalnya seorang anak itu mengkonsumsi gula dan dia merasa senang, itu sangat rawan ya, menjadi adiksi ya, karena merasa senang. Ay Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 INT. RUANG WAWANCARA Ae SIANG Wawancara dengan Psikolog Klinis Anak & Remaja B-roll hasil penelitian jurnal PSIKOLOG KLINIS AuNah ini diindikasi jika anak sudah terlalu berlebihan dan tidak bisa menghindari makanan manis, ini sudah ada gejala-gejala untuk kecanduan. Nah walaupun sebetulnya sugar addiction atau kecanduan pada gula ini belum termasuk ke dalam catatan di buku diagnostik manual, bukan termasuk gangguan patologis yang disepakati bersama para ahli, tapi memang para ahli sedang concern membahas hal ini apakah memang setara dengan kecanduan obat-obatan atau tidak. Ay Narasi tersebut memperlihatkan bahwa rasa manis tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga diasosiasikan dengan kebahagiaan, hadiah, dan kenyamanan sejak usia dini. Selain itu, setting utama dalam babak ini mencakup lingkungan sekitar dan minimarket. Pemilihan lokasi ini menegaskan bahwa konsumsi gula berlebihan bukan fenomena ekstrim, melainkan sesuatu yang berlangsung dalam keseharian anak-anak. Hal ini memperkuat pesan bahwa masalah kesehatan sering kali berakar dari kebiasaan yang dianggap wajar. Berdasarkan analisis, babak Ki dalam video feature ini berhasil meletakkan fondasi narasi: memperkenalkan fenomena dunia manis anak secara tampak biasa, lalu secara emosional menggeser suasana menjadi waspada ringan. Langkah ini selaras dengan prinsip Kishstenketsu bahwa bagian awal bertujuan membangun konteks dan keterlibatan awal tanpa menciptakan konflik langsung (McIntosh, 2023. Richings, 2. Selain itu. Green & Fitzgerald . menjelaskan, hal tersebut merupakan sebuah strategi untuk membuat audiens merasa AuterbawaAy atau tenggelam dalam dunia naratif, dan hal tersebut secara efektif menyelipkan pesan melewati gerbang pertahanan reaktansi Dengan kata lain, teori reaktansi psikologis menjelaskan bahwa struktur Ki memungkinkan Aualur emosionalAy untuk dimulai dari keadaan netral atau positif. Analisis Struktur Babak Shs (O) Ae Pengembangan Setelah penonton diperkenalkan pada realitas konsumsi gula dalam keseharian anakanak melalui babak Ki, narasi berlanjut ke babak Shs dengan mengembangkan informasi secara lebih rinci dan sistematis. Pada babak ini, penulis memperdalam pemahaman audiens terhadap pola konsumsi gula yang berulang dan dampaknya terhadap kesehatan fisik maupun psikologis anak. Narasi mulai bergeser dari sekadar pengantar menjadi bentuk edukasi yang lebih informatif dengan penyertaan data, wawancara pakar, serta ilustrasi visual yang menekankan bahwa sugar addiction bukanlah hal sepele, tetapi sebuah persoalan kesehatan masyarakat yang perlu disikapi secara serius. Babak Shs memperkaya pengetahuan audiens dengan menyajikan fakta-fakta pendukung dan penjabaran ilmiah dari narasumber yang kredibel. Penyajian infografis peningkatan konsumsi gula dalam dua dekade terakhir memberikan konteks historis dan kuantitatif, sementara kutipan langsung dari dokter spesialis anak dan psikolog memperjelas hubungan antara konsumsi gula berlebih dan berbagai dampak medis, seperti obesitas, kerusakan gigi, hingga gangguan emosi dan perilaku. Visual anak-anak yang menolak makanan sehat dan mengalami gejala tantrum memperkuat pesan bahwa gula dapat mempengaruhi keseimbangan emosional dan perilaku anak secara nyata. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Tabel 2. Penerapan Babak Shs (O) dalam Karya Babak 2: Shs (O) - Pengembangan: Pola yang Berulang GRAFIK Ae SIANG Infografis yang menunjukkan peningkatan konsumsi gula dalam dua dekade terakhir VOICE OVER Dalam dua dekade terakhir, konsumsi minuman berpemanis meningkat hingga 15 kali lipat. Kini, 6 dari 10 orang Indonesia, termasuk anak-anak, mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali dalam sehari. INT. RUANG WAWANCARA Ae SIANG Wawancara dengan Dokter Spesialis Anak Ilustrasi efek konsumsi gula berlebih: lonjakan insulin, resistensi insulin, hingga kerusakan ginjal DOKTER SPESIALIS ANAK: AuSecara jangka pendek bisa beberapa resiko kesehatan terjadi misalnya dari segi kerusakan gigi nah itu jangan lupa anak yang makan permen berlebih gula dalam mulutnya juga lama dikunyahnya dan lain-lain itu juga bisa menimbulkan apa namanya gangguan dari giginya ya yang kedua juga bisa terjadi gangguan memang energi berlebih tadi ya jadi dia bisa lebih aktif terlihat lebih nggak bisa diem, itu bisa terjadi juga pada anak-anak yang memang mengkonsumsi gula berlebih. Tetapi yang lebih mengkhawatirkan justru tadi, jangka panjangnya. Jangka panjangnya adalah obesitas menghantui anak-anak yang mengkonsumsi gula berlebih. Dan tentu saja kalau sudah obesitas, akan beriringan yang lainnya yang bisa mengikuti Misalkan terjadi insulin resistant, dia berisiko mengalami diabetes melitus atau kencing manis, gangguan risiko penyakit jantung misalnya, itu menjadi lebih besar peluang terjadinya seperti itu. Ay INT. RUANG WAWANCARA Ae SIANG Wawancara dengan Psikolog Klinis Anak & Remaja B-roll anak menolak ketika diberi sayur PSIKOLOG KLINIS AuGejala perilaku yang tampak pada anak-anak sebetulnya yang perlu diwaspadai adalah ketika anak terus-terusan secara eksesif secara berlebihan ini meminta makanan yang manis begitu dan palet lidahnya jadi berubah ketika diberikan makanan makanan yang cukup netral seperti sayuran atau makanan-makanan real food lainnya yang kadar gulanya tidak terlalu tinggi. Seringkali juga pada beberapa anak itu merasa cemas, gelisah gitu ya ketika tidak mendapatkan makanan yang manis, artinya di sini ada craving untuk makanan-makanan yang mengandung gula, berlebih biasanya gitu ya. Pada anak yang lebih kecil barangkali menjadi tantrum kalau keinginannya tidak dipenuhi akan sangat sulit mengendalikan emosi dan sebetulnya terlalu naik turun sugar spike misalnya ya gulanya naik kemudian turun lagi itu juga membuat emosi relatif tidak stabil. Nah, jadi banyak anak-anak yang kemudian mood swing atau anak-anak yang hiperaktif menjadi lebih aktif lagi gitu ya. Itu dikarenakan sugar spike yang terjadi pada tubuh anak tersebut diindikasikan hal tersebut bisa membuat masalah-masalah perilaku yang berkaitan dengan emosi juga sehingga kontrol diri itu lebih sulit dilakukan pada anak-anak. Ay Penerapan pendekatan ekspositori dalam babak ini sejalan dengan karakteristik struktur Kishstenketsu, di mana bagian Shs tidak bertugas membangun konflik, melainkan memperluas pemahaman audiens terhadap situasi yang telah dikenalkan sebelumnya. Alihalih menyodorkan ceramah langsung, penggunaan ilustrasi visual statistik, dan kutipan dari pakar mempermudah pemahaman audiens. Babak ini tidak memperkenalkan elemen baru, melainkan mengelaborasi tema yang sudah diperkenalkan di babak Ki. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Jika Ki memperkenalkan Augula memberikan rasa senangAy, maka Shs mengembangkannya menjadi Aupola rasa senang yang berulang ini memicu perilaku adiktif dan dampak kesehatan jangka panjang yang seriusAy. Narasi bertambah urgensi berkat data dan saran, tetapi tetap tidak berfokus pada konflik individu. Hal ini sejalan dengan Richings . , yang menegaskan, babak Shs mewakili perkembangan awal situasi tanpa menaikan tegangan, tetapi memperluas dan memperdalam pemahaman audiens terhadap tema. dan pendekatan ini sangat efektif dalam edukasi publik, karena memberi ruang bagi penonton untuk memproses informasi secara rasional dan emosional tanpa defensif. Analisis Struktur Babak Ten () - Putaran Babak Ten berperan sebagai titik balik dalam struktur naratif Kishstenketsu. Pada tahap ini, penulis mengarahkan alur cerita agar audiens dapat memandang isu sugar addiction dari sudut pandang baru yang tidak terduga sebelumnya. Jika pada babak Ki dan Shs narasi berfokus pada kebiasaan dan dampak konsumsi gula dari sisi individu, baik anak maupun orang tua, maka dalam babak ini perspektif bergeser ke dimensi eksternal yang lebih luas. Penulis menyoroti faktor-faktor struktural dan sistemik, seperti kurangnya edukasi publik, lemahnya regulasi pelabelan gizi, serta tekanan lingkungan sosial yang membuat kontrol konsumsi gula menjadi lebih sulit. Babak ini menjadi ruang bagi AutwistAy naratif, yang tidak menimbulkan konflik personal tetapi memunculkan kesadaran kolektif bahwa masalah sugar addiction pada anak bukan semata-mata salah individu, melainkan masalah sosial dan Tabel 3. Penerapan Babak Ten () dalam Karya Babak 3: Ten () - Putaran: Ancaman Tak Terlihat & Kegagalan Sistemik INT. MINIMARKET Ae SIANG Jajaran makanan/ minuman manis di etalase minimarket, dan anak jajan makanan/ minuman VOICE OVER Kita mungkin berpikir sudah membatasi permen atau cokelat. Tapi, fakta ini menimbulkan satu pertanyaan penting: Sejauh mana kita memahami apa yang sebenarnya dikonsumsi anak-anak kita? Terutama ketika kontrol kita terbatas, dan tekanan lingkungan begitu kuat. INT. RUMAH Ae SIANG Wawancara dengan Orang Tua ORANG TUA AuTantangannya dari luar contohnya kayak pengasuh atau nenek kakeknya mereka yang kurang terpapar informasi terkait batasan asupan gula untuk anak jadi anaknya itu asal dikasih gitu ngasih-ngasih. SPLIT SCREEN PRODUK SUSU Ae SIANG Ilustrasi gula pasir dituangkan sesuai jumlah kandungan gula ORANG TUA AuSoalnya aku pernah menggunakan satu produk gitu ya nah di produknya tuh ada kandungan gula tertera disitu berapa gram 7 gram sedangkan kan seorang anak itu jarang yang konsumsi produk tersebut taruhlah susu susu yang ada rasanya kadang mengkonsumsinya itu lebih dari sekali oke lah sekali minum 7 gram tapi kalau minumnya lebih dari sekali 2 atau 3 kali. Ay Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 GRAFIK ILUSTRASI Grafik perbandingan batas konsumsi gula harian dari WHO vs isi gula dalam satu kotak susu VOICE OVER Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan agar anak-anak usia dua tahun hanya mengkonsumsi maksimal 25 gram gula tambahan per hariAiitu setara dengan enam sendok teh kecil. Tapi tahukah kamu? American Heart Association bahkan merekomendasikan agar anak-anak tidak mengkonsumsi gula tambahan sama sekali. INT. RUANG WAWANCARA Ae SIANG Wawancara dengan Dokter Spesialis Anak DOKTER SPESIALIS ANAK AuJadi sebaiknya memang makanan, minuman yang mengandung gula ditulis dengan jelas. Kemudian juga kita harus mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mengkonsumsi itu sebaiknya kita baca labelnya, dibiasakan, dan dibayangkan seberapa banyak gula yang masuk. Contoh kalau dia makan mengandung 20 gram gula, itu kita bayangkan oh mungkin sekitar 5-6 sendok, gulanya kan banyak itu sebetulnya. Jadi saya rasa makanan, minuman yang mengandung gula, betul-betul kita harus waspadai. ORANG TUA AuJadi kalau misalnya ada nutri level atau pelabelan grading si nutrisi itu nah kita tuh jadi kaya oh ini tuh gini ya sebenernya ini tuh sebenernya isinya baik atau nutrisinya kurang seperti itu. GRAFIK ILUSTRASI Peta dunia, ilustrasi label Nutri-Level di berbagai negara. Tayangan Nutri-Score yang telah diterapkan di negara lain. VOICE OVER Banyak negara telah menggunakan sistem pelabelan gizi berwarna seperti Nutri-Level, yang memberikan gambaran umum tentang kandungan gula, garam, dan lemak secara lebih Di Indonesia, sistem serupa sedang dalam tahap pembahasan lintas sektor. Harapannya, sistem ini bisa membantu konsumen, termasuk orang tua, dalam memahami informasi gizi secara lebih praktis dan mudah diakses. Perubahan arah naratif dalam babak ini dilakukan dengan memperkenalkan dua elemen baru yang sebelumnya belum dibahas secara eksplisit: ancaman tersembunyi dari kandungan gula dalam produk sehari-hari, dan lemahnya sistem pelabelan gizi yang menyulitkan orang tua untuk mengendalikan asupan anak. Visualisasi produk susu yang tampaknya AusehatAy tetapi ternyata mengandung gula tinggi memberikan kejutan naratif yang kuat. Pernyataan orang tua tentang ketidaktahuan pengasuh serta kebiasaan membeli produk tanpa membaca label mempertegas bahwa kesadaran publik masih rendah. Grafik perbandingan rekomendasi WHO dengan kandungan gula aktual dalam produk anak memperkuat urgensi masalah, dan ditutup dengan ilustrasi Nutri-Level sebagai solusi regulatif yang telah diadopsi oleh negara lain. Dalam struktur Kishstenketsu, babak Ten tidak berfungsi untuk menciptakan konfrontasi dramatis, tetapi menghasilkan perubahan cara pandang secara mendalam. Setelah babak Ki dan Shs membangun pemahaman bahwa kecanduan gula adalah masalah kesehatan internal anak, pada babak Ten penulis memutar narasi 180 derajat. Sesuai dengan definisi Ten menurut Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Arnavas & Bellini . , perubahan arah dalam alur cerita yang diuraikan menciptakan momen pencerahan tanpa konfrontasi personal. Pada babak ini, diperkenalkan dua elemen baru yang tampaknya tidak berhubungan langsung, ancaman gula tersembunyi dalam produk sehari-hari dan kegagalan sistem pelabelan gizi. Putaran atau twist ini menggeser AukesalahanAy dari sekadar pola asuh orang tua menjadi masalah eksternal yang lebih besar dan kompleks. Hal ini menciptakan keadaan ketidaknyamanan psikologis pada audiens dan memaksa mereka untuk bertanya: AuBagaimana kami bisa melindungi anak kami jika sistemnya tidak mendukung?Ay dan menjadikannya sebagai puncak pencerahan, bukan konfrontasi, yang menjadi ciri khas babak Ten. Analisis Struktur Babak Ketsu (A. - Kesimpulan Pada babak Ketsu. AuputaranAy tak terduga dari babak Ten direkonsiliasi melalui narasi yang menyatukan semua isu dan menawarkan resolusi. Setelah penonton mengalami pencerahan konseptual pada babak Ten, kini narasi diarahkan untuk menyatukan semua isu yang telah diangkat dan mengajukan resolusi yang konkret serta aplikatif. Dalam karya ini, solusi difokuskan pada tindakan keluarga sebagai unit terkecil dan paling berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumsi anak. Penekanan diberikan pada peran orang tua sebagai role model, pentingnya membaca label gizi, membiasakan pola makan alami, serta penggunaan strategi pendampingan seperti reward dan terapi berbasis keluarga. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah: jika sistem belum sepenuhnya mendukung, maka rumah adalah tempat pertama untuk memulai Tabel 4 Penerapan Babak Ketsu (A. dalam Karya Babak 4: Ketsu (A. - Kesimpulan: Kembali ke Rumah. Kembali ke Solusi INT. MINIMARKET Ae SIANG Ilustrasi keluarga dengan pola hidup sehat VOICE OVER Maka dari itu, di tengah ketidakpastian sistem, keluarga tetap menjadi pondasi utama. INT. RUANG WAWANCARA - SIANG Wawancara dengan Orang Tua Orang tua memilih buah dan sayur ORANG TUA AuKalau saya sih tetapi nomor satu lebih mengutamakan untuk memasak sendiri di rumah mengandalkan dari bahan-bahan alami real food yang betul-betul bahan makanan gitu kalau terpaksa harus menggunakan produk pabrikan ya saya dilihat lagi apa sih kembali lagi kepada komposisinya gitu sesuai kebutuhan anak kayak misalnya memilih bubur bubur untuk bayi dilihat kandungan berasnya seberapa banyak gitu terus apakah ada pengawetnya atau tidak terus kadar gulanya. Ay INT. RUANG WAWANCARA Ae SIANG Wawancara dengan Dokter Spesialis Anak dan Psikolog Klinis DOKTER SPESIALIS ANAK AuJadi untuk mencegah anak itu tidak mengkonsumsi gula berlebih ataupun adiksi dengan gula, ada satu hal yang suka lupanya itu role model. Orang tuanya harus memberi contoh terlebih dulu. Jika orang tuanya memaksa anak jangan makan gula, jangan mengandung Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 minuman malas dan lainnya, tetapi orang tua di rumah memberi contoh, setiap harinya makanan yang mengandung gula yang tinggi, minuman juga mengandung gula yang tinggi, maka itu akan sulit anak berubah. Karena yang dia lihat, yang dia contoh adalah orang tua yang berperilaku juga mengkonsumsi gula yang tinggi. Jadi untuk mengatur agar anak tidak mengalami asupan gula berlebih, tentu saja peran orang tua diantaranya adalah menjadi role model. Kalau dia berhasil memberikan contoh kepada anaknya, nanti akan lebih sukses untuk melakukan manajemen pengaturan asupan gula dari makanan dan minuman. PSIKOLOG KLINIS Auada juga terapi-terapi terstruktur lainnya, seperti misalnya family-based therapy atau cognitive behavior therapy untuk anak-anak yang lebih besar. Family-based therapy biasanya kita menyasar keluarga, termasuk lifestyle satu keluarga, sehingga gaya hidup terutama terhadap makanan gitu ya pola makan dan bagaimana dia mengatasi mereka mengatasi stress life-nya itu copingnya bukan dengan mencari yang manis-manis tapi jadi dibantu supaya punya coping strategi terhadap stress yang lebih sehat gitu sehingga makanan manis ini bisa dihindari gitu. Nah, yang familiar mungkin terakhir, generic banget, umum banget, bisa dilakukan oleh siapapun biasanya kalau anak-anak ini pakai reward gitu Reward makanan sehat, kita biasakan setiap hari kalau hari ini bisa makan makanan sehat kamu dikasih stiker gitu, nanti baru setelah dua minggu atau tiga minggu gitu ya, si stiker itu bisa ditukar dengan satu permen. sehingga nanti efeknya intake satu permen gitu ya udah udah di udah di dibantu duluan dengan makanan sehat yang diberikan selama dua minggu. Ay EXT. HALAMAN SEKOLAH Ae SIANG Makanan manis dan kompilasi anak-anak mengkonsumsi makanan/minuman manis Layar hitam dengan teks subtitle VOICE OVER Adiksi gula pada anak adalah bom waktu yang bisa dicegah. Inilah saatnya kita mengambil Untuk anak-anak kita, untuk masa depan Indonesia. Sehat Tanpa Gula! Layar hitam dengan teks kampanye AuGenerasi Sehat Menuju IndonesiaAy Tampilan hashtag kampanye: #SehatTanpaGula #StopSugar #GenerasiSehat2045 Babak Ketsu dimulai dengan adegan yang merepresentasikan keluarga sebagai aktor utama dalam mengubah pola konsumsi. Wawancara dengan orang tua mengungkap pilihan untuk memasak sendiri, memilih bahan makanan alami, dan menghindari produk tinggi gula dengan membaca label secara teliti. Disusul oleh penekanan dari dokter anak mengenai pentingnya menjadi contoh yang baik, bahwa edukasi paling efektif dimulai dari tindakan, bukan larangan. Psikolog klinis turut menambahkan pentingnya pendekatan berbasis keluarga seperti family-based therapy atau cognitive behavioral therapy untuk membantu anak membentuk strategi coping yang sehat. Keseluruhan narasi ditutup dengan ajakan kolektif melalui hashtag Au#SehatTanpaGulaAy, mengarahkan penonton pada tindakan nyata. Babak ini menjawab pertanyaan yang muncul di babak Ten: AuJika sistemnya gagal, apa yang bisa kita lakukan?Ay, jawabannya adalah: AuKembali ke Rumah. Kembali ke SolusiAy. Babak ini mengikat kembali narasi tentang bahaya gula pada anak (Ki dan Sh. dengan kesadaran akan tantangan sistemik (Te. , dan menyimpulkan bahwa solusi paling fundamental dan efektif justru berada di dalam unit terkecil, yaitu keluarga. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Pemberian solusi praktis seperti menjadi role model dan terapi berbasis keluarga memberikan pencerahan dan kesimpulan yang harmonis, bukan sekadar penyelesaian masalah, yang sejalan dengan esensi dari babak Ketsu. Selaras dengan Arnavas & Bellini . , yang menyatakan. Ketsu menggabungkan segala unsur untuk menutup narasi dengan Dan pilihan untuk menutup dengan ajakan kampanye publik memperkuat efek sosial dari pesan yang disampaikan. Babak ini tidak menyuguhkan penyelesaian dramatis, melainkan ikut mendorong audiens untuk merasa memiliki tanggung jawab. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan analisis terhadap proses penulisan naskah video feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy, dapat disimpulkan bahwa penggunaan struktur Kishstenketsu memberikan kerangka naratif yang efektif dan relevan dalam menyampaikan isu adiksi gula pada anak secara persuasif, namun tetap edukatif. Setiap babak dalam struktur ini memiliki fungsi yang saling melengkapi dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keseluruhan pesan yang ingin disampaikan melalui naskah, sebagai berikut: Babak Ki (Pengenala. berhasil berfungsi sebagai pintu masuk yang membangun rasa keterhubungan dengan audiens. Dengan menggambarkan dunia anak-anak yang tampak bahagia saat mengonsumsi makanan dan minuman manis, babak ini menghindari penyampaian pesan yang menghakimi. Penggunaan pertanyaan reflektif seperti AuApa jadinya jika setiap tetes manis ini sebenarnya menjerat masa depan anak kita?Ay menjadi teknik naratif yang efektif dalam mengarahkan audiens, khususnya para orang tua, untuk menyadari bahwa kebiasaan manis yang terlihat normal sebenarnya dapat menyimpan bahaya tersembunyi. Strategi ini membuat audiens lebih terbuka terhadap informasi yang akan disampaikan . Penerapan babak Shs (Pengembanga. efektif dalam pendalaman informasi yang sebelumnya telah diperkenalkan di babak Ki. Babak ini tidak mengubah arah cerita, melainkan memperkuatnya dengan menyajikan data statistik mengenai peningkatan konsumsi berpemanis untuk menunjukan skala masalah. Selain itu, konsep adiksi dikembangkan lebih lanjut melalui penjelasan narasumber mengenai gejala-gejala perilaku yang spesifik, seperti perubahan selera makan anak dan munculnya rasa cemas, serta dampak kesehatan jangka panjang yang lebih serius, seperti obesitas dan diabetes. Peran babak Shs dalam penulisan naskah ini adalah sebagai pilar edukatif utama dalam narasi, yang membekali audiens dengan pengetahuan faktual yang komprehensif sebelum dibawa menuju klimaks cerita. Penerapan babak Ten (Putara. menjadi justifikasi utama mengapa struktur Kishstenketsu sangat sesuai untuk topik advokasi kesehatan. Peran babak ini terbukti efektif memberikan twist tematik yang menggeser perspektif audiens dari masalah individu menjadi masalah sistemik. Dengan memperkenalkan elemen baru seperti Auancaman tak terlihatAy pada label gizi dan Aukegagalan sistemikAy pada regulasi, babak Ten berhasil menciptakan momen pencerahan tanpa menyalahkan audiens. Hal ini mencegah resistensi psikologis dan justru mendorong pemikiran kritis, yang merupakan tujuan penting dalam sebuah video edukasi. Penerapan babak Ketsu . sebagai penutup narasi edukatif karena perannya adalah memberikan resolusi yang memberdayakan . Setelah audiens memahami kompleksitas masalah dari babak Ten, babak Ketsu tidak hanya merangkum, tetapi juga merekonsiliasi masalah sistemik dengan solusi praktis di level keluarga. Dengan menyajikan saran konkret dan diakhiri ajakan bertindak yang positif, peran babak ini adalah mengubah kesadaran yang terbangun menjadi sebuah motivasi untuk melakukan perubahan. Teknik Penulisan Kishstenketsu dalam Naskah Video Feature AuKenali Sugar Addiction pada Anak: Bahaya dan SolusiAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 309-324 Menunjukkan bahwa penerapan struktur Kishstenketsu dalam penulisan naskah mampu menghasilkan akhir yang solutif dan inspiratif. DAFTAR PUSTAKA