Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 JACE (Journal of Agribusiness and Community Empowermen. Published by Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh http://jurnalpolitanipyk. id/index. php/JACE ISSN 2655-4526 . 2655-2965 . Info: Received 19 08 2024 Revised 31 08 2024 Published 30 09 2024 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian Provinsi Sumatera Barat Analysis of Factors Affecting Gross Regional Domestic Product of the Agricultural Sector of West Sumatra Province Windy Fortuna Aprilianita*,1. Zednita Azriani*1. Devi Analia1 Ilmu Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Padang. Indonesia *Penulis korespondensi: Windy Fortuna Aprilianita Email : windyfortunaapr@yahoo. Abstrak Nilai PDRB Provinsi Sumatera Barat dapat dipengaruhi oleh sejumlah variabel, termasuk tenaga kerja pertanian, investasi pertanian, ekspor pertanian dan impor pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi PDB sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat dan untuk memberikan gambaran tentang penyerapan tenaga kerja, investasi, ekspor, dan impor sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan data time series dari BPS Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif, uji f dan uji t menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja pertanian di Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan dari tahun 2016-2017. Sejumlah besar tenaga kerja meninggalkan pekerjaan dan bekerja di pabrik atau jenis bisnis lainnya. Investasi di industri pertanian Sumatera Barat mengalami penurunan dari tahun 2015- 2023. Ekspor pertanian Sumatera Barat meningkat dengan Hasil pertanian di Sumatera Barat meningkat seiring dengan permintaan konsumen, yang menyebabkan peningkatan ekspor dari industri pertanian. Impor sektor pertanian Provinsi Sumatera Barat akhir-akhir ini mengalami penurunan, karena pasokan lokal mampu memenuhi permintaan, sedangkan impor masyarakat meningkat akibat gagal panen dan bencana alam yang mengakibatkan turunnya hasil pertanian. Variabel tenaga kerja (X. tidak ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Variabel Investasi (X. ada pengaruh terhadap PDRB pertanian harga konstan . , variabel ekspor . ada pengaruh terhadap PDRB pertanian harga konstan . dan variabel impor . tidak ada pengaruh terhadap harga konstan . Kata Kunci : Produk Domestik Regional Bruto, faktor, pengaruh Abstract The GRDP value of West Sumatra Province can be influenced by a number of variables, including agricultural labor, agricultural investment, agricultural exports and agricultural imports. The purpose of this study is to analyze the variables that affect the GDP of the agricultural sector in West Sumatra Province and to provide an overview of labor absorption, investment, exports and imports in the agricultural sector. This study uses time series data from the BPS of West Sumatra Province in 2015-2023. The type of research used in this study is explanatory research with a quantitative approach, f-test and t-test using multiple linear regression analysis with SPSS. The results showed that the agricultural workforce in West Sumatra Province decreased from 2016-2017. A large number of workers left their jobs and worked in factories or other types of businesses. Investment in the agricultural industry in West Sumatra Province decreased from 2015-2023. Agricultural exports in West Sumatra Province increased well. Agricultural output in West Sumatra increased along with consumer demand, which led to an increase in exports from the agricultural industry. The agricultural sector imports of West Sumatra Province have recently decreased, because local supply is able to meet demand, while community imports have increased due to crop failures and natural disasters that have resulted in a decrease in agricultural output. The labor variable (X. has no effect on the Agricultural GRDP at Constant Prices (Y), the Investment Variable (X. has an effect on the Agricultural GRDP at constant prices . , the export variable . has an effect on the Agricultural GRDP at constant prices . and the import variable (X. has no effect on Constant Prices (Y). Keywords: Gross Regional Domestic Product, factor, influence https://doi. org/10. 32530/jace. Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 Pendahuluan Kontribusi pertanian dalam pembangunan ekonomi (Todaro, 2. sebagai penyerap tenaga kerja, berkontribusi di dalam pendapatan, penyediaan pangan, penyedia bahan baku, dan dalam bentuk kapital. Penumbuhan sektor pertanian diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Kontribusi ini diharapkan dapat mensejahterakan petani, menyediakan lapangan pekerjaan, sebagai wahana pemerataan pembangunan antar wilayah, pasar input bagi agroindustri, penghasil devisa, meningkatkan pendapatan nasional, dan mempertahankan kelestarian sumber daya. Pertumbuhan bantuan ekonomi di Provinsi Sumatera Barat dapat ditingkatkan dengan sumber daya lainnya. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Barat dari harga konstan tahun 2015-2023 terus mengalami pertumbuhan. Karena pertumbuhan tahunannya. PDRB bidang pertanian Provinsi Sumatera Barat dari harga konstan tergolong kuat. Dengan besarnya kontribusi tersebut, sektor pertanian Indonesia pun dipercaya masih sangat potensial untuk dikembangkan. Meningkatnya nilai PDRB ini disebabkan dan dapat dipengaruhi dengan meningkatnya produksi pada lapangan usaha pertanian dan persoalan inflasi. Bidang pertanian diasumsikan sebagai pemberi PDRB tertinggi di Provinsi Sumatera Barat sejak 2020, bidang pertanianya memberi PDRB sejumlah 22,38% setara dengan Rp. 54,19 triliun (BPS Provinsi Sumatera Barat, 2. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat. Produk Domestik Bruto (PDB) Pertanian pada tahun 2020 meningkat sebanyak 2,59% year-on-year . Serapan tenaga kerja di sektor pertanian berada pada level 29,5% di tahun 2021, . eningkat 0,36% dari tahun sebelumny. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Produk Domestik Bruto (PDB) lapangan usaha pertanian berkontribusi sebesar 13,28% terhadap PDB nasional. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada tahun 2021 tercatat turun 0,42 persen poin dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 13,7%. PDRB sektor pertanian di Sumatera Barat juga dipengaruhi oleh investasi pada sektor pertanian. Investasi memiliki kontribusi dalam memetakan perubahan secara garis besar dari Gross Domestic Product (GDP) secara makro dan berkontribusi dalam pertumbuhan suatu perusahaan serta meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya (Sukirno, 2. secara mikro. Prospek investasi di sektor pertanian dalam bentuk PMA tercatat US$208 juta di tahun 2021, meningkat 10,6% yoy. Fenomena resiliences sektor pertanian dalam menghadapi gempuran badai krisis pandemi juga tercermin dari rally di harga komoditas pertanian global dimana sektor pertanian berhasil meningkat 2,1% pada tahun 2020, dan berlanjut sampai kuartal ke-II 2021 . eningkat 0,38%). Di sisi lain, terjadi penurunan serapan tenaga kerja di sektor manufaktur dan sektor usaha lain yang beralih profesi menjadi petani di pedesaan. Serapan tenaga kerja di sektor pertanian justru berhasil terjaga di 29,5% per Februari 2021, bahkan meningkat 0,36 persen dari tahun sebelumnya. Provinsi Sumatera Barat mengalami fluktuasi pertumbuhan investasi, pada tahun 2016-2017 terjadi peningkatan namun mengalami penurunan pada tahun 2018 yang disebabkan karena turunnya permintaan agregat sehingga berdampak pada jumlah investasi, sedangkan pada tahun 2019-2020 mengalami peningkatan kembali. Dalam menghasilkan PDRB, peranan ekspor dan impor akan mempengaruhi besaran PDRB Sumatera Barat. Nilai PDB sektor pertanian di Sumatera Barat menggunakan produk segar dan olahan yang berasal dari nilai ekspor dan impor. Pertumbuhan ekspor di Provinsi Sumatera Barat mengalami fluktuasi. Di mana, pada tahun 2016-2017 mengalami Namun pada tahun 2018 terjadi penurunan sebanyak -6,63 persen. Meskipun terjadi pertumbuhan di tahun 2019 namun terjadi penurunan kembali pada tahun 2020 sebesar -6,30 persen. Sedangkan dari segi impor juga mengalami fluktuasi, dari tahun 2016-2017 megalami penurunan sebanyak -0,88 persen. Namun dari tahun 2018-2020 mengalami peningkatan impor dikarenakan serangan virus Covid-19, sehingga Provinsi Sumatera Barat harus mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya (BPS Provinsi Sumatera Barat, 2. Dengan demikian tentu saja peningkatan kontribusi tersebut disebabkan oleh faktor- faktor yang berperan penting. Menurut (Martahadi, 2. Fluktuasi PDRB sektor pertanian disebabkan oleh faktor input berupa jumlah tenaga kerja, investasi, ekspor dan impor. (MasruAoah & Soejoto, 2. menyatakan terdapat pengaruh signifikan dari variabel investasi di sektor pertanian terhadap pertumbuhan sektor pertanian, dan Sedangkan secara simultan, pengaruh sigifikan terjadi karena variabel tenaga kerja dan investasi di sektor pertanian. Dachi . menyatakan bahwa variabel ekspor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian dan (Suharjon et al. , 2. Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 menyatakan nilai absolut ekspor, impor, dan investasi sektor pertanian ini mempenagruhi laju pertumbuhan PDB sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan penyerapan tenaga kerja, investasi, ekspor dan impor pertanian di Provinsi Sumatera Barat dan menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi PDRB sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat. Metode Penelitian Penelitian menggunakan data time series tahun 2015Ae2023, dengan variabel BPS Sumatera Barat yaitu tenaga kerja, investasi, ekspor, dan impor di sektor pertanian. MS Excel dan SPSS digunakan untuk menggambarkan hasil penelitian sebelumnya untuk penelitian ini dan organisasi lain. Interpolasi data dari penelitian ini menambah data observasi penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian eksplanatori kuantitatif. Untuk menjawab permasalahan gambaran penyerapan tenaga kerja, investasi, ekspor dan impor maka digunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menjelaskan kondisi penyerapan tenaga kerja, investasi, ekspor dan impor di Provinsi Sumatera Barat. Pengaruh antar variabel akan didekati dengan Regresi Linier Berganda (Mayusda et al. , 2. Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 e Keterangan: Y = PDRB Sektor Pertanian (R. X1 = Tenaga Kerja Sektor Pertanian . X2 = Investasi Sektor Pertanian (R. X3 = Ekspor Sektor Pertanian (R. X4 = Impor Sektor Pertanian (R. 0 = intersep i = koefisien Regresi e = error term Uji Serentak (Uji F-Statisti. dilakukan untuk melihat signifikansi keseluruhan variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Pengujian arti keseluruhan regresi sampel . ver all tes. yaitu suatu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah koefisien regresi signifikan atau tidak secara serempak. Uji parsial (Uji t-statisti. bertujuan untuk mengetahui siginifikan atau tidaknya secara parsial suatu koefisien regresi. Uji linearitas dilakukan dengan membandingkan nilai F statistik dengan F table . erbandingan probabilita. Jika probabilitas F statistik > 0,05, maka hipotesis yang menyatakan bahwa model linear adalah diterima, sedangkan jika probabilitas F statistik < 0,05, maka hipotesis yang menyatakan bahwa model linear akan ditolak. Hasil dan Pembahasan Nilai tukar dari PDRB diciptakan dari semua bisnis di suatu daerah, merupakan indikasi yang baik dari kesehatan ekonomi. PDRB Provinsi Sumatera Barat juga dipengaruhi oleh tenaga kerja pertanian, investasi, ekspor, dan impor. PDRB pertanian Provinsi Sumatera Barat dari harga konstan tahun 2015-2023 terus mengalami pertumbuhan (Gambar . Peningkatan pertumbuhan pertahun tersebut menunjukkan PDRB bidang pertanian Provinsi Sumatera Barat dari harga konstan tergolong Dengan besarnya kontribusi tersebut, sektor pertanian Indonesia pun dipercaya masih sangat potensial untuk dikembangkan. Meningkatnya nilai PDRB ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi diseluruh lapangan usaha pertanian dan adanya inflasi. Bidang pertanian diasumsikan sebagai pemberi PDRB tertinggi di Provinsi Sumatera Barat sejak 2020, bidang pertanian memberi PDRB sejumlah 22,38% . etara dengan Rp. 54,19 triliu. Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 Gambar 1. PDRB Pertanian Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023 Dengan meningkatnya produktivitas pekerja diharapkan akan meningkatkan produksi yang juga akan dapat meningkatkan PDB (Badan Pusat Statistik, 2. (Gambar . Tenaga kerja pertanian Sumatera Barat 2015-2023 menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar. Meskipun industri pertanian Indonesia dapat menampung lebih banyak orang, tenaga kerja pertanian yang berkualitas masih tergolong langka. Buruh tani, insinyur, mekanik, dan manajer perusahaan peternakan dibutuhkan di industri pertanian, namun hanya 2% lulusan perguruan tinggi Indonesia yang bekerja di sektor tersebut (Pasaribu et al. , 2. Selain itu, faktor produktivitas petani yang saat ini menjadi topik hangat, tenaga kerja tani milenial dinilai sangat menguasai teknologi dengan persentase yang sangat rendah. Gambar 2. Tenaga kerja Pertanian Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023 Upaya untuk mendukung pengembangan ekonomi, misalnya secara meningkatkan bidang investasi yang berupa tahapan awal untuk aktivitas produksi serta sebagai aspek utama untuk meninggikan presentase ekonomi, dimana investasi pada Gambar 3 berupa tahapan awal untuk aktivitas pembangunan ekonomi. Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 1,800,000 1,600,000 1,400,000 1,200,000 1,000,000 800,000 600,000 400,000 200,000 Gambar 3. Investasi Pertanian Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023 Investasi pertanian Sumatera Barat sejak 2015 hingga 2023 mengalami fluktuasi (Gambar . Masalah lahan, kesenjangan infrastruktur, dan perizinan yang tidak tepat harus diatasi untuk memudahkan investasi swasta di industri pertanian sektor hulu Indonesia. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menemukan bahwa Sumatera Barat yang masih memiliki lahan luas untuk pertanian skala besar membutuhkan jalan, pelabuhan, dan listrik yang lebih baik di samping masalah lahan seperti kepemilikan tanah dan konflik. Untuk mempromosikan lingkungan investasi yang sesuai di bidang pertanian, (Pasaribu et al. , 2. menyarankan perubahan di luar lahan dan infrastruktur, seperti liberalisasi perdagangan dan peran BUMN dalam swasembada. Meskipun membutuhkan biaya pangan domestik tinggi, variasi produk terbatas maupun alokasi sumber daya yang tidak tepat, kemandirian pangan telah menjadi standar keberhasilan pertanian. Pemerintah mendorong BUMN untuk berinvestasi di daerah yang kurang menguntungkan, lebih mahal, dan kurang menguntungkan dengan menjadikannya otonom. Bahaya politik membuat investor waspada terhadap investasi pertanian (Pertanian, 2. Menurut (Pertanian. id, 2. ekspor suatu industri akan mendukung tiap industri yang lain, dan dapat mendukung bidang perekonomian secara global. Ekspor pertanian di Provinsi Sumatera Barat mengalami fluktuasi (Gambar . Ekspor pertanian Sumatera Barat mengalami penurunan karena sebagian besar komoditas ekspornya masih menggunakan bahan baku primer dan teknologi yang digunakan belum cukup canggih untuk menciptakan nilai tambah. Permintaan internasional yang maish lesu juga mempengaruhi nilai ekspor tersebut, terutama untuk ekspor primer Sumatera Barat. CPO dan karet, akibat konflik dagang AS-Tiongkok. Regulasi Renewable Energy Directives (RED) II Uni Eropa melarang biofuel Indonesia dan menetapkan impor CPO Eropa tahun ini untuk biofuel sebagai acuan yang akan dikurangi secara bertahap hingga tahun 2030. Komoditas kelapa sawit masih murah (Direktorat Jendral Perkebunan, 2. Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 Gambar 4. Ekspor Pertanian Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023 Impor juga berdampak pada pengembangan ekonomi, sebab bisa melancarkan owner bisnis memperoleh variasi atas produk guna bisa diolah sebagai barang jadi atau bisa didistribusikan/dijual kepasar dalam negeri. Nilai impor pertanian di Provinsi Sumatera Barat juga berfluktuasi (Gambar . Gambar 5. Impor Pertanian Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023 Penurunan impor pada tahun 2016 . ,45%), tahun 2019 . ,19%), tahun 2020 . ,57%) serta tahun 2023 . ,15%) disebabkan karena tersedianya stok pertanian yang masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Peningkatan impor sejak 2017 . ,29%), tahun 2021 . ,2%) dan tahun 2022 . ,30%) terjadi karena adanya gagal panen atau musibah yang mengurangi jumlah produksi pertanian serta apabila terjadinya kenaikan pada impor dapat disebabkan akibat meningginya permintaan benih, bahan baku serta konsumsinya, minimnya pengembangan impor didampaki atas krisis perekonomian yang menyusutkan daya beli dalam negeri (BPS, 2. Untuk melihat pengaruh maka dilakukan pengolahan dengan berdasarkan regresi linear. Variabel penelitian dan teknik analisis regresi tercantum dalam tabel keluaran "Variables Entered/Removed" (Tabel . Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 Tabel 1. Hasil analisis Variables Entered/Removed Penelitian ini menggunakan variabel tenaga kerja, investasi, ekspor, dan impor, meskipun indeks PDRB pertanian dan harga konstan merupakan variabel dependen. Tabel 2 menunjukkan data mengenai nilai koesifien dari tiap variabel dengan simultan pada PDRB Pertanian Harga Konstan menampilkan R-Square sejumlah 0. 9, yang berarti bahwa 90% distribusi variabel terikat bisa dijelaskan oleh variabel bebas. Tabel 1. Model Summary Tabel 2. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: PDRB Pertanian Harga Konstan Predictors: (Constan. Impor. Ekspor. Investasi. Tenaga Kerja Sig. Nilai Signifikansi Output Anova (Sig. ) tabel hasil SPSS (Tabel . menunjukkan nilai Sig. 0,000, sehingga jika Sig. senilai 0,000 < 0,05, maka uji F mendukung hipotesis menjelaskan tenaga kerja (X. , investasi (X. , ekspor (X. , dan impor (X. berpengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Perbedaan F Hitung pada Tabel F Tabel hasil SPSS menunjukkan F hitung senilai 124,976. Nilai F hitung sebesar 124,976 > F tabel, diasumsikan hipotesis diterima yang berarti variabel bebas dengan simultan berdampak pada PDRB Pertanian Harga Konstan. Hipotesis yang dihasikan pada uji F ini yaitu terdapat dampak tenaga kerja (X. , investasi (X. , ekspor (X. , dan impor (X. simultan terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan(Y). Uji t Parsial dalam Analisis Regresi Uji masing-masing variabel perlu dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing faktor di dalam PDRB Pertanian Provinsi Sumatera Barat (Tabel . Tabel 3. Uji t Variabel Tenaga Kerja. Investasi. Ekspor dan Impor Sektor Pertanian di Sumatera Barat Coefficientsa Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. (Konstant. Tenaga Kerja Investasi Ekspor Impor Dependent Variable: PDRB Pertanian Harga Konstan Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 Berdasarkan nilai signifikansi (Sig. ) tenaga kerja (X. bernilai sig 0,353. Nilai Sig. 0,353 ini yang lebih besar dari probabilitas 0,05 menunjukkan bahwa Tolak H1 . ipotesis awa. Oleh karena itu, faktor ketenagakerjaan (X. tidak memengaruhi PDB pertanian harga riil (Y). Nilai t-hitung yang didapatkan yaitu -0,943 dengan t-tabel yaitu 0,025. 31 dalam distribusi t-tabel statistik sehingga nilai X1 adalah 2,0395. Investasi (X. bernilai sign 0,000. Nilai sign 0,000 < probabilitas 0,05 maka berarti mendukung H2 . ipotesis kedu. sehingga mempengaruhi PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Uji t kedua membedakan nilai t yang diestimasikan pada tabel t. Hasil SPSS tersebut menunjukkan nilai-t variabel investasi berjumlah 12,606, dimana nilai 12,606 > t tabel 2,0395, sehingga H2 diterima. Investasi (X. mempengaruhi PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Jika nilai t-tabel 0,025. 31, maka didapatkan nilai X2 yaitu 2,0395. Variabel Ekspor (X. memiliki Sig. sebesar 0,000, dengan nilai tersebut < probabilitas 0,05 berarti mendukung H3 . ipotesis ketig. Ekspor (X. mempengaruhi PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Perbandingan nilai t taksiran pada tabel t (Uji t Ketig. Hasil SPSS menunjukkan nilai t variabel ekspor adalah 5,056. H3 diterima karena 5,056 > tabel t 2,0395. Ekspor (X. mempengaruhi PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Nilai Signifikansi (Si. variabel Impor (X. adalah sebesar 0,454, dengan nilai tersebut (Sig. yang lebih besar dari probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 . ipotesis keempa. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh Impor (X. terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Pengaruh Tenaga Kerja Pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Barat X1 bernilai sign 0,353> probabilitas 0,05, menunjukkan bahwa H1 ditolak, sehingga tidak terdapat dampak X1 pada Y. Ini tidak selaras dari hipotesis awal untuk usahatani, pekerja berupa input pokok dalam meninggikan produksi. Hal ini disebabkan karena tidak semua pekerja bertugas dibidang pertanian, dapat berimbas kepada produktivitas kerja yang minim dalam mengelola bidang pertanian dan tidak maksimal. Penelitian Hidayah & Pratama . menyatakan bahwa pemerintah sebaiknya dapat menyajikan prasarana untuk pertanian, sehingga pekerjanya dapat meningkatkan produktivitas dan menghasilkan kesempatan bekerja dibidang pertanian bisa meningkat. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian (Lintang et al. , 2. yang menjabarkan perolehan analisa koefisien regresi pekerja sejumlah 0. ika pekerjanya naik 1% maka pengembangan bidang pertanian meningkat sejumlah 0,338 %), dan (Syaifullah et al. , 2. yang memperoleh sign 0,0000 < 0,05 sehingga X1 nya berdampak pada Y (PDB sektor pertania. Penelitian (Sari, 2. juga menemukan kecenderungan yang sama dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,316847 berpengaruh positif antara tenaga kerja pertanian dengan PDRB di pulau Jawa. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat dampak positif antar pekerja pada pengembangan bidang pertanian, jika pekerjanya naik maka pengembangan bidang pertanian juga dapat meningkat, maka total pekerja dibidang pertanian dapat meningkat, total pekerja yang tinggi bisa meningkatkan total tenaga produktif. Pengaruh Investasi Pertanian dengan Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Barat Variabel X2 . nvestasi pertania. menunjukkan nilai Sig. 0,000 < probabilitas 0,05, yang berarti bahwa H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat dampak dari X2 pada Y saat meningkatnya investasi, pengembangan ekonominya bisa menyusut serta sebaliknya. Meningkatnya investasi dibidang pertanian yang dilaksanakan semua pihak dapat meningkatkan produksi dibidang Untuk mendorong pengembangan ekonomi, dibutuhkan sebuah penanaman modal menjadi tambahan neto ketersediaan modal, misalnya dari investasi dalam negeri atau asing. Makin tingginya pemodal dalam menanamkan modalnya maka semakin cepat terjadinya pengembangan ekonomi, sehingga dibutuhkan beragam penanaman modal untuk Sumatera Barat yang dapat mendorong pengembangan ekonomi yang optimal. Hal ini selaras dengan kajian (Rizal Azaini, 1. yang menjabarkan jika PMDN berdampak signifikan positif pada PDRB, kajian Moch Arifin & Mursalam Salim dimana investasi berdampak signifikan positif pada PDRB. Adanya dampak investasi pada PDRB dengan aktivitas penanaman modal mendorong tiap individu guna meninggikan aktivitas ekonomi, meninggikan taraf kesejahteraan serta pendapatan nasional (Sukirno, 2. Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 Pengaruh Ekspor Pertanian dengan Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Barat Variabel ekspor (X. menyajikan hasil Sig. 0,000 < probabilitas 0,05, yang berarti H3 Hal ini menunjukkan bahwa terdapat dampak X3 pada Y atau ekspor berdampak positif pada PDRB Sumatera Barat. Nilai koefisien 988. 971 menunjukkan bahwa jika ekspor naik Rp. 000 maka PDRB meningkat sebesar Rp. 971, sehingga jika ekspor pertanian meningkat maka dapat meningkatkan pengembangan di bidang pertanian. Hal ini selaras dengan kajian Ateng Pieter . (Sinaga & Purba, 2. dimana ekspor berdampak signifikan positif pada PDRB Kota Medan. Ekspor yang meningkat dapat merangsang pengembangan ekonomi didaerah, memmunculkan multiplier effect pada penghasilan daerah, dimana multipliernya dapat meningkatkan PDRB dengan bertambahnya penanaman modal diwilayah tersebut. Oleh karena itu, ekspor yang berefek baik untuk aktivitas perekonomian negara dapat menopang pengembangan PDRB (Todaro & Smith, 2. Pengaruh Impor Pertanian dengan Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Barat Variabel impor pertanian (X. memberikan hasil Sig. 0,454 > probabilitas 0,05, yang berarti H4 ditolak. Hal ini menujukkan bahwa tidak terdapat dampak X4 pada Y. Pengembangan yang terjadi ditransaksi impor menampilkan makin tangguhnya keterkaitan pada produk negara yang lain, tetapi potensi aktivitas impor dapat diselaraskan pada pengembangan ekspor yang lebih tinggi sehingga impor tidak berdampak nyata pada pengembangan bidang pertanian di Sumatera Barat (Nopeline & Simanjuntak, 2. Dengan demikian hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Meijer, 2. yang menyatakan bahwa impor tidak berpengaruh signifikan terhadap PDB. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Paramayuga, 2. bahwa impor berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Peningkatan impor akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Variabel tenaga kerja (X. tidak ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Variabel Investasi (X. ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Variabel Ekspor (X. ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y) dan Variabel Impor (X. tidak ada pengaruh terhadap Harga Konstan (Y). Untuk Provinsi Sumatera Barat kondisi ini relatif ideal dalam rangka memperbesar ukuran ekonominya mengingat meskipun PDRB Provinsi Sumatera Barat mengalami fluktuasi yang masih stabil tetapi dalam hal ukuran ekonomi. Hal ini cukup berbeda dengan Provinsi Sumatera Utara dimana faktor tenaga kerja, ekspor pertanian, impor pertanian, dan investasi pertanian berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Secara parsial, tenaga kerja dan impor pertanian berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian, sedangkan ekspor pertanian, dan investasi pertanian berpengaruh positif dan nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian (Hasibuan et al. , 2. Kesimpulan Tenaga kerja pertanian di Provinsi Sumatera Barat mengalami peningkatan pada tahun 2015 hingga tahun 2023, sedangkan tingkat staf di industri pertanian turun tajam antara tahun 2016 dan Sejumlah besar orang mungkin meninggalkan pekerjaan mereka dan bekerja di pabrik atau jenis bisnis lainnya. Investasi di industri pertanian Provinsi Sumatera Barat telah mengalami penurunan antara tahun 2015 dan 2023. Untuk menarik investasi swasta di industri pertanian hulu Indonesia, perubahan besar diperlukan untuk mengatasi masalah termasuk kepemilikan tanah, kesenjangan infrastruktur, dan birokrasi perizinan. Sepanjang tahun 2023, ekspor pertanian Provinsi Sumatera Barat meningkat dengan baik. Hasil pertanian di Sumatera Barat meningkat seiring dengan permintaan konsumen, yang menyebabkan peningkatan ekspor dari industri pertanian provinsi Impor pertanian di Provinsi Sumatera Barat berfluktuasi pada tahun 2015 hingga tahun 2023. Impor sektor pertanian Provinsi Sumatera Barat akhir-akhir ini mengalami penurunan, karena pasokan lokal mampu memenuhi permintaan, sedangkan impor masyarakat meningkat akibat gagal panen dan bencana alam yang mengakibatkan turunnya hasil pertanian. Variabel tenaga kerja (X. tidak ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Variabel Investasi (X. ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y). Variabel Ekspor (X. ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y) dan Variabel Impor (X. tidak ada pengaruh terhadap Harga Konstan (Y). Untuk Provinsi Sumatera Barat kondisi ini relatif ideal dalam Windy Fortuna Aprilianita. Zednita Azriani. Devi Analia Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) 2024 Vol. No. 2 : hal 91-100 rangka memperbesar ukuran ekonominya mengingat meskipun PDRB Provinsi Sumatera Barat mengalami fluktuasi yang masih stabil tetapi dalam hal ukuran ekonomi. Daftar Pustaka