KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Pengujian Antimikroba. Kelembaban. Tingkat Iritasi, dan Tinggi Busa pada Hand Soap Berbasis Minyak Jelantah dan Zaitun [Testing of Antimicrobial. Humidity. Irritation, and Height of Foam for Hand Soap Based of Used Cooking and Olive Oil. Syamsul BakhriA. Zakir Sabara. Andi Suryanto. Lisa. Tri Isra Wahyu Lestari Program Studi Teknik Kimia. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia Abstract. Used cooking oil can disturb health if used continues, and the waste can damage of environment if discarded, therefore prevention is needed through processing . of used cooking oil to economic products, for example, hand soap. This research was the manufacture of hand soap using the waste of cooking oil, olive oil, and KOH as raw materials. The aim is to determine formulations of raw materials on good hand soap on organoleptic tests, pH, microbial inhibitory zones, humidity and irritation levels, and foam height. The formulations between used cooking oil and olive oil are F1 . g and 125 . F2 . g and 100 . F3 . g and 75 . , and F4 . g and 50 . This study begins with the manufacture of hand soap using the experimental method, continued by testing the inhibiting zone of growth of Propionibacterium acne bacteria, moisture content, irritation level, foam height through descriptive tests with analytical observational, organoleptic, and pH. Results are all formulas of hand soap have strong effectiveness in inhibiting microbe growth, distinctive organoleptic, moisturizing, and anti-irritation. The foam height has met with SNI 06-4085-1996, however, the pH value has larger than the pH of SNI 06-4085-1966. The best hand soap preparation is Formula 1 (F. because it has a pH value that is close to the pH value of SNI. Keywords: Used cooking oil, hand soap, hand skin, olive oil Abstrak. Minyak jelantah dapat merusak kesehatan jika terus digunakan dan bersifat limbah yang dapat merusak lingkungan jika dibuang begitu saja, sehingga dibutuhkan pencegahan melalui pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis seperti hand soap. Penelitian ini adalah pembuatan hand soap dengan menggunakan minyak jelantah, minyak zaitun, dan KOH sebagai bahan baku. Tujuannya untuk mengetahui formulasi bahan baku pada hand soap yang baik terhadap uji organoleptik, pH, zon hambat mikroba, tingkat kelembaban dan iritasi, dan tinggi busa. Formulasi antara minyak jelantah dan minyak zaitun adalah F1 . g dan 125 . F2 . g dan 100 . F3 . g dan 75 . , dan F4 . g dan 50 . Penelitian ini diawali dengan pembuatan hand soap menggunakan metode eksperimental, dilanjutkan dengan pengujian zona daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne menggunakan metode in vitro, pengujian kelembaban, tingkat iritasi, dan tinggi busa melalui uji deskriptif dengan metode observasional analitik, dan pengujian organoleptik dan pH melalui uji Hasil penelitian ini adalah semua formula hand soap memiliki efektivitas yang sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan mikrobam bertekstur cair, berwarna kecokelatan, beraroma khas minyak zaitun, melembabkan dan anti-iritasi, dan ketinggin busa telah memenuhi SNI 06-4085-1996, tetapi memiliki pH yang lebih besar dari pH SNI 06-4085-1966. Sediaan hand soap yang terbaik adalah formula 1 (F. , karena memiliki nilai pH yang mendekati nilai pH SNI tersebut. Kata kunci: Minyak jelantah, sabun cuci tangan, kulit tangan, minyak zaitun Diterima: 4 Juli 2023. Disetujui: 6 Agustus 2023 Sitasi: Bakhri. Sabara. , dan Suryanto. Pengujian Antimikroba. Kelembaban. Tingkat Iritasi, dan Tinggi Busa pada Hand Soap Berbasis Minyak Jelantah dan Zaitun. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. : 113-121. Corresponding author E-mail: syamsul. fti@umi. https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2023 Bakhri et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 Bakhri et al. LATAR BELAKANG resiko merusak lingkungan juga semakin besar. Kesehatan adalah karunia dari Tuhan Solusi agar minyak jelantah tidak dibuang begitu saja adalah dengan mengolah minyak terpelihara jika perilaku atau pola hidup sehat jelantah menjadi barang yang bermanfaat dan dapat dijalankan dengan baik (Rokhiya dkk. bernilai ekonomis. Upaya untuk memanfaatkan Salah satu lapisan tubuh yang harus barang bekas pakai agar lingkungan tertap dijaga kesehatannya adalah kulit, karena kulit terpelihara adalah dengan menggunakan tiga merupakan lapisan terluar yang berfungsi metode, yaitu reduce . , reuse melindungi tubuh dari masuknya bakteri dan . enggunakan kembal. , recycle . engolah gangguan fisik dari luar adalah kulit (Sembiring Usaha yang dilakukan terkait dengan & Nasution, 2. Kulit yang utama dipelihara minyak jelantah, yaitu dengan menggunakan kesehatanntya adalah kulit tangan, karena metode recycl. Contoh proses recycle minyak tangan yang sering digunakan dalam aktivitas jelantah menjadi barang yang memiliki nilai sehari-hari (Butarbutar & Chaerunisa, 2. Kesehatan Kebersihan tangan harus dijaga dan (Susilawaty dkk. , 2. Senyawa asam lemak dibudayakan, karena tangan adalah bagian organ manusia yang sering terkontaminasi mengikat alkali NaOH atau KOH menjadi sabun dengan bakteri, sehingga sebagai perantara (Mardiana & Solehah, 2. , tetapi asam lemak masuknya bakteri ke dalam tubuh. Mencuci tangan dengan air maupun dengan sabun (Khuzaimah, merupakan tindakan sanitasi yang baik, tetapi sehingga dibutuhkan zat lain yang dapat melembabkan kulit. Pembuatan hand soap menurukan bakteri di tangan yang berbeda. dalam penelitian ini, memanfaatkan minyak Sabun harus memiliki standar khusus, yaitu jelantah sebagai basis dengan penambahan harus dapat menghilangkan kotoran, tidak merusak kulit, nyaman digunakan, dan memiliki melembabkan kulit. wangi yang harum (Lipinwati et al. , 2. Minyak zaitun . live oi. adalah minyak Salah satu bahan baku yang dapat digunakan yang berasal dari hasil perasan buah zaitun untuk membuat sabun adalah minyak goreng bekas atau minyak jelantah. kelembapan kulit dan memperlancar proses regenerasi kulit. Kandungan asam oleat yang goreng yang telah digunakan berulang-ulang tinggi dalam minyak zaitun, berpotensi untuk yang dapat merusak kesehatan jika digunakan melembabkan dan menghaluskan kulit, bahkan secara berulang tanpa diganti dengan minyak vitamin E yang dikandungnya juga dapat goreng yang baru (Ardhany & Lamsiyah, 2. mencegah kerusakan pada kulit (Oktavia dkk. Minyak jelantah sering dibuang begitu saja Semakin tinggi kandungan minyak sehingga bersifat limbah yang berbahaya bagi zaitun maka semakin besar pula efektivitas melembabkan kulit (Bakhri dkk. , 2. Selain minyak goreng, maka semakin banyak pula dapat melembabkan dan menghaluskan kulit, minyak jelantah yang dihasilkan, sehingga minyak zaitun juga memiliki senyawa fenol dan Minyak Semakin KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 Bakhri et al. sejumlah fitokimia yang bermanfaat untuk whisker, pipet tetes, wadah, corong dan pH meter Lutron PH-201. Berdasarkan penelitian pembuatan sabun penambahan minyak zaitun untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan melembabkan kulit Staphylococcus sebagai cemaran bakteri dalam pengujian zona hambat mikroba (Bakhri dkk. , 2. , dan pada penelitian pembuatan hand soap antibakteri berbahan baku minyak jelantah dan minyak zaitun, digunakan Staphylococcus epidermidis sebagai cemaran bakteri dalam pengujian zona Prosedur Penelitian Rancangan penelitian Pembuatan hand soap dilakukan dengan cara eksperimental tiga kali pengulangan dengan larutan KOH sebagai variabel tetap dan komposisi bahan baku minyak jelantah dan Tabel 1. Tabel 1 Komposisi bahan baku hand soap Bahan Baku sabun cair pembersih tangan atau hand soap KOH menggunakan bahan baku minyak jelantah dan minyak zaitun dengan komposisi yang berbeda. Propionibacterium dalam pengujian zona hambat mikroba, dan Komposisi bahan baku ini dapat dilihat pada hambat mikroba (Bakhri dkk. , 2. Pada penelitian ini difokuskan pada pembuatan Komposisi Bahan Baku . Variabel Tetap Variabel Bebas Minyak Jelantah Minyak Zaitun penggunaan alat pengukur pH meter yang Tujuan penelitian ini adalah untuk Penyediaan soap base mengetahui formulasi minyak jelantah dan Larutan KOH dicampurkan ke dalam panci minyak zaitun pada hand soap yang dapat yang berisi campuran minyak zaitun dan minyak jelantah pada suhu 70oC. dan diaduk Propionibacterium acne, melembabkan, tidak hingga sempurna dan berbentuk padat (Bakhri iritasi di kulit, dan memiliki busa yang banyak. , 2. Pemanasan soap base METODE PENELITIAN Soap base dipanaskan selama 3 jam dan Bahan dan Peralatan diaduk setiap 30 menit. Akhir pemanasan. Bahan yang digunakan pada penelitian ini dilakukan pengujian pH dengan menggunakan adalah minyak jelantah . erasal dari minyak larutan PP untuk mengamati perubahan warna goreng sawit hasil penggorengan ikan dan pada sampel yang diambil secukupnya. Jika warnanya telah menunjukkan warna merah (C6H8O. terang, maka pemanasan dihentikan (Bakhri (KOH), (Herbaris. ), akuades, dan indikator phenolfthalein (PP). Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas kimia, timbangan analitik, panci double boiler, termometer, panci, spatula karet, hand , 2. Penyediaan hand soap Sampel Soap base seberat 100 gram dilarutkan ke dalam 300 gram akuades yang KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 Bakhri et al. telah dididihkan, kemudian dimasukkan larutan menguji zona hambat mikroba (Bakhri dkk. asam sitrat yang dibuat dari 1 gram asam sitrat dan 14 gram akuades. Larutan soap base Uji aktifitas daya hambat secara in vitro Sampel dinamakan hand soap. Hand soap yang kontrol negatif dan tiap formula hand soap tersedia didiamkan selama tiga pekan agar sebanyak 200 yuN L . ikro lite. dimasukkan kelihatan jernih atau transparan (Bakhri dkk. ke dalam sumur nutrient agar berdiameter 7 mm dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 1 hari (Bakhri dkk. , 2. Pengujian organoleptik Pengujian organoleptik dilakukan melalui uji deskriptif yang meliputi aroma, warna, dan tekstur hand soap. Pengamatan ini SNI 064085-1996, yaitu memiliki warna dan aroma khas, dan tekstur cair (Dimpudus dkk. , 2. Pengamatan dan pengukuran Daerah bening yang terbentuk sebagai Zona hambat mikroba diukur diematernya dalam satuan milimeter dengan menggunakan Pengujian pH diameter sumur tersebut. Nilai diameter Pengujian pH pada sediaan hand soap Lutron PH-201. zona hambatnya akan dikategorikan sesuai penggolongannya (Bakhri dkk. , 2. Penggunaan alat ini, diawali dengan kalibrasi pengukuran pH sampel lebih akurat (Gusnawati Uji kelembaban dan tingkat iritasi Pengujian kelembaban dan tingkat iritasi juga telah mendapat persetujuan dari calon , 2. responden melalui surat pernyataan kesediaan Pengujian zona hambat mikroba Mikroba sebagai responden yang dibuat oleh calon bakteri Propionibacterium acne. Kelembaban di tangan diketahui melalui Penyediaan media uji Nutrient uji deskriptif dimasukkan ke dalam 3 patri cawan untuk pembuatan lapisan dasarnya dan dibiarkan hingga padat. Kemudian permukaannya diletakkan 3 pencadang baja yang diatur jaraknya agar pengamatan berjalan dengan Media pembenihan nutrient agar dengan metode observation analytics dan menggunakan metode kuesioner untuk mengamati formula hand soap yang tidak menimbulkan iritasi di tangan. Pengujian ini Penggunaan formulasi sediaan hand soap dalam pengujian dilakukan dengan selisih waktu 3 jam. Propionibacterium acne, kemudian media tersebut dimasukkan ke dalam tiap patri cawan di atas pencadang sebagai lapisan kedua, sehingga akan terbentuk sumursumur yang nantinya digunakan untuk Pengujian ketinggian busa Ketinggian busa menurut SNI 06-40851966 adalah 13-220 mm (Hutauruk dkk. , 2. Tinggi busa merupakan indikator banyaknya busa pada sediaan hand soap. Pengujian tinggi busa dilakukan dengan menggunakan metode observation analytics, dimana tinggi busa Bakhri et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 diukur setelah 1 gram sampel dari tiap formula Tabel 2 menunjukkan bahwa keempat dan 10 mL akuades dikocok dalam tabung formula hand soap (F1. F2. F3, dan F. yang berskala yang tertutup selama 20 detik. dihasilkan beraroma minyak zaitun, bertekstur cair dan berwarna kecokelatan. Hasil ini sesuai Analisis data Data dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika terdapat data hasil ANOVA yang tidak homogen, maka dilakukan post hoc . ji lanju. menggunakan metode Duncan pada IBM SPSS versi 29, agar perbedaan antar formulasi hand soap dapat diketahui, sehingga diperoleh notasi yang sama jika tidak berbeda nyata atau notasi yang berbeda jika berbeda dengan SNI 06-4085-1996 dan mirip dengan (Bakhri dkk. , 2. , yang mana hand soap yang dihasilkan memiliki tekstur cair, beraroma minyak goreng, dan berwarna kecokelatan. Keempat formula hand soap beraroma khas zaitun karena aroma minyak zaitun memiliki aroma yang lebih kuat daripada minyak jelantah, walaupun pada F4 kandungan minyak jelantah jauh lebih banyak daripada minyak zaitun. Adapun warnanya, mengikuti intensitas jumlah minyak jelantah yang besar HASIL DAN PEMBAHASAN yaitu setelah dimurnikan berwarna coklat gelap. Mutu Organoleptik Sediaan hand soap yang dihasilkan dan hasil uji organoleptik ditampilkan pada Gambar 1 dan Tabel 2. cenderung berwarna kecokelatan. pH Hand Soap Data hasil pengukuran pH ditampilkan pada Tabel 3. Hasil ANOVA menunjukkan ratarata nilai pH untuk K-. F1. F2. F3, dan F4 berturut-turut adalah 5,93. 11,70. 12,23. 12,36, dan 12,31. Berdasarakan pH SNI 06-4085- Gambar 1. Sediaan hand soap Tabel 2 Hasil uji organoleptik hand soap Formulasi Hand Soap Tekstur Aroma Warna Minyak Jelantah (K-) Cair Minyak Cokelat Cair Cair Khas Zaitun Khas Zaitun Khas Zaitun Khas Zaitun Cokelat Tua Cokelat Tua Cokelat Muda Cokelat Muda 1966 antara 9 hingga 11 (Maulidya, et al. , maka hasil pengujian pH pada formula hand soap (F1. F2. F3, dan F. melebihi batas pH SNI. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa F2. F3, dan F4 bersifat homogen dan tidak berbeda Cair Cair Keterangan: F = Formula. K - = Kontrol negatif nyata, tetapi berbeda nyata dengan F1 dan K-. Tabel 3 Hasil uji pH Formulasi Hand Soap Rata-Rata Kontrol (K-) 5,93a 0,252 Formula 1 (F. 11,70b 0,053 Formula 2 (F. 12,23c 0,401 Formula 3 (F. 12,36c 0,232 Formula 4 (F. 12,31c 0,174 Keterangan Notasi: Superscript berarti berbeda tidak nyata. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 Bakhri et al. Seluruh sediaan hand soap bersifat basa . H > . , dikarenakan salah satu bahan penyusun sediaan hand soap adalah senyawa kalium hidroksida (KOH). Tingginya nilai pH pada keempat formula hand soap ini karena proses penetralan KOH oleh larutan asam sitrat tidak sempurna disebabkan kadar asam sitrat Tabel 4. Data hasil pengujian zona daya hambat bakteri Propionibacterium Formulasi Hand Soap Minyak Jelantah (K-) Formula 1 (F. 26,27c 0,068 Formula 2 (F. 21,74b Formula 3 (F. 28,26d 0,153 Formula 4 (F. 30,27e 0,341 yang digunakan sangat sedikit. Minyak jelantah (K-) memiliki nilai pH lebih kecil dari 7, artinya minyak jelantah bersifat asam (Hutajulu dkk. , 2. karena memiliki kandungan asam lemak bebas yang tinggi Diameter Zona Daya Hambat Bakteri Rata-Rata . Keterangan notasi: Superscript berarti berbeda tidak nyata. (Ardhany & Lamsiyah, 2. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa rataEfektivitas Daya Hambat Mikroba rata diameter zona hambat formula K-. F1. F2. Antimikroba adalah zat yang memiliki F3, dan F4 pada bakteri Propionibacterium daya hambat proses metabolisme mikroba acne berturut-turut adalah 0 mm, 26,27 mm, yang merugikan bahkan membunuh mikroba 21,74 mm, 28,26 mm, dan 30,27 mm. Keempat Zona formula hand soap tersebut dikategorikan sangat kuat karena berdiameter zona hambat melebihi 20 mm (>20 m. Diameter zona digolongkan lemah, 5-10 mm sedang, 10-20 hambat mikroba terbesar adaah F4, sedangkan mm kuat, dan >20 mm sangat kuat (Aziza dkk. terkecil adalah minyak jelantah dikategorikan Aktivitas zona hambat pertumbuhan lemah karena berdiameter zona hambat kurang terhadap cemaran bakteri Propionibacterium dari 5 mm. Hasil ini mirip dengan (Widyasanti acne dan data hasil pengamatannya pada , 2019. bahwa minyak kelapa digolongkan sediaan hand soap, ditamplkan pada Gambar 2 dan Tabel 4. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa K- Zona dan keempat formulasi hand soap (F1. F2. F3, dan F. memiliki perbedaan yang sangat nyata. Keempat formula hand soap digolongkan sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri, diduga karena mengandung fenol yang terdapat dalam minyak zaitun. Senyawa fenol dan sejumlah fitokimia yang terkandung dalam . Gambar 2 Hasil zona hambat cemaran bakteri Propionibacterium acne (PAC) pada keempat formula . dan kontrol (K-) . minyak zaitun, memiliki manfaat antibakteri (Annisa & Mursyid, 2. Adapun minyak jelantah (K-), memilki diameter zona hambat bakteri 0 mm karena tidak memberikan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 Bakhri et al. Propionibacterium (Widyasanti terhadap uji iritasi, menunjukkan bahwa F3 dan F4 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata dengan K-. F1, dan F2. Kelembaban dan Tingkat Iritasi Keempat formula hand soap memberikan Data hasil uji kelembaban dan tingkat iritasi yang dilakukan pada 10 responden, kelembaban dan tidak iritasi di kulit karena mengandung minyak zaitun. Menurut Oktavia ditampilkan pada Tabel 5. Tabel 5 Hasil uji kelembabab dan tingkat iritasi pada hand soap. Formulasi Hand Soap Uji Lembab RataRata 1,00a 3,80d 3,70c,d 3,40b,c 3,20b Uji Iritasi Ratarata 3,60c 1,00a 1,30a,b 1,50b 1,70b . , menghaluskan kulit, bahkan dapat mencegah kerusakan kulit. Sedangkan minyak jelantah K0,000 0,516 0,422 0,000 0,483 0,483 0,516 0,527 0,421 0,483 Keterangan: Notasi: Superscript sama artinya tidak berbeda Skor Kelembaban: 4 = sangat lembab, 3 = lembab, 2 = lembab sedikit, 1 = lembab sangat Skor Tingkat Iritasi: 4 = Sangat Iritasi, 3 = Iritasi, 2 = Iritasi sedikit, 1 = Iritasi sangat kurang (Ermawati, 2. Hasil ANOVA menunjukkan rata-rata nilai kelembaban K-. F1. F2. F3, dan F4 berturutturut adalah 1,00. 3,80. 3,70. 3,40. dan 3,20. (K-) memiliki asam lemak bebas yang tinggi (Khuzaimah, 2. Menurut Bakhri . , bahwa sabun yang hanya dibuat dari bahan dasar minyak jelantah dan KOH, masih menimbulkan gatal jika digunakan di kulit. Uji Ketinggian Busa Ketinggian busa merupakan indikator sedikit atau banyaknya busa pada sediaan hand soap. Data hasil pengamatan tinggi busa ditampilkan pada Tabel 6. Tabel 6 Hasil pengujian tinggi busa pada hand Tinggi Busa Hand soap Formulasi Hand Soap Rata-Rata . Formula 1 (F. 3,83a 0,814 kelembaban yang sangat baik dibandingkan Formula 2 (F. 4,37a 0,586 Formula 3 (F. 4,50a 0,819 Formula 4 (F. 4,60a 0,700 Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada formula (F. 3,80, ketiga formula lainnya, dan minyak jelantah memiliki kelembaban yang sangat kurang. Hasil uji lanjut terhadap uji kelembaban. Keterangan notasi: Superscript berarti berbeda tidak nyata. menunjukkan bahwa K- dan keempat formula hand soap berbeda nyata. Haisl Anova menunjukkan bahwa rata-rata nilai tingkat iritasi K-. F1. F2. F3, dan F4 berturut-turut adalah 3,60. 1,00. 1,30. 1,50. 1,70. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh K- yaitu 3,60, artinya minyak jelantah dikategorikan dapat mengakibatkan iritasi jika digunakan di kulit, sedangkan keempat formula hand soap dikategorikan sangat kurang menyebabkan iritasi jika digunakan di kulit. Hasil uji lanjut Hasil ANOVA menunjukkan rata-rata nilai tinggi busa pada F1. F2. F3 dan F4 berturutturut adalah 3,83 cm, 4,37 cm, 4,50 cm, dan 4,60 cm. Ketinggian busa terbesar adalah F4 yaitu 4,60 cm, dan yang terendah adalah F1 yaitu 3,83 cm. Nilai ini lebih bagus dari SNI 1996 yaitu berkisar 13-220 mm . ,13 Ae 2,20 Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa keempat formula hand soap inu tidak berbeda KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 113-121 Bakhri et al. Formula (F. surat perjanjian pelaksanaan penelitian dosen minyak zaitun lebih banyak dan memiliki ketinggian busa yang lebih kecil daripada 1975/A. 03/LP2S-UMI/IX/2022. ketiga formula hand soap lainnya, atau formula 4 (F. memiliki kandungan minyak zaitun yang sedikit dan memilki ketinggian busa yang besar lainnya, artinya penambahan minyak zaitun bertambah atau berkurangnya busa. Hasil ini mirip dengan penelitian sebelumnya yang membuat sabun cair berbasis minyak kelapa, dimana sabun cair berbasis minyak kelapa tanpa penambahan ekstrak teh putih memiliki busa yang banyak (Widyasanti dkk. , 2019. KESIMPULAN Keempat dihasilkan memiliki efektivitas yang sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan mikroba jenis Propionibacterium acne, bertekstur cair, berwarna kecokelatan, beraroma khas minyak zaitun, melembabkan dan anti-iritasi di kulit, dan ketinggin busa lebih baik dari SNI 1996, tetapi memiliki pH yang lebih besar dari pH SNI 06-4085-1966. Sediaan hand soap yang terbaik adalah F1, karena selain memiliki efektivitas pertumbuhan mikroba Propionibacterium acne melembabkan dan anti-iritasi di kulit, bahkan memiliki nilai pH yang mendekati nilai pH sesuai SNI 06-4085-1966, sehingga lebih layak digunakan dibandingkan dengan ketiga formula hand soap lainnya. UCAPAN TERIMAKASIH