Jl. Beringin Entrop. Kota Jayapura, papua Vol. No. September 2025, pp. e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598. DOI : https://doi. org/10. 55049/tx6c7a29 A Pembersihan Pantai Lampu Satu untuk Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Pesisir terhadap Lingkungan Hidup Susiani*. Putri Firdiah Karim*****. Asniwaty **. Susana Santy*. Fety R. Mulya***. Burhanuddin Yasin *. Nurlindayani ***. Lulu Indriaty*. Asril Saputra Siwa***. Guntur Noerman Sanjaya***. Asunta Kristina Lidia Yolmen ******. Agustina Agnes Roh Rohmana******. Wahyuni Weriuw**. Nisa Wahyudi Kelrey**. Karimah Atikah Laila Syahbana**, dan Nabas Kwaito **** *Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Merauke **Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Merauke ***Dosen Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Merauke ****Mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Merauke *****Dosen Program Studi Ekonomi. Keuangan, dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Merauke ******Mahasiswa Program Studi Ekonomi. Keuangan, dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Merauke Alamat Email : susyany26@gmail. ARTICLE INFO Riwayat Artikel: Diterima 1 September 2025 Disetujui 30 September 2025 Keywords: Pengabdian Kepada Masyarakat. Pembersihan Pantai. Kepedulian Lingkungan. Masyarakat Pesisir ABSTRAK Abstract : This Community Service Program aimed to increase environmental awareness among coastal communities through a beach clean-up activity at Lampu Satu Beach. Merauke Regency. Lampu Satu Beach has significant ecological, social, and tourism value. however, it faces environmental problems caused by waste accumulation, particularly plastic waste and household debris. The activity was implemented through initial observation, coordination and permission with local authorities, collective beach clean-up actions, and on-site environmental education focusing on the negative impacts of waste and the importance of sustainable waste management based on the 3R principles . educe, reuse, recycl. The results indicate a reduction in waste volume along the beach area, increased community participation in environmental cleanliness activities, and improved public understanding of the adverse impacts of waste on coastal ecosystems and public health. Overall, the program received positive responses from the community and contributed to fostering collective awareness and responsibility for the sustainable preservation of Lampu Satu Beach. Abstrak : Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pesisir terhadap lingkungan hidup melalui aksi pembersihan Pantai Lampu Satu di Kabupaten Merauke. Pantai Lampu Satu memiliki nilai ekologis, sosial, dan wisata yang penting, namun menghadapi permasalahan pencemaran akibat penumpukan sampah, khususnya sampah plastik dan limbah rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, koordinasi dan perizinan dengan pihak kelurahan, pelaksanaan aksi bersih pantai secara gotong royong, serta edukasi lapangan mengenai dampak sampah dan pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis prinsip 3R . educe, reuse, recycl. Hasil kegiatan menunjukkan berkurangnya volume sampah di kawasan pantai, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan lingkungan, serta tumbuhnya pemahaman masyarakat mengenai dampak negatif sampah terhadap ekosistem pesisir dan kesehatan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Lampu Satu secara Open access article under the CC BY-SA license. Pendahuluan Kabupaten Merauke merupakan salah satu kabupaten terluas di Provinsi Papua Selatan. Indonesia. Wilayah ini berada di ujung paling timur Indonesia dan sering dikenal sebagai bagian dari semboyan Sabang URL Jurnal: https://cendisia. stie-portnumbay. id/index. php/cnd/ Susiani. Putri. Asniwaty. Dkk e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Sampai Merauke yang melambangkan keutuhan wilayah NKRI. Secara geografis. Kabupaten Merauke memiliki Wilayah daratan yang sangat luas, didominasi dataran rendah, garis pantai yang panjang disepanjang Laut Arafura,banyak suangi besar seperti sungai Maro, potensi sumber daya alam yang besar, terutama di bidang Pertanian,Perikanan dan Peternakan. Pantai Lampu Satu merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis, sosial,dan wisata yang penting bagi masyarakat kabupaten merauke. Pantai ini tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, sumber mata pencaharian masyarakat pesisir, serta bagian dari identitas wilayah Merauke sebagian daerah pesisir Selatan Papua. Namun, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata,permasalahan lingkungan berupa penumpukkan sampah dikawasan pantai semakin telita. Sampah yang berasal dari aktivitas pengunjung,limbah rumah tangga, serta material yang terbawa arus laut dapat mencemari lingkungan pantai. Kondisi ini berpotensi merusak ekosistem pesisir,mengganggu kenyamanan pengunjung, serta menurunkan daya tarik pantai Lampu Satu sebagai objek wisata daerah. Cahyadi et. menjelaskan bahwa pembuangan limbah masyarakat ke ekosistem perairan dapat mengganggu dan menghambat kelangsungan hidup dan kegiatan reproduksi spesies ekosistem suatu habitat tertentu. Salah satu kegiatan yang dapat dijadikan penyelesaian ini adalah dengan melakukan kegiatan Aksi Pembersihan Pantai Lampu Satu dengan mengajak masyarakat secara sadar dan peduli kepada lingkungan, kerena dampak dari sampah cukup tinggi. Dari dua jenis sampah, sampah yang paling berbahaya adalah sampah yang tidak dapat diuraikan karena sampah jenis ini tidak bisa dimafaatkan oleh tanaman mangrove, sehingga sangat bebahaya bagi kehidupan yang ada di ekosistem pantai. Hal ini mendorong untuk dilakukan kegiatan pelaksanaan kegiatan serentak aksi bersih pantai (Coastal cleanu. dalam rangka Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh Dosen dan Mahasiswa STIE Yapis Merauke yang berlokasi di pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke. Tujuan Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan Pantai yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga pantai Lampu Satu serta menumbuhkan sikap peduli dan tanggung jawab bersama dalam pelestarian lingkungan pantai lampu satu sebagai aset bersama di Kabupaten Merauke. Manfaat Kegiatan Adapun manfaat dari kegiatan yaitu terciptanya lingkungan pantai yang bersih dan sehat dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir serta terjaganya ekosistem pantai dan laut secera berkelanjutan. Gambar 1 Foto Bersama sebelum melaksanakan Kegiatan Pembersihan Pantai Pembersihan Pantai LampuA( Susiani. Putri. Asniwaty. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Lokasi Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada : Hari/Tangga : Sabtu. Tanggal 13 Desember 2025 Tempat : Pantai Lampu Satu Sasaran Kegiatan Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat pesisir, pemuda setempat, wisatawan serta relawan yang terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan pantai Lampu Satu Metode Kegiatan Langkah langkah sebelum pelaksanaan program yang terdiri dari : Observasi awal dan analisis kebutuhan : Survei Lokasi yaitu melihat bagaimana kondisi sasaran dan menggali masalah yang ada di sekitar Pantai Lampu Satu . Perijinan kepada Kelurahan Samkai untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat . Melakukan wawancara dengan pihak kelurahan dan perwakilan masyarakat setempat untuk menganalisis kebutuhan. Persiapan Pelaksanaan : Melakukan koordinasi dengan Tim PKM dalam pembagian tugas tugas yang harus dilakukan . Menyiapkan administrasi kegiatan . Menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan . Edukatif lapangan memberikan penjelasan singkat kepada masyarakat sekitar tentang dampak negatif sampah, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai, serta langkah-langkah sederhana pengelolaan sampah sehari-hari yang dapat dilakukan oleh setiap individu. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yang dilakukan. Hasil Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pembersihan pantai Lampu Satu menunjukkan beberapa hasil penting yang mencerminkan capaian dari tujuan pengabdian kepada masyarakat. Hasil ini meliputi perubahan kondisi lingkungan serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan Kurangnya sampah di kawasan pantai Lampu Satu Salah satu hasil nyata dari kegiatan adalah berkurangnya volume sampah yang berada di sepanjang pantai Lampu satu setelah dilaksanakannya pembersihan secara gotong royong. Tim pelaksana bersama masyarakat berhasil mengumpulkan dan mengangkut berbagai jenis sampah yang menumpuk dipesisir, terutama plastik sekali pakai, sampah rumah tangga, dan limbah lain yang selama ini menjadi masalah utama pencemaran pantai. Pengurangan sampah ini tidak hanya membuat pantai lampu satu tampak lebih bersih secara visual, tetapi juga membantu menurunkan beban pencemaran yang dapat merusak lingkungan laut jika dibiarkan terus menerus, sesuai temuan dari kegiatan serupa yang menunjukkan dampak positif aksi bersih dalam menurunkan sampah yang mencemari pesisir. Gambar 2 Kegiatan pemungutan sampah plastik Susiani. Putri. Asniwaty. Dkk. Vol. No. September 2025:24-29 Susiani. Putri. Asniwaty. Dkk e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan lingkungan Keterlibatan komunitas lokal, pemuda, dan relawan dalam kegiatan pembersihan menunjukkan adanya peningkatan pastisipasi masyarakat dalam aktivitas lingkungan. Banyak warga yang sebelumnya tidak aktif kini turut serta dalam aksi pembersihan, menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu mendorong keterlibatan berbagai pihak sejak tahap sosialisasi hingga pelaksanaan dilapangan. Aktivitas bersama ini tidak hanya membantu dalam pelaksanaan pembersihan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan pesisir. Partisipasi aktif seperti ini juga dilaporkan berperan penting dalam upaya pelestarian lingkungan di banyak kegiatan pengabdian masyarakat lainnya. Gambar 3 Tim dan Masyarakat antusias mengikuti kegiatan pembersihan Pantai Masyarakat mulai memahami dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan Hasil ini yang tidak kalah penting adalah peningkatan pemahaman masyarakat terhadap dampak negatif sampah, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan. Edukasi dan sosialisasi yang dilakukan selama kegiatan berhasil menyampaikan informasi bahwa sampah yang menumpuk di pantai dapat mencemari laut, merusak ekosistem pesisir, dan berpotensi membahayakan manusia melalui kontaminasi Masyarakat menjadi lebih menyadari bahwa kebiasaan membuang sampaih sembarangan memiliki konsekuensi yang serius, serta pentingnya pengelolaan sampah yang baik, seperti penerapan prinsip 3R . educe, reuse, recyl. kesadaran ini menjadi modal penting untuk mendorong perubahan perilaku dalam jangka panjang serta mendukung praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat. Gambar 4 Sebagaian hasil Pemungutan Sampah di Pantai Lampu Satu Pembersihan Pantai LampuA( Susiani. Putri. Asniwaty. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pembersihan pantai Lampu satu mendapatkan respon sangat positif dari masyarakat sekitar, yang tercermin melalui keterlibatan aktif, antusiasme, dan dukungan moral selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Respon positif ini tidak hanya menunjukkan bahwa masyarakat menyambut baik inisiatif pembersihan, tetapi juga dapat dijadikan indikator bahwa kegiatan semacam ini mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku terhadap lingkungan. Salah satu bentuk respon positif yang paling terlihat adalah tingginya partisipasi masyarakat secara langsung dalam kegiatan pembersihan pantai. Banyak warga yang sebelumnya tidak terlibat dalam kegiatan lingkungan ini ikut turun kelapangan bersama tim pelaksana untuk membersihkan sampah disepanjang pesisir pantai. Partisipasi ini menunjukkan bahwa pendekatan aksi langsung dilapangan merupakan strategi efektif untuk mengajak masyarakat berperan serta secara nyata dala, menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa Pengabdian Kepada Masyarakat serupa juga tentang aksi bersih pantai menunjukkan bahwa partisipasi komunitas lokal dalam kegiatan bersih-bersih merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan pesisir. Melalui keterlibatan langsung dalam pembersihan gotong-royong, masyarakat menjadi lebih menyadari bahwa lingkungan pantai Lampu Satu Merauke adalah aset bersama yang membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan. Interaksi dengan sampah dilingkungan sekitar yang diangkat dari garis pantai membuat warga memahami betapa besar dampak negatif sampah terhadap kualitas lingkungan laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kegiatan ini sekaligus memberi pengalaman langsung bagi warga untuk melihat kondisi pantai yang bersih dibandingkan sebelumnya yang kotor. Hasil serupa dari kegiatan pembersihan pantai menunjukkan bhawa kegiatan inisiatif pembersihan mampu memicu perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan. Selain aksi kebersihan secara fisik, edukasi lingkungan yang diberikan selama kegiatan turut berperan penting dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai. Edukasi ini mencakup penjelasan tentang dampak sampah terhadap ekosistem laut. Bagaimana sampah yang tidak berkelola dengan baik dapat mengurangi daya tarik pantai sebagai destinasi wisata. Serta pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Pendekatan edukatif seperti ini telah terbukti dalam berbagai kegiatan bersih pantai lain dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan warga secara signifikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pekerjaan satau atau dua individu, tetapi berkembang menjadi usaha bersama antara warga, relawan, dan tim pelaksana, sehingga terbentuk rasa tanggung jawab kolektif terhadap kondisi pantai Lampu Satu Merauke. Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari pantai yang bersih, baik dari segi kenyamanan, aspek kesehatan, maupun wisata mereka cenderung lebih termotivasi untuk mempertahankan kondisi tersebut secara berkelanjutan. Respon semacam ini merupakan indikator keberhasilan program dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tingkat komunitas lokal. Respon positif masyarakat juga menunjukkan terjadinya perubahan perilaku jangka panjang. Warga tidak hanya melihat kegiatan sebagai sebuah acara sekali jalan, tetapi sebagai cara hidup, yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini tercermin dari komitmen mereka untuk terus menjaga kebersihan pantai dilaur hari kegiatan, seperti mengurangi pembuangan sampah sembrangan, membuang sampah pada tempatnya, dan ikut mengedukasi anggota keluarga, tetangga, wisatawan dan lainnya tentang pentingnya lingkungan bersih. Secara keseluruhan respon positif masyarakat terhadap kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pembersihan pantai Lampu Satu Merauke menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berhasil dalam aspek fisik . embersihkan sampa. tetapi juga berhasil mendorong perubahan sikap, kesadaran, serta keterlibatan aktif komunitas dalam upaya pelestarian lingkungan yang merupakan tujuan utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Susiani. Putri. Asniwaty. Dkk. Vol. No. September 2025:24-29 Susiani. Putri. Asniwaty. Dkk e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Kesimpulan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pembersihan pantai lampu satu untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pesisir terhadap lingkungan hidup berhasil meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan hidup. Lingkungan pantai lebih bersih, serta masyarakat menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan dan kelestarian. Saran Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun komunitas masyarakat, guna menjaga kebersihan dan kelestarian pantai Lampu Satu Merauke. Daftar Pustaka