FORMULASI ACNE PATCH ETIL p-METOKSISINAMAT SEBAGAI ANTI JERAWAT MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN Salma Ruhaimatul Badari. Wahyu Priyo Legowo. Adang Firmansyah. Adit Andriyannto. Revika Rachmaniar* Program Studi Sarjana Farmasi. Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia. Bandung. Indonesia. *Penulis Korespondensi: revikarachmaniar@stfi. ABSTRAK Jerawat merupakan masalah kulit yang banyak dijumpai pada usia remaja hingga dewasa, dengan prevalensi 80Ae85% di Indonesia. Senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L. ) telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, bakteri utama pemicu jerawat, dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 1,2%. Untuk meningkatkan efektivitas serta kenyamanan penggunaan, dikembangkan sediaan topikal inovatif berupa acne patch. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum acne patch EPMS menggunakan BoxAeBehnken Design dengan tiga faktor, yaitu konsentrasi HPMC . Ae6%). PVP . Ae2%), dan durasi pengadukan . Ae30 meni. Parameter respon yang dievaluasi meliputi ketebalan patch, daya lipat, dan daya lekat. Pembuatan sediaan dilakukan dengan melarutkan polimer dalam pelarut, kemudian dikeringkan hingga membentuk Hasil optimasi menunjukkan formula optimum paling sesuai terdiri atas HPMC 3,213%. PVP 1,022%, dan waktu pengadukan 17,535 menit, dengan nilai desirabilitas 1,000. Evaluasi fisik menunjukkan ketebalan 0,2 A 0 mm, daya lekat 810,667 A 20,133 detik, daya lipat 207,333 A 2,517 kali, pH 5,68 A 0,168, serta kelembapan 29,4 A 2,623%. Aktivitas antibakteri yang dihasilkan mencapai zona hambat 6,6 A 0,736 mm, lebih besar dibandingkan EPMS tunggal. Temuan ini menegaskan bahwa acne patch yang dikembangkan memiliki karakteristik fisik yang baik dan aktivitas antibakteri yang efektif untuk aplikasi topikal, meskipun penyesuaian terhadap kadar kelembapan masih diperlukan untuk meningkatkan stabilitas sediaan. Kata Kunci: Acne patch, etil p-metoksisinamat. Box-Behnken Design. HPMC. PVP. Propionibacterium acnes. ABSTRACT Acne is a prevalent dermatological condition among adolescents and adults, with an estimated prevalence of 80Ae85% in Indonesia. Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC), derived from the rhizomes of Kaempferia galanga L. , has demonstrated antibacterial activity against Propionibacterium acnes, the primary bacterium associated with acne, with a minimum inhibitory concentration (MIC) of 1. To improve therapeutic effectiveness and enhance user convenience, an innovative topical delivery system in the form of an acne patch was developed. Optimization of the formulation was carried out using the BoxAeBehnken Design, incorporating three independent factors: HPMC . Ae6%). PVP . Ae2%), and mixing duration . Ae30 minute. The evaluated responses included patch thickness, folding endurance, and adhesiveness. The patches were produced by dissolving the selected polymers in a solvent system, followed by controlled drying to obtain a uniform film. The optimized formulation consisted of 3. HPMC, 1. 022% PVP, and a mixing duration of 17. 535 minutes, achieving a desirability value of The resulting patch exhibited a thickness of 0. 2 A 0 mm, adhesiveness of 810. 667 A 20. seconds, folding endurance of 207. 333 A 2. 517 cycles, a pH of 5. 68 A 0. 168, and moisture content 4 A 2. Antibacterial testing showed an inhibition zone of 6. 6 A 0. 736 mm, greater that PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 of pure EPMS alone. These results demonstrate that the optimized acne patch possesses suitable physical properties and effective antibacterial activity, although further adjustment of moisture content is recommended to enhance product stability. Keywords: Acne patch, ethyl p-methoxycinnamate. BoxAeBehnken Design. HPMC. PVP. Propionibacterium acnes. PENDAHULUAN Jerawat itu, penghambatan pertumbuhan P. menjadi salah satu pendekatan utama dalam inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang umum terjadi pada remaja hingga dewasa umumnya dilakukan melalui terapi topikal Data menunjukkan sekitar 80Ae85% maupun terapi oral dengan menggunakan remaja usia 12Ae24 tahun mengalami jerawat, termasuk di Indonesia, dengan kecenderungan peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir (Gollnick and panjang dapat menyebabkan efek samping Dreno, 2. Secara klinis, jerawat berupa iritasi, eritema, kulit kering, serta meningkatkan risiko resistensi bakteri papula, pustula, hingga nodul yang dapat (Vasam et al. , 2. Data menunjukkan menyebabkan hiperpigmentasi dan jaringan resistensi P. acnes terhadap klindamisin di Indonesia mencapai 61,3%, eritromisin 45,2%, dan tetrasiklin 12,9%, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis bahan hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi bakteri alam yang lebih aman dan efektif (Borni et Propionibacterium acnes (P. , serta , 2. proses inflamasi yang dipengaruhi faktor Salah Patogenesis Pengobatan Namun, hormonal, genetik, pola makan, stres, berpotensi sebagai antijerawat adalah etil p- penggunaan kosmetik, dan obat-obatan metoksisinamat (EPMS) yang diisolasi dari (Ulfa et al. , 2. rimpang kencur (Kaempferia galanga L. Propionibacterium acnes berperan Senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan nilai KHM sebesar 1,2% (Maruya Kusuma et al. menghidrolisis trigliserida menjadi asam serta menghasilkan zona hambat lemak bebas sehingga memicu inflamasi 8,7Ae11,70 mm pada konsentrasi 0,6Ae2,4% pada kulit (Dryno et al. , 2. Oleh karena (Adiaswati. Hasil PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 menunjukkan EPMS potensi untuk dikembangkan sebagai bahan praktis, efektif, dan stabil secara fisik (Mustofa et al. , 2024. Ulfa et al. , 2. aktif antijerawat berbasis bahan alam. Oleh Karakteristik fisik acne patch sangat karena itu, pengembangan sediaan topikal dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi berbasis EPMS terus dilakukan guna polimer yang digunakan sebagai matriks meningkatkan efektivitas terapi sekaligus pembawa, sehingga pemilihan kombinasi polimer yang tepat menjadi faktor penting antibiotik sintetis. dalam menghasilkan sediaan dengan mutu Efektivitas suatu senyawa topikal yang optimal (Ulfa et al. , 2. tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas Komponen utama dalam sediaan patch antibakterinya, tetapi juga oleh sistem adalah polimer yang berfungsi mengontrol penghantaran yang digunakan. Sediaan pelepasan zat aktif dari matriks sediaan. topikal seperti krim, salep, dan gel telah Pada penelitian ini digunakan kombinasi banyak digunakan dalam terapi jerawat. Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) sehingga dikembangkan bentuk sediaan dan Polyvinyl Pyrrolidone (PVP). PVP meningkatkan efektivitas dan kenyamanan mengiritasi, dan mudah larut, sedangkan Acne keunggulan berupa pelepasan zat aktif yang HPMC lebih konstan, mudah digunakan, serta pengembangan yang baik sehingga dapat dapat mengurangi frekuensi pemakaian membantu pelepasan zat aktif dari matriks (Nurpriatna, 2. Acne patch juga secara lebih optimal. Kombinasi kedua mampu meningkatkan kontak zat aktif polimer tersebut juga diketahui mampu dengan area lesi sekaligus melindungi memperbaiki sifat hidrasi, laju degradasi, jerawat dari kontaminan luar yang dapat serta kekuatan mekanik patch. memperparah kondisi kulit. Selain itu. Penetapan konsentrasi polimer pada patch yang baik secara fisik harus memiliki formulasi acne patch EPMS dilakukan (QbD), homogen, serta memiliki susut pengeringan Design dan daya serap kelembapan yang rendah. Oleh karena itu, pengembangan acne patch variabel kritis untuk menjamin mutu berbasis EPMS diharapkan dapat menjadi produk (Nadpara, 2. Dalam penerapan alternatif sediaan antijerawat yang lebih pendekatan tersebut, metode Box-Behnken Quality Design (BBD) digunakan sebagai alat PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 optimasi eksperimental karena mampu PVP, propilen glikol, metil paraben, serta mengevaluasi pengaruh dan interaksi antar pelarut berupa akuades dan etanol 96%. faktor pada tiga level secara efisien tanpa Selain itu digunakan medium MHA dan kultur Propionibacterium acnes (Agavi ekstrem (Abd-El-Aziz et al. , 2. Laboratoriu. , serta DMSO (EMSURE). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan pada formulasi acne patch berbasis EPMS menggunakan metode solvent casting, dengan optimasi faktor lama pengadukan, konsentrasi HPMC, dan PVP. Respon ketebalan, daya lipat, dan daya lekat, untuk memperoleh formula acne patch yang optimal dan mendukung pengembangan sediaan topikal sebagai antijerawat yang Desain Optimasi Formula Acne Patch EPMS Optimasi Box- Behnken Design konsentrasi polimer HPMC. PVP, dan lama pengadukan sesuai tabel 1. , kemudian diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap tiga respon evaluasi, yaitu ketebalan patch . , daya lipat . , dan daya lekat berbahan EPMS. Hasil sebanyak 15 run percobaan digunakan METODE PENELITIAN dalam studi optimasi pada tabel 1. Alat Peralatan yang digunakan meliputi (PyrexA), timbangan analitik, cork borer, jangka sorong, cawan petri, autoklaf, inkubator, mikropipet, pH meter dan desikator. Optimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13. 1 pada platform Statease 360 untuk penerapan desain Box-Behnken. Bahan Bahan yang digunakan meliputi EPMS Kaempferia galanga L. dari LKIH Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI). HPMC, Interaksi faktor dan respon dianalisis menggunakan regresi dan ANOVA untuk memperoleh model persamaan terbaik dalam penentuan formula optimum sesuai kriteria respon yang ditetapkan. Tabel 1. Desain Optimasi Formula Acne Patch EPMS dengan BBD Faktor Desain Eksperimental Variabel bebas Unit Tingkat Rendah Tinggi HPMC (X. PVP (X. Lama Menit Pengadukan (X. Optimasi Formula acne patch EPMS BBD PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Run Eksperimental (%) (%) (Meni. Metode optimasi menggunakan BoxBehnken Design (BBD) kebaruan dalam ilmu farmasi melalui penerapan pendekatan statistik berbasis Quality Design (QbD) kemudian PVP dilarutkan dalam akuades dan dicampurkan ke dalam mortar hingga Kristal EPMS dilarutkan dalam etanol 96% dan ditambahkan ke campuran HPMCAePVP, lalu digerus hingga tercapai Propilen glikol dan metil paraben ditambahkan ke dalam campuran dan kemudian dicukupkan volumenya dengan dihomogenkan kembali. Larutan formulasi dituangkan ke cawan petri, dibiarkan 24 jam pada suhu ruang, lalu dikeringkan dalam oven selama 48 jam. Setelah kering, lembaran patch dicetak menggunakan cork borer berdiameter 8 mm (Mariadi and Bernardi, 2. Formula acne patch EPMS tercantum pada Tabel 2. pengembangan acne patch berbahan alam EPMS. Metode ini mampu mengevaluasi Tabel 2. Formula Acne Patch EPMS pengaruh dan interaksi faktor formulasi secara efisien sehingga diperoleh formula optimum dengan jumlah percobaan yang lebih sedikit. Selain itu, penggunaan EPMS dalam bentuk acne patch merupakan inovasi sistem penghantaran topikal yang berpotensi meningkatkan efektivitas terapi jerawat melalui pelepasan zat aktif yang lebih terkontrol dan praktis digunakan. Pembuatan Acne Patch EPMS Pembuatan acne patch dilakukan menggunakan metode solvent casting, dengan pengembangan hidrogel HPMC. Formula EPMS HPMC PVP Metil Propilen Glikol Etanol Akuades Rentang (%) Kegunaan Zat aktif Polimer Polimer Pengawet 10 mL Plastisizer Ad 50 mL Pelarut Pelarut Pengujian Respon Uji Ketebalan Ketebalan patch dari tiap formula diukur pada tiga titik berbeda menggunakan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 jangka sorong, kemudian dihitung nilai Karakterisasi Formula Optimum rata-ratanya (Nurpriatna, 2. Uji Organoleptik Pada pengujian organoleptis diamati Uji Daya Lipat secara visual yang meliputi warna, bau. Uji daya lipat dilakukan dengan melipat patch berulang hingga patah atau bentuk dan tekstur permukaan patch (Nurpriatna, 2. sobek, dan jumlah lipatan dicatat sebagai indikator ketahanan (Nurpriatna, 2. Uji Kelembapan Setiap formula acne patch ditimbang Uji Daya Lekat untuk memperoleh bobot awal, kemudian Uji daya lekat dilakukan dengan disimpan dalam desikator berisi silica blue menempatkan patch di antara dua kaca selama 24 jam. Setelah itu, sediaan Waktu hingga kedua kaca terlepas dikeluarkan dan ditimbang kembali untuk (Nurpriatna, 2. mendapatkan bobot (Ananda et al. , 2. Penentuan Formula Optimum Uji pH permukaan Setelah dilakukan analisis regresi dan Acne patch dimasukkan ke dalam ANOVA dari 15 run percobaan kemudian cawan porselen, kemudian ditambahkan 10 ditentukan formula optimum bersadarkan mL akuades dan dibiarkan mengembang nilai desirabilitas yang paling tinggi pada selama 2 jam pada suhu ruang. Setelah itu, daerah Countour Plot yang disarankan oleh pH sediaan diukur menggunakan pH meter. perangkat lunak design expert. (Nurpriatna, 2. Verifikasi Formula Optimum Uji Antibakteri Uji aktivitas antibakteri dilakukan memastikan keakuratan solusi optimum menggunakan metode sumurun dimana yang dihasilkan Box-Behnken Design. Media Reformulasi disiapkan menggu nakan dituangkan sebanyak 15 mL ke dalam kombinasi konsentrasi HPMC. PVP, dan cawan petri menggunakan metode pour lama pengadukan pada kondisi optimal. Satu ose biakan P. acnes yang telah Verifikasi Mueller Hinton Agar dibandingkan dengan nilai prediksi BBD media cair, kemudian dicampurkan ke untuk menilai kesesuaian keduanya. dalam agar sebelum memadat untuk PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 merata. Setelah media mengeras, sampel uji tertinggi ditunjukkan oleh run 5 . ditempatkan pada permukaan agar. dan nilai terendah oleh run 3 . Sampel terdiri atas acne patch Variasi respon ini mencerminkan mengandung EPMS, kontrol negatif berupa pengaruh kombinasi konsentrasi HPMC, patch tanpa zat aktif, kontrol positif berupa PVP, serta lama pengadukan terhadap acne patch komersial, serta pembanding karakteristik fisik patch yang dihasilkan. EPMS yang diaplikasikan menggunakan Interaksi faktor dan respon kemudian paper disk. Semua patch dicetak dengan dianalisis berdasarkan regresi dan ANOVA diameter 0,8 mm. Cawan petri kemudian yang tertera pada Tabel 4. Model yang diinkubasi selama 18 jam pada suhu 37AC dalam kondisi anaerob. Setelah inkubasi, hubungan antara respon (Y) dan faktor (X) formulasi meliputi A-ketebalan. B-daya menggunakan jangka sorong (Adiaswati, lekat, dan C-daya lipat dipilih dari lima kemungkinan persamaan, yaitu linear, 2FI, quadratic, dan cubic. HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan Model mempengaruhi optimasi analisis ANOVA, dilakukan menggunakan metode Box- dimana untuk respon ketebalan dan daya Behnken Design melalui analisis pengaruh lipat menggunakan model 2FI sedangkan faktor komposisi basis terhadap masing- untuk daya lekat adalah model mean sesuai masing parameter respons, sebagaimana dengan tabel 4. Nilai regresi untuk ke 3 ditampilkan pada tabel 3. respon sangat bervariasi dimana nilai Berdasarkan tabel 3, ke 15 run tertinggi R2 sebesar 0,7928 pada ketebalan formulasi menunjukkan variasi respon fisik dan diikuti oleh respon daya lipat (R2 acne patch EPMS, dengan nilai ketebalan =0,5. dan daya lekat (R2=0,2. (YCA) berada pada rentang 0,10Ae0,28 mm. Secara keseluruhan nilai regresi respon dengan ketebalan tertinggi pada run 3 . ,28 berturut turut sebesar 79,28%, 53,82% dan m. dan terendah pada run 10 dan 12 . ,10 26,16% menandakan model hanya mampu Respon daya lekat (YCC) berkisar antara menjelaskan sebagian variasi data dengan 600Ae1. 380 detik, di mana nilai tertinggi nilai minimal R2 seharusnya berada di 0,800 diperoleh pada run 12 dan terendah terlihat . %). pada run 1, 2, dan 3 . Sementara Berdasarkan nilai Adeq Precision, itu, daya lipat (YCE) berada pada rentang model yang dipilih untuk respon ketebalan 160Ae300 lipatan, dengan ketahanan lipat dan daya lipat memenuhi kriteria (>. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 sehingga model 2FI layak digunakan untuk mengindikasikan bahwa variasi kesalahan eksplorasi terbatas dalam ruang desain dan pada pemodelan tidak bermakna secara penentuan formula optimum. Sebaliknya. Secara keseluruhan, model yang respon daya lekat tidak menunjukkan digunakan tetap dapat diterapkan untuk kecocokan model yang baik berdasarkan analisis ANOVA dan penentuan formula nilai Adeq Precision, namun nilai lack of fit yang tidak signifikan . = 0,7. Tabel 3. Hasil Optimasi Respon BBD terhadap nilai respon Run HPMC PVP Lama pengadukan Ketebalan penting pada formulasi acne patch karena Ketebalan Daya lekat . 0,22 0,28 0,24 0,12 0,14 0,12 0,16 Daya lipat . variabel bebas dinyatakan berpengaruh nyata terhadap ketebalan. memengaruhi kenyamanan pemakaian dan Di antara faktor yang diuji. PVP stabilitas produk. Analisis menggunakan memberikan pengaruh paling dominan . = BBD menunjukkan bahwa model terbaik 0,0068. p < 0,. , sehingga peningkatan untuk respon ketebalan adalah model 2FI, yang terbukti signifikan berdasarkan uji ketebalan patch. HPMC menunjukkan ANOVA . = 0,0. Nilai ini berada di pengaruh yang mendekati signifikan . = bawah batas signifikansi yang umum 0,0897. p > 0,. sehingga secara statistik digunakan . < 0,. , sehingga kombinasi belum memberikan efek nyata, sedangkan lama pengadukan tidak signifikan . = PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 0,8. , meskipun secara praktis tetap Berdasarkan analisis ANOVA, ketiga diperlukan untuk menghasilkan sediaan variabel bebas HPMC. PVP, dan lama Visualisasi interaksi anatara pengadukan tidak menunjukkan pengaruh faktor terhadap respon ketebalan dapat signifikan terhadap daya lekat, yang dilihat pada contur plot Gambar 1. ditandai dengan nilai p-value seluruhnya > Ketebalan 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa konsentrasi polimer yang digunakan dalam perubahan konsentrasi polimer maupun formulasi, dimana pada formulasi acne patch EPMS polimer yang mempengaruhi memberikan perbedaan bermakna terhadap secara dominan adalah PVP dan diikuti respon daya lekat. Dengan demikian, oleh HPMC. Hal ini sejalan dengan variasi daya lekat lebih disebabkan oleh faktor acak daripada pengaruh langsung Makkayu konsentrasi kedua polimer tersebut tidak dari komposisi formulasi. Meskipun demikian, contour plot hanya meningkatkan homogenitas larutan Gambar patch, tetapi juga berkontribusi langsung kecenderungan visual bahwa peningkatan terhadap peningkatan ketebalan. Semakin HPMC, meningkatkan daya lekat. Hal ini konsisten semakin besar viskositas campuran yang dengan sifat bioadhesif HPMC serta sifat terbentuk, sehingga menghasilkan lapisan hidrofilik PVP yang mampu meningkatkan film yang lebih tebal setelah proses fleksibilitas dan adhesivitas matriks patch (Lestari et al. , 2. PVP Meskipun tidak terdapat standar baku HPMC PVP Kombinasi konsentrasi tinggi dari menghasilkan daya lekat yang lebih besar, ketebalan kurang dari 1 mm. Ketebalan meskipun tidak terbukti signifikan secara statistik berdasarkan hasil ANOVA. Area kenyamanan pemakaian dan menurunkan potensial dengan daya lekat optimal tampak permeabilitas obat melalui matriks film dan berada pada rentang HPMC 4Ae5% dan PVP 1,6Ae2%, yang secara visual memberikan penghantaran obat (Yusuf et al. , 2. daya lekat yang lebih stabil. Secara 1. PVP melalui optimasi formula dengan BBD membentuk struktur matriks berpori yang untuk mendapatkan formula optimum. mendukung pelepasan obat, sedangkan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 HPMC meningkatkan kemampuan matriks menyerap air dan mempertahankan hidrasi. membantu menjaga daya lekat patch pada Sinergi kedua polimer ini tidak hanya kulit berjerawat (Oktaviani et al. , 2. berkontribusi terhadap proses pelepasan Tabel 4. Hasil Analisis . Regresi dan ANOVA interaksi faktor dan respon formulasi . Formula Optimum Acne Patch EPMS Analisis regresi dan ANOVA terhadap Respon Formulasi Acne Patch EPMS Parameter Respon (Y) Source Ketebalan : Y1 Daya Lekat: Y2 Daya Lipat: Y3 Model 2FI (Significan. Mean (Not Significan. 2FI (Not Significan. Nilai p = 0,0379 Nilai P = 0,8118 Nilai P = 0,2119 A- HPMC p-value = 0,0897 p-value = 0,9951 p-value = 0,1822 B- PVP p-value = 0,0068 p-value = 0,4844 p-value = 0,5989 C- Lama p-value = 0,8154 p-value = 0,3558 p-value = 0,2920 Pengadukan Not Significant (Nilai Not Significant (Nilai Lack of Fit Not Significant (Nilai p= 0,6. P = 0,4. P= 0,7. 0,7928 0,2616 0,5382 Adeq Precision 8,3651 2,1804 4,3306 Formula Optimum Acne Patch EPMS Prediksi Desirability Faktor Respon X1 (%) : 3,212 Y1. : 0,238 1,0000 X2(%) : 1,022 Y2. : 173,339 Selected X3 . : 17,535 Y3. : 526,278 Sedangkan untuk respon daya lipat, menghasilkan patch lebih elastis. Contour hasil analisis statistik menunjukkan bahwa plot gambar 1. menunjukkan pengaruh model 2FI tidak signifikan berdasarkan visual HPMC dan PVP terhadap daya lipat. ANOVA . = 0,2. , sehingga kombinasi warna biru untuk fleksibilitas rendah (O160 faktor tidak memberikan pengaruh nyata lipata. , hijau untuk zona ideal . Ae. , terhadap daya lipat karena semua faktor hijau-kuning untuk daya lipat tinggi . Ae juga tidak signifikan . > 0,. , meskipun . , dan kuning untuk daya lipat sangat HPMC memiliki kecenderungan pengaruh lebih besar. Temuan ini berbeda dengan mengidentifikasi area formulasi dengan Wardani, . HPMC (>. Pola Ketahanan dilakukan untuk menilai fleksibilitas dan fleksibilitas patch, serta Ulfa et al. yang menyatakan kombinasi HPMCAePVP memiliki jumlah lipatan Ou100 lipatan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dianggap cukup stabil dan tidak mudah optimum diperoleh dengan memasukkan rusak selama penyimpanan (Wardani, data pada Tabel 3. Penentuan formula 2. sehingga perlu ditentukan daya didasarkan pada nilai desirabilitas tertinggi lipatan untuk mendukung sediaan dengan menentukan variasi dari penyusun acne direkomendasikan oleh perangkat lunak Setelah menganalisis faktor yang Design Expert. Gambar 1. Contour Plot Interaksi faktor dengan . Ketebalan. Daya Lekat dan . Daya lipat Tabel pada Tabel 5. menunjukkan nilai aktual kombinasi HPMC 3,213%. PVP 1,022%, sesuai prediksi, sehingga formula optimum dan waktu pengadukan 17,535 menit valid dan metode optimasi dinyatakan menghasilkan formula optimum dengan berhasil (Yadav et al. , 2. ketebalan 0,238 mm, daya lipat 173,339 Selanjutnya dilakukan karakterisasi lipatan, dan daya lekat 526,278 detik. sediaan formula optimum melalui uji Hubungan ketiga faktor terhadap tiap organoleptis, pH, kelembapan dan uji respon divisualisasikan pada Gambar Hasil sebagai area optimasi. Penentuan kondisi menunjukkan bahwa seluruh patch EPMS memiliki bentuk bulat seragam, warna desirabilitas, di mana desirabilitas 1,00 putih konsisten, dan aroma khas kencur menunjukkan solusi optimal (Hidayat et al. Konsistensi ini menandakan bahwa variasi Verifikasi Behnken Design HPMC dan PVP tidak memengaruhi sifat Box- fisik patch. Uji pH dilakukan untuk memastikan menggunakan parameter optimum. Hasil keamanan, karena pH terlalu asam dapat PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 menyebabkan iritasi dan pH terlalu basa dapat menimbulkan kulit bersisik . ardani, 29,4A2,623%, dengan rentang 27Ae32%. Hasil pH berada pada rentang 5,55Ae yang tergolong tinggi. Kelembapan tinggi 5,87 . ata-rata 5,. , masih sesuai kisaran ini dapat menurunkan stabilitas dari sediaan pH kulit 4,5Ae8,5 (Nurpriatna, 2. karena patch dengan kadar air besar lebih Uji kelembapan terhadap formula . rata-rata mudah terkontaminasi dan kurang stabil (Novia, 2. Gambar 2. Diagram 3D respon permukaan interaksi faktor dengan . Ketebalan . Daya Lekat dan . Daya lipat Tabel 5. Evaluasi Formula Optimum Acne Patch EPMS . Verifikasi Formula dan . Karakterisasi Formula Verifikasi Formula Optimum Parameter Nilai Prediksi Nilai Aktual 0,2A0 810,667A20,133 207,333A 2,517 95% PI 0,122 467,33 180,999 Ketebalan . Daya lekat . Daya lipat . 0,238 526,278 detik 173,339 95% PI High Replikasi 7,667 4,367 7,333 6,456 A1,817 0,000 0,000 0,000 0,000 A0 3,800 5,9000 2,567 6,533 3,467 7,367 3,278A0,638 6,600 A0,735 0,277 1152,67 233,667 Karakterisasi Formula Optimum Parameter Uji pH Uji Kelembapan (%) Organoleptik Uji Antibakteri Kontrol Positif ( ) . Kontrol Negatif (-) . EPMS Murni . Sampel Acne Patch EPMS . Rata-Rata ASD 5,62 5,87 5,55 5,68 A0,1682 29,4 A2,623 Secara keseluruhan acne patch EPMS memiliki warna putih, bau khas dan memiliki bentuk bulat. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Nilai kelembapan yang meningkat ini (Sitorus et al. , 2. Temuan ini sesuai polimer HPMC dan PVP. Wardani, . dengan Kusuma, . bahwa EPMS menyatakan bahwa peningkatan polimer memiliki rentang KHM dari lemah hingga dan plastisizer dapat meningkatkan daya serap kelembapan. Secara ilmiah. HPMC formulasi patch mampu meningkatkan memiliki sifat higroskopis kuat melalui efektivitas antibakteri senyawa aktif. gugus hidroksilnya, sedangkan PVP yang Penelitian ini menunjukkan bahwa bersifat hidrofilik-hidroskopis juga mudah mampu digunakan untuk menentukan Kombinasi keduanya menghasilkan efek formula optimum acne patch EPMS secara sinergis yang meningkatkan penyerapan kelembapan secara signifikan pada matriks pengadukan terhadap karakteristik fisik (Yusuf Box-Behnken Design HPMC, PVP, (BBD) Hasil uji antibakteri pada tabel 5 . Pengembangan EPMS dalam menunjukkan bahwa metode KHM efektif bentuk acne patch juga memberikan menilai aktivitas patch terhadap P. potensi inovasi sediaan topikal antijerawat Kontrol positif menunjukkan hambatan berbasis bahan alam dengan penggunaan lemah, kontrol negatif tidak memberikan yang lebih praktis, pelepasan zat aktif yang zona hambat. Sampel patch menghasilkan lebih terkontrol, serta telah menunjukkan penyebab jerawat. sedangkan EPMS murni menghasilkan Meskipun demikian, penelitian ini zona hambat lebih kecil. Perbedaan ini masih terbatas pada evaluasi karakteristik diduga terkait peran matriks patch yang fisik dan aktivitas antibakteri, sehingga meningkatkan pelepasan, stabilitas, dan diperlukan penelitian lanjutan berupa uji ketersediaan zat aktif. stabilitas jangka panjang, pelepasan zat Secara ilmiah. EPMS merupakan aktif, penetrasi kulit, serta pengujian turunan asam sinamat dalam kelompok fenilpropanoid yang memiliki aktivitas pengembangan acne patch EPMS sebagai antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi sediaan antijerawat yang lebih optimal. (Kusuma, 2. Senyawa fenol dapat PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, sediaan EPMS Box-Behnken Design menunjukkan karakteristik fisik Patch memenuhi parameter ketebalan, daya lekat. Namun, kelembapan belum memenuhi persyaratan yang seharusnya <10%. Meskipun kadar kelembapan belum memenuhi persyaratan, formulasi acne EPMS karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri Patch Kosmetik Ekstrak Metanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina ) dengan Kombinasi Matriks HPMC dan Polietilen Glikol 400 secara Simplex Lattice Design. Ay Ananda. Noval. Zulfadhila, and M. Audina. AuFormulasi dan Uji Sifat Fisik Acne Patch Ekstrak Etanol Kulit Luar Buah Cempedak (Artocarpus integer (Thunb. ) Mer. dengan Variasi Konsistensi Polimer HPMC dan PVP. Ay Jurnal Surya Medika 10. :69Ae77. Arfiyanti Yusuf. Inayah Mappiar, and T. Anneke Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar. AuFormulasi Patch Antihiperlipidemia Daun Salam (Syzygium polyanthu. Ay Original Article MFF 24. :67Ae71. dikembangkan sebagai sediaan topikal untuk pengobatan jerawat. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Lembaga Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi (LKIH). Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, yang telah menyediakan bahan baku untuk penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA