JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 Tahun 2023 | 126 Ae 135 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi Izzatul Jannah A 1. Irzal Anderson A 2. Alif Aditya Candra A 3 Informasi artikel Sejarah Artikel : Diterima Mei 2023 Revisi Juni 2023 Dipublikasikan Juli 2023 Keywords : Learning Model Jurisprudential Inquiry Critical Thinking How to Cite : Jannah. Anderson. Candra. Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8. , pp. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di MTs Muhammadiyah Kota Jambi terdapat sebuah permasalahan yaitu kurangnya kemampuan berpikir kritis Dikarenakan guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovasi, dan guru belum pernah menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jurisprudential inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis Digunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian quasi experimental design dengan rancangan nonequivalent control group design. Objek penelitian MTs Muhammadiyah Kota Jambi, populasi siswa kelas Vi dengan 32 siswa. Diperoleh data menggunakan soal tes, hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry memiliki pengaruh yang signifikan, dimana diperoleh sig. -taile. 0,034>0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran jurisprudential inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Maka, sebaiknya dalam proses pembelajaran pendidik menyampaikan materi pelajaran menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry, dilakukan agar kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran mengalami perubahan yang positif. ABSTRACT The Effect of the Jurisprudential Inquiry Learning Model on Critical Thinking Ability in the Eyes PPKn Lessons for Students. Based on preliminary findings at MTs Muhammadiyah Kota Jambi, there is a concern, mainly a lack of critical thinking abilities among pupils. Because the instructor has never employed the jurisprudential inquiry learning model in the learning process and has never introduced an innovative learning model. The goal of this study was to see how the jurisprudential inquiry learning approach affected students critical thinking skills. In the research design of quasi-experimental design with nonequivalent control group design, a quantitative method was applied. The population of class Vi pupils with 32 students was the research focus of MTs Muhammadiyah Kota Jambi. The findings of the examination of students critical thinking abilities using the jurisprudential inquiry learning model have a significant effect, which is achieved . -taile. 034> 0. 05, therefore Ha is accepted and Ho is rejected. This suggests that the jurisprudential inquiry learning methodology has an effect on students critical thinking skills. As a result, it is preferable if educators impart subject information utilising the jurisprudential inquiry learning model during the learning process, so that students' critical thinking abilities in learning improve. Alamat korespondensi: PPKn. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia E-mail: izzatuljannah506@gmail. com1, irzalanderson@gmail. com2, alifaditya@unja. Copyright A 2023 Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENDAHULUAN Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPK. salah satunya pelajaran diajarkan dalam kurikulum nasional. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia tetap perlu adanya kontrol penuh dari pemerintah dan instansi terkait, perlu adanya sosialisasi di tiaptiap sekolah agar tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tahun 2013 mata pelajaran PPKn sesuai dengan harapan-harapan DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. email: jpk@umpo. Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. yang sudah direncanakan (Wahono, 2. Dimana PPKn dalam program pendidikan nasional lebih memfokuskan pada kehidupan bangsa dan bernegara dalam Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, seseorang harus mematuhi Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi sandaran hidup bangsa dan negara. Untuk merespon isu sosial dalam kehidupan bernegara siswa dituntut dapat untuk berpikir dengan kritis dalam menerima informasi, rasional serta kreatif dalam bertindak. Hal ini pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan perkembangan zaman maupun IPTEK. Dari waktu ke waktu kondisi zaman yang terus mengalami perubahan sehingga menuntut seluruh generasi muda untuk terus belajar mengantisipasi masa depan dalam menghadapi masalah-masalah sosial. Karena dengan peserta didik memiliki keterampilan pemikiran secara kritis memungkinkan peserta didik dapat sesungguhnya dan informasi hoax, sehingga siswa dapat mengambil langkah-langkah yang Perubahan yang kompleksitas, cepat, dan independen yang terus mengalami peningkatan dalam dunia global, menjadikan berpikir kritis sebagai suatu persyaratan pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan sosial dan bangsa. Apabila seseorang telah mampu berpikir secara logis, produktif, dan sistematis, dalam mengambil tindakan maupun mempertimbangan keputusannya dengan baik maka seseorang disebut telah memiliki kemampuan berpikir kritis. Sehingga, sangat diperlukan pemikiran yang kritis bagi siswa untuk menguasai materi pada saat belajar, karena dengan memiliki pola pemikiran kritis dapat mengantisipasi masalah di masa Berpikir kritis merupakan pengkajian kebenaran pengetahuan yang berdasarkan pola penalaran mampu menggunakan logika dengan cara berpikir untuk mendapatkan keputusan masuk akal. Keterampilan berpikir kritis adalah memerlukan mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menjelaskan, mengevaluasi, mampu pendapat dan mampu menyimak. Artinya berpikir kritis ialah pengaturan diri dalam mengambil keputusan tertentu, yang mengarah pada pemikiran, menganalisis, mengevaluasi, memberi kesimpulan dan mempresentasi, yang berdasarkan konsep, bukti, metode, kriteria atau kontekstual untuk pengambilan keputusan. Keterampilan pemikiran kritis penting bagi siswa maka keterampilan tersebut dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk membedakan antara kesenjangan, kenyataan dan kebenaran (Hamdani. Prayitno, & Karyanto, 2. Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki siswa. Karena dalam metode pengajaran pada satuan program pendidikan menuntut partisipasi siswa secara aktif dan dapat berpikir kritis. Dimana menurut (Shaw, 2. literasi pandangan dunia harus pemahaman budaya yang tidak adil/miring dan dengan demikian berkontribusi pada kesadaran kritis dalam hubungannya dengan yang lain merupakan bagian penting dari pendidikan kewarganegaraan global yang kritis. Sehingga guru bertanggung jawab atas proses pembelajaran di kelas, karena siswa perlu dilatih kemampuan berpikir kritis agar tercapainya tujuan pembelajaran (Changwong. Sukkamart, & Sisan, 2. Tujuan yang lain yakni buat mendapatkan siswa menciptakan inspirasi baru serta kreatif yang bertujuan buat memecahkan permasalahan pada saat mengulas topik pendidikan (Nuryanti. Zubaidah, & Diantoro, 2. Mengaitkan pengetahuan serta selaku perlengkapan yang sangat potensial guna melaksanakan penyaringan informasi dalam kegiatan menganalisis soal, memahami setiap Hal tersebut telah mengarah pada pengembangan strategi pembelajaran yang membekali pemikiran kritis (Shida. Abdullah. Osman, & Ismail, 2. Selain itu, tujuan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran adalah untuk membuat siswa lebih aktif, masalah dan solusi, dan memperkuat Tujuan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran berdasarkan uraian diatas ialah agar dapat membuat siswa menjadi lebih berani mengungkapkan pendapat, memecahkan masalah, dapat menemukan ide baru, maupun mengkombinasikan gagasan-gagasan yang ada. Sehingga untuk membuat keputusan yang lebih baik, dan untuk menghindari bias dalam penalaran pengambilan keputusan adalah JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. dengan berpikir kritis (Van Peppen. Verkoeijen. Heijltjes. Janssen, & Van Gog, 2. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh penulis pada tanggal 1 s/d 25 November 2022, selama proses kegiatan MTs Muhammadiyah Kota Jambi khususnya pada mata pelajaran PPKn guru tidak pernah jurisprudential inquiry dapat dilihat dari pengamatan selama proses belajar mengajar. Misalnya pada saat guru menerangkan materi Hal ini dibuktikan melalui wawancara pada tanggal 23 November 2022 dengan guru PPKn MTs Muhammadiyah Kota Jambi yaitu dengan bapak Iwan Siregar. yang mana bapak Iwan Siregar. menyatakan bahwa selama mengajar belum pernah menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry. Berdasarkan pernyataan tersebut penulis memilih model jurisprudential inquiry untuk diteliti di MTs Muhammadiyah Kota Jambi, agar menambah inovasi model pembelajaran digunakan guru saat proses pembelajaran PPKn. Dalam menumbuhkan keterampilan siswa untuk berpikir kritis diperlukan model pembelajaran yang inovasi yang dilakukan oleh guru di saat mengajar. Untuk membangun kemampuan siswa dalam berpikir kritis seorang pendidik dituntut dapat merancang proses Guru merancang pembelajaran dengan menyajikan permasalahan melibatkan kemampuan berpikir siswa juga melibatkan siswa dalam proses menganalisis masalah yang ditemukan (Choirunnisa, 2. supaya proses belajar mengajar bisa lebih menarik, sangat diperlukan model pembelajaran yang inovatif untuk dijadikan sebagai pedoman guru saat (Hendrizal. Dalam mengembangkan kemampuan siswa berpikir pembelajaran, salah satu cara memperbaiki proses pembelajaran, dilakukan dengan perbaikan metode pembelajaran oleh guru sesuai dengan materi ajar yang digunakan, hasil belajar yang tinggi didapatkan dari kemampuan siswa berpikir kritis sehingga mampu menyaring suatu informasi yang tidak semua informasi sesuai dengan apa yang kita mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis (Hamdani dkk. , 2. Agar pembelajaran lebih menyenangkan sangat . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan penting bagi guru menerapkan variansi model pembelajaran yang cocok untuk siswa sehingga dapat membantu mengembangkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis yang kreatif serta inovatif yang relevan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Untuk melihat kemampuan siswa dalam berpikir pada mata pelajaran PPKn kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi dapat dilakukan dengan cara mengajukan soal atau pertanyaan kepada siswa. Menurut (Erikson & Erikson, 2. berpikir kritis menunjukkan keseriusan terhadap hasil belajar dan bagaimana pemanfaatan hasil belajar dapat mengalihkan perhatian siswa dan guru untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Menurut (Zulaiha, 2. memberikan siswa soal dapat dilakukan untuk memperbaiki keterampilan berpikir kritis yaitu soal yang bertipe Higher Order Thinking Skill (HOTS). hasil dari jawaban soal siswa membuktikan bahwa kemampuan siswa dalam berpikir kritis di kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi Berdasarkan observasi data awal kemampuan siswa dalam berpikir kritis pada kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi jika dilihat dari rata-rata berjumlah 40,6 yang mana angka 40,6 tergolong dalam kategori kurang kritis. Maka, dapat diartikan pada tingkat kemampuan berpikir kritis belajar PPKn kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi tergolong dalam kategori kurang kritis. Untuk pembelajaran di kelas, dalam melakukan pembelajaran guru harus kreatif agar siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik (Mutmainnah, 2. Terutama dalam mata pelajaran PPKn untuk menumbuhkan pemikiran kritis, tentu saja perlu dilakukan upaya terencana dan terstruktur yang dirancang sedemikian rupa oleh guru PPKn. Untuk menumbuhkan pemikiran yang kritis guru dituntut dapat menggunakan model sesuai dengan siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran sesuai diterapkan dalam mata pelajaran PPKn salah satunya yaitu model jurisprudential inquiry, menurut (Permatasari, 2. model pembelajaran jurisprudential inquiry proses pembelajaran yang berbasis pemecahan masalah. Oleh karena itu, model pembelajaran jurisprudential inquiry diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang merangsang peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa (Endaryati. Slamet, & Suryandari. Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. Model Yurisprudensi Inkuiri . urisprudential Inquir. merupakan model pembelajaran yang dapat dikatakan masih baru, model pembelajaran jurisprudential inquiry belum banyak diketahui oleh para pendidik (Sundawa. Fitriasari. Iswandi, & Muthaqin. Menurut (H B Uno, 2. Model Telaah Yurisprudensi (Jurisprudential Inquir. dipelopori oleh Donal Oliver dan James P. Shaver, model jurisprudential inquiry didasari atas pemahaman masyarakat yang setiap orang memiliki kepentingannya masing-masing dan mempunyai pandangan pendapat yang berbeda sehingga nilai-nilai sosial dalam masyarakat saling berkonfrontasi satu dengan yang lain. Dalam konteks aturan sosial diperlukan warga negara yang mampu menganalisis situasi dan dapat mendiskusikan suatu isu memecahkan suatu kasus agar menemukan solusi yang tepat. Model pembelajaran yurisprudential inquiry merupakan bagian dari model peningkatan keterampilan peserta didik yang demokratis, dan partisipasi aktif (Badriyah. Warsono, & Haidar, 2. Model membentuk siswa untuk dapat menghargai dan menerima sikap terhadap orang lain, meskipun beda pandangan dengan dirinya sendiri, dan untuk mengenali suatu kebenaran atas sikap seseorang terhadap masalah sosial tertentu. Model pembelajaran telaah yurisprudensi (Jurisprudential inquir. dapat meningkatkan pemikiran siswa untuk mengemukakan ide dan pendapat baru dari setiap siswa di dalam suatu pembelajaran yang dikenal dengan istilah berpikir kritis (Hasyda, 2. Model (Jurisprudential Inquir. ini didasari atas pemahaman masyarakat bahwa didalam masyarakat memiliki keberagaman individu dan tidak semua karakter pada setiap individu itu sama, sehingga nilai-nilai sosial dalam masyarakat saling berkonfrontasi. Model pembelajaran jurisprudential inquiry sangatlah penting untuk mengkoordinasikan sikap siswa dalam menghadapi masalah (Alfu, 2. Penerapan model jurisprudential inquiry ini dapat menumbuhkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis jadi model pembelajaran jurisprudential inquiry ini penting untuk diteliti, hal tersebut, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Permatasari, 2. , dengan topik kajian penelitiannya Aupengaruh model pembelajaran jurisprudential inquiry pada mata PPKn kemampuan siswa dalam berpikir kritis kelas XI SMAN 1 WonoayuAy. Dari hasil analisis Frida Intan Permatasari dalam penelitiannya menunjukkan dengan penggunaan model jurisprudential inquiry kemampuan siswa dalam berpikir kritis memberikan dampak yang Dimana temuan disajikan dalam bentuk tes esai, yang menyatakan bahwa thitung>ttabel . ,96>1,. Ini berarti membuktikan selama proses pembelajaran dikelas eksperimen aktivitas siswa lebih aktif dibandingkan dengan dikelas kontrol. Alhasil, kemampuan siswa dalam berpikir kritis dengan menggunakan model jurisprudential inquiry berpotensi dapat memberikan pengaruh yang Dari hasil penelitian tersebut diperkuat oleh (Miftahul, 2. yang menjelaskan model jurisprudential inquiry berpengaruh terhadap kemampuan siswa berpikir kritis saat melakukan analisis terhadap masalah sosial sebagai hasil belajar langsung. Secara menyeluruh perbedaan penulisan ini dengan yang sebelumnya terletak pada objek penelitian yang diteliti, yang mana di MTs Muhammadiyah Kota Jambi sendiri belum pernah diteliti tentang kemampuan siswa berpikir kritis, hal tersebut dibuktikan wawancara dengan kepala sekolah MTs Muhammadiyah Kota Jambi yaitu bapak Muhammad Yani. E yang menyatakan bahwa sebelumnya belum pernah orang meneliti kemampuan siswa berpikir kritis di MTs Muhammadiyah Kota Jambi. Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki siswa. Karena dalam metode pengajaran pada satuan program pendidikan menuntut partisipasi siswa secara aktif dan dapat berpikir kritis, pembelajaran melalui model jurisprudential inquiry pilihan strategis yang menarik untuk proses pembelajaran. Untuk merespon isu sosial dalam kehidupan bernegara siswa dituntut dapat berpikir dengan kritis menerima informasi, rasional dan kreatif dalam bertindak. Hal ini harus dilakukan mengingat pentingnya pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta perannya dalam menghadapi perkembangan zaman. METODE Bagian Dilakukan menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. memakai metode eksperimen, penelitian ini termasuk ke metode eksperimen semu atau quasi experimental design, dilakukan untuk mencari pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, oleh karena itu digunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Digunakan Nonequivalent Control Group Design apabila suatu penelitian untuk mencari pengaruh (Sugiyono, 2. Setiap variabel-variabel dalam penelitian tentunya memiliki variansi yang berbeda-beda, sehingga akan ditemukan satu atau lebih variabel penelitian. Dibagi responden penelitian menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dilakukan di kelas Vi. B dengan diberikan treatment model jurisprudential inquiry dan kelompok kontrol diberikan treatment yang dilakukan pada kelas Vi. model PBL (Problem Based Learnin. Secara umum rancangan penelitian disajikan pada tabel Tabel 1 Rancangan Penelitian Nonequivalent Control Group Design Kelas Pretest Perlakuan Posttest 1 Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Sumber: (Sugiyono, 2. Keterangan: O1 : Pretest dilakukan kelompok eksperimen. O3 : Pretest dilakukan pada kelompok O2 : Posttest dilakukan pada kelompok O4 : Posttest dilakukan kelompok X1 : Treatment dilakukan penerapan model Jurisprudential Inquiry. X1 : Treatment dilakukan penerapan model Problem Based Learning /PBL. Penelitian ini menggunakan metode tes untuk pengumpulan data. Digunakan Tes yang pengetahuan intelektual dimiliki oleh kelompok maupun individu diberikan dalam bentuk soal Untuk pengumpulan data menggunakan tes, khusus untuk tes prestasi belajar biasa digunakan di sekolah (Arikunto, 2. Data dianalisis menggunakan metode statistik dikarenakan datanya bersifat . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan kuantitatif (Sugiyono, 2. Untuk analisis data dilakukan setelah mendapatkan perolehan data dari tes yang dilakukan pada siswa. Selain itu, digunakan metode statistik untuk menentukan kesamaan rata-rata uji-t ((Ghozali. Uji-t adalah untuk membandingkan dua rata-rata yang digunakan tes statistik, dan menentukan perbedaan antara dua skor rata-rata yang nyata. Menurut (Sudjana, 2. untuk menguji hipotesis pada sampel 2 kelas yaitu menggunakan analisis sample T-test dengan rumus berikut: ycEaycnycycycuyci = ycU1 Oe ycU2 ycIOoycu ycu Penjabaran S2 sebagai berikut: ycI2 = . cu1 Oe . yc1 Oe . cu2 Oe . ycI1 2 ycu1 ycu2 Oe2 Keterangan: t = Signifikansi perbedaan dua mean sampel X1 = Rata-rata hasil berpikir kritis pada kelas X2 = Rata-rata hasil berpikir kritis pada kelas S = Standar deviasi S2 = Varian n1 = Jumlah sampel di kelas kontrol n2 = Jumlah sampel di kelas eksperimen Uji hipotesis Uji-t dilakukan dengan bantuan Software SPSS versi 24 for window. Dasar diambilnya keputusan yaitu: Pertama. Jika nilai asymp Sig. -taile. lebih kecil dari < 0,05 maka Ha diterima. Kedua. Jika nilai asymp Sig. -taile. lebih besar dari > 0,05 maka Ha ditolak. Setelah mendapatkan data pretest kelas kontrol maupun eksperimen setelah diberikan perlakuan atau treatment dan di ambil postest kemudian dilakukan uji N-Gain untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dilakukan uji N-Gain setelah diberikan Peningkatan rata-rata dari kelas kontrol dan kelas eksperimen terlihat dari hasil pretest dan posttest. Perbandingan skor gain maksimum dengan skor gain aktual. Merupakan N-Gain atau bisa di sebut gain Skor gain maksimum yaitu skor gain tertinggi diperoleh siswa sedangkan skor gain diperoleh siswa yaitu skor gain aktual. Skor N-Gain diperhitungkan dapat dinyatakan dalam rumus berikut: Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. ycA Oe yaycaycnycu = ycIycoycuyc ycEycuycycyceycyc Oe ycIycoycuyc ycEycyceycyceycyc ycIycoycuyc yayccyceycayco Oe ycIycoycuyc ycEycyceycyceycyc Untuk kemampuan berpikir kritis berdasarkan kategori N-Gain dapat dilihat kategori N-Gain Ternormalisasi pada tabel 2: Tabel 2. Kategori N-Gain Ternormalisasi Nilai N-Gain Kategori N-Gain > 0,70 Tinggi N-Gain 0,30 - 0,70 Sedang N-Gain < 0,30 Rendah N-Gain = 0,00 Tidak Terjadi Peningkatan N-Gain < -1,00 Terjadi Penurunan Sumber: Hermawan . 1:2. Untuk melihat kelas kontrol dan eksperimen hasil dari pretest dan posttest peningkatan mean atau rata Ae rata dalam berpikir kritis dapat dihitung N-Gain, sehingga dapat menentukan hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian Sebelum dilakukan penelitian, penulis melakukan pengujian terhadap tes soal terlebih dahulu, dalam hal ini peneliti memberikan uji kepada siswa dengan 5 . soal yang akan di digunakan, untuk menentukan valid atau tidak tiap butir soal, untuk mengetahui reliabilitas soal, tingkat kesukaran soal dan daya beda soal, uji coba soal dengan melakukan terlebih dahulu pada 16 siswa kelas Vi. untuk menentukan tiap butir soal bisa di pakai atau tidak. Adapun uji coba soal disajikan pada tabel 3. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Soal Item Soal Rtabel Rhitung Kriteria Soal_1 ,961 Valid Soal_2 ,807 Valid ,345 Soal_3 ,795 Valid Soal_4 ,866 Valid Soal_5 ,734 Valid Sumber: Olah data microsoft excel 2016 Berdasarkan tabel 3 tersebut terlihat dari masing-masing butir soal yang ada, semuanya dikatakan valid. Karena kriteria interpretasi koefisien korelasi validitas soal tes berada pada kriteria validitas sangat tinggi dimana 0,80 < rxy O 1,00 dan validitas tinggi yang berada pada 0,60 < rxy O 0,80. Tabel 4 Uji Reliabilitas Soal Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,881 Sumber : Hasil olah data software SPSS versi 24 for windows Dari data mengenai hasil uji reliabilitas soal tes yang digunakan peneliti menunjukan hasil CronbachAos Alpha yaitu 0,881 artinya tergolong dalam kriteria 0,80 < rxy O 1,00 berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan bahwa dengan nilai CronbachAos Alpha 0,881 tersebut dapat dinyatakan bahwa reliabilitasnya sangat tinggi. Dari hasil analisis tersebut, dapat diartikan soal uji coba tersebut dinyatakan Berdasarkan hasil uji tingkat kesukaran soal yang tergolong pada tingkat kesukaran soal AusedangAy adalah soal nomor 2,3,4 dan 5 karena berada dalam kriteria tingkat kesukaran 0,30 < TK O 0,70. Dan soal nomor 1 tergolong pada tingkat kesukaran soal yang AumudahAy karena terletak pada kriteria tingkat kesukaran TK > 0,70. Sedangkan hasil uji daya soal, masingmasing dari kelima soal tersebut memiliki daya beda yang berbeda. Untuk daya pembeda soal nomor 5 tergolong AucukupAy. Dan pada soal nomor 1,2,3, dan 4 tergolong pada daya pembeda AubaikAy. Dikelas eksperimen maupun dikelas kontrol setelah melalui tahap analisis butir soal selanjutnya diberikan treatment. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam berpikir kritis pada kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah pretest dilakukan maka diterapkan treatment kemudian di ambil posttest dan dilakukan perbandingan sesuai indikator berpikir kritis. Berdasarkan perolehan kemampuan siswa berdasarkan indikator ketercapaian dalam berpikir kritis tersebut, kelas eksperimen untuk perolehan kemampuan siswa lebih tinggi dari kelas kontrol dalam berpikir kritis. Hasil pretest dan posttest terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, dengan hasil lebih besar kelas eksperimen 15>9,6. Data tersebut membuktikan dikelas eksperimen kemampuan siswa dalam berpikir kritis menggunakan model jurisprudential inquiry berpengaruh signifikan dari pada menggunakan model PBL dikelas kontrol. Perolehan posttest kelas eksperimen memiliki hasil rata-rata sebesar 62,2 dimana tergolong dalam kategori AukritisAy, sedangkan kelas kontrol memperoleh JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. posttest hanya sebesar 51,8 yang mana tergolong dalam kategori Aucukup kritisAy. Untuk menentukan terdistribusi secara normal atau tidak data yang akan digunakan, maka konsep normalitas digunakan sebagai pedoman, yang menjadi pedoman data dianggap normal jika tingkat signifikansi statistik lebih besar dari 0,05. Untuk mengecek normalitas pada SPSS 24 yang taraf signifikan 5% atau 0,05 digunakan metode Uji Kolmogorov Smirnov. Tahap berikutnya setelah di dapatkan data adalah tahap analisis data. Langkah pertama dalam menganalisis data adalah mendefinisikan normalitas. Kelas eksperimen pretest uji normalitas menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,200, sedangkan posttest kelas eksperimen tingkat signifikansi juga 0,200, pretest kelas kontrol tingkat signifikansi juga 0,200 begitu juga dengan posttest kelas kontrol menunjukkan 0,200, artinya untuk semua kelas tingkat signifikansi lebih dari 0,05 baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Jadi, kelas kontrol hasil pretest maupun posttest dan kelas eksperimen pretest dan posttest berdistribusi Tingkat signifikansi jika lebih besar dari 0,05 maka sampel dianggap homogen. Tahapan uji homogenitas, fungsi dari uji homogenitas ialah untuk menentukan variansi homogen atau Dari hasil analisis uji homogenitas diketahui bahwa variansi sampel didapatkan dengan nilai 0,787 yang artinya menunjukkan nilai sig besar dari 0,05 yaitu nilai 0,787 > 0,05. Berdasarkan nilai sig > 0,787 dapat dikatakan data yang digunakan bersifat homogen. Langkah selanjutnya adalah uji-t dengan menggunakan program software SPSS versi 24 for windows. Sebelum uji-t dilakukan terlebih dahulu data harus diuji distribusi normalitasnya dan homogenitasnya. Fungsi uji-t sebagai alat untuk memahami proses pendidikan yang dapat dipahami berdasarkan kondisi penilaian akhir dan percobaan akhir setelah dilakukan treatment, dilakukan uji independent sample ttest dengan menggunakan uji-t, kemudian digunakan untuk menentukan apakah terdapat pengaruh kemampuan siswa dalam berpikir kritis dengan menerapkan model jurisprudential Berdasarkan data yang diperoleh dengan software SPSS versi 24 for windows. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Perbandingan nilai thitung dengan ttabel disini guna untuk mengetahui variabel bebas dengan variabel terikat. diperoleh thitung pada kelas eksperimen adalah sebesar 2,224 yang artinya besar dari ttabel ttabel yaitu 2,042 artinya thitung > ttabel atau 2,224 > 2,042, sedangkan untuk kelas kontrol nilai thitung sebesar 2,224 yang artinya juga besar dari ttabel yaitu 2,224 > 2,042. Nilai ttabel sebesar 2,042 dilihat dalam tabel distribusi t dengan nilai df 30 dan pada taraf 5%. Selain itu, hasil nilai sig. -taile. dalam menganalisis data menunjukkan nilai sebesar 0,034 artinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,05 maka Ha diterima sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat di artikan ada pengaruh model jurisprudential inquiry terhadap kemampuan siswa dalam berpikir kritis pada mata pelajaran PPKn kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi tahun pelajaran 2022/2023Ay. Langkah terakhir adalah menghitung NGain. Untuk mengetahui perbedaan antara skor sebelum treatment dan skor setelah treatment digunakan N-Gain. Dimana dengan menghitung selisih antara skor posttest dan pretest ditentukan N-Gain Score, hasil N-Gain nya yang diperoleh dengan program software SPSS versi 24 for windows. Dilanjutkan dengan pengumpulan data menggunakan uji-t untuk menentukan hipotesis selama penelitian. Berdasarkan program software SPSS versi 24 for windows di atas data hasil olahan output memperoleh nilai mean kelas eksperimen sebesar 44,73 dari nilai tersebut dapat di katakan nilai normalitas N-Gain kelas eksperimen termasuk kedalam kategori N-Gain sedang dengan nilai 44,73 Dan perolehan nilai mean kelas kontrol hanya sebesar 19,166 menunjukkan berada dalam kategori kurang artinya terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen. Dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 24 for windows dari hasil analisis data dan pembahasan didapatkan posttest hasil dari analisis data dengan nilai sig . -taile. kemampuan berpikir kritis adalah sebesar 0,034<0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan analisis data terdapat hasil yang berbeda dilihat perbandingan dari hasil kelas kontrol dan eksperimen, dimana data hasil olahan dari N-Gain terdapat nilai mean dikelas eksperimen sebesar 44,73 yang menunjukkan kelas eksperimen normalitas nilai N-Gain termasuk kedalam kategori N-Gain sedang. Dan kelas kontrol hanya memperoleh nilai mean Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. 19,166 yang tergolong dalam kategori N-Gain kurang yang artinya antara kelas kontrol dan kelas eksperimen terdapat perbedaan nilai NGain mean Berdasarkan N-Gain membuktikan kelas eksperimen kemampuan siswa dalam berpikir kritis terdapat pengaruh positif dibandingkan dengan kontrol. Jadi dapat di tarik kesimpulkan bahwa AuTerdapat pengaruh kemampuan siswa dalam berpikir kritis pada mata pelajaran PPKn kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota JambiAy. Hasil analisis penelitian tersebut sesuai dengan teoritis yang sebelumnya telah AuPenggunaan jurisprudential inquiry di dalam kelas siswa memungkinkan lebih kritis dan aktif selama proses belajar berlangsung. Hal ini siswa memungkinkan untuk menjadi kritis saat menganalisis data dari sudut pandang mereka tentang suatu isu atau isu sosial tertentu, memungkinkan mereka untuk lebih siap untuk mendiskusikannya dengan teman sekelas, dan terhadap permasalahan tersebut siswa dapat mengambil posisi . , dengan argumen yang mempertahankan sikapnya tersebutAy (Hamzah B Uno, 2. Dari teori diatas tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan (Permatasari, 2. dengan judul penelitian Aupengaruh model pembelajaran jurisprudential inquiry pada mata PPKn Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 WonoayuAy. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Frida menunjukkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dapat berpengaruh secara signifikan, penilaian yang diambil dalam bentuk soal berupa tes esai sehingga menunjuk bahwa thitung yang nilainya 6,96 lebih besar dibandingkan ttabel yang nilainya 1,689 yang menyatakan bahwa proses pembelajaran siswa lebih aktif dikelas eksperimen dibandingkan dikelas Oleh karena itu, model yurisprudential inquiry berpengaruh signifikan terhadap keterampilan siswa berpikir kritis. Dan dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan (Ningari, 2. dengan judul AuPengaruh Model jurisprudensi Inquiri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peran Serta dalam Sistem Politik di Indonesia Siswa Kelas X SMK PGRI 3 KediriAy. Hasil dari penelitian dilakukan Wahyu Fitri Ningari membuktikan bahwa sebelum dilakukan treatment dan setelah dilakukan treatment kemampuan siswa dalam berpikir kritis terdapat perbedaan yang signifikan menggunakan model jurisprudential inquiry pada kompetensi dasar menampilkan peran serta siswa dalam sistem politik Indonesia, kelas X akuntansi dan X multimedia SMK PGRI 3 Kediri. Dari hasil penelitian yang di lakukan oleh Frida Intan Permatasari dan Wahyu Fitri Ningari yang telah di jelaskan di tersebut sejalan dengan penelitian yang di peroleh oleh peneliti dimana sama-sama membuktikan menumbuhkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dalam mata pelajaran PPKn kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi. Penting untuk dicatat bahwa penggunaan model pembelajaran jurisprudential inquiry ini sesuai dengan materi, standar, dan prinsip dalam kurikulum dalam pembelajaran. Maka dapat di bermanfaat dalam menumbuhkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis. SIMPULAN Berdasarkan dari permasalahan yang ada yaitu kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas Vi MTS Muhammadiyah Kota Jambi. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan menunjukkan bahwa model pembelajaran jurisprudential inquiry efektif menumbuhkan berpikir kritis siswa kelas Vi MTS Muhammadiyah Kota Jambi pembelajaran PPKn. Maka dapat diartikan bahwa penggunaan model pembelajaran jurisprudential inquiry cocok untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang penting adalah disesuaikan dengan materi, sintak dan prinsip yang ada dalam pembelajaran tersebut. Dengan mengaplikasikan model jurisprudential inquiry terbukti dapat menumbuhkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Berdasarkan hal tersebut, sebaiknya pendidik dapat menggunakan model pembelajaran jurisprudential inquiry untuk menyampaikan materi pelajaran agar siswa dapat berpikir kritis. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Jannah, dkk | Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry. UCAPAN TERIMA KASIH Hasil yang didapatkan dari artikel ini disarikan dari hasil penelitian skripsi yang dilakukan penulis sebagai tugas akhir dari Universitas Jambi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, terimakasih penulis sampaikan kepada bapak Salam. Si selaku ketua prodi PPKn yang sekaligus menjadi validator instrumen, dan kepada bapak Drs. Irzal Anderson. Si. pembimbing utama dengan penuh kesabaran dan keikhlasannya membimbing penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini terimakasih penulis ucapkan dan kepada bapak Alif Aditya Candra. Pd. selaku pembimbing kedua dengan ketelitiannya mengarahkan penulis memperbaiki kesalahan maupun kekeliruan dalam menyusun skripsi. Kemudian ucapan terimakasih penulis sampaikan selaku dosen penguji kepada bapak Irwan. Pd, bapak Hendra. Pd serta ibusk Nurmalia Dewi. Dan terimakasi kepada Bapak Muhammad Yani selaku kepala sekolah MTs Muhammadiyah Kota Jambi dan Bapak Iwan Siregar. sebagai guru mata pelajaran PPKn, serta siswa dan siswi kelas Vi MTs Muhammadiyah Kota Jambi yang dalam penelitiantelah memberikan Dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan artikel. DAFTAR PUSTAKA Alfu. Hamid. Pengaruh Penggunaan Model Jurisprudential Inquiry Terhadap civic Participation Siswa Kelas V SD. Antologi UPI, 5. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Badriyah. Warsono. , & Haidar. Learning Model Jurisprudential Inquiry to Improve Critical Thinking of MTs Situbondo Students. International Journal for Educational and Vocational Studies, 1. , 115Ae120. https://doi. org/10. 29103/ijevs. Changwong. Sukkamart. , & Sisan. Critical development: Analysis of a new learning management model for Thai high schools. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Journal of International Studies, 11. , 37Ae48. https://doi. org/10. 14254/20718330. 2018/11-2/3 Choirunnisa. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Pembelajaran PPKn Berbasis Masalah dengan Bantuan Media Video. , 567Ae581. Endaryati. Slamet. , & Suryandari, . Problem-Based Learning Flipbook E-Module in Improving Students Ao Critical Thinking Skills in " Always Save Energy " Thematic Learning. International Journal of Elementary Education, 7. , 115Ae123. Erikson. , & Erikson. Learning outcomes and critical thinkingAegood intentions in conflict. Studies in Higher Education, 44. , 2293Ae2303. https://doi. org/10. 1080/03075079. Ghozali. Desain Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Semarang: Yoga Pratama. Hamdani. Prayitno, & Karyanto. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Metode Eksperimen. Proceeding Biology Education Conference, 16(Kartim. , 139Ae145. Hasyda. Implementasi JIM (Juris Prudential Inquiri Mode. Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di Era New Normal di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5. , 4152Ae4159. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Hendrizal. Urgensi model pembelajaran keberagaman Bangsa Indonesia. Jurnal PPKn & Hukum, 12. , 66Ae82. Miftahul. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Isu-isu Motodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka