Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 47-50 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Mengenal Huruf Dengan Media Bowling Huruf Ceria Serly Yulianti. Rika Partika Sari. Mimpira Haryono Affiliation: PAUD Putra Pertiwi Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma Corresponding Author: serliyulianti27@gmail. rkpar85@gmail. Abstract Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui penerapan media bowling huruf ceria dapat meningkatkan mengenal huruf pada anak di PAUD Putra Pertiwi Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazim dikenal dengan classroom action research prosedur yang digunakan berbentuk siklus . Subjek utama dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berhumlah 13 orang anak. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model jhon Elliot dimana setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tekhnik pengumpulan data menggunkan metode observasi dan dokumentasi. Analisi data dilakukan secara deskriptif kualitatifkuantitatif dengan penekannya digunakan untuk menentukan peningkatan proses yang dinyatakan dalam sebuah predikat, sedangkan analisi data kuantitatif digunakan untuk menentukan peningkatan hasil dengan menggunkan persentase. Hasil peninggkatan perkembangan kognitif pada anak PAUD Putra Pertiwi pada siklus I pertemuan ke I 40% dan di pertemuan ke II 51%. sedangkan di siklus II pertemuan Ke I 74% dan pertemuan ke II 91%. Simpulan penelitian bahwa melalui media bowling huruf dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak dalam mengenal huruf pada PAUD Putra Pertiwi Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma, terbukti pada siklus II terjadi peningkatan signifikan, hasil persentase pencapaian sebesar 91% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Keyword: Perkembangan Kognitif. Media Bowling Huruf Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai bekal hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pendidikan anak usia dini di Indonesia dilaksanakan mulai usia 0-6 tahun, seperti penjelasan dalam Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Bab 1. Pasal 1 Ayat 10 menjelaskan Pendidikan Anak usia Dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir. Aspek-aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak usia dini memiliki peran yang sangat penting untuk melanjutkan ke tahap pendidikan selanjutnya. Terdapat enam Aspek perkembangan dasar yang dimiliki oleh anak usia dini yang meliputi aspek nilai moral dan agama, kognitif, bahasa, motorik, sosial emosional dan seni. Salah satu aspek yang dapat dikembangkan pada anak usia dini adalah aspek perkembangan bahasa. Lingkup perkembangan bahasa meliputi tiga ranah yaitu memahami bahasa, mengungkapkan bahasa dan kognitif. Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Satndar Tingkat Pencapaian Perkembangan anak usia 5 Ae 6 Tahun menjelaskan bahwa lingkup perkembangan kognitif dapat melatih anak dalam mengenal berbagai macam huruf vocal dan konsonan, mempresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan dan mengklasifikan benda berdasarkan warna bentuk dan ukuran. Pendidikan Anak Usia Dini berperan untuk memberikan stimulasi, membimbing, mengasah, memberi kegiatan yang menghasilkan kemampuan, dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak yang baru lahir sampai berumur enam tahun. Sesuai dengan keunikan dan pertumbuhan anak usia dini, maka e-ISSN 2723-5718 penyelenggaraan pendidikan anak usia dini disesuaikan dengan tahapan-tahapan perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini tersebut (Susanto, 2017:. Perkembangan kognitif adalah kemampuan belajar atau berfikir atau kecerdasan yaitu kemampuan untuk mempelajari keterampilan dan konsep baru, keterampilan untuk memahami apa yang terjadi di lingkungannya, serta keterampilan menggunakan daya ingat dan menyelesaikan soal-soal sederhana. Khadijah . 6: . Bowling cabang olah raga yang berupa permainan dengan menggelindingkan bola khusus kearah sejumlah pin yang berderet, jika bola tersebut dapat merobohkan pin tersebut maka kemudian pin tersebut dapat tersusun kembali secara otomatis. Bowling atau boling . ola gelindin. merupakan olah raga didalam ruangan yang dilakukan dengan maenggunakan bola khusus pada sebuah jalur untuk merobohkan sepuluh pin yang berderet Menurut Amin (Dalam Puspita, 2022: 26 ). Berdasarkan pengamatan peneliti di PAUD PUTRA PERTIWI Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma ketika guru sedang menstimulasikan kemampuan kognitif kepada anak. Dari jumlah 13 orang orang hanya 3 anak saja yang dapat memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru, selebihnya masih banyak anak belum dapat melatih anak dalam mengenal berbagai macam huruf vocal dan konsonan, mempresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan dan mengklasifikan benda berdasarkan warna bentuk dan ukuran. sebagian besar anak- anak masih mengalami kesulitan. Sehingga kemampuan kognitif anak belum optimal, ini kemungkinan pemilihan media yang digunakan guru masih kurang pas dan belum bervariasi. Selama ini guru hanya menggunakan media yang monoton seperti menulis di papan tulis, majalah. Poster Huruf dan buku gambar. Proses pembelajaran seperti ini membuat anak-anak merasa kurang menyenangkan karna media yang digunakan guru tidak menarik sehingga anak sulit memahami huruf-huruf yang dikenalkan. Peneliti menemukan masalah yang ada di sekolah, peneliti melihat tingkat keaktifan dan semangat anak untuk belajar masih belum memuaskan. Anak merasa jenuh dengan pembelajaran yang biasa saja. Dikarenakan kegiatan pembelajaran kurang bervariasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kognitif anak adalah melaui media bowling huruf ceria. menggunakan media ini pembelajaran akan lebih menarik dan menyenangkan serta tidak membosankan karena sesunggunya konsep pembelajaran anak uisa dini itu bermain sambil belajar sehingga pembelajaran menjadi optimal sesuai yang di Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazim dikenal dengan classroom action research prosedur yang digunakan berbentuk siklus . Wardhani . 3: . penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam PTK ini peneliti menggunakan model Jhon Elliot maka dalam setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu: perencanaan . , pelaksanaan . , pengamatan . , dan refleksi . Subjek penelitian ini adalah berjumlah 13 orang anak. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar lembar observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif-kuantitatif. Analisis dilakukan pada setiap siklus menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Ngalim Purwanto . 0: . Hasil Penelitian Berdasarkan hasil reflesi dari 13 anak di Satuan PAUD PUTRA PERTIWI Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma berdasarkan aspek yang diamati yang Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 47-50 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 semuanya 100% mendapatakan kriteria penilaian BSB. Sementara prosentase keberhasilan secara keseluruhan aspek yang diamati sebesar 91% (BSB). Dari hasil refleksi diatas perkembangan kognitif anak melalui media bowling huruf ceria pada anak di PAUD PUTRA PERTIWI Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma setelah tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa sudah mengalami peningkatan dengan baik, terlihat 13 orang anak dari aspek yang diamati menunjukkan kriteria penilaian Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal ini dikarenakan adanya jeda waktu yang diberikan untuk membantu anak memahami konsep permainan yang diberikan sebelum memasuki siklus II. Persentase keberhasilan secara keseluruhan yang diperoleh pada Siklus II Pertemuan ke II sebesar 91% . riteria BSB) Sehinnaga mencapai sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka penelitian Pembahasan Penelitian tindakan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kognitif anak melalui media bowling huruf ceria. Hasil penelitian pada Siklus I. Peningkatan yang dicapai pada Siklus I sebesar 51% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan. Hasil persentase pencapaian yang diperolah pada Siklus I belum dapat mencapai persentase sebesar 75% 100%. dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga penelitian dilanjutkan pada Siklus II. Hasil penelitian pada Siklus II, dapat diketahui perkembangan kognitif anak melalui media bowling huruf ceria pada anak di PAUD PUTRA PERTIWI Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma meningkat secara bertahap. Peningkatan yang dicapai pada Siklus II mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil persentase pencapaian yang diperoleh pada Siklus II berhasil mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan peningkatan prosentase mencapai 91%. Pelaksanaan tindakan pada Siklus I pertemuan ke I persentase perolehan sebesar 40% . riteria MB) belum mencapi kriteria yang diharapkan sehingga perlu dilakukan pada siklus ke II. Pada siklus ke II menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tindakan pada Siklus I, persentase hasil pencapaian kemampuan pada Siklus II sebesar 91% . riteria BSB). Berdasarkan persentase hasil pencapaian pada Siklus II, terjadi peningkatan pada kognitif anak melalui media bowling huruf ceria di Satuan PAUD PUTRA PERTIWI di Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupate, ini sejalan dengan kriteria penilaian yang diterapkan menurut (Acep Yoni, 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa melalui media bowling huruf ceria dapat meningkatkan perkembangan nilai kognitif pada anak di Satuan PAUD PUTRA PERTIWI Kabupaten Seluma, dapat meningkat dengan baik, peningkatan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I, persentase yang ditunjukkan dari siklus I sebesar 40%. Pelaksanaan tindakan pada Siklus II menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tindakan pada Siklus I. Persentase hasil pencapaian pada Siklus II sebesar 91% dalam kriteria Berkembang Sangat Baik Artinya mencapai kriteria krtuntasan keberhasilan penelitian 75% - 100%. Daftar Pustaka