Chemical Engineering Journal Storage 1:4 (April 2. APLIKASI PEMANFAATAN TAWAS DARI LIMBAH KALENG COCA COLA MENGGUNAKAN PELARUT HCl DALAM PROSES PENJERNIHAN AIR LIMBAH Arif Setiawan1. Azhari1. Masrullita1. Novi Sylvia1. Jalaluddin1 Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Malikussaleh Kampus Utama Cot Teungku Nie Reuleut. Muara Batu. Aceh Utara Ae 24355 Korespondensi: HP: 085362159499 e-mail: azhari@unimal. Abstrak Semua kaleng minuman rata-rata terbuat dari aluminium sehingga sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pembuatan tawas. Tawas atau alum adalah suatu senyawa aluminium sulfat dengan rumus kimia [Al 2(SO. 212H2O]. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kandungan aluminium yang terkandung di dalam kaleng minuman bekas untuk pembuatan tawas kemudian tawas tersebut dimanfaatkan untuk penjernihan air. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi HCl 20 % dan H2SO4 9M dan berat sampel 5 gram dimana nilai yield yang diperoleh yaitu 52,36%. Hasil penjernihan air kolam dengan turbidity awal 27,83 NTU dan pH 7,6 pada waktu 1 jam dan massa tawas 0,5 gr didapat turbidity 17,40 NTU dan pH 3,9 tetapi dari penelitian ini hasil penjernihan air yang terbaik yaitu pada dosis tawas 0,5 gr dengan waktu penjernihan 2,5 jam. Kata kunci: Alum. Kaleng Bekas. Tawas dan Turbidity Pendahuluan Limbah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia karena setiap aktifitas manusia cenderung menghasilkan limbah atau buangan. Jumlah/volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari. Salah satu limbah yang banyak ditemukan lingkungan adalah limbah kaleng. Jika disebutkan satu per satu banyak sekali limbah kaleng yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Proses daur ulang akan menghemat energi dan eksploitasi sumber daya alam sekaligus mengurangi timbunan sampah di TPA(Pahlano,2. Selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan timbunan sampah di TPA, proses daur ulang juga dapat menambah nilai ekonomis dari limbah Arief Setiawan / Chemical Engineering Journal Storage 1 :4 (April 2. 79Ae84 kaleng terutama recovery dari logam-logam seperti aluminium, seng, timah, atau Daya koagulasi tawas yang didapatakan dibandingkan dengan tawas dari Commented [UM. : Hapus huruf AoaAo Kandungan aluminium dalam kaleng bekas juga memberi peluang untuk diolah menjadi bahan koagulan penjernih air . atau bahan dalam deodorant dengan metode turbidimetri. Mengingat banyaknya minuman ringan yang diproduksi dan menggunakan kemasan kaleng serta dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, maka diperlukan penelitian terhadap kandungan aluminium dari beberapa jenis kaleng minuman ringan. Kaleng bekas minuman ringan yang mengandung aluminium selanjutnya diolah menjadi bahan koagulan penjernih air . (Fitria, 2. Salah satu cara teknologi yang dapat dikembangkan untuk mengolah limbah kemasan kaleng aluminium bekas (Soft drin. adalah dengan cara daur Daur ulang adalah salah satu cara pengelolaan limbah yang sangat efisien, menghasilkan suatu produk yang mempunyai nilai ekonomis serta ramah lingkungan sehingga sangat dianjurkan oleh negara-negara di dunia terutama negara- negara maju dalam menangani masalah limbah diperkotaan. Adapun kandungan aluminium yang terkandung dalam setiap kaleng berbeda-beda. Tabel 1. 1 Kandungan Aluminium Dalam Setiap Kaleng Minuman SAMPEL KALENG KADAR AL RATA-RATA (%) Pocari sweat 12,63 Larutan cap kaki tiga 6,39 Greensand 15,80 Coca-cola 10,33 Delmonte 1,60 Nescafe 7,33 Sumber : (Fitria, 2. Bahan dan Metode Ada banyak bahan baku yang biasa digunakan untuk membuat tawas atau aluminium sulfat salah satunya adalah potongan kaleng minuman Dalam potongan-potongan kaleng tersebut banyak mengandung logam Commented [UM. : Sisip huruf AonAo Arief Setiawan / Chemical Engineering Journal Storage 1 :4 (April 2. 79Ae84 Dibutuhkan unsur aluminum dalam pembuatan aluminium sulfat. Maka dari itu unsur aluminium yang terdapat pada potongan kaleng tersebut dapat dimanfaatkan tetapi membutuhkan bahan tambahan berupa HCL dan aluminium sulfat (Syaiful, 2. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu proses preparasi sampel kaleng cocacola bekas, flokulasi dan koagulasi. Preparasi sampel kaleng cocacola bekas yaitu dengan cara membersihkan zat warna yang terdapat dalam kaleng bekas Commented [UM. : Hapus kata AokecilAo lalu dipotong potong menjadi bagian yang kecil kecil. Flokulasi adalah proses lambat yang bergerak secara terus menerus selama partikel partikel tersuspensi bercampur di dalam air, sehingga partikel akan menjadi lebih besar dan begerak menuju proses sedimentasi. Ide dasar dari flokulasi adalah untuk mengendapkan flok-flok dengan penambahan flokulan. Flokulasi merupakan suatu kombinasi pencampuran dan pengadukan atau agitasi yang menghasilkan agregasi yang akan mengendap setelah penambahan Flokulasi adalah proses fisika yang mana air yang terpolusi diaduk untuk meningkatkan tumbukan interpartikel yang memacu pembentukan partikel-partikel besar sehingga dalam waktu 1-2 jam partikel-partikel tersebut akan mengendap. Koagulasi adalah proses destabilisasi partikel koloid dengan cara penambahan senyawa kimia yang disebut koagulan. Koloid mempunyai ukuran tertentu sehingga gaya tarik menarik antara partikel lebih kecil daripada gaya tolak menolak akibat muatan listrik. Pada kondisi stabil ini, peggumpalan partikel tidak terjadi. Melalui proses koagulasi terjadi destabilisasi sehingga partikel-partikel koloid bersatu dan menjadi besar. Pengurangan potensial elektrostatis yang terjadi dalam proses koagulasi bisa disebut dengan destabilisasi (Desviani, 2. Hasil dan Diskusi Pengaruh Massa Tawas dan Waktu Terhadap pH Air Berdasarkan dari hasil penelitian pada Tabel 4. 1 bahwa pH air kolam turun dengan meningkatnya massa tawas dan pH air kolam naik dengan Commented [UM. : Tukar huruf AoIAodengan AoiAo Arief Setiawan / Chemical Engineering Journal Storage 1 :4 (April 2. 79Ae84 bertambahnya waktu penjernihan air. Hal ini terjadi karena tawas dapat menyerap anion (OH-), dan jika waktu melebihi dari 1 jam OH- akan ditarik kembali oleh air. Pada waktu penjernihan air 1 jam dengan massa tawas 0,5 gr pH air kolam yang didapat 3,7, massa tawas 1 gr pH air 3,3, massa tawas 1,5 gr pH air 2,5, dan massa tawas 2 gr pH air 2,3. Hal ini terjadi karena tawas memiliki kandungan sulfat sehingga apabila dicampur dengan air pH akan turun (Muliyadi, 2. Tabel 3. 1 Data Hasil Penelitian Waktu Penjernihan . Massa Tawas . pH air Pengaruh Waktu Penjernihan dan Massa Tawas Terhadap Turbidity air Karena tawas dapat mempercepat penjernihan air. Pada massa tawas 0,5 gr dengan waktu penjernihan 1 jam tingkat kekeruhan air 17,40 NTU dan waktu penjernihan 3 jam tingkat kekeruhan air menjadi 1,38 NTU, jadi terbukti bahwa tawas mampu menjernihkan air dari kekeruhan awal 27,83 NTU menjadi 17,40 NTU dan 1,93 NTU. Pernyataan tersebut diperkuat jurnal kimia oleh (Pranoto, 2. bahwasanya tawas yang di hasilkan dari hasil penelitian mempunyai kinerja Arief Setiawan / Chemical Engineering Journal Storage 1 :4 (April 2. 79Ae84 yang hampir sama dengan tawas yang dijual dipasaran sebagai koagulan penjernih air dimana tawas yang dihasilkan mampu mengurangi kekeruhan air hingga 50% untuk 0,5 gr tawas dan 63% untuk 1 gr tawas, dan dari penelitian ini waktu dan massa tawas yang terbaik untuk penjernihan air adalah dengan waktu 2,5 jam dan massa tawas 2 gr karena mampu menjernihkan sampai 1,93 NTU. Air kolam ini sudah dapat digunakan untuk air baku air minum jika diolah kembali, sehingga turbidity menjadi lebih rendah dari 1,5 NTU berdasarkan syarat mutu air minum SNI 01-3553 2021. Tabel 3. 2 Data Hasil Penelitian Massa Tawas . Waktu Penjernihan . Turbidity (NTU) 17,40 6,55 4,92 4,22 6,47 5,36 4,27 3,56 10,76 6,75 2,82 2,73 7,93 5,06 2,62 1,93 Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Kaleng minuman cocacola bekas yang terbuat dari aluminium dapat dimanfaatkan menjadi tawas dan dapat mengurangi masalah sampah. Arief Setiawan / Chemical Engineering Journal Storage 1 :4 (April 2. 79Ae84 Tawas yang terbuat dari kaleng minuman cocacola dapat menjernihkan Hasil yield (%) tawas yang diperoleh dari 5 gr kaleng bekas yaitu 34,27 Hasil penjernihan air yang terbaik dengan tingkat turbidity . air pada dosis tawas 2 gr dengan waktu penjernihan 2,5 jam yaitu 1,93 NTU. Semakin tinggi massa tawas dan lamanya waktu penjernihan maka tingkat turbidity nya semakin bagus. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan memvariasikan jumlah pelarut HCl dan jumlah kaleng yang digunakan agar mengetahui pengaruh yield (%) tawas yang diperoleh, dan pada saat mengambil sampel air yang sudah terpisah dengan flokflok yang mengendap ke bawah menggunakan kertas saring agar flok tidak terikut dengan air yang akan diukur tingkat kekeruhannya, karena akan mempengaruhi penjernihan air. Daftar Pustaka