e-ISSN: 2721-6632 p-ISSN: 2721-6624 Vol 5. No 1. April 2024 . http://sttmwc. id/e-journal/index. php/haggadah Kriteria. Kelemahan dan Akibat Ajaran Lain Berdasarkan 1 Timotius 6:2b-5 Tutur Parade Tua Panjaitan Sekolah Tinggi Teologi Misi William Carey Medan tuturptpanjaitan@gmail. Abstract: The purpose of this research was to understand what Paul meant by other teachings and what their implications were for teaching sound doctrine for the church today, based on 1 Timothy 6:2b-5. This research focuses more on the meaning of "other teachings" because in the text Paul refers to "other teachings. " The formulation of the problem raised is: First, what does Paul mean by another teaching? Second, what are the implications for teaching sound doctrine for today's church? The Bible is accepted to be the only standard and to be the primary tool for teaching the Christian faith. But to understand the Bible as it is intended, and to find messages relevant to the church throughout the ages, a tool known as presupposition is needed, which are the historical doctrines of the Christian faith that the forerunners of the church have formulated including the inerrancy of the Bible, the trinity of God, and others summarized in the Apostolic Creed. In fact, throughout early church history to the present, this presupposition has not always been accepted by all Christians. There are always people who doubt and even reject the presupposition, so they are prone to produce other The results of the study concluded that, what Paul meant by other teachings was teachings that were not based on the words of the Lord Jesus Christ and were not in accordance with Christian doctrine. The implications for today's church: sound doctrine must be constantly held and taught. other teachings outside the Bible and the historical doctrine of Christianity . must be rejected. wealth, prosperity, success, and the number of followers do not necessarily indicate that God approves of the teachings of a person or group. and sound teaching must be evident from the Christian life every day. Keywords: other teachings, sound doctrine, 1 Timothy 6, the historical doctrine of Christianity. Abstraksi: Tujuan riset ini adalah untuk memahami apa yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain dan apa implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gereja masa kini, berdasarkan Surat 1 Timotius 6:2b-5. Riset ini lebih memusatkan penelitian pada makna Auajaran lainAy karena dalam teks Paulus menyebut Auajaran yang lain. Ay Rumusan masalah yang diangkat adalah: Pertama, apa yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain? Kedua, apa implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gereja masa kini? Alkitab diterima menjadi satu-satunya standar dan menjadi alat utama bagi pengajaran iman Kristen. Namun untuk memahami Alkitab sebagaimana adanya maksud Alkitab, dan untuk menemukan pesan-pesan yang relevan bagi gereja pada sepanjang zaman, diperlukan alat bantu yang dikenal dengan istilah presuposisi, itulah doktrin-doktrin historis iman Kristen yang telah dirumuskan oleh para pendahulu gereja mencakup ineransi Alkitab, ketrinitasan Allah, dan lainnya yang diringkaskan dalam Pengakuan Iman Rasuli. Faktanya sepanjang sejarah gereja awal hingga masa kini, presuposisi tersebut tidak selalu diterima seluruh orang Kristen. Selalu muncul orang-orang yang meragukan bahkan menolak presuposisi itu, sehingga rawan menghasilkan ajaran lain. Hasil penelitian disimpulkan bahwa, yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain adalah ajaran yang tidak didasarkan atas perkataan Tuhan Yesus Kristus dan tidak sesuai dengan doktrin Kristen. Implikasinya bagi gereja masa kini: ajaran yang sehat harus terus-menerus dipegang dan CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 8 diajarkan. ajaran lain di luar Alkitab dan doktrin historis kekristenan . harus kekayaan, kemakmuran, keberhasilan dan banyaknya pengikut tidak selalu menandakan bahwa Allah menyetujui ajaran seseorang maupun kelompok. dan ajaran yang sehat harus tampak dari kehidupan Kristen setiap hari. Kata Kunci: ajaran lain, ajaran sehat, 1 Timotius 6, doktrin historis Kristen. PENDAHULUAN Setidaknya ada empat buku yang terkenal membahas tentang doktrin iman Kristen: Aku Percaya oleh J. Verkuyl. Dogmatika Masa Kini, oleh G. van Niftrik dan B. Boland. Ikhtisar Dogmatika oleh R. Soedarmo. dan Iman Kristen oleh Harun Hadiwijono. Di luar buku ini masih ada lagi puluhan bahkan mungkin ratusan buku yang juga membahas doktrin iman Kristen. Apa kepentingan buku-buku itu? Jawabannya adalah untuk menyajikan secara teratur tentang ajaran . iman Kristen. Ada orang yang tidak setuju bahwa ajaran iman Kristen diuraikan secara sistematis dengan menganggap bahwa seorang Kristen cukup menerima Alkitab yang adalah firman Allah, beriman percaya kepada Yesus, membaca Alkitab dan Roh Kudus akan menuntunnya untuk melakukan ajaran-ajaran yang sesuai maksud Allah. Sepintas lalu, pendapat demikian tampak benar, tetapi pada akhirnya akan terbukti salah. Alkitab bukan Kitab Undang-Undang Ilahi, berisi peraturan lengkap dengan pasalpasal terstruktur mengatur soal A. B hingga Z. Alkitab adalah kitab keagamaan, kumpulan tulisan orang-orang yang mendapatkan penyataan rohani dari Allah ribuan tahun lalu, dengan masa hidup dan latar belakang yang berbeda-beda. Maka pembaca Alkitab masa kini tidak dapat secara mentah menerapkan apa yang tertulis di Alkitab. Karena itu diperlukan suatu upaya untuk menyusun ajaran . iman Kristen secara sistematis dengan melalui tahap-tahap penyelidikan biblika, historis dan doktrinal. Pentingnya menyajikan secara teratur tentang ajaran . iman Kristen, telah disadari bahkan oleh para rasul di masa Perjanjian Baru. Rasul Paulus mendapati bahwa ada injil lain yang masuk ke gereja di Galatia dan memutar-balikkan Injil Kristus (Gal. 1:6-. Berulangkali Paulus maupun Petrus mengingatkan agar jemaat mewaspadai munculnya bidat (Tit. dan guru-guru palsu . Ptr. Para rasul mengingatkan agar generasi penerus pelayanan Injil tetap mengajarkan ajaran yang sehat (Tit. Demikianlah para bapa gereja dan apologet Kristen meneruskan ajaran para rasul. Dan karena makin maraknya ajaran-ajaran yang lain, setidaknya melalui 7 konsili ekumenis yang diakui dan diterima secara global, gereja telah merumuskan ajaran-ajaran iman Kristen yang sehat dan mengutuk ajaran-ajaran lain yang menyimpang. Alkitab diterima menjadi satu-satunya standar dan menjadi alat utama bagi pengajaran iman Kristen. Namun untuk memahami Alkitab sebagaimana adanya maksud Alkitab, dan untuk menemukan pesan-pesan yang relevan bagi gereja pada sepanjang zaman, diperlukan alat bantu yang dikenal dengan istilah presuposisi, itulah doktrindoktrin historis iman Kristen yang telah dirumuskan oleh para pendahulu gereja mencakup ineransi Alkitab, ketrinitasan Allah, dan lainnya yang diringkaskan dalam Pengakuan Iman Rasuli. 1 Faktanya sepanjang sejarah gereja sejak awal masehi hingga masa kini, presuposisi tersebut tidak selalu diterima seluruh orang Kristen. Selalu muncul orangorang yang meragukan bahkan menolak presuposisi tersebut, sehingga rawan menghasilkan ajaran lain, ajaran yang berbeda dari ajaran iman Kristen ekumenis. Artikel ini fokus pada topik Auajaran lainAy . Tim. 6:2b-. Latar belakang yang menjadi alasan penulisan artikel ini adalah, munculnya ajaran yang diduga kuat menyimpang dari ajaran Alkitab dan doktrin historis Kristen, yang belakangan ini memicu perdebatan dan kegaduhan di antara sesama teolog Kristen, gereja, dan lembaga-lembaga keagamaan Kristen lainnya. Tentu saja teks objek penelitian ini tidak dapat diterapkan begitu saja secara mentah-mentah dalam kondisi sekarang. Untuk itu diperlukan penelitian Paul Enns. The Moody Handbook of Theology: Buku Pegangan Teologi (Malang: Literatur SAAT, 2. , 36. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 9 eksegesis dan literatur lain dalam rangka penerapan prinsip-prinsip yang terkandung dalam nas Alkitab sesuai kebutuhan kekinian. Sebagai penelitian pembanding, tahun 2021 Desi Erlina Zega dan Bakhoh Jatmiko mengadakan penelitian berjudul Etika Keuangan Hamba Tuhan: Kajian Eksegetikal Terhadap 1 Timotius 6:3-10. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa prinsip etika keuangan bagi seorang hamba Tuhan adalah: tidak menjadikan keuntungan materi sebagai tujuan pelayanan, hidup dengan rasa cukup, mengembangkan pengendalian diri, menjauhkan diri dari materialisme. Tahun 2020. Asni Darmayanti Duha pernah menulis Aplikasi Konsep Ajaran Sehat Menurut 2 Timotius 1:13 oleh Guru Agama Kristen. Duha menyimpulkan bahwa ajaran sehat disampaikan atas dasar firman Allah, inti pengajaran guru adalah Injil dan konsep . Jika ada pengajaran yang di luar doktrin tersebut maka itu adalah ajaran sesat. Ajaran sehat juga dapat disampaikan oleh guru agama Kristen melalui keteladanan, kasih, iman dan pemahaman terhadap Injil sebagai sumber dan inti pokok pengajaran pendidikan agama Kristen. Jadi kebaruan penelitian ini adalah batasan ayat hanya pada 1 Timotius 6:2b-5, dan lebih memusatkan penelitian pada topik Auajaran lainAy karena dalam teks Paulus menyebut Auajaran yang lain. Ay Rumusan masalah yang diangkat adalah: Pertama, apa yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain? Kedua, apa implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gereja masa kini? Maka tujuan riset ini adalah untuk memahami apa yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain dan apa implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gereja masa kini. METODE PENELITIAN Artikel ini adalah hasil riset atas teks Alkitab, terbatas pada teks 1 Timotius 6:2b-5. Metode yang dipakai adalah eksegese, karena tujuan riset ini berupaya memahami makna 5 Peneliti bergerak dari teks Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani naskah NestleAland (NA) sebagai bahasa sumber, kemudian sebagai terjemahan pembanding menggunakan Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB) dan New International Version (NIV). Karena nas yang diteliti merupakan jenis surat, maka peneliti perlu menemukan informasi tentang penulis, tahun penulisan, tema, tujuan dan lainnya demi mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai nas objek penelitian. 6 Peneliti juga mencari hubungan nas dengan pelayanan Paulus bersama Timotius di Efesus, yang tercatat dalam Kisah Para Rasul. Langkah-langkah penelitian ini adalah menyelidiki latar belakang kitab, latar belakang teks, konteks, selanjutnya menyusun tafsiran ke dalam tiga bagian utama, yaitu: kriteria ajaran yang tidak sehat, kelemahan pengajarnya, dan akibat ajarannya. Setelahnya penulis menarik implikasi dan kesimpulan pada bagian penutup. PEMBAHASAN Surat 2 Timotius ditulis oleh Paulus sekitar tahun 65 M dari Makedonia, yang tema besarnya menekankan pada doktrin yang benar dan kesalehan hidup. 7 Selain untuk menasihati Paulus soal kehidupan pribadi, tujuan surat Paulus ini mengingatkan Timotius untuk mempertahankan kemurnian Injil dan standarnya yang kudus dari pencemaran oleh guru palsu. Dalam beberapa ayat dengan eksplisit ditunjukkan berbagai kesalahan guruguru palsu, misalnya ajaran yang menggunakan Taurat untuk mengajar dongeng dan Sonny Eli Zaluchu et al. Strategi Menulis Jurnal (Semarang: Golden Gate Publishing Semarang, 2. , 126. Desi Erlina Zega and Bakhoh Jatmiko. AuEtika Keuangan Hamba Tuhan: Kajian Eksegetikal Terhadap 1 Timotius 6:3-10,Ay Integritas: Jurnal Teologi 3, no. : 133. Asni Darmayanti Duha. AuAplikasi Konsep Ajaran Sehat Menurut 2 Timotius 1:13 Oleh Guru Agama Kristen,Ay FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. : 283. Andreas B. Subagyo. Pengantar Riset Kuantitatif & Kualitatif (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 125. Hasan Sutanto. Hermeneutika: Prinsip Dan Metode Penafsiran Alkitab. Revisi. (Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 2. , 419. Donald C. Stamps. Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan, ed. Donald C. Stamps. Bahasa Ind. (Malang: Gandum Mas, 2. , 2017. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 10 silsilah yang menimbulkan persoalan . Tim. 1:3-7. Gal. 3:1-. , ajaran-ajaran sesat yang berasal dari setan dengan ciri berpantang makan maupun menikah . Tim. 4:1-. , ajaran yang berfokus pada uang dan keinginan untuk kaya . Tim. 6:3-. maupun ajaran yang meninggikan pengetahuan . Tim. 6:20-. Miller menyebutnya berbagai penipuan dalam Teks Berbahasa Yunani Teks 1 Timotius 6:2b-5 yang digunakan adalah The Greek New Testament (GNT) edisi ke-4, isinya tidak ada perbedaan dengan Greek-English Nestle Aland. 9 Berikut ini adalah teks berbahasa asli Yunani: Tau/ta di,daske kai. paraka,leiyI tij e`terodidaskalei/ kai. prose,rcetai u`giai,nousin lo,goij toi/j tou/ kuri,ou h`mw/n VIhsou/ Cristou/ kai. th/| katV euvse,beian didaskali,. ( tetu,fwtai( mhde. n evpista,menoj( avlla. nosw/n peri. zhth,seij kai. logomaci,aj( evx w-n gi,netai fqo,noj e. rij blasfhmi,ai( u`po,noiai ponhrai,( diefqarme,nwn avnqrw,pwn to. n nou/n kai. avpesterhme,nwn th/j avlhqei,aj( nomizo,ntwn porismo. n ei=nai th. n euvse,beianyI Latar Belakang Kitab Paulus meninggalkan Timotius di Efesus untuk melanjutkan pembinaan jemaat . Tim. Jemaat Efesus rupanya begitu istimewa bagi Paulus: ia tinggal di sana selama 2 tahun (Kis. 19:1-. ia mengalami pertentangan juga keberhasilan . Kor. 15:32. Kis. 19:11-. ia juga meninggalkan pidato terakhirnya pada para penatua di sana (Kis. 20:1. bahkan ada juga surat yang ditujukan khusus kepada jemaat Efesus. 10 Kemajuan pesat yang dialami jemaat Efesus dan adanya serangan bertubi-tubi dari pengajar-pengajar sesat, membutuhkan pemimpin rohani yang menghormati orang lain, bertindak tanpa memihak dan tetap memelihara kekudusan. Itulah sebabnya Paulus menulis surat kepada Timotius tentang cara menata jemaat dan melawan ajaran-ajaran sesat. Latar Belakang Teks Dalam Alkitab berbahasa Yunani, ayat 2b-10 adalah satu paragraf yang cukup Dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB) Lembaga Alkitab Indonesia menambahkan judul Mengenai Penyakit Bersilat Kata dan Mengenai Cinta Uang. Pengaruh ajaran sesat menyebabkan kesaksian ke masyarakat luar menjadi buruk, nama Tuhan dan ajaran Kristen dihujat . Maka penting bagi orang Kristen untuk menunjukkan sikap menghormati saudara seiman, termasuk para janda . Tim. 5:3-. Tim. 5:17-. dan pimpinan di tempat kerja . Tim. 6:1-2. Setiap karyawan Kristen wajib menghormati pimpinannya yang bukan Kristen . Jika pimpinannya seorang Kristen, jangan jadi kurang hormat, malahan harus lebih baik dalam menjalankan tanggung jawabnya. Ajaran ini harus diteruskan oleh Timotius . Orang yang benarbenar menghormati Kristus dan ajaran Kristen, harus menghormati pimpinannya, baik dia Kristen maupun tidak. Inilah salah satu contoh ajaran yang sehat. Konteks dan Isi Ringkas Nas Selanjutnya dalam ayat 2-16. Paulus membandingkan 2 macam pengajar: pengajar palsu . dan pengajar yang benar . Rupanya ada orang mengajarkan ajaran lain yang tidak menurut perkataan sehat, tidak sesuai dengan perkataan Tuhan Stephen M. Miller. Panduan Lengkap Alkitab (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 509. Michael S. Bushell. Michael D. Tan, and Glenn L. Weaver. AuBibleWorksAy (Norfolk: BibleWorks, 2. Dianne Bergant and Robert J. Karris. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru (Surabaya: Kanisius, 2. , 388. Budiman. Surat 1 & 2 Timotius Dan Titus: Surat-Surat Pastoral (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 1. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 11 Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah Kristen . Orang itu berlagak tahu dan penyakitnya suka mencari-cari soal, bersilat kata, tidak berpikiran sehat, kehilangan kebenaran dan mengira ibadah sumber keuntungan . Akibatnya adalah dengki, cidera, fitnah, curiga dan percekcokan . Perintah untuk Mengajarkan Ajaran yang Sehat Di pasal terakhir suratnya ini Paulus menulis dalam ayat 2b AuAjarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. Ay Teks Yunaninya Tau/ta di,daske kai. paraka,lei : tauta didaske kai parakalei, ajarkan dan nasihatkanlah hal-hal ini, these are the things you are to teach and urge on them. 12 Terjemahan NIV berarti Aumengajar dan mendesak/mendorong. Ay Memang kedua kata kerja ini bentuknya present aktif imperatif, yang menyiratkan perintah yang tengah dan terus berlangsung. 13 Yang dimaksud Paulus dengan Ausemuanya iniAy adalah semua petunjuk yang telah disampaikan dalam pasal-pasal sebelumnya, mengenai iman sejati, intinya, cara mengajarnya serta penjabaran konsekuensi iman bagi hidup tiap Timotius harus mengajarkan semuanya terus-menerus. 14 Rupanya inilah tugas pokok Timotius ketika Paulus meninggalkannya menjadi gembala jemaat di Efesus . Tim. , juga menjadi tugas Titus dalam penggembalaan jemaat di Kreta (Tit. , teach sound doctrine: beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Kata Auajaran sehatAy berulang-ulang digunakan di surat-surat penggembalaan, menjadi lawan ajaran sesat yang mempunyai gejala sakit. Ajaran yang benar akan menjadikan hidup yang rusak karena dosa, menjadi sehat kembali. 15 Dalam surat 1 Timotius setidaknya 5 kali Paulus mengingatkan Timotius untuk menjaga dan mengajarkan kemurnian iman yang telah dipercayakan kepadanya, dalam pasal 1:18-19. pasal 4:6-11. pasal 6:2b-3. pasal 6:13-16 dan pasal 6:20. Beberapa penafsir menganggap bahwa Timotius yang muda, merasa malu dan takut . Tim. 1:6-. sehingga ia kurang berani memegang tanggung jawab yang berat itu,16 padahal pesan itu amat penting. Itu sebabnya Paulus sampai mengulangi pesan itu berkali-kali. Kriteria Ajaran yang Tidak Sehat Paulus menulis bahwa ada orang yang mengajarkan ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran sehat . `terodidaskalei: heterodidaskalei, mengajarkan ajaran lain/bidah, false doctrine. , kriterianya . Tidak menurut perkataan sehat, yakni perkataan Tuhan Yesus Kristus ( mh. prose,rcetai u`giai,nousin lo,goij toi/j tou/ kuri,ou h`mw/n VIhsou/ Cristou : me proserkhetai hugiainousin logois tois tou kuriou hemon Iesou Kristou, tidak setuju dengan sabda-sabda yang benar dari Tuhan kita Yesus Kristus, does not agree to the sound instruction of our Lord Jesus Chris. Tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah Kristen ( euvse,beian didaskali,a: eusebeian didaskalia, ajaran agama, godly teachin. Inti dan cara mengajar itu sehat apabila didasarkan atas: pertama, perkataan Tuhan Yesus Kristus (Inji. dan kedua, diarahkan kepada penghayatan iman dalam hidup seharihari sesuai dengan ibadah . jaran agam. Kristen, 18 dalam NIV diterjemahkan sebagai perintah dan pengajaran yang saleh. Kedua hal itulah yang harus dipegang: Alkitab dan presuposisi iman Kristen. Para rasul telah menunjukkan hidup yang menjadi contoh ajaran sehat kepada Timotius . Tim. 1:13-. , itulah yang kemudian diterima sebagai doktrin Hasan Sutanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid 2 (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. Ferdinan K. Suawa. Memahami Gramatika Dasar Bahasa Yunani Koine (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 193. Budiman. Surat 1 & 2 Timotius Dan Titus: Surat-Surat Pastoral, 58. Ibid. , 83. Adina Chapman. Pengantar Perjanjian Baru, ed. Ganda Wargasetia and G. Chapman (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 144. Sutanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid 2. Budiman. Surat 1 & 2 Timotius Dan Titus: Surat-Surat Pastoral, 59. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 12 agama Kristen. Stamps dan kawan-kawan mengatakan, setiap berita yang tidak datang dari Tuhan Yesus Kristus dan tidak disertai panggilan yang sungguh-sungguh untuk hidup saleh dan suci adalah injil yang berbeda dari yang disajikan dalam Perjanjian Baru. 19 Zega dan Jatmiko mengatakan bahwa guru-guru palsu harus dijauhi berkaitan dengan persoalan doktrinal dan karena etika keuangan mereka. 20 Inti ajaran Kristen harus membuahkan iman, kasih, dan hati nurani yang bersih, bukan penafsiran yang menyesatkan. Namun tampaknya selalu lebih mengasyikkan berargumentasi mengenai topik-topik yang rumit dan tidak jelas ketimbang menjalankan kehidupan yang kristiani. Di sepanjang sejarah, kekristenan menghadapi penyimpangan-penyimpangan dari Gereja abad permulaan menghadapi sekte-sekte Yahudi yang berusaha mempertahankan hukum Musa. Gnostik yang berusaha mengikat kekristenan pada sistem filsafat yang menyatakan bahwa materi itu jahat dan roh itu baik. Montanus yang menyebarkan doktrin Pneumatologi dan Eskatologi yang lain. Marcion yang menyusun kanon Alkitab sendiri, hingga Arius dengan doktrin Kristologi yang menentang Trinitas. Sampai sekarang kekristenan masih juga menghadapi bahaya ajaran Kristologi. Soteriologi. Pneumatologi. Bibliologi dari teolog maupun kelompok yang menyimpang dari doktrin historik Kristen. Kelemahan Pengajar Ajaran yang Tidak Sehat Pengajar ajaran yang tidak sehat itu memiliki banyak kelemahan di antaranya . Berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa . etu,fwtai( mhde. n evpista,menoj: tetufotai, meden epistamenos, menjadi buta/sombong, tidak mengerti satu hal apapun, conceited and understands nothin. Mempunyai penyakit . osw/n: noson, mempunyai keinginan yang tidak wajar, has an unhealth. : . mencari-cari soal . zhth,seij: peri zeteseis, tentang penyelidikan/ perselisihan/perdebatan, interest in controversie. bersilat kata . ogomaci,aj: logomakhias, pertengkaran dengan kata-kata/argumen, quarrels about word. Tidak berpikiran sehat . iefqarme,nwn avnqrw,pwn to. n nou/n: dieftharmenon anthropon ton noun, orang-orang rusak pikiran/akal budi, men of corrupt min. Kehilangan kebenaran . vpesterhme,nwn th/j avlhqei,aj: apesteremenon tes aletheias, jauh dari kebenaran, have been robbed of the trut. Mengira ibadah sumber keuntungan . omizo,ntwn porismo. n ei=nai th. euvse,beian: nomizonton porismon einai ten eusebeian, menyangka cara mendapat keuntungan adalah kesalehan/ibadah/agama, think that godliness is a means to financial gai. Pada ayat 4. Paulus menunjukkan kelemahan-kelemahan guru-guru sesat yang sebelumnya telah dikritiknya dalam 1 Timotius 1:4-6. Para guru sesat berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Kecenderungannya bagaikan penyakit . awan dari seha. yang mencari-cari soal dan bersilat kata. Kata AuberlagakAy dalam teks aslinya menunjukkan sifat sombong, menganggap diri lebih pintar daripada orang lain. Pengetahuan Paulus akan sifat para guru palsu tidak mengherankan, sebab Lukas mencatat dalam Kisah Para Rasul 20:29 bahwa Paulus telah memprediksi serigala-serigala ganas akan masuk ke gereja Efesus. Ayat 5, pengajar palsu itu tidak berpegang pada ajaran yang sehat yang dimiliki kekristenan, ia lebih suka berspekulasi, berpolemik, dan kontroversial. 24 Guru-guru sesat itu dipandang sebagai orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat, dalam teks Yunani berarti orang yang budinya telah rusak karena dosa. Guthrie berkata bahwa sumber utama Stamps. Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan, 2028. Zega and Jatmiko. AuEtika Keuangan Hamba Tuhan: Kajian Eksegetikal Terhadap 1 Timotius 6:3-10,Ay 136. Donald Guthrie. AuSurat-Surat Para Rasul,Ay in Handbook to the Bible: Pedoman Lengkap Pendalaman Alkitab (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 700. Enns. The Moody Handbook of Theology: Buku Pegangan Teologi, 20. Sutanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid 2. Bergant and Karris. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru, 395. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 13 ajaran sesat adalah Iblis. 25 Karena budinya tidak berfungsi lagi, dapat dimengerti kalau mereka kehilangan kebenaran. Budiman berkata, lawan dari guru-guru sesat adalah mereka yang telah dibaharui oleh Roh Kudus, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Karena inti hidup guru-guru palsu itu telah dirusak oleh dosa, mereka tidak melakukan ibadah mereka dengan motif yang baik, melainkan dengan egois: untuk mencari kehormatan, atau untuk mencari keuntungan materi. Mereka didorong oleh keserakahan dan mengajarkan bahwa kekayaan, kelimpahan dan keberhasilan menandakan bahwa Allah menyetujui pengajaran mereka. 27 Rupanya memang motif para guru palsu yang materialistis sudah menyebar di zaman gereja awal. Hal itu juga diingatkan Petrus dalam suratnya . Ptr. Sebagai lawan dari motif materialistis para guru palsu, guruguru yang benar harus hidup sederhana . Tim. Memang zaman itu sudah berlaku kebiasaan bahwa para guru dan filsuf mendapat imbalan materi . dari pengajarannya, termasuk di kalangan Kristen. Paulus menganggap imbalan itu layak didapatkan para guru Kristen, tetapi berbahaya apabila hal itu dijadikan motif untuk pelayanan. Akibat Ajaran yang Tidak Sehat Selanjutnya Paulus menyebutkan daftar akibat buruk dari ajaran tidak sehat . Dengki . qo,noj: fthonos, iri hati, env. Cidera . rij: eris, perselisihan/pertengkaran/perpecahan, strif. Fitnah . lasfhmi,ai: blasfemiai, fitnah/pembicaraan jahat, malicious tal. Curiga . `po,noiai ponhrai: huponoiai ponerai, kecurigaan-kecurigaan jahat, evil . Percekcokan . iaparatribai: diaparatribai, percekcokan yang tak henti-hentinya atau saling gesek, constant frictio. Karena kesombongan para guru palsu, dimana yang satu memandang yang lain rendah, dapat dimengerti akhirnya timbul dengki, perpecahan, fitnah, curiga, percekcokan tanpa henti. Budiman menyebut, dimana tidak ada kasih, di situ orang cenderung untuk mencari kesalahan dan berprasangka buruk terhadap orang lain. 30 Akibat guru palsu yang suka berspekulasi, berpolemik, dan kontroversial adalah perpecahan dalam jemaat. Implikasi Pertama, ajaran yang sehat harus terus-menerus dipegang dan diajarkan. Ketidakacuhan pada masa kini terhadap ajaran di luar Alkitab, tidak bersifat rasuli dan mengabaikan nasihat yang jelas dalam surat ini dan surat-surat Perjanjian Baru lainnya. Maka pemimpin gereja harus berpegang pada ajaran yang sehat, supaya sanggup menasihati orang dan meyakinkan para penentang (Tit. , jangan diam, jangan takut. Dalam surat ini setidaknya sampai 5 kali Paulus mengingatkan Timotius untuk menjaga dan mengajarkan kemurnian iman yang telah dipercayakan kepadanya, berarti pesan itu amat penting. Ajaran sehat harus berdasarkan kepada Alkitab sebagai satu-satunya otoritas untuk doktrin dan praktik Kristen. 31 Untuk menjaga gereja dari penyusupan ajaran lain, gereja telah menyusun Pengakuan Iman Rasuli yang di dalamnya dinyatakan kebenaran yang ada di Alkitab,32 sehingga semua ajaran lain yang berbeda dari presuposisi tersebut dinyatakan sebagai bidat. Guthrie. AuSurat-Surat Para Rasul,Ay 701. Budiman. Surat 1 & 2 Timotius Dan Titus: Surat-Surat Pastoral, 59. Stamps. Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan, 2029. Budiman. Surat 1 & 2 Timotius Dan Titus: Surat-Surat Pastoral, 60. Sutanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid 2. Budiman. Surat 1 & 2 Timotius Dan Titus: Surat-Surat Pastoral, 59. French L. Arrington. Doktrin Kristen: Perspektif Pentakosta (Yogyakarta: Andi, 2. , 10. Enns. The Moody Handbook of Theology: Buku Pegangan Teologi, 37. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 14 Kedua, ajaran lain di luar Alkitab dan doktrin historis kekristenan . harus ditolak. Surat Paulus kepada Timotius menunjukkan keinginan kuat Paulus untuk memantapkan ajaran gereja bagi generasi penerus, sebelum ia meninggalkan Timotius sebagai pemimpin muda. Pokok-pokok ajaran gereja itu harus dipertahankan demi kemurnian Injil. Hal itu sudah dijalankan bapa-bapa gereja dan para apologet abad demi abad, yang dirumuskan dalam setidaknya 7 konsili ekumenis. Tentu tiap zaman akan ada interpretasi yang baru dan berbeda terhadap Injil dengan ragam-ragamnya, tetapi pokokpokok ajarannya tentang keselamatan oleh Kristus harus tetap sama. Ajaran yang lain dari itu harus ditolak. Ajaran-ajaran yang melenceng dari kekeristenan yang benar sudah nyata sejak zaman gereja perdana, ada pada abad pertengahan, dan tetap ada hingga masa kini. Ajaran-ajaran melenceng pada masa kini, bukanlah ajaran yang sama sekali baru, itu adalah bentuk lain maupun modifikasi dari ajaran-ajaran melenceng pada zaman dahulu. Ajaran ini dikembangkan oleh mereka yang ditipu oleh Iblis, mati hati nuraninya, menganggap bahwa jalan pikirannya di atas para rasul, bapa-bapa gereja, para apologet dan orang Kristen lainnya. Ketiga, kekayaan, kemakmuran, keberhasilan dan banyaknya pengikut tidak selalu menandakan bahwa Allah menyetujui ajaran seseorang maupun kelompok. Memang rohroh penyesat akan selalu ada dan semakin gencar bekerja untuk menarik orang-orang menjadi murtad . Tim. Iblis tidak hanya berusaha menjatuhkan anak-anak Tuhan dengan kemiskinan, kesengsaraan, kegagalan atau keterasingan, melainkan juga dengan cara menipu agar seakan-akan mereka diberkati dan dikenan Tuhan. Keempat, ajaran yang sehat harus tampak dari kehidupan Kristen setiap hari. Pengaruh ajaran sesat di jemaat Efesus telah menyebabkan kesaksian ke masyarakat luar menjadi buruk, nama Tuhan dan ajaran Kristen dihujat. Hal ini menjadi pelajaran bagi kekristenan masa kini. Ajaran yang sehat akan menghasilkan cara hidup yang sehat . Ptr. , seperti buah yang baik dihasilkan oleh pohon yang baik (Mat. Berlawanan dengan sifat guru-guru palsu, seorang Kristen harus rendah hati, konsisten dalam pengajaran, berpikiran sehat, menjunjung kebenaran dan menjauhi motif materialis, sehingga mendatangkan damai sejahtera, kerukunan, kesatuan hati, dan penerimaan satu dengan yang lain . PENUTUP Menjawab rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, maka ditarik kesimpulan bahwa: Pertama, yang dimaksud Paulus dengan ajaran lain adalah ajaran yang tidak didasarkan atas perkataan Tuhan Yesus Kristus dan tidak sesuai dengan doktrin Kristen. Kelemahan pengajar ajaran yang tidak sehat itu: menganggap diri lebih pintar daripada orang lain, suka berdebat dan beradu argumen, tidak berpikiran sehat, jauh dari kebenaran dan mencari kehormatan atau keuntungan dari agama. Akibat ajarannya mendatangkan iri hati, pertengkaran, fitnah, kecurigaan jahat dan percekcokan Kedua, implikasinya dalam mengajarkan ajaran yang sehat bagi gereja masa kini yaitu: ajaran yang sehat harus terus-menerus dipegang dan diajarkan. ajaran lain di luar Alkitab dan doktrin historis kekristenan . harus ditolak. kemakmuran, keberhasilan dan banyaknya pengikut tidak selalu menandakan bahwa Allah menyetujui ajaran seseorang maupun kelompok. dan ajaran yang sehat harus tampak dari kehidupan Kristen setiap hari. REFERENSI