ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA ASLI PAPUA PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH MANOKWARI TAHUN AJARAN 2018/2019 (Identification of Learning English Difficulties in Papua Native Students in High Schools of State and Education in Muhammadiyah Manokwari Academic Year 2018/2. Sulistyahadi1. Lisa Handayani2 Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Manokwari Dosen Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Manokwari tyohadi@ymail. com, 2lisahandayani1990@gmail. ABSTRAK Mata kuliah bahasa inggris adalah salah satu mata kuliah wajib pada setiap prodi yang ada di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari. Papua Barat. Banyak mahasiswa yang belum menguasai kemampuan dasar bahasa Inggris dan mengalami kesulitan belajar pada mata kuliah bahasa Inggris, khususnya mahasiswa asli Papua. Dari empat prodi yang ada, mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah bahasa Inggris mencapai lebih dari 50% dan didominasi oleh mahasiswa asli Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesulitan belajar dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar mahasiswa asli Papua pada mata kuliah bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mengeksplor letak kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asli Papua mengalami kesulitan belajar bahasa Inggris dalam keempat kemampuan dasar Speaking . Listening . endengar/menyima. Writing . , dan Reading . Hal ini disebabkan karena faktor kesulitan belajar yang berbeda-beda. Kata Kunci: Identifikasi kesulitan belajar, kesulitan belajar bahasa Inggris. ABSTRACT English language courses are one of the compulsory subjects in every study program at the Muhammadiyah Manokwari College of Teacher Training and Education. West Papua. Many students have not mastered basic English skills and have difficulty learning in English courses, especially native Papuan students. Of the four study programs available, students who did not pass English courses reached more than 50% and were dominated by native Papuan students. This study aims to determine the location of learning difficulties and the factors that cause learning difficulties of native Papuan students in English courses at the Muhammadiyah Manokwari College of Teacher Training and Education. This study uses a qualitative descriptive research approach to explore the location of learning difficulties and the contributing factors. Data collection is done by observation, interview, and documentation techniques. The results showed that native Papuan students had difficulty learning English in the four basic abilities of Speaking. Listening . istening / listenin. Writing . , and Reading . This is caused by factors of learning difficulties that are different. Keywords : Identification of Learning Difficulties. English Learning Difficulties ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. dengan baik. Merujuk pada pendapat Tarigan . empat kemampuan dasar tersebut yaitu: Speaking . Listening . endengar/menyima. Writing . , dan Reading . Serta memiliki tiga kemampuan tambahan yaitu Grammar . ata Vocabulary . osa Pronunciation . Namun kenyataannya, banyak mahasiswa yang belum menguasai dan mengalami kesulitan belajar pada mata kuliah bahasa Inggris, khususnya mahasiswa asli Papua. Dari empat prodi yang ada, prodi PGSD. Bahasa Indonesia. Biologi, dan Matematika jumlah mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah bahasa Inggris mencapai lebih dari 50% dari total mahasiswa yang ada, dan itu didominasi oleh mahasiswa asli Papua. Kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah bahasa Inggris diakui juga oleh dosen pengampu matakuliah tersebut, dengan menyatakan bahwa banyak mahasiswa asli Papua yang tidak mengikuti kelas dengan sungguh-sungguh, tugastugas dikerjakan dengan tidak maksimal, nilai yang tidak memenuhi standar, tidak aktif dalam aktifitas kelas, dan seringkali hanya diam ketika ditanya menggunakan bahasa Inggris. Dosen bahasa inggris juga memaparkan bahwa mahasiswa sering hanya menyontek temannya saja ketika diberikan tugas. Beberapa mahasiswa asli Papua yang mendapatkan nilai D dan E mengakui bahwa dirinya mengalami kesulitan dalam memahami materi mata kuliah bahasa Inggris, materinya susah difahami, dan dia malas untuk mengikuti kuliah bahasa Inggris. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang identifikasi kesulitan belajar mahasiswa asli papua pada mata kuliah bahasa inggris agar nantinya terdapat dasar penyusunan kebijakan yang tepat dalam peningkatan proses belajar mengajar mata kuliah bahasa inggris, khususnya kepada mahasiswa asli Papua. PENDAHULUAN Bahasa Inggris penting bagi masyarakat dewasa ini. Sebab di tengah kemajuan global memungkinkan banyaknya terjadi persaingan. Persaingan tersebut tidak hanya di bidang teknologi, tetapi juga di bidang ekonomi, bisnis, dan perdagangan. Contoh nyata dari persaingan tersebut adalah adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA memberi peluang bagi setiap individu untuk berinteraksi dan secara bebas memasuki suatu negara yang tergabung dalam ASEAN. Tentu saja hal tersebut memunculkan berbagai konsekuensi dan tuntutan bagi setiap individu yang terlibat. Salah satu tuntutan yang dirasakan adalah kemampuan berkomunikasi. Karena dengan berkomunikasilah seseorang akan dapat berinteraksi secara efektif dan efisien. Maka dari pada itu, bahasa memegang peranan yang sangat crucial dalam hubungan individu secara Adapun bahasa yang biasa di pakai oleh komunitas internasional adalah bahasa inggris. Bahasa inggris menjadi kunci seseorang mendapatkan pekerjaan yang layak. Mengingat bahasa inggris menjadi investasi bagi seseorang untuk dapat terjun dalam berbagai kegiatan skala Selain itu, informasi dalam dunia global disebarkan menggunakan pengantar bahasa inggris. Bahkan akses internet, buku, jurnal, dan lembaga pendidikan banyak menggunakan bahasa inggris. Fenomena ini menjadikan penguasaan terhadap bahasa inggris menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan. Salah meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusi. dalam berbahasa inggris adalah menghadirkan mata kuliah bahasa inggris pada jenjang perguruan tinggi. Tidak terkecuali perguruan tinggi yang ada di tanah papua. Mata kuliah bahasa inggris sangat berguna bagi mahasiswa sebagai modal awal untuk dapat menyerap ilmu pengetahuan dari berbagai literatur dan modal untuk melakukan penelitian ilmiah. Mata kuliah bahasa inggris adalah salah satu mata kuliah wajib pada setiap prodi yang ada di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari. Papua Barat. Mata kuliah tersebut memiliki empat kemampuan dasar yang harus dipelajari dan dikuasai oleh mahasiswa jika ingin menguasai bahasa Inggris METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif karena untuk mengeksplor letak kesulitan belajar mahasiswa asli Papua pada mata kuliah bahasa Inggris dan faktor penyebabnya. Menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. oleh subjek penelitian, misalnya: perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis, yaitu suatu penelitian permasalahan yang diselidiki dengan melukiskan dan menganalisis keadaan subyek dan objek fakta-fakta dikumpulkan (Koentjaraningrat,1. Penelitian ini akan dilaksanakan di kampus STKIP Muhammadiyah Manokwari pada semester gasal dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa asli papua pada prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, prodi Pendidikan Biologi, dan prodi Pendidikan Matematika. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar mata kuliah bahasa Hal ini didasarkan oleh nilai yang diperoleh mahasiswa asli Papua seringkali tidak memenuhi standar minimal kelulusan C. Penggunaan teknik sampling pada penelitian ini adalah purpose sampling. Dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik purpose sampling merupakan sample yang diambil tidak ditekankan pada jumlah, tetapi ditekankan pada kualitas pemahamannya kepada masalah yang diteliti (Arikunto,2. Variabel penelitian yang akan dianalisis adalah mengenai tingkat kesulitan mahasiswa dalam penguasaan: Speaking. Listening. Writing, dan Reading. Teknik Pengumpulan data yang digunakan Observasi, mengumpulkan data mengenai penguasaan mahasiswa asli Papua terhadap speaking, listening, writing, dan reading. Observasi ini berlangsung selama kegiatan pembelajaran satu semester agar dapat mengamati pula mahasiswa yang tergolong aktif, kurang aktif, dan pasif. Wawancara tertulis dan tidak tertulis. Wawancara tertulis diberikan kepada mahasiswa asli Papua pengalaman belajar bahasa Inggris selama satu semester termasuk kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran. Wawancara tidak tertulis ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan listening dan speaking mahasiswa asli Papua, agar diperoleh informasi mengenai letak kesulitan dan apa penyebab kesulitannya. Dokumentasi, digunakan untuk mencari data mengenai kemampuan writing melalui peninggalan tertulis seperti arsip dan termasuk juga buku-buku yang berhubungan dengan masalah penelitian. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis keabsahan data adalah teknik Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sugiyono . bahwa ketika seorang peneliti menggunakan triangulasi maka peneliti tersebut mengumpulkan data sekaligus mengecek apakah data yang didapat kredibel atau tidak dengan beragam teknik pengumpulan data dan sumber Pada penelitian ini, analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap, yaitu: . Reduksi pada tahap ini peneliti merangkum proses pengambilan data selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan cara mencari poin penting yang menjadi fokus pada data penelitian. Penyajian data. pada tahap ini hasil data penelitian yang telah dirangkum disajikan dengan cara mendeskripsikan secara detail dan jelas hal-hal yang terkait dengan kesulitan belajar dan faktor penyebabnya dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Penarikan kesimpulan. pada tahap awal penarikan kesimpulan yang dipaparkan pertama kali bersifat sementara. Hal ini dapat berubah ketika terdapat referensi pendukung yang valid dan konsisten, maka peneliti ini bisa menarik kesimpulan yang kredibel. HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian kesulitan belajar mahasiswa asli Papua pada mata kuliah bahasa Inggris yang dilakukan selama satu semester dipaparkan sebagai berikut: Kemampuan Speaking (Berbicar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan perkuliahan bahasa Inggris, didapatkan bahwa mahasiswa asli Papua cenderung pasif dalam speaking. Ketika diminta untuk berbicara di depan teman-teman hanya satu atau dua kalimat saja yang diucapkan. Faktor yang menyebabkan mahasiswa asli Papua cenderung pasif adalah karena minimnya penguasaan kosa kata, susahnya mengucapkan atau mengeja kata, serta susah merangkai kata menjadi bentuk kalimat bahasa Inggris yang notabene berbeda dengan bahasa Indonesia. Hal ini didukung dengan hasil wawancara baik tertulis atau tidak tertulis yang dilakukan kepada beberapa mahasiswa asli Papua. Beberapa mahasiswa mengatakan bahwa kesulitanya dalam speaking ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. karena merasa tidak percaya diri sebab hanya mengahafal sedikit kosa kata sehingga kesulitan dalam berbicara bahasa Inggris. Ada juga mahasiswa yang merasa malu dan takut salah berbicara atau salah mengucapkan kata sehingga memilih untuk diam bahkan tidak mengikuti kelas apabila ada materi speaking. Mahasiswa yang diwawancara menyatakan bahwa mereka belajar berbicara dalam bahasa Inggris hanya ketika ada kelas saja. Mereka merasa mata kuliah bahasa Inggris adalah beban karena tidak ada kaitannya dengan jurusan yang mereka ambil. Tidak adanya motivasi untuk mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam ini menjadi salah satu penyebab tidak familiarnya mereka terhadap pelafalan kosa kata bahasa Inggris. menulis kepala saya pusing duluan, padahal saya sudah tahu mau menulis apaAy. Berdasarkan hal mahasiswa asli Papua disebabkan karena rendahnya penguasaan struktur kalimat dan grammar bahasa Inggris. Hal ini juga diungkapkan oleh Harmer. yang menyatakan bahwa skill writing akan susah untuk dikuasai apabila penguasaan bentuk bahasa, struktur, dan Kemampuan Reading (Membac. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan mahasiswa asli Papua sebagian besar menyatakan bahwa mereka tidak terbiasa dalam mengucapkan bahasa Inggris sehingga menjadi tersendat-sendat. Menurut mereka mata kuliah bahasa Inggris tidak lah penting, karena tidak akan digunakan ketika mereka nanti menjadi guru. Lasea Ahoren mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menyatakan bahwa kesulitan dalam reading adalah kosa kata yang tidak di mengerti sehingga ketika di perintah untuk membaca tidak tahu cara membaca teks tersebut. Mahasiswa prodi Pendidikan Matematika Welem Yec mengatakan bahwa dia merasa takut ketika di suruh membaca dengan keras karena malu dengan teman-temannya. Welem Yec juga mengatakan bahwa dia tidak pernah membaca buku bahasa Inggris karena tidak ada kemampuan dasar yang dia miliki sebelumnya. Baru di bangku kuliah inilah dia mengenal bahasa Inggris. Kemampuan Listening (Mendengar/Menyima. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap data hasil observasi dan wawancara terhadap kemampuan mendengarkan bahasa Inggris, didapatkan mahasiswa asli Papua kesulitan dalam mengerti dan memahami secara penuh ketika dosen full berbicara bahasa Inggris. Dosen harus menjelaskan kembali dengan bahasa Indonesia agar mahasiswa faham apa yang sedang dibicarakan. Hal itu berlaku juga ketika dosen menampilkan video atau speaker bahasa Inggris dalam materi listening. Mahasiswa mengatakan susah bagi mereka memahami isi text atau percakapan yang didengar selain karena Mereka juga tidak biasa dengan accent yang diucapkan. Berdasarkan paparan di atas, secara umum penguasaan empat kemampuan dasar bahasa Inggris yakni: speaking . , listening . endengar/menyima. , writing . , dan reading . masih rendah. Mahasiswa asli Papua cenderung memilih tidak aktif di kelas bahasa inggris karena kurangnya kemampuan tambahan seperti grammar . ata bahas. , vocabulary . osa kat. , dan pronunciation . Sehingga mereka malu, minder, dan kurang percaya diri ketika diminta berbicara di depan teman-temannya. Perlu ada upaya peningkatan dan perbaikan motivasi mahasiswa asli Papua untuk belajar bahasa Inggris mengingat pentingnya bahasa Inggris di masa yang akan datang, meskipun bidang studi mereka bukan bahasa Inggris. Kemampuan Writing (Menuli. Hasil analisis observasi di lapangan dan dokumentasi berupa tugas menulis daily activity di dapatkan tidak ada mahasiswa asli Papua yang benar secara keseluruhan dalam menulis kosa kata dan grammar bahasa Inggris. Berdasarkan analisis dokumentasi berupa makalah mahasiswa didominasi copy paste dari web atau buku-buku bahasa Inggris di perpustakaan. Meskipun begitu susunan struktur kalimatnya juga masih kurang Ada pun wawancara di lapangan dengan Lasea Ahoren Prodi Pendidikan Biologi mengatakan: Ay kesulitanya dialeknya bu. Dialegnya beda dengan tulisanya. Tulisanya sama bacaanya Jadi susah tulisnyaAy. Berdasarkan wawancara dengan Agustina Mandacan Prodi PGSD: Au saya susah sekali menulis bahasa Inggris karena saya tidak hafal nama-nama benda atau kata kerja dalam bahasa Inggris, sehingga ketika saya mau KESIMPULAN ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. Berdasarkan uraian mengenai kesulitan belajar bahasa Inggris, mahasiswa asli Papua baik prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, prodi Pendidikan Biologi, dan prodi Pendidikan Matematika masih cenderung pasif dalam kegiatan mata kuliah bahasa Inggris. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: . Faktor penyebab kesulitan belajar yang dihadapi dalam kemampuan speaking . adalah karena minimnya kosa kata yang dikuasai atau dihafal, kesulitan mengucapkan atau mengeja kata karena kurang familiar, kesusahan merangkai kata menjadi bentuk kalimat, serta kurangnya motivasi untuk mempelajari bahasa Inggris. Faktor penyebab kesulitan belajar yang dihadapi . endengar/menyima. adalah belum biasa dengan pronunciation dan accent yang diucapkan. Faktor penyebab kesulitan belajar yang dihadapi dalam kemampuan writing . berupa problem kognitif dalam penguasaan bentuk bahasa, struktur, dan juga grammar. Faktor penyebab kesulitan belajar yang dihadapi dalam kemampuan reading . adalah tidak memiliki kemampuan dasar membaca bahasa Inggris sebelum masuk perguruan tinggi. Atas dasar simpulan tersebut maka, peneliti menyarakankan: . Mengadakan hari bahasa Inggris di hari-hari tertentu, dimana seluruh aktifitas di kampus harus menggunakan bahasa Inggris untuk membiasakan mahasiswa berbicara sekaligus meningkatkan jumlah hafalan kosakata. Kampus dan dosen hendaknya membuat suatu kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris mahasiswa asli Papua yang bertujuan untuk memunculkan self awareness pentingnya penguasaan bahasa Inggris di masa yang akan datang. Pembelajaran yang dilakukan di luar kelas misalkan menonton film Inggris bersama-sama mahasiswa lebih mengenal pronunciation dan accent yang berbeda-beda. Koentjaraningrat. Metode Penelitian Masyarakat. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Moleong. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Karya: Bandung. Sugiyono. Kualitatif, dan R dan D. Alfabeta: Bandung. Tarigan. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa. Bandung. DAFTAR PUSTAKA