Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif AMEENA JOURNAL ISSN: 2986-0016 Literature Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif (PKA) pada Pasien Hipertensi Himmatul Khaira Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia Email: himmatul. khaira@unisai. ABSTRACT Education has been provided regarding routine and periodic medication. However, some patients still do not take their medication regularly and supplement it with complementary therapies, and some even skip medication altogether and use alternative treatments. Therefore, this study aims to identify factors influencing the use of complementary and alternative medicine in hypertensive patients. The article selection process for this literature review used a comprehensive search of five databases: EBSCO. Researchgate. Clinical Key. GARUDA, and PubMed to obtain quantitative research reports between 2020 and 2026. The article selection process applied the PRISMA model. Of the 397 articles found, 36 were screened, followed by 34 articles for eligibility. Factors identified in 10 of the 36 articles included religion, domicile, gender, marital status, education level, perception, motivation, level of knowledge about complementary and alternative medicine, beliefs, age, information sources, and drug side effects. Keywords: Associated Factors. Alternative Medicine. Hypertensive Patients ABSTRAK Edukasi telah diberikan terkait pengobatan rutin dan berkala. Namun masih terdapat pasien yang tidak minum obat secara teratur dan melengkapinya dengan terapi komplementer bahkan terdapat pasien yang tidak minum obat sama sekali dan menggantinya dengan pengobatan alternatif. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pengobatan komplementer alternatif pada pasien hipertensi. Proses pemilihan artikel pada literature review ini menggunakan penelusuran komprehensif pada lima database yaitu EBSCO. Researchgate. Clinical Key. GARUDA, dan PubMed untuk mendapatkan laporan penelitian kuantitatif antara tahun 2020 hingga 2026. Tahapan pemilihan artikel menerapkan model PRISMA. Dari 397 artikel yang ditemukan, kemudian melalui tahap screening sehingga didapatkan 36 artikel, kemudian eligibility yang menghasilkan 34 artikel. Faktor-faktor yang teridentifikasi terdapat dalam 10 dari 36 artikel diantaranya agama, domisili, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, persepsi,motivasi, tingkat pengetahuan tentang pengobatan komplementer alternatif, keyakinan, usia, sumber informasi, dan efek samping obat. Kata kunci: Faktor Yang Berhubungan. Pengobatan Alternatif. Pasien Hipertensi. AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif PENDAHULUAN Hipertensi adalah penyakit dengan mortalitas tertinggi di dunia. Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat (Kemenkes, 2. Sekitar 90-95% kasus didominasi hipertensi esensial. Berdasarkan survei 2023 dan studi kohort penyakit tidak menular (PTM), hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab kematian ke empat di Indonesia dengan kontribusi 10,2% (Kemenkes, 2. Prevalesi hipertensi meningkat dari 27,9% pada tahun 2013 menjadi 31,6% pada tahun 2023. Tingkat diagnosis menurun dari 33% padatahun 2013 menjadi 24,1% pada tahun 2018, kemudian sedikit meningkat menjadi 26,9% pada tahun 2023 (Kemenkes, 2. Tingkat pengobatan meningkat dua kali lipat dari 10,4% menjadi 22,4% selama dekade tersebut, yang mana sesuai dengan perkiraan bertambahnya 10 juta orang dewasa yang menerima terapi anti Namun, tingkat pengendalian tekanan darah hanya meningkat sedikit, dari 2,3% menjadi 4,2% sehingga menunjukkan lebih dari 95% orang dewasa penderita hipertensi masih memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol (Muharram et al. , 2. Penderita penyakit hipertensi tersebut beresiko mengalami berbagai komplikasi jika tidak mampu mempertahankan kestabilan tekanan darah. Di antara komplikasi yang akan terjadi yaitu stroke, gangguan penglihatan, gagal ginjal, gagal jantung, dan infark miokard (Kusuma et al. , 2. Tekanan darah semestinya harus dijaga berada dalam rentang normal demi mencegah gangguan yang akan terjadi karena hipertensi (Marni et al. , 2. Untuk menghindari komplikasi ini, masyarakat di Indonesia menggunakan berbagai macam cara untuk menurunkan tekanan darah. Di antaranya yaitu pengobatan medis, komplementer, dan Pengobatan medis pada hipertensi yaitu menggunakan obat-obatan yang terdiri dari berbagai jenis klasifikasi yang bekerja untuk menurunkan tekanan darah (Khalil & Zeltser, 2. Terapi alternatif adalah terapi pengganti pengobatan Dan terapi komplementer merupakan pelengkap bagi terapi pengobatan medis (Mulyana & Hayati, 2. Pasien telah diedukasi terkait obat-obatan hipertensi yang harus dikonsumsi secara rutin. Namun, banyak pasien yang tidak menggunakan pengobatan medis untuk mengontrol tekanan darah. Hal ini dibuktikan dengan data SKI (Survei Kesehatan Indonesi. Pada usia dewasa terdapat 44,8% yang mengonsumsi obat secara teratur, dan 55,2% yang mengonsumsi obat dengan tidak teratur dan tidak minum obat secara total (Kemenkes, 2. Ketidakpatuhan pengobatan hipertensi diikuti oleh berbagai alasan, di antaranya seperti yang terjadi di Aceh, yaitu obat yang tidak tersedia . ,2%), tidak tahan dengan efek samping obat . ,6%), dan minum obat tradisional . ,3%) (Kemenkes, 2. Berdasarkan survei tersebut menunjukkan bahwa alasan yang paling banyak AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 100 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif dikemukakan pasien adalah penggunaan obat tradisional sebagai pengganti dari pengobatan medis. Fenomena ini mengindikasikan perlunya penelusuran lebih lanjut terkait segala penyebab yang memengaruhi pemanfaatan pengobatan alternatif sebagai terapi pengganti pengobatan medis. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penggunaan pengobatan alternatif pada pasien hipertensi. Eligibility Screening Identification METODE Pada literature review ini menggunakan proses pemilihan artikel dengan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. sebagaimana yang tercantum pada gambar 1. Penulis menghimpun artikel dari sejumlah penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengobatan komplementer alternatif pada pasien hipertensi. Proses pencarian artikel dilakukan penulis berdasarkan tujuan penelitian, melalui beberapa tahapan, dan menggunakan kata kunci Auassociated factor, alternative medicine, hypertensive patientAy. Database pencari artikel yang digunakan terdiri dari lima database: EBSCO. Clinical Key. PubMed. Researchgate dan GARUDA yang diterbitkan pada tahun 2020-2026. Artikel diidentifikasi secara sistematis melalui database EBSCO. Clinical Key. PubMed. Researchgate dan GARUDA database yang terbitkan pada tahun 2020-2026 . = 397 ) Screening dilakukan dengan mengeliminasi artikel kualitatif, artikel duplikat, dan artikel yang tidak relevan dengn variable penelitian . = 36 ) Artikel yang dipilih adalah artikel yang dapat diakses dan memiliki kesesuaian tertinggi dengan tujuan literature review ini dan berhubungan dengan kata kunci yang telah ditetapkan . = 10 ) Artikel terpilih digunakan ke dalam penyusunan literature review . = 10 ) AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 101 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien hipertensi, studi kuantitatif, serta studi yang mengkaji faktor yang memengaruhi penggunaan pengobatan komplementer alternatif, artikel yang diterbitkan dalam rentang enam tahun terakhir, yaitu 2020-2026. Sementara itu, kriteria eksklusi meliputi populasi yang tidak didiagnosis hipertensi, studi kualitatif, artikel yang diterbitkan di luar rentang 2020-2026, dan artikel yang tidak mengkaji faktor yang memengaruhi pengobatan komplementer alternatif pada pasien hipertensi. Studi ini menggunakan model PRISMA sebagai kerangka kerja dalam proses pemilihan artikel. Sebanyak 395 Artikel teridentifikasi dari hasil penelusuran di lima database. Setelah proses screening yang meliputi eliminasi artikel kualitatif dan duplikat serta artikel yang tidak relevan dengan variabel penelitian, ditemukan 34 Kemudian dilakukan seleksi eligibility. Artikel yang dipilih adalah artikel yang dapat diakses penuh serta paling relevan dengan tujuan penelitian ini dengan kata kunci yang telah ditentukan. Sebanyak 10 artikel dinyatakan layak dan diulas dalam penelitian literature review ini. HASIL Berdasarkan hasil telaah terhadap 10 artikel yang membahas faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (PKA) pada pasien hipertensi, ditemukan bahwa keputusan pasien untuk menggunakan PKA dipengaruhi oleh berbagai faktor demografis, sosial, psikologis, dan budaya. Faktor-faktor tersebut meliputi agama, domisili, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, persepsi, motivasi, tingkat pengetahuan, keyakinan, usia, sumber informasi, serta persepsi terhadap efek samping pengobatan medis. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan PKA pada pasien hipertensi merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor demografis menjadi salah satu determinan utama dalam penggunaan PKA. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa domisili memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan PKA. Pasien yang tinggal di daerah pedesaan cenderung lebih banyak menggunakan PKA dibandingkan dengan masyarakat Selain itu, wilayah tempat tinggal tertentu juga ditemukan memiliki tingkat penggunaan PKA yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Faktor jenis kelamin turut berperan dalam penggunaan PKA, meskipun hasil penelitian menunjukkan variasi. Beberapa studi menemukan bahwa laki-laki lebih banyak menggunakan PKA, sementara penelitian lain menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi pada perempuan. Faktor usia juga berpengaruh, di mana kelompok usia yang lebih tua cenderung lebih sering memanfaatkan PKA dibandingkan kelompok usia yang lebih muda. AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 102 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif Selain faktor demografis, karakteristik sosial juga memengaruhi penggunaan PKA. Status perkawinan ditemukan berhubungan secara signifikan dengan keputusan menggunakan PKA. Individu yang telah menikah cenderung memiliki peluang lebih besar untuk menggunakan PKA dibandingkan mereka yang belum Tingkat pendidikan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi penggunaan PKA. Namun, arah hubungan antara pendidikan dan penggunaan PKA tidak selalu konsisten. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pendidikan tinggi lebih banyak memanfaatkan PKA karena memiliki akses informasi yang lebih luas, sedangkan penelitian lain menemukan bahwa penggunaan PKA lebih tinggi pada kelompok dengan tingkat pendidikan Faktor psikologis merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi penggunaan PKA. Persepsi mengenai manfaat PKA menjadi alasan utama pasien memilih terapi alternatif sebagai pelengkap atau pengganti pengobatan medis. Sebagian besar responden meyakini bahwa PKA dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dan membantu mengendalikan tekanan darah. Selain itu, motivasi yang berasal dari keluarga, teman, media sosial, tenaga kesehatan, maupun praktisi pengobatan alternatif turut memengaruhi keputusan pasien dalam menggunakan PKA. Dukungan sosial tersebut sering kali menjadi sumber penguatan bagi pasien untuk mencoba atau melanjutkan penggunaan PKA. Tingkat pengetahuan dan keyakinan terhadap PKA juga terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan PKA. Pasien yang memiliki pengetahuan lebih baik mengenai terapi komplementer dan alternatif cenderung menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penggunaannya. Keyakinan bahwa PKA merupakan metode alami, aman, dan dapat digunakan bersamaan dengan terapi medis turut meningkatkan kecenderungan penggunaan PKA. Selain itu, faktor agama ditemukan berperan dalam membentuk keyakinan individu terhadap efektivitas dan keberterimaan penggunaan PKA dalam proses Faktor lain yang turut memengaruhi penggunaan PKA adalah sumber informasi dan persepsi terhadap efek samping obat medis. Informasi yang diperoleh dari keluarga, kerabat, teman, praktisi kesehatan, maupun media massa menjadi sumber utama yang mendorong pasien menggunakan PKA. Di sisi lain, pengalaman atau kekhawatiran terhadap efek samping obat antihipertensi konvensional juga mendorong sebagian pasien beralih atau mengombinasikan terapi medis dengan PKA. Persepsi bahwa PKA memiliki efek samping yang lebih sedikit atau bahkan tidak memiliki efek samping menjadi alasan penting yang mendukung penggunaan terapi tersebut. AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 103 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif Secara keseluruhan, hasil literature review menunjukkan bahwa penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang mencakup aspek demografis, sosial, psikologis, budaya, dan informasi kesehatan. Faktor yang paling sering ditemukan dalam berbagai penelitian adalah domisili, tingkat pendidikan, jenis kelamin, persepsi, keyakinan, tingkat pengetahuan, sumber informasi, dan status Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan edukasi dan promosi kesehatan yang mempertimbangkan berbagai faktor tersebut agar penggunaan PKA dapat dilakukan secara aman, tepat, dan terintegrasi dengan pengobatan medis yang dijalani pasien hipertensi. Faktor Internal yang Mempengaruhi Pengobatan Alternatif pada Pasien Hipertensi Agama Di antara sepuluh artikel yang membahas faktor determinan pengobatan komplementer alternatif pada pasien hipertensi, dua artikel menyebutkan bahwa hubungan karakteristik sosiodemografik dari partisipan dengan penggunaan PKA menunjukkan agama berkaitan secara signifikan. Proporsi pengguna PKA lebih tinggi pada orang-orang beragama Hindu. Pada penelitian lain yang dilakukan selama 12 bulan, ditemukan hasil bahwa pasien yang menggunakan PKA karena keyakinan agama menyarankan untuk memanfaatkan PKA bagi kesehatan. Domisili Ditemukan enam artikel yang memaparkan bahwa domisili atau tempat tinggal partisipan memengaruhi penggunaan PKA untuk menyembuhkan atau mengontrol penyakit hipertensi. Sebagian besar partisipan yang menggunakan PKA adalah masyarakat pedesaan. Peluang penggunaan PKA lebih tinggi pada penduduk pedesaan dibandingkan penduduk perkotaan, seperti di wilayah barat atau bagian tengah barat Amerika Serikat yang memiliki penduduk yang lebih rural, didapatkan pengguna PKA lebih banyak daripada yang tidak menggunakan pengobatan tersebut. Banyak di antara partisipan dari penduduk desa menggunakan PKA secara mandiri tanpa direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Namun juga didapatkan pada artikel penelitian bahwa masyarakat perkotaan juga mulai menggunakan PKA. Jenis Kelamin Pada tiga penelitian dari sepuluh penelitian terkait faktor yang mempengaruhi pengobatan komplementer alternatif pada hipertensi, didapati hasil bahwa jenis kelamin berkaitan erat dengan perilaku penggunaan pengobatan PKA. wanita lebih banyak menggunakan PKA dibandingkan dengan laki-laki. AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 104 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif Dilaporkan bahwa pasien wanita merupakan pengguna PKA tertinggi. Sebagian dari mereka memiliki riwayat pendidikan terakhir sarjana, dan bekerja, serta memiliki riwayat keluarga dengan penyakit hipertensi. Status Perkawinan Dua dari sepuluh penelitian menunjukkan bahwa status perkawinan berhubungan secara signifikan dengan penggunaan PKA. Di antara variabel sosiodemografik, ditemukan pada data yang dikumpulkan yaitu pasien yang belum menikah memiliki angka kejadian lebih tinggi daripada pasien yang telah menikah terkait penggunaan PKA. Status single berhubungan dengan peningkatan penggunaan pengobatan alternatif pada pasien hipertensi. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan seseorang juga berhubungan dengan perilaku penggunaan PKA untuk mengobati penyakit. Ditemukan tiga artikel yang menjelaskan bahwa pada data karakterisitk yang berkaitan dengan penggunaan PKA yaitu karena tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pada satu penelitian dipaparkan bahwa pada individu dengan pendidikan di bawah Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki tingkat penggunaan PKA yang lebih rendah dibandingkan individu dengan riwayat pendidikan SMA, dan sarjana yang memiliki tingkat penggunaan yang lebih tinggi pada PKA yaitu sebanyak 80%. Pendidikan yang lebih tinggi merupakan faktor prediktor dari penggunaan PKA. Persepsi Terdapat dua artikel yang menyebutkan bahwa persepsi memengaruhi pengobatan alternatif pada pasien hipertensi. Pasien mempunyai persepsi khusus terhadap PKA. Sebagian partisipan menganggap PKA dan beberapa suplemen dapat memberikan manfaat bagi pengobatan medis. Terkait efek samping, partisipan diberikan pertanyaan tentang persepsi mereka yang berhubungan dengan penggunaan PKA. Mayoritas partisipan melaporkan tidak adanya efek samping dari penggunaan PKA, dan persepsi tidak ada efek samping tersebut berkaitan secara signifikan dengan penggunaan PKA sehingga mereka merasa aman untuk Motivasi Satu artikel menyebutkan salah satu faktor penggunaan PKA pada pasien hipertensi yaitu motivasi. Sumber motivasi terhadap PKA, seiring dengan kepatuhan mereka untuk menggunakan PKA. Sehubungan dengan mereka yang merekomendasikan penggobatan komplementer alternatif, mayoritas melaporkan AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 105 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif menerima saran dari keluarga, sosial media, teman/kerabat, dokter, praktisi pengobatan komplementer alternatif, dan sumber lainnya. Tingkat Pengetahuan tentang Pengobatan Komplementer Alternatif Pengetahuan terkait pengobatan komplementer alternatif juga memengaruhi penggunaan PKA. Sesuai dengan hasil yang ditemukan pada dua artikel terkait tingkat pengetahuan pasien/partisipan tentang PKA. Sebagian besar partisipan menerima informasi tentang PKA dari teman, anggota keluarga, atau media. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan didapatkan keterkaitan dengan penggunaan PKA. Di antaranya yaitu penilaian sendiri oleh partisipan tentang PKA, telah berdiskusi dengan tenaga kesehatan profesonal terkait PKA, penerimaan secara simultan terkait penggunaan PKA dan pengobatan medis, serta penerimaan pasien untuk menghentikan penggunaan resep obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami efek samping. Keyakinan Dua dari sepuluh artikel menyiratkan bahwa keyakinan dapat memengaruhi penggunaan PKA pada pasien. Dilaporkan bahwa keyakinan tentang PKA sebagai pengobatan alami untuk mengatasi hipertensi berhubungan secara signifikan dengan penggunaan PKA di antara pasien hipertensi, dan keyakinan tentang PKA lebih baik daripada menggunakan pengobatan medis atau resep obat dari dokter juga berkaitan secara signifikan bagi pasien dalam menggunakan PKA. Usia Usia menentukan perilaku seseorang dalam menggunakan PKA. Ditemukan pada artikel yang dikaji bahwa peluang penggunaan PKA pada usia lebih dari 45 tahun, tiga kali lebih tinggi daripada partisipan dengan usia lebih dari 30 tahun. Pada artikel lain tertera bahwa usia 18-49 tahun memiliki tingkat kejadian lebih banyak dalam menggunakan PKA dibandingkan rentang usia yang lebih tua. Sumber Informasi Dua dari sepuluh artikel menyebutkan bahwa sumber informasi dapat memengaruhi penggunaan PKA. Hasil yang ditemukan pada salah satu artikel yaitu terdata tingginya prevalensi rekomendasi dari praktisi PKA. Dan pada artikel yang lain disebutkan bahwa keputusan partisipan untuk menggunakan PKA karena dipicu oleh informasi mengenai kesembuhan orang lain. Keluarga dan teman menajdi sumber terpercaya dan paling utama bagi partisipan, diikuti dengan media dan informasi dari tenaga kesehatan. Efek samping AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 106 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif Pada salah satu artikel menyatakan bahwa efek samping yang terjadi dapat memengaruhi penggunaan pengobatan. Partisipan mengklaim bahwa pengobatan atau penanganan seharusnya tidak memberikan efek samping,dan juga penting bagi pasien untuk menjalankan pengobatan yang non-toksik. Partisipan mempercayai bahwa pengobatan modern/medis akan menyebabkan lebih banyak efek samping, oleh karena itu memicu mereka untuk menggunakan PKA untuk mengatasi hipertensi. PEMBAHASAN Sebanyak sepuluh artikel telah ditelaah oleh peneliti dan disertakan dalam literature review ini. Menurut temuan peneliti, pengkajian terhadap faktor yang memengaruhi penggunaan pengobtan komplementer alternatif pada pasien hipertensi menjadi sangat penting karena berkaitan erat dengan kondisi kesehatan, keakuratan pengobatan pasien, dan untuk merancang intervensi edukasi yang tepat sasaran bagi pasien hipertensi. Beberapa faktor yang teridentifikasi pada literature review ini yaitu agama, domisili, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, persepsi, motivasi, tingkat pengetahuan terkait PKA, keyakinan, usia, sumber informasi, dan efek samping obat medis. Faktor-faktor ini saling berkaitan dalam membentuk keputusan pasien untuk menggunakan pengobatan komplementer alternatif. Faktor agama yang dipaparkan pada literature review ini merupakan salah satu aspek yang memengaruhi penggunaan pengobatan alternatif pada pasien Kepercayaan dan nilali-nilai keagamaan seringkali membentuk persepsi pasien terhadap konsep sehat-sakit dan cara mengatasi penyakit yang dianggap Pada beberapa kelompok, meyakini bahwa penggunaan bahan alami memiliki manfaat spiritual untuk mencapai kesembuhan. Hal ini menyebabkan pasien cenderung memilih pengobatan komplementer alternatif yang selaras dengan keyakinan agamanya. Selain itu, rekomendasi dari tokoh agama atau komunitas kegamaan juga dapat memperkuat keputusan pasien untuk menggunakan PKA (Hotmaria Hertawaty Sijabat, 2. Faktor domisili juga ikut memengaruhi kecenderungan seseorang dalam menggunakan PKA. Pasien yang tinggal di daerah pedesaan cenderung lebih bergantung pada pengobatan tradisional yang mudah diperoleh di lingkungan Selain itu, norma budaya yang berlaku di daerah setempat kerapkali diwariskan secara turun-temurun, sehingga pengobatan komplementer alternatif menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Sebaliknya pasien yang tinggal di daerah perkotaan, lebih sedikit yang menggunakan PKA, karena memiliki akses yang lebih luas, dan pengobatan yang lebih modern. Akan tetapi, masyarakat perkotaan juga tidak sepenuhnya meninggalkan penggunaan pengobatan komplementer alternatif. Hal ini dapat dipengaruhi oleh meningkatnya AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 107 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif kepercayaan terhadap manfaat bahan alami yang dianggap lebih minim efek samping (Wahyuni et al. , 2. Pola penggunaan PKA pula dapat dipengaruhi oleh perbedaan jenis Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih cenderung memanfaatkan pengobatan alternatif dibandingkan laki-laki. Kecenderungan ini berkaitan dengan pola perempuan yang lebih aktif mencari informasi kesehatan, dan lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh. Di sisi lain, persepsi bahwa pengobatan alami memiliki risiko efek samping yang lebih rendah juga lebih kuat di kalangan perempuan. Selanjutnya status perkawinan juga berperan dalam menentukan pilihan terhadap PKA pada kasus hipertensi. Beberapa penelitian menemukan bahwa pasien yang belum menikah atau single cenderung lebih banyak memanfaatkan pengobatan alternatif. Hal ini diduga berkaitan dengan kemandirian dalam pengambilan keputusan (Demelash et al. , 2021. Farooqui et al. Kohl-Heckl et al. , 2. Tingkat pendidikan pasien turut menjadi salah satu determinan yang memengaruhi penggunaan pengobatan alternatif pada penderita hipertensi. Pasien dengan pendidikan yang lebih tinggi umumnya memiliki akses informasi yang lebih luas, sehingga lebih mampu menilai manfaat dan risiko dari berbagai pilihan terapi, baik konvesional maupun komplementer dan alternatif. Demikian pula tingkat pengetahuan terkait PKA. Pasien yang memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai jenis, manfaat, dan risiko pengobatan komplementer alternatif cenderung lebih selektif dalam memilih terapi yang akan digunakan. Pengetahuan ini biasanya diperoleh melalui informasi dari tenaga kesehatan, media massa, maupun pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar (Ayu et al. , 2023. Owusu et , 2. Persepsi dan motivasi sebagai dorongan internal berkaitan erat dengan perilaku penggunaan PKA. Persepsi positif terhadap keamanan, bahan yang bersifat alami, dan efek samping yang lebih rendah mendorong pasien untuk mencobanya sebagai terapi pelengkap/tambahan . atau pengganti . obat konvensional. Dan motivasi utama dari banyak pasien memilih PKA karena mendapat dukungan dari keluarga yang percaya khasiat terapi Kondisi menunjukkan bahwa keputusan pasien tidak hanya dipengaruhi oleh pemahaman pribadi, tetapi juga oleh lingkungan sosial yang membentuk persepsi dan memperkuat motivasi untuk menggunakan pengobatan komplementer alternatif (Amalia et al. , 2. Tingkat keyakinan pasien terhadap efektivitas dan keamanan pengobatan alternatif turut menentukan keputusan penggunaannya pada penyandang Keyakinan ini sering terbentuk oleh pengalaman pribadi, warisan keluarga, maupun pengaruh masyarakat sekitar yang menganggap pengobatan tradisional lebih menyembuhkan daripada pengoabatan medis yang menggunakan AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . 108 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif obat kimia. Ketika keyakinan kuat, pasien cenderung mempertahankan penggunaan pengobatan komplementer alternatif meskipun belum ada bukti ilmiah yang memadai. Pasien yang meyakini bahwa obat herbal atau PKA mampu menyembuhkan secara tuntas cenderung mengurangi atau menghentikan penggunaan obat antihipertensi tanpa konsultasi tenaga kesehatan (Fadilati et al. Penggunaan PKA oleh pasien hipertensi juga dipengaruhi oleh faktor usia dan pola pikir yang menyertainya. Pasien usia dewasa lebih banyak menggunakan pengobatan alternatif dibandingkan kelompok usia lainnya. Pada rentang usia produktif, faktor stres kerja, tuntutan gaya hidup, dan keinginan untuk mencari terapi tambahan di luar obat konvensional mendorong penggunaan pengobatan herbal sebagai terapi komplementer atau alternatif. Pada usia ini besar kemungkinan menggunakan PKA untuk mencegah komplikasi di masa akan datang (Demelash et al. , 2021. Widyaningrum1 et al. , 2. PENUTUP Penggunaan pengobatan komplementer alternatif pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Faktor internal seperti pengetahuan, agama, persepsi, motivasi, dan keyakinan membentuk dasar pengambilan keputusan, sementara faktor eksternal seperti akses, domisili, status perkawinan, efek samping obat medis, dan pengaruh sosial memperkuat kecenderungan tersebut. Perbedaan karakteristik usia dan pendidikan juga menunjukkan bahwa pola penggunaan PKA tidak seragam di antara kelompok Oleh karena itu, upaya edukasi dan pendekatan tenaga kesehatan perlu disesuaikan dengan latar belakang demografi dan psikologi pasien agar penggunaan pengobatan alternatif dapat dilakukan secara lebih aman, rasional, dan tetap selaras dengan terapi medis konvensional. AMEENA JOURNAL |Volume . Nomor . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengobatan Komplementer Alternatif REFERENSI