39 Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarin oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Makassar Muawwal Al AsAoary1,Sry Wahyuni2. Ita Sarmita Samad3. Nur Nasharuddin Noni4. Ernawati5 Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar. Indonesia E-mail: muawal. alasary@unm. Abstract. This project aims to design a digital pocketbook containing essential vocabulary and practical phrases in Mandarin to assist Indonesian tourists and tourism workers in effectively communicating during their stay in China. The digital pocketbook features categorized expressions tailored to common travel situations, such as interactions at airports, using public transportation, visiting tourist destinations, or ordering food at restaurants. Each phrase is presented in both Mandarin and Indonesian, making it accessible and practical for users regardless of their language proficiency. Additionally, the pocketbook is enriched with visual elements, such as icons and illustrations, to support non-verbal communication and facilitate easier understanding in real-life interactions. Through this participation, students gain hands-on experience in language application, digital media design, and intercultural communication practices. The integration of language education with real-world application not only supports community empowerment in tourism but also enhances the students' academic and professional development in linguistics and digital Ultimately, this project contributes to fostering cross-cultural communication and improving the quality of tourism experiences for Indonesian travelers in China. Keywords: Digital pocketbook. Mandarin language. Indonesian tourists, cross-cultural communication. Chinese tourism, community service. PENDAHULUAN Indonesia dan Tiongkok merupakan dua negara yang memiliki hubungan bilateral yang erat, baik dalam sektor ekonomi, pendidikan, budaya, maupun pariwisata. Dalam konteks pariwisata. Tiongkok menjadi salah satu destinasi yang banyak diminati oleh wisatawan Indonesia kebudayaan, dan kemajuan teknologinya. Berdasarkan data dari China National Tourism Administration (CNTA), terdapat peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia ke Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan adanya tren positif dalam interaksi masyarakat kedua negara (Wang. Namun, di balik meningkatnya intensitas kunjungan ini, terdapat hambatan serius yang sering dihadapi oleh wisatawan Indonesia, yakni barrier bahasa. Bahasa Mandarin merupakan bahasa utama yang digunakan di Tiongkok, dan sebagian besar masyarakat lokal, terutama di daerah nonmetropolitan, tidak menggunakan bahasa Inggris sehari-hari. Akibatnya, wisatawan Indonesia sering mengalami kesulitan dalam memahami informasi, berinteraksi dengan warga lokal, atau bahkan mencari bantuan dalam situasi mendesak (Chen, 2. Hambatan komunikasi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan wisata, tetapi juga berpotensi menimbulkan Sebagai respon atas permasalahan masyarakat ini menginisiasi pengembangan buku saku digital bilingual (Bahasa IndonesiaAe Mandari. Buku ini berisi frasa-frasa penting dalam konteks perjalanan wisata, seperti interaksi di bandara, transportasi umum, pemesanan hotel, belanja, makanan, serta Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . komunikasi dasar saat mengunjungi tempat Buku saku ini dikembangkan dalam bentuk digital agar mudah diakses melalui perangkat pintar, sehingga memudahkan wisatawan dalam penggunaannya secara realtime. Pengembangan produk ini dilakukan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Makassar Program studi Pendidikan Bahasa Mandarin. Proyek ini bukan hanya sebuah inisiatif akademik dari dosen, tetapi juga merupakan proses pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. di mana mahasiswa turut berperan aktif mulai dari penerjemahan, hingga penyusunan desain digital dan pemetaan konteks penggunaannya. Kolaborasi ini menciptakan ruang reflektif dan produktif bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi kebahasaan dan digital mereka dalam proyek nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini mencakup 3 aspek Dari sisi masyarakat wisatawan, buku saku ini bertujuan memberikan alat bantu komunikasi praktis yang relevan dan mudah digunakan. Dengan adanya buku ini, wisatawan Indonesia diharapkan dapat lebih mandiri dan percaya diri saat berinteraksi dengan masyarakat Tiongkok tanpa ketergantungan penuh pada pemandu atau aplikasi terjemahan otomatis. Dari sisi edukasi lintas budaya, buku ini diharapkan tidak hanya menyajikan frasa bahasa Mandarin secara formal, tetapi juga memperhatikan nuansa budaya komunikasi yang khas di Tiongkok, sehingga pengguna dapat berkomunikasi secara lebih tepat, sopan, dan sesuai konteks. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran budaya wisatawan serta menciptakan pengalaman wisata yang lebih bermakna (Thomas. Dari sisi pengembangan mahasiswa, kegiatan ini menjadi wahana untuk mengembangkan kompetensi kolaboratif, pemanfaatan teknologi digital dalam konteks akademik dan sosial. Melalui keterlibatan langsung dalam proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa secara pasif, tetapi mengaktualisasikan pengetahuan mereka dalam bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat luas. Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan buku saku digital Bahasa IndonesiaAeMandarin ini dapat menjadi jembatan komunikasi sekaligus media edukatif yang memberdayakan wisatawan Indonesia. Selain itu, proyek ini juga menjadi bukti nyata bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat pembelajaran mahasiswa secara bermakna, kontekstual, dan berdampak langsung. METODE PELAKSANAAN Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: . perencanaan, . pelaksanaan, dan . hasil dan evaluasi. Setiap tahap dirancang untuk memastikan keterlibatan aktif antara dosen dan mahasiswa serta menghasilkan produk edukatif yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi wisata berbasis bahasa Mandarin bagi wisatawan Indonesia. Dalam tahap hasil dan evaluasi juga dilaksanakan pameran pariwisata yang bertempat di Mall Phinisi Point Makassar. Pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk menunjukkan hasil dari kegiatan pengabdian, tetapi juga sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam konteks pariwisata. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata berbasis bahasa Mandarin di Indonesia. Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . TAHAP PERENCANAAN Tahap perencanaan diawali dengan diskusi dan sesi brainstorming antara dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam tim Kegiatan perencanaan ini dimulai pada tanggal 12 Maret 2025 dan berlangsung dalam 3 pertemuan. Tidak dilakukan survei formal maupun wawancara dengan agen perjalanan, karena pendekatan yang digunakan lebih bersifat reflektif dan berbasis pengalaman belajar mahasiswa. Dosen dan mahasiswa saling bertukar pandangan mengenai kendalakendala yang sering dihadapi wisatawan Indonesia saat berkunjung ke Tiongkok, khususnya dalam aspek komunikasi seharihari. Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan untuk memahami tantangan komunikasi yang dihadapi oleh wisatawan Indonesia yang berkunjung ke destinasi wisata yang menggunakan bahasa Mandarin Diskusi ini juga bertujuan untuk menggali ide-ide kontekstual yang dapat menjadi inspirasi dalam menyusun konten buku saku digital. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai situasi nyata yang mungkin dihadapi wisatawan, misalnya saat berada di bandara, menggunakan transportasi umum, mencari tempat makan halal, atau berinteraksi dengan masyarakat lokal. Proses ini tidak hanya membantu menyusun daftar kebutuhan kosakata dan frasa penting, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya komunikasi lintas budaya dalam dunia pariwisata global. Hasil dari tahap ini adalah daftar topik dan situasi utama yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan konten buku Pada pertemuan pertama, tim pelaksana berkumpul untuk mendiskusikan tujuan dan ruang lingkup kegiatan pengabdian. Dosen memfasilitasi diskusi mengenai pentingnya komunikasi dalam konteks pariwisata, khususnya bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok. Mahasiswa diajak untuk berbagi pengalaman pribadi atau cerita yang mereka dengar mengenai kendala komunikasi yang dihadapi oleh wisatawan, sehingga menciptakan suasana reflektif yang mendorong partisipasi aktif. Pertemuan kedua difokuskan pada brainstorming mengenai kendala-kendala spesifik yang sering dihadapi wisatawan Indonesia saat berkunjung ke Tiongkok. Dosen dan mahasiswa saling bertukar pandangan mengenai situasi-situasi yang mungkin menimbulkan kesulitan, seperti saat berada di bandara, menggunakan transportasi umum, mencari tempat makan halal, atau berinteraksi dengan masyarakat lokal. Diskusi ini bertujuan untuk menggali ide-ide kontekstual yang dapat menjadi inspirasi dalam menyusun konten buku saku digital. Setelah mengidentifikasi kendala dan kebutuhan, pertemuan selanjutnya difokuskan pada penyusunan daftar topik dan situasi utama yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan konten buku saku. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan dan merumuskan topik-topik yang dianggap paling penting, seperti menanyakan arah, di hotel, restoran dan sebagainya. TAHAP PELAKSANAAN Tahap pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa pertemuan antara dosen dan mahasiswa yang berlangsung secara daring, luring, maupun dalam bentuk kerja Pertemuan tatap muka digunakan untuk memfasilitasi koordinasi teknis, pemberian arahan umum, serta diskusi kelompok mengenai struktur isi buku. Sementara itu, kegiatan daring memfasilitasi kolaborasi fleksibel, khususnya dalam pengumpulan materi, berbagi referensi, dan penyusunan konten awal. Selain itu, mahasiswa juga diberi tanggung jawab untuk bekerja secara mandiri sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati, seperti mencari frasa penting, melakukan penerjemahan, dan membuat desain Fokus utama pada tahap ini adalah menyusun kosakata dan frasa penting dalam bahasa Indonesia yang berkaitan dengan Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . Mandarin. Proses ini melibatkan pemilihan frasa yang relevan dengan konteks wisata, seperti bertanya arah, memesan makanan, membeli tiket, hingga meminta bantuan. Penerjemahan dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dengan bimbingan dosen ahli untuk memastikan akurasi dan kesesuaian penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Frasa-frasa tersebut kemudian dirancang dalam format bilingual (MandarinAeIndonesi. , dengan tampilan visual pendukung dan pelafalan audio untuk memperkuat pemahaman. Selain konten verbal, mahasiswa juga dilibatkan dalam desain antarmuka buku saku digital, baik dalam format PDF interaktif maupun aplikasi mobile sederhana. Penekanan diberikan pada aspek kepraktisan dan kemudahan navigasi agar produk dapat digunakan oleh wisatawan dengan latar belakang teknologi yang beragam. Pertemuan selanjutnya diadakan untuk mereview dan merevisi konten yang telah Mahasiswa mempresentasikan bagian yang telah mereka kerjakan, dan dosen memberikan umpan balik Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas konten dan memastikan bahwa semua aspek komunikasi yang penting telah tercakup. Sedangkan pada eprtemuan terakhir sebelum pelaksanaan pameran, tim mulai mempersiapkan pameran yang akan diadakan di dalam mall. Mahasiswa diajak untuk merencanakan cara penyampaian informasi kepada pengunjung, termasuk cara mendemonstrasikan keterampilan komunikasi yang telah dipelajari. Dosen membantu dalam merancang materi visual dan alat bantu yang akan digunakan selama pameran. Gambar 1: Pelaksanaan perencanaan pembuatan Produk secara daring dan luring. TAHAP HASIL DAN EVALUASI Tahap akhir dari kegiatan ini mencakup proses evaluasi produk serta refleksi menyeluruh terhadap keseluruhan rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir. Evaluasi dilakukan tidak hanya untuk menilai kualitas produk, tetapi juga untuk memahami proses kolaboratif yang terbangun antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini. Refleksi ini penting untuk mengidentifikasi praktik baik, kendala, serta potensi pengembangan di masa Untuk mengevaluasi efektivitas produk, uji coba eksternal dilakukan pada saat diselenggarakan di Mall Phinisi Point Makassar. Dalam kegiatan ini, para pengunjung pameran yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, hingga pengunjung mall yang tertarik dilibatkan secara langsung dalam menguji dan memberikan tanggapan terhadap buku saku digital yang dipamerkan. Mahasiswa mempresentasikan isi dan fungsi buku, penggunaannya dalam berbagai konteks situasi wisata seperti di bandara, restoran, atau tempat Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . Gambar 2 : Kegiatan Pameran pariwisata di Mall Phinisi point . /5/2. Gambar 3: Pemaparan hasil proyek buku saku pada Pameran Pariwisata di Mall Phinisi /5/2. Melalui interaksi langsung tersebut, keterbatasan dalam navigasi digital yang dirasa pengunjung diberikan kesempatan untuk kurang intuitif bagi sebagian pengguna yang mencoba membuka dan menelusuri isi buku tidak terbiasa dengan teknologi. Namun mensimulasikan demikian, mayoritas responden menyatakan penggunaannya dalam skenario tertentu. bahwa buku saku ini cukup membantu sebagai Setelah itu, mereka diajak untuk berdiskusi dan panduan komunikasi dasar, terutama memberikan umpan balik secara terbuka terkait dalam situasi umum yang sering ditemui saat kemudahan penggunaan, kejelasan frasa, bepergian. tampilan visual, dan daya guna buku secara Banyak dari mereka merasa terbantu Pendekatan ini memungkinkan karena isi buku disusun secara tematis dan pengumpulan masukan yang lebih beragam dan mudah dipahami, meskipun masih ada aplikatif, karena berasal dari pengguna nyata beberapa frasa yang dirasa terlalu formal atau yang memiliki perspektif berbeda-beda. kurang sesuai dengan gaya bicara sehari-hari Beberapa tantangan yang teridentifikasi masyarakat lokal di Tiongkok. Dari sisi dari hasil diskusi antara tim dan audiens tampilan, pameran antara lain terkait dengan pilihan frasa menyampaikan bahwa desainnya sudah yang masih perlu disesuaikan dengan konteks menarik komunikasi sehari-hari di Tiongkok, serta Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . HASIL DAN PEMBAHASAN Produk akhir dari kegiatan ini berupa buku saku digital dwibahasa . , yang menyajikan frasa-frasa penting dalam bahasa Mandarin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Buku ini dirancang secara khusus untuk membantu wisatawan Indonesia dalam menjembatani hambatan bahasa selama kunjungan mereka ke negara-negara berbahasa Mandarin. Tiongkok. Pengembangan isi buku disusun berdasarkan kategori situasional yang umum dialami oleh wisatawan, menjadikannya panduan praktis yang aplikatif dalam konteks nyata. Pada bagian AuHotelAy, buku ini menyediakan frasa-frasa yang berguna untuk berbagai aktivitas yang umum dilakukan wisatawan saat menginap. Frasa-frasa tersebut mencakup hal-hal seperti melakukan check-in dan check-out, menanyakan ketersediaan kamar, meminta fasilitas tambahan seperti handuk atau air minum, hingga menyampaikan keluhan apabila terjadi gangguan layanan. Penyusunan frasa dalam bagian ini mempertimbangkan situasi yang sering menimbulkan kebingungan bagi wisatawan asing, terutama yang tidak memiliki latar belakang pembelajaran bahasa Mandarin. Selanjutnya. AuTransportasi UmumAy, buku ini mencakup ungkapan yang dapat digunakan saat membeli tiket kereta, bertanya jadwal keberangkatan, atau meminta petunjuk arah ke halte bus dan stasiun metro. Penyusunan frasa dilakukan secara sederhana dan kontekstual agar pengguna dapat langsung menggunakannya tanpa perlu memahami struktur gramatikal. Untuk kategori AuRestoranAy, buku saku menyajikan frasa-frasa penting yang dapat menanyakan bahan-bahan yang digunakan, atau meminta menu halal. Hal ini sangat membantu wisatawan Muslim yang memiliki pantangan makanan tertentu. Selain itu, pengguna dapat belajar cara bertanya tentang harga makanan atau meminta perubahan dalam pesanan, misalnya Autanpa pedasAy atau Autanpa daging babiAy. Frasa-frasa ini dibuat sesingkat mungkin, tetapi tetap sesuai dengan konteks. Sebagai tambahan yang sangat penting, buku ini juga mencakup kategori AuMenanyakan ArahAy. Dalam kategori ini, pengguna akan menemukan frasa-frasa dasar seperti Audi mana stasiun?Ay. Aubagaimana menuju hotel ini?Ay, hingga memahami instruksi arah seperti Aubelok kananAy. Aulurus terusAy, dan Audi sebelah kiriAy. Kemampuan memahami petunjuk arah merupakan salah satu keterampilan penting bagi wisatawan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat atau Buku saku ini dirancang dalam format digital yang interaktif, sehingga mudah diakses melalui ponsel atau perangkat pintar lainnya. Setiap frasa disajikan secara ringkas, dengan tipografi yang jelas, serta dilengkapi dengan ikon visual yang merepresentasikan konteks situasi tertentu. Format ini memberikan kemudahan dalam penggunaan cepat, bahkan saat pengguna berada dalam kondisi mendesak atau hanya memiliki waktu singkat untuk mencari frasa yang dibutuhkan. Secara keseluruhan, buku saku digital ini dirancang tidak hanya sebagai alat bantu komunikasi, tetapi juga sebagai media edukasi yang membekali wisatawan Indonesia dengan kemampuan dasar berbahasa Mandarin dalam konteks wisata. Kombinasi antara pendekatan linguistik yang praktis, visual yang menjadikan produk ini diharapkan menjadi panduan yang efisien, terpercaya, dan ramah pengguna di era mobilitas global saat ini. Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . Gambar 4: Contoh tampilan Produk buku saku digital KESIMPULAN Kegiatan masyarakat ini telah menghasilkan sebuah produk awal berupa buku saku digital bilingual (Bahasa IndonesiaAeMandari. yang memuat frasa-frasa penting dalam konteks pariwisata. Buku ini dirancang sebagai alat bantu komunikasi sederhana yang dapat digunakan oleh wisatawan Indonesia saat menghadapi kendala bahasa di negara berbahasa Mandarin, khususnya dalam situasi sehari-hari seperti di bandara, transportasi umum, restoran, dan tempat wisata. Selain bermanfaat bagi pengguna akhir, kegiatan ini juga memberikan pengalaman pembelajaran yang nyata bagi mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Makassar, terutama dalam menerapkan kemampuan bahasa dan teknologi digital secara kolaboratif. Keterlibatan mahasiswa dalam proses ini membantu mereka memahami pentingnya komunikasi lintas budaya dan akademik ke dalam solusi praktis bagi Ke depan, produk ini tentu masih memiliki ruang untuk pengembangan. Umpan balik yang diterima dari pengguna selama pameran akan menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki konten, menyesuaikan tampilan digital, dan mempertimbangkan kemungkinan pengembangan ke format aplikasi yang lebih interaktif. Dengan penyempurnaan bertahap dan dukungan kerja sama yang tepat, buku saku ini diharapkan dapat terus digunakan dan ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi wisatawan Indonesia di masa mendatang. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, disarankan agar pengembangan buku saku digital tidak berhenti pada versi awal, tetapi terus diperbaiki secara bertahap berdasarkan masukan dari pengguna. Proses evaluasi sebaiknya melibatkan pihak-pihak yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan di lapangan, seperti wisatawan, mahasiswa yang belajar bahasa Mandarin, serta pelaku pariwisata lokal. Umpan balik dari mereka menyempurnakan isi, bahasa, dan tampilan buku agar lebih sesuai dengan kebutuhan Pendampingan Pembuatan Buku Saku Panduan Wisata Bilingual IndonesiaAeMandarinAA Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . DAFTAR PUSTAKA