Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENGARUH PENGEMBANGAN KEMASAN PRODUK JAHE MERAH INSTAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS DI P4S MENOREH HERBAL) THE IMPACT OF INSTANT RED GINGER PRODUCT PACKAGING DEVELOPMENT ON CONSUMER BUYING INTEREST (CASE STUDY AT P4S MENOREH HERBAL) Dewi Leilani Ambarwati 1. Adi Prayoga 2. Annisa Khoiriyah 3 1,2,3 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang 1 adiprayoga1964@gmail. com, 2 dewileilani3@gmail. com, 3 niisaakhoir@gmail. Masuk: 31 Oktober 2024 Penerimaan: 18 Desember 2024 Publikasi: 23 Desember 2024 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan kemasan terhadap minat beli konsumen pada produk jahe merah instan di P4S Menoreh Herbal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari Ae Mei 2024 di P4S Menoreh Herbal. Salaman. Magelang. Jawa Tengah. Penentuan lokasi penelitian dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden yang mengunjungi dan mencicipi produk jahe merah instan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Pengembangan kemasan dilakukan melalui tahap informasi, tahap penyaringan, dan tahap kreatif. Terdapat 3 sub dimensi pada desain kemasan yang meliputi desain grafis, struktur desain, dan informasi produk. Kemudian dilakukan pengujian pengaruh kemasan baru terhadap minat beli konsumen dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini adalah kemasan yang disukai oleh responden adalah berbentuk standing pouch dengan bahan alumunium foil, berwarna putih, dan berisi informasi produk yang terdiri dari komposisi, tanggal kadaluarsa, logo dan merek, berat bersih, saran penyajian, dan alamat produsen. Hasil analisis data dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel desain grafis, struktur desain, dan informasi produk berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap minat beli konsumen. Kata kunci: Kemasan. Desain grafis. Struktur desain. Informasi produk. Minat beli. ABSTRACT The purpose of this research was to determine the effect of packaging development on consumer buying interest in instant red ginger products at P4S Menoreh Herbal. This research was conducted in January - May 2024 at P4S Menoreh Herbal. Salaman. Magelang. Central Java. The determination of research locations and sampling techniques was carried out by purposive sampling method. The number of samples was 40 respondents who visited and tasted instant red ginger products. Data collection techniques used observation, interviews, and questionnaires. Packaging development was done through the information stage, screening stage, and creative stage. There are 3 sub-dimensions in packaging design which include graphic design, design structure, and product information. Furthermore, testing the effect of new packaging on consumer buying interest with the analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of this research are the packaging preferred by respondents is in the form of a standing pouch with aluminum foil material, white in color, and contains product information consisting of composition, expiration date, logo and brand, net weight, serving suggestions, and manufacturer's The results of data analysis and hypothesis testing show that the variables of graphic design, design structure, and product information simultaneously and partially affect consumer buying interest. Keywords: packaging. Graphic design. Design structure. Product information. Purchase interest. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENDAHULUAN Persaingan pasar yang kompetitif di Indonesia menjadikan perusahaan harus saling bersaing untuk menjadi yang paling diminati oleh konsumen (Tunjungsari, 2. Semakin banyak persaingan menjadikan konsumen memiliki beragam pilihan sehingga lebih selektif dalam menentukan produk yang ingin dibeli. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang saling berkompetisi untuk meningkatkan kualitas produknya agar tetap bertahan di pasaran (Willy & Nurjanah, 2. Saat ini, pelaku bisnis yang bergerak pada industri obat tradisional semakin banyak sehingga menimbulkan persaingan antar pelaku usaha (Qoornie & Safitri 2. Hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah pendaftaran perizinan BPOM 2021 yang mengalami peningkatan pada permohonan pendaftaran produk obat tradisional sejumlah 17% dibandingkan dengan tahun 2020 (BPOM, 2. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional cukup diminati oleh masyarakat karena tidak menimbulkan efek samping (Ramadhina & Mugiono, 2. Salah satu tanaman herbal yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah jahe merah. Jahe merah (Zingiber officinale rubru. merupakan tanaman komersial yang mempunyai beragam manfaat. Beberapa manfaat dari jahe merah diantaranya meningkatkan daya tahan tubuh, menghangatkan tubuh, dan mengatasi batuk serta radang. Rimpang jahe merah memiliki rasa pedas yang kuat sehingga dapat bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Rasa pedas tersebut disebabkan oleh senyawa gingerol yang terkandung di dalam rimpang jahe merah (Khairunnisa & Meilani, 2. Oleh karena itu, jahe merah sering digunakan pada campuran minuman fungsional (Suhendy, 2. Rimpang jahe merah memiliki kandungan senyawa kimia yang lebih unggul dibandingkan dengan jenis lainnya (Armansyah, et al. , 2. Salah satu olahan jahe merah yang sering dijumpai adalah jahe merah instan. Pengolahan jahe merah menjadi produk instan dapat meningkatkan nilai jual dan memperluas pasar. Hal ini disebabkan pengolahan jahe merah menjadi bentuk serbuk dapat menambah umur simpan produk. Selain itu, cara penyajian produk lebih praktis dan sederhana yaitu cukup diseduh dengan air panas atau hangat. P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swaday. Menoreh Herbal adalah usaha yang bergerak pada industri pengolahan jamu tradisional. Usaha ini berlokasi di Kecamatan Salaman. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah. Perusahaan ini merupakan usaha industri rumahan yang memproduksi berbagai varian jamu tradisional. Produk utama dari P4S Menoreh Herbal adalah jamu godhog. Selain jamu godhog. P4S Menoreh Herbal juga memproduksi minuman herbal instan yaitu jahe merah instan. Penjualan produk jahe merah instan dilakukan secara online Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 dan offline. Berikut merupakan data penjualan produk jahe merah instan P4S Menoreh Herbal pada tahun 2023: Data Penjualan Jahe Merah Instan Tahun 2023 Penjualan . Series1 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Gambar 1. Data Penjualan Jahe Merah Instan Tahun 2023. Sumber : Data Primer 2023. Berdasarkan data penjualan diatas, dapat diketahui bahwa penjualan produk jahe merah instan mengalami fluktuasi. Berdasarkan informasi yang didapatkan, konsumen berpendapat bahwa kemasan produk jahe merah instan kurang menarik karena masih sederhana dan kurang Kemasan produk jahe merah instan saat ini masih menggunakan plastik mika dan kertas hvs berwarna sebagai label kemasannya. Perusahaan memiliki berbagai cara dalam menarik minat beli konsumen, salah satunya adalah dengan menggunakan kemasan produk. Kemasan produk menjadi hal penting yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembungkus untuk melindungi produk dari kotoran tetapi juga dapat berfungsi sebagai alat promosi untuk menarik minat konsumen terhadap produk tersebut (Willy & Nurjanah, 2. Oleh karena itu, kemasan produk harus memiliki desain yang menarik agar dapat menarik minat beli konsumen. Desain kemasan dibagi menjadi tiga yaitu desain grafis, struktur desain, dan informasi produk (Prabhowo, 2. P4S Menoreh Herbal perlu meningkatkan minat beli konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan. Berdasarkan permasalahan tersebut selanjutnya akan dilakukan penelitian mengenai AuPengaruh Pengembangan Kemasan Produk Jahe Merah Instan Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus di P4S Menoreh Herba. Ay. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2024. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja atau purposive sampling. Penelitian dilakukan di P4S Menoreh Herbal yang terletak di Kecamatan Salaman. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah laki Ae laki dan perempuan yang mengunjungi P4S Menoreh Herbal dan mencicipi produk jahe merah instan. Menurut Sugiyono . , jika pada penelitian akan dilakukan analisis multivariate . egresi bergand. , jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Maka, sampel pada penelitian ini yaitu 10 x 4 = 40 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer hasil wawancara, kuesioner, dan eksperimen serta data sekunder yang diperoleh dari literatur pendukung. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu SPSS 24. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan kategori sebagai berikut: Tabel 1. Skala Likert. Pernyataan Sangat Setuju Setuju Ragu Ae Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Sumber: Sugiyono . Kode STS Skor Jawaban responden yang telah didapatkan, selanjutnya dikategorikan berdasarkan interval kelas dengan tujuan mengetahui rata Ae rata . penilaian yang diberikan oleh responden. Menurut Ghozali . , rentang skala mean dapat di rumuskan sebagai berikut: Tabel 2. Kriteria Penilaian Responden. Interval 1,00 Ae 1,80 1,81 Ae 2,60 2,61 Ae 3,40 3,41 Ae 4,20 4,21 Ae 5,00 Sumber : Ghozali . Kriteria Penilaian Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Metode Analisis Data Pengolahan Data Menurut Rahmat & Anastasia . , pengembangan kemasan dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : Tahap Informasi Pada tahap ini, akan dilakukan penyebaran kuesioner mengenai pengembangan kemasan produk jahe merah instan. Kuesioner tersebut bertujuan untuk menggali informasi mengenai keinginan konsumen terhadap kemasan produk jahe merah instan. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Tahap Penyaringan Pada tahap ini, peneliti akan menyesuaikan data yang sudah diperoleh dengan melakukan wawancara dan diskusi bersama pemilik usaha. Hal ini dilakukan untuk mengambil kesimpulan apakah informasi tersebut cocok digunakan pada kemasan produk jahe merah instan. Tahap Kreatif Pada tahap ini telah didapatkan kesimpulan dari hasil wawancara dan diskusi dengan pemilik yang kemudian akan dilakukan pengembangan kemasan secara fisik. Setelah mendapatkan hasil kemasan yang sesuai dengan keinginan konsumen, selanjutnya akan dilakukan analisis mengenai pengaruh kemasan baru produk jahe merah instan terhadap minat beli konsumen. Teknik Analisis Data Uji Instrumen Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kuesioner yang dibuat dapat mengakses informasi dan data yang diperlukan (Paramita et al. , 2. Dalam uji validitas, keputusan dibuat berdasarkan perbandingan antara nilai r hitung dengan r tabel. Jika rhitung > rtabel maka item pernyataan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya. Uji reliabilitas merupakan pengujian untuk menilai sejauh mana kuesioner yang diajukan dapat memberikan hasil yang konsisten jika diajukan kembali dalam subjek yang sama di waktu yang berbeda (Paramita et al. , 2. Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat Cronbach alpha dengan kriteria jika Cronbach alpha > 0. 06 maka suatu instrumen dikatakan reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas berarti bahwa data harus berdistribusi normal. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smiwnov, apabila nilai signifikansi Asym. ) > 0,05 maka dianggap berdistribusi normal (Suma et al. , 2. Uji multikolinearitas digunakan dengan tujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan atau korelasi antar variabel independen. Hal ini dapat diketahui memalui nilai tolerance > 0,1 nilai VIF . ariance inflation facto. , jika < 10 maka tidak terjadi multikolonieritas. (Paramita et al. Uji heteroskedarisitas merupakan uji yang digunakan untuk menentukan atau menilai apakah suatu model bebas dari masalah heteroskedarisitas atau tidak menggunakan scatter plot. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Uji Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel cita rasa dan kemasan . secara simultan atau bersama Ae sama terhadap proses minat beli . Y = a b1 X1 b2 X2 e Keterangan: Y = Minat Beli . a = Konstanta . b1X1 = Koefesien cita rasa . b2X2 = Koefisien e = standar error Uji Hipotesis Uji simultan dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersamasama terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan membandingkan F-hitung dengan F-tabel. Uji t dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah jika t-hitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya jika t-hitung < t-tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Koefisien determinasi Koefisien determinasi merupakan perhitungan yang dapat menggambarkan besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sahir. Angka koefisien determinasi diantara nol dan satu. Jika koefisien determinasi lebih mendekati nol maka semakin kecil pengaruh semua variabel independen terhadap dependen dan sebaliknya. HASIL DAN PEMBAHASAN Jahe merah instan adalah salah satu produk olahan instan dari P4S Menoreh Herbal. Produk ini dikemas menggunakan kemasan plastik sachet yang kemudian ditutup menggunakan mesin sealer. Selanjutnya, pengemasan menggunakan plastik mika yang berisi 5 sachet produk jahe merah instan. Berikut ini merupakan gambar kemasan produk jahe merah instan: Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Gambar 2. Kemasan Lama Produk Jahe Merah Instan. Produk jahe merah instan mengalami fluktuasi penjualan pada tahun 2023. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, konsumen berpendapat bahwa kemasan produk jahe merah instan masih kurang modern dan kurang menarik. Oleh karena itu, akan dilakukan pengembangan kemasan produk jahe merah instan dan minat beli konsumen terhadap kemasan baru produk jahe merah instan. Pengembangan Kemasan Produk Jahe Merah Instan Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah Laki Ae Laki Perempuan Total Sumber : Data Primer . Persentase (%) 27,50% 72,50% Berdasarkan Usia Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Usia Jumlah 19-24 tahun 25-35 tahun 36-50 tahun 51-65 tahun Total Sumber : Data Primer . Persentase 50,00% 7,50% 2,50% 40,00% Berdasarkan Jenis Pekerjaan Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Pekerjaan Jumlah Mahasiswa Wiraswasta Wirausaha Ibu Rumah Tangga Buruh Total Sumber : Data Primer . Persentase 40,00% 22,50% 12,50% 5,00% 20,00% Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Pengembangan Kemasan Produk Menurut Rahmat & Anastasia . , pengembangan kemasan produk dapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Tahap Informasi Pada tahap informasi, dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang mengunjungi P4S Menoreh Herbal dan mencicipi produk jahe merah instan sebanyak 40 Hasil kuesioner sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Kuesioner Pengembangan Kemasan Pengembangan Kemasan Jumlah Bentuk Kemasan Sachet Standing pouch Botol Bahan Kemasan Alumunium Foil Plastik Kaca Warna Kemasan Warna Terang Warna Gelap Spesifik Warna Kemasan Putih Merah Muda Coklat Oren Silver Kuning Hitam Informasi Produk Tanggal Kadaluarsa Komposisi Logo dan Merek Berat Bersih Saran Penyajian Alamat Produsen Sumber : Data Primer . Persentase Jumlah Total Persentase Total 42,5% 17,5% 7,5% 17,5% Tahap Penyaringan Pada tahap ini dilakukan wawancara mengenai hasil kuesioner kepada pemilik usaha. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: Pemilik usaha setuju apabila menggunakan kemasan standing pouch karena menurut pemilik kemasan tersebut dapat diterima dan diminati oleh semua kalangan. Pemilik juga menyarankan kemasan standing pouch yang memiliki jendela sehingga produk dapat terlihat dari luar yang akan menimbulkan rasa penasaran bagi konsumen. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Widyamurti . , bahwa kemasan berbentuk standing pouch Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 merupakan kemasan yang tepat untuk mendukung pemasaran produk UKM dan kepariwisataan pada era ekonomi kreatif saat ini. Pemilik usaha setuju apabila bahan kemasan menggunakan bahan aluminium foil karena dapat membuat daya simpan produk lebih lama dan menjaga produk dari kerusakan serta mudah Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hermawan et al. , . bahwa pengemasan pada produk bawang merah bubuk menggunakan bahan kemasan alumunium foil mendapatkan hasil yang terbaik dibandingkan dengan kemasan plastik berdasarkan jumlah kadar air, karbohidrat, dan organoleptik yang meliputi warna, tekstur, dan aroma. Pemilik usaha setuju apabila warna kemasan menggunakan warna terang karena apabila menggunakan warna gelap pemilik beranggapan produk tersebut identik dengan produk kopi sehingga tidak menggambarkan jahe merah. Pemilik usaha setuju apabila warna spesifik kemasan berwarna putih karena warna putih merupakan warna netral yang dapat serasi apabila label kemasan berwarna mencolok. Informasi produk yang dicantumkan pada label kemasan harus memuat tanggal kadaluarsa, komposisi, logo dan merek, berat bersih, saran penyajian, dan alamat produsen. Menurut pemilik, informasai Ae informasi yang tercantum tersebut penting agar konsumen mengetahui informasi yang berkaitan dengan produk sehingga penasaran dan tertarik untuk membeli Tahap Kreatif Pada tahap ini, dilakukan penciptaan kemasan sesuai dengan hasil yang diperoleh dari tahap informasi dan tahap penyaringan. Pengembangan kemasan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen. Berdasarkan tahapan sebelumnya, diperoleh hasil bahwa bentuk kemasan yang disukai oleh konsumen dan pemilik adalah standing pouch dengan bahan aluminium foil. Warna kemasan terpilih adalah warna terang dengan spesifik warna putih. Pada bagian informasi produk terdapat tanggal kadaluarsa, komposisi, saran penyajian, logo dan merek, berat bersih, dan alamat produksen. Berikut ini gambar kemasan baru produk jahe merah instan P4S Menoreh Herbal: Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Gambar 3. Kemasan Baru Produk Jahe Merah Instan. Pengaruh Pengembangan Kemasan Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Uji Instrumen Uji Validitas Tabel 7. Hasil Uji Validitas. Variabel Pernyataan Desain Grafis (X. Struktur Desain (X. Informasi Produk (X. Minat Beli (Y) Sumber : Data Primer . r-hitung 0,733 0,860 0,755 0,676 0,756 0,780 0,808 0,602 0,690 0,847 0,746 0,808 0,761 0,803 0,793 0,769 0,803 0,674 0,661 0,643 0,792 r-tabel 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa dari semua butir pernyataan tersebut memiliki nilai r-hitung > r-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Tabel 8. Uji Reliabilitas. Variabel Cronbach's Alpha Sumber : Data Primer . N of items Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai CronbachAos Alpha > 0,6 sehingga dapat diartikan bahwa variabel desain grafis, struktur desain, informasi produk dan minat beli dinyatakan reliabel. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 9. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah Laki Ae Laki Perempuan Total Sumber : Data Primer . Persentase (%) 67,50% 32,50% Berdasarkan Usia Tabel 10. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Usia 19-24 tahun 25-35 tahun 36-50 tahun 51-65 tahun Total Sumber : Data Primer . Jumlah Persentase 10,00% 27,50% 12,50% 50,00% Tabel 11. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan. Jenis Pekerjaan Jumlah Mahasiswa ASN/PNS Wiraswasta Wirausaha Ibu Rumah Tangga Pensiunan Total Sumber : Data Primer . Persentase 7,50% 12,50% 32,50% 22,50% 7,50% 17,50% Berdasarkan Jenis Pekerjaan Analisis Deskriptif Kuesioner Analisis Deskriptif Variabel Desain Grafis (X. Hasil jawaban responden terhadap variabel desain grafis (X. yaitu sebagai berikut: Tabel 2. Deskripsi Variabel Desain Grafis. Kategori Skor Jawaban Pernyataan Responden X1. X1. X1. X1. Rata - Rata Sumber : Data Primer . Rata- Rata Kriteria Penilaian Responden 4,30 4,33 4,30 4,18 4,28 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata Ae rata jawaban responden pada variabel desain grafis yaitu 4,28 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Rata Ae rata tertinggi yaitu 4,33 yang terdapat pada pernyataan AuKemasan produk jahe merah instan memiliki warna yang menarikAy yang berarti bahwa konsumen produk jahe merah instan sangat setuju bahwa kemasan produk jahe merah instan memiliki warna yang menarik. Analisis Deskriptif Variabel Struktur Desain (X. Tabel 13. Deskripsi Variabel Struktur Desain Kategori Skor Jawaban Pernyataan Responden X2. X2. X3. X3. Rata - Rata Sumber : Data Primer . Rata- Rata Kriteria Penilaian Responden 4,33 4,55 4,30 4,20 4,34 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata Ae rata jawaban responden pada variabel struktur desain yaitu 4,34 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Rata Ae rata tertinggi yaitu 4,55 yang terdapat pada pernyataan AuBentuk kemasan produk jahe merah instan praktis dan mudah dibawaAy yang berarti bahwa konsumen sangat setuju bahwa kemasan jahe merah instan memiliki bentuk yang praktis sehingga mudah untuk dibawa. Analisis Deskriptif Variabel Informasi Produk (X. Tabel 4. Deskrisi Variabel Informasi Produk. Kategori Skor Jawaban Pernyataan Responden X3. X3. X3. Rata - Rata Sumber : Data Primer . Rata- Rata Kriteria Penilaian Responden 4,25 4,38 4,18 4,27 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata Ae rata jawaban responden pada variabel informasi produk yaitu 4,27 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Rata Ae rata tertinggi yaitu 4,38 yang terdapat pada pernyataan AuInformasi produk dapat memudahkan dalam penyajianAy yang berarti bahwa konsumen sangat setuju apabila informasi produk yang tertera pada label kemasan memudahkan dalam penyajian. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Analisis Deskriptif Variabel Minat Beli (Y) Rata Ae rata jawaban responden pada variabel minat beli yaitu 4,03 yang termasuk dalam kategori tinggi. Rata Ae rata dari indikator minat transaksional yaitu 3,88 dan rata Ae rata tertingginya 3,90 yang terdapat pada pernyataan AuSaya ingin membeli produk jahe merah instan secara berulangAy. Pada indikator minat referensial rata Ae rata yang didapatkan yaitu 4,16 dengan rata Ae rata tertinggi sebesar 4,20 pada pernyataan AuSaya akan memberikan komentar positif terhadap kemasan produk jahe merah instan kepada orang Ae orang di sekitar sayaAy. Indikator minat preferensial, memiliki rata Ae rata sebesar 4,08 dengan rata Ae rata tertinggi yaitu 4,18 pada pernyataan AuSaya akan membeli produk jahe merah instan ini untuk memenuhi kebutuhan sayaAy. Indikator minat eksplorasi dengan hasil rata Ae rata sebesar 3,99 dan rata Ae rata tertinggi yaitu 4,08 pada pernyataan AuSaya akan tertarik untuk membeli produk jahe merah instan ini setelah mendapatkan informasi dari internetAy. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 15. Uji Normalitas. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. Sumber : Data Primer . Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai asymp signifikan sebesar 0. 200 > 0,05 dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Multikoleniaritas Tabel 16. Uji Multikolinearitas. Variabel Bebas Desain Grafis Struktur Desain Informasi Produk Sumber : Data Primer . Tolerance VIF Keterangan Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Berdasarkan tabel di atas, seluruh variabel X memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 sehingga model regresi dapat dinyatakan tidak mengalami gejala multikolinearitas. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Uji Hetoroskedastisitas . Uji Scatterplot Gambar 4. Uji Scatterplot. Berdasarkan hasil uji scatterplot di atas menunjukkan tidak terdapat pola yang jelas dan titik menyebar di atas dan di bawah angka 0. Uji Glejser Tabel 17. Uji Glejser. Model (Constan. Desain Grafis Strutur Desain Informasi Produk Sumber : Data Primer . Coefficients Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil dari uji glejser pada di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi seluruh variabel X > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas dan layak untuk dipakai. Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Uji Regresi Linier Berganda Tabel 18. Uji Regersi Linier Berganda. Model (Constan. Desain Grafis Strutur Desain Informasi Produk Sumber : Data Primer . Coefficients Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan, maka persamaan regresi pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 1,868 0,653X1 0,673X2 1,425X3 Au Perhitungan tersebut dapat diinterpretasikan bahwa nilai konstanta sebesar 1,868 dapat diartikan apabila nilai variabel X . esain grafis, struktur desain, dan informasi produ. pada suatu saat bernilai sama dengan nol, maka minat beli (Y) akan tetap ada sebesar 1,868 satuan. Koefisien regresi variabel desain grafis (X. bernilai 0,653 artinya apabila terjadi peningkatan desain grafis sebesar 1 satuan, maka minat beli (Y) akan meningkat sebanyak 0,653 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien regresi variabel struktur desain (X. bernilai 0,673 artinya apabila terjadi peningkatan desain grafis sebesar 1 satuan, maka minat beli (Y) akan meningkat sebanyak 0,673 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien regresi variabel informasi produk (X. bernilai 1,425 artinya apabila terjadi peningkatan desain grafis sebesar 1 satuan, maka minat beli (Y) akan meningkat sebanyak 1,425 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Uji Hipotesis Uji F Tabel 19. Tabel UJi F. Model Regression Residual Total Sumber : Data Primer . ANOVA Sum of Squares Mean Square Sig. Berdasarkan hasil regresi liner berganda uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung . > F tabel . dan nilai signifikansi didapat sebesar 0,000 < 0,05 yang Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 menunjukkan bahwa desain grafis, struktur desain, dan informasi produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli secara simultan. Uji t Tabel 20. Uji t. Model (Constan. Desain Grafis Strutur Desain Informasi Produk Sumber : Data Primer . Coefficients Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Pengaruh desain grafis (X. terhadap minat beli (Y) Berdasarkan hasil regresi linier berganda dan uji t, menunjukkan bahwa variabel desain grafis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai signifikansi variabel desain grafis . < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Pengaruh struktur desain (X. terhadap minat beli (Y) Berdasarkan hasil regresi linier berganda dan uji t, menunjukkan bahwa variabel struktur desain memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai signifikansi variabel struktur desain . < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Pengaruh informasi produk (X. terhada minat beli (Y) Berdasarkan hasil regresi linier berganda uji t menunjukkan bahwa variabel informasi produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi variabel informasi produk . < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima Koefisien Determinasi Tabel 21. Koefisien Determinasi. Model Sumber : Data Primer . Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Agrita Vol. 6 No. 2 Tahun 2024 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi (R. sebesar 0,715 yang berarti bahwa 71,5% variabel minat beli (Y) dipengaruhi oleh variabel desain grafis (X. , stuktur desain (X. , dan informasi produk (X. dengan tingkat interpretasi koefisien korelasi tinggi. Sedangkan, sisanya yaitu sebanyak 28,5% dipengaruhi oleh variabel lainnya diluar penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan desain grafis, struktur desain, dan informasi produk secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen jahe merah instan. DAFTAR PUSTAKA