Journal Research of Economic and Business Volume 5. Issue 2. July 2026 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 Journal Research of Economic dan Business journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb Evaluasi Kinerja Keuangan Berbasis Arus Kas pada PT Perkebunan Nusantara i (Perser. Siti Aisyah Siregar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sitiaisyah@umsu. *Correspondence: sitiaisyah@umsu. id* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 14-04-2026. Revised : 03-06-2026. Accepted : 30-06-2026. Published : 01-07-2026 Abstrak Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis arus kas untuk menilai kinerja keuangan PT Perkebunan Nusantara i (Perser. , sehingga memperoleh gambaran tentang keadaan keuangan perusahaan. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan mempergunakan dokumen laporan keuangan tahunan periode 2020Ae2024. Analisis dilakukan melalui perhitungan beberapa rasio arus kas, meliputi rasio cakupan bunga, cakupan utang lancar, arus kas terhadap laba bersih, pengeluaran modal, total utang, serta kecukupan arus kas. Hasil penelitian menandakan perusahaan memiliki kapasitas yang cukup baik terkait memenuhi beban bunga, mempertahankan kualitas laba, serta mendanai kegiatan investasi melalui sumber Namun demikian, tingkat kapasitas perusahaan terkait pelunasan kewajiban jangka pendek, total kewajiban, serta kebutuhan pendanaan jangka panjang masih tergolong dalam kategori rendah. Dampak dari temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan perlu melakukan peningkatan dalam manajemen arus kas dari aktivitas operasi serta memperkuat struktur Upaya tersebut penting dilakukan untuk mendukung peningkatan likuiditas dan solvabilitas perusahaan secara berkelanjutan di masa mendatang. Kata kunci: Evaluasi Kinerja. Kinerja Keuangan. Arus Kas. Rasio Arus Kas Abstract This study employs a cash flow-based approach to evaluate the financial performance of PT Perkebunan Nusantara i (Perser. , thereby providing an overview of the company's financial condition. The research applies a quantitative descriptive method using annual financial statement data for the 2020Ae2024 period. The analysis was conducted by calculating several cash flow ratios, including the cash interest coverage ratio, current debt coverage ratio, cash flow to net income ratio, capital expenditure ratio, total debt ratio, and cash flow adequacy The results indicate that the company has a relatively good capacity to meet interest A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). obligations, maintain earnings quality, and finance investment activities through internal funding sources. However, the company's ability to settle short-term liabilities, total liabilities, and long-term financing needs remains relatively low. These findings suggest that the company needs to improve the management of cash flows generated from operating activities and strengthen its financial structure. Such efforts are essential to support sustainable improvements in the company's liquidity and solvency in the future. Keywords: Performance Evaluation. Financial Performance. Cash Flow. Cash Flow Ratios PENDAHULUAN Kinerja keuangan tolak ukur yang dapat diterapkan untuk mengevaluasi tingkat pencapaian perusahaan guna melaksanakan aktivitas operasionalnya. Pada umumnya, penilaian kinerja keuangan perusahaan masih didominasi oleh penggunaan informasi yang berasal dari laporan laba rugi, khususnya yang berfokus pada besarnya laba bersih yang dihasilkan. Namun demikian, besarnya laba yang diperoleh perusahaan tidak selalu menggambarkan kondisi keuangan yang baik apabila tidak didukung oleh kemampuan menghasilkan arus kas yang Kasmir . berpendapat laporan arus kas perusahaan mampu menyediakan fakta yang lebih sesuai terkait kapasitas perusahaan dalam memperoleh kas serta memenuhi berbagai kewajiban keuangannya. Dengan demikian, dibutuhkan analisis kinerja keuangan yang berbasis arus kas agar dapat menghasilkan tinjauan yang lebih lengkap dan terintegrasi terkait posisi keuangan perusahaan. Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menghadapi berbagai tantangan operasional yang dipengaruhi oleh faktor dari luar perusahaan, misalnya fluktuasi harga komoditas global, kondisi iklim, serta regulasi PT Perkebunan Nusantara i (Perser. merupakan salah satu perusahaan perkebunan besar di Indonesia yang memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian nasional, terutama pada industri kelapa sawit dan karet. Kondisi operasional yang kompleks tersebut menuntut perusahaan untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang efektif dan akuntabel, termasuk dalam mengelola arus kas. Hery . menjelaskan bahwa perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan berfluktuasi memerlukan analisis arus kas guna menilai tingkat stabilitas keuangannya secara lebih tepat. Kapabilitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang memadai guna menunjang kegiatan operasional serta menyelesaikan kewajiban keuangan adalah salah satu unsur penting dalam evaluasi kinerja keuangan. Sebab itu, penilaian kinerja keuangan tidak semata-mata berfokus pada jumlah laba yang diperoleh, melainkan juga pada kemampuan perusahaan dalam hal mengatur kas secara efektif serta efisien. Berikut data PT Perkebunan Nusantara i (Perser. selama periode 2020Ae2024. Tabel 1. Perkembangan Arus Kas Operasi. Laba Bersih. Utang Lancar, dan Total Utang Tahun Arus Kas Operasi Rp 6. 886 -Rp Rp 11. 379 Rp Rp 6. 539 Rp Rp 10. 193 Rp Rp 12. 000 Rp Laba Bersih Hutang Lancar Total Hutang Sumber: Laporan Tahunan PT Perkebunan Nusantara i (Perser. Tahun 2020Ae2024 Berdasarkan informasi laporan keuangan di atas, arus kas dari aktivitas operasi perusahaan menunjukkan fluktuasi setiap tahun. Arus kas operasi meningkat dari Rp6,21 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp11,57 triliun pada tahun 2021, kemudian menurun menjadi Rp6,74 triliun pada tahun 2022 sebelum kembali meningkat menjadi Rp10,66 triliun pada tahun 2023 dan Rp12,55 triliun di tahun 2024. Laba bersih perusahaan juga terjadi perubahan yang A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). signifikan, yaitu dari rugi bersih sebesar Rp1,14 triliun pada tahun 2020 menjadi laba sebesar Rp4,64 triliun pada 2021, meningkat menjadi Rp6,02 triliun pada tahun 2022, kemudian menurun menjadi Rp1,02 triliun pada tahun 2023 dan kembali meningkat menjadi Rp3,53 triliun pada tahun 2024. Fenomena menarik terlihat pada tahun 2020 ketika perusahaan mengalami rugi bersih sebesar Rp1,14 triliun, namun tetap mampu menghasilkan arus kas operasi positif sebesar Rp6,21 triliun. Selain itu, pada tahun 2023 laba bersih perusahaan hanya sebesar Rp1,02 triliun, tetapi arus kas operasi yang dihasilkan mencapai Rp10,66 triliun. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa laba bersih tidak selalu menggambarkan kapabilitas perusahaan guna memperoleh kas yang bersumber dari aktivitas operasi. Selain itu, perusahaan mempunyai tingkat kewajiban yang relatif tinggi. Utang lancar selama periode penelitian berada pada kisaran Rp20,03 triliun hingga Rp38,19 triliun, sedangkan total utang berkisar antara Rp73,21 triliun hingga Rp79,04 triliun. Tingginya jumlah kewajiban tersebut menuntut perusahaan untuk memiliki kemampuan menghasilkan arus kas yang memadai guna menyelesaikan kewajiban jangka pendek serta jangka panjang secara berkelanjutan. Berdasarkan fenomena tersebut, terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi, yaitu adanya ketidaksesuaian antara perkembangan laba bersih serta arus kas dari aktivitas operasi, fluktuasi kapasitas perusahaan dalam memperoleh kas operasional, dan juga tingginya kewajiban perusahaan yang memerlukan dukungan arus kas yang memadai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penilaian kinerja keuangan yang hanya menggunakan rasio profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas konvensional belum mampu menyajikan gambaran yang menyeluruh terkait kapasitas perusahaan dalam menghasilkan kas dan memenuhi Menurut Gitman dan Zutter . , evaluasi kinerja keuangan berbasis arus kas menjadi penting karena dapat menyajikan informasi terkait kapasitas perusahaan dalam menghasilkan kas serta memenuhi kewajibannya, dan mendukung aktivitas investasi. Subramanyam . menyatakan bahwa arus kas operasional merupakan indikator penting dalam menilai kualitas laba perusahaan, sedangkan Brigham dan Houston . menjelaskan bahwa analisis rasio keuangan tradisional belum sepenuhnya mampu menggambarkan kondisi likuiditas dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya tanpa didukung informasi arus kas. Meskipun demikian. Penelitian mengenai kinerja keuangan perusahaan perkebunan umumnya masih berfokus pada penggunaan rasio keuangan Penelitian Tahir et al. pada PT Perkebunan Nusantara i mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan memakai rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Hasil penelitiannya mampu menggambarkan tingkat kesehatan keuangan perusahaan, namun belum menilai kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas guna memenuhi kewajiban Di sisi lain, penelitian yang memanfaatkan rasio arus kas sebagai instrumen penilaian kinerja keuangan masih relatif terbatas dan lebih banyak diterapkan pada sektor properti, manufaktur, dan telekomunikasi. Anggitasari et al. Handayani et al. dan Budiasih et al. menunjukkan bahwa analisis rasio arus kas dapat memberikan informasi yang lebih utuh terkait keberhasilan perusahaan guna menghasilkan kas, membayar kewajiban, serta mendukung aktivitas investasi. Namun, hasil penelitian tersebut dilakukan pada karakteristik industri yang berbeda sehingga belum dapat menggambarkan kondisi perusahaan perkebunan secara spesifik. Perusahaan perkebunan, khususnya BUMN, memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sektor lainnya karena menghadapi siklus produksi yang panjang, ketergantungan terhadap harga komoditas, serta kebutuhan modal kerja yang relatif besar. Oleh karena itu, masih terdapat keterbatasan penelitian yang secara khusus mengevaluasi kinerja keuangan suatu perusahaan dengan memanfaatkan rasio berbasis arus kas secara komprehensif pada perusahaan perkebunan BUMN. Kesenjangan penelitian . esearch ga. tersebut menjadi dasar A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). dilakukannya penelitian ini untuk memberikan bukti empiris mengenai keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan kas, memenuhi kewajiban keuangan, dan mendukung keberlangsungan operasional perusahaan melalui pendekatan rasio arus kas. Kebaruan pada penelitian ini berada pada penerapan analisis rasio arus kas secara menyeluruh pada perusahaan perkebunan BUMN, sehingga mampu menyajikan gambaran yang lebih utuh terkait kapasitas perusahaan guna memperoleh kas serta memenuhi kewajiban keuangannya dibandingkan dengan analisis yang hanya menggunakan rasio keuangan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT Perkebunan Nusantara i (Perser. selama periode 2020Ae2024 dengan menggunakan rasio arus kas, yang mencakup rasio cakupan arus kas terhadap bunga, rasio cakupan kas terhadap utang lancar, rasio arus kas terhadap laba bersih, rasio pengeluaran modal, rasio total utang, serta rasio kecukupan arus kas. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan Menurut Kasmir . , penilaian kinerja keuangan dapat dilakukan berdasarkan evaluasi laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Sementara itu. Hery . menyatakan bahwa evaluasi kinerja keuangan tidak hanya menekankan pada tingkat profitabilitas, tetapi juga memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan likuiditas dan solvabilitas. Fahmi . menyatakan bahwa kinerja keuangan merupakan hasil dari suatu evaluasi yang dipakai untuk mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam menjalankan aktivitas keuangannya. Kinerja yang optimal mencerminkan kesanggupan suatu perusahaan dalam mengendalikan aset serta kewajiban dan potensi yang dimiliki secara baik. Sejalan dengan pendapat tersebut. Saragih . mengemukakan bahwa kinerja keuangan mencerminkan prestasi perusahaan dalam periode tertentu yang diukur melalui berbagai rasio keuangan yang bersumber dari laporan keuangan. Berdasarkan berbagai pendapat para ahli tersebut, kinerja keuangan dapat dipahami sebagai representasi kondisi perusahaan yang mencerminkan kemampuan dalam mengelola serta memanfaatkan sumber daya keuangan secara efektif serta efisien. Penilaian kinerja keuangan tidak semata-mata berfokus pada kapabilitas perusahaan dalam memperoleh laba, melainkan juga mencakup aspek likuiditas, solvabilitas, serta kemampuan dalam menghasilkan arus kas yang memadai. Laporan Arus Kas Berdasar pendapat Subramanyam . , laporan arus kas menyajikan informasi yang bermanfaat untuk menelaah kemampuan entitas dalam menciptakan kas dan setara kas di masa kini maupun masa mendatang. Sementara itu, berdasarkan PSAK 2 (IAI, 2. , laporan arus kas dirancang dengan bertujuan untuk menyediakan informasi tentang perubahan kas dan setara kas pada periode yang ditetapkan, yang dikategorikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan Arus kas dari aktivitas operasi dihasilkan dari aktivitas utama perusahaan guna memperoleh pendapatan, yang memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan kas dari aktivitas bisnis sehari-hari. PSAK 2 (IAI, 2. menyatakan bahwa penyajian arus kas operasi dapat dilakukan dengan metode langsung maupun metode tidak langsung. Sementara itu, aktivitas investasi mencakup transaksi yang berkaitan dengan akuisisi dan penjualan aset jangka panjang serta berbagai bentuk investasi lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai setara kas. Arus kas dari aktivitas ini dapat digunakan untuk menilai kebijakan investasi perusahaan dalam mendukung perkembangan usaha pada masa mendatang. Adapun aktivitas pendanaan berkaitan dengan transaksi yang menyebabkan perubahan pada struktur permodalan dan sumber pembiayaan perusahaan, termasuk penerimaan maupun pelunasan pinjaman serta transaksi yang berhubungan dengan ekuitas. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Pentingnya laporan arus kas juga diperkuat oleh hasil penelitian Rachmawati . yang mengungkapkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi memiliki pengaruh atas tingkat likuiditas perusahaan. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan PSAK 2, teori yang dikemukakan para ahli, serta hasil penelitian terdahulu, bisa dinyatakan bahwa laporan arus kas adalah suatu laporan yang memberikan fakta terkait asal serta pemanfaatan kas selama suatu Informasi tersebut sangat berguna dalam menilai kemampuan perusahaan menjaga likuiditas, mempertahankan fleksibilitas keuangan, menghasilkan kas secara berkelanjutan, serta mengevaluasi kinerja keuangan secara lebih menyeluruh dibandingkan jika hanya berfokus pada informasi laba. Analisis Kinerja Keuangan Berbasis Arus Kas Menurut Brigham dan Houston . , arus kas memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban, melakukan investasi, dan mendistribusikan dividen. Menurut Hani . 5, p. rasio dalam laporan arus kas yang sering dipakai meliputi: Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga Rasio ini berfungsi untuk mengevaluasi kapabilitas perusahaan dalam memenuhi beban bunga atas utang yang dimiliki dengan memanfaatkan arus kas yang berasal dari aktivitas Rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut: Arus Kas Operasi Bunga Pajak Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga = Bunga Menurut Hery . , rasio cakupan arus kas terhadap bunga yang >1 menunjukkan bahwa suatu perusahaan memiliki kapasitas yang baik dalam memenuhi kewajiban bunga dengan memanfaatkan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi. Sebaliknya, jika rasio tersebut <1, hal ini menunjukkan bahwa arus kas operasi masih belum memadai untuk menutupi beban bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Rasio Cakupan Kas Terhadap Utang Lancar Rasio ini berfungsi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan arus kas operasi yang diperoleh selama suatu Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Arus Kas Operasi Dividen Kas Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Utang Lancar = Utang Lancar Menurut Hery . , rasio cakupan kas terhadap utang lancar yang >1 menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek melalui arus kas operasi. Sebaliknya, apabila rasio tersebut <1, hal ini menunjukkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi belum memadai untuk menutup seluruh kewajiban lancar yang dimiliki Rasio Arus Kas Terhadap Laba Bersih Rasio ini berfungsi untuk menilai sejauh mana laba yang dilaporkan perusahaan didukung oleh penerimaan kas dari aktivitas operasional. Perhitungan rasio dilakukan dengan rumus Arus Kas Operasi Rasio Arus Kas Terhadap Laba Bersih = Laba Bersih Menurut Subramanyam . , rasio yang >1 menunjukkan bahwa laba perusahaan didukung oleh arus kas operasi yang kuat, sehingga kualitas laba dapat dinilai baik karena laba yang dihasilkan tidak hanya berasal dari pencatatan akuntansi, tetapi juga didukung oleh penerimaan kas yang nyata. Sebaliknya, rasio yang <1 menunjukkan bahwa laba bersih lebih besar dibandingkan arus kas operasi, yang dapat mengindikasikan tingginya komponen akrual dalam pembentukan laba. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas laba relatif lebih rendah karena belum sepenuhnya didukung oleh arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional perusahaan. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Rasio Pengeluaran Modal Rasio ini difungsikan untuk mengukur keberhasilan perusahaan untuk mendanai investasi aset tetap dan kebutuhan modal lainnya melalui arus kas yang diperoleh dari kegiatan Nilai rasio yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan yang semakin baik dalam membiayai investasi tanpa ketergantungan yang besar terhadap sumber pendanaan Rumus yang digunakan adalah: Arus Kas Operasi Rasio Pengeluaran Modal = Pengeluaran Modal Menurut Giacomino dan Mielke . , rasio pengeluaran modal yang >1 menunjukkan bahwa arus kas operasi mampu membiayai kebutuhan investasi perusahaan secara mandiri. Sebaliknya, rasio yang bernilai <1 menunjukkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi belum mencukupi untuk menutupi pengeluaran modal, sehingga perusahaan membutuhkan sumber pendanaan tambahan guna mendukung kegiatan investasinya. Rasio Total Utang Rasio ini berfungsi dalam mengukur keberhasilan perusahaan untuk melunasi semua kewajibannya dengan menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi. Rasio ini juga memberikan gambaran mengenai berapa lama perusahaan secara teoritis dapat melunasi total utangnya apabila seluruh arus kas operasi dialokasikan untuk tujuan tersebut. Perhitungannya dilakukan dengan rumus berikut: Arus Kas Operasi Rasio Total Utang = Total Utang Menurut Darsono dan Ashari . Nilai rasio yang >1 menunjukkan bahwa arus kas operasi secara teoritis mampu menutupi seluruh total utang perusahaan, sehingga kondisi solvabilitas perusahaan dapat dikatakan baik. Sebaliknya, nilai rasio yang <1 menunjukkan bahwa arus kas operasi belum memadai untuk menutupi seluruh kewajiban perusahaan, sehingga kemampuan pelunasan utang masih relatif rendah dan perusahaan memerlukan waktu yang lebih lama atau sumber pendanaan tambahan untuk memenuhi seluruh Rasio Kecukupan Arus Kas Rasio ini berfungsi memberikan gambaran mengenai tingkat kecukupan arus kas perusahaan dalam mendukung keberlangsungan operasional dan kewajiban jangka panjang. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: EBITOeBungaOePajakOePengeluaran Modal Rasio Kecukupan Arus Kas = RataOerata Utang Lancar selama 5 Tahun Menurut Hery . , rasio kecukupan arus kas yang >1 menyatakan perusahaan memiliki kemampuan untuk memenui kebutuhan kas serta kewajiban jangka panjangnya. Sebaliknya, apabila rasio tersebut <1, hal ini mengindikasikan bahwa arus kas yang dihasilkan belum mencukupi untuk mendukung kebutuhan pendanaan jangka panjang perusahaan. METODE Menurut Sugiyono . , penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang dapat menggambarkan dan menjelaskan suatu keadaan atau fenomena berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan secara sistematis dan objektif. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini karena menggunakan informasi berbentuk angka yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan sebagai dasar dalam melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja Subjek penelitian PT Perkebunan Nusantara i (Perser. , sedangkan objek yang diteliti berupa kinerja keuangan perusahaan yang dinilai menggunakan analisis rasio arus kas. Data yang digunakan berupa laporan keuangan tahunan PT Perkebunan Nusantara i (Perser. tahun 2020Ae2024. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yang relevan dengan kebutuhan penelitian. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif kuantitatif A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). melalui perhitungan berbagai rasio arus kas. Setiap rasio dihitung berdasarkan data keuangan perusahaan, kemudian hasilnya dianalisis dan diinterpretasikan untuk menggambarkan kondisi kinerja keuangan PT Perkebunan Nusantara i (Perser. tahun 2020-2024. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga (CKB) Rasio ini menunjukkan sejauh mana arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi mampu menutupi beban bunga yang harus dibayar perusahaan. Adapun hasil penghitungan rasio cakupan arus kas terhadap bunga PT Perkebunan Nusantara i (Perser. selama tahun 2020Ae2024 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Hasil Perhitungan Rasio Arus Kas Terhadap Bunga Tahun Arus Kas Operasi Sumber: Data diolah, 2026 Bunga Pajak Rasio 3,08 5,11 3,80 4,19 4,84 Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan nilai yang konsisten berada di atas standar (>. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi mampu mendukung pemenuhan kewajiban pembayaran bunga perusahaan dengan baik. Dengan demikian, perusahaan memiliki kemampuan yang memadai dalam menanggung beban bunga tanpa mengalami tekanan likuiditas yang signifikan. Pada tahun 2020, rasio sebesar 3,08 menunjukkan bahwa setiap Rp1 beban bunga dapat ditopang oleh Rp3,08 arus kas operasi. Selanjutnya, tahun 2021 rasio meningkat menjadi 5,11, yang berarti setiap Rp1 kewajiban bunga didukung oleh Rp5,11 arus kas operasi. Pada tahun 2022 rasio turun menjadi 3,80, namun masih berada pada tingkat yang menunjukkan kemampuan pembayaran bunga yang baik. Pada tahun 2023 rasio kembali meningkat menjadi 4,19, sedangkan pada tahun 2024 mencapai 4,84. Rasio Cakupan Kas Terhadap Utang Lancar (CKUL) Rasio ini mengukur sejauh mana arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi dapat digunakan untuk menyelesaikan utang lancar yang jatuh tempo. Oleh karena itu, rasio tersebut berperan sebagai salah satu tolak ukur utama dalam menelaah tingkat likuiditas perusahaan. Adapun hasil perhitungan rasio cakupan kas terhadap utang lancar PT Perkebunan Nusantara i (Perser. selama tahun 2020Ae2024 disajikan pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Perhitungan Rasio Cakupan Kas Terhadap Utang Lancar Tahun Arus Kas Operasi Hutang Lancar Rasio 0,16 0,58 0,26 0,50 0,38 Sumber: Data diolah, 2026 Berdasarkan tabel di atas, rasio cakupan kas terhadap utang lancar mengindikasikan nilai yang terus berada di bawah standar (<. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kas yang berasal dari aktivitas operasi masih belum dapat menutupi seluruh kewajiban jangka pendek Dengan demikian, kemampuan likuiditas perusahaan yang diukur berdasarkan arus A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). kas operasi masih tergolong kurang optimal. Pada tahun 2020, rasio sebesar 0,16 menunjukkan bahwa setiap Rp1 utang lancar hanya didukung oleh Rp0,16 arus kas operasi. Rasio tersebut meningkat menjadi 0,58 pada tahun 2021, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 kewajiban lancar didukung oleh Rp0,58 arus kas dari aktivitas operasi. Selanjutnya, rasio menurun menjadi 0,26 di tahun 2022, kemudian mengalami peningkatan menjadi 0,50 pada tahun 2023. Di tahun 2024, rasio kembali menurun menjadi 0,38. Meskipun terjadi fluktuasi selama periode pengamatan, seluruh nilai rasio tetap berada di bawah nilai satu. Rasio Arus Kas Terhadap Laba Bersih (AKOLB) Rasio ini memberikan gambaran mengenai tingkat dukungan arus kas operasional terhadap laba, sehingga difungsikan untuk mengukur apakah laba yang diperoleh perusahaan didukung oleh penerimaan kas yang memadai. Adapun hasil perhitungan rasio arus kas terhadap laba bersih PT Perkebunan Nusantara i (Perser. selama periode 2020Ae2024 disajikan pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Perhitungan Rasio Arus Kas Terhadap Laba Bersih Tahun Arus Kas Ope rasi Laba Be rsih Rasio 2,61 0,98 1,57 18,70 1,72 Sumber: Data diolah, 2026 Berdasarkan tabel di atas, dapat kita lihat bersama bahwa laba didukung oleh arus kas yang kuat . ualitas laba bai. , karena rasio arus kas terhadap laba bersih PTPN i (Perser. selama empat tahun menunjukkan lebih dari standar yaitu > 1 kecuali tahun 2021 kurang dari standar yaitu < 1. Rasio di tahun 2020 sebesar 2,61 dapat diartikan bahwa dukungan laba terhadap arus kas kuat. Rasio di tahun 2021 sebesar 0,98 dapat diartikan bahwa laba kurang didukung oleh kas . erlu perhatia. Rasio di tahun 2022 sebesar 1,57 dapat diartikan dukungan laba terhadap arus kas kuat. Rasio di tahun 2023 sebesar 18,70 dapat diartikan bahwa dukungan laba terhadap arus kas kuat dan paling tinggi dari tahun lainnya. Rasio di tahun 2024 sebesar 1,72 dapat diartikan bahwa dukungan laba terhadap arus kas kuat. Rasio Pengeluaran Modal (PM) Rasio yang tinggi mencerminkan kuatnya kemampuan perusahaan dalam membiayai kebutuhan operasional dan investasinya melalui sumber dana internal, sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal menjadi lebih rendah. Adapun hasil perhitungan rasio pengeluaran modal PT Perkebunan Nusantara i (Perser. tahun 2020Ae2024 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hasil Perhitungan Rasio Pengeluaran Modal Tahun Arus Kas Operasi Sumber: Data diolah, 2026 Pengeluaran Modal Rasio 3,13 4,33 2,44 2,33 2,71 Berdasarkan tabel di atas, rasio pengeluaran modal menunjukkan nilai yang secara konsisten berada di atas standar (>. Hasil tersebut menunjukkan kas yang berasal dari aktivitas operasi mampu mendanai kebutuhan kegiatan investasi perusahaan, khususnya pengeluaran untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2020, rasio tercatat senilai 3,13 yang A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). mengindikasikan bahwa setiap Rp1 pengeluaran modal didukung oleh Rp3,13 arus kas operasi. Nilai rasio tersebut meningkat menjadi 4,33 pada tahun 2021, yang mencerminkan kemampuan pendanaan investasi yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya, rasio turun menjadi 2,44 pada tahun 2022 dan kembali turun sebesar 2,33 pada tahun 2023. Meskipun menurun, nilai rasio pada kedua tahun tersebut tetap berada di atas satu, sehingga menggambarkan arus kas operasi masih bisa menutupi seluruh kebutuhan pengeluaran modal Di tahun 2024, rasio mengalami kenaikan kembali menjadi 2,71, yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam mendanai investasi. Rasio Total Utang (TU) Rasio yang menggambarkan tingkat keberhasilan perusahaan dalam melunasi seluruh utang dengan kas yang diperoleh dari aktivitas operasional. Adapun hasil perhitungan rasio total hutang PT Perkebunan Nusantara i (Perser. tahun 2020Ae2024 dapat dilihat pada tabel Tabel 6. Hasil Perhitungan Rasio Total Utang Tahun Arus Kas Operasi Total Hutang Rasio 0,08 0,15 0,09 0,15 0,16 Sumber: Data diolah, 2026 Berdasarkan tabel di atas, rasio total utang menunjukkan nilai yang konsisten berada di bawah standar (<. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi belum memadai untuk menutupi seluruh kewajiban perusahaan. Dengan kata lain, kapasitas perusahaan dalam membayar seluruh utangnya hanya melalui kas dari aktivitas operasi masih relatif terbatas sehingga memerlukan perhatian dalam pengelolaan struktur pendanaan dan kewajiban jangka panjang. Pada tahun 2020, rasio total utang sebesar 0,08 menunjukkan bahwa setiap Rp1 total utang hanya didukung oleh Rp0,08 arus kas operasi. Nilai rasio tersebut meningkat menjadi 0,15 pada tahun 2021, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 kewajiban perusahaan didukung oleh Rp0,15 arus kas dari aktivitas operasi. Di tahun 2022, rasio mengalami penurunan menjadi 0,09, yang mengindikasikan melemahnya kapabilitas arus kas operasi dalam hal mendukung pelunasan total utang. Di tahun 2023, rasio kembali mengalami kenaikan menjadi sebesar 0,15 dan di tahun 2024 kembali mengalami kenaikan menjadi sebesar 0,16. Meskipun menunjukkan tren perbaikan pada dua tahun terakhir, seluruh nilai rasio selama periode penelitian tetap di bawah 1. Rasio Kecukupan Arus Kas (KAK) Rasio ini mencerminkan tingkat kecukupan kas perusahaan dalam mendukung keberlangsungan operasional dan stabilitas keuangan di masa mendatang. Adapun hasil perhitungan rasio kecukupan arus kas PT Perkebunan Nusantara i (Perser. tahun 2020Ae2024 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7. Hasil Perhitungan Rasio Kecukupan Arus Kas Tahun EBIT Bunga Pajak Pengeluaran Modal Rata-Rata Hutang Lancar Rasio 758 -0,13 758 0,05 758 0,10 758 -0,14 758 -0,07 A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Sumber: Data diolah, 2026 Berdasarkan tabel di atas, rasio kecukupan arus kas menunjukkan nilai yang berada di bawah standar (<. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kapasitas perusahaan dalam menyediakan kas guna memenuhi kebutuhan pendanaan dan liabilitas jangka panjang masih belum memadai. Pada tahun 2020, rasio kecukupan arus kas sebesar -0,13 menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas belum mampu mendukung rata-rata utang lancar yang menjadi dasar pengukuran rasio. Tahun 2021, rasio meningkat menjadi 0,05 dan kembali naik menjadi 0,10 di tahun 2022. Meskipun terjadi perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, angka rasio tersebut tetap berada di bawah angka 1, sehingga mengindikasikan kapasitas arus kas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang masih Selanjutnya, rasio mengalami penurunan menjadi -0,14 di tahun 2023 dan membaik secara marginal menjadi sebesar -0,07 di tahun 2024, namun tetap menunjukkan kondisi yang kurang memadai. PEMBAHASAN Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga (CKB) Hasil analisis rasio ini menunjukkan kinerja keuangan berada dalam kondisi yang sehat selama periode 2020Ae2024, hal ini ditunjukkan oleh nilai rasio yang secara konsisten berada di atas standar (>. Pada tahun 2020 rasio tercatat sebesar 3,08 dan meningkat menjadi 5,11 pada tahun 2021, yang menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas operasional. Meskipun mengalami fluktuasi pada periode 2022Ae2024, nilai rasio tetap berada pada tingkat yang aman, yaitu berkisar antara 3,80 hingga 4,84. Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan mampu mengelola aktivitas operasional secara baik sehingga mampu menghasilkan kas yang memadai guna memenuhi kewajiban bunga tanpa mengalami tekanan likuiditas yang signifikan. Rasio yang tinggi juga mencerminkan bahwa beban bunga perusahaan masih berada pada tingkat yang dapat ditanggung oleh arus kas operasional, sehingga risiko gagal bayar bunga relatif rendah. Menurut Kasmir . , semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menutupi beban bunga, semakin rendah risiko keuangan yang dihadapi perusahaan. Hasil ini sesuai dengan penelitian Azhar . Handayani et al. , dan Risnawati et al. yang menemukan bahwa rasio cakupan kas terhadap bunga yang berada di atas standar menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga melalui arus kas operasi yang dihasilkan. Dengan demikian, rasio cakupan kas terhadap bunga PT Perkebunan Nusantara i (Perser. selama periode penelitian mencerminkan kondisi keuangan yang sehat, efektivitas pengelolaan kas operasional, serta rendahnya risiko gagal bayar atas kewajiban bunga perusahaan. Rasio Cakupan Kas Terhadap Utang Lancar (CKUL) Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio cakupan kas terhadap utang lancar selama periode 2020Ae2024 berada di bawah standar (<. Kondisi ini mengindikasikan arus kas aktivitas operasi belum mampu menutupi seluruh kewajiban jangka pendek perusahaan. Rendahnya rasio tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki keterbatasan likuiditas dan berpotensi menghadapi kesulitan dalam membayar utang yang dibatas waktu. Kasmir . menjelaskan bahwa kemampuan yang rendah dalam memenuhi kewajiban jangka pendek mencerminkan kondisi likuiditas yang kurang baik dan dapat meningkatkan risiko keuangan perusahaan. Sejalan dengan Ardila . yang menyatakan bahwa arus kas A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). operasi yang tidak memadai dalam menutupi kewajiban lancar dapat meningkatkan risiko Selain itu, hasil penelitian ini juga memperoleh dukungan tidak langsung dari Kasasbeh . dan Nazir et al. yang menemukan bahwa tingginya kewajiban jangka pendek dapat meningkatkan tekanan likuiditas dan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sebab itu, perusahaan perlu meningkatkan efektivitas pengelolaan arus kas operasi agar dapat meningkatkan pemenuhan kewajiban jangka pendek serta risiko likuiditas dapat diminimalkan. Rasio Arus Kas Terhadap Laba Bersih (AKOLB) Berdasarkan hasil analisis, rasio arus kas terhadap laba bersih selama periode 2020Ae 2024 menunjukkan kondisi yang relatif baik. Hal ini tercermin dari nilai rasio yang pada sebagian besar periode pengamatan berada di atas angka satu (>. , yang mengindikasikan bahwa laba bersih perusahaan didukung oleh arus kas yang berasal dari aktivitas operasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa laba yang dilaporkan tidak hanya terbentuk dari pengakuan akuntansi berbasis akrual, tetapi juga didukung oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasionalnya. Meskipun pada tahun 2021 nilai rasio berada di bawah standar, kondisi tersebut tidak berlangsung secara berkelanjutan karena perusahaan mampu meningkatkan kembali nilai rasio pada periode berikutnya. Bahkan, peningkatan yang terjadi pada tahun 2023 menunjukkan adanya perbaikan dalam kemampuan perusahaan mengonversi laba bersih menjadi arus kas operasi. Secara keseluruhan, hasil tersebut mengindikasikan bahwa laba yang dihasilkan memiliki kualitas yang cukup baik dan didukung oleh aktivitas operasional yang mampu menghasilkan arus kas secara konsisten. Kondisi ini juga mencerminkan tingkat keberlanjutan laba yang relatif baik karena pencapaian laba tidak semata-mata bergantung pada komponen akrual. Temuan penelitian ini mendukung pendapat Kasmir . yang menyatakan bahwa kualitas laba yang baik umumnya ditandai dengan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas yang sejalan dengan laba yang diperoleh. Selain itu, hasil penelitian AsAoad et al. menunjukkan bahwa arus kas operasi berkontribusi positif terhadap persistensi laba, sedangkan penelitian Indawati dan Huda . serta Jismaneri dan Indawati . mengungkapkan bahwa arus kas operasi berperan dalam meningkatkan kualitas laba perusahaan. Dengan demikian, rasio arus kas terhadap laba bersih yang diperoleh perusahaan menunjukkan laba yang relatif berkualitas dan didukung oleh kemampuan operasional yang memadai dalam menghasilkan arus kas. Rasio Pengeluaran Modal (PM) Hasil analisis rasio pengeluaran modal menunjukkan bahwa PT Perkebunan Nusantara i (Perser. memiliki kemampuan yang baik dalam membiayai investasi aset tetap melalui arus kas operasional selama periode 2020Ae2024. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rasio yang secara konsisten berada di atas standar (>. , yang berarti arus kas operasi mampu menutupi kebutuhan pengeluaran modal perusahaan secara memadai. Menurut Hery . , rasio pengeluaran modal digunakan untuk mengukur kemampuan arus kas operasi dalam membiayai pengeluaran modal yang diperlukan perusahaan untuk mempertahankan maupun mengembangkan kapasitas Meskipun terjadi penurunan rasio pada beberapa tahun pengamatan, nilainya tetap berada pada tingkat yang aman sehingga tidak mengganggu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan investasi. Tingginya rasio pengeluaran modal selama periode penelitian mengindikasikan bahwa arus kas operasi yang dihasilkan perusahaan relatif lebih besar dibandingkan kebutuhan pengeluaran modal yang dikeluarkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas operasional perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup untuk mendukung pengadaan aset tetap dan kebutuhan pengembangan usaha secara mandiri. Selain itu, kemampuan membiayai pengeluaran modal melalui arus kas internal mencerminkan A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). efektivitas pengelolaan kas serta menunjukkan tingkat fleksibilitas keuangan yang baik. Kasmir . menyatakan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang memadai merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendukung aktivitas operasional maupun investasi perusahaan. Selain itu. Handayani et al. menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan investasi melalui arus kas operasional mencerminkan kondisi keuangan yang sehat dan menunjukkan rendahnya ketergantungan terhadap sumber pendanaan eksternal. Dengan demikian, rasio pengeluaran modal perusahaan selama periode penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang memadai dalam mendanai investasi secara internal, didukung oleh arus kas operasional yang kuat, serta memiliki fleksibilitas keuangan yang baik untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan usaha di masa mendatang. Rasio Total Utang (TU) Hasil analisis rasio menyatakan bahwa kapabilitas perusahaan guna menutup semua kewajiban yang dimiliki masih berada pada tingkat yang relatif rendah selama periode 2020Ae Kondisi ini tercermin dari nilai rasio yang secara konsisten berada di bawah satu (<. , yang mengindikasikan bahwa arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional belum mencukupi untuk menutupi total liabilitas perusahaan. Sebab itu, keberhasilan perusahaan untuk melunasi utang melalui sumber kas internal masih terbatas. Menurut Hery . , rasio ini dipakai guna menilai sejauh mana arus kas dari aktivitas operasi mampu digunakan dalam pelunasan seluruh kewajiban perusahaan. Semakin besar angka rasio, semakin kuat keberhasilan perusahaan guna memenuhi kewajiban tanpa ketergantungan pada pendanaan Meskipun terdapat fluktuasi peningkatan pada beberapa periode, seluruh nilai rasio tetap berada di bawah satu, yang menunjukkan bahwa total utang perusahaan masih lebih besar dibandingkan arus kas operasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, keberlanjutan pembayaran kewajiban masih sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas arus kas serta dukungan sumber pendanaan lainnya. Temuan ini sejalan dengan Kasmir . yang menegaskan bahwa kemampuan menghasilkan arus kas yang memadai merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Selain itu. Sri Mulyani . menyatakan bahwa rasio arus kas dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban Lufriansyah . juga menambahkan bahwa rendahnya rasio arus kas terhadap total kewajiban mencerminkan terbatasnya kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh utang melalui aktivitas operasional. Berdasarkan hal tersebut. PT Perkebunan Nusantara i (Perser. perlu meningkatkan efisiensi pengelolaan operasional guna memperkuat arus kas serta melakukan optimalisasi struktur pendanaan agar kemampuan pemenuhan kewajiban perusahaan dapat semakin baik di masa mendatang. Rasio Kecukupan Arus Kas (KAK) Hasil analisis rasio arus kas terhadap kebutuhan jangka panjang menunjukkan bahwa dalam memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang masih belum memadai selama periode 2020Ae2024. Ini disebabkan oleh nilai rasio yang masih <1, bahkan pada beberapa periode menunjukkan nilai negatif. Rendahnya nilai rasio menunjukkan bahwa arus kas operasi yang dihasilkan belum mampu mendukung kebutuhan pembiayaan jangka panjang secara optimal. Selain itu, nilai rasio yang negatif pada beberapa periode mengindikasikan adanya tekanan terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pendanaan jangka panjang perusahaan belum diimbangi oleh arus kas operasional yang memadai sehingga kemampuan pembiayaan melalui sumber dana internal masih terbatas dan berpotensi meningkatkan ketergantungan terhadap pendanaan Temuan ini sejalan dengan Kasmir . yang menyatakan bahwa kemampuan A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). menghasilkan arus kas yang memadai merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan keuangan perusahaan. Hasil ini didukung oleh Bangsawan et al. dan Handayani et al. menyatakan bahwa rendahnya kemampuan arus kas dalam memenuhi kebutuhan pendanaan mencerminkan kondisi keuangan yang kurang optimal. Maka perusahaan harus meningkatkan kinerja arus kas operasional serta memperkuat perencanaan keuangan jangka panjang agar keberlanjutan finansial perusahaan dapat terjaga. KESIMPULAN Berdasarkan dari seluruh hasil analisis rasio arus kas, dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja keuangan PTPN i (Perser. menunjukkan kondisi yang relatif baik dari sisi kemampuan memenuhi kewajiban bunga, kualitas laba, serta pembiayaan pengeluaran modal. Hal ini ditunjukkan oleh sebagian besar rasio yang berada di atas standar, sehingga mencerminkan dukungan arus kas operasional yang kuat terhadap aktivitas utama perusahaan. Namun demikian, dari aspek likuiditas dan solvabilitas, perusahaan masih mengalami keterbatasan, terutama dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, total utang, serta kebutuhan jangka panjang. Nilai rasio yang berada di bawah standar mengindikasikan bahwa arus kas operasional belum sepenuhnya mampu menutup kewajiban tersebut. Dengan demikian, secara keseluruhan perusahaan memiliki kinerja operasional yang baik, tetapi masih perlu memperkuat struktur keuangan dan likuiditasnya. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arus kas operasional guna memperkuat kemampuan dalam pemenuhan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, optimalisasi efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan perlu dilakukan agar arus kas yang dihasilkan lebih stabil dan berkelanjutan. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan strategi pengelolaan utang yang lebih baik, seperti restrukturisasi atau pengendalian tingkat pinjaman, sehingga risiko keuangan dapat diminimalkan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kondisi likuiditas dan solvabilitas perusahaan dapat meningkat serta mendukung keberlanjutan kinerja keuangan di masa mendatang. Selain itu, bagi peneliti berikutnya disarankan agar dapat menambahkan periode pengamatan yang lebih panjang atau membandingkan kinerja keuangan antar perusahaan sejenis di sektor perkebunan, pada akhirnya analisis dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Peneliti juga dapat mengombinasikan rasio arus kas dengan indikator kinerja keuangan lainnya seperti rasio profitabilitas, efisiensi operasional, atau pendekatan Economic Value Added (EVA) agar diperoleh hasil evaluasi yang lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA