ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Implementasi Manajemen Kurikulum di MTs. Laboratorium UIN-SU Medan Adinda Agustina1. Bariqi Abhari Saragih2. Nurwinda Aulia Nasution3. Julia Safira Wardani4. Wanda Zuhro Syam Pratami5 1,2,3,4,5 Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan e-mail: adindaagustina330@gmail. com1, bariqisaragihh24@gmail. nurwindaaulianasution@gmail. com3, julisafira05@gmail. wandasyam637@gmail. Abstrak Penelitian ini memperoleh gambaran mengenai Implementasi Manajemen Kurikulum Di MTs. Laboratorium UIN-SU Medan. Metode Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Metode Penelitian Kualitatif dengan metode pengambilan data berfokus pada Observasi/Pengamatan dan wawancara. objek penilitan ini berfokus pada penerapan manajemen kurikulum di sekolah MTs Laboratuium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian serta evaluasi manajemen kurikulum di MTs. Laboratorium UIN-SU Medan. Berdasarkan hasil analisis obervasi yang penulis lakukan, bahwa kurikulum yang digunakan di MTs. Lab tersebut menggunakan kurikulum 2013 yang dimana kurikulum tersebut sangat efektif di implementasikan dalam rencana pembelajaran, karena perencanaan pembelajaran sangat dominan dan ketat berdasarkan urutan logis dari materi pembelajaran kemudian guru melaksanakan pembelajaran dengan meneruskan apa yang diketahuinya kepada peserta didik sesuai dengan silabus / RPP yang telah ditentukan. Kata Kunci: Implementasi. Manajemen. Kurikulum. Abstract This study obtains an overview of the Implementation of Curriculum Management in MTs. Laboratory of UIN-SU Medan. The research method used in this study is a qualitative research method with data collection methods focused on observation and interviews. The object of this research focuses on the implementation of curriculum management in MTs Laboratuium schools. This study aims to determine how the implementation and evaluation of curriculum management in MTs. Laboratory of UIN-SU Medan. Based on the results of the observational analysis that the author did, that the curriculum used in MTs. The lab uses the 2013 curriculum where the curriculum is very effectively implemented in lesson plans, because learning planning is very dominant and strictly based on a logical sequence of learning materials then the teacher carries out learning by passing on what he knows to students in accordance with the syllabus / lesson plans that have been determined Keywords: Implementation. Management. Curriculum. PENDAHULUAN Manajemen kurikulum merupakan suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komperhensif, sistemik, serta sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen berbasis sekolah (MBS) serta kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Oleh sebab itu, otonomi yang diberikan pada lembaga pendidikan dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan memprioritaskan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kebutuhan serta ketercapaian sasaran dalam visi dan misi lembaga pendidikan untuk tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah ditetapkan. Manajemen kurikulum merupakan suatu kegiatan yang dirancang untuk memudahkan mengelola pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diawali dari tahap perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi program agar kegiatan belajar mengajar dapat terarah secara efektif. Dalam proses pendidikan yang perlu dilaksanakan manajemen kurikulum agar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum berjalan lebih efektif, efisien serta optimal dalam memberdayakan berbagi sumber belajar, pengalaman belajar, maupun komponen kurikulum tersebut. Maka dengan demikian, peneliti akan menjelaskan mengenai implementasi serta evaluasi kurikulum di MTs. Lab UIN-SU tersebut. Pengertian Manajemen Kurikulum Kurikulum berasal daru bahasa Latin, yaitu curere, secara harfiah dipahami sebagai lapangan perlombaan lari. Dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dapat dijabarkan bahwa bahan pembelajaran telah ditentukan secara past dari mana mulai dibelajarkan dan kapan diakhiri serta bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai gelar. Dulu kurikulum pernah diartikan sebagai AuRencana PelajaranAy, yang terbagi menjadi rencana pelajaran minimum dan rencana pelajaran terurai (Oemar Hamalik:1. Kemudian lebih lanjut dijelaskan oleh Dakir, bahwa kurikulum merupakan program pendidikan bukan hanya sekedar program pengajaran, yaitu program yang direncanakan, di programkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu lalu, sekarang maupun dikemudian hari (Dakir:2. Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang berisikan mengenai berbagai bahan ajar/pembelajaran dan pengalaman belajar yang telah direncanakan maupun yang telah di programkan secara sistematuk berdasarkan norma yang berlaku yang dijadikan sebagai pedoman dalam proses kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditandai dengan tercapainnya kompetensi siswa yang diharapkan. Manajemen kurikulum adalah kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan perkembangan kehidupan peserta didik, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan kokoh dan kuat (Allan C:1. Salah satu landasan memperkuat bangunan kurikulum adalah landasan manajerial, sehingga manajemen kurikulum perlu dikembangkan dalam menyusun kurikulum baru, atau mengembangkan kurikulum yang sudah dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Hal terpenting sebelum melaksanakan proses pembelajaran yaitu merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan. Perencanaan pembelajaran merupakan proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi (Smith. L:1. Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang diterapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus (Mulyasa E:2. RPP menjadi pegangan yang sangat membantu guru untuk melakukan proses pembelajaran secara tertata. Tanpa perencanaan yang dibuat dengan baik, maka proses dan hasil akan sulit tercapai secara maksimal. Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, dengan mengacu pada silabus, yang bertujuan untuk menginformasikan segala aspek dari kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Perencanaan Kurikulum dan RPP Perencanaan merupakan bagian dari konsep manajemen, sedangkan kurikukulum merupakan bagian dari konsep dalam ilmu manajemen. Dengan kata lain, perencanaan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kurikulum adalah suatu proses penyusunan program pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dan siswa dalam prose pembelajaran. Tanpa perencanaan kurikulum, sistematika berbagai pengalam belajar tidak akan saling berhubungan dan tidak mengarah pada tujuan yang diharapkan (Oemar Hamalik:1. Perencanaan kurikulum ini menjadi bagian dari awal kegiatan untuk menyusun konsep kurikulum yang akan dijadikan sebagai program pendidikan disekolah, tidak hanyak rencana pembelajaran, tetapi juga rencana atas konsep kurikulum yang hendak diajarkan disekolah tersebut. Perencanaan kurikulum merupakan proses menetapkan tujuan, sasaran, dan program kurikulum yang menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Perencanaan kurikulum dan pembelajaran terkait dengan fungsi atau proses manajemen kurikulum dan pembelajaran. Fungsi atau proses tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum dan pembelajaran. Fungsi atau proses manajemen kurikulum tersebut terkait dengan pengembangan kurikulum dan pembelajaran (Teguh Triwiyanto:2. Berdasarkan pemaparan diatas dapat penulis simpulkan bahwa perencanaan kurikulum merupakan proses menetapkan rancangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada masa akan datang dalam praktik pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan. Standar Kurikulum Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, standar kurikulum adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar proses dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dengan peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Untuk itu, setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas capaian kompetensi lulusan. Model Pelaksanaan Kurikulum Model-model pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran sebagai berikut: (Rusman:. The Concers-Based Adoption Model (CBAM) CBAM adalah sebuah model deskriptif yang dikembangkan melalui identifikasi tingkat kepedulian guru terhadap inovasi kurikulum. Perubahan dalam inovasi ini dibagi menjadi dua dimensi, yaitu tingkatan-tingkatan kepedulian terhadap inovasi dan tingkatan-tingkatan penggunaan inovasi. Perubahan yang terjadi merupakan proses, bukan peristiwa yang terjadi ketika program baru diberikan kepada guru, merupakan pengalaman pribadi dan individu melakukan perubahan. Model ini menjadikan guru sebagai agen dalam melakukan inovasi kurikulum. Kurikulum yang merupakan dokumen dalam pelaksanaanya sebenarnya membutuhkan guru untuk melaksanakan . Proses . ini tentu saja banyak dipengaruhi oleh pengalaman pribadi guru. Oleh karena itu, perlu disiapkan sungguhsungguh guru yang akan melaksanakan kurikulum ini, terutama memperkuat kepedulian guru untuk melakukan inovasi kurikulum. Model Leithwood Model ini difokuskan pada guru. Asumsi yang mendasari model ini antara lain . setiap guru mempunyai kesiapan yang berbeda . pelaksanaan merupakan proses Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 timbal balik dan . pertumbuhan dan perkembangan dimungkinkan adanya tahap-tahap individu untuk identifikasi. Mengembangkan profil yang merupakan hambatan untuk perubahan dan bagaimana para guru dapat mengatasi hambatan tersebut. Model Teori Model ini dimaksudkan untuk menggugah masyarakat dalam mengadakan Dengan model ini diharapkan adanya minat . dalam diri guru untuk memanfaatkan perubahan. Esensi model teori yaitu: Trusting-menumbuhkan kepercayaan diri. Opening-menumbuhkan dan membuka keinginan. Realizing-mewujudkan, dalam arti setiap orang bebas berbuat dan mewujudkan keinginannya untuk perbaikan. Interpending-saling ketergantungan dengan lingkungan Model ini memfokuskan pada perubahan sosial. Model ini menyediakan suatu skala yang membantu guru mengidentifikasi, bagaimana lingkungan akan menerima ide-ide baru sebagai harapan untuk mengimplementasikan inovasi dalam praktik, serta menyediakan beberapa petunjuk untuk menyediakan perubahan. Model-model pelaksanaan kurikulum di atas menunjukkan pelaksanaan kurikulum dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan, situasi, dan kondisi yang ada pada saat pelaksanaan kurikulum. Pelaksanaan kurikulum sangat terkait dengan perubahan dan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berubah. Kesiapan dan pelaksanaan kurikulum akan berdampak terhadap keberhasilan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik. Pelaksanaan/Pengimplementasian Kurikulum dalam Kegiatan Pembelajaran Pelaksana kurikulum secara langsung dan operasional adalah para guru yang diberikan amanah menjadi guru, baik guru kelas, maupun guru mata pelajaran. Karena itu tugas atau pekerjaan mengajar adalah profesi yang menuntut pemenuhan kompetensi utama guru, baik kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Dalam konteks ini pelaksana kurikulum adalah guru yang diberikan amanah bertugas mengajar dan mendidik siswa. Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Berikut penjelasan dari tiap-tiap kegiatan. Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik sebaiknya: Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses Memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai dan Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. Kegiatan inti Kegiatan inti merupakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran,dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik, tematik terpadu, scientifik, inquiry dan penyingkapan . dan/ atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah . roject based learnin. disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan. Sikap, yaitu sesuai dengan karakteristik sikap maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong siswa untuk melakukan aktivitas tersebut. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Pengetahuan, yaitu dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi hingga mencipta. Karakteristik aktivitas belajar dalam domain keterampilan. Untuk memperkuat pendekatan scientific, termasuk terpadu dan penyingkapan/penelitian . iscovery/inquiry Learnin. Untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan konstektual, baik individual, maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah . roject based learnin. Keterampilan, yaitu keterampilan dapat diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mencipta. Seluruh isi materi . opik dan subtopi. mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian . iscovery incuiry Learnin. dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah . roject based Learnin. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi: Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Melakukan kegiatan tidak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. Evaluasi Kurikulum Evaluasi adalah penyediaan informasi untuk kepentingan memfasilitasi pembuatan keputusan dalam berbagai langkah pengembangan kurikulum. Informasi berkaitan dengan program sebagai kesatuan utuh atau hanya berkenaan dengan beberapa komponen. Evaluasi juga mengaplikasikan pemilihan kriteria, sekumpulan data dan analisis (Rusman:2. Sukmadinata juga berpendapat bahwa evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas, hal itu disebabkan beberapa faktor: Evaluasi kurikulum berkenan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan olehmanusia yang sifatnya juga berubah. Tujuan evaluasi adalah mengukur capaian kegiatan, yaitu sejauhmana kegiatan dapat dilaksanakan. Arikunto, sebagaimana dikemukakan oleh Teguh Triwiyanto, menyatakan bahwa agar pengukuran tujuandapat diketahui secara cermat dan teliti sampai diketahui bagian mana dari kegiatan yang dapat diimplementasikan dan bagian mana yang tidak dapat diimplementasikan beserta penyebabnya sehingga tujuan evaluasi tersebut perlu Untuk dapat mengadakan rincian terhadap tujuan evaluasi, evaluator harus mampu mengenali komponen-komponen kegiatan. Evaluasi kurikulum berfungsi sebagai upaya penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan pada tingkat nasional, daerah dan satuan pendidikan. Evaluasi kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai. Kesesuaian antara ide kurikulum dan desain kurikulum Kesesuaian antara desain kurikulum dan dokumen kurikulum Kesesuaian antara dokumen kurikulum dan implementasi kurikulum Kesesuaian antara ide kurikulum, hasil kurikulum dan dampak kurikulum Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 METODE PENELITIAN Pada penilitian ini digunakan untuk mendeskripsikan mengenai Implementasi Manajemen Kurikulum di MTs. Laboratorium UIN-SU Medan, peneliti memilih metode penelitian kualitatif atau metode wawancara dan metode observasi dalam melakukan studi. Ada beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, yang paling sering digunakan adalah wawancara dan observasi. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Wawancara merupakan bentuk pengumpulan data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Wawancara pada penelitian kualitatif merupakan pembicaraan yang mempunyai tujuan dan didahului beberapa pertanyaan Observasi adalah melakukan teknik pengmpulan data yang dilakukan melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Hasil Observasi Berdasarkan hasil analisis obervasi yang penulis lakukan, bahwa kurikulum yang digunakan di MTs. Lab tersebut menggunakan kurikulum 2013 yang dimana kurikulum tersebut sangat efektif di implementasikan dalam rencana pembelajaran, karena perencanaan pembelajaran sangat dominan dan ketat berdasarkan urutan logis dari materi pembelajaran kemudian guru melaksanakan pembelajaran dengan meneruskan apa yang diketahuinya kepada peserta didik sesuai dengan silabus / RPP yang telah ditentukan. Kurikulum 2013 sebagai perangkat mata pelajaran dan program pendidikan berbasis sains yang diberikan oleh suatu lembaga pelaksana pendidikan dengan tujuan untuk menciptakan generasi emas Indonesia, dengan menggunakan sistem yang berkualitas sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan kata lain bahwa kurikulum 2013 sebagai sebuah konsep yang dapat dikatakan sebagai sebuah sistem dan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa disiplin ilmu atau mata pelajaran/bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peseta didik. Dikatakan bermakna karena dalam konsep kurikulum, peserta didik akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu secara utuh dan realistis. Inti dari kurikulum 2013 tersebut adalah ada pada upaya penyederhanaan dan juga bersifat tematik-instegratif. Oleh sebab itu di dalam proses pembelajaran pada MTs. Lab. Kurikulum 2013 sangat berperan penting untuk mencetak generasi yang siap dalam menghadapi tantangan di masa depan. Analisis Hasil Wawancara dan Observasi Lapangan Dari hasil wawancara dan observasi lapangan dapat diperoleh bahwa: Perencanaan kurikulum serta RPP di MTs Laboraturium dengan menyusun RPP terlebih dahulu, kemudian mensosialisasikan kepada dewan guru untuk menyusun perangkat pembelajaran yang akan digunakan di kelas perencanaannya, mulai dari menyusun dokumen 1 dan dokumen 1 program-program apa saja yang akan diterapkan. Implementasi kurikulum di Madrasah melalui keterangan dokumen lengkap tersusun, kemudian mengadakan rapat awal tahun itu biasa dengan penyelenggara kepala Madrasah serta wakil kemudian dengan dewan guru tersebut untuk untuk menyusun Sehingga diharapkan dari segi buku, segi guru, segi fasilitas akan mengarahkan ke Kurikulum 2013 untuk merancang perangkat pembelajaran ke KI KD kurikulum 2013, kemudian setelah itu sesuai dengan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru tersebut. Model yang digunakan dalam pelaksanaan kurikulum pada MTs Lab yaitu tergantung masing-masing guru bidang studi untuk merancang model-model pembelajaran karena setiap dari strategi modelnya pendekatannya semuanya itu berbeda tergantung kebutuhan dari mata pelajaran. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13717-13723 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Sistem evaluasi yang dilakukan, yaitu sebelum perangkat pembelajaran PAI diajarkan biasanya di kepala madrasah, kemudian tim seperti itu langsung seperti akademik perangkat pembelajaran tersebut setelah guru menyiapkan perangkat dari alokasi waktu prota prosem KKM RPP dan lain sebagainya serta penilaian guru di kelas itu sebelumnya sudah di supervisi itu seperti kepala sekolah kemudian wakil kepala sekolah maupun ada beberapa guru senior yang ditugaskan untuk melakukan yang pertama kemudian guru menerapkan perangkat pembelajaran tersebut di kelas ada setelah perangkat pembelajaran di supervisi kemudian supervisi pembelajaran di kelas. SIMPULAN Hasil penelitian mengenai implementasi serta evaluasi kurikulum di MTs. Lab UIN-SU tersebut dengan menyusun dokumen 1 dan dokumen 1 program-program apa saja yang akan diterapkan, kemudian implementasi kurikulum di Madrasah melalui keterangan dokumen yang lengkap tersusun, kemudian mengadakan rapat awal tahun itu biasa dengan penyelenggara kepala Madrasah dan juga komite Madrasah. Kemudian model tergantung kepada masing-masing guru bidang studi yang kemudian dirancang dengan baik sedemian rupa, sistem evaluasi yang dilakukan yaitu dengan supervisi, kemudian evaluasi hasil belajar dari peserta didik MTs Lab tersebut melalui ujian UTS mapel ujian semester pencapaian baik dari segi kognitif maupun motorik. Dalam perencanaan pembelajaran Kurikulum 2013 pada MTs. Lab mempunyai tiga aspek penting dalam pembelajaran, yaitu menghasilkan peserta didik yang berakhlak mulia . , berketrampilan . , dan berpengetahuan . yang berhubungan satu sama lain. Sehingga dengan adanya kurikulum 2013 diharapkan peserta didik MTs. Lab menjadi lebih kreatif, inovatif, dan produktif DAFTAR PUSTAKA