1 Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Terbit online pada laman web jurnal : http://e-journal. sastra-unes. com/index. php/JIPS JURNAL JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Fakultas Sastra Universitas Ekasakti Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 edia ceta. E-ISSN : edia onlin. Menggali Peran Filsafat Pendidikan Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Pada Kurikulum Merdeka Tahun 2024 Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, melanikptr@gmail. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, selmafebriosa23@gmail. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, nuramelia2918@gmail. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, ferazora1987@gmail. *Corresponding Author Fera Zora Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, ferazora1987@gmail. Abstrak Kurikulum Merdeka 2024 menitikberatkan pada pengembangan karakter peserta didik sebagai tujuan utama pendidikan. Hal ini mendorong perlunya menggali peran filsafat pendidikan dalam membentuk karakter siswa. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggali peran filsafat pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik terutama pada kurikulum merdeka tahun 2024. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan berperan penting dalam mencapai tujuan pengembangan karakter peserta didik lewat adanya Kurikulum Merdeka, yaitu dengan menyediakan kerangka berpikir untuk memahami tujuan pendidikan, memilih metode pembelajaran yang efektif, dan mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam pembelajaran. Filsafat pendidikan membantu memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang penguasaan pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan konsep "Profil Pelajar Pancasila". Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa, yang sejalan dengan aliran pragmatisme dalam filsafat pendidikan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam pembelajaran, pendidikan dapat membantu siswa menjadi individu yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi. Keywords: Kurikulum Merdeka. Filsafat Pendidikan,Karakter Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 A 2024 Jurnal JIPS I INTRODUCTION Pendidikan merupakan proses yang sangat penting untuk mengembangkan karakter didik. Melalui pendidikan, siswa memperoleh lebih dari sekedar pengetahuan dan keterampilan. juga memperoleh moral, etika, dan sifat-sifat positif yang memperkuat kualitas pribadi mereka. Pendidikan memberi siswa alat yang mereka butuhkan untuk memahami prinsip-prinsip moral, mengembangkan perilaku yang baik, dan tumbuh sebagai individu. Proses pendidikan yang efektif akan membantu peserta didik menjadi individu yang berwawasan luas, jujur, dan bermoral yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, dan masyarakat luas. Ciri-ciri siswa didik meliputi kejiwaan, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki setiap Mereka memiliki gaya belajar, kemampuan, sudut pandang, dan emosi yang berbeda-beda, yang memengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi dengan lingkungan Memahami karakteristik siswa sangat penting bagi guru untuk mengelola dan melaksanakan pengajaran secara efektif sehingga kebutuhan dan potensi setiap siswa terpenuhi. Indonesia, pendidikan karakter adalah suatu pendekatan sistematis dan praktis untuk mengajarkan moral dan nilai-nilai kepada siswa guna menanamkan dalam diri mereka rasa integritas, mulia, dan bertanggung jawab. Kurikulum Merdeka saat ini merupakan kurikulum yang digunakan di Indonesia. Kurikulum ini merupakan program pendidikan yang dirancang oleh Kemendikbudristek untuk memberikan keleluasaan dan otonomi lebih kepada siswa dalam membantu mereka memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhan dan Kurikulum Merdeka menawarkan beragam pilihan dan fleksibilitas dalam pengajaran, dengan penekanan pada pengembangan karakter, kompetensi, dan pengajaran yang efektif. Karakteristik peserta didik pada kurikulum merdeka ini ditandai dengan rasa kesadaran diri, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang Kurikulum ini menekankan pada pengembangan keterampilan holistik agar siswa fokus pada aspek sosial, emosional, dan kemandirian selain aspek akademik. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, siswa didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan motivasi dan karakter diri, serta terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas namun juga memiliki sifat tangguh, sabar, dan empati terhadap lingkungan dan masyarakat. Dalam konteks ini, artikel ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya pendidikan dalam pengembangan karakter siswa, khususnya dalam kurikulum merdeka tahun 2024. Transformasi pendidikan saat ini tidak hanya terfokus pada peningkatan pembelajaran dan pemahaman siswa. termasuk juga pendidikan karakter yang sangat penting bagi pendidikan. Melalui komprehensif, artikel ini akan menjelaskan gagasan mendasar filsafat pendidikan dan membahas hubungannya dengan karakteristik peserta didik, khususnya pada saat penerapan kurikulum saat ini. Dari pemahaman keterkaitan tersebut, semoga dapat menciptakan wawasan mengenai landasan pembelajaran sebagai pedoman dalam mengembangkan kurikulum inklusif, menciptakan karakter yang kuat, dan menumbuhkan pemikiran kritis pada generasi Melalui tinjauan literatur terkait, artikel ini akan memberikan analisis menyeluruh tentang pembentukan kepribadian siswa pada masa Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana mengembangkan pendidikan yang fleksibel, berkesinambungan, dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia modern. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 II RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian kualitatif mengacu pada penelitian yang menghasilkan bahan deskriptif secara tertulis atau lisan dari suatu fenomena sosial, seperti menggambarkan suatu keadaan, atau kegiatan dengan tujuan mengumpulkan informasi secara sistematis dan mengkaji segala sesuatu secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai metode ilmiah. (Sabrina. Ridwan, and Susilawati 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis sastra. Metode studi kepustakaan yang disebut juga dengan Austudi kepustakaanAy adalah proses pengumpulan data dan informasi dengan cara menganalisis bahanbahan tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, ensiklopedia, dan bahan terpercaya lainnya baik dalam bentuk tertulis maupun digital. dan berhubungan dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari. Metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami suatu topik dengan menghadirkan berbagai perspektif, i RESULTS AND DISCUSSION Pengertian dan Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Istilah filsafat berasal dari dua suku kata dalam bahasa Yunani kuno: sophia, disebut juga sophos, yang berarti kebijaksanaan, dan phile, juga dikenal sebagai philos, yang berarti cinta atau Kedua kata suku ini berpadu membentuk kata majemuk philosophia. Dalam pengertian ini, menurut pernyataan filosofis . , cinta kebijaksanaan atau sahabat kebijaksanaan. Pada masa Yunani, filsafat bukanlah suatu disiplin teoritis atau khusus. merupakan cara hidup, suatu cara hidup menyeluruh yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dan lingkungan serta menjelaskan setiap aspek kehidupan seseorang. Kesimpulannya, karena kehidupan manusia atau perkembangan umat manusia dan permasalahan yang terkait dengannya, wawasan teoritis seperti Yunani mengakibatkan kurangnya kemampuan untuk memberikan komentar mendalam tentang prinsipprinsip yang mendasari perilaku manusia, yang mana telah menghasilkan upaya manusia yang signifikan di bidang sains, teknologi, pendidikan, dan pedagogi. Perubahan ini mendorong masyarakat untuk kembali mempelajari kebenaran. Setiap perubahan yang terjadi pada peradaban akan berdampak pada sistem yang diterapkan karena adanya keterkaitan antara perubahan peradaban dengan fikir manusia. (AR and Ismail 2. Filsafat pendidikan mengacu pada pemikiran yang berfungsi untuk sarana memajukan, mendidik, serta memfasilitasi pembelajaran. Dengan demikian, konsep-konsep dan kaidahkaidah yang digunakan untuk mencapainya. Dalam hal ini, filsafat, filsafat pendidikan, dan pengalaman kemanusiaan merupakan faktor yang Filsafat pendidikan juga dapat diartikan sebagai ajaran filosofis pendidikan yang menggambarkan prinsip-prinsip umum penerapan falsafah dalam upaya aktif mengatasi persoalanpersoalan pendidikan. Menurut Jhon Dewey, filsafat pendidikan merupakan komponen fundamental pendidikan yang memberikan kontribusi terhadap tabiat manusia dengan cara mendorong pertumbuhan intelektual dan emosional. Menurut Imam Barnadib, filsafat pendidikan adalah pengetahuan tentang uang di dunia nyata yang dihasilkan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bidang pendidikan. Pada dasarnya filsafat pendidikan merupakan suatu penerapan analisis filsafat pendidikan. Menurut Jhon Dewey, pendidikan adalah proses pengembangan keterampilan dasar, yang Dalam kaitan ini Al-Syaibani menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha mengangkat harga diri masyarakat dalam kehidupan pribadinya sebagai komponen sehari-hari Oleh karena itu, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat pendidikan sebagai ilmu pengetahuan normatif dalam bidang pendidikan mencakup norma-norma dan/atau Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 tingkah laku perbuatan yang nyata-nyata dilakukan manusia dalam kehidupan seharihari. (Hasbullah 2. Berdasarkan penerapan praktisnya, filsafat merupakan alat yang dapat digunakan masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa filsafat adalah landasan dan arah ilmu yang pada bentuk paling mendasarnya merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan di bidang pendidikan yang merupakan analisis filosofis terhadap kemajuan bidang tersebut. Perkembangan Pendidikan Pada Era Kurikulum Merdeka Salah satu aspek terpenting dalam pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum terus berubah dan berkembang karena berbagai faktor yang mempengaruhinya. Apabila negara yang bersangkutan mengalami transformasi dari negara yang dikuasai menjadi negara yang merdeka, maka tujuan pendidikan dapat berubah total. Meskipun masyarakat umum percaya bahwa "ganti menteri ganti kurikulum", namun kenyataannya tidak demikian. Kenyataraanya adalah perubahan kurikulum yang terjadi akibat perubahan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional. Misalnya Rencana Pelajaran 1950 yang merupakan hasil lahirnya UU Pendidikan, yaitu suatu perubahan yang diharapkan terjadi dalam kehidupan peserta didik setelah mereka menjalani proses pendidikan, baik dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupannya. kehidupan masyarakat umum dari lingkungan (Sari Yunita 2. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum masa pandemi Covid-19 untuk siswa. Kurikulum 2013. Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka termasuk di antara kurikulum yang diusung Nadiem A. Karim, guru Sekolah Penggerak. Sebelum adanya pandemi Covid-19 di Indonesia, kurikulum 2013 masih Kemendikbud ristek mengeluarkan kebijakan penggunaan kurikulum merdeka. Indonesia. Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang di ederhanaka. digunakan sejak awal pandemi hingga tahun 2021. Kurikulum Merdeka memperkenalkan konsep-konsep baru dalam pendidikan Indonesia, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pembelajaran siswa dan pengembangan karakter Era ini ditandai dengan fleksibilitas kurikulum, yang memungkinkan sekolah menyesuaikan pengajarannya dengan kebutuhan dan karakteristik siswanya. Kurikulum Merdeka juga mendorong siswa untuk belajar sambil melakukan, memberikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan perasaan mereka sendiri melalui proyek-proyek yang relevan dengan peristiwa terkini. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan dinamis, guru juga memberikan bantuan dalam memilih dan mengembangkan metode pengajaran yang memenuhi kebutuhan siswanya. Perkembangan pendidikan di era Merdeka juga ditandai dengan semakin maraknya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Platform Merdeka Mengajar, salah satu platform pembelajaran digital, menawarkan beragam sumber belajar dan perangkat pendidikan yang dapat digunakan oleh instruktur dan siswa. Selain itu, platform ini memfasilitasi kolaborasi dan berbagi pengetahuan antar guru, sehingga menghasilkan lingkungan pendidikan yang lebih dinamis dan inovatif. Selain itu. Kurikulum Merdeka mendorong pengembangan profil siswa Pancasila dengan menekankan pentingnya nilai-nilai luhur seperti integritas, gotong royong, dan toleransi dalam melahirkan generasi anak Bangsa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Hubungan Antara Filsafat Pendidikan Dengan Pembentukan Karakter Peserta Didik Filsafat pendidikan merupakan kerangka filosofis yang memberikan pedoman bagi proses pendidikan, termasuk pengembangan karakter peserta didik. Filsafat pendidikan membantu kita kemanusiaan, dan nilai-nilai yang harus ditanamkan pada generasi muda. Filsafat pendidikan membantu kita menjawab pertanyaanpertanyaan mendasar seperti Aumengapa kita harus belajar?Ay Auapa tujuan pendidikan?Ay dan "bagaimana seharusnya manusia hidup?" Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut selanjutnya menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan keseluruhan sistem Hubungan antara pendidikan dengan pengembangan karakter peserta didik cukup kuat. Filsafat mengidentifikasi prinsip-prinsip moral yang harus ditanamkan pada siswa, seperti kepatuhan terhadap aturan, toleransi, dan keinginan untuk Filsafat pendidikan juga membantu kita Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 memahami manusia sebagai makhluk yang bermoral lurus dan berbudi luhur serta mampu berkembang secara holistik. Dengan memahami sifat manusia dan prinsip-prinsip moral, kita dapat mengembangkan strategi pendidikan yang efektif untuk mengembangkan siswa yang jujur, bermoral, dan bersedia menghadapi tantangan secara langsung. Menurut (Yasmansyah and Iswantir 2. Filsafat memberikan bimbingan dan dukungan dalam pengembangan teori-teori pendidikan, yaitu ilmu pendidikan atau pedagogi. Di sisi lain, pengembangan karakter melalui pendidikan merupakan suatu proses sistematis dan terencana yang membantu siswa memahami sifat-sifat manusia yang berkaitan dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Pendidikan karakter menekankan pada pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Saat babak ketiga beriringan berjalan, akan berkembang karakter yang bisa baik atau buruk. Hubungan erat antara pendidikan dan mengembangkan strategi pengajaran yang efektif. Strategi ini hendaknya berlandaskan pada prinsip luhur, mendukung pembelajaran yang efektif, dan mengembangkan potensi setiap orang secara Dengan demikian, pendidikan pada era Kurikulum Merdeka dapat melahirkan generasi anak Bangsa yang berdisiplin, baik hati, dan mau berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Kontribusi Filsafat Pendidikan Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Pada Era Kurikulum Merdeka Filsafat pendidikan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan karakter siswa pada masa Merdeka. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan potensi dan karakter siswa serta menyarankan kegiatan pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Filsafat pendidikan memberikan siswa berpikir dan bertindak untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter dan mulia. Penentuan tujuan pendidikan merupakan salah satu kontribusi filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan tidak hanya membantu kita memahami tujuan pendidikan, tetapi juga membantu kita memahami karakter dan luhur nilai-nilai. Kurikulum Merdeka menganut konsep "Profil Pelajar Pancasila" yang mengedepankan nilai-nilai nasionalisme, integritas, dan gotong Filsafat pendidikan memberikan landasan filosofis bagi pengembangan profil peserta didik Pancasila, sehingga pendidikan dapat melahirkan individu yang mulia, konservasi tinggi, dan beranggung jawab. Filsafat pendidikan membantu membentuk pandangan tentang manusia dan bagaimana seharusnya menjalani kehidupannya. Kurikulum Merdeka berfokus pada pengembangan karakter yang menekankan tanggung jawab, kreativitas, dan kesadaran diri. Filsafat pendidikan memberikan landasan filosofis untuk memahami konsep-konsep tersebut dan menggunakannya dalam proses pengajaran. Filsafat pendidikan membantu memahami manusia sebagai makhluk yang bermoral lurus dan berbudi luhur serta mampu berkembang secara holistik. (Juliangkary. Suastra, and Atmaja 2. Filsafat pendidikan juga membantu mengidentifikasi metode pengajaran yang selaras dengan tujuan dan hasil yang diinginkan. Kurikulum Merdeka menekankan metode pembelajaran aktif, kolaboratif, dan bermakna yang ditujukan kepada siswa. Filsafat pendidikan memberikan kerangka berpikir untuk memilih dan menerapkan metode pengajaran yang selaras dengan filosofi pendidikan yang diakui. Selain itu, filsafat pendidikan dapat membantu dalam menetapkan prinsip-prinsip moral yang ingin dianut oleh siswa. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan prinsip-prinsip moral seperti toleransi, tanggung jawab, dan kejujuran. Filsafat pendidikan menawarkan dukungan filosofis untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip moral tersebut dalam proses belajar mengajar. Filsafat pendidikan membantu dalam menetapkan prinsipprinsip moral yang harus ditanamkan kepada siswa, seperti kepatuhan terhadap aturan, toleransi, dan keinginan untuk bernapas. Terakhir, literatur pendidikan mendorong pemikiran kritis tentang pendidikan, termasuk tentang nilai-nilai yang ingin diajarkan kepada Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan difokuskan pada pengembangan karakter holistik serta perolehan pengetahuan. Filsafat pendidikan mengajak peserta didik untuk mengetahui sepenuhnya tentang maksud, tujuan, dan metode pendidikan guna mengembangkan manusia yang jujur, bermoral, dan mampu menanggung kesulitan. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Oleh karena itu, filsafat pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik pada masa Merdeka. Filsafat pendidikan memberikan dukungan filosofis terhadap penelitian yang dilakukan, membantu dalam menentukan tujuan manusia, mengidentifikasi metode pengajaran, dan mengembangkan prinsip-prinsip moral yang harus ditanamkan pada peserta didik. Tantangan Dan Peluang Integrasi Filsafat Pendidikan Dalam Praktik Pendidikan Saat Ini Mengintegrasikan filsafat pendidikan ke dalam praktik pendidikan saat ini merupakan langkah penting dalam menciptakan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi. Namun, upaya ini didasarkan pada banyak kesabaran dan Tantangan: Kurangnya Pemahaman dan Penerapan Salah satu tantangan utama adalah tingkat pemahaman filosofi pendidikan pada masyarakat pendidik. Banyak siswa yang tidak memahami bagaimana filsafat pendidikan dapat diterapkan dalam praktik pengajaran. Dominasi Pendekatan Teknis: Dalam praktik pendidikan saat ini, dominasi teknis lebih banyak terjadi dan lebih berfokus pada pemahaman materi dan pengembangan karakter dan moral. Kurangnya Dukungan Kebijakan: Kebijakan dukungan adalah alat yang berguna untuk mengintegrasikan prinsipprinsip pendidikan ke dalam praktik. Kurikulum dan sistem pendidikan seringkali gagal memberikan kesempatan pengembangan karakter. Zaman Perubahan. Era globalisasi dan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Mungkin perlu dilakukan perubahan dan penafsiran ulang terhadap ajaran-ajaran tradisional yang disajikan melalui filsafat pendidikan agar lebih relevan dengan zaman saat ini. Peluang: Kurikulum Merdeka: Kurikulum Merdeka memberikan peluang besar pendidikan ke dalam praktik pengajaran. Kurikulum ini menekankan pada pengembangan karakter, pendidikan yang berfokus pada siswa, dan pendidikan Kesadaran Peningkatan. Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter dan moral menciptakan peluang nilai-nilai pendidikan ke dalam praktik pengajaran. Pengembangan Model Pendidikan. Pengembangan model pendidikan yang prinsip-prinsip pendidikan, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis penyelidikan, prinsip-prinsip pendidikan ke dalam praktik pengajaran. Pengembangan Profesi Pendidik: Pengembangan profesi yang fokus pada pemahaman dan penerapan filsafat di bidang pendidikan dapat membantu meningkatkan taraf pendidikan. Integrasi filsafat pendidikan dalam pendidikan yang dipraktikkan saat ini merupakan ikhtiar yang mendorong kesabaran (Iskandar et , 2. Mengintegrasikan filsafat pendidikan dapat membantu menciptakan pendidikan yang kuat dan relevan dengan kebutuhan dunia modern dengan meningkatkan pemahaman filsafat, mengembangkan model pengajaran yang menggabungkan filsafat, dan menyediakan lingkungan yang mendukung. Implikasi Dan Rekomendasi Filsafat Pendidikan Saat Ini Filsafat pendidikan mempunyai implikasi dan rekomendasi penting dalam konteks Implikasi pengintegrasian filsafat pendidikan dalam praktik pendidikan saat ini menyoroti beberapa aspek Implikasi Filsafat Pendidikan: Relevansi dengan Era Digital: Materi pendidikan harus disesuaikan agar relevan dengan kemajuan teknologi dan informasi di era digital. Individu harus didorong oleh pendidikan untuk menjadi anggota bangsa digital yang kritis, kreatif, dan reseptif. Pengembangan Karakter: Filsafat pendidikan menekankan pentingnya pengembangan karakter dan prinsip Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Nilai-nilai individual seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kualitas udara harus dimasukkan ke dalam pendidikan. Bermakna Pembelajaran: Filsafat pendidikan merekomendasikan makna pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan seharihari. Pendidikan harus membantu masyarakat memahami dan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Keadilan dan Kesetaraan: Landasan pendidikan menjelaskan keadilan dan Setiap individu harus memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau agama. Berpusat Pembelajaran Siswa: Filsafat pembelajaran siswa. Pendidikan harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif, kreatif, dan mengembangkan potensinya sebaikbaiknya. Rekomendasi Filsafat Pendidikan: Integrasi Filsafat dalam Kurikulum: Kurikulum harus memasukkan filsafat sebagai unsur yang mendasar dan Pengembangan Kompetensi Pendidik: Pendidik harus mendapatkan pelatihan dan pengembangan profesional yang mendukung pemahaman dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pendidikan. Dialog dan Refleksi Filosofis : Menjalin dialog dan refleksi filosofis dalam lingkungan pendidikan untuk mendorong pemikiran kritis dan kreatif. Pengembangan Model Pendidikan: Mengembangkan model pendidikan yang berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis inkuiri. Pengembangan Bahan Ajar: Mengembangkan materi pendidikan yang mengintegrasikan pemikiran filosofis dan relevan dengan era saat ini. Filsafat pendidikan mempunyai peran penting dalam menciptakan pendidikan yang relevan dan bermakna dalam kaitannya dengan kebutuhan zaman. Dengan memahami implikasi dan melaksanakan rekomendasi pendidikan, pendidikan dapat membantu menciptakan individu yang berkarakter, berpengetahuan, dan bersedia menghadapi tantangan di masa (Tolchah 2. IV CONCLUSION Kurikulum Merdeka mengutamakan pengembangan karakter siswa. Filsafat pendidikan sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut dengan memberikan kerangka berpikir untuk memahami tujuan pendidikan, memilih metode pengajaran yang efektif, dan mengintegrasikan prinsip-prinsip moral ke dalam proses pengajaran. Filsafat pendidikan membantu memahami pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur yang selaras dengan konsep AuProfil Pelajar PancasilaAy tentang bahwa pendidikan ada penguasaan pengetahuan. Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa yang mengikuti prinsip pragmatis dalam filsafat Pendidikan dapat membantu peserta didik menjadi individu yang mulia, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip moral ke dalam Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Melani Eka Putri, 2Selma Febriosa, 3Nur Amelia, *4Fera Zora Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 8 No. ISSN : 2579-5449 Bibliography