The Influence Of The Village Head's Leadership Style On The Performance Of Village Apparatus (Case Study of Pagar Banyu Village. Ulu Talo District. Seluma Regency Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Kinerja Aparatur Desa (Studi Kasus Desa Pagar Banyu. Kecamatan Ulu Talo. Kabupaten Seluma Jovi Andesta Pratama . Islamuddin . Study Program of Management. Faculty of Economic. Universitas Muhammadiyah Bengkulu . Department of Management. Faculty of Economic. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email: . Joviputra2016@gmail. Islamuddin@umb. ARTICLE HISTORY Received . Maret 2. Revised . Mei 2. Accepted . Mei 2. KEYWORDS Village HeadAos Leadership Style. Village Apparatus Perfomance. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di kantor Desa Pagar Banyu. Kecamatam Ulu Talo. Kabupaten Seluma. Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif dan di dalam pengumpulan data ilmiah dan informasi mengunakan kuisioner, serta observasi. penelitian ini membahas tentang AuPengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Kinerja Aparatur Desa di Desa Pagar Banyu. Kecamatan Ulu Talo. Kabupaten SelumaAy populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 orang Aparatur dan Masyarakat Desa Pagar Banyu, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang terdiri dari Apartur dan sebagian Masyarakat Desa Pagar Banyu. Dalam penelitian ini metode pengumpulan yaitu dengan cara observasi dan penyebaran kuisioner kepada para aparatur dan sebagian masyarakat stempat. Teknik analisis data mengunakan analisis instrmumen uji validitas dan relibilitas kusioner, analisis linier sderhana, serta mengunakan uji t dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja aparatur Desa dibuktikan dengan hasil regresi linier sederhana y= 9,481 0,438x, dan hasil t hitung >ttabel , serta Jika nilai Constant sebesar 9,481, hal ini bermakna, bahwa jika Gaya kepemimpinan kepala desa sama dengan 0 . , maka kinerja aparatur desa adalah sebesar 0,438 satuan. Dan Gaya kepemimpinan kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pagar Banyu. Ulu Talo. Seluma. Hal ini berarti hipotesis dapat diterima. ABSTRACT This research was conducted at the Pagar Banyu Village office. Ulu Talo Subdistrict. Seluma Regency. Bengkulu Province. It is a qualitative study with a descriptive approach, utilizing questionnaires and observations for the collection of scientific data and information. The study examines AuThe Influence of the Village HeadAos Leadership Style on the Perfomance of Village Apparatus in Pagar Banyu Village. Ulu Talo Subdiscrit. Seluma Regerency. Ay The population in this study consited of 20 village apparatus and residents of Pagar Banyu Village. The sampling technique involved selecting 20 individuals, comprising village apparatus and some residents of Pagar Banyu Village. Data collection methods included observation and distribution of questionnaires to the apparatus and some local residents. Data analysis techniques employed instrument validity and reliability tests, simple linear regression analysis, as well as t-test and hypothesis testing. Based on the data analysis, it was found that the leadership style significantly influences the perfomance of Village apparatus, as evidenced by the results of simple linear regression y = 9. the calculated t-value was greater than the critical t-value. If the leadership style of the village head is equal to 0, the perfomance of Village head has a positive and significant effect on the perfomamance of the apparatus in Pagar Banyu Village. Ulu Talo. Seluma. This implies that the hypothesis is accepted. PENDAHULUAN Secara umum, kepemimpinan adalah ketika tiga orang atau lebih berkumpul dan kemudian "mengajak, menyerukan" teman-temannya untuk melakukan sesuatu. pada dasarnya, orang tersebut telah melakukan "kegiatan memimpin" karena ada unsur "mengajak" dan mengkoordinir, ada teman, dan ada kegiatan. namun demikian, merumuskan batasan atau definisi kepemimpinan bukanlah hal mudah, berikut adalah beberapa pengertian AukepemimpinanAy yang dimaksud pemimpin disini merupakan Aupemimpin sebagai orang yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan, mengunakan dan mengerakkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan dari suatu organisasiAy Menurut pandangan Winardi, pemimpin dapat didefinisikan sebagai Auseseorang yang karena kecakapan-kecakapan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 1, 2024 page: 1Ae8 | 1 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 pribadinya ataupun tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk mengerakan upaya bersama kearah sasaran-sasaran tertentuAy. Gaya kepemimpinan, yang mencakup sikap pemimpin, adalah pola perilaku dan kepribadian yang dirancang untuk mempengaruhi tindakan anggota kelompok dan bawahan. Gaya kepemimpinan difokuskan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang bermanfaat bagi individu dan organisasi. Dalam konteks organisasi, kepemimpinan memainkan peran penting dalam menentukan pencapaian Kepemimpinan berfungsi sebagai titik fokus dan penentu kebijakan yang akan diterapkan di seluruh struktur organisasi. Selain hal di atas tipe kepemimpinan sring juga disebut prilaku kepemimpinan atau gaya kepemimpinan . eadership styl. Gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai standar perilaku yang digunakan oleh seseorang untuk memengaruhi perilaku orang lain. Oleh karena usahanya menyelaraskan presepsi diantaranya yang akan mempengaruhi dengan prilakunya akan dipengaruhi menjadi amat penting. Ducan Adam Ibrahim Indrawijaya . mengidentifikasi tiga gaya kepemimpinan: otokrasi, demokrasi, dan gaya bebas . he laisse-fai. Wursanto . memperluas tipologi tersebut dengan memasukkan gaya kepemimpinan seperti paternalistik, militeristik, dan terbuka. Sementara itu. Fandi Tjiptono dan Anastasia Diana . memperluas gagasan tersebut dengan memasukkan pendekatan kepemimpinan partisipatif, berorientasi pada tujuan, dan situasional. Serta secara tradisional, sebuah organisasi telah menjadi simpul sosial yang mengoordinasikan kegiatan secara langsung. Bekerja tanpa henti untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dengan menggunakan beberapa kata kunci yang relevan dan berbeda. Organisasi yang berhasil mencapai tujuan mereka dan mengatasi ketakutan sosial akan sangat berterima kasih kepada para pemimpin mereka. Organisasi sangat mungkin untuk mencapai tujuan mereka jika para pemimpin dapat melaksanakan tugas mereka secara efektif. Setiap organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang efektif dan memiliki kemampuan untuk tidak melemahkan anggota organisasinya. Akibatnya, jika seseorang tidak akan dianggap sebagai pemimpin jika tidak mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan yang secara efektif dan merusak kapasitas organisasi untuk tumbuh. Peran pemimpin sangat penting dalam mencapai tujuan organisasi. Sebagai pemandu utama, pemimpin memberikan arahan, menginspirasi motivasi, memfasilitasi kerjasama, dan mengatasi hambatan. Kepemimpinan yang efektif membentuk fondasi kesuksesan dan pertumbuhan organisasi. Ini adalah komponen penting dalam organisasi yang baru didirikan untuk menjamin bahwa setiap orang diperlakukan secara adil. Tentu saja, dalam rangka menjalankan pemerintahan di tingkat desa, kepala desa sebagai motor penggerak lembaga reflektif harus selalu memberikan motivasi dengan memberikan semangat dan dorongan, serta menggairahkan dan mengarahkan kerja. Dalam situasi seperti ini, gaya kepemimpinan kepala desa memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja aparatur desa di Kecamatan Ulu Talo. Kabupaten Seluma. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu variabel yang mempengaruhi kinerja adalah gaya kepemimpinan. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan desa sangat penting dalam mempengaruhi kinerja Perangkat Desa dalam menjalankan kewajibannya di dalam suatu organisasi. Kepala desa sebagai pemimpin memberikan contoh dan perilaku yang baik yang menarik bagi Aparatur Desa agar dapat bekerja dengan baik, menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap bawahannya untuk berperilaku positif, dan memotivasi mereka untuk bekerja agar dapat mencapai tujuan organisasi dengan kinerja yang tinggi. Dalam sebuah organisasi pemerintahan desa, kepemimpinan kepala desa tidak hanya harus mampu menjalankan tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang pemimpin, tetapi juga harus mampu menjadi teladan yang baik bagi perangkat desa dan Kepemimpinan kepala desa dapat didefinisikan sebagai keterampilannya dalam mengoordinasikan segala kepentingan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan. Pada pertengahan Mei 2023, penelitian awal dilakukan di Kantor Desa Pagar Banyu. Hasil observasi menunjukkan bahwa Kepala Desa Pagar Bayu terlihat proaktif dalam menerima dan mendengarkan saran atau masukan dari Dengan fokus pada kerja sama untuk mencapai tujuan bersama, ini mencerminkan keterlibatan kepala desa dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan bawahan. Namun peneliti di sini melihat gaya kepemimpinan yang masih diterapkan oleh kepala desa, masih terlihat fleksibel dan hambel, kekeluargaan dan lemah dalam peraturan ketegasan terkesan pasrah dan menyerahkan segala tanggung jawab kepada bawahan, sehingga terlihat mendelegasikan wewenang kepada bawahannya serta sehingga bisa terlihat meningkatnya motivasi dan rasa percaya pada anggota aparatur . , tapi sayangnya tanpa disadari cara pemimpin seperti ini juga dapat menimbulkan masalah, apalagi di dalamnya ada aparat dan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab . urang sejalan dan sepemikira. yang diharapakan dalam pencapain Pemerintahan Desa . yang baik dan berkedaulatan bagi masyarakat dan publik setempat. Oleh karena itu, peneliti mengakui adanya relevansi peran dan tugas dalam pemberian layanan masyarakat, meskipun belum ideal karena berbagai 2 | Jovi Andesta Pratama. Islamuddin. The Influence Of The Village Head's Leadership Style A keterbatasan seperti sumber daya manusia yang tidak memadai dan infrastruktur yang buruk. Kepemimpinan kepala desa menghadapi tantangan seperti kurangnya sumber daya perangkat desa, kurangnya kesadaran akan teknologi, dan kurangnya penyuluhan dan pembekalan perangkat desa. Kurangnya kesadaran aparatur desa terhadap aturan juga menjadi masalah, terbukti dengan adanya pelanggaran seperti kurangnya disiplin dalam manajemen waktu dan kekurangan dalam penerapan peraturan kepala desa. Meskipun sebagian besar aparatur desa sudah cukup disiplin, namun masih ada beberapa yang sering datang terlambat ke kantor. LANDASAN TEORI Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan mencerminkan pendekatan dan strategi yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam membimbing dan memotivasi tim atau kelompok kerjanya (E. Mulyas, 2012:. Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin ketika mempengaruhi Gaya mengacu pada sikap, gerakan, perilaku, dan kapasitas untuk mencapai kebaikan (Via Maharani, 2022:. Disisi lain, istilah Augaya kepemimpinanAy Artinya, para pemimpin menggunakan perilaku atau sikap untuk membujuk bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Bisa juga dikatakan bahwa istilah "gaya kepemimpinan" mengacu pada pendekatan dan rencana yang dianggap menarik dan sering diterapkan oleh para pemimpin. Agar kepemimpinan organisasi menjadi efektif, para pemimpin harus mengamati dan memahami berbagai bentuk kepemimpinan yang akan digunakan kepada bawahan mereka (Mulyadi dan Veithzal Rivai, 2. Gaya kepemimpinan atasan dapat mempengaruhi kinerja karyawan dan, sebagai hasilnya, keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Menurut Suranta, para pemimpin harus mengembangkan gaya kepemimpinan yang paling efektif, yang didefinisikan sebagai gaya yang memaksimalkan efisiensi kerja dan mudah beradaptasi dengan lingkungan organisasi (Suranta, 2. Mulyadi dan Veithzal Rivai mendeskripsikan gaya kepemimpinan sebagai pola perilaku dan teknik yang disukai dan sering digunakan oleh seorang pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan adalah metode pemimpin dalam menggerakkan dan mengarahkan bawahan untuk melakukan tindakan yang telah ditentukan untuk membantu mencapai tujuan. Thohah juga menggambarkan gaya kepemimpinan sebagai sekumpulan perilaku yang dilakukan seseorang ketika mencoba mempengaruhi perilaku orang lain dengan cara yang sebanding dengan apa yang diamatinya (Heni Rohaeni, 2016: . Berdasarkan beberapa definisi gaya kepemimpinan di atas, dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan berkaitan dengan teknik atau cara seorang pemimpin dalam memimpin, membimbing, dan menginspirasi orang lain yang berada di bawah bimbingannya. Gaya kepemimpinan mencerminkan cara seorang pemimpin berinteraksi dengan timnya, mengambil keputusan, mengelola konflik, dan mempengaruhi budaya kerja. Gaya kepemimpinan pada dasarnya bersifat sementara atau berubah-ubah, sehingga tidak mungkin untuk mengevaluasi penggunaan salah satu gaya kepemimpinan oleh seorang pemimpin. Karakter pemimpin menentukan gaya kepemimpinannya. Kepala Desa Kepala desa adalah pemegang kekuasaan tertinggi di desa dan berfungsi sebagai pemimpin formal dan informal yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang dipimpinnya (Widjaja, 2. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979, seperti yang dinyatakan dalam bukunya Pamudji . , kepala desa adalah pemimpin pemerintahan desa atau kelurahan. Ada beberapa perbedaan antara kepala dan pemimpin, antara lain: Seorang kepala diangkat oleh suatu kekuasaan atau instansi dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawab tertentu, sedangkan pemimpin diangkat oleh pengikut . atau oleh suatu kekuasaan dengan itikad baik dan pengakuan dari para pengikut. Seorang kepala mengandalkan peraturan dan wewenang dari atasan, tetapi seorang pemimpin mengandalkan kepercayaan para pengikut kepadanya. Seorang kepala beroperasi sebagai penguasa, sedangkan seorang pemimpin berfungsi sebagai fasilitator ide-ide organisasi, penggerak, pengarah, dan koordinator. Seorang pemimpin bertanggung jawab kepada atasan dan pihak ketiga, tetapi seorang kepala hanya bertanggung jawab kepada bawahannya. Seorang pemimpin diakui dan diakui oleh para pengikutnya karena mereka adalah anggota organisasi dan tidak terpisah darinya. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 1, 2024 page: 1Ae8 | 3 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Kinerja Aparatur Desa Kinerja aparatur desa mengacu pada efektivitas anggota pemerintah desa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Kinerja aparatur desa merupakan faktor yang paling signifikan dan memerlukan perhatian yang cukup besar dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan Penelitian tentang kinerja perangkat desa akan sangat bermanfaat dalam menentukan atau mengevaluasi jumlah, kualitas, dan efisiensi pelayanan, mendorong perangkat desa untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat yang dilayani, dan meningkatkan pelayanan publik. Kinerja perangkat desa adalah kemampuan perangkat desa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya secara berhasil guna dan berdaya guna. Rue and Byars menyatakan bahwa kinerja aparatur desa merujuk pada tingkat pencapaian. dengan demikian, kinerja karyawan dapat diinterpretasikan sebagai sejauh mana tujuan yang diinginkan Pendapat serupa dikemukakan oleh Gibson, yang menganggap keberhasilan seseorang ditentukan oleh kemampuan dan insentifnya dalam menyelesaikan tugas (Pasolong, 2. Dalam konteks manajemen kinerja. Dharma memberikan definisi kinerja pemerintah sebagai segala hal yang dicapai oleh pemerintah, kinerja kerja yang diperhatikan oleh pemerintah, dan kemampuan kerja yang terkait dengan penggunaan peralatan kantor (Dharma, 1991: . METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, karena digunakan untuk meneliti fenomena-fenomena alamiah . erbeda dengan eksperime. di mana peneliti berperan sebagai instrumen Jenis penelitian ini menggunakan metode purposive dan snowball sampling untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber sederhana, menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi . , melakukan analisis data secara induktif/kualitatif, dan menempatkan penekanan pada signifikansi temuan daripada generalisasi. Penelitian kualitatif umumnya diterapkan dalam bidang sosial dan dalam penelitian yang hasilnya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau metode kuantitatif lainnya (Sugiyono, 2. Penelitian ini tidak bergantung pada statistik untuk pengumpulan data. sebaliknya, penelitian ini biasanya mengadopsi pendekatan naturalistik untuk memahami fenomena HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Dan Reabilitas Dalam uji validitas dan reliabilitas instrumen ini, pengujian telah dilakukan pada setiap instrumen yang menjadi sumber data peneliti. Jika r positif, r Ou0,30, maka pernyataan tersebut valid, dan jika r O0,30, maka butir pernyataan tersebut tidak valid (Sugiyono, 2. Dapat ditampilkan pada tabel di bawah ini untuk setiap item pernyataan. Tabel 1 Uji Validitas Instrumen Variabel Gaya kepemimpinan (X) Kinerja aparatur desa (Y) Pernyataan R hitung Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: data yang diolah 2023 4 | Jovi Andesta Pratama. Islamuddin. The Influence Of The Village Head's Leadership Style A Tabel 2 Uji Realibitas Instrumen. Variabel CrobachAos alpha Gaya kepemimpinan Reliabel Kinerja aparatur desa Reliabel Sumber: data yang diolah 2023 Regresi Linier Sederhana Tabel 3 Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error GAYA KEPEMIMPINAN . Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Kinerja Aparatur Desa Sumber : hasil penelitian dan diolah, 2023 Dari hasil perhitungan regresi linier sederhana dengan mengunakan program SPSS 26 For Windows maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y= 9,481 0,438x. Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 9,481, mengandung arti nilai konsisten variabel kinerja aparatur desa adalah sebesar 9,481. Nilai koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan (X) sebesar 0,438, menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai gaya kepemimpinan, maka nilai kinerja aparatur desa bertambah sebesar 0,438. Koefisien regresi tersebut benilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Jadi dapat disimpulkan berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana adalah sebagai berikut: Berdasarakan nilai signifikan dari tabel coeffisiens diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X) berpengaruh terhadap variabel kinerja aparatur desa (Y). Berdasarkan nilai t diketahui thitung sebesar 3,735> ttabel 2,008, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X) berpengaruh terhadap variabel kinerja apratur desa (Y). Uji t Ketentuan uji t adalah: Jika nilai thitung >ttabel dan a< sig. maka variabel independen . aya kepemimpina. berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen . inerja aparatur des. Jika nilai thitungsig. maka variabel independen . aya kepemimpina. tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel depeden . inerja apartur des. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 1, 2024 page: 1Ae8 | 5 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data mentah yang dilakukan di kantor Desa Pagar Banyu. Ulu Talo. Seluma. Melalui penyebaran kuisioner terahadap 20 responden yang telah di uji sehingga dapat diketahui pengaruh gaya kepemimpinan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja aparatur desa (Y) pada kantor Desa Pagar Banyu. Kec. Ulu Talo. Kab. Seluma. Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X) Terhadap Kinerja Aparatur Desa (Y) Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur desa, di kantor Desa Pagar Banyu. Ulu Talo. Seluma. Artinya bahwa dalam mempengaruhi kinerja seorang aparatur desa, harus ada pemimpin yang mengerti bawahan serta menjalin komunikasi yang baik dari pemimpin dan karyawan sehingga kinerja karyawan akan meningkat. Hal ini sejalan dengan teori yang dipaparkan oleh Tjiptono, yang mendefinisikan gaya kepemimpinan sebagai cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahan (Tjiptono, 2. Di sisi lain, perspektif lain menyatakan bahwa gaya kepemimpinan mencakup pola perilaku seseorang, yang meliputi perkataan dan tindakan. Penelitian ini konsisten dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ria Sumantri dan Via Maharani yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil hipotesis dianggap dapat diterima dan dapat diandalkan, berlaku tidak hanya di lembaga pemerintah tetapi juga dalam pengaturan organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan di masa depan dalam lembaga atau organisasi dapat mengarah pada perbaikan dan peningkatan efektivitas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh gaya kepemimpinan kepala desa (X) terhadap kinerja perangkat desa (Y) di kantor Desa Pagar Banyu, dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan memang berpengaruh terhadap kinerja perangkat Desa Pagar Banyu Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma. Kesimpulan ini didukung oleh hasil persamaan regresi linier sederhana: y = 9,481 0,438x, dimana t-hitung lebih besar dari t-tabel: Dengan nilai konstanta sebesar 9,481 berarti bahwa jika gaya kepemimpinan kepala desa sama dengan nol, maka kinerja perangkat desa sebesar 0,438 satuan. Gaya kepemimpinan kepala desa menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pagar Banyu. Ulu Talo. Seluma. Hal ini menandakan diterimanya hipotesis. Saran Berdasarkan temuan penelitian dan kesimpulan, berikut adalah rekomendasi yang diusulkan: Pada variabel gaya kepemimpinan (X), disarankan pada pemerintahan kepala Desa Pagar Banyu Ulu Talo. Seluma. Untuk melakukan riset mengenai kepemimpinan di kantor desa lain yang berdasarkan dibidang yang dipimpin, agar dapat menetapkan gaya kepemimpinan yang lebih baik. Pada variabel kinerja apratur desa (Y), disarankan agar mematuhi pimpinan dimana apatur bekerja . agar lebih baik lagi dalam bekerja dan menjalankan tugas yang diembankan oleh masyarakat desa pagar banyu ulu talo, seluma. sehingga kedepannya apatur desa bisa lebih meningkat kinerjanya lebih baik. Disarankan bagi peneliti sealanjutnya khususnya yang ingin meneliti ditempat yang sama atau dengan variabel yang sama dengan tempat DAFTAR PUSTAKA