JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya Peserta Didik Kelas 4 UPT SP SDN 268 Towuti Fitrah Nur Hijriah1*. Edhy Rustam1. Lilis Suryani1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Universitas Islam Negeri Palopo. Palopo. Indonesia *Corresponding author email: 21108300033@iainpalopo. Article Info Article history: Received Augustus 05, 2025 Approved September 12, 2025 Keywords: Seating Arrangement. Communication Interaction. Cultural Diversity. Group Model. Quantitaive Approach ABSTRACT The research is grounded in the importance of classroom physical environments in creating a conducive learning atmosphere and promoting broader social interactions. This study aims to analyze the influence of seating arrangement patterns on studentsAo communication interaction and understanding of cultural diversity in Grade IV at UPT SP SDN 268 Towuti. Initial observations revealed limited interaction among students, who mostly communicated only with their seatmates. Therefore, a strategic seating arrangement approach is needed to enhance engagement and cultural awareness among students. This study employs a quantitative approach using path analysis. The subjects were 27 fourth-grade students. Data were collected through documentation and questionnaires, both of which were tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using multiple linear regression and t-tests. The results indicate that seating arrangement patterns have a significant influence on both communication interaction and studentsAo understanding of cultural diversity. Groupbased seating arrangements proved to be the most effective in fostering student interaction and enhancing their appreciation of diversity. These findings align with VygotskyAos constructivist theory, which emphasizes the role of social interaction in learning, and with Johnson & JohnsonAos perspective on the importance of group cohesion in developing tolerance and empathy in the classroom. Therefore, it is recommended that teachers implement collaborative seating arrangements and that schools support flexible classroom layouts. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya penataan lingkungan fisik kelas dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendorong interaksi sosial yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penataan pola tempat duduk terhadap interaksi komunikasi dan pemahaman keberagaman budaya peserta didik kelas IV UPT SP SDN 268 Towuti. Observasi awal menunjukkan bahwa interaksi peserta didik masih terbatas, sehingga diperlukan pendekatan penataan tempat duduk yang dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman terhadap keberagaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur . ath analysi. Subjek dalam penelitian ini adalah 27 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan angket, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan pola tempat duduk berpengaruh secara signifikan terhadap interaksi komunikasi maupun pemahaman keberagaman budaya peserta didik. Model tempat Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2474 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . duduk berkelompok terbukti memberikan pengaruh paling positif dalam membangun interaksi antarpeserta didik dan memperkuat pemahaman mereka terhadap Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivis Vygotsky yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses pembelajaran serta pandangan Johnson & Johnson mengenai pentingnya kohesi kelompok dalam meningkatkan toleransi dan empati di lingkungan kelas. Oleh karena itu, disarankan agar guru mengimplementasikan variasi penataan tempat duduk yang kolaboratif, serta sekolah memberikan fleksibilitas dalam pengaturan ruang belajar. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Hijriah. Rustam. , & Suryani. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya Peserta Didik Kelas 4 UPT SP SDN 268 Towuti. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 2474Ae2482. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Pendidikan adalah bagian terpenting terhadap pengembangan dan pembangunan suatu bangsa juga negara (Lilis Suryani et al. , 2. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha untuk memanusiakan manusia atau pengangkatan manusia ke taraf insani (Ratna Dewi et al. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, tidak hanya kurikulum dan metode pengajaran yang menjadi fokus, tetapi juga aspek lingkungan fisik di dalam kelas. Pentingnya lingkungan fisik kelas sebagai faktor yang memengaruhi proses pembelajaran telah menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Salah satu hal yang dapat memengaruhi proses pembelajaran adalah penataan pola tempat duduk peserta didik. Penataan pola tempat duduk yang tepat dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk interaksi antarpeserta didik, serta mempengaruhi konsentrasi dan fokus selama kegiatan pembelajaran. Interaksi antar peserta didik maupun dengan pendidik memiliki peran penting dalam proses pembelajaran (Inah Ety Nur, 2. Melalui interaksi, peserta didik dapat saling bertukar ide, membangun pemahaman bersama, dan mengembangkan keterampilan sosial. Penataan pola tempat duduk yang tepat dapat memfasilitasi interaksi positif di antara peserta didik, menciptakan suasana yang mendukung kolaborasi dan komunikasi. Suasana kelas yang memungkinkan peserta didik untuk berpartisipasi aktif, bertanya, dan berdiskusi dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Komunikasi merupakan suatu proses dimana adanya dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi antara satu dengan yang lain (Nurlela et al. , 2. Komunikasi dilakukan dalam diskusi untuk saling bertukar pikiran antara seseorang dengan yang lainnya. Dengan adanya komunikasi yang baik, maka proses bertukar pikiran akan berjalan dengan lancar. Pemahaman merupakan kemampuan seseorang untuk menangkap makna dan arti dari informasi yang diberikan (Dwi Setia Ningsih. , 2. Pemahaman ini dapat dikatakan sebagai kemampuan seseorang untuk mengulang informasi yang telah didapat menggunakan bahasa sendiri. Pemahaman ini dianggap lebih penting daripada sekedar hanya mengingat. Sebab pemahaman tidak hanya membantu peserta didik untuk sekedar menghafal tapi juga memahami konsep dari sesuatu. Jika peserta didik paham terhadap sesuatu atau pembelajaran yang diberikan, maka peserta didik akan dengan mudah mengerjakan soal atau tugas yang diberikan. Pemahaman merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami suatu konsep (Ervi Rahmadani et al. , 2. Keberagaman merupakan kondisi dimana terdapat banyak perbedaan dalam kelompok masyarakat. Keberagaman yang dimaksud dapat berupa suku Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2475 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . bangsa, ras, agama, keyakinan dan lain-lain. Keberagaman merupakan sikap dimana keadaan dari diri seseorang yang mendorong untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar kenyataan terhadap agama. Berdasarkan hasil observasi, di kelas 4 UPT SP SDN 268 Towuti kurangnya interaksi peserta didik dengan peserta didik yang lain. Peserta didik lebih sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sebangkunya dibandingkan dengan teman yang lainnya. Penataan pola tempat duduk termasuk ke dalam lingkungan fisik kelas yang sangat berpengaruh. Jika guru menerapkan penataan pola tempat duduk, dapat mempengaruhi interaksi komunikasi peserta didik dengan teman-teman yang lain juga mempengaruhi hasil belajar mereka. Jika penataan pola tempat duduk diubah-ubah seperti membentuk sebuah kelompok-kelompok kecil . , maka interaksi antar peserta didik tersebut akan meningkat dan bisa saja hasil belajar akan meningkat juga karena mereka bisa berkerja sama dalam meyelesaikan suatu tugas dan saling bertukar pikiran jika ada teman yang kurang mengerti terhadap materi. Oleh karena itu, berdasarkan masalah yang ada, peneliti mengambil judul pengaruh penataan pola tempat duduk terhadap interaksi komunikasi dan pemahaman keberagaman budaya untuk melihat bagaimana pengaruh dari penataan pola tempat duduk dalam meningkatkan interaksi dan hasil belajar peserta didik. Interaksi dan komunikasi pada saat belajar mengajar sangat mempengaruhi hasil belajar dari peserta didik (Nurjannah Umi . , 2. Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini yaitu. Penelitian yang dilakukan oleh Novandina Izzatillah Firdaus AuPengaruh Variasi Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Proses Pembelajaran IPS Kelas V Di MI Natijatul Islam Sumberejo Jaken Pati Tahun Ajaran 2019/2020Ay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian variasi dalam penataan pola tempat duduk menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik terhadap proses pembelajaran IPAS. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh secara persial penataan pola tempat duduk terhadap interaksi komunikasi peserta didik kelas 4 UPT SP SDN 268 Towuti dan untuk mengetahui pengaruh secara parsial penataan pola tempat duduk terhadap pemahaman keberagaman budaya peserta didik kelas 4 UPT SP SDN 268 Towuti. METODE Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif . Penelitian ini menggunakan metode model analisis jalur . ath analysi. karena diantara variabel independent dengan variabel dependent terhadap mediasi yang mempengaruhi. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2476 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Keterangan : X1 = Model klasik X2 = Model berhadapan X3 = Model U X4 = Model berkelompok X5 = Model V Y1 = Interaksi komunikasi Y2 = Pemahaman keberagaman budaya Lokasi dari penelitian ini yaitu di SDN 268 Towuti (Jalan Setia. Timampu. Kecamatan Towuti. Kabupaten Luwu Timu. Adapun waktu pelaksanaan dari penelitian ini yaitu 2 bulan. Subjek dari penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik UPT SDN 268 Towuti kelas 4 yang berjumlah 27 peserta didik. Objek dari penelitian ini ialah peningkatan interaksi dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi keberagaman budaya. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner. Setelah data hasil penelitian terkumpul, selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan Deskriptif Statistik, sebagai berikut : Uji Normalitas Uji Normalitas sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah Untuk uji normalitas ini akan menggunakan sistem SPSS. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak dengan menggunakan sistem SPSS. Analisis Regresi Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Rumus persamaan regresi berganda dapat dijabarkan sebagai berikut: Y = X A Y = Variabel Y X = Variabel X = Konstanta = koefisien regresi A = Distribusi error Uji Hipotesis Uji persial atau uji t merupakan pengujian kepada koefisien regresi secara parsial, untuk mengetahui sgnifikasi secara parsial atau masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah: Apabila nilai signifikan < 0,05 atau t hitung > t tabel, maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen . Apabila nilai signifikan > 0,05 atau t hitung < t tabel, maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2477 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah peneliti melakukan penelitian terhadap peserta didik kelas 4 UPT SP SDN 268 Towuti, diperoleh sebanyak 27 responden yang berpartisipasi dalam pengisian angket. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner sebagai alat utama untuk memperoleh informasi langsung dari para peserta didik. Penyebaran angket dilakukan secara terstruktur dan sistematis guna memastikan keakuratan data yang diperoleh sesuai dengan variabel yang diteliti. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel penataan pola tempat duduk (X) terhadap dua variabel dependen, yaitu interaksi komunikasi (Y. dan pemahaman keberagaman budaya (Y. Penataan pola tempat duduk dimaksudkan sebagai suatu strategi dalam pengelolaan kelas yang berfokus pada pengaturan penataan pola tempat duduk model klasik, model berhadapan, model U dan model berkelompok. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penataan pola tempat duduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap interaksi komunikasi antar peserta Hal ini terlihat dari meningkatnya frekuensi komunikasi antar siswa ketika mereka duduk dalam pola yang memungkinkan adanya kontak mata, diskusi kelompok, serta kerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Suasana kelas yang mendukung interaksi positif ini memperkuat asumsi bahwa penataan tempat duduk dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk dinamika komunikasi yang efektif di dalam kelas. Selain itu, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penataan pola tempat duduk turut berkontribusi terhadap meningkatnya pemahaman peserta didik terhadap keberagaman budaya. Pola duduk yang kolaboratif, seperti pola berkelompok memungkinkan peserta didik lebih sering berinteraksi dengan teman-temannya. Interaksi yang intensif ini mendorong tumbuhnya sikap toleransi, saling menghargai, serta keterbukaan terhadap perbedaan, yang pada akhirnya meningkatkan pemahaman mereka terhadap keberagaman budaya di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperkuat pentingnya peran penataan pola tempat duduk dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan interaktif. Pendidik sebagai fasilitator pembelajaran diharapkan dapat lebih kreatif dalam mengatur tempat duduk peserta didik, tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk mendukung pengembangan kemampuan sosial dan nilai-nilai keberagaman budaya dalam diri peserta didik. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2478 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk (X) terhadap Interaksi Komunikasi (Y. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan melalui uji t, ditemukan bahwa variabel penataan pola tempat duduk (X) memiliki nilai t hitung sebesar 6,547. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel sebesar 2. 060 yang digunakan sebagai batas kritis pada tingkat Selain itu, nilai signifikansi yang diperoleh dari pengujian ini adalah sebesar 000 yang berarti lebih kecil dari 0. Hasil ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh yang signifikan antara penataan pola tempat duduk terhadap interaksi komunikasi peserta didik. Dengan demikian, hipotesis (H. dalam penelitian ini dinyatakan diterima, sementara hipotesis nol (H. Artinya, penataan pola tempat duduk secara parsial terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan interaksi komunikasi di dalam Temuan ini memperkuat anggapan bahwa pengaturan posisi duduk siswa tidak hanya berdampak pada aspek fisik kenyamanan belajar, tetapi juga mampu membentuk suasana kelas yang mendorong partisipasi aktif, percakapan yang konstruktif, serta kerja sama antar peserta Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa setiap model penataan pola tempat duduk memberikan pengaruh yang berbeda terhadap peningkatan interaksi komunikasi peserta didik. Penataan tempat duduk dengan model klasik memberikan peningkatan interaksi komunikasi 083, sedangkan model berhadapan memberikan peningkatan sebesar 0. Selanjutnya, model U menunjukkan peningkatan sebesar 0. Sementara itu, penataan pola tempat duduk model berkelompok memberikan hasil tertinggi, yakni sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa model berkelompok paling efektif dalam mendorong terjadinya komunikasi antar peserta didik di kelas. Temuan ini sejalan dengan pendapat Santrock . , yang menyatakan bahwa interaksi sosial siswa dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh struktur ruang kelas, termasuk dalam hal ini adalah penataan tempat duduk. Model tempat duduk berkelompok memfasilitasi interaksi tatap muka dan kerja sama, sehingga lebih mendorong siswa untuk saling berdiskusi, bertukar ide, dan bekerja sama dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, menurut Eggen & Kauchak . , pengaturan tempat duduk secara berkelompok cenderung meningkatkan interaksi sosial karena peserta didik lebih terlibat dalam proses belajar yang kooperatif. Dengan demikian, penataan tempat duduk bukan hanya menjadi unsur teknis dalam pengelolaan kelas, tetapi memiliki peran strategis dalam mendukung proses komunikasi yang efektif antar siswa. Guru sebagai pengelola kelas perlu mempertimbangkan penggunaan pola berkelompok, terutama dalam kegiatan pembelajaran yang menekankan kolaborasi dan diskusi, agar proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan dinamis. Pengaruh positif tersebut mencerminkan bahwa pola tempat duduk yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek sosial dan komunikasi siswa, seperti berkelompok cenderung mendorong lebih banyak interaksi dua arah antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru. Hal ini berbeda dengan pola duduk tradisional yang bersifat individual dan menghadap ke depan, yang cenderung membatasi komunikasi serta menghambat keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelolaan kelas, khususnya dalam konteks pembelajaran yang menekankan kolaborasi dan komunikasi. Guru diharapkan dapat memanfaatkan penataan tempat duduk sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas interaksi dalam kelas. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih hidup, menyenangkan, serta mendorong terbentuknya iklim pembelajaran yang demokratis dan inklusif. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2479 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pengaruh Penataan pola tempat duduk (X) terhadap Pemahaman Keberagaman Budaya (Y. Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan terhadap variabel pemahaman keberagaman budaya (Y. , diperoleh nilai thitung sebesar 4. 701, yang lebih besar dari nilai ttabel sebesar 0. Selain itu, nilai signifikansi sebesar 0. 000 menunjukkan bahwa hasil tersebut berada jauh di bawah ambang batas signifikansi 0. Hal ini menandakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penataan pola tempat duduk (X) secara parsial terhadap pemahaman keberagaman budaya peserta didik. Dengan demikian, hipotesis kedua (H. dalam penelitian ini diterima, sementara hipotesis nol ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa penataan tempat duduk tidak hanya berdampak pada aspek komunikasi atau interaksi sosial, tetapi juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap keberagaman budaya. Ketika tempat duduk diatur dengan pola kolaboratif, seperti duduk berkelompok atau melingkar, peserta didik memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan teman-teman dari latar belakang yang berbeda. Interaksi ini memberikan ruang untuk saling mengenal, bertukar pandangan, dan membentuk sikap toleransi terhadap perbedaan budaya yang ada di lingkungan kelas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penataan pola tempat duduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman keberagaman budaya peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap model penataan tempat duduk memberikan kontribusi yang berbeda terhadap peningkatan pemahaman tersebut. Penataan tempat duduk model klasik tidak memberikan pengaruh karena menunjukkan hasil sebesar (-0. , sementara model berhadapan memiliki pengaruh sebesar 0. Model tempat duduk berbentuk U menunjukkan pengaruh 059, dan yang tertinggi adalah model berkelompok dengan pengaruh sebesar 0. Temuan ini mengindikasikan bahwa model tempat duduk model berkelompok paling efektif dalam mendorong pemahaman peserta didik terhadap keberagaman budaya dibandingkan dengan model lainnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Vygotsky . dalam teorinya tentang sociocultural learning, yang menyatakan bahwa interaksi sosial memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif dan pemahaman nilai-nilai sosial, termasuk keberagaman budaya. Penataan tempat duduk yang memungkinkan siswa berinteraksi secara intensif, seperti model berkelompok, menciptakan ruang bagi mereka untuk saling berdiskusi, berbagi pandangan, dan memahami latar belakang budaya satu sama lain. Selain itu, menurut Slavin . , pembelajaran kooperatif yang difasilitasi oleh pengaturan tempat duduk berkelompok dapat meningkatkan empati, rasa toleransi, serta pemahaman terhadap perbedaan dalam kelompok belajar. Dengan demikian, pengaturan tempat duduk yang bersifat kolaboratif tidak hanya mendukung pencapaian tujuan akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk kesadaran multikultural di kalangan peserta didik. Guru sebagai fasilitator pembelajaran perlu mempertimbangkan penggunaan model tempat duduk yang tidak hanya fokus pada efektivitas pengajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dalam konteks keberagaman. Temuan ini selaras dengan tujuan pendidikan multikultural, yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami materi akademik, tetapi juga nilai-nilai sosial seperti keberagaman, empati, dan keterbukaan. Penataan tempat duduk yang mendukung keterlibatan sosial menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan strategi pengaturan tempat duduk sebagai bagian dari pendekatan pedagogis yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pemahaman nilainilai kebhinekaan. Pengaruh Penataan Pola Tempat Duduk Terhadap Interaksi Komunikasi dan Pemahaman Keberagaman Budaya - 2480 Hijriah et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Secara keseluruhan, hasil uji t ini menegaskan bahwa penataan tempat duduk memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap keberagaman Oleh karena itu, penataan tempat duduk bukan hanya aspek teknis dalam pengelolaan kelas, melainkan juga strategi edukatif yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan pemahaman sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan pola tempat duduk memiliki pengaruh positif terhadap interaksi komunikasi dan pemahaman keberagaman budaya peserta didik. Hal ini sejalan dengan teori Vygotsky yang menyatakan bahwa pembelajaran berlangsung optimal melalui interaksi sosial. Ketika peserta didik duduk dalam kelompok, mereka lebih mudah berkomunikasi dan saling bertukar gagasan. Penelitian ini juga mendukung temuan dari Johnson & Johnson . yang menyebutkan bahwa struktur kelompok dalam kelas meningkatkan kohesi sosial, toleransi, dan empati antar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu Penataan Pola Tempat Duduk (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Interaksi Komunikasi (Y. Sehingga hipotesis Pertama (H. Penataan pola tempat duduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap interaksi komunikasi dikarenakan berdasarkan hasul uji t variabel Penataan Pola Tempat Duduk (X) memiliki nilai t hitung 6,547 > t tabel 2,060 dan nilai signifikasi sebesar 0. 000 < 0. Penataan pola tempat duduk yang memiliki pengaruh yang signifikan yaitu penataan pola tempat duduk model berkelompok sebab model berkelompok (X. akan menyebabkan peningkatan pada interaksi komunikasi (Y. Penataan pola Tempat Duduk (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pemahaman Keberagaman budaya (Y. , sehingga hipotesis kedua (H. Penataan pola tempat duduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman keberagaman budaya dikarenakan berdasarkan hasul uji t Penataan Pola Tempat Duduk (X) memiliki t hitung 4. 701 > t tabel 0. 060 dan nilai signifikasi sebesar 0. 000 < 0. Penataan pola tempat duduk yang memiliki pengaruh yang signifikan yaitu setiap peningkatan pada variabel Model Berkelompok (X. akan menyebabkan peningkatan pada Pemahaman Keberagaman Budaya (Y. DAFTAR PUSTAKA