Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 3026-7048 (Online - Elektroni. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare. Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa1. Siti Auliyatil Karomah2. Neni Novitasari 3 1,2 Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan. Indonesia 3 Universitas Borneo Tarakan. Kota Tarakan. Kalimantan Utara. Indonesia correspondence e-mail: camilafaradisa01@gmail. auliyatilkaromahsiti@gmail. comA novitasari_neni@borneo. id A Abstract This research is motivated by the low creative thinking ability of students in elementary science learning, the learning tends to be boring, and orientation on the ability of teachers who only teach knowledge, not on analytical, synthetic, and creative abilities. Based on this background, this study aims to improve students' creative thinking skills in elementary science learning. The type of research used in this research is Classroom Action Research with the Kemmis and Mc Taggart stages, namely planning, implementation, observation, and The technique is descriptive qualitative using the percentage technique. and the determined success criteria is the score exceeds > 75%. The results of this study indicate an increase in creative thinking skills from the pre-cycle results of 40% with the category increasing in the first cycle, namely 70% and the final result increasing by 100%. Keywords: Creative thinking. Mind mapping. Science Riwayat artikel: : 01 September 2024 Diterima : 24 October 2024 Dikirim : 12 November 2024 Revisi A 2024 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution ShareAlike (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/) . Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Pendahuluan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab I, pasal 1, ayat 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kemampuan berpikir thinking skill atau pemikiran yang terlatih penting dalam dunia pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterampilan berpikir yang baik, seseorang akan memiliki modal untuk bisa memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan. Memiliki keterampilan berpikir dapat membangun pribadi individual yang demokratis. Pembelajaran di sekolah yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir siswa berkaitan dengan perkembangan teknologi bangsa tersebut. siswa berkaitan erat dengan perkembangan teknologi bangsa tersebut. perkembangan teknologi yang berlangsung seperti sekarang, tidak terlepas dari penguasaan IPA. Dapat dinyatakan bahwa pengaruh penguasaan IPA oleh sebuah bangsa menentukan kemampuan bangsa tersebut dalam menguasai teknologi. Muatan pembelajaran di sekolah dasar terdiri dari PPKn. Bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial, serta seni budaya dan prakarya yang dikemas dalam pembelajaran tematik di kelas tinggi yaitu kelas IV. V, dan VI. Pembelajaran tematik menggunakan tema sebagai bentuk pengaitan beberapa muatan pelajaran. Pada kelas rendah yaitu I. II, dan i muatan pelajaran tematik hanya terdiri dari PPKn. Bahasa Indonesia, seni budaya dan prakarya. IPA dan IPS yang terdapat di kelas rendah terintegrasi dengan muatan pelajaran lain dalam tematik yang tidak terpisahkan sehingga tidak berdiri sendiri dalam muatan pelajaran tersebut. Adapula pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Bahasa Jawa, dan matematika. Semua muatan pelajaran ini saling terkait satu sama lain. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah komponen muatan pelajaran yang terdapat di kurikulum 2013. Pada hakikatnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu dari beberapa mata pelajaran yang sangat berperan dalam https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari pengembangan IPTEK, pelajaran IPA di Sekolah Dasar merupakan dasar bagi siswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam/sains di jenjang pendidikan yang lebih tinggi SMP. SMU, maupun di Perguruan Tinggi. Pembelajaran IPA khususnya di Sekolah Dasar pada prinsipnya tidak cukup sekedar menghafal suatu konsep melalui buku pelajaran, namun lebih dari itu. Sesuai dengan aturan pemerintah, pendidikan memiliki fungsi dan tujuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Hal ini terinci dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II, pasal 3. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kemampuan berpikir kreatif merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk membantu siswa menjadi pebelajar sukses, individu yang percaya diri serta menjadi warga negara yang bertangg ung jawab sehingga penting dikembangkan pada berbagai mata pelajaran untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kreativitasnya serta kreatif dalam memecahkan masalah. Pentingnya keterampilan berpikir kreatif yang harus dimiliki oleh setiap siswa proses belajar. Melalui keterampilan berpikir kreatif siswa tidak hanya mampu memahami materi pelajaran yang dipelajari tapi bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapinya. Berpikir kreatif juga akan meningkatkan semangat belajar siswa, sehingga menjadi siswa yang aktif dalam belajar. Persoalan di lapangan, belum banyak guru yang memiliki kegairahan dalam model-model mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Guru lebih cenderung menggunakan model konvensioanal seperti ceramah. Fenomena seperti ini, merupakan bentuk dari model pembelajaran yang kurang mendukung pada usaha pengembangan keterampilan berpikir siswa. Bahkan, jika seorang guru, lebih senang menggunakan model pembelajaran satu arah . , akan menurunkan minat, semangat belajar https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 siswa dan membekukan penalarannya. Siswa akan terkondisikan tidak terbiasa berpikir dan memecahkan masalah Guru sebagai fasilitator harus memiliki sikap yang baik, pemahaman terhadap peserta didik melalui kegiatan dalam pembelajaran dan memiliki kompetensi dalam menyikapi perbedaan individual peserta didik. Sehingga guru perlu memahami karakter siswa termasuk gaya belajar, maupun kebutuhan kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa. Sebagai seorang fasilisator, guru harus mampu menempatkan diri sebagai orang yang memberi pengarahan dan petunjuk agar siswa dapat belajar secara optimal. Baik dengan media pembelajaran maupun model pembelajaran yang tepat, metode pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan materi pelajaran yang Dengan demikian dari pendapat diatas dapat diartikan bahwa kemampuan berpikir kreatif penting untuk mendorong siswa berimajinasi sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan sehingga melatih siswa mengembangkan dalam keterampilan berpikir kreatif melalui metodee pembelajaran yang menarik dan efektif. Peran guru sangat penting dalam memilih model pembelajaran yang efektif dan efesien sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA. Penggunaan metode pembelajaran dapat menunjang perubahan dalam setiap proses pembelajaran. Sehingga dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan terdapat permasalahan yang dialami siswa di kelas IV SDN Pacentan 3 saat mempelajari materi IPA yaitu siswa mengalami hambatan dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut berpikir Seperti halnya isu-isu lingkungan. Saat memecahkan masalah, siswa mengalami kesulitan dalam menghasilkan solusi, solusi, serta menguraikan solusi tersebut menjadi jelas dan Hal tersebut terjadi karena pembelajaran yang dilakukan guru masih dominan dengan metode ceramah, yang membuat siswa memecahkan masalah. Selain itu, pemberian soal masih identik dengan soal hafalan. Hal tersebut hanya menuntut siswa untuk mengingat materi yang ada di buku atau yang telah disampaikan guru. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Dari pemaparan masalah diatas, peneliti memberikan solusi dengan menerapkan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemapuan berpikir kreatif siswa yaitu metode pembelajaran Mind Mapping. Pemilihan metode Mind Mapping dapat melatih otak siswa untuk melihat secara menyeluruh / dan terintegrasi antara logika dan daya khayal siswa (Zahro. Degeng, & Mudiono, 2. Menurut Istarani model ini memiliki kelebihan yaitu mengembangkan kemampuan berpikir secara holistic, untuk melihat keseluruhan dan bagian Ae bagian, mengembangkan kecakapan, strategi dan kebiasaan belajar, mengembangkan menuangkan ide Ae ide atau suatu gagasan baru, mengembangkan kapasitas untuk memikirkan kemandirian. Mind Mapping merupakan istilah untuk membantu membuka seluruh potensi dan kapasitas otak yang masih AutersembunyiAy. Dengan demikian, konsep yang telah diperoleh siswa tersimpan lebih lama dalam ingatan dibandingkan jika siswa diberikan suatu konsep dengan cara bercerita. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul: AuPenerapan Metode Pembelajaran Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPA kelas IV SDN Pacentan 3Ay Metode Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA kelas IV SDN Pacentan 3. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggrisnya yaitu Clasroom Action Research (CAR). Penelitian Tindakan Kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru di kelas . tempat ia mengajar yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas proses pembelajaran di kelas. Model Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis & Mc Taggart, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Menurut Kemmis & Mc Taggart ada beberapa tahapan dalam https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 penelitian ini, yaitu: . perencanaan, . pelaksanaan, . Penelitian ini dilakukan di SDN Pacentan 3. Kecamatan Tanah Merah. Kabupaten Bangkalan pada tanggal 9 -19 Maret 2024 yang terbagi menjadi 2 Siklus. Subjek atau Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 20 siswa kelas IV, dengan siswa laki-laki berjumlah 10 dan siswa perempuan berjumlah 10, yang diambil berdasarkan usulan dari guru kelas, dan satu guru kelas/wali kelas. Penelitian dibagi menjadi 2 siklus untuk memaksimal hasil penilitian untuk melihat peningkatan yang signifikan pada siswa yang diteliti. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, tes dan Peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi langsung. Wawancara digunakan untuk mengetahui keadaan awal kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum diberikan tindakan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi . untuk siswa dan guru serta lembar tes yang isinya sesuai dengan indikator yang ditentukan oleh peneliti, dengan menggunakan skala likert. Adapun Teknik analisis datanya dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan teknik persentase, untuk melihat kecendrungan yang terjadi dalam proses dan perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa yang terjadi selama pembelajaran Kriteria keberhasilan penelitian yang ditentukan peneliti adalah > 75% di setiap indikatornya. Hasil dan Pembahasan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggrisnya yaitu Clasroom Action Research (CAR). Penelitian Tindakan Kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru di kelas. tempat ia mengajar yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas proses pembelajaran di kelas. Ada dua siklus yang dilakukan dalam penelitian ini untuk memperoleh data tentang hasil membaca pemahaman. Masing-masing siklus menggunakan metode pembelajaran Mind Mapping. Pelaksanaan tindakan pada setiap siklus disertai dengan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, mulai dari pemeriksaan tahap studi awal sampai pada siklus kedua diperoleh data sebagai berikut: https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Deskipsi Pra Siklus Dilakukannya Observasi Pra Tindakan. Sebelum dilaksanakan penelitian, peneliti melakukan studi pendahuluan pada siswa kelas IV SDN Pacentan 3 pada tanggal 8 Maret 2024. Sebelumnya peneliti juga telah meminta izin kepada kepala sekolah selaku pimpinan sekolah untuk menyampaikan maksud dan tujuan peneliti yang akan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada sekolah yang ingin dituju dan mendapat izin pada tanggal 9 Maret 2024 untuk melakukan Penelitiann Tindakan kelas tersebut. Kemudian Penelitian Pratindakan Setelah diperolehnya kesepakatan dengan kepala sekolah dan beberapa guru wali kelas, selanjutnya peneliti mulai melakukan penelitian pada kelas yang akan dijadikan bahan observasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilaksanakan. Penelitian meliputi pengamatan terhadap kelas tersebut seperti: jumlah siswa, keaktifan siswa pada saat pembelajaran sebelumnya, minat siswa selama pembelajaran. Hasil pra siklus atau sebelum diberikan tindakan hasil wawancara kepada guru persentase tiap indikatornya yang terdiri dari 5 indikator yakni antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran, interaksi siswa dengan guru, kerja sama kelompok, aktivitas siswa dalam kelompok, dan partisipasi siswa dalam menyimpulkan pembahasan, setiap indikator tersebut masih di bawah 75% yang artinya tidak sesuai kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan sebelumnya oleh peneliti . Oleh karena itu perlunya tindakan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Deskripsi Siklus I Pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu 9 Maret 2024. Materi yang diajarkan pada pertemuan pertama ini adalah Siklus Hidup Hewan. Peneliti menyusun rencana pembelajaran bersama kolaborator yaitu Ibu Eny Astuti. Pd. SD rencana tindakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut. Perencanaan Siklus I Menentukan waktu penelitian. Waktu penelitian ditentukan oleh peneliti dan Waktu yang direncanakan untuk tindakan Siklus I adalah tanggal 9 dan 12 Maret 2024 Menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menyiapkan materi pembelajaran. Materi yang digunakan pada siklus ini adalah Siklus Hidup. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Menyusun lembar observasi yang di dalamnya berisi lembar pengamatan tentang aktivitas guru dan siswa saat proses pembelajaran. Pelaksanaan Siklus I Pelaksanaan Siklus I terdapat 2 kali pertemuan pyaitu pertemuan pertama pada tanggal 9 Maret 2024 untuk penyampaian materi dan pertemuan kedua pada tanggal 12 Maret 2024 untuk kegiatan evaluasi. Pertemuan I Kegiatan Awal : Sebelum pembelajaran dimulai guru dengan siswa berdoa bersama peserta didik untuk mengawali pembelajaran, setelah berdoa guru mengecek kehadiran siswa, lalu memberi motivasi kepada peserta didik. Hari itu semua peserta didik masuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Sebelum menyampaikan tujuan pembelajaran kegiatan awal pertemuan pertama siklus I berlangsung berdurasi 5 menit. Kegiatan Inti : Pada kegiatan inti, peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disesuaikan dengan metode mind mapping. Hal pertama yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu peneliti menyampaikan topik materi yang akan dipelajari yaitu siklus hidup hewan, setelah itu peneliti membentuk siswa menjadi 4 kelompok. Kemudian peneliti mempersiapkan alat-alat yang diperlukan yaitu kertas gambar, spidol warna, pensil dan penghapus, peneliti menjelaskan kepada siswa mengenai materi siklus hidup hewan serta tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping. Setelah siswa memahami materi yang disampaikan oleh peneliti, peneliti membagikan materi kepada setiap kelompok, peneliti memberi arahan kepada peserta didik untuk melakukan diskusi kepada masing-masing kelompok untuk membuat materi daalam metode mind mapping, setelah siswa berdiskusi dan selesai membuat materi siswa akan diminta oleh peneliti untuk mempresentasikan hasil materi yang telah dibuat oleh setiap kelompok. Peserta didik/perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dalam metode mind mapping, guru mengklarifikasi jawaban yang telah diberikan peserta didik kemudian guru penghargaan/hadiah. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Kegiatan Akhir . Kegiatan akhir berlangsung selama 10 menit. Peneliti melakukan refleksi tentang materi pembelajaran hari itu. Peneliti memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik agar peserta didik rajin belajar agar hasil belajarnya dapat meningkat. pembelajaran diakhiri dengan berdoa Pertemuan II Kegiatan Awal : Kegiatan awal berlangsung 5 menit. Kegiatan diawali guru terlebih dahulu mengondisikan peserta didik. Kedua melakukan doa bersama sesuai dengan agama masing-masing. Sebelum memulai pelajaran peserta didik menyimak pembelajaran disampaikan guru Kegiatan Inti : Kegiatan inti berlangsung selama 55 menit. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah guru membagi instrument soal kepada peserta didik sebagai tahap akhir pengambilan data terkait hasil belajar peserta didik pada siklus I, dimana jenis tesnya pilihan ganda dan essay, soal pilihan ganda 10 nomor dan essay 5 nomor dan total jumlah soal ada 15 nomor. Kegiatan Akhir : Kegiatan akhir berlangsung selama 10 menit. Kegiatan yang dilakukan adalah guru melakukan penilaian hasil belajar peserta didik setelah selesai guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan, kemudian guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik agar rajin belajar. Kemudian peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan berdoa bersama. Hasil Siklus I Hasil wawancara kepada guru mengenai penerapan metode mind mapping pada pembelajaran yaitu Penerapan metode mind mapping pada pembelajaran IPA terutama kelas IV SDN Pacentan 3 cukup menarik karena peserta didik lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, siswa menjadi lebih aktif selama pembelajaran, meningkatkan kerja sama antar siswa dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Dengan adanya metode ini diharapkan para pembelajaran IPA sehingga kemampuan dalam pemahaman materi semakin baik. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Gambar 1. Diagram Hasil Ketuntasan Siswa kelas IV Hasil gambaran dari diagram di atas terlihat kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I masih belum mencapai tujuan peneliti yaitu minimal 75% indikator ketuntasan. Peneliti menduga hasil belajar belum tercapai karena siswa butuh pembiasaan atau penyesuaian tehadap cara mengajar peneliti yang diduga tergolong baru menurut siswa kelas IV SDN Pacentan 3, untuk itu peneliti masih akan tetap melanjutkan penelitian ke siklus berikutnya agar dapat mencapai tujuan Tabel 1. Observasi Kegiatan Guru Aspek yang dinilai Siklus 1 Pertemuan 1 Pertemuan2 Tidak Tidak Mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama Oo Oe Oo Oe dan keyakinan masing- masing. ntuk mengwali Melakukan komunikasi tentang kehadiran peserta didik Oo Oe Oo Oe Memberikan motivasi kepada peserta didik Oe Oe Oe Oe Menyampaikan tema yang akan dipelajari yaitu Oo Oe Oo Oe memperlihatkan beberapa gambar siklus makhluk hidup hewan Guru membagi peserta didik dalam kelompok sesuai Oo Oe Oo Oe model mind mapping https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Guru membagi materi kepada setiap siswa masingmasing untuk membaca materi yang dimiliki setiap Guru mempersiapkan alat-alat yang diperlukan Guru menjelaskan mengenai materi siklus makhluk hidup sesuai dengan model mind mapping Setelah selesai perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil mind 10 Guru mengumumkan kelompok yang paling terbaik dan memberikan penghargaan 11 Guru dan peserta didik menyimpulkan pelajaran yang telah dipelajari mengenai siklus makhluk hidup dan bertanya jawab untuk mengetahui hasil ketercapaian 12 Melakukan penilaian hasil belajar 13 Mengajak semua peserta didik berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing untuk menutup kegiatan Jumlah Oo Oe Oo Oe Oo Oe Oe Oe Oe Oo Oe Oe Oe Oe Oe Oe Oo Oe Oo Oe Oe Oe Oo Oe Oe Oe Oe Oe Oe Oo Oe Oe Pada tabel tersebut menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan pertama, tujuh aspek yang mendapat tanda centang . Pertemuan kedua, sembilan aspek yang mendapat tanda centang . Tabel 2. Hasil Observasi Siswa Nama Inisial Siswa https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Siklus I Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Jumlah Rata-rata 1,150 Dari Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil pemberian lembar observasi hasil belajar peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan yang sekolah Dimana secara klasikal hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada siklus I yaitu 57,5 dengan kategori cukup paham. Hal ini disebabkan karena pada saat proses pembelajaran masih terdapat siswa yang kurang disiplin pada saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti. Refleksi Siklus 1 Data yang diperoleh dari hasil belajar siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dari kelas IV SDN Pacentan 3 masih perlu untuk ditingkatkan pada siklus berikutnya. Nilai ketuntasan belajar siswa yaitu 70 % dan nilai rata- rata yaitu 75,5. Adapun hasil observasi metode mind mapping yaitu 57,5 masih dalam kategori kurang baik dan masih perlu untuk ditingkatkan di siklus II. Hal-hal yang perlu dibenahi pada siklus II guna menyelesaikan kekurangan ataupun permasalahan pada siklus I sebagai berikut: Peneliti mengubah posisi tempat duduk tiap kelompok, sehingga siswa tidak jenuh dan bosan. Diadakannya perbaikan ini diharapkan siswa akan lebih tertib pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping saat diterapkan pada mata pelajaran IPA serta lebih serius, disiplin, lebih semangat dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga nilai pada hasil tes siklus II akan meningkat. Peneliti lebih memotivasi siswa yang terlihat masih kurang antusias dalam hal membaca karena terdapat siswa yang lebih menyukai gambar daripada paragraf bacaan. Peneliti lebih memotivasi siswa untuk berani mengemukakan pendapat sehingga akan membuat siswa lain termotivasi juga untuk memberikan tanggapan pada saat proses pembelajaran berlangsung. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Membuat suasana pembelajaran yang lebih akrab atau menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan dan terbebani dalam mengerjakan tugas yang di berikan oleh peneliti. Deskripsi Siklus II Pelaksanaan Penelitian Tindakan kelas siklus II ini dilaksanakan dalam dua kali yaitu pertemuan pertama pada hari sabtu tanggal 16 Maret 2024 dan pertemuan kedua pada hari selasa tanggal 19 Maret 2024. Dalam siklus II ini tujuan peneliti beserta observer melanjutkan untuk menggunakan media pembelajaran papan mata uang yang sebelumnya pernah dicoba untuk meningkatkan keaktifan siswa. Perencanaan Siklus II Perencanaan siklus II ini merupakan lanjutan dari siklus I, dimana kelemahanAe kelemahan pada siklus I diperbaiki dan disempurnakan pada siklus II. Untuk melaksanakan tindakan diperlukan suatu persiapan skenario pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang telah disesuaikan dengan metode mind mapping, lembar observasi terhadap guru dan peserta didik, serta lembar soal penilaian terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Adapun untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disesuaikan dengan tema kelas IV SD. Materi yang akan diajarkan oleh peneliti di siklus II yaitu : Daur hidup dan tahapan pertumbuhan hewan. Skema tahapan pertumbuhan hewan, daur hidup dan tahapan pertumbuhan hewan. Pelaksanaan Siklus II Pertemuan I Kegiatan Awal : Sebelum pembelajaran dimulai guru dengan siswa berdoa bersama peserta didik untuk mengawali pembelajaran, setelah berdoa guru mengecek kehadiran siswa, lalu memberi motivasi kepada peserta didik. Hari itu semua peserta didik masuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Sebelum menyampaikan tujuan pembelajaran kegiatan awal pertemuan pertama siklus II berlangsung berdurasi 5 menit. Kegiatan Inti : Pada kegiatan inti, peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan dengan metode mind mapping. Namun pada kegiatan inti disiklus II ini peneliti akan melakukan pembelajaran secara berualng-ulang agar siswa merasa terbiasa dengan metode mind mapping. Hal pertama yang akan dilakukan https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 oleh peneliti yaitu peneliti menyampaikan topik materi yang akan dipelajari yaitu Siklus hidup hewan dan skema tahapan pertumbuhan hewan, setelah itu siswa menjadi 4 kelompok. Kemudian peneliti mempersiapkan alat Ae alat yang diperlukan yaitu kertas gambar, spidol warna, pensil dan penghapus, peneliti menjelaskan kepada siswa mengenai materi siklus hidup hewan dan skema tahpan pertumbuhan hewan serta tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping. Setelah siswa memahami materi yang disampaikan oleh peneliti, peneliti membagikan materi kepada setiap kelompok, peneliti memberi arahan kepada peserta didik untuk melakukan diskusi kepada masing- masing kelompok untuk membuat materi daalam metode mind mapping, setelah siswa berdiskusi dan selesai membuat materi siswa akan diminta oleh peneliti untuk mempresentasikan hasil materi yang telah dibuat oleh setiap kelompok. Peserta didik/perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dalam model mind mapping, guru mengklarifikasi jawaban yang telah diberikan peserta didik kemudian guru mengumumkan kelompok yang terbaik dan memberikan penghargaan/hadiah. Kegiatan Akhir : Kegiatan akhir berlangsung selama 10 menit. Peneliti melakukan refleksi tentang materi pembelajaran hari itu. Peneliti memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik agar peserta didik rajin belajar agar hasil belajarnya dapat meningkat. Pertemuan II Kegiatan Awal : Kegiatan awal berlangsung 5 menit. Kegiatan diawali guru terlebih dahulu mengondisikan peserta didik. Kedua melakukan doa bersama sesuai dengan agama masing-masing. Sebelum memulai pelajaran peserta didik menyimak pembelajaran disampikan guru. Kegiatan Inti : Kegiatan inti berlangsung selama 55 menit. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah guru membagi instrument soal kepada peserta didik sebagai tahap akhir pengambilan data terkait hasil belajar peserta didik pada siklus II, dimana jenis tesnya pilihan ganda dan essay, soal pilihan ganda 10 nomor dan essay 5 nomor dan total jumlah soal ada 15 nomor. Kegiatan Akhir : Kegiatan akhir berlangsung selama 10 menit. Kegiatan yang dilakukan adalah guru melakukan penilaian hasil belajar peserta didik setelah selesai guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan, https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari kemudian guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik agar rajin belajar. Kemudian peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan berdoa bersama. Hasil Penelitian Siklus II Gambar 2. Diagram hasil ketuntasan siswa siklus II Diagram menggambarkan siswa kelas IV SDN Pacentan 3 siklus II telah berhasil atau memadai meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA kelas IV SDN Pacentan 3 siklus II. Hal ini disebabkan oleh metode yang digunakan oleh guru sudah tidak asing bagi siswa sehingga siswa sudah dapat menyesuaikan terhadap cara mengajar guru dan juga siswa yang pada saat di siklus I yang masih melakukan tindakan seperti bermain dengan temannya, ribut pada saat proses pembelajaran di siklus I sudah menunjukkan perilaku disiplin pada saat siklus II. Rekapitulasi hasil tes belajar siklus I dan siklus II peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui metode mind mapping pada siswa kelas IV SDN Pacentan https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Tabel 3. Rekapitulasi hasil tes belajar siklus I dan siklus II Kegiatan Tertinggi Terendah RataRata Ketuntasan Tidak Tuntas Siklus I Siklus II Tunta Tabel ini menunjukkan terlihat adanya perbedaan peningkatan yang sangat signifikan kemampuan berpikir kreatif melalui metode mind mapping pada siswa kelas IV SDN Pacentan 3. Mulai dari siklus I ke siklus II yaitu dari nilai ketuntasan secara klasikal yaitu 70% menjadi 100%. Tahap disiklus ini observer akan lebih mengamati siswa yang memberikan respon kurang baik yang sebelumnya diketahui saat melakukan pengamatan disiklus I, siswa yang kurang memberikan respon baik akan diberikan nasehat dan motivasi agar ketika proses pembelajaran berlangsung siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Hasil pengamatan aktivitas proses pembelajaran dan aktivitas siswa pada lembar observasi dapat dilihat pada tabel Tabel 4. Observasi Kegiatan Guru No Aspek yang dinilai Siklus 1 Pertemuan Pertemuan Ya Tidak Ya Tidak Mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai Oo Oe Oo Oe agama dan keyakinan masing Ae masing . ntuk mengawali pembelajara. Melakukan komunikasi tentang kehadiran peserta Oe Oe Oo Oo Memberikan motivasi kepada peserta didik Oe Oe Oo Oe Menyampaikan tema yang akan dipelajari yaitu Oo Oe Oo Oe memperlihatkan beberapa gambar siklus makhluk hidup hewan Guru membagi peserta didik dalam kelompok sesuai Oe Oe Oo Oo model mind mapping Guru membagi materi kepada setiap siswa masingOo Oe Oo Oe masing untuk membaca materi yang dimiliki setiap Guru mempersiapkan alat-alat yang diperlukan Oe Oo Oe Oo https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Guru menjelaskan mengenai materi siklus makhluk Oo Oe Oo Oe hidup sesuai dengan model mind mapping Setelah selesai perwakilan kelompok diminta untuk Oo Oe Oo Oe mempresentasikan hasil mind mapping 10 Guru mengumumkan kelompok yang paling terbaik Oe Oe Oe Oo dan memberikan penghargaan 11 Guru dan peserta didik menyimpulkan pelajaran yang Oo Oe Oe Oo telah dipelajari mengenai siklus makhluk hidup dan bertanya jawab untuk mengetahui hasil ketercapaian 12 Melakukan penilaian hasil belajar Oe Oe Oe Oe 13 Mengajak semua peserta didik berdoa sesuai agama Oo Oe Oo Oe dan keyakinan masing-masing untuk menutup kegiatan pembelajaran Jumlah Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada siklus II pertemuan pertama,10 aspek yang mendapat tanda centang . Pertemuan kedua, 12 aspek yang mendapat tanda centang . Tabel 5. Hasil observasi pemahaman peserta didik siklus II Nama Inisial Siklus II https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Jumlah 1,620 Rata-rata Dari tabel diatas menunjukkan bahwa hasil pemberian lembar observasi hasil belajar peserta didik telah mencapai kriteria ketuntasan yang sekolah Pada siklus II hasil rata-rata yang diperoleh peserta didik yaitu 81 dengan kategori sangat paham. Tabel 6. Nilai keberhasilan observasi siklus I dan siklus II Siklus I Tingkat keberhasilan Siklus II Tingkat keberhasilan Kategori Cukup paham Kategori Sangat paham Tabel diatas hasil observasi peserta didik dimana rata-rata pada siklus I yaitu 11 peserta didik yang memperoleh kategori cukup paham dan untuk siklus II yaitu 18 peserta didik yang memperoleh kategori sangat paham. Analisis Hasil Data Hasil pembelajaran pada penelitian ini mengalami peningkatan dari perbaikan siklus I menuju siklus II dengan menggunakan metode pembelajaran mind mapping dimana peserta didik dibagi kelompok dengan diberi sebuah teks materi lalu kemudian diberi lembaran pertanyaan. Pelaksanaan siklus II melalui model pembelajaran mind mapping peserta didik lebih aktif dan antusias dalam belajar. Hasil belajar pada mata pelajaran IPA yang diikuti oleh peserta didik sebanyak 20 peserta didik. Siklus I memperoleh nilai rata-rata yaitu 75,5 yang secara klasikal masih di kategorikan . Hal ini terjadi karena peserta didik masih terdapat beberapa kekurangan atau masalah seperti peserta didik lebih banyak bermain dan tidak memperhatikan bacaan/materi yang sudah dibagikan sehingga peserta didik kesulitan saat menjawab pertanyaan yang diberikan. Jumlah peserta didik yang berhasil mencapai KKM yaitu 14 peserta didik dengan persentase ketuntasan mencapai 70%. 6 peserta didik yang belum mencapai KKM. Sedangkan Hasil nilai pembelajaran pada siklus II rata-rata perolehan nilai sebesar 81. jumlah https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari peserta didik yang berhasil mencapai KKM pada siklus II yaitu 20 peserta didik dengan jumlah persentase ketuntasan secara klasikal 100%. Tabel 7. Ketuntasan pada siklus I dan II Kegiatan Tertinggi Siklus I Siklus II RataRata Terendah Ketuntasan Tidak Tuntas Tuntas Dilihat dari peningkatan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik diketahui bahwa penggunaan metode pembelajaran mind mapping mata pelajaran IPA pada kelas IV di SDN Pacentan 3 pembelajaran siklus II masih ditemukan 2 orang peserta didik yang belum mencapai KKM. Hal ini didukung oleh pendapat para ahli. Berdasarkan Ahmadi dkk . Aumind mapping amat bagus digunakan agar pemahaman awal anak didik akan mendapatkan alternatif jawabanAy. Mind mapping membentuk cara memperoleh yang imajinatif, efisien dan efektif. Metode pembelajaran mind mapping serta memungkinkan terjadinya aliansi yang bertambah afdal pada berita yang ingin dipelajari, baik aliansi antar sesama penjelasan yang ingin dipelajari ataupun dengan penjelasan yang telah tersimpan sebelumnya diakal ataupun Yovan (Mahmuddin 2009:. Penelitian bersama guru kelas IV mengidentifikasi permasalahan yang menghambat pembelajaran. Hasil pengamatan sebelum mengadakan penelitian menggunakan model pembelajaran mind mapping. Guru menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk mempermudah penyampaian pembelajaran. Peserta didik cenderung diam bila guru mengajukan pertanyaan, bahkan ada yang tidak memperhatikan pertanyaan yang diberikan oleh guru. Memahami materi tidak datang begitu saja tetapi perlu diberi arahan dan bimbingan agar dapat berjalan secara Melaksanakan proses pembelajaran IPA terkhusus materi Audaur hidup hewanAy dengan menggunakan pembelajaran mind mapping. Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling bertukar pendapat dalam mengerjakan tugas secara kelompok. Peserta didik saling bekerja sama dalam proses pembelajaran untuk menjawab sebuah pertanyaan yang diberikan. Penelitian yang berjudul AuPenerapan Metode l mind mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Siswa Kelas IV SDN Pacentan 3 Ay Dalam penelitian disebut bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran mind mapping persentase belajar peserta didik meningkat hingga mencapai 100%. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan Hendawati dan Putri . Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada proses pembelajaran IPA dengan menerapkan metode pembelajaran Mind mapping untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materi gaya. Persentase pada saat siklus satu mencapai 70% dengan nilai ratarata 75,5 dan pada siklus dua persentase mencapai 100% dengan nilai rata-rata 82. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan metode Mind mapping. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan pemahaman konsep sedangkan penelitian saya berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Pada siklus II hasil belajar mengalami peningkatan karna peserta didik sudah terbiasa dan sering dilatih oleh guru menggunakan model mind mapping. Oleh karena itu target dalam penelitian ini sudah mendapat nilai keberhasilan sebesar 82 dengan persentase ketuntasan 100%. Nilai berarti sudah tercapai pada siklus II maka penelitian berhenti pada siklus II. Kesimpulan Hasil penelitian tindak kelas yang telah dilaksanakan adalah 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN Pacentan 3. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar yang dicapai peserta didik memperoleh nilai yaitu 75,5. Sedangkan hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata hasil belajar yang dicapai peserta didik memperoleh nilai yaitu 82. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan nilai rata- rata 100% dengan kategori . dan pencapaian KKM juga meningkat. Hal ini berarti pembelajaran IPA pada materi Audaur hidup hewanAy peserta didik semakin meningkat dengan menggunakan model pembelajaran mind Tindakan hasil belajar siklus II, dari hasil penelitian mengalami Berdasarkan hasil tes pengamatan peserta didik tidak mendapatkan kesulitan dalam pembelajaran yang diberikan. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Mind Mapping to Increase Student Creativity in Class IV Science Learning at SDN Pacentan 3 Camila Faradisa. Siti Auliyatil Karomah. Neni Novitasari Daftar Pustaka