JURNAL RISET KESEHATAN NASIONAL P - ISSN: 2580-6173 | E Ae ISSN: 2548-6144 VOL. 9 NO. 1 April 2025 | DOI:https://doi. org/10. Available Online https://ejournal. itekes-bali. id/jrkn Publishing : LPPM ITEKES Bali HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI INTERNA RSUD SANJIWANI GIANYAR (The Correlation Between Family Support And Diet Compliance Of Patients With Type 2 Diabetes Mellitus In The Internal Medicine Polyclinic Sanjiwani Gianyar Hospita. Gusti Ayu Sri Mudawati1. I Kadek Nuryanto2. Made Rismawan3 Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani. Bali. Indonesia Fakultas Kesehatan. Program Studi Sarjana Keperawatan. ITEKES Bali Corresponding author: maderismawan@gmail. Received : April, 2024 Accepted : Desember, 2024 Published : April, 2025 Abstract Diet compliance is a very important component in the management of diabetes mellitus. Family support is closely related to the compliance of patients with diabetes mellitus in carrying out their diet program. This study aimed to find out the correlation between family support and diet compliance of patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed the descriptive correlational research design with a cross sectional approach. The research was conducted at the Internal Medicine Polyclinic of Sanjiwani Gianyar Hospital. The population was all patients with type 2 diabetes mellitus. 142 people involved in this study as the sample which were selected through convenience sampling. The data were collected using family support questionnaire and diet compliance. The collected data were then analyzed using Spearman Rho test. The majority of patients were compliance in carrying out their diet . 9%) and had a good family support . 2%). The results indicated a correlation between family support and diet compliance of patients with type 2 diabetes mellitus . = 0. 446, p < 0. Family support is very important for people with out their diet. The family are suggested to prepare food menus that properly tailored in accordance with the diet rules. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus. Family Support. Diet Compliance Abstrak Kepatuhan diet menjadi komponen yang sangat penting bagi pengelolaan diabetes mellitus. Dukungan keluarga sangat erat kaitannya dengan kepatuhan pasien diabetes mellitus dalam menjalankan program Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Interna RSUD Sanjiwani Gianyar. Populasi adalah semua pasien diabetes mellitus tipe 2. Sampel diambil sebanyak 142 orang dengan teknik convenience sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet. Analisa data dengan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan kepatuhan diet terbanyak dengan kategori patuh . ,9%). Dukungan keluarga terbanyak dengan kategori baik . ,2%). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus tipe 2 . =0,446, p < 0,. Dukungan keluarga sangat penting dalam menjalani kepatuhannya terhadap diet, sehingga kepada keluarga hendaknya menyiapkan menu makanan sesuai dengan aturan diet. Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 1 Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2. Dukungan Keluarga. Kepatuhan Diet LATAR BELAKANG Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada masyarakat yang mempunyai komplikasi jangka pendek dan panjang. World Health Organization (WHO) prevalensi DM di dunia sebesar 9,3% dan angka kejadian DM di dunia 463 juta jiwa (International Diabetes Federation (IDF). Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit DM mengalami kenaikan dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen (Kemenkes RI, 2. Jumlah penderita DM di Provinsi Bali pada tahun 2021 dilaporkan 282 orang, dengan kasus terbanyak pertama di Kota Denpasar 14. orang, terbanyak kedua di Kabupaten Buleleng 6. 849 orang dan terbanyak ketiga Kabupaten Gianyar 6. 328 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2. Penyakit DM yang sering di Indonesia adalah DM tipe 2 yang merupakan jenis penyakit diabetes yang mencakup lebih dari 90% seluruh populasi diabetes, 1 dari 2 orang penyadang diabetes masih belum menyadari bahwa dirinya terkena DM tipe 2 (Lestari. DM tipe 2 merupakan ancaman serius bagi dunia khususnya negara berkembang. Pengobatan DM tipe 2 bersifat terpadu yang meliputi pengaturan makan, aktivitas fisik, edukasi dan obat-obatan. Pengaturan makan bagi penderita DM tipe 2 meliputi pengaturan terhadap jumlah, jenis dan jadwal makan dalam sehari. Jumlah harus sesuai dengan kebutuhan, jenis harus memenuhi persyaratan yaitu rendah karbohidrat serta memiliki indeks glikemik rendah, jadwal dan frekuensi makan diatur dengan baik yaitu setiap 3 jam sekali baik antara waktu makan utama dan selingan dengan frekuensi 6 kali dalam sehari (Wiardani, 2. Penyakit DM merupakan penyakit yang berhubungan dengan gaya Kebiasaan pola makan penderita DM yang cenderung terus menerus mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan makanan sumber glukosa secara berlebihan dapat menaikkan kadar glukosa darah, sehingga pengelolaan diet bagi pasien DM dalam menjaga kadar glukosa darahnya agar Kepatuhan diet adalah faktor penting dalam menjalankan diet sehingga kadar glukosa dalam darah dapat terkontrol (Indirawati. Kepatuhan kesesuaian perilaku yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Kepatuhan diet sangat berperan penting untuk sedangkan kepatuhan itu sendiri merupakan suatu hal yang penting untuk dapat mengembangkan rutinitas . yang dapat membantu penderita dalam mengikuti jadwal diet. Pasien yang tidak patuh dalam menjalankan terapi diet menyebabkan kadar glukosa yang tidak terkendali (Isnaeni et al. Kepatuhan diet menjadi komponen yang sangat penting bagi pengelolaan DM. Kepatuhan diet merupakan tingkat kesediaan pasien melaksanakan diet mengikuti pengaturan pola makan yang dianjurkan oleh dokter dan petugas kesehatan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan (Ernawati et al. Salah satu hasil penelitian dari Diabetec Control and Complication Trial (DCCT) menunjukkan bahwa 75% penderita DM tidak patuh dalam mengikuti diet yang Ketidakpatuhan merupakan salah satu hambatan untuk tercapainya tujuan pengobatan, sehingga kepatuhan pasien terhadap prinsip diet dan perencanaan makanan merupakan salah satu kendala dalam penatalaksanaan diabetes (Kartika Ketidakpatuhan terhadap pengaturan diet pasien DM tipe 2 dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, jantung, kebutaan dan bahkan harus menjalani amputasi jika anggota badan menderita luka yang tidak sembuh-sembuh (Risnasari, 2. Kepatuhan diet pasien DM dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan, motivasi dan sikap, sedangkan faktor eksternal dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan (Sugandi & Bayhakki. , 2. Menurut (Ario, 2. faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien DM tipe 2 terdiri dari pengetahuan, sikap, motivasi dan dukungan keluarga. Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 2 Data kunjungan pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar pada tahun 2023 . bulan terakhi. dilaporkan bahwa pada Bulan Juni sebanyak 57 orang. Juli sebanyak 167 orang dan Agustus sebanyak 142 orang (SIMRS RSUD Sanjiwani Gianyar, 2. Hal tersebut kunjungan pada Bulan Juli dan terjadi penurunan pada Bulan Agustus. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti pada Bulan Agustus 2023 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar terhadap 10 orang pasien DM tipe 2 dengan melakukan wawancara kepada pasien didapatkan sebanyak 8 orang yang mengatakan sering makan tidak tepat waktu, jarang makan buah dan sayur, sering makan gorengan dan kue yang manis dan suka makan camilan warung dan sebanyak 2 orang yang mengatakan makan tepat waktu, sering makan buah dan mengurangi makan gorengan dan manis-manis. Dari 10 orang tersebut sebanyak 7 orang yang mengatakan jarang mendapatkan perhatian, kasih sayang, dihargai, memberikan respon positif, memberikan saran dan nasehat, informasi serta bantuan tenaga, uang dan waktu dari keluarganya dan sebanyak 3 orang yang mengatakan mendapatkan perhatian, kasih sayang, dihargai, memberikan umpan balik informasi serta bantuan tenaga, uang dan waktu dari anggota keluarga yang lain. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti dalam penelitian ini akan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar tentunya dari hasil penelitian ini bagi pasien DM tipe 2 akan mendapatkan informasi tentang pentingnya dukungan dari kesembuhan pasien terutama berkaitan dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 dan bagi Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penatalaksaan DM tipe, terutama kepatuhan terhadap diet pasien DM tipe 2. METODE Desain penelitian ini adalah dengan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan di Poliklinik Interna RSUD Sanjiwani Gianyar pada Bulan Desember 2023. Sampel pada penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Poliklinik Interna RSUD Sanjiwani Gianyar selama periode pengumpulan data dilakukan yang dipilih dengan teknik convinience Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner demografi, kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet. Kuesioner dukungan keluarga diadopsi dari Priyadi . dan dimodifikasi oleh peneliti dengan dengan total item pernyataan adalah 20. Kuesioner kepatuhan diet dengan menggunakan kuesioner kepatuhan diet pada pasien DM yang terdiri dari 18 pertanyaan. Hasil pengukuran dikategorikan menjadi Patuh jika jumlah skor 46-72 dan Tidak Patuh jika jumlah skor jawaban responden 18-45. Uji validitas instrumen dilakukan dengan teknik face validity. Teknik analisa data dengan menggunakan analisis univariat dan analisis Analisis bivariat untuk menganalisa hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 menggunakan uji Spearman Rho. Penelitian ini juga sudah lolos uji laik etika penelitian dari Komisi Etik ITEKES Bali dengan No. 0442/KEPITEKES-BALI/XI/2023. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Karakteristik Responden Tabel 1: Karakteristik Responden Pasien DM Tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar = . Karakteristik Frekuensi Persentase . (%) Umur . 65 keatas Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Diploma/PT Lama menderita DM . Pekerjaan Tidak bekerja Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 3 Lainnya Swasta Petani ASN Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa dari 142 responden, kelompok umur paling tinggi adalah umur 56-65 tahun sebanyak 56 orang . ,4%), responden yang berjenis kelamin laki-laki paling banyak yaitu sebanyak 81 orang . %), latar belakang pendidikan terakhir yang paling banyak adalah tamatan SMA yaitu sebanyak 44 orang . %), lama menderita DM paling banyak antara 1 sampai dengan 3 tahun yaitu sebanyak 54 orang . %) dan pekerjaan responden paling banyak tidak bekerja yaitu sebanyak 53 orang . ,3%). Kepatuhan Diet Tabel 2: Kategori Kepatuhan Diet pada Pasien DM Tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar . = . Kepatuhan Diet Frekuensi Persentase . (%) Tidak patuh Patuh Tabel 2 menunjukkan bahwa kategori kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar yang terbanyak adalah kategori patuh, yaitu sebanyak 139 responden . ,9%). Dukungan Keluarga Tabel 3: Kategori Dukungan Keluarga pada Pasien DM Tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar . = . Dukungan Frekuensi Persentase Keluarga . (%) Kurang Cukup Baik Tabel 3 menunjukkan bahwa kategori dukungan keluarga pada pasien DM tipe 2 di di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar yang terbanyak adalah baik, yaitu sebanyak 121 responden . ,2%). Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Tabel 4: Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pasien DM Tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar . Dukungan keluarga dengan 0,446 0,001 kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai Correlation coefficient . ekuatan korelas. sebesar 0,446, nilai sig . sebesar 0,001 dan arah korelasi positif. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai p<0,05 maka ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar. Hubungan ini ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,446 yang termasuk dalam kategori sedang, dengan arah korelasi positif yang berarti semakin baik dukungan keluarga pada pasien DM tipe 2, maka semakin baik kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2. 2 Pembahasan Kepatuhan Diet Sebagian besar kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar dikategori patuh, hal dikarenakan responden menjalankan apa yang telah diintruksikan oleh tenaga kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan program diet pasien DM. Didukung juga oleh tingkat pendidikan responden yang sebagian besar dengan tamatan SMA sehingga pengetahuan yang baik tentang mempengaruhi tingkat pemahamannya yang lebih baik dan memiliki kesadaran tentang pentingnya diet bagi bagi pasien DM. Kepatuhan diet merupakan kesesuaian perilaku yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Kepatuhan diet sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah, sedangkan kepatuhan itu sendiri merupakan suatu hal yang penting untuk dapat mengembangkan rutinitas . yang dapat membantu penderita dalam mengikuti jadwal diet. Pasien yang tidak patuh dalam menjalankan terapi diet menyebabkan kadar glukosa yang tidak terkendali (Isnaeni et al. , 2. Kepatuhan diet menjadi komponen yang sangat penting bagi pengelolaan DM. Kepatuhan diet merupakan tingkat kesediaan pasien melaksanakan diet mengikuti pengaturan pola makan yang dianjurkan oleh dokter dan petugas kesehatan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan (Ernawati et al. , 2. Pengaturan makan bagi penderita DM tipe 2 meliputi pengaturan terhadap jumlah, jenis dan jadwal makan dalam sehari. Jumlah Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 4 harus sesuai dengan kebutuhan, jenis harus memenuhi persyaratan yaitu rendah karbohidrat sederhana, kaya akan serta serta memiliki indeks glikemik rendah, jadwal dan frekuensi makan diatur dengan baik yaitu setiap 3 jam sekali baik antara waktu makan utama dan selingan dengan frekunsi 6 kali dalam sehari (Wiardani, 2. Penyakit DM merupakan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup sehingga dari kebiasaan pola makan penderita DM cenderung terus menerus mengonsumsi makanan yang tinggi akan karbohidrat dan makanan sumber glukosa secara berlebihan, sehingga dapat menaikkan kadar glukosa darah, sehingga pengelolaan diet bagi pasien DM dalam menjaga kadar glukosa darahnya agar tetap terkendali. Kepatuhan diet adalah faktor penting dalam menjalankan diet sehingga kadar glukosa dalam darah dapat terkontrol (Indirawati, 2. Hasil penelitian yang didapatkan didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Bangun et al. , 2. yang mengungkapkan bahwa kepatuhan diet pada Penderita DM Tipe 2 di RW 15 Puskesmas Cimahi Utara dari 48 responden, didapatkan kepatuhan diet sebagian besar . ,3%) dengan kategori patuh. Didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh (Ratnasari, kepatuhan diet diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Patrang dari 107 responden, didapatkan kepatuhan diet diabetes sebgian besar . ,7%) dengan kategori patuh. Penelitian yang dilakukan oleh (Oktavera et al. , 2. mengungkapkan bahwa kepatuhan diet pada penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Semerap Kabupaten Kerinci dari 50 responden, didapatkan kepatuhan diet diabetes sebgian besar . %) dengan kategori patuh. Penelitian yang dilakukan oleh (Ernawati et al. , 2. juga mengungkapkan bahwa kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas dari 32 responden, didapatkan kepatuhan diet diabetes sebagian besar . ,12%) dengan kategori patuh. Dukungan Keluarga Sebagian besar dukungan keluarga pada pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar dengan kategori baik, hal memperhatikan kondisi pasien dan keluarga juga membantu menyiapkan menu diet sesuai dengan yang disarankan oleh tenaga Didukung juga oleh karakteristik responden yang sebagian besar dengan usia lebih dari 56 tahun sehingga keluarga akan memberikan perhatian lebih pada anggota keluarganya yang memerlukan dukungan pada anggota keluarganya yang lebih tua. Dukungan keluarga merupakan suatu proses hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosialnya (Friedman, 2. Dukungan keluarga adalah sikap, dan tindakan keluarga terhadap penerimaan anggoat keluargannya. Dukungan keluarga membuat kepercayaan diri penderita menghadapi masalah apa yang terjadi akan meningkat (Mamahit et al. , 2. Dukungan keluarga adalah faktor yang terpenting yang dapat membantu pasien menyelesaikan masalah, dukungan keluarga yang diberikan pada pasien dapat membuat pasien sembuh. Kepatuhan pasien DM menjalankan nasehat dari petugas kesehatan seperti menerapkan gaya hidup yang sehat, melakukan diet yang benar dan minum obat yang teratur serta rajin untuk kontrol (Nazriati et al. , 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga, yaitu faktor internal yang terdiri dari: tahap perkembangan, pendidikan atau tingkat pengetahuan, faktor emosi, dan spiritual, serta faktor eksternal yang terdiri dari: praktik di keluarga, faktor sosio-ekonomi, dan latar belakang budaya (Purnawan. Hasil penelitian yang didapatkan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ratnasari, 2. yang mengungkapkan bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Patrang dari 107 responden, didapatkan dukungan keluarga sebagian besar . ,3%) dengan kategori baik. Didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh (Oktavera et al. , 2. mengungkapkan bahwa dukungan keluarga pada penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Semerap Kabupaten Kerinci dari 50 responden, didapatkan dukungan keluarga sebagian besar . %) dengan kategori baik. Penelitian yang dilakukan oleh (Ernawati et al. , 2. juga mengungkapkan bahwa dukungan keluarga penderita DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas dari 32 responden, didapatkan dukungan keluarga sebagian besar . ,63%) dengan kategori baik. Sedangkan hasil penelitian berbeda dengan penelitian yang Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 5 dilakukan oleh (Bangun et al. , 2. yang mengungkapkan bahwa dukungan keluarga pada Penderita DM Tipe 2 di RW 15 Puskesmas Cimahi Utara dari 48 responden, dukungan keluarga sebagian besar . ,1%) dengan kategori buruk. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di Poli Interna RSUD Sanjiwani Gianyar. Hubungan ini ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,446 yang termasuk dalam kategori sedang, dengan arah korelasi positif yang berarti semakin baik dukungan keluarga pada pasien DM tipe 2, maka semakin baik kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2. Hasil penelitian berkaitan dengan teori yang yang mengungkapkan kepatuhan diet pasien DM dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor Faktor pengetahuan, motivasi dan sikap, sedangkan faktor eksternal meliputi dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan (Sugandi & Bayhakki. , 2. Menurut (Ario, 2. faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien DM tipe 2 terdiri dari pengetahuan, sikap, motivasi dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga sangat berpengaruh bagi penderita DM terhadap kepatuhan diet, disaat anggota keluarga mengalami masalah kesehatan maka anggota yang lain berperan Dukungan keluarga sangat penting untuk kepatuhannya terhadap diet. Dampak positif dari dukungan keluarga dalam menjalankan diet bagi penderita DM yaitu dapat mengontrol apa yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan dalam menjalankan dietnya, dapat memotivasi antar anggota keluarga terutama bagi keluarga yang sedang menjalankan diet sehingga penderita DM termotivasi untuk tetap menjalankan diet dan keinginan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas hidupnya (Bangun et al. , 2. Hasil penelitian yang didapatkan didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Bangun et al. , 2. yang mengungkapkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes tipe 2 di RW 15 Puskesmas Cimahi Utara. Didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh (Ratnasari, 2. yang mengungkapkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes pada pasien diabetes tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Patrang. Didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh (Oktavera et , 2. mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Semerap Kabupaten Kerinci. Sedangkan hasil penelitian yang berbeda diungkapkan oleh (Ernawati et al. , 2. mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas dan penelitian yang dilakukan oleh (Handayani et al. , 2. yang mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM di Klinik Bhakti Husada Purwakarta. KESIMPULAN Dukungan keluarga sangat penting untuk penderita diabetes mellitus dalam menjalani kepatuhannya terhadap diet, sehingga kepada keluarga hendaknya menyiapkan menu makanan sesuai dengan aturan diet, dan memberikan motivasi penderita DM dalam menjalankan PERNYATAAN PENGHARGAAN Penulis berterima kasih kepada semua pihak yang membantu penulis dalam diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA