Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 2. Oktober 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MEMBENTUK KESADARAN POLITIK SISWA Luh Ayu Sudianis 1 * . I Nengah Suastika 2 . Sukadi 3 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 24 Juni 2024 Accepted 1 Oktober 2024 Available online 10 Oktober Tujuan penelitian ini adalah . mendeskripsikan gambaran kesadaran politik siswa terhadap pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan atau pola prilaku politik siswa antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran secara konvensional . mengetahui pengaruh model Kata Kunci: pembelajaran problem based learning dalam membentuk kesadaran politik Pembelajaran Berbasis . engetahuan, pemahaman, sikap, tindakan atau pola prilak. siswa kelas Masalah. Kesadaran Politik. Vi di SMP Negeri 2 Sawan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian Sistem Pemerintahan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu . uasi eksperime. , populasi Keywords: penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas Vi dengan sampel dua kelas yaitu Problem Based Learning. kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diambil dari hasil pretest dan Political Awareness. posttest yang dimana hasil tersebut di analisis dengan uji non parametrik Government System wilcoxon signed rank test. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pada kesadaran politik siswa dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dibuktikan dengan temuan hasil data yang di uji secara berurutan yaitu hipotesis nihil (H. dari 4 variabel terikat: Pengetahuan (Y. Pemahaman (Y. Sikap (Y. dan Tindakan atau pola prilaku (Y. Implikasinya dapat memberikan harapan dalam mengatasi masalah apatisme politik di kalangan generasi muda. Melalui PBL, siswa dapat merasakan relevansi politik dalam kehidupan mereka dan termotivasi untuk terlibat. ABSTRACT The purpose of this study is . to describe the picture of students' political awareness towards knowledge, understanding, attitudes and actions or patterns of political behavior of students between those taught with the problem based learning model compared to using conventional learning models . to determine the effect of the problem based learning model in forming political awareness . nowledge, understanding, attitudes, actions or behavior pattern. of class Vi students at SMP Negeri 2 Sawan. The design of this study is a quantitative study with a quasi-experimental type, the population of this study is all class Vi students with a sample of two classes, namely the experimental class and the control class. Data were taken from the results of the pretest and posttest where the results were analyzed using the non-parametric Wilcoxon signed rank test. The results of this study are that there is a significant effect on students' political awareness with the application of the problem based learning model compared to the application of the conventional learning This is evidenced by the findings of the data results that were tested sequentially, namely the null hypothesis (H. from 4 dependent variables: Knowledge (Y. Understanding (Y. Attitude (Y. and Action or behavior patterns (Y. The implications can provide hope in overcoming the problem of political apathy among the younger generation. Through PBL, students can feel the relevance of politics in their lives and are motivated to get involved. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: ayu. sudianis@undiksha. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Pendahuluan Pada saat ini, kesadaran politik pada remaja menjadi isu yang menghadapi tantangan Salah satu permasalahannya adalah minimnya pemahaman tentang sistem politik, pemerintahan, dan partisipasi dalam proses demokrasi. Banyak remaja menunjukkan ketidakminatan atau bahkan apatis terhadap politik, mungkin karena merasa tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka atau karena kurangnya pendidikan politik yang memadai di sekolah dan keluarga. Pengaruh informasi politik yang tidak valid atau kurang akurat dari media sosial juga memengaruhi pemahaman mereka tentang isu politik, menyulitkan mereka dalam membuat keputusan yang berbasis pengetahuan. Polaritas politik yang meningkat dan retorika yang memecah belah juga membuat banyak remaja merasa terbebani atau stres, mengurangi minat mereka dalam partisipasi politik. Kurangnya kesadaran politik di kalangan remaja berpotensi mengakibatkan kurangnya kepemimpinan masa depan yang kuat dan berpengetahuan dalam masyarakat. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan siswa dan remaja sangat penting untuk memastikan masa depan demokrasi yang kuat dan berkelanjutan. Surbakti . menyatakan semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang atau masyarakat terhadap politik, semakin tinggi juga tingkat partisipasi politik yang dilakukan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kesadaran politik, maka tingkat partisipasi politiknya juga cenderung lebih rendah. Selain itu. Budiardjo . menyatakan bahwa semakin sadar seseorang tentang kepemimpinannya, semakin besar kemungkinan seseorang tersebut akan menuntut hak untuk berbicara dan mempengaruhi kebijakan pemerintah. Kesadaran politik siswa perlu dibentuk karena siswa adalah generasi masa depan yang akan memimpin negara. Pendidikan politik yang baik membantu siswa memahami sistem politik, nilai-nilai demokrasi, dan dampak dari keputusan politik. Hal ini membantu menciptakan warga negara yang lebih terdidik, terlibat, dan bertanggung jawab. Menurut Soerjono Soekanto . ada empat indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesadaran politik masyarakat. mengemukakan bahwa tingkat kesadaran seseorang bisa dievaluasi berdasarkan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku . Melalui observasi, terungkap bahwa siswa di SMP Negeri 2 Sawan tidak menunjukkan minat dalam pembahasan isu politik salah satunya yaitu pada saat pembelajaran dengan materi sistem pemerintahan. Pendidikan politik melalui mata pelajaran PPKn juga membantu siswa memahami pentingnya pluralisme dan menghargai perbedaan dalam masyarakat. Melalui diskusi dan pembelajaran aktif tentang hak asasi manusia, keadilan sosial, dan pengelolaan konflik, siswa diberi kesempatan untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang bagaimana sistem politik dan kebijakan publik dapat memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan pembahasan diatas, melalui penelitian ini salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan yaitu Model Pembelajaran Problem Based Learning, sebagai metode pembelajaran yang efektif diharapkan dapat membentuk kesadaran politik siswa kelas Vi dalam memahami sistem pemerintahan di Indonesia. Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif dalam mengatasi suatu permasalahan. Menurut jurnal penelitian PPKn oleh Dipa, dkk, model pembelajaran Problem Based Learning memiliki perbedaan dengan metode pembelajaran lainnya. Fokus utama guru adalah menyajikan berbagai masalah, mengajukan pertanyaan, dan memfasilitasi diskusi serta penyelidikan. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk menentukan topik masalah, meskipun sebenarnya guru telah menetapkan topik tersebut. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu 1. Bagaimana gambaran kesadaran politik siswa terhadap pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan atau pola prilaku politik siswa antara yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning dibandingkan dengan menggunakan Model Pembelajaran secara Konvensional? 2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam membentuk kesadaran politik . engetahuan, pemahaman, sikap, tindakan atau pola prilak. siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Sawan? Teori yang digunakan peneliti untuk mendeskripsikan dan menjadi landasan arah penelitian ini yaitu teori kesadaran politik menurut Soerjono Soekanto . ada empat indikator yang dapat digunakan untuk mengukur Luh Ayu Sudianis. I Nengah Suastika. Sukadi. / Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Membentuk Kesadaran Politik Siswa Pada Materi Sistem Pemerintahan (Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas Vi Di Smp Negeri 2 Sawa. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. tingkat kesadaran politik masyarakat. Ia mengemukakan bahwa tingkat kesadaran seseorang bisa dievaluasi berdasarkan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku . Metode Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu . uasi eksperime. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sawan yang beralamat di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dari penelitian ini yaitu selurus siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Sawan dengan sampel 2 Kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampel kelompok (Cluster Samplin. yang dimana setiap kelas berjumlah 30 siswa dikelas eksperimen dan 30 siswa dikelas kontrol. Variabel dalam penelitian ini yaitu Model Pembelajaran Problem Based Learning sebagai Variabel X dan Kesadaran Politik Sebagai Variabel Y yang terbagi menjadi 4 yaitu Pengetahuan (Y. Pemahaman (Y. Sikap (Y. dan Tindakan atau pola prilaku (Y. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi. Dokumentasi dan Tes, tes yang diberikan berupa pretest dan posttest adapun 4 jenis tes yaitu berbentuk pilihan ganda, uraian, inventori sikap, lembar evaluasi Teknik pengolahan data yang dilakukan yaitu uji instrumen yang terdiri dari uji judges/uji ahli dan uji lapangan/empiris . ji validasi, reliabilitas, tingkat kesungkaran dan daya bed. uji prasyarat analisis . ormalitas dan homogenita. serta uji hipotesis dengan menggunakan uji non parametrik wilcoxon signed rank test. Hasil dan pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dari nilai pretest ke nilai posttest. nilai rata-rata siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol dari empat jenis tes yang telah diberikan yang dimana siswa kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning dan kelas kontrol dibelajarkan dengan model konvensional. perbedaan rata-rata hasil posttest dijabarkann pada tabel berikut: Tabel 1. Perbandingan skor rata-rata posttest siswa kelas eksperimen dan kontrol Rata55,83 14,17 Pengetahuan Rata Nilai Kontrol Eksperimen Selisih Sikap Nilai Kontrol Eksperimen Selisih Perbandingan Total 14,882 RataRata 55,333 59,250 3,917 Perbandingan Total RataRata 77,67 10,67 Tindakan/ Pola Prilaku Pemahaman Nilai Kontrol Eksperimen Selisih Perbandingan Nilai Kontrol Eksperimen Selisih Perbandingan Total 1172,5 1255 Total RataRata 39,083 41,833 2,75 Berdasarkan tabel diatas, pelaksanaan pembelajaran siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbandingan nilai rata-rata yang berbeda, yang dimana siswa kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata siswa kelas kontrol. Setelah merangkum nilai siswa selanjutnya peneliti melakukan uji prasyarat analisis sebelum menguji hipotesis yang telah dirancang yaitu dengan uji normalitas dan uji homogenitas, untuk uji normalitas data dilakukan dengan uji K-S Z (Kolmogorov- Smirnov Z) dan untuk uji homogenitas varian dilakukan dengan uji homogenitas (Test of Homogeneity of varianc. syarat yang harus GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. dipenuhi adalah distribusi data tiap kelompok berdistribusi normal dan varian antar kelompok itu homogen dengan nilai sig. melebihi 0,05 . %). Di dalam memudahkan perhitungan di dalam uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varian antar kelompok, peneliti menggunakan bantuan program SPSS 25. 0 for Windows. Hasil analisis uji normalitas sebaran data tiap kelompok . ksperimen dan kontro. untuk data tingkat pengetahuan, pemahaman, sikap, tindakan/pola prilaku kesadaran politik siswa dapat ditunjukan seperti tabel berikut ini: Tabel 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Berdasarkan data tabel di atas menunjukkan bahwa nilai K-S Z yang diperoleh untuk 8 . hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kontrol dengan melihat nilai signifikansi dari masing-masing kelompok adalah sebanyak 4 kelompok data berdistribusi normal dan 4 data lainnya tidak berdistribusi normal. Setelah mengetahui hasil uji normalitas selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas digunakan untuk mengukur apakah sebuah kelompok data mempunyai varian yang sama di antara anggota kelompok tersebut. Pengujian homogenitas matrik varian menggunakan uji homogenitas (Test of Homogeneity of varianc. hasil dari uji homogenitas dengan spss dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Uji Homogenitas Berdasarkan tabel diatas adapun hasil uji homogenitas varian antar kelompok yaitu nilai based of mean keempat variabel yang dimana lebih besar dengan angka signifikasi 5% . maka varian data antar kelompok eksperimen dan kontrol pada data variabel 1,2,3&4 homogen. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas didapatkan hasil bahwa 8 kelompok varian hasil pretest dan postest sebanyak 4 kelompok data berdistribusi normal dan 4 data tidak Luh Ayu Sudianis. I Nengah Suastika. Sukadi. / Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Membentuk Kesadaran Politik Siswa Pada Materi Sistem Pemerintahan (Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas Vi Di Smp Negeri 2 Sawa. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. berdistribusi normal. sedangkan hasil uji homogenitas data postest dari kelas ekperimen dan kontrol yaitu data varian ke-4 kelompok homogen. dikarenakan syarat uji t yaitu data harus berkontribusi normal maka peneliti menggunakan uji non parametrik karena uji non parametrik tidak membutuhkan syarat data yang berdistribusi normal. jadi uji non parametrik yang akan peneliti gunakan yaitu uji Wilcoxon. Berikut adalah rumus uji Wilcoxon yaitu: Keterangan: N = banyak data yang berubah setelah diberi perlakuan berbeda T = jumlah renking dari nilai selisih yng negative . pabila banyaknya selisih yang positif lebih banyak dari banyaknya selisih negati. Z = jumlah ranking dari nilai selisih yang positif . pabila banyaknya selisih yang negatif > banyaknya selisih yang positi. Adapun lima hipotesis nihil (Ho:) yang diuji secara berurutan dalam penelitian ini yaitu sebagai Tidak ada pengaruh yang signifikan pada peningkaan kesadaran politik siswa . dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Tidak ada pengaruh yang signifikan pada peningkaan kesadaran politik siswa . dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Tidak ada pengaruh yang signifikan pada peningkaan kesadaran politik siswa . dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Tidak ada pengaruh yang signifikan pada peningkaan kesadaran politik siswa . indakan atau pola prilak. dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Tidak ada pengaruh yang signifikan pada peningkaan kesadaran politik siswa dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Hasil Uji Hipotesis dari 5 hipotesis yang telah di uji dengan uji Wilcoxon yaitu sebagai Tabel 4. Uji Hipotesis Pertama Berdasarkan pada tabel diatas nilai Asymp. Sig . -taile. pada kelas eksperimen yaitu 0,000 yang dimana kurang dari 0,05 ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Tabel 5. Uji Hipotesis Kedua Berdasarkan pada tabel diatas nilai Asymp. Sig . -taile. pada kelas eksperimen yaitu 0,000 yang dimana kurang dari 0,05 ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Tabel 6. Uji Hipotesis Ketiga Berdasarkan data diatas didapatkan nilai keseluruhan kelas eksperimen yaitu 1777,5 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang siswa, dirumuskan dengan rata-rata hasil belajar X = sehingga diperoleh skor nilai sikap siswa pada kelas eksperimen yakni sebesar 59,250 dan masuk dalam kategori Cukup. Sedangkan pada kelas kontrol didapatkan nilai keseluruhan kelas eksperimen yaitu 1660 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang siswa, dirumuskan dengan ratarata hasil belajar X = sehingga diperoleh skor nilai sikap siswa pada kelas eksperimen yakni sebesar 55,333 dan masuk dalam kategori Kurang. Berdasarkan hasil tersebut bahwa nilai rata-rata sikap siswa dikelas eksperimen lebih besar dari rata-rata sikap siswa dikelas kontrol maka dapat diambil kesimpulannya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Tabel 7. Uji Hipotesis Keempat Luh Ayu Sudianis. I Nengah Suastika. Sukadi. / Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Membentuk Kesadaran Politik Siswa Pada Materi Sistem Pemerintahan (Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas Vi Di Smp Negeri 2 Sawa. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Berdasarkan data diatas didapatkan nilai keseluruhan kelas eksperimen yaitu 1255 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang siswa, dirumuskan dengan rata-rata hasil belajar X = sehingga diperoleh skor nilai tindakan/pola prilaku siswa pada kelas eksperimen yakni sebesar 41. 833 dan masuk dalam kategori Sangat Kurang. Sedangkan pada kelas kontrol didapatkan nilai keseluruhan kelas eksperimen yaitu 1172,5 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang siswa, dirumuskan dengan rata-rata hasil belajar X = sehingga diperoleh skor nilai tindakan/pola prilaku siswa pada kelas eksperimen yakni sebesar 39. 083 dan masuk dalam kategori Sangat Kurang. Berdasarkan hasil tersebut bahwa nilai rata-rata tindakan/pola prilaku siswa dikelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai tindakan/pola prilaku siswa dikelas kontrol maka dapat diambil kesimpulannya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Uji Hipotesis Kelima Berdasarkan hasil hipotesis pertama hingga keempat, maka hipotesis kelima dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang dimana Ada pengaruh yang signifikan pada peningkaan kesadaran politik siswa dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Hasil Penelitian Eksperimen untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning pada Kesadaran politik siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Sawan, sudah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan peneliti. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kesadaran politik siswa hal tersebut didukung dengan adanya dukungan teori dari Anders (Warsono dan Hariyanto, . 3: . menyatakan bahwa pada hakikatnya, model pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran yang berasaskan konstruktivisme, memungkinkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar, dan melibatkan mereka dalam pemecahan masalah yang memiliki relevansi kontekstual. Model pembelajaran PBL (Problem Based Learnin. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran politik. Dalam model pembelajaran ini, siswa menghadapi masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan konteks politik. Proses pemecahan masalah dan diskusi dalam PBL mendorong siswa untuk menganalisis isu-isu politik, memahami berbagai sudut pandang, serta mengembangkan keterampilan kritis, sehingga model pembelajaran ini dapat menjadi solusi untuk mencari alternatif lain dalam melaksanakan proses pembelajaran terutama mata pelajaran PPKn pada materi sistem pemerintahan agar tidak membosankan, siswa juga tidak hanya mendengarkan teori pelajaran saja, tetapi juga turut aktif dalam diskusi, mengeluarkan pendapat, dan berdebat. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tentunya dapat meningkatkan aktivitas siswa. Kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning ini dilakukan sesuai dengan sintaks pembelajaran yaitu: Pertama. Menjelaskan konsep dan istilah yang belum dipahami dengan jelas. Memeriksa bahwa setiap anggota kelompok memiliki pemahaman yang seragam mengenai istilah dan konsep yang muncul dalam permasalahan. Tahap pertama ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai istilah-istilah atau konsep yang terkait dengan permasalahan. Kedua. Menyusun Aspek-aspek yang terkandung dalam permasalahan diuraikan lebih lanjut karena setiap aspek dalam permasalahan memerlukan klarifikasi mengenai hubungan- hubungan yang ada di antara kejadian tersebut. Ketiga. Menganalisis permasalahan. Setiap anggota kelompok memberikan pandangan mereka terhadap permasalahan yang dihadapi. Kemudian, diskusi dilakukan untuk mempertimbangkan fakta-fakta dan informasi yang ada dalam permasalahan. Keempat. Mengaitkan gagasan dan menganalisis secara lebih mendalam. Bagian- bagian yang telah dianalisis dikelompokkan berdasarkan keterkaitan dan relevansinya. Aspek-aspek yang mendukung, bertentangan, dan lainnya dikenali. Kelima. Merumuskan tujuan pembelajaran. Setiap kelompok dapat merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan pemahaman mereka tentang kekurangan pengetahuan dan aspek-aspek yang masih belum jelas. Tujuan pembelajaran akan terkait dengan analisis permasalahan yang telah dibahas. Ini akan menjadi dasar untuk merancang gagasan dalam laporan. Keenam. Mengumpulkan informasi tambahan dari sumber eksternal . i luar diskusi kelompo. Pada tahap ini, kelompok memiliki pemahaman tentang informasi yang mereka miliki dan telah merumuskan tujuan pembelajaran. Saatnya bagi mereka untuk mencari informasi tambahan dari buku atau sumber media lainnya. Ketujuh. Menggabungkan, menguji, dan merangkai informasi baru, lalu menyusun laporan untuk guru. Dari laporan individu atau sub kelompok yang dipresentasikan di hadapan anggota kelompok lain, kelompok akan memperoleh informasi tambahan. Anggota yang mendengarkan dan mengulas laporan harus bersikap kritis terhadap isi laporan yang disajikan. Laporan kemudian dituliskan, dikoordinasikan, dan dibagikan kepada setiap anggota kelompok. Hasil dari pretest dan posttest siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan baik dalam konteks pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan atau pola prilaku yang menunjukkan adanya kesadaran politik yang dimana sejalan dengan teori menurut Soerjono Soekanto . ada empat indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesadaran politik masyarakat. Ia mengemukakan bahwa tingkat kesadaran seseorang bisa dievaluasi berdasarkan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku . Surbakti . juga mendefinisikan kesadaran politik sebagai pemahaman setiap individu terhadap hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Ini berkaitan dengan pengetahuan tentang lingkungan dan politik, serta minat dan perhatian terhadap masyarakat dan politik dalam lingkungan sekitar mereka. Simpulan dan Saran Berdasarakan Penelitian Eksperimen yang telah peneliti lakukan pada siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Sawan pada materi sistem pemerintahan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memiliki pengaruh yang signifikat terhadap kesadaran politik siswa terutama pada materi sistem pemerintahan yang dimana hasil dari penelitian eksperimen ini terdapat peningkatan nilai pretest ke posttest ini dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang diterapkan dapat dikatakan efektif. Model pembelajaran ini dapat menjadi solusi untuk mencari alternatif lain dalam melaksanakan proses pembelajaran terutama mata pelajaran PPKn pada materi sistem pemerintahan agar tidak membosankan, siswa juga tidak hanya mendengarkan teori pelajaran saja, tetapi juga turut aktif dalam diskusi, mengeluarkan pendapat, dan berdebat. Sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tentunya dapat meningkatkan aktivitas Dari proses penelitian serta temuan- temuan dari penelitian eksperimen ini, berikut merupakan beberapa saran-saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: . Model pembelajaran Problem Based Learning bisa guru terapkan dalam setiap mata pelajaran PPKn dikelas. Hal ini bertujuan agar siswa lebih kreatif dan inovatif guna menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti Luh Ayu Sudianis. I Nengah Suastika. Sukadi. / Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Membentuk Kesadaran Politik Siswa Pada Materi Sistem Pemerintahan (Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas Vi Di Smp Negeri 2 Sawa. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. proses pembelajaran PPKn di dalam kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran politik saja namun juga pada sikap toleransi, disiplin, nilai- nilai karakter, sikap demokrasi dll. Guru sebagai tenaga pendidik tentunya harus selalu menerapkan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta menyengkan bagi siswa, guna menunjang kegiatan pembelajaran agar menjadi suatu proses yang bermakna bahkan sekolah dapat membantu memotivasi guru agar melakukan pengembangan-pengembangan serta berinovasi dalam proses pembelajaran. Proses penelitian maupun hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi ataupun acuan bagi peneliti lainya agar dapat meningkatkan penelitian terkait model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kesadaran politik siswa pada mata pelajaran PPKn dalam materi sistem pemerintahan maupun bidang- bidang ilmu lainnya. Daftar Rujukan Alwi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka Amir. Taufiq. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning Bagaimana pendidik memberdayakan pemelajar di era pengetahuan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Anggoro. Metode penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka. Anyan,Y. Pendidikan Politik Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Kesadaran Politik Siswa. Jurnal Inspirasi Pendidikan. Vol. 9 No. Arom. F & Yuhan. Penyusunan Indeks Kesadaran Politik Kalangan Mahasiswa (Studi Pada Politeknik Statistika STIS). Jakarta Timur. Djonomiarjo. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal. Vol. 5 No. Hatimah. Penelitian pendidikan. Bandung: UPI Press. Hotimah. Penerapan Metode Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Bercerita Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edukasi Vol. 8 No. Ilham. Peranan Pendidikan Politik dalam Mata Pelajaran PPKN terhadap tingkat partisipasi politik siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cianjur. Jurnal Pendidikan Politik. Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 Irwan. Abd. Rasyid J. Ilham Jaya. Peningkatan Kesadaran Politik Pada Generasi Muda di Kabupaten Maros. Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasahudin. Vol. 2 No. Masyhuri & Zainduddin. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif. Bandung: Refika Aditama Mulyani. Peranan Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan partisipasi politik siswa. Jurnal Pendidikan Politik. Hukum dan Kewarganegaraan Vol 12 No 2 Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep. Karakteristik, dan Implementasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung Nur. Model pembelajaran berdasarkan masalah. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA Shalihudin. Hermanto. Peran Pendidikan Politik dalam membangun sikap demokratis siswa melalui organisasi siswa intra sekolah di SMP Negeri 22 Semarang. Jurnal Sosiolium Universitas Negeri Semarang. Siburian. Panduan Materi Pembelajaran Model Pembelajaran Sains. Revika Aditama: Bandung Sudarmanto. Statistik Terapan Berbasis Komputer dengan Program IBM SPSS Statistic 19. Jakarta: Mitra Wacana Media. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan A&D. Bandung: Alfabeta. Sukadi,I. Sistem Pemerintahan Indonesia dan Implementasinya dalam kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune Vol. 4 No. Suprijono. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304