Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 17 Nomor 1. Juni 2021 DOI: 10. 52625/j-agr-sosekpenyuluhan. p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 STRATEGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI KABUPATEN PANGKEP Empowerment Strategy of Farmer Groups In Pangkep District Hartina Beddu1. Mufidah Muis1. Idris1. Arief Sirajuddin1. Hayun Mohamad Abdul2, dan Adhitya1 Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Balai Pengkajian Teknologi Pertanian e-mail: adhityatitin@gmail. Received: 4 Maret 2021. Accepted: 7 Mei 2021. Published: 25 Juni 2021 ABSTRAK Kegiatan kajian ini dilaksanakan di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep pada bulan Maret sampai April 2020 sedangkan kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep pada tanggal 21 April 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemberdayaan Kelompok Tani Benteng Utara II di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep dan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani tentang Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani. Pengumpulan data kajian dilakukan dengan analisis SWOT, sedangkan data penyuluhan diperoleh dari pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dengan petani secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden 25 orang. Metode kajian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, di kelompok Tani Benteng Utara II di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Hasil yang didapatkan berdasarkan hasil kuadran SWOT Pemberdayaan Kelompok Tani Benteng Utara II menunjukkan nilai x<0 yaitu 0,86 dan y>1,19. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani Benteng utara II berada pada kuadran 1 dengan mendukung strategi growth, artinya dinas pertanian pangkep memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Perubahan pengetahuan responden meningkat dari 36,4% menjadi 78,6%, perubahan sikap dari 51,2% menjadi 83,4%, dan Keterampilan dari 43%, menjadi 79%, sehingga efektifitas penyuluhan mencapai 65,08%, berada pada tingkat cukup efektif. Kata kunci: Kelompok tani, strategi pemberdayaan, analisis SWOT ABSTRACT Research fieldwork was conducted at Tumampua village. Pangkajene. Pangkep, from March to April 2020. The counseling itself was performed at the same place on April 21, 2020. The activity was designed to explore the strategy to empower Benteng Utara farmer group and to examine the knowledge, attitude, and skill of farmers about the Empowerment Strategy for Farmer Groups. Review data collection was done by SWOT analysis, while counseling data were obtained by conducting direct interviews with farmers as sources of primary data. Purposive sampling was used to determine twenty-five respondents as the sample of this study. The review method was done at Benteng Utara farmer group II. Tumampua village. Pangkajene. Pangkep. Based on the anaylsy, it showed that they used the approach growth strategy. It means that Dinas Pertanian Pangkep shows its opportunity and strength to optimize available resources. The knowledge of respondents Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 17 Nomor 1. Juni 2021 DOI: 10. 52625/j-agr-sosekpenyuluhan. p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 increased from 36,4% to 78,6%, the attitude risen from 51,2% to 83,4%, and their skill improved from 43% to Therefore, the effectiveness of counseling reached 65,08% - moderately effective. Keywords: Farmer group, empowerment strategy, farmer groups. SWOT analysis PENDAHULUAN Petani di indonesia pada umumnya mempunyai karakteristik yang khas, diantaranya . mempunyai lahan yang sempit, . lemah dalam penyediaan modal, dan . mempunyai tingkat pendidikan dan keterampilan rendah. Kondisi ini merupakan suatu kendala bagi para petani, sehingga di perlukannya strategi untuk meningkatkan lahan, modal dalam melakukan usaha taninya dan pendidikan petani agar petani di indonesia dapat berkembang dengan baik dan dapat meningkatkan produktivitas taninya. Salah pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pembentukan kelompok tani. upaya tersebut dianggap efektif sebab masyarakat Indonesia sejak dulu sudah terbiasa bekerja berkelompok dengan bentuk yang sesuai dengan budaya dan kondisi lokal yang ada. Dari sisi masyarakat, dengan berkelompok akan lebih mudah mencapai tujuantujuan yang diinginkan, dibandingkan dengan bekerja sendiri. Kelompok merupakan wadah belajar bersama dimana masyarakat bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Kelompok membangun solidaritas sesama warga desa. Pemberdayaan Kelompok merupakan serangkaian proses kegiatan memampukan / memberdayakan kumpulan anggota masyarakat yang mempunyai tujuan bersama (Kartasapoetra, 1. Keberadaan kelembagaan Kelompok Tani sangat penting diberdayakan karena potensinya sangat besar. Berdasarkan data dari Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2017 terdapat 39,68 juta lebih kepala keluarga (KK) yang bekerja di sektor pertanian. dan berdasarkan Hasil Survei Pertanian antar Sensus (SUTAS) BPS tahun 2018, sebut Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Leli Nurhayati jumlah petani muda dibawah umur 25 tahun menjadi 839 orang, kenaikan jumlah petani menunjukkan mulai berhasilnya program-program penyuluhan dan regenerasi petani muda yang dilakukan Kementerian Pertanian (Anonim 2. Kecamatan Pangkajene merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Pangkep. Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu daerah yang sektor pertaniannya sedang dikembangkan. Tetapi perkembangan sektor pertanian di Kecamatan Pangkajene tersebut tidak disertai dengan perkembangan kelompok taninya. Terlihat dari banyaknya Kelompok Tani masih ada yang berada di tingkat pemula. Kelurahan Tumampua terdiri dari 9 kelompok tani dengan jumlah anggota 220 orang, yang tidak satupun mencapai tingkat Madya dan Utama, satu diantaranya Kelompok Tani Benteng Utara II dengan jumlah anggota 25 orang. Untuk itu penulis perlu adanya kajian yang mendalam mengenai Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani Benteng Utara II di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. METODE PENELITIAN Kajian purposive sampling, di kelompok Tani Benteng Utara II di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Metode analisis data yang digunakan dalam kajian ini yaitu Analisis SWOT (Strength. Weakness. Opportunity. Threa. Analisis SWOT menyediakan pemahaman realistis tentang hubungan suatu organisasi dengan lingkungannya untuk mendapatkan terciptanya strategi yang dapat memaksimumkan kekuatan dan peluang serta meminimumkan kelemahan dan ancaman yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN Matriks Evaluasi Faktor Strategi Internal Berdasarkan Tabel 1. hasil pembobotan yang paling tinggi adalah Kinerja Penyuluh Pertanian . dengan skor terbobot sebesar 0,37 sedangkan Bantuan Saprodi . dengan skor bobot terendah sebesar 0,15. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh faktor internal yang Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 17 Nomor 1. Juni 2021 DOI: 10. 52625/j-agr-sosekpenyuluhan. paling dominan terhadap pemberdayaan Kelompok Tani adalah Kinerja Penyuluh Pertanian. Untuk mempermudah kinerja penyuluh. Badan Pelaksana Penyuluh (BAPELU) memberikan beberapa fasilitas untuk penyuluh seperti kendaraan, p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 seragam, dan buku kerja. Penyuluh pertanian dapat dikatakan ber-kinerja baik apabila telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan standar indikator yang telah ditentukan. Tabel 1. Matriks evaluasi faktor strategi internal Faktor Internal Kekuatan (Strengt. Adanya pelatihan Kinerja Penyuluh Pertanian Jumlah Kelemahan (Weaknes. Dukungan Fasilitas untuk Penyuluh Bantuan Saprodi Jumlah Selisih Skor kekuatan dan kelemahan Dukungan fasilitas untuk penyuluh ini memiliki bobot 0,32. Fasilitas untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian yang sangat terbatas, dengan segala keterbatasan tersebut. Penyuluh THL-TBPP melaksanakan tugas yang sama dengan Penyuluh Pertanian dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) selain itu kurangnya jumlah tenaga Penyuluh Pertanian menambah beban bagi penyuluh THL-TBPP, karena wilayah binaan cukup luas dan jumlah kelompok tani binaan cukup banyak (Hermanda, 2. Bantuan saprodi ini di berikan kepada petani lewat Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk mensejahtraan petani. Tetapi untuk Saat ini kelompok tani tidak terlalu berharap dengan bantuan saprodi yang di berika. Hal ini disebabkan karena petani sudah biasa membuat bibit dan pupuk Bantuan saprodi ini memiliki bobot 0,15. Badan Pelaksana Penyuluh (BAPELU) menetapkan bahwa penyuluh harus mengunjungi kelompok tani maksimal 2 kali dalam sehari. Hal ini dilakukan agar penyuluh dapat mengetahui apa saja yang menjadi permasalan dalam kelompok Kinerja Penyuluh Pertanian memiliki skor Selanjutnya dilakukan perkalian antara skor dan bobot pada faktor eksternal yang bertujuan untuk memperoleh skor terbobot. Bobot Skor Skor Terbobot 0,35 0,37 0,72 0,74 2,15 0,32 0,15 0,47 1,05 0,24 1,29 0,86 Matriks Evaluasi Faktor Strategi Eksternal Tabel 2. Terdapat 6 faktor-faktor eksternal dalam pemberdayaan kelompok tani. Terdapat 4 peluang dan 2 ancaman. Peluang yang memiliki skor tertinggi adalah Tingkat Pendidikan . yang merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh kelompok tani agar dapat berkembang dengan cepat, karena petani tersebut sudah memiliki pola pikir yang maju. Faktor eksternal selanjutnya adalah komunikasi antara pengurus dan anggota . Faktor ini penting, karena dalam suatu kelompok komunikasi harus terjalin dengan baik dan harus mampu mengkomodasikan kepentingan seluruh anggotanya jika ingin bertahan dan maju (Griffin, 2. Faktor lain seperti adanya iuran dan struktur organisasi kelompok tani juga merupakan peluang yang dapat meningkatkan pemberdayaan Kelompok Tani. Faktor-faktor yang menjadi ancaman adalah keaktifan kelompok tani dan penguasaan teknologi kelompok tani yang memiliki skor tertinggi adalah Penguasaan Teknologi Kelompok Tani . Ketidaktahuan cara pemakain dan lemahnya modal adalah dasar kenapa kelompok tani Benteng Utara II tidak memakai alat-alat teknologi pertanian. Mereka lebih memilih alat-alat tradisional untuk bertani. Keaktifan anggota kelompok tani . juga faktor ancaman yang harus diminimalkan. Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 17 Nomor 1. Juni 2021 DOI: 10. 52625/j-agr-sosekpenyuluhan. p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 Tabel 2. Matriks evaluasi faktor strategi eksternal Faktor Eksternal Peluang (Opportunit. Adanya iuran Komunikasi antara pengurus dan anggota kelompok tani Tingkat Pendidikan Struktur Organisasi Kelompok tani Jumlah Ancaman (Threa. Keaktifan anggota kelompok tani Penguasaan Teknologi kelompok tani Jumlah Selisih skor Peluang dan Ancaman Penjelasan dari tabel 1 menunjukkan bahwa selisih skor terbobot faktor strategi internal . ekuatan, kelemaha. sebesar 0,86. Artinya pengaruh kekuatan lebih besar dibandingkan Sedangkan pada tabel 2 menunjukkan bahwa selisih skor terbobot faktor eksternal . eluang dan acama. sebesar 1,19. Pengaruh Bobot Skor Skor Terbobot 0,12 0,16 0,36 0,54 0,22 0,13 0,63 0,61 0,40 1,91 0,17 0,20 0,37 0,34 0,38 0,72 1,19 peluang lebih besar dibandingkan dengan ancaman dalam pemberdayaan kelompok tani. Sehingga diketahui posisi stategis pemberdayaan kelompok tani berada di kuadran 1 . dengan strategi Sehingga pada gambar 1 diketahui posisi stategi pemberdayaan kelompok tani berada di kuadran 1 . dengan strategi growth. Gambar 1. Hasil kuadran SWOT pemberdayaan kelompok tani Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 17 Nomor 1. Juni 2021 DOI: 10. 52625/j-agr-sosekpenyuluhan. Berdasarkan pada Gambar 1 menunjukkan nilai x<0 yaitu 0,86 dan y> 1,19. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth, artinya dinas pertanian memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Kekuatan pemberdayaan kelompok tani, adanya pelatihan, dan kinerja penyuluh pertanian dan peluang yang di manfaatkan yaitu adanya iuran, komunikasi antara pengurus kelompok tani, tingkat pendidikan, dan struktur organisasi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan SWOT Pemberdayaan Kelompok Tani menunjukkan nilai x<0 yaitu 0,86 dan y>1,19. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth, artinya dinas pertanian memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang Kekuatan dinas pertanian terdapat pada strategi pemberdayaan kelompok tani, adanya pelatihan, dan kinerja penyuluh pertanian dan peluang yang di manfaatkan yaitu adanya iuran, komunikasi antara pengurus kelompok tani, tingkat pendidikan, dan struktur Berdasarkan hasil evaluasi penyuluhan di Kelurahan Tumampua. Kecamatan Pangkajene. Kabupaten Pangkep, tanggapan anggota kelompok tani Benteng Utara terhadap Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani yang pengetahuan dari 36,4% menjadi 78,6%, perubahan sikap dari 51,2% menjadi 83,4%, dan Keterampilan dari 43%, menjadi 79%, sehingga efektifitas penyuluhan mencapai 65,08%, berada pada tingkat cukup efektif. p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 Saran Diharapkan Kelompok Tani Benteng Utara II setelah mendapatkan penyuluhan tentang Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani, mereka dapat mengaplikasikan inovasi yang disampaikan. Selain itu diharapkan pula setelah penyampaian inovasi terkait pemanfaatan Teknologi, dapat lebih mudah di tingkatkan. DAFTAR PUSTAKA