EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Hubungan Kinerja Lingkungan dan Keuangan Dalam Menentukan Nilai Perusahaan di Indonesia Tri Susilo Wahyu Aji Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang Email: tri. susilo@mail. ABSTRACT The rapid development of the business world has created increasingly dynamic competition, forcing every company to continue to innovate and improve its performance. One of the main goals of a company is to maximize profits that can reflect good financial performance. However, now companies must not only focus on profits but also pay attention to their impact on the environment. Many companies have operated by utilizing advanced technology, but the impact of emissions on the environment is still This encourages the banking sector to be involved in efforts to reduce environmental damage because adapting interdependently with the environment is considered important. This study aims to see how financial and environmental performance can create a better image for the company. This study took data from manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2019 Multiple linear regression analysis has been used in analyzing the data. The results of the study indicate that ROA. ROE, and environmental performance have an effect on firm value. This finding indicates that companies that have good financial performance and care about the environment tend to be more attractive to investors, which will ultimately increase the value of the company. Keywords: financial performance. ROA. ROE, environmental performance. PROPER, company value ABSTRAK Perkembangan dunia bisnis yang pesat menciptakan kompetisi yang semakin dinamis, memaksa setiap perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerjanya. Salah satu tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba yang dapat mencerminkan kinerja keuangan yang baik. Namun, kini perusahaan tidak hanya harus fokus pada keuntungan tetapi juga harus memperhatikan dampak yang mereka timbulkan terhadap lingkungan. Banyak perusahaan yang telah beroperasi dengan memanfaatkan teknologi canggih, namun pengaruh emisi terhadap lingkungan masih kurang Hal ini mendorong sektor perbankan untuk terlibat dalam upaya mengurangi kerusakan lingkungan, karena dianggap penting untuk beradaptasi secara saling bergantung dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kinerja keuangan dan kinerja lingkungan dapat menciptakan citra yang lebih baik bagi perusahaan. Penelitian ini mengambil data dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2019 hingga 2023. Analisis regresi linier berganda telah digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA. ROE, dan kinerja lingkungan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan peduli terhadap lingkungan cenderung lebih menarik bagi investor, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Kata kunci : kinerja keuangan. ROA. ROE, kinerja lingkungan. PROPER, nilai perusahaan Pendahuluan Perkembangan dunia bisnis yang pesat saat ini menciptakan kompetisi yang sangat Munculnya berbagai perusahaan dengan keunggulan masing-masing memaksa setiap perusahaan untuk terus berinovasi, melakukan perubahan, dan meningkatkan kinerja mereka. Setiap perusahaan memiliki tujuan utama untuk memaksimalkan laba dan keuntungan, sebab laba yang besar mencerminkan kinerja keuangan yang solid. Kinerja keuangan dianggap baik Hubungan Kinerja Lingkungan dan Keuangan Dalam Menentukan. (Aji :67-. apabila laba yang diperoleh terus meningkat, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan nilai perusahaan (Ratri and Dewi 2. Meningkatkan nilai perusahaan menjadi fokus utama karena nilai perusahaan yang tinggi dapat menarik minat investor dan memberikan kesejahteraan bagi pemilik atau pemegang saham perusahaan. Manajemen perusahaan akan selalu mempertimbangkan setiap keputusan yang diambil dengan cermat untuk mencapai tujuan ini. Nilai perusahaan, yang mencerminkan kondisi keuangan perusahaan, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal, seperti kondisi pasar dan suku bunga, dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Namun, faktor internal, seperti pengelolaan perusahaan yang kurang efektif atau tata kelola yang buruk, dapat memengaruhi nilai perusahaan dan lebih mudah dikendalikan oleh perusahaan itu sendiri (Ramadhana and Januarti 2022. Rezende et al. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga faktor internal agar dapat mempertahankan atau meningkatkan nilai perusahaannya. Fluktuasi nilai perusahaan, yang menunjukkan perubahan signifikan dalam harga sahamnya, dapat menurunkan daya tarik investor. Investor cenderung memilih perusahaan dengan nilai yang stabil atau terus meningkat, karena fluktuasi yang besar dapat menimbulkan ketidakpastian (Ramadhana and Januarti 2. Sejarah menunjukkan bahwa krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008-2009, yang dimulai dengan kebangkrutan Lehman Brothers di AS, mengakibatkan keruntuhan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Krisis ini memperlihatkan pentingnya stabilitas kinerja keuangan perusahaan dalam menjaga kelangsungan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan setiap kebijakan keuangan yang dibuat, karena setiap keputusan manajerial akan memengaruhi kinerja keuangan yang pada akhirnya berdampak pada nilai perusahaan (Horvythovy 2010. Nor et al. Kinerja keuangan perusahaan dapat dievaluasi melalui laporan keuangan, yang menyediakan informasi penting terkait kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan memberikan gambaran mengenai profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan, yang bermanfaat tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga bagi pihak eksternal yang Salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah Return on Assets (ROA), yang menunjukkan tingkat pengembalian atas aset yang dimiliki Semakin tinggi nilai ROA, semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aset yang tersedia (Ningsi. Katolik, and Charitas 2024. Prawirasasra 2015. Ratri and Dewi 2017. Susi Sarumpaet 2. Selain kinerja keuangan, kinerja lingkungan juga menjadi faktor yang semakin penting bagi investor. Kegiatan operasional perusahaan sering berdampak pada lingkungan sekitar, dan perusahaan yang mengedepankan pelestarian lingkungan memiliki citra positif di mata investorKinerja lingkungan perusahaan dievaluasi melalui program PROPER yang dijalankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini menilai sejauh mana perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik, termasuk pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah, serta penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Kinerja lingkungan yang baik tidak hanya meningkatkan citra perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi perusahaan (Apriandi and Hexana Sri Lastanti 2023. Kim. Choi, and Jang 2018. Nor et al. Prawirasasra 2015. Sapulette and Limba 2. Sektor manufaktur di Indonesia merupakan salah satu sektor penting dalam Meskipun mengalami beberapa tantangan, industri manufaktur tetap menjadi kontributor besar terhadap PDB dan ekspor Indonesia. Pada tahun 2017, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia mencapai 22%, menjadikannya salah satu sektor utama EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 yang menggerakkan perekonomian. Dengan kontribusi yang besar terhadap ekspor, sektor manufaktur berperan penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global (Sudirman. Rifqiansyah, and Darmono 2. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan dan lingkungan terhadap nilai perusahaan di sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sangat relevan, karena dapat memberikan wawasan penting untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tinjauan Pustaka Teori Sinyal Nilai perusahaan dapat ditingkatkan dengan meminimalkan asimetri informasi, salah satunya melalui penyampaian sinyal yang jelas dan dapat dipercaya dalam bentuk informasi keuangan (Abdullah 2. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketidakpastian terkait prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan. Laporan keuangan yang berkualitas berperan dalam meningkatkan nilai perusahaan serta memberikan sinyal positif kepada investor dan pemegang saham mengenai kondisi perusahaan. Dalam teori sinyal . ignalling theor. , manajemen berusaha menyampaikan sinyal kemakmuran kepada pihak luar dengan cara menyajikan informasi keuangan yang mencerminkan prospek pertumbuhan, seperti dividen yang akan dibagikan atau perkembangan harga saham perusahaan (Sudirman et al. Sinyal merupakan tindakan yang dilakukan perusahaan untuk memberikan petunjuk kepada investor mengenai bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal ini mencakup informasi tentang langkah-langkah yang diambil manajemen untuk mencapai tujuan pemilik Informasi yang disampaikan oleh perusahaan sangat penting bagi investor dan pelaku bisnis karena dapat memengaruhi keputusan investasi mereka. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi perusahaan, baik di masa lalu, masa kini, maupun prospeknya di masa depan. Teori sinyal menekankan pentingnya informasi yang diberikan perusahaan kepada pihak eksternal dalam proses pengambilan keputusan investasi. Adanya asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar . nvestor atau kredito. mendorong perusahaan untuk memberikan sinyal melalui pengungkapan informasi akuntansi, seperti laporan keuangan yang jelas dan transparan (Komara. Ghozali, and Januarti 2. Dengan menyediakan informasi yang lengkap, akurat, relevan, dan tepat waktu, perusahaan dapat membantu investor dan pelaku pasar dalam membuat keputusan yang tepat serta mengurangi ketidakpastian terkait prospek masa depan perusahaan. Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan usaha untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasional dalam periode tertentu. Pengukuran kinerja keuangan menilai keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba serta efisiensi operasionalnya. Analisis laporan keuangan diperlukan untuk memahami kinerja ini, dengan membandingkannya dengan perusahaan lain dan mengevaluasi tren keuangan dari waktu ke waktu. Pengukuran ini membantu perusahaan dalam melakukan perbaikan agar lebih kompetitif. Dalam analisis keuangan, data dianalisis, dihitung, diukur, dan diinterpretasikan untuk menemukan solusi. Pengukuran kinerja keuangan bertujuan untuk menilai likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan stabilitas perusahaan. Analisis rasio keuangan membandingkan pos-pos dalam laporan keuangan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan. Beberapa rasio yang umum digunakan adalah likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas, yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan. Hubungan Kinerja Lingkungan dan Keuangan Dalam Menentukan. (Aji :67-. ROA mengukur profitabilitas berdasarkan aset yang digunakan (Ratri and Dewi 2. , sementara nilai perusahaan mencerminkan penilaian pasar terhadap kinerja keseluruhan (Ningsi et al. Penelitian Abdullah and Wenny . dan Ramadhana and Januarti . menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai saham. Dengan demikian, hipotesis penelitian adalah: H1: ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan ROE mengukur efisiensi penggunaan modal untuk menghasilkan laba dan semakin tinggi ROE, semakin baik posisi pemilik perusahaan (Languju et al. , 2. Penelitian Mariani et al . menunjukkan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan ini, hipotesis penelitian adalah: H2: ROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kinerja Lingkungan Kinerja lingkungan perusahaan, menurut Prawirasasra . , merujuk pada upaya perusahaan menciptakan lingkungan yang ramah dengan fokus pada pelestarian alam dan mengurangi dampak negatif aktivitas mereka. Salah satu cara perusahaan menunjukkan komitmennya adalah melalui kebijakan lingkungan yang menjadi bagian dari etika bisnis Selain bertanggung jawab pada pemegang saham, perusahaan juga bertanggung jawab kepada konsumen, karyawan, masyarakat, dan lingkungan. Kinerja lingkungan diukur dengan partisipasi dalam program PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidu. yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Susi Sarumpaet 2. Program ini memberikan penghargaan atau hukuman kepada perusahaan berdasarkan kepatuhan mereka terhadap peraturan lingkungan. PROPER bertujuan untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungan. PROPER bekerja bersama aturan lain tanpa menggantikan hukum yang ada, dan mendukung kebijakan pemerintah untuk memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungan. Penilaian kinerja lingkungan menggunakan peringkat warna untuk memudahkan komunikasi dan memberikan gambaran kepatuhan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan. Penelitian Maryanti and Fithri . dan Kim et . menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan peningkatan kinerja lingkungan meningkatkan harga saham. Berdasarkan ini, hipotesis penelitian adalah: H3: Kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting bagi investor karena mencerminkan bagaimana pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. Nilai ini tercermin dari harga saham yang menggambarkan prospek masa depan perusahaan atau pandangan investor terhadap ekuitasnya (Rezende et al. Jika harga saham lebih rendah dari nilai bukunya, investor akan melihat perusahaan sebagai kurang berpotensi. Harga saham menjadi indikator utama dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan. Sujoko dan Soebiantoro menyatakan bahwa nilai perusahaan menggambarkan keberhasilan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Harga saham yang digunakan biasanya adalah harga penutupan. Sudana EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 menjelaskan bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan atau kekayaan pemegang saham, yang tercermin dalam harga saham yang diperdagangkan. Memaksimalkan nilai perusahaan berarti memaksimalkan nilai saat ini dari semua keuntungan yang akan diperoleh pemegang saham di masa depan, dengan mempertimbangkan risiko. Fokus utama adalah pada arus kas, bukan hanya laba akuntansi. Pengukuran nilai perusahaan dapat dilakukan dengan metode price to book value (PBV), yang mengukur hubungan antara harga pasar saham dan nilai buku per lembar saham. Nilai buku saham menunjukkan ekuitas pemegang saham yang dihitung dari selisih antara aset dan kewajiban perusahaan. Metode ini membantu perusahaan memahami seberapa besar nilai pasar yang diberikan investor terhadap ekuitasnya (Deswanto and Siregar 2018. Ramadhana and Januarti 2. Retunr On Asset (X. Retunr On Equity (X. Kinerja Lingkungan (X. Nilai Perusahaan (Y) Gambar 1. Model Penelitian Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2018-2022. Metode yang diterapkan adalah purposive sampling dengan kriteria berikut: . Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, . Perusahaan yang menyediakan data lengkap sesuai kebutuhan penelitian, dan . Perusahaan yang mencatatkan laba positif selama periode penelitian. Sampel yang diambil berjumlah 50 perusahaan selama 5 tahun. Untuk mengukur kinerja keuangan, digunakan indikator ROA dan ROE, kinerja lingkungan diukur dengan PROPER, dan nilai perusahaan dihitung dengan metode PBV. Penelitian ini melibatkan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis menggunakan SPSS 26. Tabel 1. Skala Pengukuran Kinerja Lingkungan Skor Keterangan Perusahaan yang telah berhasil melaksanakan produksi bersih dan telah melakukan upaya 3 R (Reuse. Recycle. Recover. , sehingga dapat mencapai hasil yang sangat Au Perusahaan yang telah melakukan hasil lebih baik dari persyaratan yang ditentukan sebagaimana telah diatur dalam perundang Ae undangan yang berlaku, termasuk melakukan upaya 3R (Reuse. Recycle. Recover. Au Perusahaan yang telah melakukan hasil yang sesuai dengan persyaratan minimum yang ditentukan sebagaimana telah diatur dalam perundang Ae undangan yang berlaku. Au Perusahaan yang belum mencapai persyaratan minimal sebagaimana diatur dalam perundangundangan yang berlaku. Au Perusahaan yang belum melaksanakan pengendalian pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang berarti. Au Hubungan Kinerja Lingkungan dan Keuangan Dalam Menentukan. (Aji :67-. Hasil dan Pembahasan Hasil olah data penelitian menunjukkan hasil data nilai kinerja keuangan, kinerja lingkungan dan nilai perusahaan. Selanjutnya penelitian ini akan sering menyebut kinerja keuangan sebagai ROA (X. & ROE (X. , kinerja lingkungan sebagai X3 dan nilai perusahaan sebagai Y. Tahap hasil penelitian diawali dengan menunjukkan hasil data dari ketiga variabel, dimana hasil tersebut ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 2. Statistik Deskriptif 4,97 8,08 13,30 16,94 8,11 18,54 0,00 -4,00 -9,49 158,53 46,66 135,85 Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maximum 3,75 0,84 Sumber: Data diolah penulis . Penelitian ini menggunakan 200 sampel. Variabel pertama. Nilai Perusahaan yang diukur dengan PBV, memiliki nilai minimum 0,00 dan maksimum 158, dengan rata-rata 4,97 dan standar deviasi 16,94. Variabel kedua. Kinerja Keuangan 1 yang diukur menggunakan ROA, memiliki nilai minimum -4,00 dan maksimum 46,66, dengan rata-rata 8,08 dan standar deviasi 8,11. Variabel ketiga. Kinerja Keuangan 2 yang diukur dengan ROE, memiliki nilai minimum -9,49 dan maksimum 135,85, dengan rata-rata 13,31 dan standar deviasi 18,54. Variabel keempat. Kinerja Lingkungan yang diukur dengan PROPER, memiliki nilai minimum 2 dan maksimum 5, dengan rata-rata 3,75 dan standar deviasi 0,84. Tabel 3. Hasil Statistik Pengungkapan Emisi Karbon terhadap Laba Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estima Durbin-Watson 0,654a 0,427 0,418 1,01554 0,898 Sumber: Data diolah penulis . Berdasarkan tabel tersebut hasil pengujian yang didapatkan yaitu besar koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,427. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel Nilai Perusahaan yang direpresentasikan menggunakan skala PBV perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen sebesar 42,7% dan sisanya sebesar 57,3% dijelaskan oleh faktor-faktor yang lain diluar penelitian. Tabel 4. Rangkuman Analisis Regresi Unstd Coef Std Coef Sig. Variabel Bebas B Std. Error Beta (Constan. -2,495 ,697 -3,581 ,000 Kinerja Keuangan (Ro. ,035 ,018 ,213 1,981 ,049 Kinerja Keuangan (Ro. ,421 ,101 ,447 4,164 ,000 Kinerja Lingkungan ,677 ,340 ,110 1,990 ,048 Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Data diolah . Coll Statistics Tole VIF ,260 ,262 ,988 3,843 3,822 1,012 EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Berdasarkan Tabel 4. Dapat diketahui bahwa ROA. ROE, dan Kinerja Lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. ROA dengan koefisien beta 0,214 dan signifikansi 0,049 < 0,05. ROE dengan koefisien beta 0,447 dan signifikansi 0,000 < 0,05, serta Kinerja Lingkungan dengan koefisien beta 0,110 dan signifikansi 0,048 < 0,05 semuanya variable memberikan signifikansi < 0,05 sehingga ketiga hipotesis diterima. Pengaruh ROA terhadap Nilai Perusahaan Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini berarti bahwa semakin tinggi ROA suatu perusahaan, semakin tinggi pula nilai perusahaan yang diukur menggunakan PBV. ROA menggambarkan seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Ketika ROA meningkat, itu menandakan bahwa perusahaan menunjukkan kinerja yang lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor. Penelitian ini mendukung teori pensinyalan (Signalling Theor. , yang menyatakan bahwa ROA yang tinggi memberi sinyal positif kepada investor dan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan (Abdullah and Wenny Ramadhana and Januarti 2022. Rezende et al. Pengaruh ROE terhadap Nilai Perusahaan Dalam hal ini, hasil analisis regresi juga menunjukkan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ROE, semakin efisien perusahaan dalam mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan. ROE mengukur sejauh mana perusahaan bisa menghasilkan laba bagi pemegang saham dari modal yang Peningkatan ROE mengindikasikan bahwa perusahaan mampu menggunakan sumber daya yang ada untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini mendukung teori pensinyalan, di mana perusahaan dengan ROE tinggi memberikan sinyal positif kepada pasar dan investor, yang akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Languju et al. Mariani et al. Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kinerja lingkungan yang diukur melalui program PROPER memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Semakin baik peringkat PROPER suatu perusahaan, semakin tinggi nilai perusahaan. Program PROPER adalah refleksi dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung Dengan kinerja lingkungan yang baik, perusahaan dapat meningkatkan citra di mata investor dan publik, terutama bagi mereka yang peduli dengan tanggung jawab sosial dan Penelitian ini mendukung Signalling Theory, yang menyatakan bahwa perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik memberi sinyal positif kepada investor, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini juga mendukung temuan penelitian sebelumnya bahwa kinerja lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Apriandi and Hexana Sri Lastanti 2023. Kim et al. Mariani et al. Maryanti and Fithri 2. Simpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA. ROE, dan Kinerja Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara umum ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan pengaruhnya sebesar 47,25% terhadap nilai perusahaan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan Hubungan Kinerja Lingkungan dan Keuangan Dalam Menentukan. (Aji :67-. bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik (ROA dan ROE) serta kinerja lingkungan yang tinggi dapat meningkatkan nilai perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam upaya meningkatkan daya tarik investor dan nilai perusahaan, serta mendukung upaya keberlanjutan yang berkontribusi positif terhadap ekonomi hijau dan sosial. DAFTAR PUSTAKA