JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 Januari 2026 Hal. Efisiensi Kinerja Guru: Implementasi Model 3 Miles Stone Improvement Melalui Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SD Yohamintin1. Suharjuddin2*. Faridatul AAola3. Dianita Widya Syaqina4. Hasna Khalisahah Fadhilah5. Ahmad Hafidh Alkaf6 1,2,3,4,5Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia Jalan Harsono RM no 67 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Kota Jakarta Selatan. Prov. Jakarta. Indonesia 6Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra. Indonesia Jl. Lebak Bulus II No. RT. 4/RW. Cilandak Bar. Kec. Cilandak. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12440 *Alamat korespondensi: suharjuddin@dsn. (Diterima: 16-09-2025. Direvisi: 22-12-2025. Dipublikasi: 31-01-2. Abstrak Peningkatan mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan kualitas kinerja guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan bagi peserta didik. Namun, masih banyak guru menghadapi kendala dalam penguasaan teknologi, inovasi metode mengajar, dan evaluasi diri berkelanjutan. sisi lain, sebagian guru juga belum aktif mengikuti pelatihan daring maupun workshop digital yang sebenarnya dapat meningkatkan keterampilan pedagogik dan penguasaan teknologi pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah penguatan kompetensi guru melalui penerapan Model 3 Miles Stone Improvement (MSI) di SDN Teluk Pucung VI Kota Bekasi. Program difokuskan pada tiga aspek, yaitu penyusunan Individual Development Plan (IDP), pelatihan konsep deep learning, serta pemanfaatan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan dan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan analisis dan pelaporan kemudian dalam tiga sesi pelatihan disertai Pre-Test dan Post-Test untuk menilai efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh guru . %) telah memiliki rencana pengembangan diri, dengan 60,9% berkeinginan melanjutkan studi formal. Pemahaman guru terhadap deep learning meningkat hingga 95,7% dan pengetahuan mencapai 97,3%, sedangkan pemahaman HOTSAeLOTS naik menjadi 73,9%. Pelatihan juga memperkuat penerapan 8 dimensi profil lulusan serta penyusunan IDP, meski penelitian tindakan kelas masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi kinerja guru sekaligus memperkuat kesiapan guru menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Kata Kunci: Canva, deep learning. Efisiensi kinerja guru. Individual Development Plan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abstract Improving the quality of education is closely related to the quality of teachers' performance as the spearhead in the learning process. Teachers not only play a role as conveyors of material, but also as facilitators, motivators, and role models for students. However, many teachers still face obstacles in mastering technology, innovating teaching methods, and continuous selfevaluation. On the other hand, some teachers are not actively participating in online training or digital workshops, which can actually improve their pedagogical skills and mastery of educational technology. The purpose of this community service activity is to strengthen teacher competence through the application of the 3 Miles Stone Improvement (MSI) Model at SDN Teluk Pucung VI Elementary School in Bekasi City. The program focuses on three aspects, namely the preparation of Individual Development Plans (IDP. , training in deep learning concepts, and the use of the Canva application as an interactive learning medium. The implementation method is carried out through stages of preparation and planning, implementation of activities, evaluation of activities, and analysis and reporting in three training sessions accompanied by Pre-Tests and Post-Tests to assess the effectiveness of the The results of the activities show that all teachers . %) have personal development plans, with 60. 9% wishing to continue their formal studies. Teachers' understanding of deep learning increased to 95. 7% and their knowledge reached 97. 3%, while their understanding of HOTSAeLOTS rose to 73. The training also strengthened the application of the 8 dimensions of graduate profiles and the preparation of IDPs, although classroom action research still needs to be improved. Thus, this program contributes to improving teacher performance efficiency while strengthening their readiness to face the challenges of 21st-century education. Keywords: Canva, deep learning. Teacher performance efficiency. Individual Development Plan Pendahuluan Peningkatan mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan kualitas kinerja guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, efisiensi kinerja guru menjadi faktor strategis dalam mewujudkan pendidikan yang efektif dan berdaya saing, khususnya di tingkat sekolah dasar. Seperti yang ditegaskan dalam Undang Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen memberikan pengertian guru sebagai tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Sisdiknas. Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai referensi utama bagi siswa selama pembelajaran di kelas. lebih dari itu, pendidik menciptakan peran dan perilaku penting bagi siswa saat menjadi anggota masyarakat sesungguhnya yang sangat Tidak hanya pendidik yang memiliki kompetensi profesional, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga pendidik yang mampu berkembang seiring perkembangan zaman dan menjadi bagian penting dari Masyarakat (Priansa, 2. Selain itu pentingnya dorongan bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pedagogik dan profesional, guna mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi siswa (Rahayuningsih & Muhtar, 2. Namun, kenyataannya di lapangan masih banyak ditemukan kendala, seperti belum memiliki kebiasaan untuk mengevaluasi capaian pengembangan profesionalnya secara berkala, kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis digital, lemahnya inovasi metode mengajar, serta keterbatasan dalam penguasaan kompetensi pedagogik maupun profesional. Di sisi lain, sebagian guru juga belum aktif mengikuti pelatihan daring maupun workshop digital yang sebenarnya dapat meningkatkan keterampilan pedagogik dan penguasaan teknologi pendidikan. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian (Wulandari et al. , 2. yang menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi guru dalam program pelatihan berbasis digital berdampak pada keterlambatan guru dalam mengadopsi metode pembelajaran Kondisi-kondisi tersebut tentu berimplikasi pada kualitas proses dan hasil belajar siswa, di mana efektivitas pembelajaran menurun apabila guru tidak mampu mengoptimalkan perannya secara profesional dan adaptif. Melihat kenyataan tersebut, diperlukan intervensi yang terstruktur melalui program penguatan kompetensi guru yang tidak hanya menekankan pada peningkatan kemampuan pedagogik, tetapi juga mengintegrasikan keterampilan teknologi dan evaluasi diri berkelanjutan. Implementasi Model 3 Miles Stone Improvement (MSI) menjadi relevan karena dirancang untuk membantu guru melalui tiga tahapan perbaikan yang sistematis: identifikasi kebutuhan, pelatihan dan implementasi strategi, serta evaluasi berkesinambungan. Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan efisiensi guru, peneliti mengambil tindakan untuk melakukan kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan penguatan kompetensi guru di SD Negeri Teluk Pucung VI. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu Pelatihan IDP (IDP (Individual Development Plan, deep learning dan penggunaan teknologi yaitu Canva. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk: . Meningkatkan kapasitas guru dalam merencanakan dan melaksanakan pengembangan kompetensi diri secara mandiri dan berkelanjutan. Mendorong sekolah untuk menyusun kebijakan dan program internal yang mendukung optimalisasi kinerja guru berbasis digital. Mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan pengembangan profesi guru. Metode Metode yang digunakan dalam pelatihan kegiatan ini yaitu metode pemberian informasi ke sasaran penelitian, dengan pelatihan mengenai IDP (Individual Development Plan, deep learning dan penggunaan teknologi yaitu Canva di SD Negeri Teluk Pucung VI. Kegiatan ini dilaksanakan 3 sesi, sesi pertama pada hari Sabtu, 16, 23 dan 30 Agustus 2025 serta dilakukan selama 3 kali pada tanggal tersebut. Persiapan dan Perencanaan Kegiatan awal memita izin terhadap pihak sekolah mitra untuk dapat mengadakan kegiatan pelatihan penguatan kompetensi guru mengenai IDP (Individual E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Development Pla. , deep learning dan penggunaan teknologi yaitu Canva. Selanjutnya, membuat materi dengan tampilan visual yang menarik dan isi pembahasan yang mudah dipahami serta membuat instrument untuk pelaksanaan pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan bertepatan setelah mendapatkan izin dari sekolah mitra pada tanggal 14 Agustus 2025, yakni sebelum pelaksanaan pelatihan penguatan kompetensi guru. Hal ini dikarenakan, pelaksanaan Pre-test digunakan untuk mengetahui bagaimana pemahaman tentang pengembangan kompetensi diri dan teknologi serta sebagai tolak ukur guna membantu peneliti dalam mengetahui dan menilai efektivitas pelatihan dalam upaya pengembangan kompetensi diri dan teknologi. Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Persiapan dan Perencanaan Kegiatan awal memita izin terhadap pihak sekolah mitra untuk dapat mengadakan kegiatan pelatihan penguatan kompetensi guru mengenai IDP (Individual Development Pla. , deep learning dan penggunaan teknologi yaitu Canva. Selanjutnya, membuat materi dengan tampilan visual yang menarik dan isi pembahasan yang mudah dipahami serta membuat instrument untuk pelaksanaan pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan bertepatan setelah mendapatkan izin dari sekolah mitra pada tanggal 14 Agustus 2025, yakni sebelum pelaksanaan pelatihan penguatan kompetensi guru. Hal ini dikarenakan, pelaksanaan Pre-test digunakan untuk mengetahui bagaimana pemahaman tentang pengembangan kompetensi diri dan teknologi serta sebagai tolak ukur guna membantu peneliti dalam mengetahui dan menilai efektivitas pelatihan dalam upaya pengembangan kompetensi diri dan teknologi. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pelatihan penguatan kompetensi guru mengenai pentingnya melakukan pembangan kompetensi diri dan teknologi yang dilaksanakan di SD Negeri Teluk Pucung VI yang beralamat Jalan Suplier Raya Blok AA 27. Kelurahan Teluk Pucung. Kecamatan Bekasi Utara. Kota Bekasi. Jawa Barat. Kegiatan inti dari pelatihan ini dilaksanakan 3 sesi pada tanggal 16, 23 dan 30 Agustus 2025 yang diikuti oleh guru-guru di sekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan bantuan alat bantu berupa proyektor dan tampilan powepoint yang dibuat semenarik mungkin agar dapat mudah dipahami dan diimplementasikan oleh Kegiatan dilakukan 3 sesi: sesi 1 melakukan pelatihan Individual Development E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Plan (IDP), sesi 2 pelatihan deep learning dan sesi 3 pemanfaatan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi Canva. Evaluasi Kegiatan Tahap evaluasi dilaksanakan setelah penyampaian materi berakhir. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari, di mana guru yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh Selain itu, peneliti juga melaksanakan evaluasi dengan memberikan post-test digital. Untuk menilai capaian kegiatan ini, penulis menganalisis peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh melalui instrumen pre-test dan post-test digital (Yohamintin et al. , 2. Analisis dan Pelaporan Hasil evaluasi yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Proses analisis ini digunakan sebagai dasar dalam menilai efektivitas pelaksanaan program sekaligus menemukan aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan. Setelah analisis selesai, disusunlah laporan kegiatan yang memuat rangkaian tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi beserta capaian yang diperoleh. Laporan tersebut disusun secara terstruktur dengan tujuan mendokumentasikan hasil temuan sekaligus memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan (Yohamintin et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pelatihan pemasaran digital dilakukan pada tanggal 16, 23 dan 30 Agustus 2025, diikuti oleh 22 guru. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini diawali dengan pengisian pre-test oleh peserta pelatihan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengembangan komptensi diri dan teknologi. Pre-test juga dilakukan untuk melihat kesiapan peserta dalam menerima materi pelatihan. Pre-test dan Post-test dilakukan dengan memberikan 17 pertanyaan sesuai indikator pada Tabel 1. Peserta diminta untuk memberikan pernyataan Auya atau tidakAy sesuai dengan indikator pernyataan yang diminta. Kemudian peserta menjawab sesuai pengetahuan masing-masing mengenai pertanyaan yang terdapat pada indikator. Seluruh guru telah memiliki rencana pengembangan diri dengan capaian persentase Kompetensi guru dalam pengembangan diri dapat dilihat pada Tabel 1 yang memuat berbagai indikator capaian. Beberapa bentuk pengembangan diri yang sudah berhasil dicapai antara lain mengikuti pelatihan dan workshop, mempelajari teknologi baru dalam pembelajaran, membuat serta mengembangkan media pembelajaran, hingga mengikuti program sertifikasi atau program pemerintah (PPG). Meskipun demikian, masih terdapat kelemahan pada aspek penelitian tindakan kelas (PTK) yang belum optimal dilakukan oleh sebagian besar guru. Rangkaian ini merupakan implementasi 3 miles stone improvement, dimana pelatihan yang dilakukan guru merupakan bentuk nyata proses pengembangan kompetensi guru. Dengan penerapan E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat model ini terlihat adanya keterpaduan dari elemen kebijakan, dukungan pemerintah, dukungan pimpinan/sekolah, dan program pelatihan yang disediakan. Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test Indikator Rencana pengembangan diri Pelaksanaan Pengembangan diri Kompetensi guru dalam pengembangan diri: Kompetensi Sosial Kompetensi Pedagogik Kompetensi Profesional Kompetensi Kepribadian Kompetensi Spiritual Bentuk pengembangan diri Bentuk Pengembangan diri yang ingin dicapai Pemahaman Pembelajaran Deep learning Pengetahuan Pembelajaran Deep learning Pengetahuan tujuan Pembelajaran Deep learning Belum penerapan Pembelajaran Deep learning Rencana bentuk Penerapan Pembelajaran Deep Perbedaan pembelajaran HOTS dan LOTS Praktik pembelajaran HOTS Bentuk pembelaran HOTS Praktik pembelajaran LOTS Bentuk pembelaran LOTS Pemahaman 8 Dimensi Profil Lulusan Penerapan 8 Dimensi Profil Lulusan Rata-Rata Skor PreTest 88,9% Rata-Rata Skor PostTest 94,5% 63,6% 81,8% 72,7% 59,1% 31,8% 90,9% 68,2% 77,2% 73,9% 63,7% 78,3% 91,3% 73,9% 65,2% 17,4% 60,9% 95,7% 97,3% 96,6% 73,9% 63,7% 83,3% 81,8% 80,1% 68,2% 63,6% 75,9% 95,2% 82,6% 93,9% 69,6% 72,1% 73,9% 95,7% Berdasarkan data, rata-rata skor sebesar 60,9% menunjukkan bahwa guru berkeinginan untuk melanjutkan studi atau pendidikan formal sebagai bentuk pengembangan diri lebih lanjut. Sementara itu, pemahaman terhadap pembelajaran deep learning mencapai skor rata-rata 95,7% dan pengetahuan sebesar 97,3%. Sebelum pelatihan, mayoritas guru hanya memiliki pemahaman sekilas mengenai konsep deep Namun setelah pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam hal pemahaman dan pengetahuan, meskipun penerapannya di sekolah belum maksimal. Setidaknya, guru sudah mulai memahami konsep dasar dan pendekatan deep learning yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di masa mendatang. E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Selain itu, pemahaman guru mengenai perbedaan serta cara praktik HOTS (Higher Order Thinking Skill. dan LOTS (Lower Order Thinking Skill. juga mengalami Hal ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test yang disajikan pada Tabel 1, di mana terjadi peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 73,9%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu mendorong guru untuk lebih memahami konsep berpikir tingkat tinggi yang sangat penting dalam pembelajaran abad 21. Lebih lanjut, penerapan 8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila juga menunjukkan perkembangan positif. Sebelum pelatihan, masih terdapat peserta yang kurang memahami konsep ini. Namun setelah pelatihan, guru mampu menyebutkan dimensidimensi tersebut secara lebih spesifik dan memahami strategi implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, pengembangan diri guru melalui berbagai program pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik, tetapi juga mendukung terwujudnya pembelajaran inovatif yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa. Gambar 2. Pelatihan IDP (Individual Development Pla. Dalam kegiatan pengabdian berupa pelatihan penguatan kompetensi guru pada sesi 1 yang ditunjukkan pada Gambar 2, dilaksanakan pelatihan mengenai Individual Development Plan (IDP). Materi ini mencakup penjelasan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat IDP, serta pentingnya perencanaan pengembangan IDP bagi profesi Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan komponen utama yang terdapat dalam IDP, seperti self assessment . ekuatan & kelemaha. , penetapan tujuan SMART (Spesific. Measurable. Archievable. Relevant, ttime-boun. Rencana aksi dengan strategi dan indikator pecapaian, serta waktu pelaksanaan dan evaluasi berkala. Pelatihan ini juga memberikan panduan langkah-langkah sistematis dalam penyusunan IDP, sehingga guru dapat merancang rencana pengembangan diri secara terarah, terukur, dan berkesinambungan. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan guru mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya sekaligus merancang strategi karier yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan Pendidikan. Hal ini sejalan dengan (Nurmahmudah & Rasyid Baswedan, 2. menyatakan Pada hakikatnya, perencanaan adalah kegiatan guru dalam merumuskan langkah strategis untuk mencapai tujuan di masa mendatang. Guru yang mampu menyusun perencanaan secara matang biasanya akan memperlihatkan hasil yang sesuai dengan E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat harapan, sekaligus menunjukkan komitmen dalam pengembangan dan peningkatan kualitas dirinya. Gambar 3. Pelatihan Deep Learning Pada sesi 2 terdapat pada Gambar 3, peserta diberikan pengetahuan mengenai deep learning disertai penjelasan spesifik yang nantinya dapat diimplementasikan di Materi pelatihan ini membahas konsep dasar bahwa pembelajaran deep learning merupakan pendekatan yang memuliakan dengan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dalam penerapannya, pendekatan deep learning berfokus pada kegiatan belajar yang menekankan proyek, kolaborasi, serta kemampuan refleksi secara kritis (Latif et al. , 2. Hal ini selaras dengan (Fitriani & Santiani, 2. deep learning menitikberatkan pada proses pembelajaran yang mendorong analisis kritis, menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki, serta mengaplikasikannya dalam konteks yang lebih luas. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman belajar yang reflektif, bermakna, menyenangkan, kritis, dan mendalam. Gambar 4. Pelatihan penggunaan aplikasi Canva berupa kuis interaktif Kemudian mengenai perlunya deep learning dapat menambah karakteristik praktik pedagogi seperti keterlibatan, berkesadaran, memuliakan, pengembangan budaya belajar, pemanfaatan teknologi digital dan multi/interdisiplin pengetahuan dan penerapan prinsip deep learning dalam pembelajaran, tidak hanya itu tetapi juga pembuatan RPP menggunakan pendekatan deep learning serta dikaitkan dengan penguatan 8 dimensi profil lulusan yaitu . Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME. Kewargaan. Penalaran Kritis. Kreativitas. Kolaborasi. Kemandirian. Kesehatan. Komunikasi. Hal ini selaras (Suwandi et al. , 2. E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang menyatakan pendekatan ini bertujuan mengubah paradigma pembelajaran tradisional yang berfokus pada hafalan dan pengulangan informasi menjadi proses belajar yang lebih konstruktif serta reflektif. Transformasi tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah. Gambar 5. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SD Negeri Teluk Pucung VI Pada sesi 3 yang ditunjukkan pada Gambar 4, pelatihan difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi Canva. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur Canva sebagai media pembelajaran interaktif, salah satunya adalah pembuatan kuis interaktif yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan Canva sebagai sarana inovatif dalam merancang media ajar digital, sekaligus meningkatkan kemampuan guru dalam menghasilkan bahan ajar yang menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran seharihari sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih variatif, interaktif, serta mampu menumbuhkan minat belajar siswa. Dengan penguasaan keterampilan tersebut, guru diharapkan dapat berinovasi dalam mengembangkan strategi pembelajaran digital yang mendukung tercapainya kompetensi siswa secara optimal. Hal ini selaras dengan (Suryana, 2. menyatakan bahwa kemampuan untuk menghasilkan konsep dan metode baru dalam menyelesaikan masalah dan melihat peluang baru dikenal sebagai kreativitas. Teknologi digital yang mendorong perkembangan ide dan inovasi siswa dapat membantu mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran, terutama dalam desain grafis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan konsep IDP (Individual Development Pla. , pelatihan konsep deep learning dan pembuatan RPP menggunakan pendekatan deep learning dan juga 8 dimensi profil lulusan, serta pemanfaatan teknologi aplikasi Canva melalui pembuatan kuis interaktif bagi guru dan sekolah telah terlaksana dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi, pihak sekolah mitra menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kompetensi guru, memperluas wawasan mengenai pembelajaran berbasis teknologi, serta mendorong inovasi dalam proses belajarmengajar. E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Simpulan dan Rekomendasi Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penguatan kompetensi guru di SDN Teluk Pucung VI telah terlaksana dengan baik melalui tiga tahapan utama, yaitu penyusunan Individual Development Plan (IDP), pengenalan konsep deep learning, dan pemanfaatan aplikasi Canva dalam pembelajaran. Program ini terbukti membantu guru dalam merencanakan pengembangan diri secara sistematis, meningkatkan pemahaman mengenai strategi pembelajaran bermakna, serta mendorong kreativitas melalui media ajar digital. Pengembangan diri guru menunjukkan capaian positif dengan 100% guru memiliki rencana pengembangan diri, meskipun aspek penelitian tindakan kelas masih kurang Data juga menunjukkan 60,9% guru berkeinginan melanjutkan studi formal, pemahaman terhadap deep learning meningkat hingga 95,7%, dan pengetahuan mencapai 97,3% setelah pelatihan. Selain itu, pemahaman guru mengenai HOTSAe LOTS juga naik dengan rata-rata skor 73,9%, serta penerapan 8 Dimensi Profil Lulusan semakin spesifik dipahami. Pelatihan IDP semakin memperkuat kemampuan guru dalam merancang strategi pengembangan diri yang terarah, terukur, dan Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan efisiensi kinerja guru, khususnya dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad 21. Ke depan, keberlanjutan program serupa sangat diperlukan agar guru dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan strategi pembelajaran inovatif, dan memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi peserta didik. Daftar Pustaka