Nindirah Septia1*. Oktamia Nursanty2. Sabilla Nurhaliza3. Mira Veranita4 KOMPETENSI BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA: TINJAUAN SISTEMATIS TREN DAN TANTANGAN Nindirah Septia1*. Oktamia Nursanty2. Sabilla Nurhaliza3. Mira Veranita4 1,2,3,4Program Magister Manajemen Administrasi Rumah Sakit. ARS University E-mail : septianindirah@gmail. ABSTRACT In an era of globalization characterized by cultural diversity and high workforce mobility, cultural competence has become a crucial aspect of human resource development (HRD). Cultural competence encompasses not only an understanding of various cultures but also the ability to interact effectively with individuals from different backgrounds. Organizations must be able to manage cultural diversity to achieve optimal This study aims to conduct a systematic review of the trends and challenges in developing cultural competence in the workplace. This research employs a systematic review approach by collecting and analyzing relevant literature. A search conducted on Google Scholar yielded a total of 150 relevant papers. After applying inclusion and exclusion criteria, the number of qualifying papers was reduced to 45. Many organizations have adopted training practices to enhance cultural competence. however, significant challenges remain in the workplace, such as resistance to change and a lack of evaluation. To enhance cultural competence in human resource development, organizations need to adopt a more integrated approach and involve all levels within the Keywords: Cultural Competence. Human Resource Development. Systematic Review. Trends. Challenges. ABSTRAK Dalam era globalisasi yang ditandai oleh keragaman budaya dan mobilitas tenaga kerja yang tinggi, kompetensi budaya menjadi aspek krusial dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kompetensi budaya tidak hanya mencakup pemahaman tentang berbagai budaya, tetapi juga kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan individu dari latar belakang yang berbeda. Organisasi harus mampu mengelola keragaman budaya untuk mencapai kinerja yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap tren dan tantangan dalam pengembangan kompetensi budaya di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematis dengan mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan. Dilakukan pencarian di google sholar terdapat total 150 makalah yang relevan, setelah diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah makalah yang memenuhi syarat menjadi 45 makalah. Banyak organisasi telah mengadopsi praktik pelatihan untuk meningkatkan kompetensi budaya, tetapi masih banyak tantangan yang terdapat di tempat kerja seperti resistensi terhadap perubahan dan kurangnya evaluasi. Untuk meningkatkan kompetensi budaya dalam pengembangan SDM, organisasi perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi dan melibatkan semua level dalam organisasi. Kata kunci: Kompetensi Budaya. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tinjauan Sistematis. Tren. Tantangan. Page 22-28 Nindirah Septia1*. Oktamia Nursanty2. Sabilla Nurhaliza3. Mira Veranita4 PENDAHULUAN Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi aspek penting dalam menentukan keberhasilan organisasi di tengah era globalisasi dan kompetisi yang semakin Tujuan utama dari pengembangan SDM adalah untuk memperkuat kemampuan, keterampilan, dan produktivitas tenaga kerja agar mereka dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian visi dan misi Kegiatan dalam pengembangan SDM meliputi pelatihan, pendidikan, perencanaan karir, serta pengelolaan kinerja, meningkatkan kualitas individu dalam lingkungan kerja. Agar pengembangan SDM berjalan dengan efektif, diperlukan strategi yang menyesuaikan diri dengan dinamika bisnis, perkembangan teknologi, dan permintaan Pendekatan jangka panjang dalam pengembangan SDM menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam peningkatan kapabilitas tenaga kerja, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan daya saing Dengan kemajuan teknologi dan perubahan struktur demografis tenaga kerja, organisasi dituntut untuk terus memperbarui strategi serta metode dalam mengembangkan SDM. Adopsi teknologi digital dan pembelajaran berbasis teknologi membuka jalan bagi pendekatan yang lebih adaptif dan Selain itu, masuknya generasi milenial dan Gen Z ke dunia kerja menuntut organisasi untuk menyesuaikan metode pengembangan karakteristik generasi tersebut. Perkembangan pergeseran tren tenaga kerja menyebabkan proses pengembangan SDM terus berubah. Tren pemanfaatan teknologi digital dalam pelatihan dan pengembangan semakin meningkat. Penggunaan platform e-learning, serta teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), kini banyak diadopsi karena mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, menarik, dan mendalam. Hal ini memberikan peluang bagi organisasi untuk menciptakan proses pelatihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan karyawan masa kini. Selain aspek teknis, pengembangan soft skills semakin memperoleh perhatian peningkatan kinerja individu dan efektivitas tim kerja. Keterampilan interpersonal seperti komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan kecerdasan emosional dipandang sebagai elemen krusial yang mendukung keberhasilan Seiring dengan hal tersebut, banyak institusi mulai mengalokasikan investasi yang signifikan dalam program pelatihan yang berfokus pada penguatan keterampilan non-teknis ini. Selanjutnya, . ontinuous learnin. dan pembelajaran sepanjang hayat . ifelong learnin. menjadi semakin relevan, terutama dalam konteks transformasi digital yang menuntut adaptasi cepat terhadap perubahan. Dalam kerangka ini, organisasi memainkan peran strategis dengan menyediakan akses terhadap program pendidikan berkelanjutan dan sumber daya pembelajaran yang kontekstual dan adaptif. Tren lainnya adalah meningkatnya penerapan personalisasi dan kustomisasi dalam desain pelatihan. Melalui pemanfaatan teknologi analitik dan data karyawan, organisasi mampu merancang program kebutuhan spesifik dan preferensi individu. Pendekatan berbasis data ini diyakini dapat Page 22-28 Nindirah Septia1*. Oktamia Nursanty2. Sabilla Nurhaliza3. Mira Veranita4 meningkatkan keterlibatan peserta serta efektivitas hasil pembelajaran. Di samping itu, dimensi kesejahteraan karyawan juga mengalami peningkatan perhatian dalam agenda pengembangan SDM. Kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik, mental, dan produktivitas dan retensi karyawan telah mengimplementasikan berbagai program kesejahteraan, termasuk pelatihan kesehatan mental, program kebugaran, dan kebijakan kerja fleksibel. Dengan demikian, pengembangan sumber daya manusia tidak hanya mencakup peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter dan kesejahteraan holistik karyawan. Bab ini akan mengulas secara komprehensif berbagai landasan teoretis, model, serta praktik terkini dalam pengembangan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia dalam konteks organisasi modern. "diversity training. " Terdapat total 150 makalah yang relevan, setelah diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah makalah yang memenuhi syarat menjadi 45 makalah Artikel yang dipilih adalah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan relevan dengan topik yang dibahas. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema dan pola yang muncul dari studi yang telah dipilih. PEMBAHASAN kompetensi budaya dalam pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui beberapa cara. organisasi menghadapi tantangan dalam mengelola tenaga kerja yang beragam. Kompetensi budaya, yang mencakup kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan individu dari berbagai latar belakang, menjadi kunci untuk keberhasilan dalam pengembangan SDM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren terkini dan mengembangkan kompetensi budaya di tempat kerja. METODE PENELITIAN Kami melakukan tinjauan sistematis dengan mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan. Pencarian dilakukan di berbagai basis data akademik menggunakan kata kunci seperti "cultural competence," "human Page 22-28 Pelatihan dan Pengembangan: Kegiatan pembelajaran yang mendukung individu dalam mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk kinerja yang lebih baik. Pelatihan ini dapat berupa pelatihan teknis, pelatihan kepemimpinan, atau pelatihan terkait budaya organisasi. Pengembangan Kompetensi Digital: Pengembangan kompetensi digital sangat penting di era digital saat ini. Staff HR dapat mengembangkan kompetensi pengembangan yang tepat. Perencanaan dan Pengembangan SDM: Perencanaan dan pengembangan SDM yang efektif dapat membantu organisasi mencapai tujuannya. Hal ini mencakup SDM, rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan Perspektif Mutu Layanan Kesehatan antara lain: Perspektif pasien/masyarakat Pasien/masyarakat melihat layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang dapat dirasakannya dan diselenggarakan dengan cara yang sopan dan santun. Nindirah Septia1*. Oktamia Nursanty2. Sabilla Nurhaliza3. Mira Veranita4 tepat waktu, tanggap dan mampu menyembuhkan serta mencegah brerkembangnya atau meluasnya Perspektif pemberi layanan Pemberi . kesehatan yang bermutu dengan ketersediaan peralatan, prosedur kerja atau protokol, kebebasan profesi dalam setiap melakukan layanan kesehatan sesuai dengan teknologi kesehatan mutakhir, dan bagaimana keluaran . atau hasil layanan kesehatan itu. Perspektif Penyandang dana atau asuransi layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang efesien dan efektif. Pasien diharapkan dapat disembuhkan dalam waktu sesingkat mungkin sehingga biaya layanan kesehatan dapat menjadi Kemudian upaya promosi kesehatan dan mencegah penyakit akan digalakkan agar penggunana Perspektif pemilik sarana kesehatan layanan kesehatan pemilik sarana layanan kesehatan berpandang bahwa layanan kesehatan yang bermutu merupakan layanan kesehatan yang menghasilkan pendapatan yang mampu menutupi biaya operasional dan pemeliharaan, tetapi dengan tarif layanan kesehatan yang masih terjangkau oleh pasien/masyarakat, yaitu pada tingkat biaya ketika belum Perspektif administrator layanan kesehatan Administrator layanan kesehatan walau tidak langsung memberikan layanan kesehatan, ikut bertanggungjawab dalam masalah mutu layanan kesehatan. Kebutuhan akan supervisi, manajemen keuangan dan logistik akan memberikan suatu kadang-kadang administrator layanan kesehatan kurang memperhatikan prioritas sehingga timbul persoalan dalam layanan kesehatan. Untuk mengatasi masalah kesehatan, telah disepakati bahwa pembahasan tentang kepuasan pasien yang dikaitkan dengan mutu pelayanan kesehatan bukanlah pembahasan yang bersifat luas, melainkan Pembahasan pada derajat kepuasan Untuk subyektivitas yang mempersulit pelaksanaan program menjaga mutu, ditetapkan bahwa ukuran kepuasan yang dipakai disini adalah kepuasan rata-rata orientasi nya tetap individual. Artinya, suatu pelayanan kesehatan dinilai bermutu apabila pelayanan pasien sesuai dengan rata-rata Pembatasan pada upaya yang Untuk kepentingan pemakai jasa pelayanan kesehatan yang pada umumnya awam terhadap tindakan kedokteran . atient ignoranc. , ditetapkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menimbulkan kepuasan tersebut harus sesuai dengan kode etik serta standar pelayanan profesi. KESIMPULAN Cultural competence adalah elemen penting dalam pengembangan sumber daya manusia di era global. Organisasi perlu berinvestasi dalam program yang efektif dan Page 22-28 Nindirah Septia1*. Oktamia Nursanty2. Sabilla Nurhaliza3. Mira Veranita4 terukur untuk meningkatkan kompetensi Dengan mengatasi tantangan ini dan memanfaatkan tren yang ada, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih Meningkatkan kinerja: Kompetensi budaya dapat meningkatkan kinerja SDM dengan memahami dan menghargai perbedaan budaya. Meningkatkan Kompetensi meningkatkan kepuasan kerja dengan menciptakan lingkungan kerja yang Meningkatkan beradaptasi: Kompetensi budaya dapat meningkatkan kemampuan SDM lingkungan kerja yang dinamis. Dengan demikian, kompetensi budaya pengembangan SDM untuk meningkatkan kinerja, kepuasan kerja, dan kepuasan SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan berkala tentang pengembangan kopetensi budaya dalam pengembangan sumber daya manusia supaya dapat meningkatkan pengetahuan wawasan masyarakatr menjadi lebih baik . DAFTAR PUSTAKA