Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Integrasi Literasi Keuangan dan Psikologi: Analisis Pengaruh Locus of Control terhadap Efektivitas Manajemen Keuangan Generasi Z di Kota Tangerang Integration of Financial Literacy and Psychology: An Analysis of the Influence of Locus of Control on the Effectiveness of Generation Z Financial Management in Tangerang City Amalia Indah Fitriana1. Mikrad2. Randi Febri Yoga3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kota Tangerang. Indonesia Email Korespodensi: mikrad@umt. Diterima 23-04-2025 Direvisi 18-07-2025 Disetujui 31-07-2025 Abstrak: Generasi Z di Kota Tangerang menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan personal, dipengaruhi oleh rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses keuangan formal, dan kurangnya kontrol diri atas keputusan finansial. Penelitian ini menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control terhadap manajemen keuangan generasi Z, mengisi kesenjangan penelitian di konteks urban Indonesia. Metode kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data survei dari 220 responden generasi Z di Tangerang yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan, dengan literasi keuangan sebagai faktor paling dominan, diikuti oleh locus of control dan inklusi keuangan. Temuan ini memperkuat pentingnya peningkatan literasi keuangan dan akses keuangan inklusif untuk mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik. Novelty penelitian terletak pada pendekatan integratif antara aspek kognitif . , akses . , dan psikologis . ocus of contro. dalam konteks generasi Z urban. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan program edukasi keuangan berbasis digital serta kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda. Kontribusi teoretis meliputi pengembangan model perilaku keuangan yang memadukan faktor eksternal dan internal, sementara kontribusi kebijakan menekankan perlunya intervensi terstruktur untuk mendukung stabilitas finansial generasi Z. Kata kunci: Literasi keuangan, inklusi keuangan, locus of control, generasi Z, manajemen keuangan. Abstract: Generation Z in Tangerang City faces challenges in managing personal finances, influenced by low financial literacy, limited access to formal finance, and lack of self-control over financial decisions. This study analyzes the influence of financial literacy, financial inclusion, and locus of control on the financial management of Generation Z, filling the research gap in the Indonesian urban context. The explanatory quantitative method was used with survey data from 220 Generation Z respondents in Tangerang who were purposively selected. The results showed that the three variables had a positive and significant effect, with financial literacy as the most dominant factor, followed by locus of control and financial inclusion. These findings reinforce the importance of improving financial literacy and access to inclusive finance to drive better financial management. The novelty of the research lies in an integrative approach between cognitive aspects . , access . , and psychological . ocus of contro. in the context of urban generation Z. Practically, this study recommends strengthening digital-based financial education programs and collaboration between stakeholders to increase financial literacy and inclusion of the younger generation. Theoretical contributions include the development of financial behavioural models that blend external and internal factors, while policy contributions emphasise the need for structured interventions to support the financial stability of Generation Z Keywords: Financial literacy, financial inclusion, locus of control, generation Z, financial management. Copyright A 2024 Digital Business Journal (DIGIBIS) This work is Licensed Under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Introduction Dalam era digital yang semakin maju, generasi Z menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keuangan pribadi. Dibesarkan dalam lingkungan yang didominasi oleh teknologi dan akses informasi yang mudah, mereka diharapkan memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak generasi Z masih kesulitan dalam aspek keuangan dasar seperti menabung, berinvestasi, dan mengelola pengeluaran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kesiapan mereka dalam mencapai stabilitas finansial di masa depan. Penelitian ini mengidentifikasi masalah penting: rendahnya tingkat literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control di kalangan generasi Z yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola keuangan pribadi. Meskipun literatur menunjukkan pentingnya ketiga variabel ini, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji pengaruh simultan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control pada generasi Z, khususnya di Kota Tangerang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: . Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap manajemen keuangan personal pada generasi Z di Kota Tangerang?. Apakah inklusi keuangan berpengaruh terhadap manajemen keuangan personal pada generasi Z di Kota Tangerang?. Apakah locus of control berpengaruh terhadap manajemen keuangan personal pada generasi Z di Kota Tangerang?. Apakah literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control secara simultan atau secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku manajemen keuangan personal pada generasi Z di Kota Tangerang?. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait peran ketiga variabel tersebut dalam meningkatkan kemampuan manajemen keuangan generasi muda, sekaligus mengisi kesenjangan dalam literatur yang ada. Tinjauan Literatur Theory Planned of Behaviour Theory of Planned Behavior adalah sebuah kerangka konseptual dalam psikologi sosial yang digunakan untuk memahami perilaku manusia, termasuk dalam konteks keputusan keuangan personal. Menurut (Buderini, dkk. Planned behavior theory menjelaskan bahwa sikap adalah faktor penting dalam memprediksi perilaku seseorang. Namun, selain sikap, penting juga untuk mempertimbangkan norma subjektif, yang mencerminkan persepsi seseorang terhadap pandangan sosial atau harapan orang lain, serta kontrol perilaku yang dipersepsikan, yaitu sejauh mana seseorang merasa mampu mengendalikan tindakan mereka Manajemen Keuangan Personal manajemen keuangan pribadi adalah kemampuan seseorang untuk mengatur berbagai aspek keuangan sehari-hari, termasuk perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana. Proses ini terstruktur untuk mencapai tujuan keuangan pribadi melalui pemahaman prinsip-prinsip manajemen keuangan. Pengelolaan keuangan pribadi juga mencakup pengawasan terhadap penggunaan uang, seperti penganggaran, pengeluaran, tabungan, dan investasi. Menurut (Giltman. , 2002 dalam Prasetyo dan Lestari, 2. menyebut bahwa manajemen keuangan pribadi adalah seni dan ilmu dalam mengelola sumber daya keuangan yang berasal dari unit individu. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan kompetensi yang penting dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan melibatkan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan individu dalam mengelola keuangan secara efektif. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang, semakin bijaksana perilaku keuangannya dan semakin efektif pengelolaan keuangannya. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, individu dapat meningkatkan kesejahteraan finansialnya dan mengelola pendapatannya dengan lebih efisien untuk mencapai tujuan keuangan pribadi. Menurut (Roestanto. , 2017 dalam Artha dan Wibowo. , 2. literasi keuangan didefinisikan sebagai proses yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan seseorang sehingga mereka dapat mengelola keuangan pribadi dengan lebih bijaksana. Inklusi Keuangan Inklusi keuangan didefinisikan sebagai akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang berguna dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan individu dan bisnis, termasuk transaksi, pembayaran, tabungan, dan asuransi, yang digunakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketersediaan akses terhadap berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Locus of Control Menurut (Alexander. , 2019 dalam Andriyani dan Cipta. , 2. locus of control adalah persepsi seseorang tentang sebab-akibat dari berbagai peristiwa dalam hidupnya, di mana keberhasilan atau kegagalan seseorang tergantung pada seberapa baik ia mengendalikan peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, locus of control dapat dilihat sebagai keyakinan individu terhadap kemampuan mereka untuk mengendalikan atau dipengaruhi oleh peristiwa hidup mereka, yang mempengaruhi sikap dan perilaku mereka dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Manajemen Keuangan Personal Literasi keuangan membantu manajemen keuangan personal dengan memahami konsep dasar seperti pengeluaran, tabungan, investasi, dan hutang. Ini memungkinkan pengelolaan anggaran yang efektif, identifikasi prioritas keuangan, dan pengurangan pengeluaran yang tidak perlu. Literasi juga mendukung pemilihan produk keuangan yang tepat dan pemahaman risiko investasi, yang mendukung keputusan investasi yang bijak dan stabilitas keuangan jangka panjang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Buderini, dkk. , 2. , (Rosa dan Listiadi. , 2. serta (Khoirunnisa dan Rochmawati. , 2. menyatakan bahwa Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap manajemen keuangan personal. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis pertama yang diajukankan adalah: H1: Literasi keuangan berpengaruh terhadap Manajemen Keuangan Personal. Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Manajemen Keuangan Personal Inklusi keuangan memperluas akses ke layanan keuangan, memungkinkan individu mengelola keuangan secara lebih efektif dan mengurangi ketergantungan pada praktik informal yang berisiko. Selain itu, program pendidikan keuangan yang sering menyertainya http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. meningkatkan literasi keuangan, memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sufyati H dan Lestari. , 2. , (Karamaha. Bailusy, dan Taslim. , 2. serta (Nurhayati dan Nurodin. , 2. menyatakan bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan personal. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis kedua yang diajukankan adalah: H2: Inklusi keuangan berpengaruh terhadap Manajemen Keuangan Personal. Pengaruh Locus of Control Terhadap Manajemen Keuangan Personal Locus of control mempengaruhi manajemen keuangan personal dengan cara yang Individu dengan locus of control internal cenderung bertanggung jawab penuh atas keputusan keuangan, menunjukkan perilaku perencanaan dan pengaturan tujuan keuangan. Sebaliknya, mereka dengan locus of control eksternal sering menyalahkan faktor eksternal dan kurang aktif dalam mengelola masalah keuangan. Pemahaman tentang locus of control dapat mempengaruhi cara individu menangani dan mengelola keuangan pribadi mereka. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rindi dan Adiputra. , 2. , (Ramadhani, dkk. , 2. serta (Reviandani. , 2. menyatakan bahwa locus of control berpengaruh positif terhadap manajemen keuangan personal. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis ketiga yang diajukankan adalah: H3: Locus of control berpengaruh terhadap Manajemen Keuangan Personal. Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan dan Locus of Control Terhadap Manajemen Keuangan Personal Literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control saling mempengaruhi dalam manajemen keuangan pribadi. Pengetahuan keuangan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, akses ke layanan keuangan mendukung pengelolaan yang efektif, dan keyakinan individu tentang kendali atas hidup mereka mempengaruhi cara mereka mengelola uang. Kombinasi ketiga faktor ini berperan penting dalam mencapai kestabilan keuangan individu. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Astuti dan Soleha. , 2. menyatakan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan dan Locus of control secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis keempat yang diajukankan adalah: H4: Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan dan Locus of control berpengaruh secara silmultan terhadap Manajemen Keuangan Personal. Metode Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk mengukur hubungan antara variabel independen . iterasi keuangan, inklusi keuangan, locus of contro. dan variabel dependen . anajemen keuangan persona. Metode ini memungkinkan pengumpulan data numerik yang dianalisis secara statistik, memberikan hasil yang objektif dan terukur. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini ingin menguji hipotesis dan memahami hubungan kausal antara variabel yang telah ditentukan. Metode survei digunakan untuk mendapatkan data langsung dari generasi Z di Kota Tangerang, mengukur pengaruh variabel terhadap perilaku finansial mereka. Pendekatan ini memastikan pengukuran yang akurat dan hasil yang dapat digeneralisasi. Penelitian ini menggunakan desain kausalitas untuk mengidentifikasi pengaruh atau hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Dengan populasi 479. 480 orang di Kota Tangerang, sampel 220 responden dipilih menggunakan sampling acak sederhana agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih, memastikan sampel yang representatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan langsung kepada responden. Kuesioner diukur menggunakan skala Likert. Proses ini dilakukan dalam waktu yang ditetapkan dengan pengawasan untuk menjamin validitas dan reliabilitas data. Data dianalisis dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebelum analisis, dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta uji asumsi klasik seperti normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model regresi. Hasil regresi akan menunjukkan seberapa signifikan pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control terhadap manajemen keuangan personal generasi Z di Kota Tangerang. Hasil dan Pembahasan Analisis Deskriptif Bagian ini memaparkan deskripsi responden yang terlibat dalam penelitian. Dari 220 responden generasi Z di Kota Tangerang, mayoritas merupakan individu dengan tingkat pendidikan menengah hingga tinggi dan berusia antara 18-25 tahun. Hal ini mencerminkan karakteristik demografis generasi Z yang menjadi fokus penelitian, dengan akses tinggi terhadap teknologi digital dan informasi keuangan. Analisis Penelitian Uji Validitas Tabel 1. Uji Validitas Variabel Literasi Keuangan (X. Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan X1_1 0,475 0,132 Valid X1_2 0,615 0,132 Valid X1_3 0,514 0,132 Valid X1_4 0,527 0,132 Valid X1_5 0,512 0,132 Valid X1_6 0,563 0,132 Valid X1_7 0,597 0,132 Valid X1_8 0,574 0,132 Valid X1_9 0,539 0,132 Valid X1_10 0,500 0,132 Valid X1_11 0,617 0,132 Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Tabel 1 menunjukkan bahwa variabel Literasi Keuangan (X. memiliki kriteria valid untuk semua item pernyataan berdasarkan kriteria lebih besar dari 0,132. Tabel 2. Uji Validitas Variabel Inklusi Keuangan (X. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. No. Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan X2_1 0,362 0,132 Valid X2_2 0,477 0,132 Valid X2_3 0,553 0,132 Valid X2_4 0,605 0,132 Valid X2_5 0,556 0,132 Valid X2_6 0,677 0,132 Valid X2_7 0,617 0,132 Valid X2_8 0,691 0,132 Valid X2_9 0,659 0,132 Valid X2_10 0,677 0,132 Valid X2_11 0,542 0,132 Valid X2_12 0,362 0,132 Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Tabel 2 menunjukkan bahwa variabel Inklusi Keuangan (X. memiliki kriteria valid untuk semua item pernyataan berdasarkan kriteria lebih besar dari 0,132. No. Tabel 3. Uji Validitas Variabel Locus of Control (X. Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan X3_1 0,832 0,132 Valid X3_2 0,858 0,132 Valid X3_3 0,829 0,132 Valid X3_4 0,794 0,132 Valid X3_5 0,802 0,132 Valid X3_6 0,857 0,132 Valid X3_7 0,782 0,132 Valid X3_9 0,664 0,132 Valid X3_10 0,718 0,132 Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Tabel 3 menunjukkan bahwa variabel Locus of Control (X. memiliki kriteria valid untuk semua item pernyataan berdasarkan kriteria lebih besar dari 0,132. Tabel 4. Uji Validitas Variabel Manajemen Keuangan Personal (Y) http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. No. Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan Y_1 0,490 0,132 Valid Y_2 0,444 0,132 Valid Y_3 0,556 0,132 Valid Y_4 0,574 0,132 Valid Y_5 0,620 0,132 Valid Y_6 0,640 0,132 Valid Y_7 0,590 0,132 Valid Y_8 0,681 0,132 Valid Y_9 0,628 0,132 Valid Y_10 0,636 0,132 Valid Y_11 0,568 0,132 Valid Y_12 0,551 0,132 Valid Y_13 0,587 0,132 Valid Y_14 0,488 0,132 Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel Literasi Keuangan(X. memiliki kriteria valid untuk semua item pernyataan berdasarkan kriteria lebih besar dari 0,132. Uji Reliabilitas Tabel 5. Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha No. Variabel Keterangan Literasi Keuangan 9X. 0,764 Reliable Inklusi Keuangan (X. 0,812 Reliable Locus of Control (X. 0,936 Reliable Manajemen Keuangan Personal (Y) 0,845 Reliable Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan hasil yang ditunjukkan oleh tabel 5, uji reliabilitas pada variabel penelitian, karena nilai CronbachAos Alpha berada diatas nilai standar, yaitu di atas dari 0,70. Sehingga dapat dikatakan semua dimensi ini bersifat reliable. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah variabel pengganggu atau residual dalam model regresi mengikuti distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis grafik Normal Probability Plot (P-Plo. serta uji Kolmogorov-Smirnov. Gambar 1. Grafik Normal Probability Plot Berdasarkan Gambar 1 di atas, dapat disimpulkan bahwa data tersebar di sekitar garis Selain itu, grafik histogram menunjukkan bahwa residual data membentuk kurva lonceng yang normal. Oleh karena itu, data mengikuti pola distribusi normal, yang menunjukkan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas. Tabel 6. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Differences Extreme Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan tabel di atas pada uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat signifikansi residual sebesar 0,072 yang lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model penelitian memiliki distribusi data normal Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat korelasi antara http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. variabel- variabel independen dalam model regresi. Sebuah model regresi yang baik seharusnya tidak menunjukkan adanya korelasi di antara variabel-variabel independen Tabel 7. Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Literasi Keuangan (X. Inklusi Keuangan (X. Locus of Control (X. Dependent Variable: Manajemen Keuangan Personal (Y) Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan tabel 7 pada uji multikolonierita, dari hasil uji Variance Inflation Factor (VIF) pada hasil output SPSS tabel coefficients, masing-masing variabel independen memiliki VIF <10 dan nilai Tolerance Ou 0,10. Maka dapat dinyatakan tidak terdapat multikolinieritas antara variabel dependen dengan variabel independen yang lain sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat kesamaan varians residual antara satu pengamatan dengan pengamatan lainnya dalam model regresi. Jika varians residual tetap konsisten di seluruh pengamatan, maka model tersebut tidak mengalami Sebaliknya, jika varians residual bervariasi, model dikatakan mengalami Model regresi yang baik adalah yang memenuhi asumsi homoskedastisitas, di mana tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2. Gambar 2. Uji Heterokedastisitas Dengan Scatterplot Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan gambar terlihat bahwa titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y . aerah postif dan negati. serta tidak berbentuk pola. Jadi, dapat di ambil kesimpulan bahwa asumsi heteroskedastisitas tidak terpenuhi karena model regresi berganda http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. memiliki asumsi varian residual yang konstan . Tabel 8. Uji Heterokedastisitas Dengan Glejser Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Model Std. Error (Constan. Literasi Keuangan (X. Inklusi Keuangan (X. Locus of Control (X. Sig. Dependent Variable: ABS_RES Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan hasil tabel diatas dari ketiga variabel independen . iterasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of contro. diperoleh hasil nilai Sig. > 0. Karena nilai Sig. 05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dan hasil uji dapat Uji Regresi Linier Berganda Tabel 9. Regresi Linear Berganda Coefficientsa Standardize Coefficients Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. ErrorBeta Literasi Keuangan (X. Inklusi Keuangan (X. Locus of Control (X. Sig. Dependent Variable: Manajemen Keuangan Personal (Y) Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan tabel diatas , maka dapat diuraikan dalam persamaan regresi berganda sebagai berikut : yeA = yayi, yiyaye ya, yayayaycya ya, yayiyycya ya, ycyeycycyc. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Nilai Y = 17,715 Menunjukan bahwa jika variabel bebas yang terdiri dari literasi keuangan , inklusi keuangan dan locus of control dengan nol, (X) = 0, maka manajemen keuangan personal sebesar 17,715. Koefisien Regresi variabel Literasi Keuangan (X. = 0,212 Nilai ini memberi pengertian bahwa apabila ada peningkatan satu satuan variabel literasi keuangan akan mempengaruhi peningkatan manajemen keuangan personal sebesar 0,212 dengan variabel bebas lain yaitu inklusi keuangan dan locus of control yang dianggap Koefisien Regresi Variabel Inklusi Keuangan (X. = 0,269 Nilai ini memberi pengertian bahwa apabila ada peningkatan satu satuan variabel inklusi keuangan akan mempengaruhi peningkatan manajemen keuangan personal sebesar 0,269 dengan variabel bebas lain nya yaitu literasi keuangan dan locus of control yang dianggap konstan. Koefisien Regresi Variabel Locus of Control (X. = 0,353 Nilai ini memberi pengertian bahwa apabila ada peningkatan satu satuan variabel locus of control akan mempengaruhi peningkatan manajemen keuangan personal sebesar 0,353 dengan variabel bebas lainnya yaitu literasi keuangan dan inklusi keuangan. Koefisien Determinasi . Tabel 10. Uji Koefisien Determinasi . Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Locus of Control (X. Literasi Keuangan (X. Inklusi Keuangan (X. Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa koefisien determinasi yang ditunjukkan dari nilai R-Square sebesar 0,211 atau 21% yang menunjukkan bahwa tingkat Manajemen Keuangan Personal pada Generasi Z di Kota Tangerang dipengaruhi oleh variabel Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan dan Locus of Control. Sisanya 79% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Diharapkan penelitian selanjutnya menggunakan variabel lain yang belum peneliti ambil dalam penulisan skripsi ini. Uji F Tabel 11. Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Manajemen Keuangan Personal (Y) Predictors: (Constan. Locus of Control (X. Literasi Keuangan (X. Inklusi Keuangan (X. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Melalui langkah tersebut serta hasil ANOVA pada tabel 18 diatas, didapatkan hasil Fhitung sebesar 19,269 dengan probabilitas 0,000 F-tabel dengan level signifikansi 0,05, degree of freedom . : yccyce1 = . umlah variabel-. = 4-1 = 3, yccyce2 = n - k = 220-4= 216. Maka F-tabel = 2,65. Hasilnya adalah F-hitung . > F-tabel . dan dengan hasil ini maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat pengaruh antara X1. X2 dan X3 secara simultan terhadap Y. Uji T (Parsia. Tabel 12. Uji T (Parsia. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients Model (Constan. Std. Error Literasi Keuangan (X. Inklusi Keuangan (X. Locus of Control (X. Beta Sig. Dependent Variable: Manajemen Keuangan Personal (Y) Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan table diatas dengan membandingkan tingkat signifikan . =0,. , . = n-k-1 = 220-4-1 = 215. Dengan pengujian sisi signifikasi . f = 0,05/2 = 0,. dengan menarik garis sig 0,025 dengan df bernilai 215 dan menghasilkan t tabel = . : 0,. = 1,971. Diketahui nilai sig untuk pengaruh literasi keuangan (X. terhadap manajemen keuangan personal (Y) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai T hitung 2,580 > T tabel 1,971, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti literasi keuangan memilikipengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan personal. Diketahui nilai sig untuk pengaruh inklusi keuangan (X. terhadap manajemen keuangan personal (Y) sebesar 0,011 < 0,05 dan nilai T hitung 3,653 > T tabel 1,971, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti inklusi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan personal. Diketahui nilai sig untuk pengaruh locus of control (X. terhadap manajemen keuangan personal (Y) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai T hitung 5,599 > T tabel 1,971, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti locus of control memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan personal. Interpretasi Hasil Penelitian Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Manajemen Keuangan Personal Penulis menyusun hipotesis bahwa H1 literasi keuangan mempengaruhi manajemen http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. keuangan personal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif yang signifikan, seperti yang ditampilkan dalam tabel 19 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa generasi Z di Kota Tangerang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi, sehingga mereka dapat mengelola keuangan dengan baik. Temuan ini konsisten dengan (Buderini, dkk. , 2. , (Rosa dan Listiadi. , 2. serta (Khoirunnisa dan Rochmawati. , 2. yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap manajemen keuangan personal. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang, semakin bijaksana dan bertanggung jawab mereka dalam membuat keputusan keuangan pribadi. Hal ini sangat penting bagi generasi Z, yang sering kali menghadapi tantangan khusus dalam mengelola keuangan di era digital. Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Manajemen Keuangan Personal Penulis menyusun hipotesis bahwa H2 Inklusi Keuangan mempengaruhi manajemen keuangan personal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan, seperti yang ditampilkan dalam tabel 19 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa generasi Z di Kota Tangerang semakin baik menggunakan lembaga layanan keuangan, semakin baik pula inklusi keuangan pada generasi Z, dan mereka mampu memanfaatkan produk-produk finansial dengan baik dalam kegiatan ekonomi. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sufyati H dan Lestari. , 2. , (Karamaha. Bailusy, dan Taslim. , 2. serta (Nurhayati dan Nurodin. , 2. yang menyatakan bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan personal. Inklusi keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi. Oleh karena itu, inklusi keuangan merupakan langkah strategis untuk menciptakan akses yang lebih merata terhadap layanan keuangan, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Pengaruh Locus of Control Terhadap Manajemen Keuangan Personal Hipotesis yang disusun oleh penulis menjelaskan bahwa H3 locus of control mempengaruhi manajemen keuangan personal. Hasil penelitian menunjukan bahwa locus of control berpengaruh positif terhadap manajemen keuangan personal dengan signifikan ditujukan pada tabel 19 dengan nilai signifikan sebesar 0,007 < 0,05. Ini berarti bahwa individu dengan locus of control yang lebih kuat cenderung memiliki kemampuan manajemen keuangan personal yang lebih baik. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rindi dan Adiputra. , 2. , (Ramadhani, dkk. , 2. serta (Reviandani. , 2. menyatakan bahwa locus of control berpengaruh positif terhadap manajemen keuangan personal. Locus of control, yang mengacu pada keyakinan individu terhadap kendali atas peristiwa hidup mereka, terbukti berperan penting dalam manajemen keuangan. Individu dengan locus of control internal yang kuat cenderung lebih efektif dalam membuat anggaran, menabung, berinvestasi, menghindari utang berlebihan, dan mengelola risiko finansial. Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan dan Locus of Control Terhadap Manajemen Keuangan Personal Hipotesis yang disusun oleh penulis menjelaskan bahwa H4 pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan locus of control terhadap manajemen keuangan personal. Hasil analisis Uji F, yang disajikan dalam Tabel 18, menunjukkan bahwa nilai F-hitung adalah 19,269 dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan menggunakan level signifikansi 0,05, nilai Fhttp://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. tabel yang dihitung adalah 2,65. Karena F-hitung . lebih besar dari F-tabel . artinya semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Astuti dan Soleha. menyatakan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan dan locus of control secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Dengan demikian, kombinasi dari literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control membentuk dasar yang kuat untuk kestabilan keuangan individu, terutama bagi generasi Z di kota Tangerang. Tingkat pengetahuan keuangan yang baik memberikan dasar informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Akses yang mudah ke layanan keuangan memberikan alat dan sumber daya yang diperlukan untuk mengimplementasikan keputusan tersebut. Keyakinan diri dalam mengendalikan aspek keuangan memberikan motivasi dan keberanian untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam mengelola uang. Ketiga faktor ini, ketika bekerja secara sinergis, berperan penting dalam menciptakan dan mempertahankan kestabilan keuangan individu. Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan, dan locus of control memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap manajemen keuangan personal generasi Z di Kota Tangerang . Hasil analisis membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman konsep keuangan, semakin besar akses terhadap layanan keuangan, serta semakin dominan locus of control internal, maka semakin baik pula kemampuan individu dalam mengelola keuangan secara efektif. Hal ini menegaskan bahwa faktor kognitif, struktural, dan psikologis saling berinteraksi dalam membentuk perilaku keuangan yang rasional di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pengembangan ketiga aspek tersebut menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan personal di usia Berdasarkan temuan tersebut, beberapa saran dapat diberikan untuk berbagai pihak. Bagi generasi Z , perlu adanya peningkatan kesadaran dan komitmen untuk mempelajari konsep serta praktik pengelolaan keuangan yang baik, serta memperkuat keyakinan diri dalam membuat keputusan finansial. Bagi pemerintah dan lembaga keuangan , penting untuk meningkatkan aksesibilitas serta ketersediaan program edukasi keuangan yang mudah diakses, relevan dengan kebutuhan generasi muda, dan disampaikan melalui platform digital. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya , disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan menambahkan variabel lain seperti penggunaan teknologi finansial . , pengaruh media sosial, atau gaya hidup, serta memperluas sampel ke wilayah atau kelompok demografi yang lebih beragam agar hasilnya lebih representatif dan generalisabel. Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi manajemen keuangan personal di kalangan generasi Z, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini hanya mencakup responden dari Kota Tangerang , sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi untuk wilayah atau kelompok lain. Kedua, pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis persepsi , yang berpotensi menimbulkan bias subjektif dari Ketiga, penelitian ini hanya mengamati tiga variabel independen, sehingga belum mencakup pengaruh faktor lain seperti tingkat pendapatan, latar belakang pendidikan ekonomi, atau pengaruh lingkungan sosial . Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan pendekatan yang lebih luas dan metode yang lebih bervariasi sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan strategi literasi keuangan yang lebih komprehensif. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 4 No. Hal: 24 Ae 39 E-ISSN 2963-8585 DOI:10. 31000/digibis. Referensi