Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penerapan Metode Diskusi Interaktif dalam Pembelajaran Akhlak Terpuji untuk Meningkatkan Karakter Siswa Kelas VI SD Negeri 002 Pendalian IV Koto Fitri Marlisa1. Widiantari2. Nurbasri3, 1 SD Negeri 002 Pendalian IV Koto, 2 SD Negeri 020 Pangkalan Tampoi, 3 SD Negeri 005 Kabun Correspondence: fitrimarlisa2020@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 20 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Interactive Discussion. Virtuous Ethics. Character Development. Classroom Action Research. Islamic Education ABSTRACT This classroom action research aims to improve the character of sixth-grade students at SD Negeri 002 Pendalian IV Koto through the implementation of the interactive discussion method in the teaching of Akhlak Terpuji (Virtuous Ethic. The study involved 20 students and was carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. In the first cycle, students showed limited engagement with the topic of virtuous behavior, but through interactive discussions, they were able to actively share their thoughts and experiences. By the second cycle, students demonstrated significant improvement in their understanding and practice of Islamic virtues such as honesty, respect, and responsibility. The discussion method helped students apply these virtues in real-life situations, and they showed a more positive attitude towards interacting with their peers and teachers. The research concludes that interactive discussions are an effective method to enhance students' understanding of moral values and improve their character development. This method promotes active participation, critical thinking, and a deeper connection between ethical teachings and everyday actions, making it an excellent approach for character education in elementary schools. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa. Salah satu materi yang sangat penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah akhlak terpuji atau etika berbudi pekerti yang baik dalam Islam. Materi ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga membantu mereka mengembangkan hubungan yang harmonis dengan sesama, baik dengan teman, guru, maupun orang tua (Syaiful, 2. Pembelajaran akhlak terpuji bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan ajaran Islam. Namun, berdasarkan hasil observasi di kelas VI SD Negeri 002 Pendalian IV Koto, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap akhlak terpuji masih terbatas. Meskipun mereka telah diajarkan mengenai adab-adab dalam Islam, masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Banyak siswa yang masih belum menunjukkan perilaku yang sesuai dengan ajaran akhlak Islam, seperti menghormati orang tua, berbicara sopan, dan menghargai teman (Rahmawati, 2. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam pembelajaran belum cukup efektif. Salah satu penyebab masalah ini adalah metode pembelajaran yang cenderung konvensional dan lebih banyak berfokus pada hafalan. Metode ceramah dan pembelajaran teks sering kali kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga mereka sulit memahami dan mengaplikasikan ajaran tersebut dalam kehidupan nyata. Siswa lebih banyak mendengarkan tanpa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, yang membuat mereka kurang merasa terlibat dalam materi yang diajarkan (Fitria, 2. Fitri Marlisa. Widiantari, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 2 Maret 2025 Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Siswa di kelas VI berada pada tahap perkembangan kognitif yang lebih matang, di mana mereka mulai mampu berpikir lebih kritis dan mengaitkan pelajaran dengan situasi yang lebih kompleks. Oleh karena itu, mereka membutuhkan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan agar dapat mengembangkan karakter yang lebih baik. Pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung dan penerapan nilainilai moral sangat penting untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi ajaran Islam, khususnya tentang akhlak terpuji (Suyadi, 2. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa adalah metode diskusi Melalui diskusi interaktif, siswa diajak untuk aktif berpikir, berbicara, dan mendengarkan pendapat teman-teman mereka. Dalam proses ini, siswa tidak hanya menghafal teori tentang akhlak terpuji, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengaitkan konsep tersebut dengan kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan bermakna (Syaiful, 2. Diskusi interaktif juga dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial, seperti mendengarkan dengan baik, memberikan pendapat dengan sopan, dan berkolaborasi dengan temanteman. Keterampilan sosial ini sangat penting dalam pembentukan karakter siswa, karena interaksi yang baik dengan orang lain merupakan salah satu aspek penting dalam ajaran akhlak Islam. Dalam diskusi interaktif, siswa tidak hanya belajar tentang nilai-nilai akhlak, tetapi juga mempraktikkannya dalam konteks sosial (Gardner, 2. Penerapan metode diskusi interaktif dalam pembelajaran akhlak terpuji memberikan banyak manfaat. Diskusi memungkinkan siswa untuk berbagi pengalaman pribadi dan mengungkapkan pandangannya, yang dapat memperdalam pemahaman mereka. Selain itu, diskusi juga membantu siswa untuk lebih memahami perbedaan pendapat dan cara berpikir yang berbeda, yang pada akhirnya membentuk sikap toleransi dan empati antar siswa (Suyanto, 2. Metode diskusi interaktif juga mengajarkan siswa untuk berpikir kritis dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi. Dalam diskusi mengenai akhlak terpuji, siswa diajak untuk berpikir tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai moral dalam situasi konkret, seperti berbicara dengan sopan, meminta maaf, dan menghormati orang lain. Proses ini mendorong siswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari (Yuliani, 2. Meskipun metode ini memiliki banyak keuntungan, tantangan dalam penerapannya tetap ada. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya keberanian siswa untuk berbicara di depan kelas. Beberapa siswa mungkin merasa canggung atau malu untuk mengungkapkan pendapat mereka. Untuk mengatasi hal ini, guru perlu memberikan dukungan dengan menciptakan suasana yang mendukung dan tidak menghakimi, sehingga siswa merasa nyaman untuk berpartisipasi dalam diskusi (Suyadi, 2. Selain itu, tidak semua siswa dapat dengan mudah memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, selain diskusi, metode ini perlu didukung dengan kegiatan lain yang memungkinkan siswa untuk mengamati dan berlatih langsung, seperti simulasi atau peran yang menggambarkan situasi sosial tertentu. Dengan demikian, pembelajaran akhlak akan lebih efektif dan siswa dapat lebih mudah menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Fitria, 2. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan metode diskusi interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan karakter siswa di kelas VI SD Negeri 002 Pendalian IV Koto, khususnya dalam pembelajaran akhlak terpuji. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat apakah metode ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mempraktikkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari (Syaiful, 2. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes formatif. Setiap siklus akan mencakup kegiatan diskusi interaktif tentang nilai-nilai akhlak, diikuti dengan refleksi tentang perubahan sikap dan pemahaman siswa. Dengan demikian, diharapkan metode ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan karakter dan pemahaman siswa tentang akhlak terpuji dalam Islam (Suyanto, 2. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan cara yang lebih efektif dalam mengajarkan akhlak terpuji di sekolah dasar, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. Metode diskusi interaktif diharapkan dapat menjadi alternatif yang bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan karakter siswa di sekolah dasar Fitri Marlisa. Widiantari, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 2 Maret 2025 RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus di kelas VI SD Negeri 002 Pendalian IV Koto, dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Setiap siklus melibatkan kegiatan diskusi interaktif mengenai topik akhlak terpuji dalam Islam, seperti berbicara dengan sopan dan menghormati orang lain. Siswa dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan skenario sosial yang mencerminkan nilai-nilai akhlak, dan kemudian mereka diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes formatif. Observasi digunakan untuk menilai keterlibatan siswa dalam diskusi dan perubahan perilaku mereka selama pembelajaran. Wawancara dilakukan dengan siswa untuk menggali persepsi mereka tentang metode diskusi dan dampaknya terhadap sikap mereka. Tes formatif dilakukan di awal dan akhir setiap siklus untuk mengukur pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak yang diajarkan. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi efektivitas metode diskusi interaktif dalam meningkatkan karakter dan pemahaman akhlak siswa. RESULTS AND DISCUSSION Pada siklus pertama, penerapan metode diskusi interaktif menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Sebagian besar siswa terlihat antusias selama sesi diskusi, berani mengungkapkan pendapat mereka mengenai etika berbicara dan berperilaku baik. Namun, hanya 10 dari 20 siswa . %) yang dapat menjelaskan dengan baik penerapan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, yang menunjukkan bahwa meskipun mereka aktif, pemahaman mereka masih terbatas (Fitria, 2. Pada siklus kedua, siswa diberikan kesempatan untuk berperan dalam situasi yang lebih konkret dan kompleks, seperti berbicara dengan sopan kepada orang tua dan guru. Hal ini membantu mereka mengaitkan nilai-nilai akhlak dengan tindakan nyata. Hasil tes formatif menunjukkan bahwa 17 dari 20 siswa . %) dapat dengan jelas menjelaskan dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan pengamalan akhlak (Syaiful, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa metode diskusi interaktif berhasil menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan penuh partisipasi. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi mereka juga terlibat aktif dalam merumuskan solusi atas masalah sosial yang dihadapi dalam skenario diskusi. Diskusi ini mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis tentang tindakan mereka dan cara berinteraksi dengan orang lain (Suyadi, 2. Selain itu, siswa juga mulai mengaplikasikan nilai-nilai yang dibahas dalam kehidupan mereka seharihari. Misalnya, mereka lebih sering mengucapkan salam kepada teman dan guru, serta berbicara dengan bahasa yang lebih sopan. Penerapan langsung ini menunjukkan bahwa diskusi interaktif dapat memperdalam pemahaman siswa dan membuat nilai-nilai moral lebih mudah diterima dan diterapkan (Suyanto, 2. Wawancara dengan siswa juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih nyaman dan lebih mudah memahami materi pembelajaran akhlak terpuji melalui metode diskusi interaktif. Beberapa siswa mengatakan bahwa diskusi membuat mereka lebih tertarik untuk belajar karena mereka dapat mendengar pandangan teman-teman mereka, yang membuat materi lebih hidup dan relevan dengan kehidupan sehari-hari (Gardner, 2. Siswa juga melaporkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk berbicara dengan lebih sopan dan menghormati orang lain, termasuk saat berbicara dengan teman dan guru. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memahami konsep akhlak, tetapi juga mulai mempraktikkannya dalam interaksi sosial mereka. Peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan metode diskusi interaktif dalam membentuk karakter sosial siswa (Yuliani, 2. Selain peningkatan pemahaman, diskusi interaktif juga meningkatkan keterampilan sosial siswa. Dalam diskusi, siswa tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan pendapat teman dan memberikan respon dengan cara yang sopan. Hal ini membantu siswa mengembangkan kemampuan untuk bekerja sama, menghargai perbedaan pendapat, dan belajar menyelesaikan masalah secara bersama-sama (Syaiful. Fitri Marlisa. Widiantari, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 2 Maret 2025 Metode diskusi interaktif juga membantu siswa untuk lebih mengenal diri mereka sendiri dan perilaku Dengan berdiskusi tentang nilai-nilai akhlak, siswa menjadi lebih reflektif terhadap perilaku mereka dan mulai memahami pentingnya memiliki karakter yang baik dalam setiap aspek kehidupan. Diskusi ini mendorong siswa untuk berpikir tentang tindakan mereka dan dampaknya terhadap orang lain (Suyadi, 2. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan, beberapa siswa masih membutuhkan dukungan lebih untuk berbicara lebih terbuka dan aktif dalam diskusi. Beberapa siswa cenderung lebih diam atau merasa canggung untuk mengungkapkan pendapat mereka. Oleh karena itu, guru perlu memberikan dorongan lebih kepada siswa untuk lebih percaya diri dan lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi (Fitria, 2. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode diskusi interaktif sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan karakter siswa. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak terpuji dalam Islam, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial yang penting untuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan menggunakan metode ini, pembelajaran akhlak menjadi lebih bermakna, menarik, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari siswa CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai akhlak terpuji dalam Islam dan berdampak positif pada perkembangan karakter mereka. Siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan minat siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi, meskipun pemahaman mereka masih terbatas. Namun, setelah siklus kedua, hampir semua siswa dapat mengaitkan konsep akhlak dengan perilaku sehari-hari mereka, serta menunjukkan perubahan signifikan dalam sikap sosial mereka, seperti berbicara dengan sopan dan menghormati orang lain. Metode ini juga membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, mendengarkan pendapat orang lain, dan berpikir kritis. Meskipun ada tantangan terkait keberanian siswa yang lebih pendiam untuk berbicara, secara keseluruhan, metode diskusi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman akhlak siswa dan membentuk karakter mereka. Oleh karena itu, metode ini dapat diterapkan lebih luas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar, untuk membantu siswa tidak hanya memahami teori akhlak, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. REFERENCES