Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Nilai Pedagogis Kristen dari Budaya Pasue dalam Perayaan Kalela sebagai Dasar Moderasi Beragama bagi Masyarakat Pulau Ndao Daud Saleh Luji Institut Agama Kristen Negeri Kupang E-mail: salehluji254@gmail. Abstract The purpose of this article is to explain the meaning and Christian pedagogical value of Pasue culture in the lives of the Ndao people which is the basis for religious moderation on Ndao Island. To achieve this goal, the method used is a qualitative method with an auto ethnographic approach. The data collection technique used was interviews with 5 community leaders. The research results show that Pasue culture is a culture that has existed for a long time, and is practiced in the Ndao Island community (Ndao peopl. At a certain time, namely before the harvest season, there is a Kalela tradition, which is a tradition of visiting friends from one village to another bringing provisions from the harvest. The Christian pedagogical values contained in this culture are: . Friendship knows no boundaries, just as Christ called us his friends. Friendship begins with a bond of promise and promises must be steadfast. Chickens are cut and blood Chicken is a symbol . f lif. that is shed for togetherness, therefore it must be maintained so that it continues to live . Eating together is a way to sit side by side in all circumstances, regardless of ethnic or religious differences. These teaching values are the basis for religious moderation in the Ndao Island community or Ndao people. Keywords: Pasue Culture. Religious Moderation. Ndao People. Christian Pedagogical Values. Abstrak Tujuan dari artikel ini adalah ingin menjelaskan tentang makna dan nilai pedagogis Kristen dari budaya Pasue dalam kehidupan orang Ndao yang menjadi dasar moderasi beragama di Pulau Ndao. Untuk mencapai tujuan tersebut maka metode yang dipakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan auto etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terhadap 5 orang tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya Pasue adalah suatu budaya yang sudah lama ada, dan dilakukan dalam masyarakat pulau Ndao . rang Nda. Pada masa tertentu yaitu menjelang musim panen ada tradisi Kalela yaitu tradisi saling mengunjungi antar sahabat dari satu kampung ke kampung yang lain dengan membawa bekal hasil panen. Nilai pedagogis Kristen yang terkandung dalam budaya ini adalah: . Persahabatan tidak mengenal batas wilayah sama seperti Kristus yang menyebut kita sebagai sahabat-sahabatnya. Persahabatan dimulai dengan sebuah ikatan janji dan janji harus depang teguh. Ayam dipotong dan darah ayam sebagai simbol . yang ditumpahkan untuk sebuah kebersamaan karena itu harus dijaga agar tetap hidup bersama. Makan bersama sebagai cara untuk duduk berdampingan dalam segala Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 16 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 keadaan, tanpa melihat perbedaan suku dan agama. Nilai-nilai pengajaran tersebut menjadi dasar moderasi beragama dalam masyarakat Pulau Ndao atau orang Ndao. Keywords: Budaya Pasue. Moderasi Beragama. Orang Ndao. Nilai Pedagogis Kristen. PENDAHULUAN Masyarakat Pulau Ndao (Orang Nda. adalah suatu kelompok masyarakat yang hidup di Pulau paling selatan Indoesia. Secara pemerintahan pulau ini ada pada wilayah pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Di Pulau Ndao terdapat 4 Desa yaitu Desa Ana Rae. Desa Mbali Lendeiki. Desa Mbiu Lombo dan Desa Ndao Nuse. Pulau ini awalnya hanya ada satu desa yaitu desa Ndao Nuse. Pada tahun 2011 dimekarkan menjadi 5 Desa, namun satu desa ada di Pulau Nuse sehingga di pulau Ndao hanya ada 4 desa sebagaimana tersebut di atas. Untuk mendekatkan pelayanan maka pada 2011 pemerintah menjadikan pulau Ndao sebagai satu kecamatan yang dimekarkan dari wilayah kecamatan Rote Barat dengan nama kecamatan Ndao Nuse. Masyarakat Pulau Ndao menurut sejarah berasal dari dua suku yaitu Sabu dan suku Rote, namun menurut cerita rakyat, yang lebih dahulu mendiami Pulau Ndao adalah orang yang berasal dari Pulau Sabu. Itulah sebabnya budaya masyarakat Pulau Ndao lebih mirip dengan suku Sabu, baik budaya berpakaian maupun bahasa yang dipakai dalam komonikasi sehari-hari, walaupun secara geografi lebih dekat dengan Pulau Rote ketimbang jarak dengan Pulau Sabu. Masyarakat Pulau Ndao dari segi kepercayaan terdiri dari tiga agama yaitu agama Kristen Protestan. Agama Islam dan Agama Katolik. Pemeluk agama Islam menempati daerah pesisir desa Ndao Nuse, sedangkan agama Kristen Protestan dan Katolik tersebar di empat desa yang ada di Pulau Ndao. Masyarakat Pulau Ndao pertama kali menerima injil Yesus Kristus pada tahun 1918 dimulai dengan dibukanya sekolah di Pulau Ndao pada tahun itu oleh seorang Pendeta Belanda bernama Geisler dan seorang guru dari Delha pulau Rote. Guru tersebut tidak saja mengajarkan pelajaran umum tetapi juga mengajarkan cerita Alkitab dan dampaknya adalah bukan saja anak-anak yang percaya tetapi sejumlah orang tua dari muridpun menjadi percaya kepada Yesus. Dalam perkembangannya Geisler datang lagi ke Pulau Ndao untuk kedua kalinya bukan saja memonitor pelaksanakan pendidikan tetapi sekaligus memimpin ibadah pertama yang di dalamnya membaptis 90 orang dewasa dan Daud Saleh Luji. AuEksistensi dan Pewarisan Budaya Tuku dalam Masyarakat Pulau Ndao (Orang Nda. Kabupaten Rote Ndao. NTT,Ay Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 10, no. : 311Ae318, https://scholarhub. id/paradigma/vol10/iss3/6/. Gabriel Djo. AuWawancara dengan Tokoh Masyarakat Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 20 Mei, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 17 Daud Saleh Luji: Nilai Pedagogis Kristen dari Budaya Pasue dalam Perayaan Kalela sebagai Dasar Moderasi Beragama bagi Masyarakat Pulau Ndao anak-anak menjadi orang Kristen. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah lahirnya gereja pertama kali di Pulau Ndao. Agama Islam baru ada di Pulau Ndao secara resmi pada tahun 1950, walaupun kedatangan para pelaut beragama Islam dari berbagai daerah sudah ada di Pulau Ndao sejak awal tahun 1900an. Ada yang sempat menikahi perempuan Ndao namun agam Islam belum dilakukan secara resmi sampai tahun 1950 barulah dibangun sebuah masjid dan mulailah berkembang sampai saat ini. Jumlah penganut muslim di Pulau Ndao sekitar 10-15% dari penduduk Puau Ndao. Jumlah penganut agama Islam terbilang sedikit tetapi mereka adalah orang bersaudara karena kawin mawin. Dengan melihat perkembangan jaman saat ini, dimana berbagai paham radikalisme disebarkan, dan munculnya pemikiran-pemikiran yang ekslusif yang mengancam tatanam kehidupan bermasyarakat dan memecah belah persatuan anak bangsa, maka semua daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berpeluang untuk mengalami perpecahan, jika tidak ada kekuatan-kekuatan yang berasal dari budaya dan kearifan lokal yang menjadi landasan untuk menata kehidupan bersama. Pulau Ndao sebagai wilayah pemukiman yang didiami oleh berbagai pemeluk agama dengan perbedaan keyakinan, merupakan tempat yang juga berpotensi mengalami Namun sampai saat ini dalam pengamatan peneliti yang juga berasal dari Pulau Ndao bahwa masyarakatnya hidup rukun, damai dan tidak terprofokasi oleh berbagai isu yang memecah belah masyarakat, karena mereka memiliki filosofi hidup yang berasal dari sejumlah kearifan lokal yang disebut Pasue. Itulah sebabnya dalam artikel ini penulis ingin menggambarkan apa kekuatan dari filosofi Pasue dalam perayaan Kalela serta nilai-nilai pendidikan Kristen yang terdapat dalam budaya tersebut sebagai perekat kehidupan bersama dalam masyarakat di Pulau Ndao. METODE PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan auto etnografi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam Fransius Ledoh. AuWawancara dengan Tokoh Masyarakat Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 21 Mei, 2. Muharam B. AuWawancara dengan Tokoh Agama Islam di Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 19 Juli, 2. Ida Bagus Brata. AuKearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa,Ay JBS: Jurnal Bakti Saraswati 5, no. : 9Ae16, https://w. com/id/publications/75588/kearifan-budaya-lokal-perekat-identitasbangsa. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 18 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. 6 Sedangkan pendekatan auto etnografi adalah penelitian budaya yang sumber informasinya tidak saja datang dari luar tetapi ada juga sejumlah pengalaman peneliti yang dijadikan sebagai bahan kajian kemudian dikonfirmasikan dengan nara sumber atau informan kunci. Metode ini dipilih karena ingin mencari tahu pola pelaksanaan budaya Pasue dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang dijadikan sebagai dasar moderasi beragama bagi masyarakat yang ada di Pulau Ndao. Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur. Untuk memperoleh data penelitian maka teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dan observasi. Teknik wawancara yang dipakai adalah wawancara tidak berstandar . nstandarized intervie. , yang dilakukan dengan bentuk pertanyaan tidak terstruktur secara ketat untuk memberikan kemungkinan pertanyaan berkembang agar mendapat informasi sebanyak-banyaknya, dan senantiasa diselipkan pertanyaan pancingan untuk menggali informasi untuk memperoleh data yang lebih mendalam . tentang budaya Pasue dalam kehidupan orang Ndao. 7 Sedangkan pendekatan autoetnografi adalah penulis menceritakan pengalamannya sendiri tentang budaya Pasue dan dikonfirmasikan dengan nara sumber yang lain tentang kebenaran dan keberadaan budaya Pasue dalam persepsi yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model interaksi data kualitatif Miles dan Huberman,8 dengan tiga tahap yakni reduksi data, display data dan kesimpulan. Untuk memastikan kebenaran data maka dilakukan trianggulasi data agar data yang diberikan adalah benar. HASIL DAN PEMBAHASAN Budaya Pasue dan Perayaan Kalela dalam Masyarakat Pulau Ndao Kata Pasue diartikan sebagai sikap rasa sayang atau atau sikap saling menyayangi antara seorang kepada yang lain. Kata ini dipakai untuk menggambarkan hubungan kekeluargaan ataupun persahabatan yang ditunjukan dengan sikap saling mangasihi. Kata ini dipakai dalam berbagai situasi namun penggunaan yang paling menonjol adalah Pasue pada perayaan Kalela. Lexi J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Ibid. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R and D (Bandung: Alfabeta, 2. Marthen Radja. AuWawancara dengan Tokoh Masyarakat Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 20 Mei, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 19 Daud Saleh Luji: Nilai Pedagogis Kristen dari Budaya Pasue dalam Perayaan Kalela sebagai Dasar Moderasi Beragama bagi Masyarakat Pulau Ndao Menurut Otniel Onis Sina, perayaan Kalela adalah suatu perayaan yang mana orang saling mengunjungi antar sahabat disaat musim panen tiba. Setiap orang Ndao memiliki sabahat di kampung tetangga, atau juga bisa bersahabat dengan warga sekampung dalam satu desa ataupun warga dari desa lain di Pulau Ndao. Persahabatan ini dilakukan antara lakilaki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, namun uniknya adalah persahabatan ini melebihi hubungan saudara. 10 Menjelang musim Kalela maka para sahabat akan saling memberi kabar untuk menentukan waktu agar mereka saling mengunjungi. Sebelum pertemuan itu terjadi masing-masing akan mempersiapkan semacam bingkisan berupa makanan khas dari hasil panen baru yang di sebut Lappa. Lappa adalah sejenis makanan yang berasal dari bahan shorgum . Lappa dibuat dengan beberapa tahap. Pertama, shorgum ditumbuk dan pisahkan dari sekam dengan isinya. Kedua. Shorgum yang sudah bersih ditumbuk lagi dan dicampur dengan kelapa yang sudah diparut. Ketiga, shorgum tersebut dimasukan kedalam satu wadah yang diayam dari daun lontar dan dimasak. Keempat. Shorgum yang sudah masak dijemur 2-3 hari agar kering dan siap dibawa kerumah Lappa yang sudah jadi bisa bertahan dalam waktu yang lama dan biasanya juga dipakai sebagai bekal perjalanan yang jauh melintasi laut berminggu-minggu . ahulu belum ada kapal motor orang Ndao membutuhkan waktu seminggu untuk datang ke Kupang menggunakan perahu laya. Lebih lanjut Otniel O. Sina mengatakan bahwa ketika Lappa sudah siap maka pertemuan antar sahabat akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan waktu yang telah Ketika pertemuan itu terjadi maka dua belah pihak akan tukar menukar Lappa yang yang disebut dengan Pabhabbha Lappa. Lappa yang ditukar dibawa pulang kerumah. Pertemuan itu ditandai dengan makan bersama dengan masakan yang sudah disiapkan. Jika pertemuan ini adalah pertemuan yang baru pertama kali dilakukan maka akan diadakan perjanjian persahabatan yang ditandai dengan pemotongan seekor ayam . amadhe man. dan darah ayam akan diminum oleh kedua sahabat dengan janji bahwa apapun tidak dapat memisahkan persahabatan mereka . ngalai pamadhe man. Seusai makan mereka duduk dan bercerita barulah mereka berpisah. Hasil wawancara dengan Sipri Ludji bahwa ketika ia masih kecil, ayahnya punya sahabat . dengan seorang bapak dari kampung lain, dan persahabatan itu dilakukan sejak mereka masih bujang. Setiap tahun menjelang musim Kalela mereka saling mengunjungi sampai satu waktu sahabat dari ayahnya merantau ke Kupang dan akhirnya Otniel Onis Sina. AuWawancara dengan Tokoh Masyarakat Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 20 Mei. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 20 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 menetap di Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan setiap kali ayahnya datang ke Kupang harus pergi menjenguk sahabatnya di TTS. Bahkan menurutnya bahwa mereka sebagai anak-anak juga memiliki kedekatan karena persahabatan dari orang tua 11 Satu hal yang luar biasa dari para sahabat ini adalah mereka tidak pernah memanggil nama secara langsung melainkan hanya memanggil dengan sapaan sahabat . , bahkan sepanjang masa hidupnya ia tidak pernah melihat perselisihan antara ayahnya dan sahabatnya, dan jika ada perbedaan pendapat selalu dicari jalan keluar. Menurut Yafet Kotten, ketika ia masih kecil ibunya punya seorang sahabat yang beragama Islam. Diwaktu tertentu ia dijemput oleh seorang ibu yang adalah sahabat dari Menurut Yafet, dia bisa berhari-hari tinggal di rumah sahabat orang tuanya sampai kapan ibundanya datang menjemput baru kembali. 12 Lain lagi menurut Lambertus Bula, bahwa sahabatnya beragama Muslim dan tinggal di wilayah pesisir, sewaktu-waktu sahabatnya mengirimkan ikan yang besar hasil tangkapannya tanpa harus membayar. Cerita tentang contoh persahabatan-persahabatan di atas memberikan kepada kita sejumlah inspirasi hidup bahwa kearifan lokal menjadi pendidikan berharga dalam menghadapi gejolak dan potensi konflik beragama yang disebarkan oleh orang-orang yang hidup dalam fanatisme yang sempit. Budaya Pasue dalam perayaan Kalela sekarang merupakan kekuatan besar yang dapat menangkal bibit-bibit permusuhan dan persilihan antar umat beragama di Pulau Ndao. Dari pemaparan di atas menujukan bahwa ada sejumlah nilai pendidikan Kristen yang dapat dipakai sebagai best practis atau dasar berprilaku yang baik. Nilai Mengasihi Tanpa Batas Wilayah dan Agama Dalam budaya Pasue orang ndao diajarkan untuk mengasihi tidak hanya terbatas pada keluarga dekat ataupun orang yang berasal dari tempat yang sama. Nilai kebaikan ini sama seperti yang diajarkan dalam agama Kristen. Yesus datang ke dalam dunia tidak hanya mencari orang yahudi tetapi untuk semua orang bahkan musuh sekalipun. Percakapan Yesus dengan seorang perempuan Samaria menunjukan bahwa Ia mengasihi bukan saja bangsa Yahudi tetapi juga orang non Yahudi, bahkan orang yang besar dosanya. 15 Kematian Yesus Siprianus Ludji. AuWawancara dengan Informan tentang Budaya PasueAy (Kupang: 30 Juli, 2. Yafet Kotten. AuWawancara dengan Tokoh Masyarakat Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 12 Agustus. Lambertus Bula. AuWawancara dengan Tokoh Masyarakat Pulau NdaoAy (Pulau Ndao: 20 Juli, 2. Imanuel Nuban. Reni Triposa, dan Yonatan Alex Arifianto. AuDeskripsi Pemahaman Siswa terhadap Kedisiplinan sebagai Penanaman Nilai-nilai Kristen,Ay Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 221Ae241, https://e-journal. id/index. php/jan/article/view/221. Daud Saleh Luji. AuGereja dan Moderasi Beragama,Ay Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama 2, no. : 47Ae58, https://e-journal. id/index. php/moderatio/article/view/5649. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 21 Daud Saleh Luji: Nilai Pedagogis Kristen dari Budaya Pasue dalam Perayaan Kalela sebagai Dasar Moderasi Beragama bagi Masyarakat Pulau Ndao Kristus sebagai proklamasi bagi dunia bahwa pengorbanan-Nya di atas kayu salib bukan untuk kalangan tertentu saja, melainkan untuk semua isi dunia yang merespon atau percaya kepada-Nya. Persahabatan Dimulai dengan Sebuah Ikatan Janji Janji adalah kesepakatan antara dua belah pihak yang harus di tepati. Dalam tradisi Kalela, sahabat . yang pertama kali baru mulai membina persahabatan diawali dengan mengikat janji persahabatan. Janji ini adalah sesuatu yang hanya diucapkan keluar dari mulut seseorang, tetapi jika janji ini lahir dari hati yang tulus maka akan terus dipegang dan tidak dapat dirusak oleh siapapun. 17 Orang Ndao yang bersahabat bukan saja yang memiliki kepercayaan yang sama tetapi juga berbeda keyakinan atau agama. Namun demikian tidak mudah diprovokasi oleh berbagai hasutan dan ajaran-ajaran yang didasari pada fanatisme agama yang sempit. Nilai kekuatan janji ini menjadi pembelajaran berharga bahwa suatu kesepakatan untuk saling mengasihi (Pasu. tidak dapat dipatahan oleh apapun Dalam Alkitab . Samuel 20:1-. menceritakan tentang persahabatan antar Daud dan Yonatan yang tidak dapat dipatahkan oleh kebencian raja Saul ayah Yonathan. 18 Karena itu anak-anak harus diajarkan hidup dalam persahabatan dengan siapa saja termasuk yang beragama lain, dan memegang teguh janji persahabatan agar tidak mudah dihasut oleh ujaran kebencian yang akhir-akhir ini marak dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka hidup Perselisihan Harus Diselesaikan secara Mufakat dan Damai. Tidak Boleh Sampai Ada Pertumpahan Darah Dalam tradisi Pasue dan Kalela, sebagai simbol untuk mengikat janji persahabatan maka dilakukan pemotongan ayam dan darah tersebut diminum sebagai simbol bahwa darah adalah kehidupan, maka jika ada perselisihan tidak boleh ada pertumpahann darah karena itu akan mengakibatkan kematian. Karena itu jika ada perselihan maka harus diupayakan jalan damai dan dengan duduk bersama-sama dan saling membuka hati maka tidak ada masalah yang tidak terselesaikan . Darah adalah simbol kehidupan yang ditumpahkan untuk Yan Suhendra dan Susanti Embong Bulan. AuKasih Allah Akan Dunia ini: Panggilan Umat Kristen untuk Mengasihi Indonesia (GodAos Love for this World: Christians Call to Love Indonesi. ,Ay Quaerens: Journal Theology Christianity Studies . 51Ae71, https://jurnal. id/index. php/quaerens/article/view/34. Muhammad Bagus Setyawan. AuMakna Persahabatan Lirik Lagu AoYa SudahlahAo Karya Bondan Prakoso & Fade2Black (Kajian Semiotika Ferdinand de Saussur. ,Ay Dunia Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman 3, no. : 1Ae9, https://ejournal. id/site/?p=874. Mariati Barus. AuPersahabatan Menurut Alkitab dan Relevansinya pada Masa Kini,Ay Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. : 1Ae11, https://sttbaptis-medan. id/ejournal/index. php/illuminate/article/view/67. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 22 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 sebuah kebersamaan karena itu harus dijaga agar tetap hidup bersama. 19 Karena itu ada bahasa simbol yang selalu disampaikan yaitu angalai pamadhe manu artinya persahabatan yang dimuali dengan pemotongan ayam dan karena itu harus dijaga sebab betapa mahalnya harga sebuah persahabatan yang dumulai dengan pengorbanan. Budaya Pasue dan Kalela sudah ada jauh sebelum kekristenan dan agama ada di pulau Ndao, tetapi makna dari simbol budaya ini walaupun tidak sama persis tetapi hampir mirip dengan persahabatan yang dibangun Yesus dan manusia. Untuk menyelamatkan sahabat-sahabat-Nya Yesus mengorbankan diri-Nya, darah-Nya ditumpahkan untuk membayar harga kesalahan sahabat-sahabat-Nya. Karena itu sahabat-sahabat-Nya harus menjaga nilai dari pengorbanan Yesus tersebut. Walaupun demikian Yesus tidak pernah minta untuk manusia harus mengorbankan darahnya bagis sahabat-sahabatnya hanyalah hendaklah manusia saling mengasihi sebagaiman Yeus telah mengasihi dan berkorban bagi Makan Bersama sebagai Cara untuk Duduk Berdampingan dalam Segala Keadaan, tanpa Melihat Perbedaan Suku dan Agama Pertemuan antar sahabat . selalu disertai dengan makanan. Pertama, ada pertukaran makanan khas (Lapp. yang dibawa dan diberikan saat pertemuan. Makanan khas yang adalah hasil panen baru dari kebun mereka. Ini sebagai tanda syukur atas berkat yang mereka terima dan berkat tersebut tidak untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain karena itu berbagi sebagai bukti kepedulian terhadap sesama atas segala keadaan yang di alami. Kedua, dalam pertemuan tersebut ada makanan yang disajikan untuk makan bersama. Hal ini menunjukan bahwa makan bersama sebagai tanda hidup rukun dan damai tanpa melihat perbedaan suku dan agama. 21 Oleh karena itu jika suatu waktu dalam kebersamaan mereka jika ada perbedaan pendapat ataupun salah paham yang megakibatkan persilisihan maka makan bersama sebagai media untuk duduk bersama untuk menyelesaikan maslah tersebut. Perjumpaan Yesus dan murid-murid di tepi pantai Tiberias setelah kebangkitan dijelaskan bahwa Yesus menyediakan sarapan bagi murid-murid dan setelah sarapan barulah Ia bertanya kepada Petrus tentang hal mengasihi. Walaupun Petrus telah melakukan Hendrikus Primus Siu. AuNilai dan Simbol Religius Perjamuan Raya (Nado Mer. Masyarakat Jawawawo,Ay Jumpa: Jurnal Masalah Pastoral . 15Ae36, https://ojs. id/index. php/jumpa/article/view/18. Thuan Ong. AuMemahami Konsep Penebusan dalam Hukum Taurat dan Penggenapannya dalam Diri Yesus Kristus,Ay Imanuel Zai . 1Ae7, https://ejournal. id/index. php/pondokdaud/article/view/3. Normuslim. AuKerukunan Antar Umat Beragama Keluarga Suku Dayak Ngaju di Palangka Raya,Ay Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Sosial Budaya 1 . 67Ae90, https://journal. id/index. php/jw/article/view/1268. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 23 Daud Saleh Luji: Nilai Pedagogis Kristen dari Budaya Pasue dalam Perayaan Kalela sebagai Dasar Moderasi Beragama bagi Masyarakat Pulau Ndao kesalahan besar karena penyangkalannya kepada Yesus, tetapi Yesus tidak serta merta menayakan tentang perbuatan Petrus yang telah menyakiti hati-Nya tersebut, melainkan mempersiapkan makanan untuk sarapan bersama sebagai tanda perdamaian diantar Makan bersama dapat dijadikan sebagai media pembelajaran untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan persilisihan karena dengan duduk makan bersama mengingatkan kembali pada janji persahabatan yang telah dibangun pada waktu-waktu yang telah dilewati KESIMPULAN Budaya Pasue dalam masyarakat Pulau Ndao . rang Nda. sangat kuat sehingga tidak dapat dirusak oleh siapa saja dengan pemikiran yang sempit atau ajaran-ajaran agama yang datang dari oknum tertentu dengan pemikiran fanatisme yang sempit dan dangkal. Budaya Pasue telah menjadi pegangan orang Ndao untuk hidup moderat antar pemeluk agama baik Kristen. Islam maupun Katolik. Peluang perpecahan dapat dihalau dengan konsep budaya Pasue yang memiliki nilai pengajaran yang tinggi yang harus terus diajarkan kepada generasi masa kini. Nilai-nilai pengajaran dalam budaya tersebut juga memiliki relevansi dengan ajaran agama Kristen tentang kasih, pengorbanan, kebersamaan dan perjanjian untk hidup damai. Karena itu nilai-nilai tersebut dapat dikembangkan dalam pembelajaran agama di sekolah sehingga anak-anak tetap menjaga kehidupan toleransi antar umat beragama yang sudah dibangun oleh neneok moyang orang Ndao tetap terjaga dan terpelihara sepanjang kehidupan mereka. Karena damai itu indah, damai aman dan damai itu mendatatngkan berkat bagi semua orang yang mengalaminya. REFERENSI