ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 Vol. 09 No. 04 Desember 2023 http://publikasi. id/index. php/andharupa/index ANALISIS SEMIOTIKA PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM MUSIK VIDEO LIM KIM AuYELLOWAy Pulung Adi Wicaksono1. Poppy Febriana2 Ilmu Komunikasi, fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial. Unversitas Muhammadiyah Sidoarjo corresponding author email: poppyfebriana@umsida. Abstrak Orientalisme merupakan satu pandangan dunia Timur berdasarkan dunia Barat yang mengakibatkan adanya stereotip dan sentimen pada perempuan Asia. Di Asia juga terdapat industri yang memperburuk tentang stereotip perempuan Asia itu sendiri, yaitu industri hiburan Korea Selatan. K-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda perjuangan perempuan pada Musik Video (MV) Lim Kim YELLOW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce dengan mengkaji makna tanda dalam MV Lim Kim YELLOW. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis perjuangan yang ditemukan pada MV ini yaitu perlawanan terhadap orientalisme, perlawanan terhadap pandangan dan sentimen perempuan Asia, dan perlawanan patriarki. Kesimpulan pada penelitian ini adalah MV YELLOW merupakan bentuk dari kemarahan dan perjuangan seorang Lim Kim yang digambarkan pada setting tempat yang bernuansa oriental, penggunaan budaya tradisional berbagai negara Asia, serta lagu yang agresif yang seakan mengolok-ngolok. Kata Kunci: musik video, orientalisme, patriarki, semiotika, stereotip, yellow Abstract Orientalism is a Western perspective to see the Eastern world which results in Asian women stereotyping and sentiments. In Asia, there is an industry that exacerbates stereotypes of Asian women as well. the South Korean entertainment industry or K-pop. This research aims to determine the signs of women's struggle in MV "YELLOW" of Lim Kim. This research uses a qualitative approach and Charles Sanders Peirce's semiotic theory by examining the meaning of signs in MV "YELLOW" of Lim Kim. The research results show three types of struggle found in this MV. resistance to Orientalism, resistance to the views and sentiments of Asian women, and resistance to patriarchy. This research concludes that the MV "YELLOW" is a form of Lim Kim's anger and struggle depicted in a setting of an oriental style. the use of traditional culture from various Asian countries, as well as an aggressive song that seems to be mocking. Keywords: orientalism, patriarchy, semiotics, stereotypes, video music, yellow _________________________ Available online at: do/andharupa 31 December 2023 _________________________ _________________________ Received: 05 December 2022 Revised: 13 October 2023 Accepted: 28 October 2023 __________________ Received: 16 February 2022 Pulung & Poppy. Analisis Semiotika Perjuangan Perempuan A 476-487 PENDAHULUAN Orientalisme merupakan satu pandangan dunia Timur berdasarkan dunia Barat (Said. Kata orientalisme berdasarkan dari kata orient yang memiliki makna Timur, yang merujuk pada letak geografis Asia Selatan. Asia Tenggara, dan Asia Timur. Orientalisme merupakan praktik yang telah disiapkan secara sistematik oleh Barat guna membuat Timur yang sesuai dengan ambisi Barat dari berbagai sisi, seperti politik, ekonomi, imajinasi, dan sosiologi (Said, 1. Dalam pandangan Islam, orientalisme . l-Istisyra. adalah ilmu yang berasal Timur, dan orientalis . adalah pandangan Barat mengamati ilmu Timur hingga menjadi ahli (Idris et al. , 2. Salah satu dampak dari orientalisme adalah sterotip dan kekerasan pada perempuan Asia. Ada 3. 795 laporan kejahatan terhadap orang Asia-Amerika pada 19 Maret 2020 sampai 28 Februari 2021, dengan 2 sampai 3 kali lebih banyak perempuan Asia-Amerika yang menjadi korban (Wulan, 2. Serta penembakan di tiga panti pijat di Atlanta. Amerika serikat pada tanggal 16 Maret 2021 yang menewaskan 8 orang dengan 6 diantaranya merupakan perempuan Asia. Pelaku menyangkal ras menjadi aspek pendorong, melainkan menjadi upaya guna menahan kecanduan seksnya di tempattempat yang dianggapnya sebagai godaan (Graham, 2. Stereotip merupakan pemberian nilai yang tidak sederajat pada suatu golongan atau kelompok masyarakat (Murdianto, 2. Hal ini terjadi karena adanya pandangan yang dibentuk dari banyak peristiwa, seperti sejarah imperialisme bangsa kulit putih ke bangsa Asia serta kontribusi wanita Asia dalam industri pornografi (A. Putri, 2. Penelitian oleh Suyemoto dan Mukkamala . yang diterbitkan di Asian American Journal of Psychology dengan 107 responden perempuan Asia menyebutkan sebanyak 103 responden mengalami diskriminasi dengan gambaran perempuan Asia yang eksotik, bukan pemimpin, penurut atau pasif, lucu dan kecil. Dalam fantasi pria Barat, perempuan Tiongkok direpresentasikan pelacur, perempuan Jepang direpresentasikan pengantin gambar serta pengantin perang, perempuan Filipina sebagai pengantin pesanan (Estocapio, 2. Dengan kata lain, pria Barat memandang perempuan Asia adalah sama. Hal ini menciptakan sebuah tren pada banyak pria Barat yang berinteraksi dengan perempuan Asia berdasarkan stereotip, fetish, dan fantasi mereka tentang perempuan Asia. Di Asia juga terdapat industri yang memperburuk tentang stereotip perempuan Asia itu sendiri, yaitu industri hiburan korea. K-pop. Industri K-pop dikenal dengan budaya patriarki dan stereotip gender yang membuat para penyanyi tidak nyaman dalam industri ini terutama pada idol grup atau penyanyi perempuan. Dalam hal ini, perempuan tidak hanya bermodalkan suara untuk menjadi penyanyi K-pop, namun juga bentuk tubuh serta visual yang ideal untuk menarik para penggemar. Dengan kata lain, perempuan adalah subjek yang dipakai untuk membahagiakan terutama untuk kaum laki-laki (Luniar & Febriana, 2. Budaya patriaki ini muncul karena adanya logika kapitalisme dalam pasar K-pop tentang tubuh perempuan yang telah diatur oleh agensi yang sebagaimana adalah pemain industri K-pop, sehingga penyanyi perempuan dalam industri K-pop merupakan visual yang seksi dan menarik sebagai inovasi patriarki Korea Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 dan kapitalisme (Kim, 2. Industri K-pop juga masih mempertahankan pengkelompokan gender yang ketat di bawah tingkatan sosial. Hal ini membuat idola atau penyanyi perempuan K-pop merupakan bentuk budaya patriarki Korea memaksa pekerja perempuan untuk tunduk, pekerja sekali pakai, dan modalitas dominan neoliberal, rasionalitas pasar berorientasi layanan sejak 1997 (Kim, 2. Mereka dituntut untuk memenuhi harapan kedudukan yang didefinisikan secara sosial dalam publik yang didominasi oleh laki-laki baik stereotip Barat tentang perempuan Asia sebagai objek intim yang eksotis ataupun kedudukan patriarki Korea selaku penurut, rapuh, serta polos (A. Putri, 2. Peristiwa ini memunculkan banyak gerakan perjuangan melawan stereotip dan diskriminasi terhadap perempuan Asia dengan berbagai cara, salah satunya adalah gerakan feminisme. Feminisme merupakan suatu gerakan yang muncul karena memperjuangkan kesetaraan terhadap kalangan patriarki dari penindasan oleh pria yang menyangka bahwa wanita merupakan makhluk yang lemah, tidak rasional, serta hanya menonjolkan perasaan saja dibanding pikiran (Budiartho & Febriana, 2. Hal ini juga dilakukan oleh Lim Kim melalui musik video AuYELLOWAy yang dipublikasikan pada platform Youtube pada tanggal 15 Oktober 2019 dan pada tanggal 10 Oktober 2022 telah ditonton sebanyak 1. 019 kali dangan 74 ribu like dan juga mendapat 6. Musik video (MV) merupakan sebuah media yang sangat efisien dalam penyampaian pesan karena didukung dengan visual dan suara, serta musik yang dinyanyikan, ditambah tema yang disesuaikan dengan lirik lagu ataupun kenyataan sosial (Rini & Fauziah, 2. Sama seperti film, musik video memiliki alur cerita di dalamnya (Kurniawan et al. , 2. Kini musik video banyak digunakan oleh banyak pelaku musik sebagai ekspresi diri dan penggambaran realitas sosial pada masyarakat. Penggunaan karya seni sebagai media untuk usaha yang mampu menyampaikan aspirasi tentang kesenjangan sosial seperti diskriminasi pada perempuan (Santoso & Bezaleel, 2. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dibuat oleh Izra Inna Binti Muhammad Idris. Mohamad Saleeh Rahamad, dan Muhammad Azalanshah Muhammad Syed dengan judul Perbincangan Orientalisme Melalui Analisis Semiotika dalam Animasi yang menyimpulkan bahwa animasi Saladin: The Animated Series telah dimanipulasi dengan merubah nama Salahuddin al-Ayubi . ejuang Isla. yang menjadi Saladin, lalu digambarkan lebih ke sifat karakter Disney, dan sifat Salahudin dalam animasinya digunakan secara simbolik untuk membawa pengaruh orientalis (Idris et al. , 2. Penelitian ini juga mengacu pada penelitian yang dibuat oleh Shienny Megawati Sutanto dengan judul Dekonstruksi Representasi Perempuan pada Poster Film Pahlawan Super Produksi Hollywood yang menyimpulkan bahwa repersentasi superhero perempuan digambarkan sebagai karakter yang kuat, mandiri, memiliki impian dan cita-cita, serta visual karakter digambarkan jelas di poster film (Sutanto, 2. Penelitian ini juga mengacu penelitian oleh Kartika Puspa Rini dan Nurul Fauziah dengan judul Feminisme Dalam Video Klip Blackpink: Analisis Semiotika John Fiske Dalam Video Pulung & Poppy. Analisis Semiotika Perjuangan Perempuan A 476-487 Klip Blackpink DDU-DU DDU-DU yang menyimpulkan ditemukan tanda serta simbol yang berhubungan dengan representasi feminisme post-modern yaitu dengan menciptakan wacana baru ataupun pesan yang bermakna serta membagikan energi positif pada wanita lain (Rini & Fauziah, 2. Diferensiasi dan kebaharuan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah membahas tentang tanda perjuangan pada perempuan Asia melalui media visual dengan teori semiotika. Semiotika merupakan model ilmu pengetahuan sosial yang memahami dunia sebagai sistem hubungan yang memiliki unit dasar yang disebut dengan tanda (Sobur, 2. Ada banyak tokoh-tokoh semiotika seperti Roland Barthes. Charles Sanders Peirce. Ferdinand de Saussure, dan John Fiske. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang dikenal dengan segitiga makna . riangle meanin. yang meliputi tanda (Representame. , objek (Objec. , dan interpretan (Interpretan. (Sobur, 2. , seperti digambarkan pada gambar 1. Gambar 1. Tipologi tanda Charles Sanders Peirce [Sumber: Buku Analisis Teks Medi. Charles Sanders Peirce menjabarkan object . menjadi tiga yaitu Icon . merupakan sebuah tanda yang memiliki kesamaan dengan wujud benda yang diwakilinya, lalu Index . merupakan sebuah tanda yang memiliki hubungan dengan wujud benda yang diwakilinya. Serta Symbol . merupakan sebuah jenis tanda yang memiliki hubungan dengan wujud benda yang diwakilinya ditetapkan oleh peraturan umum yang telah disepakati (Wibowo, 2. Dalam semiotika Charles Sanders Peirce dimungkinkan adanya persilangan antara seluruh tipe tanda hingga menghasilkan kombinasi tipologi tanda tak terhingga dan kompleks. Table 1. Jenis Tanda dan Cara Kerjanya (Charles S. Peirc. [Sumber: Wibowo, 2. Jenis Tanda Ikon Indeks Simbol Ditandai dengan Persamaan . Kemiripan Hubungan sebab akibat Keterkaitan konvensi atau kesepakatan sosial Contoh Gambar, foto, dan AsapAapi GejalaA. Kata-kata Isyarat Proses Kerja Dilihat Diperkirakan Dipelajari Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 Lalu Charles Sanders Peirce juga menjabarkan representamen . menjadi 3 yaitu qualisign, signsign, dan legisign. Selanjutnya interpretant . juga dijabarkan menjadi tiga yaitu rema . , tanda disen . icent sig. , dan argument . (Wibowo, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif bersifat fleksibel mengikuti situasi dan kebutuhan di lapangan (Harahap, 2. Penelitian kualitatif terdiri dari tahapan rumusan masalah, pengumpulan data, analisis data, menyusun hasil data, dan pembuatan keputusan. Fokus penelitian ini adalah dengan mengkaji tentang feminisme melalui tanda dalam MV Lim Kim AuYELLOWAy dengan pendekatan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data primer dengan melakukan observasi secara langsung yaitu dengan menonton MV Lim Kim YELLOW, lalu pengumpulan data sekunder dengan melakukan studi literatur melalui internet, jurnal, buku atau video wawancara Lim Kim. Dalam penelitian ini, peneliti membedah MV Lim Kim AuYELLOWAy dan ditemukan tujuh scene dalam MV Lim Kim AuYELLOWAy. Lalu pengambil data dengan memilih scene yang berhubungan dengan feminisme. Selanjutnya data yang sudah dipilih, lalu dianalisis menggunakan pendekatan semiotika dengan membedah makna tanda. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Biodata Lim Kim dan Makna YELLOW Lim Kim sendiri memiliki nama asli Kim Ye-rim yang lahir pada tanggal 21 Januari 1994 di Seoul. Korea. Lalu saat menginjak Sekolah Menengah Atas. Lim Kim pindah ke Amerika serikat dan memulai memulai karir menjadi penyanyi pada tahun 2011 saat mengikuti kompetisi menyanyi AuSuperstar K3 sebagai anggota Togeworl, dan mendapatkan ketiga, dan pada tahun 2013 Lim Kim memulai debutnya sebagai penyanyi solo di bawah agensi MYSTIC89 dengan merilis mini album AuA VoiceAy dan lagu AuAll Right. Ay, dan pada 2016 Lim Kim keluar dari agensi MYSTIC Entertainment setelah kontraknya selesai dan Lim Kim memutuskan hiatus. Pada 2019 kembali ke dunia musik dengan merilis lagu AuSALKIAy dan album AuGENERASIANAy. Lagu YELLOW masuk dalam album GENERASIAN. MV YELLOW disutradarai oleh Christine Yuan. Yellow memiliki makna sentimen kepada orang-orang imigran Asia khususnya Cina. Jepang. India, dan Korea di Amerika Serikat yang dianggap sebagai AualienAy, pembawa penyakit, dan masalah persaingan ekonomi yang dimulai pada awal abad 19 (Yao & Mwangi, 2. Sentimen ini diberi nama Yellow Peril dipelajari lebih dalam dan diberi bentuk rasial yang nyata melalui seri novel dan film oleh Sax Rohmer dalam bentuk karakter Dr. Fu Manchu, sebagai penjahat super ikonik dari Asia (Siu & Chun, 2 Pemaknaan Tanda dan Hasil dalam MV Lim Kim Yellow Dari hasil observasi, penulis menemukan beberapa scene tentang perjuangan perempuan Asia yang terdapat pada scene 1, scene 2, scene 3, scene 4, scene 5, dan Pulung & Poppy. Analisis Semiotika Perjuangan Perempuan A 476-487 Selanjutnya scene MV tersebut dianalisis melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang sebagai berikut. Tabel 2. Tabel Identifikasi Tanda [Sumber: Penuli. Scene Scene 1 Time code 00:00-00:22 Scene 2 00:56-01:05 Scene 3 01:07-01:16 Visualisasi Penjelasan Tirai putih berlumuran warna merah tertutup dengan adanya tulisan kanji E yang memiliki arti yellow disebelah kanan dan kiri tirai dengan setting tempat background hitam. Lalu tirai terbuka, terdapat kostum hitam sedang beberapa penari sekumpulan perempuan menggunakan baju dan riasan tradisonal, melakukan gerakan tari dengan latar belakang Penyanyi gerakan karate dengan menggunakan baju berwarna merah dengan latar belakang beberapa cermin dengan cahanya lampu bewarna merah Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 Scene 4 01:41-02:00 Scene ini menunjukkan seorang algojo sedang menabuh bedug. Namun, scene ini tidak ter-dapat tanda-tanda yang berkaitan dengan perjuangan perempuan Asia. Extreme close up wajah penyanyi dengan bagian kanan wajah penyanyi memenuhi gambar dan mahkota serta latar bewarna merah dengan vingget hitam Scene 5 02:24-02:29 Scene 6 02:18-02:24 Penyanyi merangkak di atas tubuh laki-laki yang tidak berdaya, selanjutnya penyanyi membuka mata kanan dan seakan ingin menjilatnya. Scene 7 02:49-03:02 Penyanyi kembali dengan kostum hitam dengan leher dirantai oleh orang di belakangnya, lalu rantai di lehernya dengan diikuti dengan gerakan kamera tilt up dan tatapan tajam Pulung & Poppy. Analisis Semiotika Perjuangan Perempuan A 476-487 Pada scene 1 video dimulai dengan menunjukan tirai putih tertutup yang berlumuran darah, lalu tirai tersebut terbuka dan terdapat penyanyi sedang duduk di dalamnya. Hal ini menggambarkan sebuah kesedihan dan rasa sakit penyanyi yang menjadi dasar bentuk perjuangan dalam MV ini. Pada scene 2 yang digambarkan pada penggunaan tarian khas Korea Selatan, riasan khas Cina, dan pakaian khas India pada penari, serta pada lirik lagu terdapat kata fuku pada bait Wear fuku with the rose. I'm defining my own yang merujuk pada sailor fuku sebagai pakaian pelaut sebagai seragam siswi di Jepang, hal sebagai gambaran sentimen kepada imigran Asia khususnya Korea Selatan. Cina. India, dan Jepang. Seperti penjelasan di atas. AuYELLOWAy memiliki makna sentimen kepada orang-orang imigran Asia khususnya Cina. Jepang. India, dan Korea di Amerika Serikat yang dimulai pada awal abad 19 (Yao & Mwangi, 2. Selain itu, pada scene tersebut penyanyi juga ingin menyampaikan bahwa perempuan Asia tidak hanya satu dan sama, tetapi banyak dan beragam. Dalam pandangan Barat, pemujaan rasial yang sama pada perempuan Asia yang merujuk pada ras tubuh dan karakter perempuan Asia sebagai objektifikasi stereotip budaya, kepribadian, serta personalitas perempuan Asia yang dianggap eksotis (Chu, 2. Orientalisme, menarangkan tentang Barat yang mengendalikan kehidupan Timur dengan melacak dasar sejarah, etnografis, antropologis, bahasa, adat istiadat, dan budaya yang selanjutnya diberikan stereotip terhadapnya (Said, 1. Pada scene 3 menggambarkan cerminan perempuan Asia yang kuat, berani untuk menantang gagasan bahwa wanita Asia lemah lembut dan patuh yang didukung oleh lirik I burn their lips in bright pink, my flavorAos like wasabi It's not your typical taste, our style lookinAo so kawaii IAom switching rules, get money, was born in flame Untamed as wild state. I'll never bow to you This is Asian phenomenon, yellow female strikes back yang memiliki makna tentang cara perempuan melawan balik tentang gagasan wanita Asia yang lemah lembut dan patuh dengan menjadi diri sendiri tanpa memedulikan stereotipe yang telah merantai perempuan Asia. Seperti penjelasan pada pendahuluan, perempuan Asia merupakan fetis bagi para pria Barat yang digambarkan eksotik, bukan pemimpin, penurut atau pasif, lucu dan kecil, (Suyemoto & Mukkamala, 2. Pada scene 4 menggambarkan yang kemarahan penyanyi atas ketidakadilan sebagai perempuan Asia dan penyanyi ingin bebas melakukan sesuatu seperti ratu . Gambaran ini didasari dengan mahkota fengguan dan mata kanan yang merujuk pada eye of Ra yang dalam mitologi Mesir merupakan mata dewa Ra sebagai simbol penguasa dan matahari yang melambangkan feminitas, independen, kekuatan besar, dan kemarahan seorang penguasa untuk menegakkan keadilan (Cummings, 2. Pada lirik lagu terdapat kalimat Feel me, see me, queen I choose my own fucking seat IAom the queen from the east Queen of east and the west yang merujuk pada identitas penyanyi yang berasal dari Asia dan tumbuh di Amerika Serikat untuk bebas memilih kehidupan yang diinginkan tanpa mempedulikan stereotip perempuan Asia yang sudah lama dibangun. Dalam wawancara dengan vice, penyanyi mengatakan disaat orangorang mengatakan pentingnya keberagaman, orang Asia masih dikucilkan, terutama Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 dalam bidang musik yang masih ada diskriminasi terhadap ras tertentu, hal itu membuat penyanyi ingin menunjukkan di dunia bahwa orang Asia juga punya banyak seniman hebat (Kwon, 2. Pada scene 5 yang menggambarkan penyanyi meruntuhkan dominasi laki-laki yang selama ini hidup di pusaran patriarki. Hal ini didukung dengan liriknya terdapat kalimat break domes of male dominance yang memberikan pesan dari penyanyi untuk berani melawan dominasi patriarki. Selama ini perempuan dituntut mengikuti standar yang dibuat oleh laki-laki. Hal ini merujuk pada dirinya saat menjadi penyanyi K-pop di bawah naungan agensi yang dituntut memiliki tubuh sempurna dan suara yang dreamy. Dalam wawancaranya dengan vice, penyanyi semenjak debut sebagai musisi K-pop, penyanyi merasa tidak nyaman dan merasa terkungkung dengan kriteria tertentu seperti penampilan fisik yang dituntut sempurna yang seperti harus hidup seperti itu selamanya (Kwon, 2. Mereka dituntut buat memenuhi harapan kedudukan yang didefinisikan secara sosial dalam publik yang didominasi oleh laki-laki baik stereotip Barat tentang perempuan Asia sebagai objek intim yang eksotis ataupun kedudukan patriarki Korea selaku penurut, rapuh, serta polos (A. Putri, 2. Pada scene 6 merupakan penutup video dengan adegan penyanyi melepaskan rantai di lehernya yang diikatkan oleh tiga orang di belakangnya serta gerakan tilt up pada gerakan kamera seperti menegakkan kepala. Hal ini menggambarkan penyanyi berani membebaskan diri dan bangkit dari jerat orientalisme, sentimen ras Asia, dan patriarki yang telah lama mengikat kehidupan penyanyi. Dari hasil pembahasan analisis ditemukan tiga jenis perjuangan perempuan dari tanda pada scene MV Lim Kim YELLOW yaitu: Perlawanan terhadap orientalisme Perlawanan orientalisme ditemukan pada scene 2 dengan tanda pada penggunaan tarian Buchaechum khas Korea Selatan, riasan Opera Peking khas Cina, pakaian baju Ghagra Choli khas India pada penari, serta pada dekorasi latar tempat atau panggung yang bernuansa oriental. Perlawanan terhadap stereotip dan sentimen perempuan Asia Perlawanan stereotip dan sentimen perempuan Asia ditemukan pada scene 3 dengan tanda cermin, gerakan karate, dan lampu berwarna merah. Lalu perlawanan stereotip dan sentimen perempuan Asia juga ditemukan pada scene 5 dengan tanda mahkota fengguan dan mata kanan yang merujuk pada eye of Ra yang dalam mitologi Mesir. Perlawanan terhadap patriarki Perlawanan stereotip dan sentimen perempuan Asia ditemukan pada scene 6 dengan tanda penyanyi merangkak diatas tubuh laki-laki dan membuka mata laki-laki seakan ingin menjilatnya. Dari seluruh scene yang dianalisis dan narasi dalam lirik lagu menggambarkan feminisme aliran radikal. Feminisme radikal berpandangan bahwa ketertindasan perempuan berasal dari ideologi patriarki dengan anggapan bahwa patriarki merupakan sumber Pulung & Poppy. Analisis Semiotika Perjuangan Perempuan A 476-487 penindasan hiraraki seksual dimana laki-laki mempunyai kekuasaan superior serta keuntungan ekonomi yang mengakibatkan ketidakadilan sosial dan perbedaan seksual (Sastrawati, 2. Lagu ini terdengar sangat garang dan agresif serta tidak ada metafora dan dinyanyikan apa adanya serta merepresentasikan perjalanan Lim Kim untuk mengekspresikan identitas diri sebagai perempuan Asia. Pada MV ini, tanda orientalisme direpresentasikan dalam bentuk setting tempat yang bernuansa oriental di seluruh MV Penggunaan instrumen dari alat musik tradisional, lalu baju, tarian, dan kesenian tradisional sebagai bentuk keberagaman dan estetika tradisional yang terkait dengan sentimen Yellow. Pada scene 2, 4, 5, ukuran video menjadi 4:3 yang memberikan kesan sempit, terkungkung dan pada scene 1, 3, 7 ukuran video menjadi kembali full 16:9 memberikan kesan bebas. Lalu warna merah dan hitam merupakan dominasi warna pada MV ini yang memberi gambaran kesedihan, kemarahan, dan keberanian. Dengan demikian, lagu dan MV Lim Kim YELLOW merupakan sebuah penggambaran tentang Asia dari perspektif Barat dengan melebih-lebihkan dan mencampurkan gambaran berbagai sterotip. MV ini menyindir tentang orientalisme dengan cara Penyanyi meneriakkan AuSaya ingin mematahkan semua prasangka iniAy. Ketika didengarkan dengan seksama terdapat frasa AuWe YELLOWAy yang berarti AuYa, kami kuning, kenapa?Ay dan juga dapat terdengar sebagai AuWe YELL OUTAy yang berarti Aukami berteriakAy. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah MV YELLOW merupakan bentuk dari kemarahan dan perjuangan seorang Lim Kim. Dalam analisis semiotika Charles Sanders Peirce ditemukan tanda perjuangan Lim Kim sebagai perempuan Asia dalam melawan orientalisme, stereotip dan sentimen pada perempuan Asia, serta patriarki yang sudah lama membelenggu yang digambarkan dengan setting tempat yang bernuansa oriental, penggunaan budaya tradisional berbagai negara Asia, serta lagu yang agresif yang seakan mengolok-ngolok. Melalui MV YELLOW. Lim Kim ingin menyampaikan bahwa menjadi diri sendiri tidaklah salah dan ingin menunjukkan ke dunia bahwa perempuan Asia juga layak mendapatkan keadilan yang setara. Saran pada penelitian selanjutnya untuk lebih banyak membahas tentang usaha melawan diskriminasi pada orang-orang Asia terutama pada perempuan Asia, karena masih sedikit yang membahas tentang bentuk perlawanan pada perempuan Asia dan masih banyak penelitian yang cenderung menjelaskan fenomena hiburan Korea Selatan dari paradigma industri dan teknis. Kemudian disambungkan kesuksesannya dengan industri budaya Korea sebagai inovasi bisnis, hingga penelitian terbaru lebih banyak membahas tentang hiburan Korea Selatan itu sendiri. Andharupa. Vol. 09 No. 04 Tahun 2023 DAFTAR PUSTAKA