Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 39-44 PENTINGNYA PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN RAPID ANTIGEN COVID-19 PADA MAHASISWA SEBELUM PEMBELAJARAN PRAKTIKUM Siti Raudah, 2Didi Irwadi, 3Niken Nuri Astuti 1,2,3 Prodi D i Analis Kesehatan. ITKES Wiyata Husada Samarinda *e-mail: sitiraudah@itkeswhs. Abstrak: Penyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini mengalami peningkatan. Akibat tingginya peningkatan kasus COVID-19, salah satunya berdampak pada proses pembelajaran terkhusus praktikum Pada praktikum laboratorium mengukur keahlian dan keterampilan mahasiswa sangatlah dibutuhkan secara langsung. Sehingga kegiatan praktikum dapat dilakukan secara luring dengan penerapan perilaku 3M . enggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jara. Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Sehingga penerapan praktik 3M harus perlu ditingkatkan pemahamannya kepada mahasiswa melalui sosialisasi dan edukasi dengan pemanfaatan media informasi. Untuk memastikan kesehatan, setiap orang yang masuk ke laboratorium harus dicek kesehatannya minimal dengan Mahasiswa yang akan melakukan praktikum harus dalam kondisi sehat, sebagai skrining awal maka mahasiswa akan melakukan pemeriksaan rapid antigen. Kata Kunci: Protokol Kesehatan. Rapid Antigen. Praktikum Laboratorium Abstract : The spread of COVID-19 in Indonesia is currently increasing. Due to the high increase in COVID-19 cases, one of them has an impact on the learning process, especially laboratory practice. In the laboratory practice, measuring student skills and skills is needed directly. So that laboratory practice activities can be carried out offline with the application of 3M behavior . sing masks, washing hands, social This is an effort to break the chain of transmission of COVID-19. So that the application of 3M practice must be improved in understanding to students through socialization and education with the use of information media. To ensure health, everyone who enters the laboratory must be checked for health at least with a thermogun. Students who will do the practicum must be in good health, as an initial screening, students will conduct a rapid antigen examination. Keywords : Health Protocol. Rapid Antigen. Laboratory Practice Pendahuluan Coronavirus merupakan kumpulan virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu dan infeksi pernapasan berat yaitu Ada dua jenis corona virus yang menyebabkan infeksi pernapasan berat yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). SARS-CoV-2 pertama kali terjadi di Kota Wuhan Tiongkok bulan Desember 2019, kemudian virus ini menyebar secara cepat dan luas, dengan penularan melalui droplet saat batuk, percikan saat bersin dan pernapasan normal, yang dapat mengenai permukaan benda. Pada tanggal 30 Januari 2020. WHO menetapkan kejadian tersebut sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Meresahkan Dunia (KKMMD)/Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Tanggal 11 Maret 2020. WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Kasus terkonfirmasi positif Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. COVID-19 yang melanda di dunia mengalami peningkatan setiap harinya, per tanggal 14 Oktober 2020 mencapai 53,7 juta kasus. Kasus COVID-19 di Indonesia dengan peningkatan yang signifikan mencapai 457. 735 kasus sedangkan data terkonfirmasi COVID-19 di Kalimantan Timur berjumlah 16. 807 kasus dan terkhusus di Samarinda dengan jumlah 5102 Penularan lewat kontak antar manusia yang sulit diprediksi karena kegiatan sosial yang tidak bisa dihindari merupakan penyebab terbesar menyebarnya COVID-19 ini. Sebagai usaha pencegahan penyebaran COVID-19. WHO sementara kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Pemerintah Indonesia pun mengambil kebijakan yang bertujuan untuk memutus rantai penularan pandemi COVID-19. Salah satunya adalah penerapan kebijakan social distancing, di mana masyarakat harus menjalankan seluruh aktifitas di rumah. Seperti bekerja, belajar, termasuk dalam melaksanakan ibadah. Penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan kasus. Hal ini pun mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk langkah-langkah penularan di lingkungan Pendidikan, yakni dengan membuat Surat Keputusan Bersama Empat Menteri yang menyepakati bahwa proses pembelajaran khususnya di jenjang pendidikan tinggi pada semester gasal tahun akademik 2020/2021 di semua zona wajib diselenggarakan secara daring untuk mata kuliah teori. Sementara itu, untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilakukan secara daring atau waktunya ditunda di bagian akhir semester atau semester berikutnya. Namun, jika menyangkut kelulusan dan kompetensi mahasiswa yang tidak dapat dilaksanakan secara daring, kegiatan tersebut dapat diselenggarakan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, dan karyawan. Program studi kesehatan saat ini dituntut lebih banyak praktikum, seperti mahasiswa Program Studi Di Analis Kesehatan dan Sarjana Halaman 39-44 Terapan Teknologi Laboratorium medik merupakan program studi dengan persentase praktikum sekitar 60%. Praktikum merupakan aktivitas yang mengasah keterampilan guna memenuhi kompetensi yang harus dicapai oleh Keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan secara langsung, mengharuskan pelaksanaan praktikum secara luring. Hal ini untuk menunjang kesiapan para mahasiswa untuk terjun langsung di tengah-tengah masyarakat. Penyelenggaraan sepenuhnya memenuhi protokol untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta. Fasilitas laboratorium disesuaikan dengan protokol Kesehatan dan menghindari 3C . losed spaces, crowded places dan close contact situatio. serta menerapkan 3M . enggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jara. Pengaturan ruang laboratorium dengan jarak antarpengguna cukup . inimal 1,5 . Tersedia tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, sabun atau hand Tersedia toilet yang bersih dengan air yang cukup serta sabun cuci tangan. Orang yang boleh masuk ke laboratorium hanya mereka yang terdaftar untuk melakukan aktivitas pada hari dan jam tersebut serta dalam keadaan sehat dan bagi yang memiliki factor risiko/comorbiditas seperti memiliki penyakit jantung, asma, paru, liver, diabetes, dan lanjut usia selama masih dapat terkontrol, serta orang yang baru kembali dari zona merah, oranye, dan kuning kurang dari 7 Untuk memastikan kesehatan, setiap orang yang masuk ke laboratorium harus dicek kesehatannya minimal dengan thermogun. Pada persiapan praktikum harus disusun check list persyaratan pembukaan fasilitas laboratorium serta protokol yang berisi prosedur dan tata kerja yang wajib diikuti oleh semua pengguna fasilitas. Isi check list, meliputi antara lain ruang/fasilitas yang boleh dibuka dan persyaratannya, persyaratan sarana prasarana dan dipenuhi/disediakan, jumlah maksimum orang yang berada di dalam ruang, jadwal dan izin penggunaan fasilitas, penanggung jawab setiap fasilitas, serta protokol kesehatan dan keselamatan untuk memastikan tidak terjadi 3C. Check list dan protokol dikonsultasikan dengan pakar Kesehatan. Dalam pelaksanaan praktikum Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. secara luring, mahasiswa sebelum dan setelah masuk laboratorium harus mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, mengenakan masker dan alat pelindung diri (ADP) yang Sebelum laboratorium digunakan, harus dipastikan semua check list dipenuhi dan semua fasilitas berfungsi dengan baik. Gagang pintu dan bagian-bagian yang sering disentuh harus dibersihkan dengan disinfektan secara berkala. Semua orang yang menggunakan laboratorium harus saling menjaga, melindungi dan memantau satu dan lainnya serta memastikan setiap saat tidak terjadi situasi 3C. Peralatan laboratorium yang digunakan bersama harus dipastikan telah disterilkan sebelum digunakan orang lain. Alternatifnya seluruh peserta menggunakan sarung tangan latex . Setelah selesai praktikum, cuci tangan dengan sabun sebelum keluar laboratorium. Sebagai screening awal, dilakukan pemeriksaan rapid antigen, baik pada dosen dan mahasiswa yang akan melaksanakan praktikum di laboratorium, sesuai dengan pedoman kemendikbud dalam penatalaksanaan pedoman persiapan praktek Hasil hasil cepat tes swab antigen menunjukkan bahwa orang yang positif terkena COVID-19 bisa langsung dilakukan isolasi dengan cepat, sebelum risiko menularkan kepada orang lain menjadi lebih besar. Tes swab antigen mampu memberikan hasil yang cepat dengan tingkat akurasi yang terbilang lebih baik dibandingkan dengan tes rapid antibodi, meski tidak sebaik tes PCR. Dalam kegiatan PkM ini akan memberikan edukasi terkait penerapan 3M . enggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jara. dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik ITKES Wiyata Husada Samarinda Samarinda tentang pentingnya penerapan 3M dikampus saat praktikum secara luring pada masa pandemic COVID-19 dan melakukan skrining awal pemeriksaan rapid antigen COVID-19 sebelum pelaksanaan praktikum secara luring. Metode Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat di Program Studi Teknologi Halaman 39-44 Laboratorium Medik dengan memberi edukasi secara online tentang penerapan protocol Kesehatan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu dilakukan skrining pemeriksaan antigen COVID19 pada H-1 sebelum dilakukan kegiatan Persiapan Kegiatan pengabdian pada masyarakat dimulai dengan melakukan melakukan studi pendahuluan lebih lanjut tentang kondisi mahasiswa yang berasa dari luar daerah samarinda untuk melakukan karantina selama 7 hari sebelum kegiatan praktikum terlaksana, selanjutnya menetapkan waktu pelaksanaan skrining rapid test antigen COVID-19 Pelaksanaan. - Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa tanggal 16 Ae 17 November Gedung Laboratorium Biomedik ITKES Wiyata Husada Samarinda dengan menyampaikan pentingnya protocol kesehatan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dikampus serta melakukan skrining rapid test antigen COVID-19 pada 130 mahasiswa. - Mensimulasikan penggunaan masker yang benar, cara cuci tangan menggunakan air dan handsanitizer, dan penerapan social distancing dikampus - Diskusi berkaitan dengan protocol Kesehatan Hasil Karakteristik Peserta Peserta merupakan mahasiswa/I Program Studi Di Analis Kesehatan dan Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik. Respon Peserta Peserta pentingnya protocol Kesehatan pada kondisi Pandemi Covid 19 Dampak Dampak kegiatan ini adalah sebagai berikut: Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 39-44 Peserta mengetahui dan memahami pentingnya protocol Kesehatan 3M di kampus pada kondisi Pandemi Covid 19. Peserta dapat menerapkan protocol Kesehatan 3M dikampus seperti menggunakan masker ( cara menyimpan, mencuci, membuang maske. , mencuci tangan . enggunakan sabun dan hansanitize. dan menjaga jarak Peserta mengetahui hasil skrining skrining rapid test antigen COVID-19 Dokumentasi Kegiatan Kesimpulan Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Pada kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya penerapan protocol kesehatan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sehingga mahasiswa tetap terlindung dari penyebaran COVID -19 yang bisa saja mereka dapatkan saat beraktifitas fasilitas umum secara umum dan dikampus secara khusus. Mahasiswa termotivasi untuk menerapkan protocol kesehatan, karena hal ini bukan hanya melindungi diri sendiri, akan tetapi dapat melindungi orang yang berada disekitarnya. Sehingga dapat memutus mata rantai penularan COVID-19. Penerapan protokol kesehatan COVID-19 merupakan strategi dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di masa pandemi COVID-19. Rekomendasi Diharapkan kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan, melalui sosialisasi, edukasi dan penggunaan media informasi terkait penyebaran virus SARS-CoV-2 sangat cepat terjadi di lingkungan Kampus ITKES Wiyata Husada Samarinda, terlihat semakin meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan masyarakat disiplin dalam menerapkan protocol Kesehatan. Referensi