E-ISSN 3046-4935 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling Vol 02 No 01 2024 GEOLOGI DAERAH MAEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LIKUPANG TIMUR,KABUPATEN MINAHASA UTARA SULAWESI UTARA M.M. Moningka1,2*, A.J. Momongan1,2*, P.Perangin angin1,2* 2 1 Universitas Prisma/ Departemen Geologi/ Geofisika/ Jl. Pomorouw No. 113, Kel. Tikala Baru, Kec. Tikala, Manado, Sulawesi Utara Pusat Kajian Bencana dan Pengembangan Sumber Daya Alam (PKBPSDA) Universitas Prisma Manado, Jl. Pomorouw No. 113, Kel. Tikala Baru, Kec. Tikala, Manado, Sulawesi Utara Corresponding author: e-mail:andrewjmomongan@prisma.com ABSTRAK Secara administratif, lokasi penelitian terletak di daerah Maen dan sekitarnya, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara dengan koordinat UTM (Universal Transverse Mecator) 51 N 732393 mE – 736394 mE dan 179973 mN – 183983 mN dengan datum WGS 1984. Luas wilayah daerah penelitian yakni 4x4 km 2. Desa maen terletak di daerah yang memiliki potensi di bidang sumberdaya energi dan mineral. Sebelumnya telah dilakukan pemetaan di daerah ini. Namun hasil dari pemetaan geologi tersebut adalah peta geologi dalam skala regional. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan pemetaan detail yakni dengan skala 1:10.000 di daerah Maen dan sekitarnya, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Geomorfologi daerah penelitian terdiri atas 4 satuan geomorfologi yaitu Satuan Punggungan Aliran Piroklastik, Satuan Punggungan Aliran lava, Satuan Dataran Pantai. Stratigrafi pada daerah penelitian tersusun atas 4 satuan batuan yang tersusun dari tua ke muda yaitu Satuan Tuff Kasar, Satuan Batu Lapili, Satuan Andesit dan Satuan Endapan Danau. Struktur geologi yang ada di daerah penelitian berupa kekar gerus dengan arah umum timur laut ke barat daya. Sejarah geologi di daerah penelitian dimulai pada kala waktu pliosen yang terendapkan satuan tuff kasar, yang kemudian di lanjutkan oleh pengendapan Satuan batu lapili pada waktu plistosen, dan dilanjutkan satuan andesit pada skala waktu yang sama yaitu plistosen, dan di lapisan paling atas terendapkan Satuan Aluvial pada waktu holosen sampai sekarang. Kata kunci: Pemetaan Geologi , Geomorfologi , Stratigrafi , Struktur Geologi PENDAHULUAN Seiring berkembangnya ilmu geologi, ilmu ini diterapkan secara luas pada bidang-bidang seperti ilmu pertambangan, ilmu konstruksi, ilmu lingkungan, dan pencegahan bencana. Maka banyak yang dapat diselidiki dan dikaji lebih detail mengenai aspek geologi suatu wilayah tertentu. Adapun beberapa aspek geologi yang mencakup geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, serta mekanisme pembentukan dan kronologi dalam ruang dan waktu geologi. Aspek-aspek tersebut dapat digunakan ketika melakukan pemetaan lapangan yang menjadi dasar utama dalam menginterpretasikan kondisi geologi suatu wilayah. Pemetaan geologi merupakan suatu proses ilmiah yang bersifat interpretasi dan dapat menghasilkan berbagai jenis peta untuk berbagai macam tujuan [7]. Pemetaan geologi merupakan serangkaian kegiatan yang menerapkan seluruh aspek ilmu geologi untuk memperoleh informasi tentang kondisi geologi sebenarnya. Ilmu geologi meliputi geomorfologi, sedimentologi, M.M. Moningka/JGPRISM Vol 02 No 01/2024 geologi struktur, petrologi, stratigrafi, dan tektonik. Pemetaan geologi menghasilkan laporan berupa peta yang memuat informasi penting seperti sebaran batuan, manifestasi tektonik geologi, sumber daya alam, dan kemungkinan bencana. Informasi geologi sangat penting dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan sumber daya alam. Daerah penelitian yakni Desa Maen dan sekitarnya merupakan daerah yang terletak pada lengan utara pulau Sulawesi. Daerah ini memiliki prospek sumber daya energi dan mineral dimana salah satu contohnya terdapat tambang emas yang dioperasikan oleh PT. MSM dan PT. TTN di bagian selatan lokasi. Sebelumnya [4] telah dilakukan pemetaan di daerah ini. Namun hasil dari pemetaan geologi tersebut yakni peta dalam skala regional. Hal tersebut menjadi dasar bagi penulis untuk melakukan pemetaan lebih detil yakni dengan skala 1 : 10.000 di daerah Maen dan sekitarnya, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa 34 Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Diharapkan dengan membuat peta secara detil dapat memberikan informasi terkini mengenai situasi geologi daerah penelitian. berwarna putih hingga kuning dalam kondisi segar. Berdasarkan klasifikasi Schmid (1981) batuan ini dinamakan Breksi Piroklastik. RUMUSAN MASALAH • • • • Bagaimana kondisi geomorfologi di daerah penelitian? Bagaimana tatanan stratigrafi daerah penelitian? Bagaimana struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian? Bagaimana sejarah geologi yang ada di lokasi penelitian? MAKSUD DAN TUJUAN Maksud pemetaan geologi ini dilakukan dengan maksud untuk memetakan daerah Maen dan sekitarnya, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pemetaan geologi Daerah Wineru dan sekitarnya Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara adalah : • Untuk mengetahui kondisi geomorofologi daerah penelitian. • Untuk mengetahui stratigrafi lokasi penelitian. • Untuk mengetahui struktur geologi yang berkembang di lokasi penelitian. • Untuk mengetahui Sejarah geologi di daerah penelitian METODE Metode penelitian yang digunakan yaitu survey lapangan dengan mengamati langsung kondisi geologi permukaan pada daerah penelitian. Gambar 1. Satuan Batuan Breksi Piroklastik SATUAN TUFF LAPILI Satuan ini terletak menyebar di bagian Tengah, sedikit di bagian timur laut dan sedikit juga di bagian barat lautdaerah penelitian, menempati sekitar ± 40% bagian dari total luas daerah penelitian. Pengamatan singkapan dilakukan pada stasiun pengamatan LP – 07, pada peta geologi ditandai dengan warna pink dan kode. Singkapan terletak di samping jalan Likupang – Girian, tepatnya di daerah Desa Maen. Singkapan ini di temukan dalam kondisi segar berwarna putih hingga lapuk sedang berwarna kuning kecokelatan, pada bagian atas telah ditumbuhi vegetasi. Secara megaskopis satuan Tuff Lapili ini ditemukan fragmen pumis dan batuan beku yang pada umumnya berukuran lapili. Fragmen pumis berwarna putih, subrounded berukuran 2-64 mm. Fragmen batuan beku berwarna abu-abu, subangular berukuran 2-64 mm. Terdapat matriks berupa tuff berwarna putih cerah, dengan semen silika. Berdasarkan klasifikasi Schmid (1981) batuan ini dinamakan Tuff Lapili. HASIL DAN PEMBAHASAN STRATIGRAFI DAERAH PENELITIANSATUAN BREKSI PIROKLASTIK Satuan ini terletak di bagian Timur hingga ke Selatandaerah penelitian, menempati sekitar ± 20% bagian dari total luas daerah penelitian. Pengamatan singkapan dilakukan pada stasiun pengamatan LP – 44, pada peta geologi ditandai dengan warna orange. Singkapan terletak di tebing bendungan Sungai Desa Winuri. Secara umum singkapan batuan ini di indikasikan sebagai bagian dari endapan aliran piroklastik berdasarkan kenampakan di lapangan, Analisa morfologi dan studi literatur. Secara megaskopis, satuan Breksi Piroklastik ini menunjukkan litologi Breksi piroklastik dengan matriks berupa tufa sedang dengan semen silika. Sortasi buruk dengan kemas terbuka. Fragmen yang ditemukan berupa batuan beku dan pumis. Fragmen batuan beku berwarna abu-abu, subrounded dengan ukuran 1-2 cm. Fragmen pumice berwarna putih hingga kuning, subrounded berukuran ± 1 cm. Matriks berupa tuff M.M. Moningka/JGPRISM Vol 02 No 01/2024 Gambar 2. Satuan Batuan Tuff Lapili SATUAN BATUAN BEKU Satuan ini terletak di badian barat daya hingga bagian barat daerah penelitian, menempati sekitar 15% bagian dari total luas daerah penelitian. Pengamatan singkapan dilakukan pada stasiun pengamatan LP – 93. Ditandai dengan warna merah pada peta geologi. Singkapan terletak di tebing samping aliran 35 sungai Desa Winuri. Ditemukan dalam kodisi lapuk sedangberwarna hijau kehitaman. Satuan ini dicirikan dengan warna segar abu-abu, dengan struktur masif dan tekstur afanitik. Granulittas pada batuan ini yakni afanitik atau sangat halus < 1 mm sehingga sulit dilihat secara megaskopis. Memiliki derajat kristalisasi holokristalin yakni terdiri dari kristal seluruhnya. Keseragamanbutir equigranular. SATUAN GEOMORFOLOGI PUNGGUNGAN ALIRAN LAVA Satuan ini terletak di bagian Barat daerah penelitian, menempati sekitar 25% bagian. Satuan ini ditandai dengan warna merah pada peta geomorfologi daerah penelitian. Satuangeomorfologi pada daerah ini memiliki pola kontur yang relative rapat dengan kemiringan lereng yang curam hingga terjal. Hal tersebut mengindikasikan bahwa batuan penyusun satuan ini merupakan batuan beku. Pola aliran sungai yang terbentuk pada satuan ini adalah pola aliran paralel yang mengindikasikan daerah perbukitan. Gambar 3. Satuan Batuan Beku SATUAN GEOMORFOLOGI DAERAH PENELITIAN SATUAN GEOMORFOLOGI PUNGGUNGAN ALIRAN PIROKLASTIK Satuan ini terletak di bagian Timur laut dan Tenggara daerah penelitian, menempati sekitar ± 40% bagian. Satuan ini ditandai dengan warna merah muda pada peta geomorfologi daerah penelitian. Di lokasi penelitian, satuan geomorfologi pada daerah ini memiliki pola kontur yang relative renggangg dengan kemiringan lereng yang landau hingga curam hal tersebut mengindikasikan bahwa batuan penyusun yang ada pada satuan ini merupakan batuan yang memiliki resistensi lebih rendah dibandingkan dengan batuan beku, yakni batuan piroklastik. Pola aliran Sungai pada satuan geomorfologi ini adalah pola aliran paralel yang mengindikasikan sebuah daerahperbukitan. Gambar 5. Satuan Geomorfologi Punggungan Aliran Lava SATUAN GEOMORFOLOGI BUKIT SISA Satuan ini menempati 5% bagian pada daerah penelitian. Ditandai dengan warna cokelat pada peta geomorfologi daerah penelitian. Satuan geomorfologi pada daerah ini umumnya memiliki bentuk membulat dan memiliki pola kontur landai dengan kemiringan lereng landai hingga curam. Gambar 6. Satuan Geomorfologi Bukit Sisa Gambar 4. Satuan Geomorfologi Punggungan Aliran Piroklastik M.M. Moningka/JGPRISM Vol 02 No 01/2024 SATUAN GEOMORFOLOGI DATARAN PANTAI DANAU Satuan ini terletak menyebar namun dominan di arah utara daerah penelitian, menempati ± 30% bagian. Satuan ini ditandai dengan warna hijau pada peta geomorfologi daerah penelitian. Satuan geomorfologi pada daerah ini memiliki pola kontur yang datar atau hampir datar hingga landai. 36 Gambar 7. Satuan Geomorfologi Pantai Danau SEJARAH GEOLOGI Urutan Sejarah geologi yang terjadi di daerah penelitian adalah sebagai berikut : Pada kala pliosen awal lokasi penelitian terendapkan satuan breksi piroklastik Setelah terjadi proses pengendapan satuan breksi piroklastik, di atasnya diendapakan secara langsung Tuff lapili yang posisinya tepat berada di atas satuan BreksiPiroklastik. Pasca pengendapan satuan Tuff lapili daerah penelitian mengalami proses Vulkanik akibat pengaruh aktifitas gunung api. Salah satu buktinya adalah adanya proses pengendapan batuan beku Satuan batuan yang paling muda yang berada di daerah penelitian yaitu satuan endapan aluvial. Pengendapan aluvial ini berlangsung sejak kala holosen hingga sekarang. Satuan ini diendapkan secara tidak selaras di atas satuan batuan yang berumur lebih tua DAFTAR PUSTAKA [1] Anderson, E.M. 1951. “The Dynamics of Faulting and Dyke Formation with Applications to Brittan, Edinburgh, Oliver and Boyd”. California: Standford University. [2] Brahmantyo, B., & Bandono. 2006 “Klasifikasi bentuk muka bumi untuk pemetaan geomorfologi pada Skala 1:25.000 dan aplikasinya untuk penataan ruang”. Bandung: Geoaplika. [4] Effendi, A.C, & Bawono, S.S. 1997. “Peta Geologi Lembar Manado, Sulawesi Utara, skala 1:250,000”. Bandung: PusatStudi Geologi. [5] Malik, R.F & Sartohadi, Junun. 2017. “Pemetaan Geomorfologi Detail Menggunakan Teknik Step Wise Gird Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bompon Kabupaten Magelang, Jawa Tengah”, Daerah Istimewa Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. [6] Nasrudin, Nugroho A.R, & Nurlina. 2020. “Buku Ajar Geomorfologi (Konsep dan Implementasi)”. Banjarmasin: Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat. [7] Noor, D. 2014 “Pengantar Geologi” (Ed.1), Deepublish. 978-602-280-2563. PENUTUP KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dan analisis yang telah dilakukan, serta pengkajian pustaka, makapenulisan mengambil kesimpulan, yaitu : Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas empat satuan berturut – berturut dari tua ke muda yaitu, Satuan Breksi Piroklastik (Pliosen Awal), Satuan Tuff Lapili (Plistosen Akhir), Satuan Batuan Beku (Plistosen Awal), dan Satuan Endapan Aluvial (Holosen). Geomorfologi daerah penilitian dibagi menjadi empat satuan Geomorfologi[2],[5],[6] yaitu Satuan Geomorfologi Satuan Pantai Danau, Satuan Bukit Sisa, Satuan, Satuan Punggungan Aliran Lava, dan Satuan Punggungan Aliran Piroklastik. Pola Pengaliran sungai yang berada di daerah penilitian adalah Dendritik, Pararel dan Trellis. Stadia daerah penelitian termasuk dalam stadia Tuayang ditunjukan dengan ditemukannya lembah sungai U. Struktur Geologi yang terdapat di daerah penelitian adalah kekar gerus. Kekar Gerus terdapat disingkapan Batuan Tuff Lapili [1]. M.M. Moningka/JGPRISM Vol 02 No 01/2024 37 PETA GEOLOGI DAN KOLOM STRATIGRAFI M.M. Moningka/JGPRISM Vol 02 No 01/2024 38