JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 115 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Pengintegrasian Pendidikan Karakter Keagamaan pada Pembelajaran Hakikat Ilmu Fisika dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Madrasah Aliyah Puteri Aisyiah di Palu Mujizatullah Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Jl.A.P. Pettarani No.72 , Makassar Email: mujizatullah@kemenag.go.id Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengintegrasian pendidikan karakter keagamaan pada pembelajaran hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja di laboratorium, faktor pendukung dan penghambat di Madrasah Aliyah Puteri Aisyiah Palu. Hasil penelitian pengintegrasian pendidikan karakter keagamaan pada mata pelajaran fisika melalui pembelajaran hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja di laboratorium dengan melakukan intervensi atau menanamkan nilai-nilai karakter keagamaan shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah, akidah, akhlak, ibadah dan berwawasan luas , pada materi fisika yang diajarkan. Metode Pembelajaran menggunakan pendekatan Proses Ilmiah dengan metode Diskusi untuk memahami hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja di laboratorium. didukung oleh manajemen madrasah berbasis pesantren yang semua peserta didik diasramakan yang berasal dari 10 kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah. Faktor penghambat didalam mengimplementasikan pendidikan karakter diantaranya masih terdapat guru mengajar yang tidak sesuai dengan kompetensi guru professional atau guru yang mengajar tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang sebenarnya. Kata kunci: Pengintegrasian, Pendidikan Karakter Keagamaan, MA Palu Abstract – The research aimed to describe the intergration of religious character in physics and safety in the laboratory, enabling and inhibiting factor in Aisyah puteri islamic high school Palu. The finding of intergration of religous character in physics through the nature of learning physics and safety in the laaboratory by intervening or instilling the value of shiddiq, amanah, tabligh, fathanah, akhlak, ibadah and insghtful, the physics material was taught. Learning method used preocess approach scientific discussion method to understand on the nature physics and safety in the laboratory. Supported management based islamic school that all learners were were boarded from ten dictricts in central sulawesi province. The obstacle factor in inplementation charcter education such as the teacher ang the professional compence of teachers was not suitable with actual educational qualifacations Keywords: Intergration,Religion Character Education, MA Palu I. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang PENDAHULUAN Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan bertujuan untuk kehidupan bangsa berkembangnya dan potensi perserta didik agar menjadi manusia yang cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini sesuai dengan Undang- undang No.20 Tahun 2003 Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 116 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Pembelajaran karakter di Era globalisasi kurang membiasakan siswa bekerja sama ini memerlukan sebuah terobosan dalam sehingga mengenovasi metode terhadap sesama kawan. Akibatnya minat pembelajaran yang akan dipakai mengingat belajar siswa dalam mengembangkan sains munculnya berbagai fenomena baru yang tidak maksimal. Jika hal ini terus menerus sebelumnya tidak ada. (Nuri, 2012 : 93) dibiarkan, akan menghasilkan karakter siswa strategi dan Selain itu pemerintah juga berupaya melakukan inovasi pendidikan kurang memiliki rasa empati yang tidak memiliki rasa empati, tidak lagi dengan saling menghormati sesama, kurang dapat mencanangkan pendidikan karakter yang berfikir kritis dan mudah berputus asa. Untuk diimplementasikan itu pada setiap mata dilakukan penelitian dengan pelajaran untuk dijadikan sebagai pilar mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kebangkitan bangsa, dan diwujudkan dalam pembelajaran fisika di kelas, menggunakan kegiatan nyata siswa.(Gunawan , 2012 : 210). pokok Banyaknya untuk mengintegrasikan yang muncul pendidikan karakter Keagamaan pada siswa siswa seperti melalui pembelajaran atau materi hakikat perkelahian antar siswa, sikap egois dan Ilmu Fisika dan keselamatan kerja di individualis siswa yang tidak peduli terhadap laboratorium. disekitar fenomena bahasan lingkungan sesama, ataupun kurangnya minat belajar Balai Penelitian dan Pengembangan siswa dengan berfikir kiritis dan tidak mudah Agama Makassar telah melakukan penelitian berputus asa perlu dilakukan suatu reformasi tentang implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan di sekolah. Salah satunya secara monolitik dan integratif (2014:95) adalah penerapan pendidikan karakter dalam hasil penelitian pengintegrasian pendidikan setiap mata pelajaran. Selama ini, guru dalam karakter terlihat pada kegiatan langkah- menyusun RPP hanya mengukur aspek langkah pembelajaran pendahuluan, inti dan kognitifnya saja. (Sahlan, 2012 : 92). penutup. Salah satu contoh pengintegrasian Sehingga aspek sikap, kurang dikembangkan pendidikan karakter pada mata pelajaran pada diri siswa. Sikap siswa dalam teknologi informasi dan komunikasi Kelas X bekerjasana dan berkolaborasi kurang Semester II standar kompetensi ditekankan, sehingga muncul sikap yang menggunakan operating system computer. dapat Tujuan pembelajaran setelah proses belajar menimbulkan persaingan diantara siswa yang kurang baik. (Kesuma , dkk. 2012 mengajar siswa diharapkan dapat : 180). mengoptimalkan penggunaan computer. Nilai Pembelajaran fisika selama ini dilakukan karakter yang ditanamkan pada siswa adalah dikelas hanya berfokus pada hafalan untuk disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu , mengukur kognitif saja. Dan guru selama ini cinta tanah air dan tanggung jawab. Selain JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 117 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 hal tersebut dapat pembiasaan dan Sehubungan terlihat melalui pengembangan diri. dengan pengintegrasian pendidikan karakter yang telah dipaparkan sebelumnya maka pokok permasalahan dalam penelitian ini pengintegrasian adalah bagaimana pendidikan karakter keagamaan pada mata pelajaran Fisika di Madradah Aliyah Puteri Aisyiyah di Palu. Bagaimana Faktor pendukung dan penghambat dalam mengintegrasikan pendidikan karakter keagamaan pada mata Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran kepada pihak pemerintah dalam hal ini untuk pemberdayaan guru mengenai pengintegrasian pendidikan karakter pada fisika melalui komponen pendidikan yaitu pendidik, peserta didik, materi pelajaran, metode, system evaluasi. Ruang lingkup penelitian ini meliputi pengintegrasian pendidikan karakter keagamaan melalui materi pembelajaran hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja di laboratorium adalah proses pendidikan karakter dengan cara mengintegrasikan nilai karakter keagamaan yang tercermin pada sikap dan perilaku yang terhimpun dalam sifat Shiddiq, Karakter identik dengan akhlak, nilai-nilai sehingga karakter merupakan perilaku manusia yang universal yang meliputi seluruh aktivitas manusia, baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungan, yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, dan adat istiadat. Menurut Ahmad Amin (1995: 62) pelajaran Fisika . pelajaran II. LANDASAN TEORI Fathonah, Amanah, Tabligh pada materi pembelajaran. dan bahwa kehendak (niat) merupakan awal terjadinya akhlak (karakter) pada diri seseorang, jika kehendak itu diwujudkan dalam bentuk pembiasaan sikap dan perilaku. Dari konsep karakter ini muncul konsep pendidikan karakter (character education). Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Untuk itu guru harus mempersiapkan pendidikan karakter mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasinya. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah perlu didukung oleh keteladanan guru dan orang tua murid serta budaya yang berkarakter. Peserta didik dalam proses pendidikan manusia yang memerlukan (Hasballah, 1999:73) didesain berdasarkan bimbingan kurikulum pada harus pemenuhan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 118 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 kebutuhan (Prowiroatmodjo, 1987:15) dalam sendiri sekaligus merupakan bagian dari konteks kurikulum pendidikan agama Islam, pengawasan (Sukmadinata, dkk, 2008 : 52). kurikulum idealnya tidak disusun secara Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan sentralistik karena walaupun agama berlaku alam (IPA) yang mempelajari gejala alam universal, yang tidak tetapi problem kehidupan keagamaan menjadi local sektoral. hiddup atau materi dalam lingkungan hidup ruang dan waktu, serta Metode pembelajaran merupakan suatu semua interaksi yang menyertainya. Fisika prosedur dalam mengajar (Rahim, 2001:20) sering disebut sebagai ilmu paling mendasar .Metode pendidikan karakter terdiri dari karena setiap ilmu alam lainnya yaitu biologi, metode Hiwar atau percakapan , metode kimia, geologi, dan lain-lain mempelajari Qishah atau cerita , metode perumpamaan , jenis sistem materi tertentu yang mematuhi metode keteladanan, metode pembiasaan hukum fisika. Fisiks jugs berkaitan erat sesuatu yang disengaja yang dilakukan secara dengan matematika. Teori fisika banyak berualng-ulang menjadi pembiasaan. Sarana dinyatakan dalam notasi matematis. Fisika dan prasarana adalah seluruh fasilitas yang juga berkaitan erat dengan matematika. Teori digunakan dalam fisika (Muslich, 2011:65). proses pembelajaran Sarana pendidikan banyak matematis. dinyatakan Matematika dalam yang notasi digunakan adalah peralatan dan perlengkapan yang dalam ilmu fisika biasanya lebih rumit digunakan secara langsung untuk menunjang daripada matematika yang digunakan dalam proses belajar bidang sains lainnya. ada wilayah luas mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, penelitian yang beririsan antara fisika dan kursi, serta alat-alat dan media pengajaran matematika, yakni fisika matematis yang (Sungkowo, 2009 : 298). Adapun yang mengembangkan struktur matematis bagi menjadi prasarana pendidikan adalah faslitas teori-teori fisika. pendidikan khususnya secara tidak langsung menunjang jalannya Tujuan dari mempelajari gejala tersebut proses pembelajaran antara lain seperti untuk halaman, bersifat khas dan dapat menjelaskan gejala kebun, taman, sekolah, jalan menuju sekolah (Faturrakhman, 2012:82). memperoleh produk fisika yang alam tersebut. Produk fisika terdiri dari Sistem evaluasi di dunia pendidikan konsep, hukum, dan teori. Beberapa sifat dikenal dengan pengawasan dan supervisi. yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat Hal ini mengacu pada Permendiknas No. 19 yang ada dalam semua sistem materi yang /2007 bahwa standar pengelolaan pendidikan ada. Seperti hukum kekekalan energi. Sifat tersurat istilah pengawasan dan evaluasi dan semacam ini sering disebut sebagai hukum supervise akademik , walaupun supervise itu fisika. Contoh :konsep fisika, misalnya gaya, suhu, kecepatan, momentum, massa jenis, JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 119 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 dan energi. Suatu hukum selalu melibatkan dan juga keselamatan terhadap alat-alat dan konsep-konsep yang saling berhubungan, bahan contohnya yang keselamatan pengguna maka perlu dibuatkan menyatakan perilaku benda jika berada dalam aturan atau tata tertib di laboratorium serta fluida selalu melibatkan konsep gaya , peringatan-peringatan terhadap bahan-bahan percepatan gravitasi, volume, dan massa yang berbahaya, sedangkan keselamatan alat- jenis. alat perlu diperkenalkan bentuk-bentuk dan hukum archimedes Pada hakikatnya, ilmu fisika merupakan yang nama-nama digunakan. alat serta Dalam bagaimana hal cara sebuah kumpulan pengetahuan atau jalan menggunakan dan cara menyimpannya.( berfikir dan cara untuk penyelidikan. Dalam Poedjiadi, A, 2005). penerapan ilmu fisika harus memperhatikan Pendidikan hakikat ilmu fisika karakter telah menjadi sebagai berikut. perhatian berbagai Negara dalam rangka Keselamatan Kerja di Laboratorium Dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas, pelajaran sains, melakukan penelitian atau bukan hanya untuk kepentingan individu pengamatan sangat warga Negara , tetapi juga untuk warga diperlukan . Pekerjaan di laboratorium sangat masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan membutuhkan keterampilan dan ketelitian. karakater dapat diartikan sebagai usaha kita Ketelitian dibutuhkan agar mengurangi resiko secara sengaja dari keseluruhan dimensi kecelakaan kehidupan di saat laboratorium melakukan kerja di laboratorium. madrasah pembentukan Laboratorium sebagai tempat untuk untuk karakter membantu secara optimal (Abdullah, 2005 : 86) melakukan eksperimen dalam kerja ilmiah Kaitannya dengan hal tersebut di atas, termasuk salah satu tempat yang memiliki dalam ajaran Islam sendiri mengandung risiko sistematika tinggi menimbulkan kecelakaan. ajaran yang tidak hanya Percobaan dan pengalaman bisa berjalan menekankan pada aspek keimanan, ibadah dengan memperhatikan dan muamalah, tapi juga akhlak. Pengamalan keselamatan kerja, baik keselamatan individu ajaran Islam secara utuh (Kaffah) merupakan maupun bahan-bahan yang model karakter seorang muslim, bahkan digunakan. Oleh sebelum dipersonifikasikan dengan model karakter lancar menggunakan apabila dan karena laboratorium alat itu, harus tahu Nabi Muhammad SAW, yang memiliki sifat terlebih dahulu alat-alat laboratorium dan Shiddiq, fungsinya. (Marzuki, 2009:5). Keselamatan kerja di laboratorium IPA menyangkut keselamatan terhadap pengguna Tabliq, Amanah, Fathonah JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 120 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 kepala III. METODE PENELITIAN madrasah, kepegawaian, Penelitian ini dilakukan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, dengan sasaran lokasi penelitian adalah Madrasah Aliyah Puteri Aisyiah Kota Palu. Menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti menjadi bagian dari key instrument (Bogdan, 1982:27). Peneliti mencoba memperoleh gambaran tentang pengintegrasian pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Puteri Aisyiah Kota Palu secara integrative dan factor pendukung dan penghambat pengintegrasian pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Puteri Aisiyah Kota Palu. Jenis data, adalah data sekunder dan data primer. berhubungan Data langsung primer yang dengan objek penelitian yaitu guru mata pelajaran, kepala MA Puteri Aisiyah Kota Palu, data sumber dokumen pendukung misalnya profil sekolah dokumen kurikulum, silabus dan RPP Madrasah Aliyah Puteri Aisiyah Kota Palu. Langkah-langkah yang digunakan dalam analisis ini adalah reduksi data, dan verifikasi data (Sugiono, 2005:2). Kegiatan analisis dapat dilakukan sejak pengumpulan data sampai penulisan hasil pelaporan penelitian. dan kesiswaan, tata usaha, kurikulum, perlengkapan, keuangan, pustaka, kesra, dan siswa. Madrasah ini berada pada kelompok kerja Madrasah Aliyah Negeri Model Palu. Dasar pendirian : Al-Quran surat Ali Imron ayat 104 dan surat ‘Abasa ayat 1-4. Visi madrasah : Terciptanya kreativitas siswa serta kinerja sekolah yang berwawasan Imtaq dan Iptek. Misi, melaksanakan proses pembelajaran yang aktif, efektif, dan inovatif dalam mengembangkan potensi intelektual keterampilan siswi, meningkatkan kesadaran dan semangat siswi sehingga mampu menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa sebagai landasan berfikir, bersikap dan bertingkah lakudalam kehidupan sehari-hari dan menciptakan manusia masa depan yang berwawasan islam. Motto : Menciptakan dan menghasilkan siswi madrasah yang penuh dengan etika, sopan santun serta bernuansa intelektual. Keadaan Pendidik MA Puteri Aisiyah Palu Keadaan pendidik MA puteri Aisiyah Palu Putri Aisiyah Palu 2013-2013. Jumlah pendidik di MA Putri Aisiyah Palu, pendidik PNS diperbantukan tetap 4 orang, guru tetap IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil MA Putri Aisyiah Palu yayasan 3 orang, pendidik honorer 8 orang, pendidik tidak tetap 6 orang, dan mempunyai Madrasah Aliyah putri Aisiyah terletak latar belakang pendidikan minimal S1 dan di Jl. Hang Tuah no 104 Kelurahan Talise dua orang S2 dengan jurusan yang variatif : Kecamatan Mantikulore Kota Palu, struktur jurusan organisasi terdiri dari kepala madrasah, wakil peternakan, sospol, FKIP kimia, FKIP Untad. tarbiyah, syariah, pertanian, Guru bimbingan konseling yang dilaksanakan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 121 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 diasrama pada sore hari bagi anak yang pembelajaran, karena bermasalah misalnya siswa yang malas pembelajaran tersebut sholat, memfasilitasi terinternalisasinya nilai-nilai. sering keluar tanpa izin dan sebagainya. prinsip-prinsip sekaligus dapat Selain itu, perilaku guru sepanjang Pendidik mempunyai tugas utama proses pembelajaran harus merupakan model mengajar, membimbing, pelaksanan nilai-nilai bagi peserta didik menilai, dan asalnya bukan hanya dari kota Palu juga mengevaluasi para peserta didik. Peran guru terdapat dari berbagai daerah seperti Parigi yang memfasilitasi diinternalisasinya nilai- Mutong, Donggala, Luwu, Toli-toli, Banggai, nilai kepada siswa antara lain guru sebagai Towuna, dan Ampana. Siswa semua tinggal fasilitator, motivator, partisipan, dan pemberi di umpan balik. Pendidik yang dengan efektif dikelompokkan dan efisien mengembangkan karakter siswa berhubungan dengan keutuhan, diri sendiri, adalah mereka yang didepan guru berperan sesam manusia, lingkungan dan kebangsaan sebagai teladan/memberi contoh, di tengah- yang merupakan focus dari pendidikan tengah karakter. mendidik, mengarahkan,, peserta melatih, didik guru membangun prakarsa dan bekerja sama dengna mereka, di asrama. Nilai-nilai utama yang menjadi nilai-nilai yang Pendidikan karakter di sekolah terdiri belakang guru memberi daya semangat dan dari beberapa dorongan bagi peserta didik. kesiswaan Keadaan Peserta Didik MA Puteri Aisiyah pendidikan karakter di Madrasah. Kegiatan Palu pembinaan itu mencakup masa orientasi dalam kegiatan pemmbinaan rangka implementasi Siswa MA puteri Aisiyah 2012-2013 peserta didik atau masa orientasi siswa terdiri dari kelas X 22, kelas XI 17, kelas XII pembinaan keimanan dan ketakwaan kepada 12, jumlah keseluruhan 51, peserta didik Tuhan Yang Maha Esa, organisasi siswa intra semua tinggal di asrama, asal siswa selain sekolah, kepramukaan, penegakan disiplin dari kota palu juga terdapat dari berbagai dan tata tertib sekolah, upacara bendera, daerah seperti Parigi Mutong, Donggala, pendidikan, upacara bendera, pendidikan Luwu, Toli-toli, Banggai, Towuna, dan pencegahan penyalahgunan narkoba dan Ampana. Peserta didik harus diberi peran pembinaan bakat dan minat. Olimpiade sains aktif dalam pembelajaran antara lain sebagai dan ekonomi, dilaksanakan oleh Kementrian partisipan eksperimen, Agama kota dan provinsi mendapat juara satu penyaji hasil-hasil diskusi dan eksperimen untuk tingkat Kota Palu dan juara tiga untuk agar peserta didik mempraktekan nilai-nilai tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang karakter perlu dilaksanakan pada tanggal 16 juni 2013. tahapan Selanjutnya olimpiade sains bahasa Inggris diskusi, yang diaplikasikan pelaku ditargetkan pada semua dan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 122 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 yang dilaksanakan di Universitas Gajamada dikembangkan utuh dan menyeluruh serta pada jelas pencapaiannya ada koordinasi antar tanggal mendapat 31 Maret 2013 sertifikat nilai A dengan dan B. komponen pelaksanaan program di madrasah, kepramukaan merupakan proses pendidikan terutama di luar lingkungan sekolah dan diluar ekstrakulikuler dilakukan di sore hari atau lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan dilaksanakan di luar kelas, agar tidak menarik, mengganggu jam-jam belajar yang lain. menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam apabila pembelajaran Pendidikan karakter terlihat sebelum terbuka yang sasaran akhirnya adalah untuk dimulai pembelajaran siswa dan guru pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti berbaris di lapangan. Setelah itu, siswa luhur. bersalaman dengan cium tangan kepada guru Kurikulum begitu pula guru salaman dengan sesame Struktur kurikulum pendidikan nasional guru dan kepala sekolah. Selanjutnya siswa terdapat dua mata pelajaran yang terkait masuk dikelas satu persatu dan salaman lagi langsung dengan pengembangan budi pekerti dengan guru dan mencium tangan guru. dan akhlak mulia yaitu pendidikan Agama Selanjutnya, dimulai kegiatan pendahuluan dan PKn. Kedua mata pelajaran tersebut pembelajaran dengan membaca doa dan merupakan mata pelajaran yang secara tadarus selama 25 menit. Selain pembiasaan langsung eksplisit mengenalkan nilai-nilai tersebut terlihat dihalaman madrasah dan dan sampai taraf tertentu menjadikan peserta disetiap sudut ruangan dan didepan ruangan didik peduli dan menginternalisasi nilai- terdapat tanaman hias. Oleh karena itu, nilai.prinsip-prinsip pengembangan madrasah tersebut terlihat menghijau dengan Rancangan Pembelajaran tanaman hias dann tanaman toga. pelaksanaan berakarakter sebagai berikut kompetensi yang Pelaksanan pendidikan karakter secara dirumuskan dalam RPP harus jelas, agar monolitik di MA Puteri Aisiyah Palu semakin mudah diamati dan akan semakin mengacu kepada silabus dan RPP yang tepat kegiatan yang harus dilakukan untuk dibuat/disiapkan membentuk kompetensi tersebut. RPP yang pelajaran dibuat di MA Puteri Aisiyah Palu sederhana kurikulumnya dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam Kompetensi dan Kompetensi Dasar dan kegiatan pelajaran yang diintegrasikan pada semua pe,belajaran kompetensi peserta dan pembentukan adalah Aqidah Akhlak, dari Standar agama; terdiri kegiatan bidang studi. Yang mengacu pada 18 nilai pembelajaran yang dikembangkan dalam yang bersumber dari agama, budaya yang RPP ingin dicapai dalam pendidikan karakter menunjang kompetensi didik; sebelumnya dan sesuai dengan tersebut. RPP yang JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 123 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Laboratorium pada Madrasah Aliyah diantara ke 18 nilai tersebut. Puteri Aisyah di Palu. Nilai yang paling dominan yang Pengintegrasian pendidikan diintegrasikan pada setiap mata pelajaran keagamaan adalah nilai etika, kejujuran, tanggung jawab Kelas/Semester ,toleransi, disiplin, menghormati yang lebih Hakikat Ilmu Fisika dan Keselamatan Kerja tua, persoalan akhlakul karimah. Selain hal di Laboratorium Alokasi waktu 9 x 45 menit tersebut, diri, sesuai jam pelajaran. Tujuan pembelajaran misalnya latihan latihan mengoperasionalkan yakni siswa dapat menerapkan hakikat ilmu komputer, ceramah fisika, Menerapkan metode ilmiah, Membuat (kultum) tiap hari setelah shalat dzuhur. prosedur kerja ilmiah pada suatu eksperimen, Selanjutnya, setiap hari sabtu setelah dzuhur Menerapkan keselamatan sekitar ketika pelajaran pengembangan perawatan jam 2 jenazah, pada karakter mata pelajaran fisika X/Satu, Materi Pokok kerja terdapat pembiasaan laboratorium kebersihan lingkungan. eksperimen di laboratorium, Menerapkan Selain hal tersebut guru akhlak menanamkan peran fisika dalam kehidupan, Memberi akhlakul contoh beberapa keterbatasan sains, Memberi memperhatikan karimah pendidikan sebelum karakter. digunakan Ekstrakulikuler melakukan di suatu contoh beberapa dampak negatif sains. peningkatan pengetahuan siswa persiapam Kompetensi Dasar pertama Menerapkan mengikuti ilmu pengetahuan seni budaya hakikat ilmu Fisika, metode ilmiah, dan (kaligrafi) peningkatan pengetahuan sains, keselamatan kerja di laboratorium serta peran pengembangan dan fisika dalam kehidupan dengan indicator ; guru menyampaikan kultum, Dengan mengumpulkan informasi tentang khotbah dan lain sebagainya. Perawatan definisi fisika sebagai cabang dari sains dan jenazah, pengembangan prospek fisika untuk karir, siswa dapat mandiri, muatan pembinaan diri, pendidikan usaha arab, menerapkan hakikat ilmu fisika, Dengan kemuhammadiyahan, keterampilan wanita, berdiskusi dan mengumpulkan informasi dan tentang produk dan sikap ilmiah, siswa dapat kearifan lokal; pertanian local bahasa Palu diantaranya Nosantara Nosabatutu, (kita hidup bersama- menerapkan sama secara aman dan damai bersatu) yang berdiskusi tentang aturan-aturan keselamatan merupakan pelajaran bagi siswa karena guru dan lambang-lambang peringatan bahaya, selalu menanamkan keersamaan antara siswa siswa dapat menerapkan keselamatan kerja di dan guru, karena siswa asalnya berbeda-beda. laboratorium ketika Pengintegrasian Karakater eksperimen di Keagamaan pada Pembelajaran Hakikat berdiskusi tentang Pendidikan Ilmu Fisika dan Keselamatan Kerja di metode ilmiah, melakukan laboratorium, Dengan suatu Dengan penemuan-penemuan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 124 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 fisika dan kegunaannya, siswa dapat menerapkan peran fisika dalam kehidupan. point : Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium, dan Kasus : pengaruh kalor Dengan berdiskusi tentang hal-hal yang terhadap molekul-molekul air. Ketersediaan belum dapat dilakukan sains, siswa dapat sarana dan prasarana yang ada di MA memberi contoh beberapa keterbatasan sains. Aisyiah Palu, sekolah ini memiliki fasilitas Dengan mengumpulkan informasi tentang yang lengkap baik dari aspek sarana kegiatan kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan sains, pembelajaran maupun sarana pendukung siswa lainnnya dapat dampak memberi negatif contoh sains. beberapa diantaranya laboratorium IPA, Selanjutnya Biologi, Fisika, Aula, Perpustakaan , Ruang kompetensi dasar kedua ; Membuat prosedur Laboratorium Kimia, Komputer, Bahasa , kerja ilmiah dan keselamatan kerja misalnya Konseling,Mushallah, UKS, Tempat Olah pada pengukuran kalor dengan indicator Raga , dan OSIS. yakni ; Dengan penugasan membuat laporan Langkah-langkah pembelajaran Sikap : ilmiah melalui percobaan sederhana, siswa menerima, menjalankan, menghargai, dapat membuat prosedur kerja ilmiah pada menghayati, hingga mengamalkan, suatu eksperimen, Dengan berdiskusi dalam Pengetahuan : kelompok siswa dapat menyusun tugas menerapkan, menganalisis, proyek, Dengan mempresentasikan hasil hingga mencipta, Keterampilan : mengamati, eksperimen siswa menunjukkan kemampuan menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan menyampaikan gagasan kepada orang lain mencipta. secara lisan. Metode Tahapan pertemuan memahami, mengevaluasi, dimulai dari menggunakan pendahuluan orientasi selama 20 menit pendekatan Proses Ilmiah dengan metode dengan aktifitas belajar Guru mengucapkan Diskusi untuk memahami hakikat ilmu fisika salam kemudian di mulai dengan pembacaan dan keselamatan kerja di laboratorium, doa .dan mengecek kehadiran siswa, Guru Penugasan untuk mengumpulkan informasi dan tentang definisi fisika sebagai cabang dari menjelaskan secara umum materi fisika bab 1 sains dan prospek fisika untuk karir, dan kelas X semester 1, Guru menjelaskan Tugas proyek pengaruh kalor terhadap beberapa aktivitas belajar Fisika, dan Guru molekul-molekul menggali komitmen siswa untuk terlibat keselamatan Pembelajaran mengetahui, air kerja langkah-langkah di untuk menerapkan laboratorium metode ilmiah siswa mengenalkan diri, Guru dan secara aktif dalam proses pembelajaran. Nilai dalam karakter keagamaan yang tanamkan pada penelitian. pendahuluan adalah mengucapkan salam dan Media Pembelajaran ; Video: peran menanamkan nilai karakter keagamaan agar fisika dan sains dalam kehidupan, Power siswa selalu bersikap Amanah atau komitmen JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 125 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses contoh laporan ilmiah, kemudian meminta pembelajaran fisika . siswa membuat laporan ilmiah penyelidikan Pertemuan tahap kedua yaitu Apersepsi selama 15 menit dengan aktifitas belajar Guru memberikan Kegiatan inti materi II Keselamatan dengan Kerja di Laboratorium dengan aktifitas menampilkan gambar sebuah kilat di langit, belajar ; Guru memberikan aturan-aturan Siswa mengamati gambar dan dirangsang keselamatan kerja di laboratorium, Siswa untuk bertanya berkaitan gambar tersebut, membaca aturan-aturan keselamatan kerja di Guru merespon pertanyaan yang muncul laboratorium, Siswa didalam kelas dibentuk dengan mengarahkan kaitan gambar dengan menjadi beberapa kelompok dengan anggota kisah yang 4 siswa perkelompok, Guru memberikan melakukan penelitian berdasarkan prosedur contoh ilustrasi pelanggaran aturan-aturan metode ilmiah, Guru merangsang siswa keselamatan kerja di laboratorium, Siswa dengan pertanyaan yang mengarah pada sains dalam kelompoknya berdiskusi, kemudian dan sikap ilmiah seorang peneliti, Guru menuliskan daftar aturan-aturan keselamatan menjelaskan tujuan pembelajaran dan ruang kerja yang telah dilanggar ke selembar kertas, lingkup konsep Hakikat Fisika.Pertemuan Guru menugaskan siswa membuat tabel tahap ketiga atau terakhir yakni kegiatan inti lambang-lambang bahaya ke selembar kertas materi I Hakikat Fisika selama 100 menit HVS, untuk dilaminating dan selalu dibawa dengan aktifitas belajar ; Guru menyebutkan ketika melakukan eksperimen. Dan pada cabang-cabang sains, Guru bersama siswa tahap akhir pertemuan yakni penutup dengan mendiskusikan aktifitas belajar ; Guru bersama siswa ilmuan persepsi hubungan antara massa dan periode getaran. Benjamin prospek Franklin karir yang dimungkinkan oleh masing-masing cabang menyimpulkan sains secara bergantian, Guru meminta siswa keselamatan kerja di Laboratorium, Guru membuat skema cabang-cabang sains disertai mengingatkan siswa untuk membuat tugas di prospek karir berdasarkan hasil diskusi rumah bersama, Siswa mengerjakan tugas tersebut pertemuan berikutnya, Guru memberi salam, kemudian mengumpulkan hasilnya, Guru murid menjawab salam guru. bersama dengan siswa menyimpulkan hakikat fisika sebagai menugaskan siswa cabang sains, dan hakikat fisika mengumpulkannya Intervensi/nilai karakter dan pada keagamaan Guru yang ditanamkan pada materi pembelajaran untuk mengumpulkan hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja di informasi dari berbagai sumber di rumah laboratorium tersebut di atas, tentang produk dan sikap ilmiah, Guru pada sikap disipli,nshiddiq, amanah, tabligh meminta siswa dan fathonah. Sifat-sifat khusus (akhlak) tentang langkah-langkah mempelajari informasi penelitian dan berorientasi yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 126 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 maupun para nabi dan rasul yang lain adalah: hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja di (1) Shiddiq, yang berarti jujur. Nabi dan laboratorium. Rasul selalu jujur dalam perkataan dan Faktor Pendukung Dan Penghambat perilakunya; (2) Amanah, yang berarti dapat Pengintegrasian pendidikan karakter dipercaya dalam kata dan perbuatannya; (3) didukung oleh manajemen madrasah berbasis Tabligh, yang berarti menyampaikan apa saja pesantren yang diterimanya dari Allah (wahyu) kepada diasramakan yang berasal dari 10 kabupaten umat manusia; (4) Fathanah, yang berarti di cerdas atau pandai, sehingga dapat mengatasi pengintegrasian semua permasalahan yang dihadapinya. keagamaan Pengintegrasian pendidikan karakter yang Provinsi semua Sulawesi peserta Tengah sehingga pendidikan dapat didik karakter dintegrasikan secara maksimal karena semua siswa diasramakan keagamaan selain hal tersebut di atas nilai sehingga lebih muda dibimbing dan karakter diarahkan ke nilai-nilai karakter yang yang pembelajaran ditanamkan hakikat ilmu melalui fisika dan ditargetkan. Metode dan pendekatan yang keselamataan kerja di laboratorium MA digunakan Aisyah berbasis Puteri terhadap Allah, karakter keagamaan pada pelajaran fisika. malaikat, serta Rasul dan Nabi, Akhlak Sarana dan prasarana yang mendukung kepada Tuhan (khususk dalam beribadah), diantaranya sekolah yang gratis. akhlak sesama teman, Ibadah; Berdoa, Faktor pada metode Akidah, keyakinan pesantren dengan adalah Penanaman Palu dipadukan pengintegrasian penghambat didalam membaca Al Quran, shalat wajib, Shalat mengimplementasikan pendidikan karakter dhuha, shalat jamaah, Berwawasan Luas diantaranya masih terdapat guru mengajar (Kecerdasan Spritual), yang tidak sesuai dengan kompetensi guru Senang dan bersemangat ketika disapa oleh professional atau guru yang mengajar tidak guru, kemudahan memahami pelajaran ketika sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang menggunakan sebenarnya. Emosional alat dan pembelajaran, mengacungkan tangan ketika ingin bertanya, sering mendapat tugas/latihan/PR, dan V. PENUTUP perlakuan terhadap orang yang berbeda A. Kesimpulan pendapat dengan kita, Spirit Keagamaan dan Pengintegrasian keagamaan ketika teman membutuhkan bantuan, disiplin, melalui pembelajaran hakikat ilmu fisika dan hadir tepat waktu, rasa ingin tahu, saat keselamatan kerja di laboratorium dengan pembelajaran Ilmiah melakukan intervensi atau dengan metode Diskusi untuk memahami nilai-nilai karakter keagamaan Proses mata pelajaran karakter Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Perilaku pendekatan pada pendidikan fisika menanamkan shiddiq, JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 127 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 amanah, tabligh dan fathanah, akidah, akhlak, [5] ibadah dan berwawasan luas , disiplin pada materi fisika yang diajarkan. B. [6] Saran Rekrutmen guru di Madrasah Aliyah [7] Aisyiah Palu pada mata pelajaran fisika hendaknya sesuai dengan kompetensi professional. Metode yang digunakan dalam [8] pembelajaran di kelas dapat digunakan metode bervariasi namun menyenangkan siswa dan dapat mengembangkan [9] kemampuan siswa dalam berfikir kritis, logis, membentuk rasa ingin tahu, dan menghargai pendapat berbeda. Penerapan pendidikan karakter di kelas dilakukan dengan pendidikan salah karakter [10] satunya dapat mengimplementasikan kedalam proses pembelajaran di kelas. [11] PUSTAKA [1] [2] [3] [4] Abdullah, Abdul Rahman Saleh. 2005. Teori-Teori Pendidikan berdasarkan Al-Quran (terj.) dari Educational Theory a Quran Outlook Cet. III. Jakarta : Rineke Cipta. Bogdan, C.& Sari Knopp Biklen. 1982. Qualitative Research for Education. Boston : Allyn and Bacon Inc. Fatuchurrahman, Nanang. 2012. Madrasah Sekolah Islam Terpadu, Plus dan Unggulan. Cet.II. Depok : Lentera Hati Pusaka. Gede Raka. 2012. Pendidikan Moral dan Spiritual Dalam Membangun Karakter Bangsa (Analisis Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi I, Bantani) Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Jakarta . [12] [13] [14] [15] [16] Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakater Konsep dan Implementasi, Bandung : Alfabeta Hasballah. 1999. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Kesuma, Dharma ,dkk. 2012. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktek di Sekolah. Cetakan III. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya. Marzuki, 2009,Prinsip Dasar Akhlak Mulia: Pengantar Studi Konsepkonsep Dasar Etika dalam Islam. Yogyakarta: Debut Wahana PressFISE UNY. Muslich, Manur. 2011. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional , Jakarta : Bumi Aksara. Nury, Firdausi. 2012. Pendidikan Moral dan Spiritual dalam Membangun Karakter Bangsa (Analisis Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi I.Bantani ) Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Jakarta. Prawiroatmojo, Dendasurono, dkk. (ed).1987. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Sekolah Menengah Atas, Jakarta : P & K Dikdasmen Depdikbud. Poedjiadi, A. (2005). Sains Teknologi Masyarakat Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai. Bandung: Rosdakarya. Sahlan, Asmaun dan Angga Teguh Prasetyo. 2012. Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter. Yogyakarta : Ar.Ruzz Media. Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta. Sukmadinata,dkk. 2008. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah .(Konsep, Prinsip dan Instrumen). Banfung : tefika Aditama. Sungkowo, 2009. Panduan Pencegahan dan Penanggulangan Penyimpangan Perilaku Siswa Sekolah Menengah Atas , Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 128 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 [17] dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. Jakarta. [18] Tim Peneliti Balai Litbang Agama Makassar. 2014. Implementasi Pendidikan Karakter di Kawasan Timur Indonesia. Makassar : Balai Litbang Agama