hlm: 74-82 Edukasi dan Implementasi Terapi Kompres Hangat dengan Aromaterapi Lavender Essential Oil untuk Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea Niken Dewi Pangestu*. Septian Mixrova Sebayang. Ema Wahyu Ningrum Email: dniken281@gmail. Prodi DIV Keperawatan Anestesiologi. Universitas Harapan Bangsa. Indonesia Jl. Raden Patah No. Kedunglongsir. Ledug. Kec. Kembaran. Kab. Banyumas. Jawa Tengah No. HP: 082311609853 DOI: 37402/abdimaship. History artikel: Diterima 2025-07-16 Direvisi 2025-07-17 Diterbitkan 2025-08-13 Abstrak Pasien pasca operasi sectio caesarea kerap mengalami nyeri hebat yang dapat menghambat proses pemulihan serta mengganggu perawatan bayi. Di RSUD Ajibarang khususnya di ruang Nuri penerapan manajemen nyeri non-farmakologis masih sangat terbatas. Sampai saat ini pasien belum pernah menerima intervensi berupa terapi kompres hangat dengan aromaterapi lavender. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus menerapkan intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan serta menurunkan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi sectio caesarea. Pendekatan yang digunakan meliputi pemberian materi edukatif dan pelaksanaan intervensi secara langsung. Media yang digunakan untuk edukasi yaitu buku saku dan media yang digunakan untuk implementasi yaitu buli-buli dan difusser. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan dari 30 peserta, sebagian besar peserta sebelum edukasi yaitu 21 peserta . ,0%) kategori baik, dan sesudah edukasi yaitu 24 peserta . ,0%) kategori baik. Data menunjukkan bahwa sebelum intervensi diberikan sebagian besar 22 peserta . ,3%) mengalami nyeri dengan intensitas Setelah intervensi sebanyak 20 peserta . ,7%) mengalami penurunan tingkat nyeri menjadi kategori Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan setelah pemberian edukasi, serta penurunan tingkat nyeri setelah pelaksanaan intervensi pada pasien pasca operasi sectio caesarea. Kata kunci: kompres hangat. : 74-82 Niken Dewi Pangestu* Septian Mixrova Sebayang Ema Wahyu Ningrum Abstract Post-cesarean section patients often experience severe pain that can hinder the recovery process and interfere with infant care. At Ajibarang Regional Public Hospital, particularly in the Nuri ward, the non-pharmacological management remains limited. Until now, patients have not received interventions such as warm compress therapy combined with lavender aromatherapy. This community service activity aimed to provide health education and implement interventions to improve patient knowledge and reduce pain levels after cesarean section surgery. The methods used included delivering educational materials and carrying out the intervention Pocketbooks were used for education, while hot water bags and diffusers were used for therapy. The results showed that out of 30 participants, 21 . had good knowledge before the education, increasing to 24 . 0%) afterward. Before the intervention, 22 participants . 3%) reported moderate pain, which decreased to mild pain in 20 participants . 7%) after the intervention. These findings suggest that education and the application of warm compress therapy with lavender aromatherapy effectively improve knowledge and reduce pain in post-cesarean patients. Keywords: warm compress. Pendahuluan World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa tren persalinan melalui operasi caesar menunjukkan peningkatan secara global dengan proporsi lebih dari satu dari lima kelahiran . %) dilakukan melalui prosedur ini. Dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan, persalinan dengan metode operasi caesarea diperkirakan akan terus meningkat, dan pada tahun 2030 diprediksi hampir 29% dari total kelahiran akan dilakukan melalui tindakan ini. Menurut data Riskesdas tahun 2021 jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea (SC) di Indonesia sebesar 17,6%. Sebesar 17,1% persalinan di Jawa Tengah dilakukan dengan metode sectio caesarea. Prosedur persalinan melalui sectio caesarea memiliki dampak positif maupun negatif. Secara positif tindakan ini menjadi alternatif yang aman dalam kondisi di mana persalinan pervaginam tidak memungkinkan. Namun, di sisi lain nyeri pasca operasi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain keterbatasan mobilisasi fisik, gangguan pada proses bonding attachment antara ibu dan bayi, hambatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL), pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD), penurunan asupan nutrisi bayi akibat keterbatasan ibu dalam menyusui, gangguan kualitas tidur, serta peningkatan risiko stres, dilakukannya tindakan pembedahan . Penatalaksanaan farmakologi dan non farmakologi. Beberapa terapi farmakologi yang digunakan untuk mengatasi nyeri seperti analgetik sistemik, analgetik narkotik, dan agen pembangkit efek Sementara itu, berbagai metode nonfarmakologis yang mengurangi nyeri meliputi teknik pernapasan, terapi akupunktur, stimulasi listrik melalui TENS, pemberian kompres hangat maupun dingin, pijatan, serta penggunaan . Kompres hangat merupakan metode terapi yang digunakan untuk membantu mengatasi keluhan fisik khususnya dalam mengatur suhu tubuh dan meredakan sensasi Selain mengurangi nyeri, kompres hangat penyembuhan jaringan yang rusak. Metode ini turut memicu respons fisiologis seperti peradangan yang lebih terkontrol serta peningkatan sirkulasi darah di dalam jaringan . Penggunaan lavender untuk mengurangi nyeri merujuk pada teori gate control, yang menjelaskan proses fisiologis dalam modulasi persepsi nyeri. Ketika senyawa aktif kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon endorfin. Pada aromaterapi lavender kandungan utama seperti linalool dan linalyl acetate memiliki efek analgetik yang berkontribusi dalam meredakan . Penggunaan kompres hangat memberikan memberikan manfaat ganda dalam mengurangi nyeri pada pasien pasca sectio caesarea. Kompres meredakan nyeri secara lokal, sementara lavender memberikan Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 74-82 Pemberian kompres lavender menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri akibat luka jahitan pada pasien pasca operasi sectio Hasil survei yang dilakukan oleh penulis pada 14 November wawancara melalui media telephon Whatsapp dengan bidan di ruang Nuri. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa ibu pasca operasi sectio caesarea belum pernah memperoleh terapi kompres hangat dan aromaterapi lavender sebagai upaya untuk menurunkan nyeri. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan menurunkan intensitas nyeri pada pasien post-sectio caesarea melalui pemberian edukasi dan penerapan terapi kompres hangat dengan aromaterapi lavender. Metode Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung pada 18Ae27 April 2025, bertempat di ruang Nuri RSUD Ajibarang, dengan partisipasi sebanyak 30 pasien post sectio caesarea. Proses pengabdian terdiri dari dua fase, yaitu tahap edukasi dan tahap nonfarmakologis berupa terapi kompres Rangkaian kegiatan ini persetujuan, pengisian daftar hadir, pre-test kurang lebih 15 menit, edukasi menggunakan media buku saku kurang lebih 10 menit, pengukuran skala nyeri . menggunakan NRS, implementasi dilakukan selama 15 menit secara bersamaan yaitu kompres hangat Kompres hangat menggunakan media buli-buli dengan air hangat 38-40OC sebanyak 500 ml di aplikasikan pada punggung bawah peserta, dan aromaterapi lavender dengan memasukkan air 100 ml dan 5 tetes aromaterapi lavender, pengukuran skala nyeri . NRS, post-test Implementasi dilakukan satu kali pada setiap peserta. Hasil dan Pembahasan Tabel 1 Karakteristik Peserta Karakteristik Usia < 20 tahun 20-35 tahun > 35 tahun Total Pendidikan Dasar Menengah Atas Total Riwayat operasi Pernah Tidak Total Berdasarkan tabel 1 sebagian besar peserta berada dalam rentang usia 20Ae35 tahun sebanyak 25 peserta . ,3%). Berdasarkan latar belakang pendidikan sebagian besar sebanyak 22 peserta . ,3%). Selain itu sebanyak 20 peserta . ,7%) tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya. Usia pengetahuan seseorang, seiring bertambahnya usia lebih banyak Usia produktif . -35 Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 74-82 pengetahuan yang baik karena usia ini merupakan usia produktif dan pengetahuan dapat diserap dengan . Tinggi rendahnya tingkat pendidikan khususnya pendidikan dasar tidak hanya mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, tetapi juga berdampak pada kemampuan dalam menerima dan memahami informasi. Pengetahuan merupakan hasil dari proses mengenali sesuatu yang penginderaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, pengetahuan melalui pengalaman orang lain, media, atau edukasi, penyuluhan selama kehamilan, kelas ibu hamil, dan diskusi dengan orang di sekitar. Pengetahuan sebagai kumpulan kesan dan penerangan yang dikumpulkan dari pengalaman sebelumnya yang dapat Pengetahuan ini tidak hanya diperoleh dari diri sendiri, tetapi juga dari orang lain. Pada kegiatan ini sebagian besar peserta sudah termasuk dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi dengan media berupa buku saku kurang lebih 10 menit, jumlah peserta dengan kategori baik sebelumnya 70,0% menjadi 80,0%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Tabel 2 Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Sebelum Edukasi 21 70,0 30 100,0 Sesudah Edukasi 24 80,0 30 100,0 Berdasarkan tabel 2 data diberikan edukasi 21 peserta . ,0%) sudah berada pada kategori pengetahuan baik, 8 peserta . ,7%) memiliki pengetahuan cukup, dan 1 peserta . ,3%) tergolong kurang. Setelah diberikan edukasi peserta yang memiliki menjadi 24 peserta . ,0%), 6 ,0%) pengetahuan cukup, dan tidak terdapat lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang. Gambar 1. Buku Saku Buku saku harus edukatif, memiliki isi yang jelas, padat, dan mudah dipahami, dan dilengkapi dengan gambar. Buku saku dalam pemberian edukasi bertujuan untuk lengkap, dan dapat diakses secara berulang oleh peserta kapanpun dan di manapun. Buku saku memiliki manfaat dalam meningkatkan minat belajar melalui penyajian materi yang menarik, didukung oleh desain visual berwarna yang mendukung suasana belajar yang lebih menyenangkan. Selain itu, ukurannya yang kecil dapat mempermudah bagi peserta untuk membawa dan menggunakannya di mana saja. Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 74-82 Tabel 3 Skala nyeri peserta sebelum dan sesudah implementasi Skala Nyeri Nyeri Ringa Nyeri Sedan Nyeri Parah Total Sebelum Implementa Sesudah Implementa Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa sebelum pemberian terapi, 22 peserta . ,3%) mengalami nyeri sedang, 7 peserta . ,3%) dengan nyeri ringan, dan 1 peserta . ,3%) dengan nyeri berat. Setelah intervensi dilakukan, sebanyak 20 ,7%) penurunan nyeri ke tingkat ringan, 10 peserta . ,3%) berada pada tingkat nyeri sedang, dan keluhan nyeri berat tidak lagi ditemukan pada seluruh peserta. Pemberian kompres hangat pada area punggung bawah akan mengirimkan signal ke hipotalamus melalui medula spinalis. Reseptor yang sensitif terhadap panas di hipotalamus akan memicu sistem efektor untuk merespon dengan meningkatkan aktivitas kelenjar vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran pembuluh darah akan oksigenisasi, yang mencegah otot menjadi spasme dan membuat otot lebih hangat dan rileks. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya diketahui bahwa sebelum diberikan terapi kompres hangat seluruh responden . %) dengan nyeri sedang, setelah diberikan kompres hangat sebagian besar responden dengan nyeri ringan yaitu sebanyak 7 responden . %). Aromaterapi bekerja dengan melibatkan sistem pernapasan dan sirkulasi, di mana aroma yang cepat menguap masuk ke dalam rongga hidung saat dihirup. Aromaterapi lavender bekerja pada sistem limbik otak yang berfungsi mengatur emosi dan kondisi psikologis. Stimulasi pada area ini memicu pelepasan hormon-hormon seperti endorfin dan enkefalin sebagai pereda nyeri, serta serotonin yang membantu mengurangi stres dan rasa cemas. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya diketahui aromaterapi lavender sebagian besar 12 responden . ,5%) mengalami nyeri sedang, setelah diberikan aromaterapi lavender sebagian besar nyeri ringan yaitu sebanyak 10 responden . ,5%). Kompres hangat diberikan langsung pada area punggung menggunakan buli-buli. Sementara aromaterapi lavender diberikan melalui inhalasi menggunakan diffuser, meskipun tidak bekerja langsung pada area punggung efeknya disalurkan melalui sistem limbik otak. Baik terapi kompres hangat maupun aromaterapi samasama pembuluh darah . , sehingga meningkatkan perfusi darah ke area nyeri dan mengurangi intensitas nyeri. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pemberian terapi kompres hangat dengan aromaterapi lavender memiliki dua memengaruhi sistem sirkulasi serta merangsang sistem penciuman, sehingga dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post sectio Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 74-82 Hal ini diperkuat dengan penelitian Wahyu et al. di RS DKT Bengkulu diketahui bahwa sebelum dilakukan terapi aromaterapi lavender sebagian besar mengalami nyeri sedang sebanyak 15 responden . ,0%), sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 12 responden . ,0%). aromaterapi lavender pada pasien post sectio caesarea. Daftar Pustaka