Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH DI KELURAHAN TANJUNG DUREN Didin Hikmah Perkasa1. Fathihani2. Ari Apriani3 1,2,3 Universitas Dian Nusantara. Jakarta. Indonesia Corresponding author E-mail: didin. perkasa@undira. fathihani@undira. apriani@undira. Diterima : 16/12/2021 Direvisi : 02/01/2022 Dipublikasi : 19/01/2022 Abstract: Low knowledge and public awareness about waste management and the assumption that waste has no economic value are the main problems in the environment. This Community Service activity aims to build community concern for waste so that it is socially, economically, and environmentally beneficial. The initiation of the establishment of a garbage bank is an attempt to increase people's income. The method is Benchmarking, which is waste sorting training, discussions with community leaders, waste bank management training and socialization of the existence of garbage banks. The method of community service consists of three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The cooperation partner of this activity is the citizens of Jakarta Tanjung Duren Village. Through this activity can provide understanding so that citizens can maintain the environment, clean the environment and change the perception of the community about waste that garbage can be utilized and has useful value. Keywords: Waste Management. Establishment of Garbage Bank Waste Utilization. Abstrak: Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah serta anggapan bahwa sampah tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi permasalahan utama di lingkungan. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap sampah sehingga bermanfaat secara sosial, ekonomi, dan Inisiasi pembentukan bank sampah adalah upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode yang dilakukan adalah Benchmarking, yakni pelatihan pemilahan sampah, diskusi dengan tokoh masyarakat, pelatihan pengelolaan bank sampah dan sosialisasi keberadaan bank Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan Mitra kerjasama kegiatan ini adalah warga Jakarta Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 19 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Kelurahan Tanjung Duren. Melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman agar warga masyarakat dapat menjaga lingkungan, kebersihan lingkungan dan mengubah presepsi masyarakat tentang sampah bahwa sampah dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah. Pemanfaatan Sampah. Pendirian Bank Sampah PENDAHULUAN Indonesia termasuk ke dalam sepuluh besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan sejumlah persoalan lanjutan, di antaranya adalah produksi sampah dan pembuangannya. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan akan mencapai 64 juta ton (Syafruddin, 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Secara umum sampah dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu Sampah organik dan sampah Sampah organik adalah sampah yang dapat terurai atau membusuk secara alamiah, misalnya sisa sayur-sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sampah ini merupakan bagian yang terbesar dari sampah rumah tangga ( 70%). Sedangkan Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat terurai atau membusuk secara alamiah dan memerlukan waktu yang sangat lama sekali untuk terurai, misalnya kertas, plastik, kayukayuan, kaca, kain, logam, dan lain-lain (Erviana, 2. Pada umumnya, dalam rumah tangga, pengelolaan sampah belum dilakukan secara Masih dicampur pembuangannya untuk berbagai macam sampah. Sampah rumah tangga perlu dipisahkan antara sampah organic dan sampah anorganik. Sampah organik dapat dijadikan kompos, sedangkan sampah rumah tangga anargonik bisa didaur ulang dan dapat dijadikan bahan yang bernilai ekonomis Sampah organik yang mudah diurai dibusukkan, sedangkan sampah anorganik, seperti plastik, aluminium foil, kaca, kaleng yang sulit dibusukkan, bahkan tidak bisa busuk, dibuang secara bersamaan. Padahal, sebenarnya sampah masih bisa didaur ulang dan dimanfaatkan lebih lanjut. Sampah yang didaur ulang akan bisa menambah pemasukan bagi rumah tangga dan mengurangi problem lingkungan Oleh karena itu, perlu ada perubahan paradigma mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan (Rohmadiani, 2. Dalam pengelolaan sampah, harus ada perubahan cara pandang di masyarakat terhadap sampah. Sampah jangan dianggap sebagai barang yang kotor atau barang buangan. Akan tetapi, sampah merupakan barang yang bisa dimanfaatkan. Berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya. Peraturan Pemerintah No. tahun 2012 menyatakan bahwa mengolah dan memanfaatkan sampah harus menjadi langkah nyata dalam mengelola sampah. Masyarakat harus meninggalkan cara lama yang hanya membuang sampah. Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan dibiasakan memilah, memilih, dan menghargai sampah sekaligus mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan bank sampah (Rahmawati & Diah, 2. Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 20 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Konsep 3R (Reduce. Reuse dan Recycl. adalah sebuah metode baru dalam pengelolaan sampah. Penerapan konsep 3R ini menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah, di samping mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa. Pembangkit Listrik Tenaga Sampa. (Budi Setianingrum, 2. Konsep bank sampah merupakan konsep mengumpulkan sampah kering, memilahnya dan mempunyai manajemen layaknya perbankan. Dalam hal ini, yang ditabung bukan uang, melainkan sampah. Warga yang menabung . enyerahkan sampa. juga disebut nasabah dan memiliki buku tabungan. Warga tersebut dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah yang seharga dengan uang yang dipinjam. Sampah yang ditabung akan ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang. Selanjutnya, sampah akan dijual di pabrik atau mitra usaha yang sudah bekerja sama dengan bank sampah (Pravasanti & Ningsih. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah lingkungan, terutama sampah, harus dimulai dari individu, dimulai dari yang kecil, dan dimulai dari sekarang dengan cara pembiasaan dalam keluarga dan ditularkan kepada masyarakat supaya terjadi perubahan. Berikut ini adalah data mengenai tempat pembungan sampah sementara menurut jenis TPS/ Fasilitas pengempul sampah sementara di wilayah DKI Jakarta Tahun 2020. Gambar 1. Tempat Pembungan Sampah Sementara Menurut Jenis TPS Sumber: Statistik. Berdasakan data mengenai Tempat Pembungan Sampah Sementara Menurut Jenis TPS di wilayah DKI Jakarta terlihat bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah. Sebelum sampah masuk ke tempat pembuangan akhir, sampah di masukkan ke tempat pembungan sementara. Dapat terlihat juga berbagai macam tempat seperti Pool Grobak. Bak beton. Poll continer. Dipo. Lintas dll yang menjadi tempat pembuangan sementara. Hal ini tentunya bisa menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan sampah sebagai sumber pendapatan dengan memilah milih sampah dan menyimpan pada bank sampah(Widyastuti et al. , 2. Sampah yang terkumpul di bank sampah akan di klasifikasikan sesuai dengan jenis sampah nya, baik itu sampah organik atau sampah anorganik. Melalui kegiatan PPM ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dosen dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi maka perlu diadakan pengabdian pada masyarakat Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 21 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 berupa pelatihan pendirian bank sampah. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan sampah rumah tangga seperti botol air mineral, bungkus detergen, makanan, minuman, dan sebagainya dapat dijadikan sebuah produk yang bernilai guna, bahkan dapat dijual kepada konsumen yang tertarik untuk menggunakannya. Selain itu, diharapkan dapat membangun kepedulian masyarakat terhadap sampah sehingga bermanfaat secara sosial, ekonomi, dan Inisiasi pembentukan bank sampah adalah upaya peningkatan pendapatan masyarakat serta meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian KAJIAN PUSTAKA Bank sampah lahir dari program Jakarta Green and Clean yaitu salah satu cara pengelolaan sampah skala rumah tangga, yang menitik beratkan pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Bank sampah adalah tempat menabung sampah yang telah terpilih menurut jenis sampah, sampah yang ditabung pada bank sampah adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis (Pribadi et al. , 2. Cara kerja bank sampah pada umumnya hampir sama dengan bank lainnya, ada nasabah, pencatatan pembukuan dan manajemen pengelolaannya, apabila dalam bank yang biasa kita kenal yang disetorkan nasabah adalah uang akan tetapi dalam bank sampah yang disetorkan adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis, sedangkan pengelola bank sampah harus orang kreatif dan inovatif serta memiliki jiwa kewirausahaan agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat (Siregar et al. , 2. Sistem kerja bank sampah sebagai pengelolaan sampahnya berbasis rumah tangga adalah dengan memberikan reward kepada yang berhasil memilah dan menyetorkan sejumlah sampah (Setianingrum, 2. Bank sampah menjadi metode alternatif pengelolaan sampah yang efektif, aman, sehat dan ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk sampah yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya sehingga dapat memudahkan pengelolaan bank sampah dalam melakukan pengelolaan sampah seperti pemilahan dan pemisahan sampah berdasarkan jenisnya sehingga tidak terjadi pencampuran antara sampah organik dan non organik yang membuat bank sampah lebih efektif, aman, sehat dan ramah lingkungan (Poltak et al. , 2. Konsep bank sampah ini tidak jauh berbeda dengan konsep 3R (Reduse. Reuse. Recycl. Jika dalam konsep 3R ditekankan bagaimana agar mengurangi jumlah sampah yang ditimbulkan dengan menggunakan atau mendaur ulangnya, dalam konsep bank sampah ini, paling ditekankan adalah bagaimana agar sampah yang sudah dianggap tidak berguna dan tidak memiliki manfaat dapat memberikan manfaat tersendiri dalam bentuk uang, sehingga masyarakat termotivasi untuk memilah sampah yang dihasilkan. Proses pemilahan inilah yang mengurangi jumlah timbunan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga sebagai penghasil sampah terbesar di perkotaan. Konsep Bank Sampah membuat masyarakat sadar bahwa sampah memiliki nilai jual yang dapat menghasilkan uang, sehingga mereka peduli untuk mengelolanya, mulai dari pemilahan, pengomposan, hingga menjadikan sampah sebagai barang yang bisa digunakan kembali dan bernilai ekonomis (Ratnah et al. , 2. Keberadaan bank sampah mampu memberikan nilai ekonomis bagi warga Sistem ini berfungsi mengelola sampah dengan menampung, memilah, dan Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 22 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 mendistribusikan sampah ke fasilitas pengolahan sampah yang lain atau kepada pihak yang Sistem pengelolaan sampah kering ini secara kolektif mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif didalamnya. Dengan demikian, adanya bank sampah dapat mengurangi sampah yang dibuang di TPA, menambah nilai guna barang yang sebelumnya dianggap tak berguna, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat karena mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah TARGET DAN SOLUSI Untuk mengatasi permasalahan-permsalahan tersebut perlu diadakan pengarahan kepada warga/masyarakat sekitar Kelurahan Tanjung Duren. Melalui pengarahan ini diharapkan para masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam pemilihan sampah rumah tangga. Selain itu, pendirian bank sampah secara tidak langsung juga memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan sampah untuk menjadi sumber pendapatan yang dapat dijual ke konsumen atau mitra usaha. Hal ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi masyarakat di Kelurahan Tanjung Duren untuk mendaptakan informasi yang lebih bermanfat. Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Dian Nusantara berupaya untuk memberikan pengarahan dan pemahaman untuk warga/masyarakat di lingkungan kelurahan Tanjung Duren. METODE Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada warga/masyarakat sebagaimana yang telah diuraikan, maka dalam Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan beberapa metoda pendekatan yang dapat membantu dalam menyelasaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan Metode pelatihan dan penyuluhan serta bimbingan, sehingga para warga/masyarakat dapat memahami pengelolaan sampah dan mendirikan Bank Sampah. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: Tahap Persiapan Pada tahap ini tim PKM melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui kondisi target kegiatan dengan menganalisis kondisi tempat yang akan digunakan, kondisi peserta yang akan diberikan perlakuan dan menyusun rancangan kegiatan yang akan dilakukan. Koordinasi dengan RT dan RW berkaitan dengan penentuan jadwal pertemuan, tempat dan agenda pertemuan. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini tim PKM melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan menyampaikan materi mengenai pentingnya konsep tentang lingkungan hidup, klasifikasi sampah, dan cara pendirian bank sampah. Apabila peserta pelatihan tidak jelas dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dapat memberikan pertanyaan secara langsung atau tidak harus menunggu sesi tanya jawab. Penggunaan metode ceramah dikombinasikan dengan memanfaatkan laptop dan LCD untuk menayangkan materi powerpoint yang dilengkapi dengan gambar-gambar, termasuk penayangan video pemanfaatan kerajinan sampah bungkus minuman. Pemanfaatan laptop dan LCD Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 23 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 membantu peserta pelatihan lebih mudah memahami pengelolaan sampah di lingkungan dan proses pendirian bank sampah. Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang telah Adapun skema kegiatan pengabdian masyarakat disajikan pada gambar berikut ini Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di RW 05 Kelurahan Tanjung Duren Utara berjalan dengan baik. Program Pengabdian berupa kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui pendirian bank sampah perlu terus ditingkatkan mengingat produksi sampah rumah tangga yang semakin banyak. Program bank sampah adalah program yang mengajak masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik untuk ditukarkan menggunakan uang pada bank-bank sampah yang telah tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Program bank sampah diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat untuk memaknai sampah sebagai sesuatu yang mempunyai nilai untuk dimanfaatkan kembali sekaligus mengurangi jumlah sampah. Sampah pada saat ini merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah timbul dengan adanya peningkatan timbulan sampah sebesar 2-4% per tahun. Namun tak diimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang memenuhi persyaratan teknis, sehingga banyak sampah yang tidak ditangani dengan maksimal. Selain sarana dan prasarana, kesadaran manusia juga memegang peranan penting dalam mengelola sampah. Jika dilihat kondisi saat ini masyarakat belum banyak mengetahui bagaimana mengelola dan memanfaatkan sampah. Sampah masih dianggap sebagai barang yang tidak berguna. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pemilahan sampah di tempat sampah, serta kuraangnya pengelolaan sampah yang belum optimal akan terus membuat lingkungan sekitar tidak sehat. Sampah biasanya dikelola dengan konsep buang begitu saja . pen dumpin. , buang bakar . engan incenerator atau dibakar begitu saj. , gali tutup . anitary land fil. , ternyata pengelolaan seperti ini tidak memberikan solusi yang baik, hanya akan menambah dampak negatif yang akan ditimbulkan dari sampah itu sendiri. Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 24 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Dalam sistem bank sampah yang di tabung adalah sampah anorganik, karena sampah anorganik ini proses penguraiannya membutuhkan waktu yang cukup lama, sumber banyaknya sampah anorganik salah satu nya adalah sampah rumah tangga. Pemahaman masyarakat akan pentingnya pemanfaatan sampah masih perlu ditingkatkan. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah yang bersifat kolektif dan sistematis memiliki dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan memiliki nilai ekonomis. Program Bank Sampah ini membuat warga masyarakat dalam suatu tempat tersebut ikut andil dalam bagian menjaga lingkungan, menjaga kebersihan lingkungan dan presepsi masyarakat tentang sampah yang tidak punya nilai guna kini berkurang. Melalui kegiatan ini, masyarakat RW 05 Kelurahan Tanjung Duren mendapatkan informasi tentang pendirian bank sampah. Dengan adanya sosialisasi bank sampah diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai bank sampah, sistem bank sampah, dan pembuagan sampah atau pembakaran sampah. Oleh karena itu masyarakat harus sadar akan kebersihan lingkungan dan pemanfaatan barang bekas yang bisa bernilai jual tinggi. Dalam hal ini peran warga masyarakat setempat sangat penting dalam pembuatan sistem dan pendirian bank sampah. Selain itu dengan adanya sosialisasi bank sampah dan sistem bank sampah dapat membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Harapan selanjutnya, yaitu perlu adanya pendampingan berkelanjutan untuk kegiatan bank sampah ini agar nantinya juga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat. Realisasi Kegiatan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di RW 05 Kelurahan Tanjung Duren Utara dengan dihadiri sebanyak 25 peserta yang terdiri dari Warga RW 05 Kelurahan Tanjung Duren Utara dan Mahasiswa Universitas Dian Nusantara yang dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 24 Juli 2021 melalui aplikasi Zoom Meeting. Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tabel 1. Realisasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahap Koordinasi dengan Ketua RW 05 dan Masyarakat Pembukaan Proses Kegiatan Proses Pengabdian Masyarakat pemberian informasi secara lisan dari Tim Anggota Dosen yang disampaikan kepada Bapak RW 05 Kelurahan Tanjung Duren Pada saat pelaksanaan, koordinasi dilakukan kembali kepada Bapak RW 05 dan masyarakat Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dibuka secara resmi berupa kata sambutan yang disampaikan oleh Direktur LRPM Universitas Dian Nusantara yang dihadiri oleh para peserta pengabdian masyarakat melalui Zoom Meeting Diawali dengan penyampaian materi prsentasi mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pendirian bank sampah selama kurang lebih 20 Melakukan diskusi tanya jawab dengan peserta Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 25 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 Penutupan E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 selama kurang lebih 10 menit. Pemberian ilustrasi melalui media video dan gambar tentang pendirian bank sampah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ditutup secara resmi oleh Kepala Prodi Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Dian Nusantara melalui Zoom Meeting Dokumentasi Kegiatan Gambar 3. Pelaksanaan PKM Melalui Zoom Meeting Gambar 4. Pelaksanaan PKM Melalui Zoom Meeting PENUTUP Kesimpulan Pemberian materi tentang pemberdayaan masyarakat melalui pendirian bank sampah dapat terus ditingkatkan, khususnya ibu rumah tangga, serta dapat memberdayakan ibu rumah tangga untuk dapat memilah-milih sampah organik dan sampah anorganik sehingga dapat lebih dimanfaatkan dan dimungkinkan untuk dapat digunakan kembali. Peningkatan pemahaman bagi peserta pelatihan dilakukan dengan metode presentasi melalui Zoom Meeting serta pemberian kesempatan untuk tanya jawab. Available Online: http://jurnal. id/index. php/jpmk/ Page 26 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 19 - 27 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Saran