Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Available online at: http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e DOI: https://doi.org/10.29407/e.v12i1.24142 Determinasi Audit Report Lag pada Perusahan Transportasi di BEI Determination of Audit Report Lag in Transportation Companies on the Indonesia Stock Exchange Meilisa Rukmana1*, Hetty Muniroh2 meilisarukmana15@gmail.com1, hettymuniroh@gmail.com2 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas YPPI Rembang, Rembang, Indonesia1,2 Diunggah: 9 Desember 2024, Direvisi: 17 Maret 2025, Diterima: 20 Maret 2025, Terbit: 22 April 2025 Abstract The purpose of this activity is to demonstrate how the delay in audit reports for transportation businesses listed on the IDX from 2020 to 2022 is influenced by age, size, financial health, and operational complexity. This study uses a quantitative approach with independent variables such as operational complexity, financial health, company size, and company age, while the dependent variable is the audit report lag. The research data is secondary data in the form of documentary data accessed through the official IDX website, www.idx.co.id, using purposive sampling method. There are 15 modes of transportation used by the population. A total of 45 observations from fifteen companies were used as the research sample. Multiple linear regression analysis serves as the data analysis method. This study found that the age of the company and the size of the company partially have no significant impact on audit report lag, while the financial condition and operational complexity variables partially have no significant effect on audit report lag. The results of this study can be beneficial for the stream of literature related to company age, company size, financial condition, and operational complexity. Keywords: audit report lag, company age, company size, financial condition, operational complexity Abstrak Guna dari kegiatan ini yakni untuk menunjukkan bagaimana penundaan laporan audit pada bisnis transportasi yang tergabung di BEI dari tahun 2020 hingga 2022 dipengaruhi oleh umur, ukuran, kesehatan keuangan, dan kompleksitas operasional. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan variabel independen berupa kompleksitas operasi, kesehatan keuangan, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan adalah variabel independen dari studi ini sementara variabel audit report lag adalah variabel dependen. Data penelitian merupakan data sekuder berupa data dokumenter yang diakses melalui situs resmi BEI yaitu www.idx.co.id dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Ada 15 transportasi yang digunakan oleh populasi. Sebanyak 45 observasi dari lima belas perusahaan digunakan sebagai sampel penelitian. Analisi regresi linier berganda berperan sebagai metode analisis data. Kegiatan studi ini memberi temuan dimana umur perusahaan dan ukuran perusahaan secara parsial memberi dampak tidak signifikan pada audit report lag, sedangkan variabel kondisi keuangan dan kompleksitas operasi secara parsial mempunyai pengaruh tidak signifikan terhadap audit report lag. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi arus literatur yang berkaitan dengan umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan, dan kompleksitas operasi. Kata kunci: audit report lag, kompleksitas operasi, kondisi keuangan, ukuran perusahaan, umur perusahaan *Penulis Korespondensi: Meilisa Rukmana PENDAHULUAN Persaingan bisnis menjadi semakin ketat dan agresif diperkembangan saat ini karena tercipta dan berkembangnya teknologi yang semakin canggih. Perusahaan dituntut untuk lebih siap dalam menghadapi kompetitor, sehingga harus memiliki kinerja dan strategi yang kuat untuk menghadapi kompetitor. Laporan keuangan merupakan dokumen yang memberikan informasi dan menggambarkan situasi atau kondisi keuangan suatu perusahaan. Catatan keuangan bisnis dapat digunakan untuk mengambil suatu kebijakan dari pihak internal ataupun eksternal. Konten laporan keuangan perlu disampaikan secara tepat waktu dan relevan. Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat memperlambat proses audit dengan menurunkan kualitas data yang dilaporkan dalam laporan This is an open access article under the CC BY-SA License. Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh keuangan bisnis (Sudjono & Setiawan, 2022). Fokus analisis adalah perusahaan transportasi yang tergabung dalam BEI dari tahun 2020 sampai 2022. Dalam informasi di Bursa Efek Indonesia, pada bisnis Transportasi mengenai keterlambatan laporan audit selama tiga tahun, terdapat tiga perusahaan yang menyampaikan laporan keuangan dengan cepat, tujuh bisnis yang menyampaikan laporan keuangan tidak tepat waktu, dan lima perusahaan yang menyampaikan laporan keuangan terlambat, menurut data Bursa Efek Indonesia. Hal ini menjadi fokus utama peneliti untuk menyelidiki fenomena audit report lag yang terjadi pada perusahaan tersebut. Audit report lag sebagai jumlah waktu yang berlalu antara laporan audit yang diperlukan bagi auditor untuk menyelesaikan laporan keuangan (Ariningtyastuti & Rohman, 2021). Jumlah durasi hari yang dibutuhkan untuk mengakhiri laporan keuangan dari tanggal akhir hingga hari di mana auditor menerbitkan laporan keuangan yang diaudit. Auditor memerlukan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan laporan keuangan perusahaan (Sudjono & Setiawan, 2022). Usia perusahaan memberi tahu sudah berapa lama perusahaan tersebut beroperasi. Perusahaan yang mapan memiliki kemampuan untuk bersaing dan merebut peluang bisnis di ekonomi (Himawan & Venda, 2020). Umur perusahaan mengindikasikan lama waktu hidup suatu perusahaan dan kemampuan untuk tetap eksis dan bersaing dalam usaha serta kesinambungan usaha. Menurut Wi et al. (2022) umur perusahaan memperlihatkan seberapa lama sebuah perusahaan bertahan dalam persaingan industri. Umur suatu perusahaan dihitung dalam satuan tahun, dimulai dari tanggal bergabung di BEI hingga tanggal laporan tahunan terakhir (Toelle & Sari, 2023). Ukuran perusahaan adalah volume bisnis yang didefinisikan oleh nilai ekuitas keseluruhan, nilai penjualan, atau nilai aset (Wicaksono & Sintia, 2023). Skala bisnis adalah ukurannya dilihat dari total jumlah aset (Sunarsih et al., 2021). Ada dua kategori skala ukuran perusahaan: total aset yang besar dapat diartikan sebagai perusahaan skala besar, sementara total aset yang kecil dapat diartikan sebagai perusahaan skala kecil. Bisnis dengan volume penjualan yang besar biasanya mengadopsi praktik akuntansi yang menurunkan pendapatan (Apriliyani & Muniroh, 2021). Ukuran sebuah bisnis adalah metrik yang digunakan untuk mewakili besarnya. Ukuran perusahaan didefinisikan oleh total asetnya menggunakan Logaritma Alamiah (Ln) (Sabatini & Vestari, 2019). Menurut Parahyta & Herawaty (2020) kondisi keuangan dapat diverifikasi menjadi tiga bagian: Bangkrut, rentan, dan sehat. Kondisi keuangan yang tidak sehat memiliki tingkat kebangkrutan yang lebih tinggi, sehingga auditor perlu mengumpulkan banyak bukti terkait perusahaan. Kesulitan auditor dalam proses pemeriksaan akan menunda penerbitan laporan audit. Kondisi keuangan perusahaan adalah keadaan finansial perusahaan selama kurun waktu tertentu (Abdillah et al., 2019). Menurut Parahyta & Herawaty (2020) kondisi keuangan dapat diverifikasi menjadi tiga bagian: Bangkrut, rentan, dan sehat. Kondisi keuangan yang tidak sehat memiliki tingkat kebangkrutan yang lebih tinggi, sehingga auditor perlu mengumpulkan banyak bukti terkait perusahaan. Kesulitan auditor dalam proses pemeriksaan akan menunda penerbitan laporan audit. Kondisi keuangan perusahaan adalah keadaan finansial perusahaan selama kurun waktu tertentu (Abdillah et al., 2019). Beberapa studi sebelumnya telah menggunakan variabel independen yang berbeda untuk menyelidiki keterlambatan laporan audit, dengan hasil yang bervariasi. Perbedaan hasil penelitian ini menimbulkan keingintahuan para akademisi terhadap sampel perusahaan transportasi yang tergabung di BEI. Ditemukan bahwa pengungkapan informasi keuangan untuk perusahaan yang lebih tua akan lebih rinci (Himawan & Venda, 2020). Temuan tersebut mengimplikasikan keterlambatan laporan audit adalah umur perusahaan memiliki pengaruh negatif yang besar. Temuan yang berbeda Agustina & Jaeni (2022) menemukan umur perusahaan secara signifikan mengurangi keterlambatan laporan audit. Ada yang berpendapat bahwa ukuran organisasi mempunyai pengaruh yang cukup baik pada keterlambatan laporan audit (Sunarsih et al., 2021). Menurut Sumartini et al. (2020) ukuran perusahaan mempunyai dampak mencegah durasi audit report lag. Menurut hasil penelitian Wildan Bani Adam et al. (2022) kondisi keuangan memiliki dampak tidak signifikan terhadap audit report lag. Menurut temuan Ariningtyastuti & Rohman (2021) kondisi keuangan mempunyai dampak yang tidak signifikan pada keterlambatan laporan audit. Menurut hasil penelitian Wildan Bani Adam et al. (2022) kompleksitas http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 2 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh operasional memberi dampak negatif signifikan pada keterlambatan laporan audit. Temuan yang berbeda menyatakan berpengaruh positif namun tidak signifikan pada keterlambatan laporan audit (Ariningtyastuti & Rohman, 2021). Kegiatan studi ini mengacu pada penelitian sebelumnya, namun adanya ketidakkonsistenan menciptakan tindakan untuk mengivestigasi lebih mendalam untuk mengkonfirmasi teori yang didasari pada permasalahan yang timbul, yakni keterlambatan penerbitan laporan keuangan pada beberapa bisnis transportasi yang tergabung di BEI dengan tahun penelitian 2020 hingga 2022. Untuk itu, tujuan dari kegiatan riset ini adalah untuk membuktikan pengaruh antara setiap variabel umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan dan kompleksitas operasi yang memberi perubahan audit report lag perusahaan Transportasi yang tergabung di Bursa Efek Indonesia. METODE PENELITIAN Populasi studi ini melibatkan bisnis Transportasi yang tergabung di BEI selama 2020-2022 sebanyak 40 perusahaan. Metode kuantitatif merupakan jenis studi ini dengan variabel independen adalah umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan dan kompleksitas operasi, sedangkan variabel dependen yang digunakan berupa audit report lag. Data didapat melalui laporan tahunan yang berada di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni, www.idx.co.id, yang mana jenis data ini adalah sekunder. Jumlah populasi yang dilibatkan akan dikreteria melalui purposive sampling, yang mana digunakan sebagi teknik pengambilan sampel. Kriteria tersbut yakni: perusahaan Transportasi yang tergabung di BEI selama periode 2020-2022 yang melaporkan laporan keuangan secara konsiten dan memiliki data lengkap terkait variabel umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan dan audit report lag. Sampel penelitian sebanyak 15 perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI yang memenuhi syarat menerbitkan laporan keuangan secara konsisten dari tahun 2020-2022 dan memiliki data lengkap terkait variabel-variabel yang digunakan, yaitu umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan dan kompleksitas operasi. Observasi penelitian sebanyak 45 sampel data. Audit Report Lag berperan sebagai variabel dependen dan umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan serta kompleksitas operasi berperan sebagai variabel independen. Tabel 1. Definisi Operasional Variabel http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 3 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh Umur Perusahaan (X1)H1 (-) Ukuran Perusahaan (X2) Kondisi Keuangan (X3) H2 (+) Audit Report Lag H3 (-) (Y) H4 (+) Kompleksitas Operasi (X4) H5 (+) Gambar 1. Model Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Nilai rata-rata, standar deviasi, varians, maksimum, minimum, total, rentang, kurtosis, dan skewmess adalah semua statistik yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang data yang dimaksud (Ghozali, 2023). Tabel 2. Analisis Deskriptif Descriptive Statistics N AGE SIZE FDS KPL ARL Valid N (listwise) 45 45 45 45 45 45 Minimum 5,00 22,36 ,00 ,00 33,00 Maximum 72,00 29,03 1,00 1,00 195,00 Mean 26,0000 25,4100 ,3333 ,6000 108,6667 Std. Deviation 18,22211 1,94915 ,47673 ,49543 34,45550 Uji Asumsi Klasik Uji normalitas Uji normalitas non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K_S) dilalui sebagai syarat data dinyatakan normal dengan nilai signifikansinya harus lebih dari 0,05. Hasil ini memberikan angka asymp Sig (2tailed) senilai 0,200 yang disajikan pada Tabel 3 ini, artinya dapat diasumsikan bahwa data telah dinyatakan normal. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 4 Unstandardized Residual 45 0,0000000 32,46562358 0,109 0,109 -0,101 0,109 0,200c,d Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh Uji multikolinieritas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model 1 Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constant) AGE SIZE FDS KPL a. Dependent Variable: ARL 0,859 0,692 0,804 0,874 1,164 1,445 1,244 1,144 Uji multikolenieritas dilaksanakan sebagai penentu adanya hubungan antara faktor bebas pada model persamaan. Angka toleransi > 0,10 atau VIF < 10 diasumsikan tidak ada multikolenieritas seperti hasil yang ditunjukkan Tabel 4, variabel independen pada studi ini tidak menunjukkan multikolenieritas, seperti yang ditunjukkan oleh nilai toleransi dari variabel AGE, SIZE, FDS, dan KPL. Uji heterokedastisitas Heterokedastisitas adalah varians yang berubah-ubah dalam model regresi. Heterokedastisitas terjadi ketika nilai sig dibawah 0,05. Tabel 5. Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Model 1 (Constant) AGE SIZE FDS KPL a. Dependent Variable: LN_RES Unstandardized Coefficients B Std. Error 5,561 5,957 0,036 0,023 -0,019 0,236 -0,270 0,895 -0,621 0,826 Standardized Coefficients Beta 0,258 -0,015 -0,051 -0,122 t ,934 1,578 -0,080 -0,301 -0,752 Sig. 0,356 0,122 0,936 0,765 0,456 Tidak terjadi heterokedastisitas pada seluruh variabel bebas pada model regresi ini, seperti yang ditunjukkan oleh angka signifikansi setiap variabel di atas 0,05 pada Tabel 5. Uji autokolerasi Studi ini menggunakan uji autokorelasi, yaitu run-test dengan ketentuan angka signifikan harus lebih dari 0,05. Tabel 6. Hasil Uji Autokolerasi Runs Test Unstandardized Residual -4,51545 22 23 45 24 0,003 0,997 Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Median Hasil uji pada Tabel 6 memperlihatkan bahwa tidak ada autokorelasi; angka asymp.sig. (2tailed) sebesar 0,997 memperlihatkan bahwa nilai uji run test melebihi 0,05. http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 5 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh Analisis Regresi Linier Berganda Uji ini menentukan apakah faktor independen dan faktor dependen memiliki keterkaitan positif atau negatif. Itu juga memperkirakan nilai yang diberikan variabel independen akan naik atau menurunkan nilai variabel dependen. Tabel 7. Hasil Uji Regresi Coefficientsa Model 1 (Constant) AGE SIZE FDS KPL a. Dependent Variable: ARL Unstandardized Coefficients B Std. Error 40,289 79,942 0,585 ,304 2,610 3,165 -10,472 12,009 -16,128 11,082 Standardized Coefficients Beta ,310 ,148 -,145 -,232 t Sig. ,504 1,925 ,825 -,872 -1,455 ,617 ,061 ,414 ,388 ,153 Tabel 7 pada kolom B (koefisien regresi), memperlihatkan persamaan sebagai berikut: ARL = 40,289 + 0,585 AGE + 2,610 SIZE – 10,472 FDS – 16,128 KPL ARL dapat diartikan sebagai audit report lag, AGE dapat diartikan sebagai umur perusahaan, SIZE dapat diartikan sebagai ukuran perusahaan, FDS dapat diartikan sebagai kondisi keuangan dan KPL adalah kompleksitas operasi. Keempat variabel independen dianggap konstan akan memberi angka audit report lag sebesar 40,289. Angka koefisien regresi umur perusahaan senilai 0,585 tahun, artinya jika naik satu tahun akan meningkatkan audit report lag sebesar 0,585 hari. Begitu juga dengan ukuran perusahan, setiap kenaikan satu rupiah akan meningkatkan audit report lag selama 42,610 hari. Namun pada kondisi keuangan, setiap kenaikan satu rupiah akan menurunkan audit report lag selama 10,472, hal yang sama terjadi pada kompleksitan operasi, setiap kenaikan satu anak perusahaan akan menurunkan audit report lag selama 16,128 hari. Uji Hipotesis Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Model Constant AGE SIZE FDS KRL Adjusted R2 Nilai F Anova Sig. N Uji Utama Model I Β Sig 40,289 0,617 0,585 0,061 2,610 0,414 -10,472 0,388 -16,128 0,153 0,112 1,263 0,300 45 Uji Robustness Model III β Sig β Sig 37,927 0,716 108,350 0,428 0,468 0,265 3,053 0,488 3,060 0,475 0,990 0,848 -5,961 0,726 -14,925 0,387 -25,018 0,102 -2,721 0,876 0,126 0,228 1,009 0,518 0,419 0,726 33 12 Model II Menurut Supheni et al. (2024) uji robustness dilakukan untuk melihat konsistensi dari hasil uji utama. Uji robustness dilakukan dengan memecah sampel penelitian dengan dua kategori dari umur perusahaan, yaitu pada Model II dilakukan dengan sampel dalam kategori perusahaan muda dan Model III dilakukan dengan sampel perusahaan dengan kategori perusahaan matang. Hasil uji hipotesis menunjukkan seberapa signifikan dampak yang diberikan faktor bebas secara parsial pada faktor terikat. Menurut Tabel 8 pada Model I, variabel umur perusahaan yang diproksikan oleh AGE mempunyai angka sig senilai 0,061, yang melebihi 0,05, serta koefisien positif senilai 0,585. Sementara pada Model II memiliki nilai koefisien positif (0,468) dengan nilai sig. 0,265 > 0,05. Begitu juga dengan Model III, umur perusahaan memiliki nilai koefisien regresi positif (3,053) http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 6 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh dengan nilai signifikansi 0,488 > 0,05. Dengan demikian umur perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap audit report lag. Variabel ukuran perusahaan yang diproksikan oleh SIZE pada Model I menunjukkan nilai koefisien regresi positif dengan nilai sebesar 2,610 serta nilai signifikansi sebesar 0,414 > 0,05. Model II pada variabel ukuran perusahan memiliki nilai koefisien regersi positif (3,060) dan nilai signifikansi 0,475 > 0,05. Sementara pada Model III menunjukkan nilai signifikansi ukuran perusahaan sebesar 0,484 > 0,05 disertai nilai koefisien regresi positif 0,990. Dengan demikian Model I, Model II, Model III menunjukkan hasil yang sama dimana ukuran perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap audit report lag. Variabel kondisi keuangan atau FDS pada Model I menunjukkan nilai koefisien regresi ngeatif (10,472) dengan nilai signifikansi sebesar 0,388 > 0,05. Semetara pada Model II menunjukkan nilai koefisien regresi negatif (-5,961) dengan nilai signifikansi 0,726 > 0,05. Dalam uji robustness Model III variabel kondisi keuangan menunjukkan nilai koefisien regresi negatif (-14,925) dengan nilai signifikansi 0,387 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa Model I, Model II dan Model III memiliki hasil variabel kondisi keuangan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap audit report lag. Variabel kompleksitas operasi atau KPL pada Model I menunjukkan nilai koefisien negatif (16,128) dengan nilai signifikansi 0,153 > 0,05. Hasil uji robustness pada Model II menunjukkan nilai koefisien negatif (-25,018) dengan nilai signifikansi 0,102 > 0,05. Sementara itu pada hasil Model III menunjukkan variabel kompleksitas operasi menunjukkan nilai signifikansi 0,876 > 0,05 dengan koefisien regresi negatif (-2,721). Hal ini memberi temuan bahwa Model I, Model II dan Model III menunjukkan bahwa kompleksitas operasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap audit report lag. Uji Simultan Uji simultan merupakan pengujian pada tahap analisis regresi yang digunakan untuk menilai apakah variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika hasil uji silmutan menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Merujuk pada Tabel 8 pada Model I menunjukkan nilai F hitung 1,263 dengan Anova Sig. 0,300 > 0,05. Model II menunjukkan nilai F hitung sebesar 1,009 dan Anova Sig. 0,419 > 0,05. Sementara pada Model III menunjukkan nilai F hitung sebesar 0,518 dengan Anova Sig. 0,726 > 0,05. Pada hasi Model I, Model II dan Model III menunjukkan hasil yang sama, yaitu nilai Anova Sig. memberi nilai lebih besar dari 0,05. Artinya, keempat variabel independen yang digunakan (umur perusahaan, ukuran perusahaan, kondisi keuangan dan kompleksitas operasi) secara bersama-sama berpengaruh tidak signifikan terhadap audit report lag. Ini menunjukkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini tidak cukup kuat dalam mempengaruhi audit report lag. Uji Determinasi Angka adjusted R2 yang disesuaikan pada Model I senilai 0,112, artinya keempat variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya menjelaskan audit report lag sebesar 11,2%, sisanya 88,8% dijelaskan oleh variabel lain. Pada model II nilai adjusted R2 sebesar 0,126 artinya, variabel audit report lag dijelaskan oleh variabel independen yang digunakan dalamn penelitian ini sebesar 12,6%, sisanya 87,4% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian ini. Sementara itu pada Model III menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,228, artinya variabel dependen dalam penelitian ini yaitu audit report lag hanya dijelaskan oleh variabel independen yang digunakan sebesar 77,8%, sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 7 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh Pembahasan Pengaruh umur perusahaan terhadap audit report lag Umur perusahaan memberikan dampak positif namun tidak signifikan pada audit report lag bisnis Transportasi yang tercatat di BEI periode 2020-2022, Artinya semakin matang umur perusahaan semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan laporan audit meskipun pengaruhnya sangat kecil. Temuan ini mendukung temuan Sunarsa & Herijawati (2024) yang mana umur perusahaan memberi dampak positif tidak signifikan pada audit report lag. Dampak positif terjadi karena semakin lama umur perusahaan biasanya memiliki beragam transaksi bisnis, sistem dan volume informasi yang lebih banyak sehingga memerlukan lebih lama waktu bagi auditor untuk memeriksa informasi yang dimiliki perusahaan tersebut. Tidak signifikannya hasil penelitian ini dimungkinkan perusahaan dengan umur yang matang biasanya memiliki lebih banyak pengalaman dalam menangani audit tahunan dan waktu yang diperlukan untuk audit tidak terlalu meningkat. Meskipun perusahaan dengan umur yang matang dapat menyebabkan keterlambatan penyampaian laporan keuangan, namun dengan adanya pengalaman dalam menangani audit dapat mencegah lamanya penundaan audit (Sunarsa & Herijawati, 2024). Temuan ini menjadi sinyal positif bagi pemangku kepentingan yaitu berupa kepercayaan terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan, namun umur perusahaan bukanlah sinyal kuat bagi auditor dalam mempercepat atau memperlambat proses audit. Perusahaan yang lebih tua mungkin tidak selalu lebih efisien dalam hal laporan keuangan, sehingga umur perusahaan tidak cukup untuk menjadi sinyal utama bagi pasar atau auditor tentang kualitas keuangan atau efisiensi audit. Audit report lag yang terlalu lama akan memicu ketidakpastian bagi manajemen dalam pengambilan keputusan karena informasi keuangan belum tersedia. Selain itu, perusahaan dengan keterlambatan audit berisiko terkena sanksi dari otoritas keuangan atau kehilangan kepercayaan investor. Untuk itu manajemen perlu mempertimbangkan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi pelaporan keuangan guna mempercepat audit, seperti digitalisasi akuntansi atau memperkuat tim keuangan. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit report lag Ukuran perusahaan memberi dampak positif tidak signifikan pada audit report lag pada perusahaan Transportasi yang tercatat di BEI selama rentan waktu 2020-2022, dapat diartikan ukuran perusahaan dengan skala besar akan memerlukan waktu yang lebih panjang bagi auditor untuk menerbitkan laporan keuangan meskipun pengaruhnya sangat kecil. Perusahaan tranportasi yang besar cenderung mempunyai operasi yang sangat kompleks, operasi yang tersebar diberbagai wilayah dan lebih banyak aset yang harus diaudit. Kompleksitas ini dapat meningkatkan durasi audit dan berpotensi memperpanjang ARL. Menurut Puspita & Sabrina (2024) ukuran perusahaan mengacu pada skala besar kecilnya suatu perusahaan yang diihat dari jumlah total aset pada periode tertentu. Perusahaan besar lebih diperhatikan oleh masyarakat sehingga akan lebih berhati hati dalam melakukan pelaporan keuangan. Temuan ini mendukung temuan Senduk et al., (2023) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berdampak positif tidak signifikan pada audit report lag. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap ARL dapat terjadi karena ukuran perusahaan besar cenderung mempunyai sistem manajemen internal yang baik dan sumber daya yang lebih banyak yang dapat menyebabkan dampak dari tambahan waktu dalam proses audit tidak terlalu besar dan dapat mencegah terjadinya audit report lag secara signifikan, namun hal ini dapat memberi sinyal negatif bagi pasar dan dianggap sebagai sinyal adanya masalah internal atau keuangan yang perlu diperhatikan oleh investor, akibatnya, perusahaan yang besar akan berupaya keras untuk menjaga ARL tetap pendek. Perusahan akan berupaya dengan menggunakan sumber daya tambahan untuk memastikan laporan audit selesai tepat waktu dan memberikan sinyal positif bahwa perusahaan dalam keadaan stabil dan terkendali. Perusahaan besar harus tetap mengelola risiko keterlambatan audit dengan meningkatkan efisiensi dalam pelaporan keuangan. Selain itu kepatuhan regulasi menjadi prioritas agar tidak terkena sanksi akibat keterlambatan pelaporan. Untuk itu perusahaan besar harus memiliki sistem yang lebih baik, meningkatkan otomatisasi untuk mempercepat proses audit serta http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 8 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh manajemen dapat memilihi auditor yang memiliki pengalaman dalam menangani perusahaan besar agar proses audit lebih cepat dan efisien. Pengaruh kondisi keuangan terhadap audit report lag Kondisi keuangan mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan pada audit report lag pada bisnis Transportasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Artinya, semakin baik kondisi keuangan mempunyai dampak yang sangat kecil pada pencegahan audit report lag. Perusahaan transportasi dengan keadaan finansial yang lebih baik cenderung mempunyai waktu yang lebih pendek. Temuan ini mendukung temuan dari Patricia Septin Arini & Muniroh (2024) dimana kondisi keuangan memberi dampak negatif tidak signifikan pada audit report lag. Hal ini terjadi karena bisnis transportasi yang sehat secara finansial umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik, data yang teratur dan prosedur yang lebih efisien sehingga proses audit dapat berjalan lebih cepat. Tidak signifkannya hasil ini dapat terjadi karena besarnya skala operasi dan proses audit tetap memerlukan beberapa waktu meskipun kondisi keuangan sehat. Auditor cenderung memperhatikan risiko keuangan daripada sekedar melihat apakah perusahaan tersebut dalam kondisi sehat. Meskipun kondisi keuangan baik, jika ada aspek yang dinilai berisiko, proses audit tetap bisa memakan waktu.. Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan berpengaruh tidak signifikan yang artinya ada kemungkinan bahwa auditor lebih memperhatikan faktor lain seperti tingkat risiko yang dihadapi perusahaan. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang baik dapat memberi sinyal positif bagi para investor bahwa keuangan dikelola dengan baik, memiliki pengendalian internal yang kuat dan risiko keuangan yang rendah. Perusahaan dengan kondisi finansial yang sehat seharusanya memiliki audit report lag yang lebih pendek, karena auditor lebih percaya diri dengan keandalan hasil laporan keuangan yang diaudit, namun dalam temuan ini kondisi keuangan yang baik bukanlah menjadi faktor utama bagi investor. Investor dan pemangku kepentingan cenderung memperhatikan risiko keuangan. Meskipun kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan baik, manajemen tetap menjaga stabilitas keuangan agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi auditor dan pemangku kepentingan. Selain itu meningkatkan transparasi keuangan perlu dilakukan, karena meskipun tidak signifikan perusahaan yang lebih sehat secara keuangan cenderung memiliki ARL yang lebih pendek. Pengaruh kompleksitas operasi terhadap audit report lag Kompleksitas operasi mempunyai dampak negatif tidak signifikan pada audit report lag pada bisnis Transportasi yang tercatat di BEI periode 2020-2022. Artinya, tinggi kompleksitas operasi maka akan mencegah terjadinya risiko audit report lag namun tidak signifikan. Temuan ini sesuai dengan Wada et al. (2021) yang menyatakan kompleksitas operasi berdampak negatif tidak signifikan pada audit report lag. Pengaruh negatif antara kompleksitas operasi dengan ARL dapat terjadi karena perusahaan transportasi yang lebih kompleks cenderung memiliki laporan keuangan yang lebih canggih dan sistem manajemen internal yang lebih baik, serta bekerja dengan auditor yang lebih berpengalaman dalam menangani perusahaan besar yang dapat mempercepat audit. Tidak signifikannya hasil ini dapat terjadi adanya faktor lain seperti struktur kepemilikan, risiko bisnis, atau kualitas pengendalian internal yang lebih dominan menentukan audit report lag, sehingga kompleksitas operasi tidak memberikan dampak yang signifikan. Temuan ini dapat dianggap sebagai sinyal positif mengenai tata kelola perusahaan, namun, jika pengaruh kompleksitas operasi terhadap audit report lag tidak signifikan, ini berarti kompleksitas operasi tidak selalu menjadi sinyal yang kuat bagi auditor dalam menentukan durasi yang diperlukan dalam penyelesaian audit. Meskipun operasi yang kompleks dapat berarti bahwa perusahaan memiliki sistem yang lebih baik, auditor mungkin fokus pada faktor risiko lain yang tidak selalu terkait dengan kompleksitas operasi. Perusahaan transportasi dengan kompleksitas operasi yang tinggi sering memberikan sinyal kepada auditor dan pemangku kepentingan lainnya bahwa perusahaan memiliki sistem pelaporan dan pengendalian internal yang baik. Dalam hal evaluasi pelaporan, regulator dapat http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 9 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh melihat bahwa kompleksitas operasi bukan faktor utama dalam keterlambatan audit, sehingga mungkin perlu meninjau kembali kebijakan pelaporan untuk fokus pada faktor lain seperti kebijakan akuntansi dan transparasi. SIMPULAN Penelitian ini menjawab tujuan dilaksanakan kegiatan ini dengan hasil temuan; variabel umur perusahaan berpengaruh positif tidak signfikan terhadap audit report lag, ukuran perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap audit report lag, kondisi keuang berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap audit report lag, kompleksitas operasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap audit report lag. DAFTAR RUJUKAN Abdillah, M. R., Mardijuwono, A. W., & Habiburrochman, H. (2019). The effect of company characteristics and auditor characteristics to audit report lag. Asian Journal of Accounting Research, 4(1), 129–144. https://doi.org/10.1108/AJAR-05-2019-0042 Agustina, S. D., & Jaeni, J. (2022). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas dan Likuiditas terhadap Audit Report Lag. Owner, 6(1), 648–657. https://doi.org/10.33395/owner.v6i1.623 Apriliyani, W., & Muniroh, H. (2021). Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Modal Kerja, Rasio Utang, dan Ukuran Perusahaan terhadap Likuiditas pada Perusahaan Sub Sektor Logam dan Sejenisnya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Aset, 23(2), 179–186. https://doi.org/10.37470/1.23.2.187 Ariningtyastuti, S., & Rohman, A. (2021). Pengaruh Efektivitas Komite Audit, Kondisi Keuangan, Kompleksitas Operasi, Profitabilitas, dan Karakteristik Auditor Eksternal Terhadap Audit Report Lag. Diponegoro Journal of Accounting, 10(2), 1–15. http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/accounting Himawan, F. A., & Venda. (2020). F . Agung Himawan dan Venda : “ Analisis Pengaruh Financial Distress , Leverage , Profitabilitas ... ” 2. Jurnal Manajemen Bisnis, 23(1), 1–19. Parahyta, C. H., & Herawaty, V. (2020). Pengaruh Financial Distress, Profitabilitas, dan Audit Tenure terhadap Audit Report Lag dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi. KOCENIN Serial Konferensi, 1(1), 1–9. Patricia Septin Arini, & Muniroh, H. (2024). Pengaruh Financial Distress, Inherent Risk Dan Audit Changes Trhadap Audit Report Lag. EKONOMIKA45 : Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan, 11(2), 900–915. https://doi.org/10.30640/ekonomika45.v11i2.2600 Puspita, I. L., & Sabrina, R. P. (2024). Factors Affecting Audit Report Lag in Property And Real Estate Companies On The IDX 2017-2021. ECo-Buss, 6(3), 1590–1601. https://doi.org/10.32877/eb.v6i3.1239 Sabatini, S. N., & Vestari, M. (2019). Nilai Persediaan, Aset Tetap, Ukuran Perusahaan, Kualitas Audit, Dan Audit Tenure Terhadap Audit Report Lag. ECONBANK: Journal of Economics and Banking, 1(2), 143–157. https://doi.org/10.35829/econbank.v1i2.46 Senduk, R. S., Morasa, J., & Tangkuman, S. J. (2023). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Dan Umur Perusahaan Terhadap Audit Report Lag Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021. Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 11(3), 220–230. https://doi.org/10.35794/emba.v11i3.49153 Sudjono, A. C., & Setiawan, A. (2022). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Likuiditas, dan Leverage terhadap Audit Report Lag (Studi pada Perusahaan Consumer Goods Terdaftar di BEI Tahun 2019-2020). Owner, 6(3), 1514–1624. https://doi.org/10.33395/owner.v6i3.991 Sumartini, E., Lubis, I., Suryani, Anggraeni, F., Widyati, Maria, F., Setyaningsih, V. D., Aufa, M., Anandayama, V. P. L., Suwardi, H. B., Faishal, A. A., Saifi, M., Sari, T. diah, Titisari, K. H., Nurlaela, S., Wardati, S. D., Shofiyah, Arini, K. R., Hartati, N., … Sujana, I. K. (2020). Pengaruh http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 10 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 1-11 Meilisa Rukmana, Hetty Muniroh Capital Adequacy Ratio , Ukuran Perusahaan dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Pertumbuhanlaba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Upajiwa Dewantara, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.21776/ub.profit.2019.013.02.1 Sunarsa, S., & Herijawati, E. (2024). Pengaruh Solvabilitas , Financial Distress , Profitabilitas , Umur Perusahaan , dan Reputasi KAP terhadap Audit Report Lag ( Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) pada Tahun 2019-2022 ). Global Accounting : Jurnal Akuntansi, 3(1), 1–13. Sunarsih, N. M., Munidewi, I. A. B., & Masdiari, N. K. M. (2021). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, Kualitas Audit, Opini Audit, Komite Audit Terhadap Audit Report Lag. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.22225/kr.13.1.2021.1-13 Supheni, I., Widowati, A. R., & Murni, S. (2024). Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, Dan Keuangan Publik, 6(1), 45–54. https://doi.org/10.25105/jipak.v6i1.4481 Toelle, A. T. A., & Sari, R. P. (2023). Pengaruh Umur Perusahaan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Report Lag Dimoderasi Reputasi Auditor. JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 14(04), 1020–1029. https://doi.org/10.23887/jimat.v14i04.62491 Wada, S. El, Subaki, A., & Zulpahmi, Z. (2021). Pengaruh Opini Audit, Profitabilitas, dan Kompleksitas Operasi Perusahaan Terhadap Audit Report Lag pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2014 - 2018. AKUNSIKA: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 2, 24–33. https://doi.org/10.31963/akunsika.v2i1.2206 Wi, P., Sumantri, F. A., & Melatnebar, M. (2022). Fakor-Faktor yang Mempengaruh Audit Report Lag Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2020. ECo-Fin, 4(1), 32–41. https://doi.org/10.32877/ef.v4i1.457 Wicaksono, D., & Sintia, V. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay. AKRUAL : Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 4(2), 57–69. https://doi.org/10.34005/akrual.v4i2.2456 Wildan Bani Adam, Pupung Purnamasari, & Rudy Hartanto. (2022). Pengaruh Kondisi Keuangan, Kompleksitas Operasi dan Umur Perusahaan terhadap Audit Report Lag. Jurnal Riset Akuntansi, 143–152. https://doi.org/10.29313/jra.v2i2.1495 http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 11 Vol 12 No 1 Tahun 2025