Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) Volume 10. Nomor 02 . : 438-449 ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KENTANG DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO STRATEGY OF POTATO AGRIBUSINESS DEVELOPMENT IN KEJAJAR DISTRICT, WONOSOBO REGENCY Burhanudin Lutfi1,2*. Budi Dharmawan3 . Yusmi Nur Wakhidati 4 Magister Agribisnis. Universitas Jenderal Soedirman Dinas Pangan. Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo Email: lutfibe21@gmail. Magister Agribisnis. Universitas Jenderal Soedirman Email: budi. dharmawan@unsoed. Magister Agribisnis. Universitas Jenderal Soedirman Email: yusmi. wakhidati@unsoed. Penulis korespondensi: lutfibe21@gmail. ABSTRACT Kejajar District is the largest potato producing district in Wonosobo Regency. Although supported by ideal agroclimate conditions, potato productivity in Kejajar District has not reached its maximum potential. This study aims to analyze the strategy for developing potato agribusiness in Kejajar District. Wonosobo Regency. This study was conducted by involving key informants through a purposive sampling method, namely parties who are considered to have knowledge, experience and direct involvement in potato agribusiness. The analysis was carried out using the IFE. EFE. IE. SWOT and QSPM Matrices. The results of the analysis of potato agribusiness research in Kejajar District obtained a total IFE matrix score of 3. 23, a total EFE matrix score of 3. The combination of the total IFE and EFE matrix scores makes the IE matrix position in Quadrant I, namely the growth and build strategy. The SWOT analysis produced ten alternative strategies. The QSPM analysis obtained three strategic priorities, namely the first is modern technology training based on farmer experience, the second is diversification of processed potato-based products and the third is diversification of planting patterns and climate-adaptive varieties. Keywords: potatoes, agribusiness. SWOT. QSPM ABSTRAK Kecamatan Kejajar merupakan kecamatan penghasil kentang terbesar di Kabupaten Wonosobo. Meskipun didukung oleh kondisi agroklimat yang ideal, produktivitas kentang di Kecamatan Kejajar belum mencapai potensi maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis strategi pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan informan kunci melalui metode purposive sampling, yaitu pihak yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman dan keterlibatan langsung dalam agribisnis kentang. Analisis dilakukan menggunakan Matriks IFE. EFE. IE. SWOT dan QSPM. Hasil analisis pada penelitian agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar diperoleh total skor https://doi. org/10. 21776/ub. Burhanudin Lutfi Ae Strategi Pengembangan Agribisnis . matriks IFE sejumlah 3,23, total skor matriks EFE sejumlah 3,53. Kombinasi total skor matriks IFE dan EFE menjadikan posisi matriks IE berada di Kuadran I, yaitu strategi pertumbuhan dan pembangunan . rowth and build strateg. Analisis SWOT menghasilkan sepuluh alternatif Analisis QSPM diperoleh tiga prioritas strategi yaitu pertama adalah pelatihan teknologi modern berbasis pengalaman petani, kedua adalah diversifikasi produk olahan berbasis kentang dan ketiga adalah diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim. Kata kunci: kentang, agribisnis. SWOT. QSPM PENDAHULUAN Hortikultura merupakan salah satu sub sektor yang memegang peranan penting dalam pengembangan pertanian di Indonesia. Komoditas hortikultura mencakup beragam tanaman seperti buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias dan tanaman obat. Hortikultura sebagai komoditas yang penting dalam pertanian berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani dan penyediaan bahan baku bagi industri makanan. Hortikultura juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan penyediaan lapangan pekerjaan. Salah satu komoditas unggulan dalam hortikultura adalah kentang (Solanum tuberosum L. Kentang dikenal sebagai sumber karbohidrat yang kaya nutrisi, yodium, protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi dan serat. Kandungan karbohidrat yang tinggi menyebabkan kentang dikenal sebagai bahan pangan yang dapat mensubstitusi bahan pangan karbohidrat lain yang berasal dari beras, jagung dan gandum. Bahkan kentang diketahui memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dibanding bahan pangan sumber karbohidrat lain yaitu beras, jagung dan gandum (Samadi, 2. Kentang tumbuh optimal pada ketinggian antara 1. 000 sampai 2. 500 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 15AC sampai 20AC (Setiadi, 2. Wilayah Kabupaten Wonosobo pada sebelah utara dan sebelah timur memiliki topografi pegunungan sehingga sangat sesuai untuk budidaya kentang. Dukungan suhu yang relatif dingin dan curah hujan yang cukup tinggi menjadikan kentang dapat tumbuh dengan baik di Kabupaten Wonosobo. Potensi dataran tinggi yang dimiliki menjadikan Kabupaten Wonosobo sebagai penghasil kentang tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Banjarnegara. Data luas panen dan produktivitas kentang pada lima Kabupaten penghasil kentang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Produksi Kentang di Provinsi Jawa Tengah Luas Panen (H. Produktivitas . uintal/H. Kabupaten Banjarnegara 190,39 185,10 190,56 Wonosobo 133,36 156,22 170,71 Brebes 198,94 198,24 197,02 Batang 143,10 134,97 92,98 Pekalongan 230,00 201,47 188,35 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 438-449 Berdasarkan Tabel 1. diketahui bahwa produktivitas kentang pada lima Kabupaten penghasil kentang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023 tertinggi adalah Kabupaten Brebes sejumlah 197,02 kuintal/Ha, sedangkan Kabupaten Wonosobo hanya sejumlah 170,71 kuintal/Ha meskipun masih di atas Kabupaten Batang yaitu 92,98 kuintal/Ha. Produktivitas kentang di Kabupaten Wonosobo mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu dari 133,36 kuintal/Ha pada tahun 2021 menjadi 170,71 kuintal/Ha pada tahun 2023. Meskipun demikian, produktivitas kentang di Wonosobo masih lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Brebes yang memiliki produktivitas tertinggi sebesar 197,02 kuintal/Ha pada Budidaya kentang di Kabupaten Wonosobo berada di Kecamatan Kejajar. Kecamatan Garung. Kecamatan Kalikajar. Kecamatan Sapuran dan Kecamatan Kepil. Kecamatan Kejajar merupakan penghasil kentang tertinggi di Kabupaten Wonosobo dengan luas panen 2. 550 Ha dan produktivitas sejumlah 174,96 kuintal/Ha (BPS Kabupaten Wonosobo, 2. Data luas panen dan produktivitas kentang Kabupaten Wonosobo dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Luas Panen dan Produktivitas Kentang di Kabupaten Wonosobo Luas Panen (H. Produktivitas . uintal/H. Kecamatan Kejajar 141,35 154,56 174,96 Garung 82,66 172,81 156,98 Kalikajar 150,00 150,00 150,00 Sapuran 85,67 81,92 78,50 Kepil 91,27 134,00 146,39 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Tabel 2. menunjukkan bahwa Kecamatan Kejajar adalah kecamatan dengan luas panen dan produktivitas tertinggi dari lima kecamatan penghasil kentang di Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan luas panen dan poduktivitas kentang dapat diketahui bahwa Kecamatan Kejajar merupakan kecamatan penghasil kentang terbesar di Kabupaten Wonosobo yaitu tahun 2021 sebesar 86,42 persen, tahun 2022 sebesar 82,18 persen dan tahun 2023 sebesar 83,15 persen. Kecamatan Kejajar terdiri dari 15 desa dan 1 kelurahan, berada pada pada ketinggian 360 sampai 2. 302 mdpl . eter di atas permukaan lau. dengan suhu berkisar antara 10AC sampai 20AC. Ketinggian tempat dan suhu yang dimiliki oleh Kecamatan Kejajar tentunya sangat mendukung untuk budidaya kentang. Usaha budidaya kentang di Kecamatan Kejajar dapat dilakukan sepanjang tahun dan merupakan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat petani, hal ini terbukti dengan semua desa di Kecamatan Kejajar adalah penghasil Luas panen yang lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain merupakan potensi keunggulan wilayah untuk lebih dikembangkan dalam agribisnis kentang. Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar masih menghadapi berbagai permasalahan. Permasalahan dalam agribisnis kentang pada aspek hulu yang mencakup ketersediaan dan penggunaan input produksi yaitu keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian menghambat peningkatan produktivitas dan efisiensi usahatani. Aspek usahatani mencakup proses budidaya yaitu budidaya kentang sebagian besar dilakukan dengan praktik tradisional yang kurang efisien dan belum sepenuhnya menerapkan teknik budidaya JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Burhanudin Lutfi Ae Strategi Pengembangan Agribisnis . modern sehingga menyebabkan produktivitas kurang maksimal. Aspek hilir yaitu minimnya inovasi dalam pengolahan kentang menyebabkan terbatasnya diversifikasi produk turunan yang memiliki nilai tambah. Hasil panen sebagian besar dijual dalam bentuk segar tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga harga jualnya rentan terhadap fluktuasi pasar dan tidak memberikan keuntungan maksimal bagi petani. Aspek pemasaran hasil yaitu fluktuasi harga yang tidak stabil dan keterbatasan akses petani ke pasar yang lebih luas. Petani sering menghadapi harga kentang turun drastis saat panen raya karena pasokan berlimpah, sedangkan pada saat tertentu harga melonjak akibat keterbatasan stok. Ketergantungan pada pedagang pengepul dan minimnya infrastruktur pemasaran membuat petani sulit menjangkau pasar yang lebih besar. Aspek lembaga penunjang yaitu kurangnya peran kelembagaan petani sehingga menjadikan petani lebih rentan terhadap ketidakpastian pasar dan sulit untuk meningkatkan daya saing petani kentang dalam usaha agribisnis. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam berbagai aspek agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar adalah dengan merumuskan strategi pengembangan agribisnis kentang. Strategi pengembangan agribisnis merupakan langkah yang dirancang untuk meningkatkan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia. Strategi pengembangan agribisnis kentang perlu dilakukan agar kekuatan dan peluang yang dimiliki dapat dikembangkan dengan baik sekaligus meminimalkan kelemahan dan ancaman sehingga meningkatkan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar. Penerapan strategi yang tepat diharapkan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar dapat berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan semakin memperkuat posisi kentang sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Wonosobo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis faktor internal (IFE), faktor eksternal (EFE), posisi strategis (IE), alternatif-alternatif strategi (SWOT), prioritas strategi terpilih dari alternatif strategi (QSPM) pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kejajar sebagai sentra produksi kentang di Kabupaten Wonosobo. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada peran strategis Kecamatan Kejajar dalam pengembangan agribisnis kentang sehingga relevan untuk menggali informasi yang mendalam dari para pelaku utama. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan informan kunci . ey informant. sebagai sumber data utama. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu. Informan yang dipilih merupakan pihak-pihak yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman dan keterlibatan langsung dalam agribisnis kentang yaitu petani kentang. Dinas Pangan. Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo (Kepala Dinas. Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura. Fungsional pada Bidang Perkebunan dan Hortikultura. Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Kejaja. , pedagang sarana produksi pertanian, pedagang pengepul hasil pertanian, lembaga pembiayaan dan akademisi. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 438-449 Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE). External Factor Evaluation (EFE). Internal-External (IE). Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Matriks IFE digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor internal berupa kekuatan dan Matriks EFE digunakan untuk menilai faktor eksternal berupa peluang dan Hasil dari matriks IFE dan EFE kemudian dipetakan ke dalam Matriks IE untuk menentukan posisi sistem agribisnis dalam sel strategi. Selanjutnya, analisis SWOT digunakan untuk merumuskan alternatif strategi berdasarkan kombinasi faktor internal dan faktor eksternal. Strategi yang dihasilkan dianalisis lebih lanjut menggunakan Matriks QSPM untuk menentukan prioritas strategi yang paling layak diterapkan berdasarkan daya tarik relatifnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) Matriks IFE digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor internal meliputi kekuatan . trengths/S) dan kelemahan . eaknesses/W) dalam agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 3 diperoleh total skor sebesar 3,23 yang menunjukkan bahwa posisi internal agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar tergolong sangat kuat karena berada di atas ambang batas 2,50. Artinya, agribisnis kentang ini mampu secara optimal memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan mengatasi kelemahan yang ada. Kekuatan utama yang dimiliki adalah kondisi geografis dan iklim yang mendukung budidaya kentang dengan skor tertinggi sebesar 0,48, sedangkan kelemahan utama terletak pada kurangnya peran kelembagaan petani, teknik budidaya petani masih rendah dan luas lahan petani rata-rata sempit yang mendapat skor terendah masing-masing sebesar 0,27. Tabel 3. Matriks IFE Agribisnis Kentang di Kecamatan Kejajar Faktor-Faktor Internal Bobot Peringkat Skor Kekuatan (Strength/S) S1. Kondisi geografis dan iklim yang mendukung 0,12 4,00 0,48 budidaya kentang S2. Produktivitas kentang yang tinggi 0,10 3,00 0,30 S3. Pengalaman petani dalam budidaya kentang 0,10 3,00 0,30 S4. Akses yang baik ke pasar lokal maupun luar daerah 0,10 3,00 0,30 S5. Kualitas kentang yang sesuai standar pasar 0,11 4,00 0,44 17,00 1,82 Kelemahan (Weaknesses/W) W1. Keterbatasan modal usaha 0,10 3,00 0,30 W2. Keterbatasan penggunaan teknologi modern 0,10 3,00 0,30 W3. Kurangnya peran kelembagaan petani 0,09 3,00 0,27 W4. Teknik budidaya petani masih rendah 0,09 3,00 0,27 W5. Luas lahan petani rata-rata sempit 0,09 3,00 0,27 15,00 1,41 Total 1,00 32,00 3,23 Sumber: Data Primer, 2025 . JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Burhanudin Lutfi Ae Strategi Pengembangan Agribisnis . Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) Matriks EFE digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor eksternal mencakup peluang (Opportunities/O) dan ancaman (Threats/T) yang mempengaruhi agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4 diperoleh total skor sebesar 3,53 yang mengindikasikan bahwa Kecamatan Kejajar memiliki kemampuan yang baik dalam memanfaatkan peluang sekaligus menghindari berbagai ancaman dalam pengembangan agribisnis kentang. Peluang terbesar berasal dari pertumbuhan permintaan pasar domestik dan ekspor yang memperoleh skor tertinggi yaitu 0,44 sedangkan ancaman utama berasal dari persaingan dengan daerah produksi lain dan produk impor dan regulasi atau kebijakan pemerintah yang bisa membatasi usaha petani dengan skor terendah masing-masing sebesar 0,27. Tabel 4. Matriks EFE Agribisnis Kentang di Kecamatan Kejajar Faktor-Faktor Eksternal Bobot Peringkat Skor Peluang (Opportunities/O) O1. Pertumbuhan permintaan pasar domestik dan ekspor 0,11 4,00 0,44 O2. Dukungan pemerintah melalui penyuluhan dan 0,10 4,00 0,40 O3. Kemajuan teknologi pertanian untuk efisiensi 0,10 3,00 0,30 O4. Potensi diversifikasi produk olahan berbasis kentang 0,10 3,00 0,30 O5. Akses yang lebih mudah ke platform digital untuk 0,09 3,00 0,27 17,00 1,71 Ancaman (Threats/T) T1. Fluktuasi harga kentang yang tidak stabil 0,11 4,00 0,44 T2. Persaingan dengan daerah produksi lain dan produk 0,09 3,00 0,27 T3. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem 0,11 4,00 0,44 T4. Serangan hama dan penyakit 0,10 4,00 0,40 Regulasi atau kebijakan pemerintah yang bisa 0,09 3,00 0,27 T5. membatasi usaha petani 18,00 1,82 Total 1,00 35,00 3,53 Sumber: Data Primer, 2025 . Matriks Internal Eksternal (IE) Matriks IE digunakan untuk menentukan posisi strategis pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar berdasarkan pada total skor dari Matriks IFE . ekuatan dan kelemaha. dan total skor matriks EFE . eluang dan ancama. Pada penelitian agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar diperoleh total skor matriks IFE sejumlah 3,23 dan total skor matriks EFE sejumlah 3,53. Kombinasi kedua skor tersebut menjadikan posisi agribisnis kentang pada matriks IE berada di Kuadran I, yang menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi pertumbuhan dan pembangunan . rowth and build strateg. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 438-449 Strategi ini mencerminkan kondisi internal yang kuat dan peluang eksternal yang tinggi sehingga agribisnis kentang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Purwanto et al. , yang mengkaji strategi pengembangan budidaya kentang di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang juga menunjukkan bahwa posisi agribisnis kentang berada pada Kuadran I dalam Matriks IE, yang merekomendasikan penerapan strategi pertumbuhan dan pembangunan . rowth and build Perbandingan ini menunjukkan bahwa agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar memiliki karakteristik dan potensi pengembangan yang serupa dengan Kecamatan Ngablak, yaitu sama-sama memiliki daya saing internal yang kuat dan peluang eksternal yang tinggi. Total Nilai EFE Yang Diberi Bobot Total Nilai IFE Yang Diberi Bobot Tinggi . ,00-4,. Sedang . ,00-2,. Rendah Kuat Rata-rata Lemah ,0-4,. ,0-2,. ,0-1,. 4,00 4,00 1,00 3,00 1,00 ,00-1,. 3,00 2,00 i VII Vi Sumber: Data Primer, 2025 . Gambar 1. Matriks IE Agribisnis Kentang di Kecamatan Kejajar Analisis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) Analisis SWOT merupakan alat strategis yang efektif untuk mengidentifikasi dan memetakan faktor-faktor yang mempengaruhi agribisnis kentang meliputi kekuatan . , kelemahan . , peluang . dan ancaman . (Fatimah, 2. Menggabungkan faktor internal dan eksternal dalam matriks SWOT memungkinkan perumusan berbagai alternatif strategi yang bersifat ofensif . enggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluan. , defensif . engurangi kelemahan untuk menghindari ancama. , diversifikasi maupun Hasil analisis SWOT dapat digunakan sebagai dasar penyusunan Matriks SWOT untuk mengembangkan beberapa kombinasi strategi yaitu strategi Strengths-Opportunities (SO), strategi Weaknesses-Opportunities (WO), strategi Strengths-Threats (ST) dan strategi Weaknesses-Threats (WT). Perumusan alternatif strategi dalam pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo dapat dilihat pada Tabel 5. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Burhanudin Lutfi Ae Strategi Pengembangan Agribisnis . Tabel 5. Matriks SWOT Agribisnis Kentang di Kecamatan Kejajar KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W) S1. Kondisi geografis dan W1. Keterbatasan modal usaha iklim yang mendukung budidaya kentang Internal budidaya kentang W2. Keterbatasan penggunaan S2. Produktivitas kentang teknologi modern yang tinggi W3. Kurangnya peran S3. Pengalaman petani kelembagaan petani dalam budidaya kentang W4. Teknik budidaya petani Eksternal S4. Akses yang baik ke pasar masih rendah lokal maupun luar daerah W5. Luas lahan petani rataS5. Kualitas kentang yang rata sempit sesuai standar pasar PELUANG (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO) O1. Pertumbuhan permintaan Branding produk Meningkatkan akses pada pasar domestik dan ekspor kentang Kecamatan program kredit pertanian O2. Dukungan pemerintah Kejajar (S5. (W. melalui penyuluhan dan Pelatihan penggunaan Penguatan kelembagaan teknologi modern petani berbasis digital O3. Kemajuan teknologi berbasis pengalaman (W3. pertanian untuk efisiensi petani (S3. O2. Diversifikasi produk O4. Potensi diversifikasi produk olahan berbasis kentang olahan berbasis kentang (S2. O5. Akses yang lebih mudah ke platform digital untuk ANCAMAN (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT) T1. Fluktuasi harga kentang yang 1. Diversifikasi pola tanam Pelatihan pengendalian tidak stabil dan varietas adaptif iklim hama dan adaptasi T2. Persaingan dengan daerah (S1. perubahan iklim (W2. W4, produksi lain dan produk Digitalisasi pemasaran T3. yang adaptif dan fleksibel Advokasi kebijakan T3. Perubahan iklim dan cuaca (S4. T1. melalui forum petani (T. Konsolidasi lahan dan T4. Serangan hama dan penyakit corporate farming (W. T5. Regulasi atau kebijakan pemerintah yang bisa membatasi usaha petani Sumber: Data Primer, 2025 . Strategi Strength-Opportunities (SO) Branding produk kentang Kecamatan Kejajar Produk kentang dari Kecamatan Kejajar telah menunjukkan keunggulan dalam hal kualitas yang sesuai dengan standar pasar nasional dari segi ukuran, kebersihan dan daya simpan. Meningkatnya permintaan pasar terutama domestik terhadap produk pertanian yang berkualitas JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 438-449 merupakan peluang yang harus dimanfaatkan melalui strategi branding produk lokal yang kuat dan profesional. Branding dapat menjadi pintu masuk untuk memperoleh pengakuan dan memperkuat identitas produk berbasis wilayah yang akan menjadikan Kecamatan Kejajar sebagai sentra agribisnis kentang yang dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani Petani di Kecamatan Kejajar umumnya telah memiliki pengalaman panjang dalam budidaya kentang yang menjadi modal sosial penting dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian. Strategi pelatihan teknologi yang dirancang berbasis pengalaman petani bertujuan untuk menjembatani antara pengetahuan lokal dan inovasi pertanian yang lebih efisien. Pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani dapat disinergikan dengan program pemerintah melalui penyuluhan dan pendampingan yang intensif. Pelatihan dilakukan dengan menggabungkan teknologi dengan pengetahuan lokal sehingga hasilnya lebih efektif. Diversifikasi produk olahan berbasis kentang Diversifikasi produk olahan berbasis kentang dapat berupa keripik kentang, tepung kentang dan kentang beku. Produk olahan berbasis kentang memiliki daya simpan lebih lama, nilai jual lebih tinggi dan membuka peluang masuk ke segmen pasar yang berbeda. Proses diversifikasi tidak hanya menciptakan nilai tambah, tetapi juga memperluas pasar dan membuka lapangan kerja baru di sektor hilir. Diversifikasi produk olahan berbasis kentang sangat cocok diterapkan di Kecamatan Kejajar karena pasokan bahan baku tersedia melimpah dan kualitasnya sudah Strategi Weaknesses-Opportunities (WO) Meningkatkan akses pada program kredit pertanian Modal yang terbatas akan membatasi kemampuan petani untuk membeli input produksi yang berkualitas seperti benih unggul, pupuk yang cukup maupun alat pertanian yang efisien. Program kredit pertanian dapat menjadi solusi strategis dalam menjembatani kebutuhan modal dalam agribisnis kentang. Skema kredit berbunga rendah menjadikan petani mendapatkan akses ke sarana produksi penting dengan biaya yang lebih terjangkau. Penguatan kelembagaan petani berbasis digital Kelembagaan petani yang lemah adalah akar dari banyak persoalan seperti rendahnya daya tawar, keterisolasian informasi pasar dan kesulitan dalam mengakses layanan pendukung seperti pelatihan, kredit dan teknologi. Salah satu solusi strategis yang dapat dilakukan dalam penguatan kelembagaan petani adalah pemanfaatan teknologi digital. Penerapan teknologi digital dalam kelembagaan petani akan membuka akses yang lebih luas terhadap pasar, memungkinkan petani untuk terhubung langsung dengan konsumen dan pedagang besar serta pelaku industri lainnya tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang dan merugikan. Platform e-commerce dan marketplace pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh kelembagaan petani untuk memasarkan hasil panen secara langsung sehingga meningkatkan margin keuntungan. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Burhanudin Lutfi Ae Strategi Pengembangan Agribisnis . Strategi Strength-Threats (ST) Diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim Perubahan iklim telah membawa dampak signifikan terhadap pola produksi pertanian, termasuk pada komoditas kentang. Diversifikasi pola tanam dan pemilihan varietas adaptif menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan iklim ekstrem dan serangan organisme pengganggu Dukungan agroklimat yang sesuai seperti ketinggian, suhu dan curah hujan yang cocok memberikan keunggulan dalam eksplorasi varietas baru yang lebih tahan terhadap serangan biotik dan abiotik. Pengembangan varietas lokal unggul maupun penggunaan varietas hasil pemuliaan modern bisa menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan produksi. Digitalisasi pemasaran yang adaptif dan fleksibel Fluktuasi harga menjadi salah satu tantangan utama dalam usahatani kentang yang seringkali mengancam pendapatan petani. Fluktuasi harga juga disebabkan karena adanya persaingan dari daerah produksi lain di dalam negeri maupun dari produk impor yang memiliki harga dan kualitas yang kompetitif. Akses pasar yang sudah dimiliki dengan baik harus dimanfaatkan untuk membangun strategi pemasaran yang lebih adaptif dan fleksibel. Pendekatan penjualan langsung ke konsumen seperti melalui pasar tani, platform digital atau komunitas pelanggan dapat memangkas rantai distribusi dan memberikan nilai lebih bagi petani. Strategi Weaknesses-Threats (WT) Pelatihan pengendalian hama dan adaptasi perubahan iklim Rendahnya teknik budidaya dan minimnya adopsi teknologi pertanian modern membuat petani sangat rentan terhadap serangan hama dan perubahan iklim ekstrem. Perubahan cuaca yang tidak menentu, meningkatnya frekuensi serangan hama dan penyakit serta degradasi tanah akan mengancam produktivitas tanaman kentang. Masalah ini tidak hanya bisa diatasi dengan pendekatan konvensional, tetapi memerlukan intervensi berbasis pengetahuan dan teknologi. Pelatihan Integrated Pest Management (IPM) atau Pengendalian Hama Terpadu menjadi langkah strategis yang harus diutamakan. Advokasi kebijakan melalui forum petani Pembentukan forum petani atau asosiasi advokasi menjadi strategi penting untuk memperkuat peran serta petani dalam kebijakan publik. Forum ini bisa menjadi ruang dialog antara petani dan pemangku kepentingan. Penguatan kapasitas advokasi menjadikan petani dapat menyampaikan aspirasi berbasis data dan pengalaman lapangan, sekaligus ikut serta dalam proses legislasi dan perumusan kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan pertanian lokal. Konsolidasi lahan dan corporate farming Konsolidasi lahan melalui pembentukan koperasi produksi menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sempitnya kepemilikan lahan dan terfragmentasinya lahan yang menyebabkan skala produksi tidak efisien secara ekonomi. Konsolidasi lahan memudahkan petani dalam menyatukan hasil panen dan sumber daya untuk menghasilkan volume produksi yang lebih besar, seragam dan memenuhi standar pasar. Konsolidasi dapat dikembangkan lebih jauh ke dalam skema corporate farming berbasis kelembagaan petani. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 438-449 Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Analisis QSPM memungkinkan pemeringkatan strategi berdasarkan daya tarik relatifnya. Analisis QSPM digunakan untuk mengevaluasi strategi secara objektif berdasarkan faktorfaktor kunci keberhasilan internal dan eksternal yang telah diidentifikasi pada tahap sebelumnya (Setyorini et al. , 2. Faktor-faktor yang telah dirumuskan dalam analisis SWOT kemudian digunakan sebagai dasar penilaian dengan masing-masing diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya dan skor ketertarikan terhadap setiap strategi. Strategi yang memperoleh nilai Sum Total Attractiveness Score (STAS) tertinggi dari hasil analisis QSPM kemudian dipilih sebagai strategi prioritas karena dianggap paling mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan potensi pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar. Tabel 6. Matriks QSPM Agribisnis Kentang di Kecamatan Kejajar Alternatif Strategi STAS 1 Pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani 6,84 2 Diversifikasi produk olahan berbasis kentang 6,81 3 Diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim 6,72 4 Meningkatkan akses pada program subsidi dan kredit pertanian yang lebih 6,68 baik dan tepat sasaran 5 Digitalisasi pemasaran yang adaptif dan fleksibel 6,51 6 Penguatan kelembagaan petani berbasis digital 6,40 7 Pelatihan pengendalian hama dan adaptasi perubahan iklim 6,32 8 Branding produk kentang Kecamatan Kejajar 6,25 9 Advokasi kebijakan melalui forum petani 6,24 10 Konsolidasi lahan dan corporate farming 6,22 Sumber: Data Primer, 2025 . Keterangan: STAS : Sum Total Attractiveness Score /Total skor daya tarik Berdasarkan total skor daya tarik (STAS) pada Tabel 6. diatas, maka urutan strategi yang paling diprioritaskan adalah pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani . , diversifikasi produk olahan berbasis kentang . , diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim . Meningkatkan akses pada program subsidi dan kredit pertanian yang lebih baik dan tepat sasaran . , digitalisasi pemasaran yang adaptif dan fleksibel . , penguatan kelembagaan petani berbasis digital . , pelatihan pengendalian hama dan adaptasi perubahan iklim . , branding produk kentang Kecamatan Kejajar . , advokasi kebijakan melalui forum petani . , konsolidasi lahan dan corporate farming . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Faktor internal pada agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar terdiri dari lima kekuatan dan lima kelemahan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari lima peluang dan lima ancaman. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Burhanudin Lutfi Ae Strategi Pengembangan Agribisnis . Diperoleh 10 alternatif strategi dalam pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar yaitu pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani, diversifikasi produk olahan berbasis kentang, diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim, meningkatkan akses pada program kredit pertanian, digitalisasi pemasaran yang adaptif dan fleksibel, penguatan kelembagaan petani berbasis digital, pelatihan pengendalian hama dan adaptasi perubahan iklim, branding produk kentang Kecamatan Kejajar, advokasi kebijakan melalui forum petani dan konsolidasi lahan dan corporate farming. Terdapat tiga urutan prioritas strategi terpilih dalam pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar yaitu pertama adalah pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani, kedua adalah diversifikasi produk olahan berbasis kentang dan ketiga adalah diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim. Saran Dinas Pangan. Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo bersama penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Kejajar perlu melaksanakan kegiatan pelatihan teknologi pertanian modern secara bertahap dengan mengutamakan petani pelaksana aktif melalui kegiatan sekolah lapang (SL) yang mengintegrasikan praktik langsung penggunaan alat dan teknologi pertanian dan berbasis sharing petani berpengalaman/sukses sebagai narasumber lokal. Kelompok tani di Kecamatan Kejajar perlu didorong untuk membangun unit pascapanen terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas grading, sortasi, pengolahan dan pengemasan serta menjalin kemitraan pemasaran langsung dengan pasar modern atau industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah usahatani kentang. Dinas Pangan. Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo perlu memfasilitasi pembentukan koperasi petani kentang di Kecamatan Kejajar yang memiliki unit layanan simpan pinjam dan penyewaan alat mesin pertanian modern untuk membantu petani mengatasi keterbatasan modal dan meningkatkan efisiensi budidaya. DAFTAR PUSTAKA