BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 PENGARUH ASPEK EKONOMI SERTA PERAN PEMERINTAH TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN DI INDONESIA Anggi Puspitasari1*. Dedy Yuliawan1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Program Studi Ekonomi Pembangunan. Universitas Lampung. Indonesia Email: 1*puspitasarianggi26@gmail. (*: Corresponden Autho. AbstrakOeTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mendapatkan informasi seberapa besar pengaruh aspek ekonomi seperti kepadatan penduduk. PDRB sektor industry, lalu peran pemerintah terkait kualitas lingkungan yang dicerminkan dalam anggaran lingkungan terhadap kualitas lingkungan hidup (IKLH). Informasi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 34 wilayah di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2021. Dalam penelitian ini digunakan least square (PLS) dengan model (FEM). Hasilnya menunjukkan bahwa ketiganya secara signifikan mempengaruhi variabel IKLH. Variabel kepadatan penduduk berpengaruh negatif, sedangkan variabel PDRB sektor industri dan anggaran lingkungan berpengaruh positif terhadap kualitas lingkungan Indonesia. Kata Kunci: IKLH. Kepadatan Penduduk. PDRB Sektor Industri. Anggaran Lingkungan AbstractOeThe purpose of this study was to analyze and obtain information on the extent to which economic aspects such as population density. GDP of the industrial sector, and the role of government affect environmental quality. This is reflected in the Environmental Budget for Environmental Quality (IKLH). The information used in this study covers 34 regions in Indonesia from 2018 to 2021. In this study, the least squares method (PLS) with model (FEM) was used. The results show that all three have a large impact on the variable IKLH. The fluctuating population density has a negative impact on Indonesia's environmental quality, while the fluctuating GRDP and environmental budget in the industrial sector have a positive impact. Keywords: IKLH. Population Density. Industrial Sector GRDP. Environmental Budget PENDAHULUAN Bagi negara Indonesia keberhasilan ekonomi merupakan hal yang harus dicapai. Keberhasilan pembangunan dari sisi ekonomi adalah indikator utama dalam pentumbuhan ekonomi yang sangat baik. Dalam kaitan kesejahteraan rakyat salah satu tujuan untuk membangun ekonomi yang harus dicapai oleh pemerintahan pusat dan daerah adalah memajukan pembangunan ekonomi (Yuliawan & Wanniatie, 2. Pertumbuhan ekonomi wilayah Indonesia terdapat banyak persoalan penting yang perlu diselesaikan tentang upaya dalam meningkatkan perekonomian daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Peningkatan secara berkala mengenai produksi dan jasa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan merupakan hal yang di perlukan dalam pertumbuhan ekonomi dalam upaya pembangunan ekonomi menjadi lebih baik. Secara umum, pembangunan berkelanjutan bergantung pada sektor ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Oleh karena itu, dalam hal pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup sebaliknya, diperlukan pembangunan yang ramah lingkungan atau ramah lingkungan (Todaro & Smith, 2. Kepadatan penduduk merupakan salah satu aspek yang dapat berpengaruh pada kualitas lingkungan hidup. Di Indonesia kepadatan dari penduduk yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penurunan kualitas lingkungan di Indonesia karena pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut menimbulkan berbagai gejala seperti meningkatnya kebutuhan akan tanah, air dan udara bersih, yang mempengaruhi kualitas lingkungan. Meningkatnya jumlah penduduk disuatu wilayah akan meningkatkan jumlah permintaan terhadap perumahan sebagai tempat tinggal. Dimana, pertumbuhan penduduk menyebabkan banyak kegiatan pembangunan yang dipercepat dan kegiatan lahan berubah dari hutan menjadi bangunan tempat tinggal. Kemudian kegiatan dari pembangunan dihasilkan residu atau sisa, akhirnya residu bahan bangunan yang dibakar menimbulkan pencemaran udara, dan bahan bangunan yang menjdai sisa akan dialihkan ke sungai sehingga menjadi limbah yang dapat mengotori air sungai. Anggi Puspitasari | https://journal. id/index. php/bullet | Page 239 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 Selain dari kepadatan penduduk, pertumbuhan ekonomi juga dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup, permasalahan kualitas lingkungan yang muncul misalnya masalah kualitas dan kuantitas air yang masih belum mampu memenuhi peningkatan kebutuhan yang terus meningkat setiap tahunnya. (Ali & de Oliveira, 2. yang menyatakan bahwa terdapat masalah yang kompleks antara lingkungan, perekonomian dan kemakmuran manusia, dan tidak semua kerusakan lingkungan merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi. Masalah mengenai lingkungan menjadi isu cukup penting di berbagai wilayah di Indonesia. Kepedulian masyarakat terhadap masalah lingkungan telah mendorong upaya untuk memahami masalah mereka serta penyebab dan akibat dari kerusakan lingkungan secara lebih jelas dan mengambil tindakan. Maka dari itu dibutuhkan suatu tindakan yang bertujuan menjaga serta melestarikan kualitas lingkungan demi keberlangsungan dimasa yang akan datang. Pendekatan pembangunan yang mengutamakan lingkungan memaksa pemerintah untuk menggunakan sumber daya alam secara lebih efisien tanpa berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Dalam mendorong skema ini, pemerintah harus dapat mengatasi krisis lingkungan dengan menyelaraskan pola belanja publik dan memaksimalkan penggunaan anggaran untuk lingkungan. Menurut (Antasari, 2. melindungi lingkungan terhadap emisi dan polusi merupakan salah satu pilar pembangunan berkelanjutan. METODE Definisi Operasional Variabel 1 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan . IKLH merupakan suatu ringkasan informasi terkait kondisi dari lingkungan selama periode tertentu, biasanya 1 . tahun, yang kemudian dinyatakan baik atau sebaliknya. Semakin jauh angka indeks 100, semakin banyak upaya dalam penekanan yang harus diberikan pada perlingdungan dan pengelolaan dari lingkungan. Indikator yang digunakan dalam menghitung IKLH adalah kualitas air, udara, serta tutupan hutan. 2 Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk adalah suatu keadaan dimana suatu ruang dapat dikatakan padat apabila jumlah manusia bebih besar dari luas ruangannya. Kepadatan di suatu wilayah dinyatakan dalam perbandingan dengan luas dan jumlah penduduk perkilometer persegi. Kepadatan penduduk adalah proporsi jumlah penduduk di suatu wilayah. yaycycoycoycaEa ycEyceycuyccycyccycyco ycycycaycyc ycycnycoycaycycaEa yayceycyycayccycaycycaycu ycEyceycuyccycyccycyco = yaycycayc ycOycnycoycaycycaEa . coyco2 ) Dari sini dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk adalah suatu keadaan dimana kepadatan penduduk di suatu wilayah berpenduduk semakin meningkat. Dalam hal ini, kawasan tersebut tidak akan dapat memenuhi kebutuhan penghuni kawasan hunian tersebut. 3 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah kesanggupan suatu wilayah untuk menfasilitasi penduduknya dengan berbagai barang ekonomi dalam waktu yang cukup panjang. Menurut Badan Pusat Statistik . Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) mengacu pada total nilai tambah bruto yang diproduksi oleh unit usaha domestik, atau jumlah nilai keseluruhan dari barang dan jasa yang sudah Dalam PDRB sektor industry pengolahan menurut lapangan berdasarkan harga konstan 2010 ini menunjukkan nilai akhir dari semua kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan tindakan mengubah produk sehingga menjadi produk jadi atau barang setengah jadi, selain itu untuk produk kurang bernilai menjadi barang yang memiliki nilai lebih tinggi, dan memiliki sifat lebih dekat ke pemakai akhir. 4 Anggaran Lingkungan Anggaran lingkungan adalah suatu anggaran terkait lingkungan yang berasal dari pemerintah yang berfokus pada wilayah berkelanjutan. Anggaran lingkungan disediakan oleh APBN/APBD lingkungan hidup. Dana dialokasikan untuk berbagai kegiatan khusus guna pencapaian sasaran Anggi Puspitasari | https://journal. id/index. php/bullet | Page 240 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 prioritas nasional dengan jumlah yang terbatas dalam beberapa hal yang diperlukan guna pelaksanaan kegiatan pemerintah di bidang lingkungan. Anggaran Lingkungan yang dipakai adalah APBD untuk Lingkungan Hidup pada tahun sebelumnya. Anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya mencerminkan bahwa anggaran pada tahun sebelumnya akan memiliki dampak terhadap kualitas lingkungan di tahun setelahnya. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Dimana terdiri dari variabel dependen yaitu IKLH dan variabel independen yakni kepadatan penduduk. PDRB sektor Industri dan anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya. Kajian ini mencakup 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2021. Data yang digunakan menggunakan data sekunder, dan dalam pengukurannya menggunakan data panel. Selain itu, data yang digunakan bersumber berbagai website resmi seperti BPS (Badan Pusat Statisti. KLH (Kementrian Lingkungan Hidu. , jurnal, buku referensi dan internet. Dalam pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel 2013 serta Eviews 10. Selanjutnya, pengolahan data di penelitian ini digunakan Panel Least Square (PLS). Kemudian terpilih Fixed Effect Model (FEM). Dengan model dibawah ini. IKLHit = 0 1KPit 2PDRBit AL_1it 3D1it nDn Ait Keterangan: AuHASIL DAN PEMBAHASANAy HASIL 1 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Series: Standardized Residuals Sample 2018 2021 Observations 136 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan Gambar 4. 1 Uji normalitas Jarque-Bera sebesar 2,423777 dengan nilai probabilitas 0,297636 > 0,05, disimpulkan uji normalitas dengan menggunakan Jarque-Bera data terdistribusi normal. Anggi Puspitasari | https://journal. id/index. php/bullet | Page 241 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 Uji Multikolineritas Tabel 1. Uji Multikolineritas Variable PDRB AL_1 Coefficient Variance 60E-07 57E-11 52E-06 Uncentered VIF Centered VIF Dari hasil uji multikolineritas menggunakan metode VIF, pada penelitian ini termasuk ke dalam kolinieritas rendah . - < . sehingga Ha ditolak, dan dapat diasumsikan bahwa uji coba ini tidak ada masalah terkait multikolinieritas. Uji Heterokedastisitas Tabel 2. Hasil Uji Heterokedastisitas Metode Glejser Variable PDRB AL_1 Coefficient 16E-05 Std. Error 27E-05 t-Statistic Prob. Berdasarkan Tabel 4. 5 hasil uji heteroskedastisitas di atas, nilai probabilitas dari ketiga variabel bebas yaitu bernilai lebih besar dari 0,05, maka ditolaknya Ha. Artinya penelitian ini terbebas dari heterokedastisitas pada model regresi data panel. Uji Autokorelasi Tabel 3. Uji Durbin-Watson 1,6751 1,7652 1,846901 4-DU 2,2348 4-DL 2,3249 Berdasarkan Tabel hasil uji autokorelasi, nilai durbin-watson pada penelitian ini memiliki nilai statistik sebesar 1,846901, sedangkan nilai kritis pada alpha 5%. Pada penelitian ini nilai DW berada tepat di antara DU dan juga 4-DU, dapat disimpulkan penelitian ini tidak memiliki masalah mengenai autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Tabel 4. Hasil Estimasi Regresi Menggunakan Metode Fixed Effect Model Variable PDRB AL_1 Coefficient Std. Error 88E-05 t-Statistic Prob. Berdasarkan hasil estimasi menggunakan model fixed effect dihasilkan persamaan regresi: IKLHit = 79,14881 Ae 0,035104KPit 0,000200PDRBit 0,004269AL_1it t-Stat = . ,236. (-1,347. ,248. ,923. R-Squared = 0,819537 F-Statistik = 12,48859 Anggi Puspitasari | https://journal. id/index. php/bullet | Page 242 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 2 Hasil Pengujian Hipotesis Uji Hipotesis Tabel 5. Perbandingan uji t-statistik dan t-tabel Variabel t-statistic t-tabel Prob. PDRB AL_1 -1,347722 2,248278 3,923618 Tolak H0 Tolak H0 Tolak H0 Signifikan Signifikan Signifikan Berdasarkan tabel diketahui variabel kepadatan penduduk nilai probabilitas sebesar 0,1808 < () 20 persen . dan t-Statistic (|-. ,347. > t-tabel . Sehingga kepadatan penduduk signifikan memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas lingkungan di seluruh wilayah di Indonesia tahun 2018-2021. Variabel PDRB sektor industri nilai probabilitas sebesar 0,0268 < () 5 persen . dan t-Statistic . ,248. > t-tabel . Sehingga dapat disimpulkan bahwa PDRB sektor industri positif signifikan terhadap kualitas lingkungan di seluruh wilayah di Indonesia tahun 20182021. Variabel anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya nilai probabilitas sebesar 0. 0002 < () 5 persen . dan t-Statistic . ,923. > t-tabel . Sehingga di dapat kesimpulan bahwa anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya positif signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup di seluruh wilayah di Indonesia tahun 2018-2021. Tabel 6. Hasil Uji F Statistik . Prob F-tabel 2,6732 F-statistik 12,48859 Keterangan H0 ditolak Berdasarkan estimasi uji-F, nilai F-statistik . ,48. > nilai F-tabel . ,6. selain itu, dapat dilihat bahwa nilai probabilitas yang bernilai lebih kecil dari = 5%, variabel independen mempengaruhi variabel dependen, yaitu IKLH. Hal ini berimplikasi bahwa variabel kepadatan penduduk. PDRB sektor industri, dan anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya saling mempengaruhi secara bersama-sama terhadap IKLH di seluruh wilayah Indonesia tahun 2018-2021. PEMBAHASAN 1 Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Mengingat hasil penilaian, terlihat bahwa kepadatan penduduk secara signifikan mempengaruhi kualitas lingkungan dengan koefisien -0,035104. Hal ini dimaksudkan bahwa untuk setiap 1 individu/km2, terjadi penurunan kualitas lingkungan sebesar 0,035104 persen, dengan asumsi variabel lain tetap . ateris paribu. Dalam ulasan ini, variabel kepadatan penduduk berpengaruh negatif. Ini menyiratkan bahwa semakin tinggi kepadatannya, semakin rendah kualitas Konsekuensi dari penelitian ini menunjukkan bahwa suatu wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi pada umumnya akan memiliki kualitas alam yang buruk. Di daerah padat penduduk umumnya tidak ada ruang terbuka. Di wilayah metropolitan sering terjadi kepadatan penduduk yang tinggi. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang mendukung penelitian ini, termasuk penelitian oleh (Aida et al. , 2. dan (Yunianto, 2. yang menunjukkan bahwa kepadatan penduduk berdampak buruk pada kualitas ekologis di wilayah Indonesia, serta (Akhirul et al. , 2. bahwa pertumbuhan penduduk yang lebih cepat memberikan tekanan yang kuat pada sumber daya alam. Kemudian ada penelitian dari (Yusril Izha Mahendra et al. , 2. yang menyatakan bahwa penduduk sedikit banyak mempengaruhi perluasan aliran keluar karbon dioksida (CO. di sembilan negara anggota ASEAN pada tahun 2011-2020. Kemudian, dalam penelitian ini tidak sesuai dengan (Agung Patra Yuda & Idris, 2. dan (Karlina, 2. yang menyatakan bahwa kepadatan penduduk berpengaruh negative terhadap kualitas lingkungan di Indonesia. 2 Pengaruh PDRB Sektor Industri Terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Dilihat dari hasil penilaian menunjukkan bahwa PDRB sektor industri berpengaruh signifikan terhadap kualitas lingkungan Indonesia dengan koefisien sebesar 0,000200. Artinya. Anggi Puspitasari | https://journal. id/index. php/bullet | Page 243 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 untuk setiap peningkatan 1 miliar dalam PDRB industri, kualitas lingkungan akan meningkat sebesar 0,000200 persen, dengan asumsi variabel lain tetap . ateris paribu. Dalam tinjauan ini, variabel PDRB industri memberikan pengaruh yang positif. Ini berarti bahwa ketika PDRB industri meningkat, kualitas lingkungan juga akan meningkat. Konsekuensi dari studi ini menunjukkan bahwa daerah atau daerah dengan PDRB tinggi di kawasan modern umumnya akan bekerja sesuai dengan sifat keadaan mereka saat ini ketika perkembangan keuangan melaju kencang. Beberapa penelitian salah satunya penelitiannya (Mediana, 2. dan (Setiawan et al. , 2. yang menyatakan bahwa sektor industry berpengaruh dan signifikan terhadap kualitas lingkungan di Indonesia. Selain itu penelitian (Aye & Edoja, 2. menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat berdampak positif terhadap kualitas lingkungan. Hubungan positif ini juga sesuai dengan hipotesis Kuznets yang tergambar dalam kurva Kuznets, yaitu pada satu titik peningkatan PDRB pada akhirnya akan mendorong penurunan CO2 atau peningkatan kualitas lingkungan sekitar. Hal ini didukung oleh (Marselina & Prasetyo, 2. yang menyatakan bahwa fenomena Environmental Kuznets Curve (EKC) terjadi, dimana semakin tinggi pendapatan negara maka semakin kecil degradasi lingkungannya, sebaliknya semakin miskin suatu negara maka semakin tinggi kerusakan lingkungan yang terjadi. Selain itu, penerapan UU No. 32 Tahun 2009 tentang kewajiban profesional yang memerlukan izin lingkungan terkait upaya perlindungan lingkungan. Dapat dilihat bahwa sangat jelas bahwa setiap pelaku kegiatan industri dapat mengikuti undang-undang ini untuk menjaga lingkungan dan mendapat kontrol ketat dari instansi pemerintah yang memungkinkan kegiatan ini berdampak positif pada PDRB dengan dampak yang berkualitas. Namun, hal ini tidak sejalan dengan penelitian oleh (Lubis, 2. yang menyatakan bahwa PDRB industri berdampak negative terhadap kualitas lingkungan. 3 Pengaruh Anggaran Lingkungan Terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Mengingat hasil penilaian, terlihat bahwa anggaran lingkungan secara signifikan mempengaruhi terhadap kualitas lingkungan dengan koefisien regresi sebesar -0,035104. Hal ini dimaksudkan bahwa untuk setiap 1 miliar dari tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kualitas lingkungan sebesar 00,004269 persen dengan asumsi variabel lain tetap . ateris paribu. Pada penelitian ini anggaran lingkungan tahun sebelumnya berpengaruh positif. Artinya semakin tinggi anggaran lingkungan maka semakin tinggi pula indeks kualitas lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daerah atau provinsi dengan proporsi anggaran lingkungan yang tinggi berupaya untuk meningkatkan kualitas lingkungannya. Anggaran untuk lingkungan yang di cerminkan dalam belanja pemerintah, ketika belanja pemerintah meningkat menunjukkan bahwa pengeluaran tersebut terkait dengan keberlanjutan pembangunan dan lingkungan. Peningkatan belanja pemerintah di berbagai sektor dapat mengurangi degradasi lingkungan dan meningkatkan kualitas lingkungan. Sejalan dengan (Purnamadewi et al. , 2. bahwa kebijakan fiskal berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan, namun tidak inelastis. Kajian ini mendukung teori ekonomi bahwa tidak semua kegiatan ekonomi dialihkan ke pasar, namun pemerintah harus tetap mengintervensi pasar untuk mencapai titik keseimbangan dan menciptakan efisiensi ekonomi agar tidak menimbulkan eksternalitas lingkungan yang negatif. Menurut (Oktavilia et al. , 2. Tingginya peran pemerintah juga menjadi menjadi pendorong terjadinya kerusakan lingkungan yang serius atau dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Peran belanja kegiatan lingkungan, salah satu tujuannya adalah untuk menjaga kualitas lingkungan. Secara hipotesis, semakin besar pengeluaran pemerintah untuk kegiatan lingkungan, maka kualitas lingkungan yang diinginkan di Indonesia akan semakin baik. KESIMPULAN Peningkatan kepadatan penduduk menciptakan semakin tingginya konsumsi energi, kebutuhan akan air hingga permintaan akan lahan sehingga kualitas lingkungan cenderung menurun. Kemudian peningkatan PDRB Sektor Industri ini akan diikuti oleh peningkatan kualitas lingkungan yang bersadarkan industri hijau. Selain itu, peningkatan anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya akan memberikan dampak pada tahun sebelumnya dan ketika anggaran lingkungan naik ini akan diikuti oleh meningkatnya kualitas lingkungan. Dan secara bersama-sama baik dari kepadatan penduduk. PDRB sektor industri dan anggaran lingkungan pada tahun sebelumnya memiliki pengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup. Anggi Puspitasari | https://journal. id/index. php/bullet | Page 244 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 239-246 Diharapkan pemerintah pusat menyusun pedoman yang komprehensif bagi pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pengelolaan lingkungannya serta merumuskan tindakan yang bersifat partisipatif agar dapat diterima oleh masyarakat tingkat yang lebih rendah dalam melaksanakan program menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait lingkungan. Selain itu, dalam hal peningkatan efektivitas pengelolaan lingkungan, meningkatkan anggaran berbasis lingkungan harus ditingkatkan hal ini untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. REFERENCES