Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume. Nomor. 2 April 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. DOI: https://doi. org/10. 59841/miftahulilmi. Tersedia: https://ibnusinapublisher. org/index. php/MiftahulIlmi Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua Raihan Ahmad Zikri Lubis1*. Arlina2. Juli Julaiha3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: raihanahmadzikri02@gmail. Arlina@uinsu. id2, julaihapulungan@uinsu. *Penulis Korespondensi: raihanahmadzikri02@gmail. Abstract. This study was conducted at Istiqlal Delitua Private Vocational School entitled "Islamic Religious Education Teachers' Strategies in Improving Students' Spiritual Intelligence at Istiqlal Delitua Private Vocational School" which was motivated by the spiritual attitudes of students at Istiqlal Delitua Private Vocational School which were not good enough. The purpose of this study was to determine the strategies used by Islamic Religious Education teachers in improving the spiritual intelligence of students at Istiqlal Delitua Private Vocational School. This study used qualitative research, with a phenomenological methodology and used several data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation, data analysis stages, namely Data Reduction. Data Display. Conclusion Drawing/Verification. The results of the study showed that the strategies applied by teachers in educating students' spiritual attitudes were by habituating students such as getting them used to discipline, getting them used to caring for the environment, getting them used to reading prayers before starting learning, getting them used to greeting teachers, and getting them used to reading the Qur'an. In addition, teachers employ strategies for providing advice and reprimands, such as instilling good values, providing advice and guidance, and administering punishments to students. All of the educational methods employed by Islamic Religious Education teachers at the school are beneficial and are expected to instill spiritual values in students during the learning process, both inside and outside the school environment. Keywords: PAI Teacher. Spiritual Intelligence. Strategy. Student Character. Value Education. Abstrak. Studi ini dilakukan di SMK Swasta Istiqlal Delitua yang berjudul AuStrategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal DelituaAy yang dilatarbelakangi bahwa sikap spiritual yang dimiliki peserta didik di SMK Swasta Istiqlal Delitua tidak cukup baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan spiritual yang dimiliki peserta didik di SMK Swasta Istiqlal Delitua. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metodologi fenomenologi dan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, tahapan analisis data yaitu Data Reduction (Reduksi Dat. Data Display (Penyajian Dat. Conclusion Drawing/Verification. Hasil penelitian strategi yang diterapkan guru dalam mendidik sikap spiritual peserta didik yaitu dengan melakukan pembiasaan kepada peserta didik seperti membiasakan disiplin, membiasakan peduli lingkungan, membiasakan membaca doa sebelum memulai pembelajaran, membiasakan tegur sapa dengan guru, dan membiasakan membaca Al-QurAoan. Selain itu, guru menerapkan strategi memberikan nasihat dan teguran seperti menanamkan nilai kebaikan, memberikan nasihat dan bimbingan dan memberikan hukuman kepada peserta didik. Semua cara mendidik yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam yang ada di sekolah tersebut baik untuk diterapkan dan dengan harapan dapat menanamkan nilai spiritual pada diri peserta didik pada saat proses pembelajaran di dalam maupun diluar lingkungan sekolah. Kata Kunci: Guru PAI. Karakter Siswa. Kecerdasan Spiritual. Pendidikan Nilai. Strategi. PENDAHULUAN Dalam konteks Islam, pendidikan spiritual sering disebut sebagai pendidikan ruhani, yang bertujuan sebagai cara untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang aspek batiniah, serta merupakan dasar dari sistem pendidikan Islam yang didasarkan pada ajaran AlQur'an dan Hadits. Pendidikan spiritual meliputi penyaluran ajaran agama dari satu generasi ke generasi berikutnya, yang meliputi aspek kognitif . engetahuan tentang ajaran agam. , afektif Naskah Masuk: 20 Maret 2026. Revisi: 03 April 2026. Diterima: 19 April 2026. Terbit: 22 April 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua . , dan psikomotorik . raktik keagamaa. Kecerdasan spiritual berperan penting dalam membimbing seorang insan sebagai hamba untuk mengenal pencipta-nya (Lubis, 2018:. Mengacu pada konsep spritual tersebut, nilai-nilai spiritualitas harus ditanamkan kepada peserta didik sejak dini, baik di dalam maupun di luar lingkungan pembelajaran. Penanaman nilai- nilai spiritual diharapkan dapat membantu membentuk individu-individu yang memiliki kecerdasan, kesederhanaan, ketulusan, memiliki tujuan hidup yang jelas, dan tentu saja memiliki empati yang tinggi terhadap sesama (Nisa, 2009:. Selanjutnya tingkah laku dalam konsep spiritual tersebut tercermin dalam sifat-sifat seperti keteguhan hati, rendah hati, sikap berserah diri dan berusaha seiringan, keberanian untuk berpegang pada kebenaran, tulus dalam niat hanya untuk mencari ridha-Nya, totalitas dalam bertindak, mencapai keseimbangan, kesempurnaan, kesabaran dalam menghadapi tantangan tanpa melakukan tindakan yang merugikan, dan percaya sepenuhnya kepada Allah (Safitri et al. ,2023:. Kecerdasan spiritual memiliki dua jenis tujuan, umum dan khusus. Tujuan umumnya adalah menciptakan harmoni dalam hubungan antara manusia dengan Allah Swt, sesama manusia, serta lingkungan dan masyarakat. Sedangkan tujuan khususnya adalah membentuk jiwa manusia agar memiliki pengetahuan . Aoli. , keimanan . uAomi. , kecenderungan untuk beribadah . , keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt . (Safitri et , 2023:. Tujuan spiritual dicapai untuk menemukan makna hidup yang lebih dalam, merasakan kedamaian dalam batin, mengembangkan hubungan yang lebih erat dengan diri sendiri, orang lain, dan sesuatu yang lebih besar dari diri kita, serta mencapai keseimbangan dan kebahagiaan dalam hidup. SMK Swasta Istiqlal yang terletak di Jalan Stasiun No. 1 Delitua, memiliki jumlah siswa sebanyak 1090 orang, terdiri dari 5 . program keahlian. Kelima program keahlian tersebut adalah Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL). Otomatisasi Tata Kelola Perakntoran (OTKP). Multimedia. Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Secara karakteristik siswa, jumlah siswa laki-laki sebanyak 70% dan perempuan sebanyak 30% untuk semua tingkatan. Selanjutnya seluruh siswa menganut agama yang sama yaitu Agama Islam. Sekolah memiliki peran khusus dalam pengembangan kecerdasan spiritual Satuan pendidikan menerapkan kurikulum yang khusus dirancang untuk memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan serta moral. Kondisi dominan siswa laki-laki, menuntut pendidikan akhlak melalui Pendidikan Agama Islam diberikan guru dengan maksimal. Berdasarkan fakta di lapangan, meskipun semua siswa telah mendapatkan pendidikan agama, namun masih ditemukan siswa yang perlu mendapat tuntunan dari guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Misalnya masih MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. banyak siswa yang tidak melaksanakan sholat wajib sehari-hari, terlambat datang ke sekolah, membantah guru, kurang menghormati guru saat berpapasan, merundung . teman sekolah, berkata kasar, tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar, bahkan kerap berkelahi sampai memicu tawuran antar sekolah. Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam tentang AuStrategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan spiritual Siswa SMK Swasta Istiqlal Delitua. LANDASAN TEORITIS Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Konsep Strategi dalam Pembelajaran Secara etimologis, strategi berasal dari dunia militer yang bermakna rencana atau taktik untuk mencapai kemenangan. Dalam konteks pendidikan, strategi dimaknai sebagai rencana menyeluruh yang dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Strategi bukan sekadar metode, tetapi mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang terintegrasi. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), strategi memiliki dimensi yang lebih luas karena tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan . ransfer of knowledg. , tetapi juga menanamkan nilai . ransfer of valu. dan membentuk karakter peserta didik sesuai dengan ajaran Islam. Secara normatif, tugas guru sebagai pendidik profesional ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menyatakan bahwa guru memiliki tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa strategi guru menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan pendidikan secara komprehensif. Dalam perspektif Islam, strategi pendidikan juga dapat merujuk pada metode dakwah dan pengajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, yang menggunakan pendekatan bertahap . , keteladanan . , dialog, kisah, serta pembiasaan dalam membentuk keimanan dan akhlak umatnya. Hadis riwayat Imam Bukhari tentang perumpamaan ilmu seperti hujan menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan penerima . eserta didi. dan kemampuan penyampai . Hal ini menegaskan pentingnya strategi yang tepat dalam pembelajaran PAI. Dengan demikian, strategi guru PAI dapat dipahami sebagai serangkaian perencanaan dan tindakan sistematis yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan Islam, yaitu terbentuknya insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua Jenis-Jenis Strategi Guru PAI dalam Perspektif Islam Dalam perspektif pendidikan Islam, strategi guru PAI dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk berikut: Strategi Tafakur (Berpikir Kriti. Strategi ini mendorong peserta didik untuk menggunakan akal dalam merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah, menganalisis permasalahan, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai Islam. Tafakur mengembangkan dimensi intelektual dan spiritual secara bersamaan. Strategi Tarbiyah (Bimbingan Berkelanjuta. Tarbiyah menekankan proses pembinaan yang berkesinambungan terhadap aspek jasmani dan rohani peserta didik. Guru berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan perkembangan siswa menuju kepribadian yang utuh . nsan kami. Strategi Targhib dan Tarhib Strategi ini menggunakan pendekatan motivasi melalui janji . dan peringatan . berdasarkan ajaran Islam. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran moral dan tanggung jawab spiritual. Strategi Keteladanan (Uswa. Keteladanan merupakan strategi paling efektif dalam pendidikan Islam. Guru menjadi model perilaku yang mencerminkan nilai-nilai akhlak Islami sehingga peserta didik belajar melalui observasi dan imitasi. Strategi Pembiasaan Strategi ini dilakukan melalui pengulangan perilaku positif seperti berdoa, shalat berjamaah, membaca Al-QurAoan, dan bersikap sopan. Pembiasaan bertujuan membentuk karakter religius secara konsisten. Strategi Diskusi dan Tanya Jawab Strategi ini mengembangkan kemampuan berpikir reflektif serta memperdalam pemahaman nilai-nilai agama melalui interaksi aktif antara guru dan siswa. Strategi Praktik dan Demonstrasi Dalam pembelajaran PAI, praktik seperti simulasi ibadah atau kegiatan sosial keagamaan membantu peserta didik memahami ajaran Islam secara aplikatif. Kecerdasan Spiritual Konsep Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan individu untuk memahami makna hidup, nilai moral, serta hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Dalam MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. perspektif Islam, kecerdasan spiritual berkaitan dengan kesadaran sebagai hamba Allah yang taat dan bertanggung jawab. Konsep ini selaras dengan firman Allah dalam QS. Al-Bayyinah ayat 5 yang menekankan keikhlasan dalam beribadah. Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa makna hanif menunjukkan sikap lurus dan seimbang, tidak condong pada ekstrem materialisme maupun spiritualisme berlebihan. Selain itu. QS. At-Taubah ayat 71 menegaskan bahwa kecerdasan spiritual juga mencakup dimensi sosial, yaitu amar maAoruf nahi munkar dan kepedulian terhadap sesama. Sedangkan QS. Ar-Rum ayat 41 menunjukkan dimensi ekologis spiritualitas, yaitu tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam. Elemen Kecerdasan Spiritual dalam Perspektif Islam Menurut pemikiran Al-Ghazali, struktur jiwa manusia terdiri atas empat unsur utama yang saling berkaitan: Qalb (Hat. Ae pusat kesadaran spiritual dan moral. Ruh (Ro. Ae unsur ketuhanan yang menghubungkan manusia dengan dimensi ilahiah. Nafs (Jiw. Ae dorongan internal yang perlu dikendalikan. Aql (Aka. Ae kemampuan berpikir dan memahami kebenaran. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metodologi fenomenologi. Taylor dalam Murdiyanto . menjelaskan bahwa metodologi kualitatif adalah suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif melalui pengumpulan kata-kata tertulis atau lisan dari individu yang menjadi subjek penelitian, serta melalui observasi terhadap perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. PEMBAHASAN DAN HASIL Sebelum penulis melakukan penelitian di SMK Istiqlal Delitua, penulis telah melakukan observasi untuk melihat sikap spiritual yang dimiliki peserta didik. Penulis melihat masih terdapat sebagian peserta didik yang belum mencerminkan sikap spiritual yang baik. Penulis ingin melihat bagaimana strategi yang dilakukan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan kecerdasan spiritual yang dimiliki peserta didik di SMK Swasta Istiqlal Delitua. Berdasarkan hasil analisis data di lapangan, ada 8 strategi guru PAI MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua untuk meningkatkan kecerdasan spiritual di SMK Swasta Istiqlal Delitua. Strategi tersebut terbagi kedalam pembiasaan dan nasihat serta teguran: Kegiatan Pembiasaan Pembiasaan ini merupakan strategi awal yang dilakukan guru PAI dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Pembiasaan yang dilakukan guru yaitu dengan membiasakan peserta didik untuk disiplin, membiasakan dan menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan, membiasakan doa ketika membuka pembelajaran, membiasakan tegur sapa dengan guru dan membiasakan untuk membaca Al-QurAoan. Membiasakan Peserta Didik Disiplin Pembiasaan yang dilakukan guru dalam mendidik pertama kali yaitu dengan membiasakan peserta didik untuk disiplin. Sesuai dengan apa yang peneliti temukan di lapangan, kemudian di analogikan dengan teori yang dikemukakan Manshur . yang mengatakan disiplin merupakan setiap macam pengaruh yang bertujuan membantu anak belajar bagaimana menghadapi tuntutan yang muncul dari lingkungan mereka, serta bagaimana cara memenuhi tuntutan yang mungkin diberikan oleh lingkungan tersebut. Bentuk kedisiplinan dalam belajar yang dimaksud seperti yang dikatakan Buchari yang dikutip dalam Putra et al. , . meliputi disiplin berpakaian, disiplin waktu, disiplin dalam belajar, serta disiplin untuk mematuhi peraturan sekolah. Kedisiplinan siswa merujuk pada kemampuan dan kesadaran peserta didik untuk mematuhi aturan dan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Dengan kedisiplinan yang baik, siswa diharapkan dapat mencapai tujuan akademis dan spiritualitas mereka secara optimal. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan masih terdapat peserta didik yang kurang disiplin dalam berpakaian sebelum masuk ke dalam kelas. Masih terdapat peserta didik yang mengeluarkan bajunya terkhusus siswa laki-laki yang membuat mereka tidak disiplin dalam berpakaian. Terdapat siswa yang memakai celana ketat yang membuat mereka tidak nyaman dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menjadi tugas guru untuk membiasakan peserta didik agar rapi dalam berpakaian. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuSebelum masuk kelas, bapak pastikan dulu itu anakanak rapi. Ay (Inf. 1 DS). Berdasarkan hasil analisis data juga menunjukkan bahwa cara mendidik yang dilakukan yaitu dengan menekankan dan mengingatkan kepada peserta didik agar datang tepat waktu. Cara tersebut dilakukan agar peserta didik disiplin dalam menghargai waktu. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuBapak selalu MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. mengajarkan ke anak-anak sebelum masuk agar rapi dan jangan sampai terlambat masuk ketika jam pelajaran bapak. Ay (Inf. 2 DS). Perilaku disiplin terhadap diri sendiri dengan berpakaian yang rapi dan datang ke sekolah tepat pada waktunya merupakan perilaku yang harus di biasakan dan di terapkan di dalam kehidupan. Guru sebagai pendidik memiliki tugas ekstra untuk menggunakan cara- cara dalam mendidik yang efektif untuk membangun dan membiasakan sikap disiplin terhadap diri dan waktu kepada peserta didik. Peserta didik diharapkan mampu terbiasa menerapkan sikap atau hal positif dalam kehidupan seharihari. Dengan tujuan agar proses belajar dan hidup akan mendapatkan keberkahan pada setiap proses yang dijalani. Membiasakan Peduli Lingkungan Selanjutnya, temuan lain yang peneliti temukan di lapangan yaitu guru menerapkan strategi dengan membiasakan peserta didik untuk menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan. Menurut teori yang dikemukakan Rizal & Meidawaty . peduli lingkungan adalah sikap yang memperhatikan dan menghargai segala aspek yang ada di sekitar kita, termasuk komponen biotik dan abiotik yang mencakup usaha untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan serta menghindari tindakan yang dapat merusaknya. Berdasarkan analisis data yang di lakukan peneliti di lapangan menunjukkan guru membiasakan peserta didik memperhatikan dan membersihkan lingkungan sekitar kelas sebelum memulai Guru tidak akan memulai pembelajaran jika masih terdapat sampah yang Hal ini menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi dengan membiasakan peserta didik agar bersih dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan cara yang dilakukan guru dalam mendidik peserta didik yaitu dengan cara membiasakan siswa untuk membersihkan sampah di laci sebelum memulai pembelajaran. Cara ini dibiasakan guru dalam menanamkan dan membiasakan peserta didik agar peduli terhadap lingkungan. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuSebelum masuk kelas, sampah-sampah di sekitar kelas atau di dalam laci saya perintahkan bersihkan. Ay (Inf. 1 PL). Cara mendidik yang dilakukan informan di atas bertujuan agar peserta didik terbiasa peduli lingkungan dengan memeriksa dan membersihkan sampah di sekitar kelas sebelum memulai pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik yang dilakukan guru dalam membiasakan peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan yaitu dengan memberikan hukuman bagi peserta didik yang terlambat MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua Guru memberikan pilihan untuk membersihkan sampah di sekitar lingkungan kelas atau membersihkan kamar mandi. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuBagi yang terlambat, ibu kasih hukuman ke mereka mengutip sampah atau membersihkan kamar mandi. Ay (Inf. 2 PL). Cara ini dilakukan guru agar peserta didik terbiasa peduli terhadap lingkungan. Peduli terhadap kebersihan kelas sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat. Dengan menjaga kebersihan, kita tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga membantu mencegah penyakit dan meningkatkan konsentrasi dalam mendengarkan pelajaran yang Membiasakan Berdoa Membuka Pembelajaran Guru juga menerapkan strategi dengan membiasakan peserta didik agar terbiasa membaca doa sebelum membuka pembelajaran. Temuan di lapangan yang dianalogikan dengan teori yang dikemukakan Isnawati et al. , . 3:1. secara definitif doa adalah ungkapan permohonan dari seorang hamba kepada Allah untuk meminta apa yang Berdoa sebelum membuka pembelajaran berarti guru membiasakan peserta didik untuk memohon dan meminta kepada Allah agar ilmu yang disampaikan oleh guru mendapatkan keberkahan. Berdoa sebelum memulai pembelajaran dapat meningkatkan sikap spiritual peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya menghubungkan mereka dengan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menciptakan rasa syukur dan Dengan berdoa, siswa diingatkan untuk menghargai proses belajar, memohon bimbingan, dan mengembangkan kesadaran akan tujuan yang lebih tinggi dalam pendidikan. Berdasarkan hasil analisis data, cara yang dilakukan ketika mendidik yaitu dengan membiasakan siswa membaca doa pembuka pembelajaran secara bersamasama. Ketua kelas sebagai pemimpin yang ada di kelas memimpin pembacaan doa dan diikuti teman- teman yang lain. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuSebelum memulai pembelajaran, anak-anak itu bapak biasakan membaca doa. Biasanya dipimpin ketua kelas. Ay (Inf. 1 MD). Berdasarkan hasil analisis data, cara yang sama juga dilakukan guru dengan membiasakan peserta didik membaca doa bersama-sama. Tujuan membiasakan hal tersebut yaitu untuk mendapatkan keberkahan ilmu pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuKetika di kelas, ibu biasakan anak-anak itu baca doa pembuka pembelajaran. Supaya ilmu yang dikasih guru jadi berkah. Ay (Inf. 2 MD). Langkah ini membantu menciptakan suasana yang kondusif sekaligus menanamkan nilai-nilai saling menghormati dan rasa syukur MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. di awal kegiatan pembelajaran. Hal inilah yang diharapkan akan menjadi kebiasaan peserta didik karena selalu dilaksanakan dan diterapkan setiap harinya. Membiasakan Tegur Sapa dengan Guru Dalam membiasakan peserta didik, guru juga memiliki strategi mendidik dengan mengingatkan agar membiasakan tegur sapa dengan guru. Tegur sapa dengan guru ketika berpapasan merupakan sebuah sikap spiritual yang mencerminkan etika peserta didik. Dalam penjelasan ini, etika tegur sapa di sekolah yang sering kita temui adalah saat siswa berpapasan dengan guru, baik di luar kelas maupun di luar lingkungan sekolah (W. Nisa et al. , 2022:. Peserta didik harus memiliki etika adab dan sopan santun kepada guru sebagai pendidik. Hubungan tegur sapa dengan guru memiliki keterkaitan yang erat dengan sikap spiritual. Ketika siswa menyapa guru, itu mencerminkan rasa hormat dan penghargaan, yang merupakan bagian dari nilai-nilai Selain itu, interaksi yang baik dengan guru juga dapat meningkatkan keikhlasan dan ketulusan dalam belajar, yang merupakan aspek penting dari perkembangan spiritual peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik yang dilakukan yaitu dengan membiasakan peserta didik menegur guru ketika berpapasan. Sebagai peserta didik tidak boleh menanamkan sikap sombong dengan bersikap cuek dan tidak menegur guru ketika berpapasan. Selain itu, peserta didik juga harus menanamkan kebiasaan untuk salam guru ketika berjumpa. Tegur sapa dengan guru ketika berjumpa merupakan bentuk sikap menghargai orang yang lebih tua. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuCara yang lain yang ibu terapkan ibu ingetin ke mereka selalu untuk menghargai guru ketika jumpa. Ditegur, di salam, di sapa, jangan sombong jadi murid sama guru. (Inf. TS). Berdasarkan hasil analisis data, cara yang sama juga dilakukan dengan menanamkan pembiasaan untuk menegur guru ketika bertemu. Guru selalu mengingatkan jangan pernah menanamkan sikap sombong dengan tidak mau melakukan tegur sapa. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuSaya ingetin juga ke mereka untuk menegur gurunya pas jumpa, jangan buang muka. Itu artinya kita sombong kalau buang muka pas jumpa guru. Ay (Inf. 2 TS). Menghargai guru adalah sikap yang menunjukkan penghormatan terhadap peran dan jasa mereka sebagai pendidik. Guru tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membimbing siswa dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan. Selain itu, kebiasaan sederhana seperti menyapa guru dengan ramah saat bertemu juga mencerminkan rasa hormat. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua Menghargai guru bukan hanya wujud kesopanan, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter. Membiasakan Membaca Al-QurAoan Guru juga menerapkan strategi dengan membiasakan peserta didik untuk membaca Al- Quran. Berdasarkan hasil temuan di lapangan yang di analogikan dengan pendapat yang dikemukakan Nardawati . mengatakan bahwa membaca AlQur'an adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap muslim. lingkungan sekolah, peran pendidik terutama guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, sangat krusial dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa (Nurdiana et al. , 2022:. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi dengan membiasakan peserta didik membaca Al-Quran walau hanya surat pendek. Guru juga mendidik menggunakan cara mengaitkan ayat AlQurAoan dengan materi pembelajaran yang sedang di pelajari. Membiasakan membaca Al-Qur'an pada peserta didik dapat memperkuat sikap spiritual mereka. Ketika siswa rutin membaca dan merenungkan makna Al-Qur'an, mereka tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang ajaran agama. Berdasarkan hasil analisis data, cara yang dilakukan dalam mendidik yaitu dengan membiasakan peserta didik dengan membaca Al-QurAoan. Membiasakan peserta didik membaca Al-Qur'an merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Guru mengaitkan materi pembelajaran dengan ayat Al-Quran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang sedang di pelajari. Ini merupakan cara yang dilakukan guru agar peserta didik selalu terbiasa mengaitkan apapun itu dalam kehidupan dengan Al-QurAoan. Cara tersebut juga harus ditanamkan dan diiringi dengan keyakinan bahwa Al-QurAoan merupakan pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuKemudian, bapak juga ketika ngajarin anakanak itu selalu mengaitkan materi pembelajaran dengan ayat Al-QurAoan dan bapak selalu bilang tu ke mereka bahwa kitab inilah yang jadi pedoman ketika kita hidup. Ay (Inf. 1 MA). Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik yang di terapkan berpengaruh positif bagi peserta didik. Cara ini membuat peserta didik yang harusnya tidak pernah membaca Al-QurAoan, menjadi pernah karena cara yang dilakukan guru dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan ayat Al-QurAoan. Peserta didik membacakan dengan suara yang kuat ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuIya bang, kalau belajar sama bapak itu ya MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. materi itu disuruhnya kami carik ayat Al-Quran yang berkaitan. Terus disuruhnya kami acak gitu orangnya yang baca ayatnya. Barulah di jelasinnya materinya. Ay (Inf. 2 MA). Membaca Al-Qur'an secara rutin juga membentuk kepribadian yang lebih sabar, disiplin, dan penuh kasih sayang karena nilai mulia yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, membaca Al-Qur'an bukan hanya sebuah ibadah. Membaca AlQurAoan merupakan cara untuk memperbaiki diri sendiri secara keseluruhan aspek dalam Nasihat dan Teguran Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik yang dilakukan guru PAI selanjutnya yaitu dengan memberikan nasihat dan teguran. Nasihat dan teguran yang diberikan dengan cara menanamkan nilai kebaikan, memberikan nasihat dan bimbingan, dan memberi hukuman bagi peserta didik yang tidak taat kepada aturan. Menanamkan Nilai Kebaikan Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukan di lapangan, guru juga menerapkan strategi dengan cara memberikan nasihat dan teguran kepada peserta didik. Nasihat yang diberikan berupa motivasi dan bimbingan agar peserta didik selalu menerapkan sikap yang baik di dalam pembelajaran maupun kehidupan. Nasihat yang diberikan bertujuan untuk menanamkan nilai kebaikan dan rasa takut kepada Allah. Rasa takut kepada Allah sering disebut dengan khauf. Dalam Islam. Khauf biasanya merujuk pada rasa takut, kecemasan, atau kekhawatiran terhadap ancaman atau bahaya yang mungkin terjadi akibat keterlibatan dalam perbuatan maksiat (Utami et al. Temuan di lapangan menunjukkan guru menerapkan strategi dengan menyampaikan nilai kebaikan dengan selalu mengingatkan peserta didik untuk tetap berperilaku baik dan mengerjakan kewajiban sebagai hamba Allah. Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik yang dilakukan yaitu dengan menanamkan nilai kebaikan kepada peserta didik. Menanamkan nilai kebaikan kepada individu, peserta didik merupakan upaya penting dalam membentuk karakter yang baik. Dalam menanamkan nilai kebaikan, cara ini bisa dilakukan dengan melalui pembiasaan atau mengingatkan peserta didik ketika proses belajar berlangsung. Cara yang dilakukan bisa berupa mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu mengerjakan sholat 5 waktu atau hal-hal kebaikan lainnya. Cara mendidik tersebut dapat di aplikasikan kedalam kegiatan ibadah seperti mengerjakan sholat dzuhur berjamaah. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuBapak selalu memberikan nasihat dan bimbingan MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua tentang hal-hal kebaikan dan selalu mengingatkan untuk selalu mengerjakan kewajiban sholat 5 waktu. Yah pasti kan guru pengen anak-anaknya bagus semua, makannya selalu bapak arahkan, ingetin tu anak-anak jangan buat hal yang bisa merugikan diri. Sesekali bapak suruh mereka sholat dzuhur berjamaah. Ay (Inf. 1 MK) Cara yang dilakukan dalam mendidik menanamkan nilai kebaikan ini menjadi cara yang efekttif untuk menjadikan peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik. Cara ini bermanfaat untuk di terapkan agar peserta didik sadar akan hakikat diciptakan seorang hamba adalah untuk mengabdi kepada tuhan. Mengabdi dengan cara mengerjakan semua apa yang di perintahkan dan menjauhi apa yang di larangnya. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuKami bang kalau masuk juga diingeti itu bang. Jangan tinggali sholat. Terus kami juga kalau waktunya pas mau juga sholat berjamaah di musholla rame- rame. Ay (Inf. 2 MK) Guru juga bertujuan membangun kebiasaan baik sejak dini, seperti disiplin, jujur, dan peduli terhadap sesama. Selain itu, menanamkan nilai kebaikan dapat mencegah perilaku negatif, seperti bullying atau intoleransi. Cara ini di lakukan untuk menyiapkan generasi pemimpin yang beretika, adil, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai kebaikan ini juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa, membantu mereka memahami pentingnya hubungan yang sehat dan saling mendukung. Nasihat dan Bimbingan Temuan di lapangan selanjutnya yaitu guru menerapkan strategi dengan memberikan nasihat dan bimbingan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data yang dianalogikan dengan teori Nasution . mengatakan nasihat dapat diartikan sebagai pembahasan mengenai kebenaran dan kebajikan yang bertujuan untuk mengajak orang yang diberikan nasihat menjauh dari bahaya serta membimbingnya menuju jalan yang membawa kebahagiaan dan manfaat bagi dirinya. Ketika peserta didik melakukan kesalahan, guru harus memberikan teguran berupa nasihat dan membimbing peserta didik tersebut untuk tidak melakukan hal demikian. Memberikan nasihat memiliki hubungan yang erat dengan sikap spiritual karena keduanya melibatkan perhatian terhadap kesejahteraan orang lain dan pencarian Berdasarkan hasil analisis data, tugas utama seorang guru adalah mendidik dan membimbing peserta didik. Cara mendidik yang dilakukan yaitu dengan memberikan nasihat dan bimbingan untuk menggali potensi dan minat peserta didik. Guru memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik dan pembimbing dalam proses MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. perkembangan peserta didik. Sebagai pendidik, guru bertanggung jawab untuk mentransfer ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan yang membantu membentuk karakter peserta didik. Guru tidak hanya mengajarkan materi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam menunjukkan integritas, disiplin, dan tanggung Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuCara lain yang saya buat ke mereka yaitu bapak selalu menasehati mereka. Tugas utama gurukan mendidik dan membimbing murid. Guru harus bisa membimbing anak-anak ke arah yang lebih baik dan untuk menggali potensi yang mereka punya. (Inf. 1 NB) Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik ini cukup efektif di terapkan kepada peserta didik. Proses pendidikan yang dilakukan oleh guru melibatkan pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik secara intelektual, emosional, maupun sosial. Sebagai pembimbing, guru berperan dalam membantu peserta didik mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi, baik di bidang akademik maupun kehidupan sehari-hari. Guru memberikan arahan, nasihat, dan motivasi agar peserta didik mampu memahami diri mereka sendiri, menentukan tujuan, dan mengambil keputusan yang bijaksana. Dengan sikap yang penuh empati dan perhatian, guru membantu peserta didik untuk menemukan solusi dari permasalahan mereka dan memberikan dorongan untuk terus berkembang. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuIya bang bapak itu selalu nasehatin kami pas belajar, ngasi motivasi sama kami supaya kami rajin belajar. Ya karena di kasi motivasi gitu jadi ya lama lama mikir terus ngerasa buat semangat belajar la bang. Ay (Inf. 2 NB) Dalam menerapkan cara mendidik ini, guru memiliki peran membangun hubungan yang positif dengan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang aman dan menginspirasi mereka untuk mencapai potensi terbaik. Dengan menjalankan kedua peran ini, guru tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga figur yang mendukung pembentukan pribadi peserta didik yang berkarakter dan berprestasi. Karena pada hakikatnya, tugas utama guru adalah mendidik dan membimbing siswa. Memberi Hukuman Selanjutnya, strategi terakhir yang peneliti temukan di lapangan sesuai dengan temuan data yaitu strategi memberi hukuman. Berdasarkan hasil temuan data yang di analogikan dengan pendapat Fauzi . yang mengatakan hukuman merupakan salah satu cara terakhir yang digunakan untuk membimbing perilaku peserta didik agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan mereka. Berdasarkan hasil analisis data yang ada di lapangan, ketika peserta didik tidak mematuhi peraturan tata MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua tertib di sekolah, guru memberikan hukuman sebagai cara untuk mendidik peserta didik agar lebih baik dan tidak melakukan keslaahan yang sama. Guru memberikan hukuman seperti mengutip sampah, berdiri di depan kelas bagi peserta didik yang tidak mengerjakan tugas, atau bahkan membersihkan kamar mandi sekolah jika kesalahan yang dilakukan dikategorikan sebagai kesalahan yang berat. Hubungan antara memberikan hukuman dan sikap spiritual dapat dilihat dari perspektif penegakan nilainilai etika dan moral. Sikap spiritual seringkali menekankan pada kasih sayang, pengertian, dan keadilan. Dalam konteks ini, hukuman seharusnya tidak hanya bertujuan untuk menghukum, tetapi juga untuk mendidik dan memperbaiki perilaku. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat peserta didik yang tidak taat peraturan yang ada di sekolah. Cara mendidik yang dilakukan guru yaitu dengan memberikan hukuman kepada peserta didik yang melakukan kesalahan atau melanggar aturan yang Hukuman yang diberikan harus menimbulkan rasa jerah untuk melakukan kesalahan yang sama. Hukuman tersebut harus diberikan sesuai dengan bentuk kesalahan yang dilakukan peserta didik. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuBapak beri hukuman bagi murid yang tidak taat kepada aturan yang berlaku. Hukuman yang dikasi juga harus sesuai dengan kesalahannya apa. Ay (Inf. 1 MH) Memberikan hukuman kepada peserta didik merupakan langkah yang dilakukan guru untuk memberikan pembelajaran agar peserta didik dapat disiplin mengerjakan Selain itu, penting untuk menerapkan pendekatan positif dengan memotivasi dan memberi penghargaan atas perilaku baik peserta didik. Diskusi mengenai kesalahan yang dilakukan juga sangat penting, agar peserta didik memahami konsekuensi dan dapat belajar dari pengalaman tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, cara mendidik yang dilakukan harus menimbulkan efek jerah agar peserta didik bisa belajar dari kesalahan tersebut. Guru berhak memberikan teguran bagi peserta didik yang melakukan kesalahan. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan nasihat kepada peserta didik untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Hal ini sebagaimana pernyataan berikut: AuYah bagi anak-anak yang nakal, ga patuh sama peraturan sekolah, bapak beri hukuman. Hukuman yang di beri harus menimbulkan efek jerah bagi anak- anak agar taat aturan dan mengerjakan apa yang diperintahkan guru. Bapak nasehatin mereka jangan buat bandal lagi, jangan di ulangin lagi. Ay (Inf. 2 MH) Dengan cara mendidik dengan memberikan hukuman, hal ini dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif, membantu peserta didik tumbuh menjadi individu yang MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. lebih baik di dalam atau luar lingkungan sekolah. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui konseling, di mana peserta didik diajak berbicara tentang perilakunya dan dampaknya, sehingga mereka bisa lebih memahami kesalahan yang dilakukan. Guru sebagai tenaga pendidik harus memiliki strategi ekstra dalam mendidik dan membimbing perilaku peserta didik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Strategi yang digunakan Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di SMK Swasta Istiqlal Delitua ini adalah dengan melakukan pembiasaan seperti membiasakan peserta didik untuk disiplin, membiasakan dan menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan, membiasakan berdoa membuka pembelajaran, membiasakan tegur sapa dengan guru dan membiasakan membaca Al- QurAoan. Selanjutnya, strategi yang diterapkan guru dalam mendidik sikap spiritual peserta didik yaitu dengan memberikan nasihat dan teguran seperti menanamkan nilai kebaikan dan rasa takut kepada Allah, memberikan nasihat dan bimbingan dan memberikan hukuman kepada peserta didik. Alasan guru Pendidikan Agama Islam menggunakan strategi yang demikian yaitu agar peserta didik mampu membiasakan disiplin terhadap diri sendiri, peduli terhadap lingkungan, membaca doa pembuka dan penutup pembelajaran, tegur sapa dengan guru dan membiasakan untuk selalu mengerjakan perintah Allah dengan cara membisakan peserta didik membaca Al-Quran. Guru harus mampu menanamkan nilai kebaikan dan rasa takut kepada Allah sebagai bentuk sikap spiritual yang ada dalam diri peserta didik. Guru sebagai pendidik harus selalu membimbing peserta didik dan memberikan teguran berupa hukuman bagi peserta didik yang tidak taat Saran Saran penulis kepada pihak sekolah untuk selalu meningkatkan dan memperhatikan sarana prasarana yang ada di sekolah. Dengan tujuan guna tercapainya sikap spiritual peserta didik yang memanfaatkan sarana prasarana yang ada. Guru yang ada di sekolah SMK Swasta Istiqlal Delitua juga harus memperhatikan strategi yang mereka gunakan dalam mendidik peserta didik sesuai dengan kebutuhan kecerdasan ESQ pada setiap peserta didik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dan menjadi kajian ilmiah yang akan menjadi referensi bagi sekolah lain sebagai acuan tentang strategi apa saja yang cocok untuk diterapkan kepada peserta didik dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, terkhusus bagi peserta didik yang ada di tingkat SMK. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMK Swasta Istiqlal Deli Tua DAFTAR PUSTAKA