Kajian Peningkatan Keterampilan MotorikA. KAJIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK DI KOTA BANDA ACEH Rina Syafrida. ABSTRAK Anak usia dini berada pada masa periode emas atau Golden age yaitu periode dimana 90 % otak anak berkembang pada rentan usia 1-5 tahun. Menurut teori Multiple Intelligence yang dikemukan oleh howard gardner, terdapat sembilan aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada setiap anak salah satunya adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik pada anak meliputi kecerdasan motorik halus dan motorik kasar anak. Kecerdasan motorik halus meliputi kemampuan yang berhubungan dengan otot halus dan mengkordinasikan mata dengan tangan. Stimulasinya dapat dilakukan melalui kegiatan yang dilakukan secara ruti seperti menyusun puzzle, meronce, melipat, menggunting dan sebagainya. Berbeda dengan kecerdasan motorik halus, kemampuan motorik kasar mengkordinasikan seluruh anggota tubuh dan berhubungan dengan aktifitas otot besar seperti berjalan, berlari, melompat dan kegiatan lainnya. Perkembangan motorik kasar anak usia dini sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain. Apabila anak tidak mampu melakukan gerakan fisik dengan baik akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri dan konsep diri negatif dalam melakukan gerakan fisik. Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2. 79 Rina Syafrida | Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh secara menyuluruh pada kesembilan PENDAHULUAN aspek kecerdasan, tidak membedakan Anak usia dini berada pada masa periode emas atau Golden age yaitu periode dimana 90 % otak anak satu aspek dengan aspek lain karena seluruh aspek kecerdasan yang dimiliki oleh anak penting untuk dikembangkan. berkembang pada rentan usia 1-5 tahun. Menurut teori Multiple Intelligence yang terdapat sembilan aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada setiap anak salah satunya adalah kecerdasan menyerap informasi dan rangsangan sangat tinggi, apalagi jika ditunjang oleh Usia untuk perkembangan motorik kasar anak Unsur yang terlibat dalam memberikan rangsangan ini adalah guru belajar, sehingga disebut usia emas . olden ag. Pada usia ini anak memiliki kemampuan untuk belajar yang luar biasa khususnya pada masa kanak-kanak awal. Mengingat usia dini merupakan usia emas maka pada masa unsur ini dapat bekerjasama dengan baik dalam memberikan rangsangan dan stimulasi bagi perkembangan motorik kasar anak secara optimal. kesempatan emas bagi anak untuk dan orangtua, jadi seyogyanya kedua Pada masa ini kemampuan anak Rangsangan Perkembangan anak usia dini sifatnya holistik, yaitu rangsangan perkembangan terhadap anak dilakukan 80 | Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2012 Di sekolah anak menghabiskan waktunya selama empat jam untuk bermain sambil belajar, itu artinya banyak kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kecerdasan motorik Dibandingkan dilakukan oleh anak yang luput dari Jadi perkembangan motorik kasar anak. Rina Syafrida | Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh Aktifitas bermain anak ditaman fisik/motoriknya kanak-kanak lebih banyak terkontrol difokuskan ke perkembangan motorik dibandingkan kegiatan bermain yang halus, sedangkan motorik kasar kurang dilakukan dirumah. Disekolah, guru Padahal pengembangan bertanggung jawab untuk mengawasi motorik kasar anak usia dini juga anak sejak mereka datang kesekolah memerlukan bimbingan dari pendidik. sampai anak dijemput kembali oleh Perkembangan motorik kasar untuk anak usia TK antara lain melempar dan Banyak aktifitas yang dapat menangkap bola, berjalan di atas papan titian . eseimbangan tubu. , berjalan kecerdasan motorik kasar anak, mulai dengan berbagai variasi . aju mundur dari kegiatan sederhana seperti berjalan, di atas satu gari. , memanjat dan berlari, melompat dan masih banyak lagi bergelantungan . , melompati kegiatan lainnya. parit atau guling, dan sebagainya. Kurikulum Pendidikan Taman Kanak-kanak Seyogyanya gerakan-gerakan motorik kasar ini dipraktekkan oleh anak-anak perkembangan yakni moral dan nilai- nilai agama, sosial - emosional dan diharapkan semua aspek perkembangan pendidik/guru, kanak-kanak Pengembangan motorik kasar sama kognitif, fisik/motorik dan seni. Taman bentuk program pendidikan anak usia TK bukanlah jenjang pendidikan aspek-aspek manfaat bagi penyiapan anak untuk kegiatan fisik akan membuat anak masuk SD. Pada umumnya pembelajaran di menimbulkan konsep diri negatif dalam kegiatan fisik. Padahal jika anak dibantu 80 | Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2012 Kajian Peningkatan Keterampilan MotorikA. oleh pendidik, besar peluangnya dapat mengatasi ketidakmampuan tersebut dan pelajaran atletik disekolah dasar. menjadi lebih percaya diri. Salah satu cabang olahraga yang KAJIAN KEPUSTAKAAN dikenalkan di sekolah dasar adalah Anak usia dini adalah anak usia cabang atletik, atletik adalah cabang 0 Ae 8 tahun, dimana pada usia ini anak alahraga yang wajib diberikan di semua jenjang pendidikan (SK. Mendikbud No. kecepatan perkembangan 041/U/ 1. Mengapa SK Mendikbud biasa dibanding usia sesudahnya. Pada tersebut sampai turun ? karena atletik diletakkannya dasar struktur kepribadian AuibuAy yang luar Itu sebabnya atletik penting sejak anak-anak usia dini. Namun pada penerapannya cabang olahraga ini jarang mental pada usia 0 Ae 8 tahun mengalami diminati oleh anak-anak karena pada kecepatan yang luar biasa. pelaksanaannya kegiatan yang dilakukan Perkembangan Pada pada cabang olahraga ini hanya sebatas pertumbuhan tinggi dan berat badan kepada kegiatan lari saja. Oleh sebab itu relatif menurun kecepatannya dibanding pelajaran ini terasa membosankan bagi masa sebelumnya. Tinggi badan dan Berdasarkan uraian tersebut di sama-sama atas dapat dirumuskan masalah yang ada Presentase peningkatan tinggi yaitu apakah perkembangan motorik badan bisa mencapai dua kali lipat. kasar anak usia dini mempengaruhi Karena itu anak kecil pada umumnya minat anat terhadap pelajaran atletik di cenderung tampak langsing atau tampak sekolah dasar? Tujuan dari kajian ini kurus Di dalam membentuk peningkatan adalah untuk menemukan cara yang tinggi badan presentase pertumbuhan tepat dalam mengajarkan motorik kasar panjang kaki lebih besar dibanding Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2. 81 Rina Syafrida | Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh Perkembangan proporsional lebih cepat dibanding kemampuan fisik pada anak kecil bisa pertumbuhan bagian tubuh yang diidentifikasikan dalam beberapa hal. Sifat-sifat perkembangan fisik yang daya ungkit yang lebih besar di dapat diamati adalah sebagai berikut: dalam melakukan gerakan yang Terjadi otot-otot melibatkan tangan dan kaki. Daya besar cukup cepat pada 2 tahun ungkit yang makin besar akan terakhir masa anak kecil. Hal ini Hal ini sangat menunjang berbagai gerakan yang lebih leluasa yang kemudian bisa dilakukannya ketrampilan gerak dasar. bermacam-macam Terjadi bermacam-macam gerak dasar. Beberapa macam gerak gerak dan keseimbangan tubuh yang dasar misalnya: berlari, meloncat, cukup cepat. Koordinasi gerak yang berjengket, melempar, menangkap, meningkat dan disertai dengan daya dan memukul berkembang secara ungkit kaki dan tangan yang makin perkembangan yang berlainan. Ada mampu menggunakan kekuatannya yang lebih cepat dikuasai dan ada di dalam melakukan aktivitas fisik. yang baru dikuasai kemudian. Sedangkan Dengan berkembangnya otot-otot besar, terjadi pulalah perkembangan kekuatan yang cukup cepat, baik rentangan gerak dalam melakukan gerakan ketrampilan. laki-laki Antara usia 3 sampai 6 Meningkatnya tahun terjadi peningkatan kekuatan sampai mencapai lebih kurang 65%. macam aktivitas gerak fisik bisa Pertumbuhan kaki dan tangan secara 82 | Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2012 Kajian Peningkatan Keterampilan MotorikA. konsep-konsep dengan sepeda roda tiga objek, ruang, gaya, waktu dan Melempar bola melebihi 3,5 meter sebab-akibat. Melalui gerakan fisik Tetap seimbang ketika anak kecil mulai mengenali konsep dasar objek yang berada di luar fisik dan pengalaman yang diperoleh di organ-organ tubuh, perkembangan kemampun gerak, perkembangan intelektualnya. Sebelum Menuruni tangga langkah demi Bagi anak kecil aktivitas gerak berhitung anak kecil akan lebih banyak melalui aktivitas fisik. Membawa gelas berisi air tanpa menumpahkan isinya Berjalan mundur pada garis yang Berjinjit dengan tangan di pinggul Melompat-lompat Berlari dan langsung menendang Mengayunkan satu kaki ke depan atau ke belakang tanpa kehilangan Perkembangan motorik kasar Melambungkan bola tenis dengan anak usia dini, khususnya anak TK . sia satu tangan antara 4 sampai dengan 6 tahun antara dengan dua tangan Menyentuh dan menangkapnya menekukkan lutut Memanjat tangga-tangga lapangan bermain Menangkap Model pengembangan motorik kasar dengan siku menekuk Menikung anak pra sekolah/TK antara lain: Membawa anak ke sebuah lapangan yang memiliki gundukan tanah yang Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2. 83 Rina Syafrida | Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh menyerupai bukit, diharapkan anak pertumbuhan fisik, pada masa awal dan akan menaiki dan menuruninya pembentukan pola gerak dasar. Gerak secara berkesinambungan dasar tersebut meliputi berjalan, berlari. Meminta melompat dan meloncat. Kesalahan memegang bola, bola dilemparkan pada gerak dasar yang tidak dikoreksi ke atas dan anak itu berusaha akan merugikan anak tersebut dan akan menangkap kembali bola tersebut Membuat sebuah garis di atas tanah dirubah, kerugian tersebut meliputi: atau lantai berukuran 20 cm panjang . tidak efisiensinya gerakan, . 4 meter atau bentuk papan titian, diharapkan anak berjalan maju dan penampilan, . kemungkinan terjadinya mundur di atas garis itu cidera lebih besar, . pengeluaran Menyediakan tambang berukuran 2 energi lebih besar/pemborosan energi dan . prestasi yang diraih tidak sebuah penyangga, diharapkan anak kualitas gerak. Kemampuan gerak dasar Membuat dua garis yang lebarnya dibagi menjadi tiga kategori yaitu Au beberapa saat pada tali tersebut Locomotor. Non Kemampuan diharapkan anak melintasi garis digunakan untuk memindahkan tubuh tersebut dengan cara melompatinya dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas seperti : Konsep Dasar Gerak Kemampuan lompat dan loncat. Kemampuan gerak skipping, melompat, meluncur, dan lari Perkembangan Kemampuan non locomotor dilakukan penguasaan gerak terjadi sejalan dengan di tempat, tanpa ada ruang gerak yang 84 | Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2012 . Kajian Peningkatan Keterampilan MotorikA. Kemampuan non locomotor seseorang akan berkembang melalui terdiri dari menekuk dan meregang, suatu rangkaian tingkatan yang bertahap mendorong dan menarik, mengangkat dan sifat-sifat fisik akan berubah serta dan menurunkan, melipat dan memutar, keterampilan baru akan dipengaruhi dan mengocok, melingkar, melambungkan Rosenblatt . 4:48- dan lain-lain. Kemampuan manipulatif mempunyai perkembangan yang khas, macam-macam terdapat rangkaian dengan ciri tertentu Kemampuan manipulatif lebih banyak yang muncul pada interval tertentu serta melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuh kita juga dapat walaupun laju perkembangan dapat Manipulasi obyek jauh lebih unggul daripada koordinasi mata-kaki dan tangan-mata yang mana cukup penting untuk item: berjalan . erakan pola-pola Perkembangan langka. dalam ruang. Bentuk-bentuk permulaannya tergantung pada proses kemampuan manipulatif terdiri dari: kematangan tergantung dari belajar dan . elempar, menerima . obyek adalah Pengalaman masa kanak-kanak akan sangat bermanfaat pada masa dewasa, diajarkan dengan menggunakan bola . ola memecahkan suatu masalah baik dalam medici. atau macam-macam bola yang bentuk keseharian maupun dalam bentuk lain dan gerakan memantul-mantulkan bola atau menggiring bola. demikian semakin banyak pengalaman Dengan masa kecil akan semakin besar dalam Dengan menemukan kemampuan penguasaan Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2. 85 Rina Syafrida | Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh pola gerak dasar dan akan membentuk meloncat, dan melempar. Pola-pola gerak dasar berkat pengalaman gerakan pada masa kanakkanak selalu didorong bergerak dengan pola dapat dengan mudah dikenali di dalam tahap praketerampilan. Tahap-tahap ini sensorik . enggabungan senso. dan pola gerakan dasar. Perkembangan pola gerakan dasar awal masa anak-anak . sia 2 Ae 8 tahu. ditunjukkan oleh pencapaian dan pengembangan yang cepat dari kemampuan gerak yang dalam pola-pola gerak yang bertujuan. Anak-anak semakin aktif terlibat dalam menyelidiki lingkungannya dari gaya aktifitas yang dilakukan yang sifatnya permulaan perkembangan pola gerak Adapun gerakan-gerakan tersebut meliputi, berjalan, berlari, melompat, 86 | Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2012 Bagi anak yang kemampuan kemampuan teman sebaya, maka dirinya Dengan kontrol atau pengawasan terhadap anak dilakukan untuk semua anak. Untuk Gerakan-gerakan perpaduan secara perlahan dipadukan menyenangkan anak, baik jenis dan gerak dasar yang benar. Latihan motorik kasar yang gerakan karena pada masa kanak-kanak Tiga PEMBAHASAN pendidikan jasmani di SD Materi harus pertumbuhan fisik dan kemampuan anak 6-8 tahun ). Pada masa ini sangat aktif, konsentrasi kurang, serta membentuk kelompok kecil, laki-laki perempuan mempunyai minat sama. Kajian Peningkatan Keterampilan MotorikA. mudah gembira karena pujian dan Bergandengan mudah sedih karena dikritik. Dengan memperhatikan ciri-ciri di atas, maka materi pelajaran harus disesuaikan. Bergandengan dua tangan membuat satu putaran Contoh berbagai variasi lari dan jalan untuk kelas SD Contoh Berbagai Variasi Gerakan Lari / jalan ke depan Melompat Untuk Kelas I dan II SD Lari / jalan ke belakang Melompat ke depan dengan Lari angkat paha Lari kaki tumpu bergantian Melompat ke depan dengan Lari / jalan membawa benda Lari (AuengklekA. Lari langkah kuda Melompat ke depan dengan tumpuan dua kaki berkelok-kelok Melompat Lari / jalan naik / turun dengan tumpuan dua kaki Melompat dengan tumpuan satu kaki Anak bertemu satu dengan yang lain dengan gerakan jalan / lari : satu tangan membuat satu putaran kemampuan yang anak lakukan guna meningkatkan kualitas hidup. Gerak dengan tangan lawan Bergandengan Sebagai dasar gerak merupakan dengan tangan lawan Menepukkan dengan tumpuan dua kaki Bersalaman Menepukkan Melompat melibatkan kelompok otot-otot besar Penampilan ketrampilan gerak dasar ini Volume i. Nomor 2. Juli Ae Desember 2. 87 Rina Syafrida | Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh orang tua atau guru perlu menyediakan satu pun ruang dan waktu bagi anak untuk ketrampilan olah raga yang tidak disertai melakukan kegiatan yang dapat melatih oleh ketrampilan yang halus. Semua otot kasar anak serta menyediakan gerakan atau tindakan terdiri dari sebuah barang-barang dan peralatan bagi anak kontinum antara yang halus dan yang yang bisa didorong, diangkat, dilempar atau dijinjing. koordinasi gerak Model pengembangan motorik kasar anak TK perlu diterapkan di DAFTAR PUSTAKA