JURNAL AWILARAS ISSN Daring: 2407-6627 | Beranda Jurnal: https://simlitmas. id/ejurnal/index. php/awilaras/about/index Struktur Pertunjukan Tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya Arisa Yulianti1. Berlian Denada2. Tria Ocktarizka3 Program Studi Karawitan. Jurusan Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Jalan Transmigrasi. Gampong Bukit Musara. Kecamatan Kota Jantho. Kabupaten Aceh Besar E-mail: pengarang1 arisayulianti98@gmail. E-mail: pengarang2 berliandenada@isbiaceh. E-mail: pengarang3 triaocktarizka@isbiaceh. ABSTRAK Penelitian ini merumuskan masalah tentang AuStruktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan RayaAy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan . ield resec. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan AuStruktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa di kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan RayaAy. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi/gabungan. Teori yang digunakan adalah teori struktur pertunjukan yang dikemukakan oleh Djelantik dan merujuk pendapat dari Endraswara sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa terdiri dari pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan, disajikan dalam bentuk zikir grop yang dipimpin oleh Syeh. Tujuan pelaksanaan untuk memeriahkan hari raya Idul Fitri, dilakukan selama tiga sampai empat malam berturut-turut oleh kaum laki-laki berusia 15 sampai 60 tahun. Jumlah pemain sebanyak 40 sampai 70 orang. Formasi gerakan berupa lingkaran dan bentuk shaf. Syair Rateb Mensa terdiri dari Al-Fatihah, takbir lebaran, zikir, shalawat dan laweut . Penelitian ini memperlihatkan bahwa pelestarian Rateb Mensa memerlukan dukungan dokumentasi, regenerasi, dan revitalisasi melalui pendekatan komunitas agar tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi tetap bermakna sebagai warisan budaya takbenda Aceh yang hidup. Kata Kunci: Struktur pertunjukan, tradisi. Rateb Mensa. Beutong Ateuh Banggalang. ABSTRACT This study formulates the problem of AuThe performance structure of the Rateb Mensa tradition in Beutong Ateuh Banggalang District. Nagan Raya Regency. Ay The research employed a qualitative method with a field research approach. The objective of this study is to describe the AuPerformance structure of the Rateb Mensa tradition in Beutong Ateuh Banggalang District. Nagan Raya Regency. Ay Research data were collected through observation, interviews, documentation, and triangulation/combined techniques. The theoretical framework used is the performance structure theory proposed by Djelantik, supported by EndraswaraAos perspective. The results indicate that the performance structure of the Rateb Mensa tradition consists of three stages: pre-performance, main performance, and post-performance, presented in the form of group dhikr led by a Syeh . eligious leade. The tradition is performed to enliven the Eid al-Fitr celebration and is carried out for three to four consecutive nights by male participants aged between 15 and 60 years. The number of performers ranges from 40 to 70 people, forming circular and shaf . The Rateb Mensa chants include Al-Fatihah. Eid takbir, dhikr, shalawat, and laweut . oetic verse. This study demonstrates that preserving Rateb Mensa requires support in the form of documentation, regeneration, and revitalization through a community-based approach, ensuring it remains meaningful as a living intangible cultural heritage of Aceh rather than merely a spectacle. Keywords: Performance structure. Rateb Mensa, traditional dhikr. Beutong Ateuh Banggalang PENDAHULUAN Banyak kesenian dan tradisi yang terdapat di Kabupaten Nagan Raya. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan masih terjaga kelestariannya hingga saat ini yaitu tradisi Rateb Mensa yang berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Rateb Mensa merupakan tradisi tahunan yang dilakukan secara bergilir oleh masyarakat Beutong Ateuh khususnya kaum laki-laki dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Pelaksanaannya berlangsung selama tiga sampai empat malam berturut-turut yakni pada malam ke-27 sampai 29 Ramadhan atau setelah hari raya yaitu pada malam ke empat bulan Syawal dan ditutup dengan kenduri atau makan bersama dengan memotong tiga ekor kambing. Pada zaman dahulu. Rateb Mensa ini dijadikan sebagai media dalam penyebaran agama Islam dengan cara mengajak masyarakat terutama kaum laki-laki untuk berzikir mendekatkan diri kepada Allah. Menurut Rivai . 2, . AuRateb Mensa adalah tradisi Islam yang bertujuan mengajak kaum tua dan muda untuk beribadah kepada Allah SWT dengan alasan Rateb Mensa dapat menambah semangat masyarakat untuk melaksanakan ibadah dengan cara meurateb. Penyajian Rateb Mensa berupa lantunan zikir, puji-pujian kapada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan syair Hasan Husein atau kisah Perang Sabi, yang dilantunkan bersamaan dengan gerakan grop Rateb Mensa secara serampak. Rateb Mensa dipertunjukan di Meunasah atau Balai Desa. Pertunjukannya dilakukan dengan cara berdiri membentuk baris panjang dan saling berhadapan atau membentuk formasi berupa lingkaran dan berkeliling seperti tawaf. Pemain dalam Rateb Mensa saling bergandengan tangan serta merangkul orang yang berada di sampingnya, dengan posisi tangan memegang pinggul, kemudian meloncat dengan menghentakkan kaki serta mengayunkan badan ke kiri dan ke kanan bersamaan mengikuti alunan syair yang dilantunkan oleh para pemain Rateb Mensa yang jumlahnya tidak terbatas. Pertunjukan Rateb Mensa terdiri dari tiga bagian yaitu pra pertunjukan, saat pertunjukan, dan pasca pertunjukan. Seluruh rangkaian dalam Rateb Mensa dipimpin oleh Syeh atau khalifah. Pertunjukan ini dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan takbir lebaran, serta shalawat dan zikir Rateb Mensa. Gerakan pada Rateb Mensa ini biasanya dimulai dari gerakan lambat dan kemudian berangsur cepat mengikuti arahan dari khalifah atau Syeh dalam Rateb Mensa. Saat gerakan Mensa telah mencapai batas kecepatan maksimal maka Syeh akan memberi kode dengan mengayunkan tangannya sebagai isyarat untuk mengembalikan tempo pada kecepatan awal. Dalam bahasa Indonesia. Rateb diartikan sebagai zikir. Zikir merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dengan mengingat dan menyebut nama Allah SWT, tujuan zikir adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kesadaran diri, dan keimanan, serta menguatkan hati dan pikiran. Ada beberapa zikir yang umum dilakukan dalam Islam, di antaranya adalah zikir lisan, zikir hati, zikir tubuh, dan zikir grop. Zikir lisan . merupakan zikir yang dilakukan dengan mengucapkan lafazh yang mengandung asma Allah seperti lafaz AuSubhanallah. Alhamdulillah. Alahu AkbarAy, zikir hati . yaitu berzikir dengan merasakan kehadiran Allah di dalam hati, zikir tubuh yaitu zikir yang dilakukan dengan melibatkan anggota tubuh dalam aktivitas tertentu, dan zikir grop yaitu zikir yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang atau majelis zikir. Jika ditelaah lebih dalam pada penjelasan beberapa bentuk zikir di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa Rateb Mensa merupakan gabungan dari zikir lisan, zikir grop, dan zikir tubuh. Berdasarkan fenomena ini penulis tertarik untuk meneliti dan mengkaji tentang tradisi Rateb Mensa. Menurut Endaswara. Struktur adalah suatu kesatuan dari bagian-bagian, yang kalau salah satu bagiannya dirusak, akan berubah atau rusaklah seluruh struktur itu . 9, . Jika dikaitkan dengan objek yang akan diteliti, maka struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan bagian-bagin dalam pertunjukan seperti pembuka, isi, dan penutup, dimana setiap bagiannya memiliki keterkaitan satu sama lain dan salah satu dari bagian tersebut tidak dapat dihilangkan karena akan merubah atau merusak struktur dari pertunjukan Rateb Mensa itu sendiri. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan . ield reserc. , dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. , secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Ay (Lexi J & Moleong 2015, . Tujuan penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode field reserch guna untuk mendeskripsikan bagaimana tahapan-tahapan dalam pertunjukan Rateb Mensa secara keseluruhan. Metode ini dipilih karena dapat mempermudah penulis untuk menyusun data secara sistematis berdasarkan data yang penulis peroleh dari hasil mengamati pertunjukan ataupun hasil wawancara dan berbagai dokumentasi dari berbagai sumber, baik primer maupun sekunder terutama kelompok atau individu yang terlibat dalam Rateb Mensa. Adapun untuk melihat hal-hal yang berkaitan dengan kontekstual dalam pertunjukan ini, penelitian ini juga menggunakan pendekatan etnografi yang memungkinkan peneliti juga dapat memahami makna simbolik yang tersembunyi di balik ritual (Ramadhani, 2. Kemudian penulis mencatat hasil pengamatan tersebut, serta mengambil dokumentasi berupa foto dan video saat pertunjukan agar tidak ada data atau informasi yang terlewatkan. Untuk mengolah data pada penelitian struktur pertunjukan Rateb Mensa penulis melakukan beberapa tahapan analisis. Miles & Huberman dalam Sugiyono . 4, . , mengatakanAy aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Teori struktur pertunjukan yang dikemukakan oleh Djelantik dan Endraswara digunakan peneliti sebagai landasan berfikir dan sebagai batasan dalam mendeskripsikan tahapan-tahapan pada pertunjukan Rateb Mensa, mulai dari pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan Rateb Mensa. HASIL DAN PEMBAHASAN Awal Mula Masuknya Rateb Mensa Ke Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Awal mula Rateb Mensa pertama kali diperkenalkan oleh seorang ulama yang bernama Syeh Abdul Qadir Al-Jailani, dan kemudian diteruskan kembali oleh Syeh Abdur Rauf As-Singkili atau yang dikenal dengan nama Syeh Syah Kuala. Beliau merupakan salah satu tokoh agama yang terkenal di Aceh. Rateb Mensa merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan dan dilestarikan oleh masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya. Rateb Mensa sebagai bentuk zikir kolektif mencerminkan praktik spiritual yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kekuatan sosial komunitas (Hasan & Abdullah, 2. Tradisi zikir di Aceh memiliki fungsi ganda, sebagai ibadah sekaligus media dakwah kulturalAy (Safitri, 2. Tradisi ini pertama kali dibawa dan diperkenalkan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang oleh seorang tokoh Agama Beutong yaitu Tengku Bantaqiah sekitar tahun 1973 sampai 1975, namun setelah Tengku Bantaqiah wafat pada tahun 1999. Rateb Mensa sempat vakum karena pada saat itu sudah tidak ada lagi yang (Wawancara dengan Tengku Mail, pada tanggal 26 Maret 2024 di Desa Blang Meurande. Setelah beberapa tahun vakum, kemudian Rateb Mensa diteruskan kembali oleh anak dari Tengku Bantaqiah yaitu Tengku Malikul Azis bersama dengan murid-muridnya yaitu Tengku M. Jafar. Tengku Jamaludin dan Tengku Amreen Mukminin. Sejak saat itu Rateb Mensa terus berkembang dan selalu dilakukan pada setiap tahunnya secara bergilir oleh masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. (Wawancara dengan Tengku M. Jafar, pada tanggal 27 Maret 2024 di Desa Babah Suak. Struktur Pertunjukan Tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya Struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa merupakan urutan atau susunan dari keseluruhan bagian pertunjukan yang ditampilkan mulai dari awal hingga akhir Pertunjukan tradisi di Aceh cenderung memiliki pola struktur yang terjaga ketat, meliputi pra pertunjukan, inti, dan pasca pertunjukan, sebagaimana diuraikan oleh teori struktur Djelantik (Suryani & Ihsan, 2. Sejalan dengan pendapat tersebut, hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat tiga bagian pokok yang terdapat pada tradisi Rateb Mensa yaitu pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan. Setiap bagian tersebut memiliki tatanan pelaksanaan masing-masing dan memiliki fungsi yang berbada pula. Tahapan pada pertunjukan tradisi Rateb Mensa yang dilaksanakan di meunasah Desa Kuta Teungoh Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, pada tanggal 14 sampai 17 April 2024 adalah sebagai berikut: Pra Pertunjukan Sebelum pelaksanaan pertunjukan tradisi Rateb Mensa, masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang harus mengikuti beberapa prosedur sesuai dengan aturan yang di masing-masing wilayah. Tahapan-tahapan yang terdapat pada bagian pra pertunjukan diantaranya adalah. pemuda harus meminta izin kepada Tengku Sagoe . rang yang bertanggung jawab pada bidang ada. dan Geuchik . epala des. untuk mengadakan kegiatan Rateb Mensa, dilanjutkan dengan pemuda yang melakukan rapat umum untuk membentuk struktur kepanitiaan dan menentukan lokasi pertunjukan, menentukan waktu pelaksanaan, membuat tata tertib pertunjukan, membahas masalah dana, administrasi dan lain sebagainya. Selanjutnya, dilakukan tahap persiapan sebelum pertunjukan seperti membersihkan lokasi pertunjukan, dan penyampaian kata sambutan dari panitia pelaksana dan pihak terkait yaitu ketua panitia, ketua pemuda, geuchik, dan Syeh dalam Rateb Mensa, berwudhu, dan prosesi membakar kemenyan dan doAoa yang ditujukan kepada Syeh duablah . emilik mens. Pertunjukan Inti Rateb Mensa Setiap prosesi dalam pertunjukan Rateb Mensa dimulai dengan gerakan grop mensa dengan tempo lambat dan berangsur-angsur cepat sesuai arahan atau kode dari Syeh Rateb Mensa. Kode dalam Rateb Mensa ada beberapa macam di antaranya ada kode AyHuAy dan kode dengan mengayunkan tangan ke kiri dan ke kanan, atau bisa juga dengan spontan menaikkan atau menurunkan tempo lantunan syair oleh Syeh, tergantung Syeh yang membawakannya. Dalam pertunjukan Rateb Mensa juga tidak ada pakem yang menentukan berapa kali pengulangan syair yang dibawakan dan berapa putaran gerakan grop mensa. Syeh hanya berpatokan dengan melihat kondisi pemain, ketika gerakan sudah mencapai kecepatan maksimal atau pemain kelelahan, maka Syeh akan langsung memberi kode untuk berhenti agar tidak ada pemain yang pingsan . awancara dengan Tengku M. Jafar, pada tanggal 17 April 2024 di Desa Babah Sua. Pertunjukan tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, tepatnya di Desa Kuta Teungoh berlangsung selama empat malam berturut-turut yang dibuka oleh Tengku M. Jafar. Berikut akan dijelaskan struktur atau tahapan-tahapan pelaksanaan Rateb Mensa mulai dari malam pembukaan hingga malam penutupan. Pertunjukan malam ke satu . Prosesi pada malam ke satu terdiri dari Al-Fatihah, takbir lebaran, zikir AuAllah hayyonAy, dan ditutup dengan lantunan syair . AuAllah hay prang, dan syair ya rateb hu Allah ratebAy. Masing-masing syair tersebut dilantunkan mulai dari tempo pelan hingga berangsur cepat. Pada prosesi ini dari formasi duduk melingkar, dan formasi berbentuk shaf atau baris. Adapun menurut Amalia . gerakan zikir massal dalam formasi lingkaran atau shaf menguatkan nilai harmoni dan kohesi sosial. Formasi pada pertunjukan Rateb Mensa dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 1: Formasi duduk pada prosesi (Sumber: Samsuardi 2. Gambar 2: Formasi bentuk lingkaran membakar kemenyan (Sumber: Imam Wahyudi 2. Gambar 3: Formasi bentuk shaf pada pertunjukan Rateb Mensa (Sumber: Imam Wahyudi 2. Adapun bacaan zikir yang menjadi lirik atau syair yang dibacakan pada Rateb Mensa adalah sebagai berikut. Teks Zikir Rateb Mensa Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia Syeh: Allah hayyon illallah Allah Hayyon. Allah Allah hidup hanya Allah yang maha hidup. Allah hidup Allah maha hidup. hayyon illallah Allah. Allah hayyon illallah Allah Hayyon. Allah Allah hidup hanya Allah yang maha hidup. Allah hidup didalam zikir dua belas. hayyon rateb duablah. Pemain Rateb Mensa: Allah hidup hanya Allah yang maha hidup. Allah Allah, hidup Allah maha hidup. Allah hayyon illallah Allah Hayyon. Allah Allah hidup hanya Allah yang maha hidup. Allah hayyon illallah Allah. hidup Allah maha hidup. Allah hayyon illallah Allah Hayyon. Allah hayyon ilallah Allah Tabel 1: Teks zikir Rateb Mensa (Sumber: Wawancara Dengan Tengku M. Jafar 2. Contoh syair zikir pada bagian cepat dalam pertunjukan Rateb Mensa pada malam kesatu dapat diliht pada tabel berikut ini. Shaf 1 Shaf 2 Allah Hayyon Allah Hayyon e Hayyon Syeh Duablah Tabel 2: Teks zikir bagian cepat (Sumber: Observasi pertunjukan Rateb Mensa 2. Gambar 4: Partiture Alah hayyon yang dilantunkan oleh Syeh dan pemain Rateb Mensa (Transkrip notasi: Badrul Mukhlishiin, 2. Gambar 5: Partitur Alah hayyon bagian cepat (Transkrip Notasi: Badrul Mukhlishiin, 2. A Pertunjukan Malam ke dua dan ke tiga Pada malam ke dua dan ke tiga, prosesi yang dilakukan masih sama yaitu dimulai dari takbir, kemudian dilanjutkan dengan melantunkan shalawat AuLamaujud lon ilallahAy, dan ditutup dengan lantunan syair . yang terdiri dari Au lailaha Ilallah Syeh duablah po Rateb Mensa, ya Rateb hu nyawong di woe, dan alahay prang perintahperintah AllahAy, yang dilantunkan secara bergantian oleh Syeh dan pemain Rateb Mensa dalam dua formasi yaitu formasi bentuk lingkaran dan berbaris membentuk shaf atau Contoh shalawat yang dilantunkan pada malam kedua dan ketiga adalah sebagai Teks shalawat sifeut 7 Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia Lamaujud lonAoi ilallah Wajeb Wujud kita ada pada Allah. tasyuhut wujud Allah Wujut Wajib yakini wujud Allah. Tidak hidup jika tidak hudep wujut Tuhan dengan hayat Allah. Hudep insan ngon hoyat Allah. Tabel 3: Teks shalawat malam ke dua dan ke tiga (Sumber : Tengku Amreen Mukminin 2. A Pertunjukan Malam ke empat (Penutupa. Prosesi puncak bagian inti dari pertunjukan Rateb Mensa adalah malam ke empat . alam Berbeda dengan malam-malam sebelumnya, pada prosesi malam keempat ini terdapat prosesi yang khas yakni proses kenduri. Syair yang dilantunkan pada malam penutupan ini juga lebih banyak dibandingkan dengan malam kesatu, dua dan malam ketiga. Isian pada prosesi malam keempat tersebut terdiri dari takbir, shalawat Au Allah hu e nurullah, dan shalawat lam hujud lon ilallahAy kemudian dilanjutkan dengan melantunkan laweut yang terdiri dariAy Allahumma salliwasallim Hasan Husein, sallim ya Rabbi, alahay prang. Allah da en ilallha Allah da en, lailahailallah Syeh duablah, ya qahha e ya lateh, hujud kadim sidro, dan Allah e nu sinu. Setelah syair . kemudian disambung dengan lantunan zikir Au Allah hu e zat meutulahAy. Semua syair tersebut dilantunkan secara bergantian oleh Syeh dan pemain Rateb Mensa dengan tempo lambat hingga cepat dan bahkan sampai melebihi batas kecepatan maksimal, terlihat dari kondisi meunasah yang bergoyang akibat gerakan dari grop pemain Rateb Mensa, dan terdapat pula beberapa orang pemain Rateb Mensa yang pingsan. Takbir, shalawat, laweut, dan zikir tersebut dilantunkan dalam dua formasi yaitu melingkar dan membentuk shaf. Sebagai penutup pada pertunjukan malam keempat ini. Syeh dan pemain Rateb Mensa membawakan syair shalawat AuSalli Rabbuna dan sallim ya RabbiAy yang dilantunkan dalam bentuk formasi shaf namun dengan gerakan variasi zig-zag. Teks laweut Makna syair Allahhumma salliwa wasallim. Hasan Ya Allah sampaikanlah salam kepada Hasan Husein Husein cuco di nabi, anak Ali dengan cucu nabi, anak dari Ali dengan Fatimah, dengan kasih Fatimah, genaseh Allah syahid prang sabi. sayang-Nya Allah , mati dalam perang sabi. Prang sabilillah ya Husein Prang sabilillah. Perang dijalan Allah ya Husein perang di jalan Allah, syahid Hasan katinggai Husein ya Husein syahidlah Hasan tinggallah Husein, wahai Husein perang dijalan Allah. Tabel 4: Teks laweut malam keempat (Sumber: Tengku Muhammad Jafar 2. LaweutAy Allahumma salliwa wasallim. Hasan Husen cuco di nabiAy pada bagian cepat dan saling bersahutan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Syeh Pemain Rateb Mensa Alahai Prang Sabilillah Hahusein prang Sabilillah Syahid Hasan Katinggai Husein Ya Husein Sabililah Tabel 5: Teks laweut bagian cepat . (Sumber: Hasil observasi langsung pertunjukan Rateb Mensa 2. Pasca Pertunjukan Setelah bagian pra, dan inti pertunjukan, tahapan selanjutnya adalah pasca Prosesi ini dilakukan setelah pertunjukan selesai, pada prosesi penutupan tersebut terdiri dari pembacaan doAoa AuAamiinAy yang dipimpin oleh Syeh utama yaitu Tengku M. Jafar. Tujuan pembacaan doAoa AuaamiinAy adalah agar semua zikir, shalawat dan doAoa-doAoa yang dipanjatkan dapat tersampaikan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Gambar 6: Prosesi doAoa AuaamiinAy pada malam penutupan (Sumber: Dokumentasi Arisa Yulianti, 2. Setelah pembacaan doAoa selanjutnya ketua panitia memberikan sepatah kata sebagai penutup dalam kegiatan Rateb Mensa yang telah dilaksanakan selama beberapa Kemudian masuk pada prosesi makan bersama bersama pemain dan Syeh Rateb Mensa. Setelah semua selesai makan selanjutnya panitia membersihkan meunasah, bersalam- salaman, dan melakukan foto bersama peneliti dengan pemain Rateb Mensa. Kemudian para pemuda bubar dan diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Unsur-unsur yang terdapat dalam pertunjukan Rateb Mensa Unsur-unsur yang terdapat dalam pertunjukan Rateb Mensa diantaranya adalah adanya pemain . elaku Rateb Mens. , peserta . , pakaian/busana, formasi pertunjukan, dan tempat pertunjukan. Tanpa adanya unsur penunjang yang telah disebutkan di atas, maka pertunjukan Rateb Mensa tidak akan dapat terlaksana. Maka dari itu setiap bagian pada pertunjukan Rateb Mensa memiliki hubungan erat dan saling berkaitan satu sama lain. Sebagaimana teori struktur pertunjukan yang dikemukakan oleh Djelantik bahwa: AuStruktur atau susunan mengacu pada bagaimana cara unsur-unsur dasar masing- masing kesenian tersusun hingga berwujud. Struktur atau susunan suatu karya seni terdiri dari aspek-aspek yang menyangkut keseluruhan dari karya itu dan meliputi peranan masing-masing dalam keseluruhan. Kata struktur mengandung arti bahwa di dalam karya seni terdapat suatu pengorganisasian, penataan, ada hubungan tertentu antara bagian-bagian yang tersusun ituAy (Djelantik dalam Dhony 2014, . Selain itu Endraswara juga berpendapat bahwa struktur pertunjukan merupakan susunan atau tatanan dalam pertunjukan yang saling berkaitan, dan salah satu di antaranya tidak dapat dihilangkan karena akan mengubah struktur dari petunjukan itu (Endraswara dalam T. Ilyas 2019, . KESIMPULAN Rateb Mensa merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Pelaksanaannya dilakukan selama 3 sampai 4 malam berturut-turut, tergantung dari kesepakatan panitia penyelenggaranya. Pelaksanaan Rateb Mensa biasa dilakukan pada malam ke- 27 sampai malam ke 29 Ramadhan atau setelah hari raya Idul Fitri yaitu pada malam keempat bulan Syawal dan ditutup dengan kegiatan kenduri dengan memotong tiga ekor kambing. Pelaksanaan Rateb Mensa dilakukan di meunasah oleh kaum laki-laki yang berusia sekitar 15 sampai 60 tahun, tergantung dari kekuatan fisiknya, selain itu pemain juga harus menguasai syair-syair dalam Rateb Mensa agar dapat lebih khusyuk pada saat melantunkan zikir dan mudah untuk menyambung syair yang dilantunkan oleh Syeh Rateb Mensa. Dalam pertunjukan Rateb Mensa sangat memerlukan kekuatan fisik karena pelaksanaannya yang dilakukan selama beberapa malam dan dengan gerakan grop mensa yang membutuhkan tenaga ekstra Rateb Mensa disajikan dalam bentuk zikir grop yang dipimpin oleh Syeh Rateb Mensa dengan melantunkan bacaan Al-Fatihah, takbir lebaran, zikir . ateb limeng atau rateb lh. , shalawat sifeut 7 dan laweut . seperti syair Hasan Husein, sayyidul bayan dan masih banyak lagi. Penyajian Rateb Mensa dilakukan dengan cara berdiri dan saling merangkul, dengan formasi melingkar dan membentuk shaf yang saling berhadapan sambil melakukan gerakan grop mensa yang dimulai dengan gerakan lambat hingga berangsur cepat, mengikuti kode dan arahan dari Syeh. Syeh dalam Rateb Mensa terdiri dari Syeh utama. Syeh pendamping, dan dibantu oleh beberapa orang pemandu barisan. struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa terdiri dari pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan, disajikan dalam bentuk zikir grop yang dipimpin oleh Syeh. DAFTAR PUSTAKA