Jurnal Laboratorium Prima (JLP) Vol. 1 No. November 2023 Doi: https://doi. org/10. 32524/jlp. Perbedaan Jumlah Trombosit Pada Sampel Darah Yang Dihomogenisasi Sekunder Secara Inversi 2 Kali Dan 8 Kali Setelah Didiamkan Selama 30 Menit Dengan Hematology Analyzer Elza Angraini1 Rosnita Sebayang2 Mustika Sari H Hutabarat3 DIV Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Katolik Musi Charitas E-mail: elzaangraini28@gmail. ABSTRAK Pemeriksaan trombosit merupakan pemeriksaan yang sering diminta dilakukan pemeriksaan oleh Homogenisasi masuk kedalam tahap pra analitik. Homogenisasi merupakan pencampuran secara merata antara darah dengan antikogulan. Homogenisasi di laboratorium harus dilakukan dengan baik sesuai dengan prosedur yang ada agar tidak mempengaruhi akan hasil pemeriksaan. Setelah darah dihomogenisasi awal atau homogenisasi primer setelah pengambilan sampel darah maka dilakukan penundaan pemeriksaan yang menyebabkan darah mengendap, sehingga perlu dilakukan homogenisasi setelah darah didiamkan atau homogenisasi sekunder agar darah homogen ketika akan diperiksa. Homogenisasi sekunder belum memiliki ketetapan yang standar. Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hitung jumlah trombosit pada teknik homogenisasi sekunder 2 dan 8 Penelitian ini bersifat observasional kuantitatif dengan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Sampel dihomogenisasi primer 10 kali dan didiamkan selama 30 menit, lalu sampel dihomogenisasi sekunder 2 kali dan 8 kali. Jumlah trombosit diperiksa dengan menggunakan alat Sysmex XP-100. Data dianalisis dengan uji Paired Sampel T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Homogenisasi sekunder 2 kali memiliki nilai mean 297,06 x 103 / AAL dan homogenisasi sekunder 8 kali memiliki nilai mean 296 x 103 / AAL. Data berdistribusi normal dan dilanjutkan uji hipotesis yaitu Paired Sampel T-Test dan didapatkan hasil probabilitas 0,655 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah trombosit pada homogenisasi sekunder teknik inversi 2 kali dan 8 Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperbanyak jumlah sampel penelitian dengan metode serta prinsip, variasi volume dan vaiasi perlakuan sampel sehingga penelitian yang lebih luas dan bervariasi dapat berguna menjadi pertimbangan digunakan didalam laboratorium. Kata Kunci : Trombosit. Homogenisasi Sekunder. Penundaan 38 | J L P ABSTRACT Examination of platelets is an examination that is often asked to be examined by doctors. Homogenization enters into the pre-analytical stage. Homogenization is the mixing evenly between blood and anticoagulants. Homogenization in the laboratory must be carried out properly according to existing procedures so as not to affect the examination After the blood is homogenized initially or primary homogenized after blood sampling, a delay in examination is carried out which causes the blood to precipitate, so it is necessary to homogenize after the blood has settled or secondary homogenization so that the blood is homogeneous when it is examined. Secondary homogenization does not yet have standard provisions. To find out the difference in the results of the platelet count examination in the secondary homogenization technique 2 and 8 times. This research is a quantitative observational study with cross sectional and total sampling technique. Samples were homogenized primary 10 times and left for 30 minutes, then samples were homogenized secondary 2 times and 8 times. Platelet counts were checked using the Sysmex XP-100. Data were analyzed using the Paired Sample T-Test with a 95% confidence level. 2 times secondary homogenization has a mean value of 297. 06 x 103 / AAL and 8 times secondary homogenization has a mean value of 296 x 103 / AAL. The data is normally distributed and the hypothesis test is continued, namely the Paired Sample TTest and the probability results are 0. 655 > 0. 05, which means there is no difference. Based on the results of the study it can be concluded that there is no difference in the number of platelets in the secondary homogenization of the inversion technique 2 times and 8 times. Further research is recommended to increase the number of research samples with methods and principles, volume variations and variations in sample treatment so that broader and varied research can be useful as a consideration for use in the laboratory Keywords: Platelets. Secondary Homogenization. Delay PENDAHULUAN Pemeriksaan trombosit didalam laboratorium harus dilakukan dengan benar sesuai dengan prosedur yang ada untuk menghindari terjadinya kesalahan hasil Salah satu tahapan pada pemeriksaan trombosit yang memiliki persentase kesalahan terbesar adalah tahapan pra analitik . % - 70% ) seperti pada pelebelan sampel pasien, penggunaan jenis tabung penampung darah dengan antikoagulan yang salah, kemudian adanya penundaan akan pemeriksaan sampel darah dengan waktu yang lama yang tidak sesuai stabilitas sampel, serta homogenisasian pada sampel darah yang tidak sesuai dengan standart operasional prosedur yang ( Hardisari, 2018, p. Pada Antikoagulan yang digunakan adalah Ethylen Diamine Tetracetic Acid (EDTA ). Antikoagulan EDTA yang digunakkan dalam laboratorium dibagi menjadi 3 Dinatrium EDTA (Na2EDTA),Dipotasium EDTA (K2EDTA) dan Tripotassium EDTA (K3EDTA). Dari ketiga jenis antikoagulan tersebut K2EDTA yang paling dianjurkan oleh International Council for Standardization in Hematology ( ICSH ) dan Clinical and Laboratory Standards Institute ( CLSI ) dikarenakan K2EDTA berbentuk serbuk kering pada dinding tabung sehingga tidak akan ( Riswanto, 2013,p. Nugraha, 2015, p 66-68 . Utami et al, 2019,p. 176 ). 39 | J L P Homogenisasi didalam laboratorium dibagi menjadi dua yaitu homogenisasi secara primer dan Homogenisasi primer adalah homogenisasi yang dilakukan setelah darah pasien baru selesai diambil kemudian dicampurkan kedalam tabung yang mengandung antikoagulan EDTA. Menurut CLSI ( 2. & BD Vacutainer ( 2018 ) homogenisasi secara primer dilakukan secara inversi atau bolak balik sebanyak 810 kali. Homogenisasi secara sekunder adalah homogenisasi yang dilakukan pada sampel darah pasien yang telah dilakukan homogenisasi primer ( KepMenKes RI No. 1792 Tahun 2010 ). Berdasarkan penelitian yang telah Digna ( 2021 ). Apriani & Hengki Priyanto Gea ( 2021 ), dan penelitian Lidwina et al ( 2022 ) terdapat perbedaan terhadap penelitian yang akan dilakukan baik dari banyaknya homogenisasi sekunder yang dilakukan yang berbeda dari penelitian sebelumnya dikarenakan belum memiliki ketetapan seperti homogenisasi primer. Hal inilah yang melatar belakangi penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan hasil pemeriksaan jumlah trombosit dalam sampel darah yang dihomogenisasi sekunder secara inversi . olak bali. 2 kali dan 8 kali setelah didiamkan selama 30 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional kuantitatif. Observasional kuantitatif merupakan penelitian yang pada prinsipnya peneliti hanya berperan sebagai pengamat terhadap subjek penelitian, sampel yang diperoleh dari subjek penelitian tersebut dilakukan suatu homogenisasi sebnayak 8 kali secara sedangkan untuk homogenisasi sebanyak 2 kali secara inversi merupakan suatu percobaan, yang mana pada penelitian ini akan diperoleh nilai pemeriksaan trombosit pasien yang ditampilkan dengan data data dengan penelitian inilah akan dilihat apakah ada perbedaan akan jumlah trombosit yang dilakukan homogenisasi sekunder sebanyak 2 kali dan 8 kali setelah didiamkan selama 30 menit. Pengambilan, pemeriksaan sampel penelitian dilakukan di laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang. Penelitian dilakukan pada bulan mei - juni 2023. Subjek yang akan sebanyak 48 orang yang masuk dalam kriteria inkusi dan eksklusi yang berjumlah 32 sampel Teknik pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan total sampling ( Yunitasari et al, 2019, p. 96 ). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan cross sectional yang berarti penelitian dilakukan dalam sekali waktu saja. Dan pada rancangan penelitian ini tidak dilakukan tindakan pemberian perlakuan pada sapel pasien karena hanya dihomogenisasi sampe tidak ditambah zat apapun. Dalam rencangan peneltian ini tidak ada perulangan akan pengambilan data penelitian yang dilakukan hal itu berarti, jika yang ingin diketahui adalah hubungan sebab dengan akibatnya. keduanya diukur pada saat yang Desain peneltian ini juga dapat diibaratkan sebagai sebuah potret yang diambil dalam satuan waktu saja. Kelompok pembanding pada penelitian ini adalah homogenisasi sekunder secara inversi sebanyak 8 kali. Kelompok eksperimen pada penelitian ini adalah homogenisasi sekunder secara inversi sebanyak 2 kali. Teknik analisis data yang akan digunakan pada penelitian ini meliputi tahapan yaitu mulai dari pengumpuan data dari hasil penelitian, pengolahan data dengan menggunakan aplikasi statistic SPSS ,penyajian data hasil penetian dan menganalisa data penellitian yang telah diakukan untuk meihat apakah sesuai dengan hipotesis yang telah dibuat dari pemeriksaan perbedaan jumlah trombosit. 40 | J L P HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik Subjek Penelitian berdasarkan jenis kelamin dan Tabel 4. 1 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Pada tabe 4. 1 distribusi subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin subjek penelitian berjumlah 32 orang yang terdiri dari 4 oraang berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 12,5 % dan subjek berjenis kelamin persentase 87,5 % untuk mengetahui berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 4. 2 Distribusi subjek penelitian berdasarkan umur Pada tabel 4. 2 distribusi subjek penelitian berdasarkan umur dengan rentang umur 18-28 tahun. Subjek dengan rentang umur 18-21 tahun dengan persentase 75 %. Subjek dengan rentang umur 22-25 tahun dengan persentase 21,87 %. Subjek dengan rentang umur 26-29 tahun dengan persentase 3,12% Verifikasi Metode Trombosit Pemeriksaan Tabel 4. 3 Hasil Uji Verifikasi Metode Trombosit Berdasarkan tabel 4. 3 dapat diketahui bahwa hasil uji presisi didapatkan hasil pada level low CV 1,86% . CV level normal 1,50%, dan CV level High 2,77%. Menurut kit insert batas maksimum yang diperbolehkan untuk presisi adalah sebesar 6 % artinya uji presisi masih dalam batas yang diperbolehkan atau lebih kecil dari batas maksimum 6 % semakin kecil nilai CV yang didapatkan maka semakin teliti metode yang digunakan dari hasil presisi tersebut metode pemeriksaan trombosit pada penelitian ini dapat digunakan dan Pada hasil uji akurasi dapat diketahui hasil uji akurasi pada level low 5,39%. Level normal 0,55%, dan level High 0,58%. Menurut Westergrd Quality 2016 (RICOS) Control batas maksimum yang diperbolehkan untuk akurasi ( Bias ) adalah sebesar 5,90% yang artinya bahwa hasil akurasi pada penelitian ini masih masuk dalam batas yang diperbolehkan sehigga metode yang digunakan memiliki akurasi atau ketetapan yang baik. Pada hasil uji TEa dapat diketahui hasil uji TEa pada level low 9,11%, level normal 3,55% dan level high 4,96%. Westergrd Quality Control 2016(CLIA) batas maksimum yang untuk TEa sebesar 25% Berdasarkan tersebut menandakan bahwa hasil pada penelitian ini masih masuk dalam batas yang diperbolehkan sehingga batas ketidakpastian . esalahan aca. dan keakuratan kesalahan sistematis atau bias masih masuk dalam batas keberterimaan. 41 | J L P Pemantapan Mutu Internal . Periode Pendahuluan Periode dilakukan pada tanggal 23 Mei trombosit dengan mengukur bahan kontrol. Kontrol low (No Batch 30560821, exp. Date 03 Juni 2. Kontrol level normal (No Batch 30560822. Date 03 Juni 2. Kontrol level high (No Batch 30560823. Date 03 Juni 2. Pada periode pendahuluan ini dilakukan pemeriksaan bahan kontrol normal 25 kali secara berturut turut. Hasil kemudian dicatat dan dihitung nilai (Mea. dan (SD) untuk menyiapkan Grafik Levey Jenning atau kartu Hasil pemeriksaan bahan kontrol low diperoleh mean sebesar 91,52 x 103 /AAL dan SD 4,10 . Hasil pemeriksaan bahan kontrol normal diperoleh mean 239,24 x 103 /AAL SD 3,87. Hasil pemeriksaan bahan kontrol High diperoleh sebesar 551,68 x 103 /AAL dan SD 10,75. Periode Kontrol Pemeriksaan bahan kontrol pada periode kontrol dilakukan sebelum sampel pasien diperiksa. Bahan kontrol diperiksa mulai dari tanggal 24 Mei sampai 26 Mei 2023 . Pemeriksaan bahan kontrol hanya diakukan menggunkan bahan kontrol level low dan bahan kontrol level high saja hal ini dikarenakan bahan kontrol untuk level normal sudah habis sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan bahan kontrol level normal pada saat hari dilakukanya pemeriksaan bahan kontro. Pada tanggal 24 Mei 2023 untuk mengukur bahan (No Batch 30560821, exp. Date 03 Juni 2. Hasil kontrol untuk level low diperoleh hasil 92 x 103 /AAL , , pemeriksaan bahan kontrol level high (No Batch 30560823, exp. Date 03 Juni 2. kontrol level high diperoleh hasil 541 x 103 /AAL. Pada tanggal 25 Mei dilakukan juga pemeriksaan bahan kontrol level low, dan high dan didapatkan hasil pada level low (No Batch 30560821. Date 03 Juni 2023 ) nilai trombosit 86 x 103 /AAL, , dan level high (No Batch 30560823, exp. Date 03 Juni 2. 551 x 103 /AAL. Pada tanggal 26 Mei dilakukan juga pemeriksaan bahan kontrol level low, normal dan high dan didapatkan hasil pada level low (No Batch 30560821, exp. Date 03 Juni 2. nilai trombosit 89 x 103 /AAL, , dan level high (No Batch 30560823. Date 03 Juni 2. 552 x 103 /AAL. Hasil Sdi pada kontrol level low tanggal 24 Mei 2023 didapatkan nilai sdi yang masuk kedalam batas keberterimaan ( 2 SD) yaitu sebesar 0,11 dan untuk pemeriksaan pada kontrol high didapatkan hasil kontrol masuk dalam batas keberterimaan (- 2 SD) yaitu -0,99. Hasil Sdi pada kontrol level low tanggal 25 Mei 2023 didapatkan nilai sdi yang masuk kedalam batas keberterimaan (- 2 SD) ysitu sebesar 1,34 sedangkan untuk dan untuk pemeriksaan pada kontrol high didapatkan hasil kontrol masuk dalam batas keberterimaan (- 2 SD) yaitu 0,68. Hasil Sdi pada kontrol level low tanggal 26 Mei 2023 didapatkan nilai sdi yang masuk kedalam batas keberterimaan (- 2 SD) ysitu sebesar 42 | J L P -0,61 sedangkan untuk pemeriksaan pada kontrol high didapatkan hasil keberterimaan ( 2 SD) yaitu 0,02. Data Hasil Penelitian Jumlah Trombosit Analisis Data . Uji Normalitas Data Uji Normalitas Tabel 4. 5 Uji Normalitas Data Au Homogenisasi Sekunder 2 Kali AA memiliki probabilitas sebesar 0,199 berarti data tersebut berdistribusi dengan normal dikarenakan nilai probabilitas . > 0,05. Sedangkan data Au Homogenisasi Sekunder 8 Kali AA dengan nilai probabilitas . sebesar 0,037 berarti data tersebut tidak berdistribusi normal dikarenakan nilai probabilitas . < 0,05. Selanjutnya data yang tidak berdistribusi normal dilakukan uji Hasil uji transform dapat dilihat pada tabel 4. Uji Transform Tabel 4. 6 Tabel Transform Berdasarkan tabel 4. 4 hasil pemeriksaan jumlah trombosit yang dilakukan teknik homogenisasi sekunder secara inversi sebanyak 2 kali rata rata 297,06 x 103 / AAL dan standart deviasi 63,95 jumlah trombosit yang dilakukan homogenisasi sekunder 8 kali rata rata 296 x 103 / AAL, dan standart deviasi 64,20. Dapat dilihat bahwa dari hasil penelitian yang diperoleh tidak terdapat nilai yang berada kurang atau lebih dari nilai rujukan ( 170. 000 sel/AAL ), dengan nilai terendah pada kode sampel A18 185 x 103 / AAL dan nilai tertinggi pada kode sampel A13 417 x 103 / AAL. Dengan nilai terendah pda kode B adalah B18 191 x 103 / AAL dan nilai tertinggi pada kode sampel B13 409 x 103 / AAL. Uji Berdasarkan tabel 4. 6 dapat diketahui bahwa hasil dari uji transform jumlah trombosit yang dihomogenisasi sekunder 2 kali adalah p = 0,199 ( p > 0,. yang berarti data terdistribusi Sedangkan hasil dari uji transform jumlah trombosit yang dihomogenisasi 8 kali adalah p = 0,111 ( p > 0,. yang berarti data terdistribusi normal. Data yang terdistribusi normal maka data tersebut termasuk parametrik sehingga menggunakan uji Paired t test sebagai uji hipotesis. 43 | J L P Analisis Univariat Tabel 4. 7 Hasil Uji Analisis Univariat Berdasarkan tabel 4. 6 dapat diketahui bahwa nila mean adalah sebesar 297,06 x 103/AAL dan dengan nilai SD sebesar 63,95. Homogenisasi sekunder sebanyak 8 kali nilai mean adalah sebesar 296 x 103/AAL dan nilai SD sebesar 64,20. Analisis Bivariat Tabel 4. 8 Tabel Hasill Uji Bivariat Berdasarkan tabel setelah dilakukan uji hipotesis Paired Sample T-Test menggunakan SPSS didapatkan nilai probabilitas ( sig ) pada perlakuan homogenisasi sekunder 2 kali dan 8 kali sebesar 0,655 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan dengan tingkat kepercayaan 95 % dari kedua perlakuan Pembahasan Pemeriksaan sampel pasien dapat dilakukan bila telah melakukan pemeriksaan terhadap bahan kontrol baik. Level low, normal dan high masing masing sebanyak 10 kali untuk digunakan sesuai dengan persyaratan yang kita gunakan. Hasil uji presisi didapatkan nilai CV low sebesar 1,86 %. CV normal 1,50%, dan CV high 2,77 %. Menurut Instruksi Kerja Sysmex XP -100 batas maksimum yang diperbolehkan untuk presisi yaitu ( CV ) 6% yang artinya hasil presisi pada penelitian ini masih dalam batas yang diperbolehkan. Dari pemeriksaan trombosit pada penelitian ini dapat digunakan dan dipercaya. Pada hasil uji akurasi didapatkan nilai bias low 5,39 %, nilai bias normal 0,55%, nilai bias high -0,58 %. Menurut Westergrd Quality Control batas maksimum yang diperbolehkan untuk akurasi yaitu 5,90% yang artinya bahwa hasil akurasi pada penelitian ini masih dalam batas yang diperbolehkan sehingga metode yang digunakan memiliki akurasi atau ketepatan yang Pada hasil uji TEa didapatkan nilai TEa low 9,11 %, nilai TEa normal 3,55% dan nilai TEa high 4,96%. Menurut Westergrd Quality Control batas maksimum yang diperbolehkan yaitu sebesar A25% yang artinya bahwa hasil TEa masih dalam batas yang diperbolehkan sehingga batas ketidaktepatan dan keakuratan masih dapat ditoleransi dalam pengukuran. Berdasarkan nilai uji verifikasi metode yang telah dilakukan masuk dalam rentang yang dianjurkan sehingga nilai uji verifikasi tersebut menandakan metode pada penelitian ini dapat dipercaya dan layak digunakan untuk pemeriksaan sampel. Setelah dilakukan verifikasi metode maka dilanjutkan dengan pemantapan mutu internal. Periode pendahuluan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan bahan kontrol baik bahan kontrol level low (No Batch 30560821, exp. Date 03 Juni 2023 ), level normal (No Batch 30560822, exp. Date 03 Juni 2. dan level high (No Batch 30560823. Date 03 Juni 2. dilakukan 44 | J L P pemeriksaan sebanyak 25 kali dengan dihomogenisasi sebanyak 10 kali lalu diperiksa dengan menggunakkan alat hematology analyzer Sysmex XP-100. Bahan kontrol level low (No Batch 30560821, exp. Date 03 Juni 2. didapatkan hasil nilai mean sebesar 91,52 x 103 /AAL dan SD 4,10. Kontrol level normal (No Batch 30560822, exp. Date 03 Juni 2. didapatkan hasil nilai mean 239,24 x 103 /AAL SD 3,87. Kontrol level high (No Batch 30560823, exp. Date 03 Juni 2. didapatkan hasil nilai mean sebesar 551,68 x 103 /AAL dan SD 10,75. Kemudian hasil dari pemeriksaan bahan kontrol tersebut dihitung mean dan juga SD kemudian dicari Sdi dan dibuat grafik levey jenning. dan dilihat apakah hasil dari PMI ada yang keluar dari batas peringatan A2 SD. Periode kontrol merupakan suatu kontrol baik bahan kontrol level low, level normal,level high sebelum dilakukan pemeriksaan sampel subjek pemeriksaan kontrol yang tampil pada layar tidak boleh ada bintang dan jika hasil bertanda merah dan ada bintang maka pemeriksaan harus diulang. Hasil pemeriksaan pada periode kontrol level low tanggal 24 Mei 2023 didapatkan nilai Xi 92 x 103 / AAL nilai sdi yang didapat masuk kedalam batas keberterimaan ( 2 SD) yaitu sebesar 0,11 Hasil pemeriksaan bahan kontrol level high didapatkan hasil Xi 541 x 103 / AAL dengan nilai Sdi yang masuk kedalam rentang (- 2 SD) yaitu -0,99. Hasil pemeriksaan bahan kontrol level low tanggal 25 Mei 2023 didapatkan nilai Xi 86 x 103 / AAL dengan nilai sdi yang masuk kedalam batas keberterimaan (- 2 SD) yaitu sebesar -1,34 , dan untuk pemeriksaan pada kontrol high didapatkan nilai Xi 551 x 103 / AAL dan dengan nilai Sdi hasil kontrol masuk dalam batas keberterimaan (- 2 SD) yaitu -0,68. Hasil pemeriksaan bahan kontrol level low pada tanggal 26 Mei 2023 didapatkan nilai Xi 89 x 103 / AAL dan dengan nilai sdi yang masuk kedalam batas keberterimaan (- 2 SD) ysitu sebesar -0,61 dan untuk pemeriksaan pada kontrol high didapatkan hasil Xi 552 x 103 / AAL dan dan dengan nilai Sdi masuk dalam batas keberterimaan ( 2 SD) yaitu 0,02. Pada pemeriksaan periode kontrol untuk kontrol low dan level high mulai dari tanggal 24 mei 2023 sampai dengan 26 mei 2023 tidak terjadi masalah dan nilai Xi pada sel trombosit masuk kedalam rentang yang ada pada alat sysmex XP-100 dengan nilai Sdi yang masuk kedalam batas keberterimaan ( 2 SD) dan . SD). Pada pemeriksaan bahan kontrol untuk bahan kontrol level normal pemeriksaan sampel subjek penelitian tidak dilakukan hal ini dikarenakan bahan kontrol level normal habis sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan quality control. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terkait perbedaan hasil pemeriksaan jumlah trombosit dengan teknik homogenisasi sekunder secara inversi 2 kali dan 8 kali, dapat disimpulkan bahwa : Jumlah dihomogenisasi sekunder 2 kali diperoleh nilai rata-rata 297,06 x 103/AAL Jumlah dihomogenisasi sekunder 8 kali diperoleh nilai rata-rata 296 x 103/AAL Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada peneitian ini dengan nilai probabilitas 0,655 ( p > 0,05 ). 45 | J L P SARAN Pada Penelitian selanjutnya jumlah sampel penelitian dengan metode serta prinsip, variasi volume dan vaiasi perlakuan sampel sehingga penelitian yang lebih luas bervariasi dapat berguna menjadi UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti ucapkan terimakasih kepada Universitas Katolik Musi Charitas yang telah mendukung penelitian ini baik secara moril maupun materil. 46 | J L P REFERENSI Aliviameita. Andika, et al. ( 2020 ). Imunohematologi. Jawa Timur: UMSIDA Press Apriani. And Priyanto Gea. APerbedaan Hitung Jumlah Trombosit Darah Edta Dengan Penundaan Waktu PemeriksaanA. Jurnal Health Sains, 2. Pp. 18Ae23. Doi:10. 46799/Jhs. V2i1. BD Vacutainer ( 2018 ). Order Of Draw For Multiple Tubes Collections. Vol. 23 No. Ch. Haiti. And Ramadani. ALidwina Septie Ch. Dkk Homogenisasi Sekunder 4, 8 Kali Dan Tanpa Homogenisasi Sekunder Pada Pemeriksaan TrombositA. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 12. Cheesbrough. Monica. Districh Laboratory Practice In Tropical Countries. America: Cambridge University Press CLSI. Procedures For The Collection Of Diagnostic Blood Specimens By Venipuncture . Approved Standard-Fifth Edition. In Clinical And Laboratory Standards Institute. Desmawati. ( 2013 ). Sistem Hematologi Dan Imunologi. Penerbit : In Media Dahlan. ( 2019 ). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Deskriptif Bivarat multivarat Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS Edisi 6 Cetakan 9. Epidemiologi Indonesia Doda. D,Polii. Marunduh. R,& Sapulete. ( 2020 ). Fisiologi Sistem Hematologi. Deepublish Durachim,A. ,& Astuti. ( 2018 ). Hemostasis. Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia Geer. JP. Wintrobe Clinical Hematology. Edisi 14. Lippincott Williams nd Wilkins Gulo. Metodologi Penelitian. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Hardisari. APerbedaan Hasil Jumlah Trombosit Pada Darah K 3 EDTA Yang Disimpan Di Suhu Kamar ( 24-29 AC ) Dan Lemari Es ( 2-8 A C )A. Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal Of Health Technolog. , 14. Pp. 1Ae4. Hartina. Garini. And Tarmizi, . APerbandingan Teknik Homogenisasi Darah Edta Dengan Teknik Inversi Dan Teknik Angka Delapan Terhadap Jumlah TrombositA. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palemban. , 13. Pp. 150Ae153. Doi:10. 36086/Jpp. V13i2. Hidayat. And Hayati. AJurnal Ners Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019 Halaman 84 - 96 Jurnal Ners Research & Learning In Nursing Science Http:// Journal. Universitaspahlawan. Id/Index. Php/Ners Pengaruh Pelaksanaan Sop Perawat Pelaksana Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Di Rawat InapA. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusa, 3. Pp. 274Ae282. Hoffbrand. V, & Moss. A H. Kapita Selekta Hematologi Edisi 4. EGC Hoffbrand. V, & Moss. A H. Kapita Selekta Hematologi Edisi 6. EGC Hoffbrand. V, & Moss. A H. Kapita Selekta Hematologi Edisi 7 . EGC Husna et al. Metodologi Penelitian danStatistik. Jakarta: 47 | J L P Kemenetrian Kesehatan Republik Indonesia Instruksi Kerja Sysmex XP-100 dari PT Saba Indomedika 2023 Jasmalinda . APengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Motor Yamaha Di Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Inovasi Penelitian, 1. Pp. 2199Ae2205. Kartika. Rudi ( 2021 ). Verifikasi dan Validasi Metode Uji Kualitas Udara. Penerbit KBM Indonesia Kemenkes RI, 2011 Tentang Pedoman Interpretasi Data Klinik Kiswari. R ( 2014 ). Hematologi & Transfusi. Penerbit: Erlangga Munawira. Muhiddin. Kurniawan. B & Pakasi. D ( 2019 ). Interferensi Sampel Lipemik Pada Bayi Dengan Lipemia Retnalis Dikarenakan Primary Mixed Hyperlidemia : Laporan Kasus. 10 ( 2 ). ISSN: Notoatmodjo. ( 2003 ). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Nugraha. G ( 2015 ). Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar. Jakarta Timur : Diterbitkan Oleh : CV. Trans Info Media Edisi 1 Nugraha. G ( 2017 ). Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar. Jakarta Timur : Diterbitkan Oleh : CV. Trans Info Media Edisi 2 Nuryadi et al, 2017. Dasar-Dasar Statistik Penelitian. Yogyakarta: Sibuku Media Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 411 Tahun 2010 Tentang Laboratorium Klinik Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1792 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 43 Tahun 2013. Tentang Cara Penyelenggaraan Pemeriksaan Laboratorium Klinik Yang Baik Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 59 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pemeriksaan Laboratorium Untuk Ibu Hamil. Bersalin Dan Nifas. Pradana. And Reventiary. APengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Merek Customade (Studi Di Merek Dagang Customade Indonesi. Jurnal Manajemen, 6. Pp. 1Ae10. Doi:10. 26460/Jm. V6i1. Praptomo. Agus Joko. Pengendalian Mutu Laboratorium Medis. Yogyakarta: Penerbit Deepublish Pratiwi, nuning . APenggunaan Media Video Call dalam Teknologi KomunikasiA. Jurnal Ilmiah DInamika Sosial, 1, pp. 213Ae214. Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian. Kalimantan Selatan: Antasari Press Rinadi et al. Metodologi Penelitian dan Statistik. Jakarta: Kementerian Republik Indonesia Riswan et al, 2020. Polisitemia vera. aspek klinis dan tatalaksana Aceh Jurnl Kedokteran Syiah Kuala Riswanto ( 2013 ). Pemeriksaan Laboratorium Hematologi. Penerbit : Alfamedia & Kanal Medika Riyanto. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Kuha Medika Rosita et al. Hematologi Dasar. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia 48 | J L P Sari. , & Darmadi. Perbedaan Jumlah Leukosit Darah Edta Diperiksa Segera Dan Ditunda 2 Jam. Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan, 6. , 30Ae36. Http://Jurnal. Univrab. Ac. Id/In Sebayang et al. Homogenisasi Sekunder Terhadap Kadar Hemoglobin. Palembang: Jurnal Keperawatan Silampari Volume 5. Nomor 1 Simundic A. Bolenius K & Church( 2018 ). Recommendation For