Volume 2 No 1 : p. E-ISSN : 3123-1993 Open Acces MEDIDENJ : Medical and Dental Journal Karakterisasi Ekstrak Etanol dan Skrining Fotokimia Ekstrak Etanol dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Mobe (Buch-Ha. Meiva Amelia Lubis1*. Miftah Kemala Sari Nasution2. Yunita Rachmawati Siregar3 1Farmasi dan Kesehatan. Institut Kesehatan Helvetia. Medan 2Kedokteran. Institut Kesehatan Helvetia. Medan 3LPPM. Institut Kesehatan Helvetia. Medan Email : meivalubis@helvetia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ekstrak etanol serta mengetahui kandungan fitokimia daun mobe (Artocarpus lacucha Buch-Ham. ) sebagai dasar pengembangan agen hepatoprotektor alami. Penelitian dilakukan secara eksperimental meliputi pengumpulan bahan tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi, karakterisasi simplisia, dan skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% secara dingin untuk mempertahankan kestabilan senyawa aktif yang rentan terhadap pemanasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 500 gram serbuk simplisia diperoleh ekstrak etanol sebanyak 61,4 gram dengan rendemen 12,28%. Hasil skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak etanol daun mobe menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid, dan glikosida. Kandungan senyawa tersebut diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, antibakteri, antifungi, serta berpotensi sebagai hepatoprotektor. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun mobe berpotensi dikembangkan sebagai agen terapeutik berbasis bahan alam. Penelitian lanjutan, termasuk uji praklinis dan evaluasi keamanan serta efikasi, diperlukan untuk mendukung pemanfaatannya sebagai obat herbal. Kata Kunci: Karakterisasi. Skrining Fitokimia. Daun Mobe. Ekstrak Etanol Daun Mobe. Hepatoprotektor Abstract This research focused on getting an ethanol extract from mobe leaves (Artocarpus lacucha Buch-Ham. ) and figuring out the phytochemical components in them. The goals was to use this information as a foundation for creating a natural agent hepatoprotector. The research was done through experiments that involved gathering plant materials, preparing the raw drug, extracting it, characterizing the raw drug, and screening it for The extraction was done using a cold maceration method with 96% ethanol to keep the active compounds stable, as they can be damaged by heat. The results showed that from 500 grams of simplicia powder, 4 grams of ethanol extract was obtained with a yield of 12. The results of phytochemical screening of simplicia and ethanol extract of mobe leaves showed the presence of secondary metabolites in the form of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, triterpenoids, and glycosides. The content of these compounds is known to have various pharmacological activities, including as antioxidants, anti-inflammatory, antidiabetic, antibacterial, antifungal, and potential as a hepatoprotector. Based on the results of the study, the ethanol extract of mobe leaves has the potential to be developed as a natural-based therapeutic agent. Further research, including preclinical trials and safety and efficacy evaluations, is needed to support its use as a herbal medicine. Keywords: Characterization. Checking Phytochemical Screening. Mobe Leaves,Ethanol Ectract of Mobe Leaf. Hepatoprotector. Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. Kajian fitokimia terhadap Artocarpus PENDAHULUAN Penyakit hati masih menjadi salah satu lacucha menunjukkan keberadaan senyawa penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Organ hati berfungsi sebagai pusat lakoochin A, dan berbagai turunan fenolik yang metabolisme, detoksifikasi xenobiotik, sintesis memiliki aktivitas antioksidan kuat. Senyawa protein, serta penyimpanan berbagai nutrien. Paparan zat toksik, obat-obatan, alkohol, infeksi peroksidasi lipid, serta menurunkan kerusakan tetraklorida maupun parasetamol dosis tinggi membran sel hati. Aktivitas antioksidan ini dapat menyebabkan kerusakan hepatosit melalui menjadi dasar penting pemanfaatan tanaman peningkatan stres oksidatif dan inflamasi, yang sebagai hepatoprotektor, karena stres oksidatif pada akhirnya menimbulkan gangguan fungsi merupakan salah satu mekanisme utama cedera hati . Upaya pencarian agen hepatoprotektor hati akibat bahan hepatotoksik . berbasis bahan alam terus berkembang karena Penelitian terbaru melaporkan bahwa memiliki potensi keamanan yang lebih baik ekstrak etanol daun mobe mampu memberikan serta ketersediaan sumber daya hayati yang efek hepatoprotektif terhadap kerusakan hati pada hewan coba. Pemberian ekstrak etanol daun mobe Tanaman obat telah lama dimanfaatkan pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida sebagai sumber senyawa bioaktif yang berperan dapat menurunkan kadar alanin aminotransferase dalam pencegahan dan pengobatan berbagai (ALT), aspartat aminotransferase (AST), dan penyakit degeneratif. Indonesia sebagai negara bilirubin secara bermakna dibandingkan kontrol. tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi Selain memiliki banyak tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka. Salah satu berkurangnya nekrosis, dan penurunan infiltrasi tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional sel inflamasi . Temuan tersebut memperkuat di Sumatera Utara adalah daun mobe dari dugaan bahwa senyawa aktif daun mobe tanaman Artocarpus lacucha. Tanaman ini berpotensi melindungi hati melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Moraceae masyarakat sebagai tanaman obat tradisional Selain untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. beberapa studi internasional juga menunjukkan Beberapa bahwa Artocarpus lacucha memiliki aktivitas spesies ini mengandung metabolit sekunder biologis lain seperti antidiabetes, antibakteri, penting seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid, steroid, serta glikosida Senyawa aktif yang terkandung pada tanaman ini mampu menghambat - farmakologinya . menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. beberapa bakteri patogen. Aktivitas farmakologi Artocarpus lacucha sebagai sumber bahan alam yang beragam tersebut menunjukkan bahwa yang berpotensi dikembangkan menjadi agen pengembangan fitofarmaka modern . METODE Tahapan awal dalam pengembangan Penelitian bahan alam sebagai kandidat obat adalah eksperimental laboratorium yang bertujuan ekstraksi dan identifikasi kandungan metabolit memperoleh ekstrak etanol serta mengetahui Metode ekstraksi yang tepat kandungan fitokimia daun mobe (Artocarpus sangat memengaruhi jumlah dan jenis senyawa pengumpulan bahan, pembuatan simplisia, menggunakan etanol 96% secara dingin banyak ekstraksi, karakterisasi simplisia, dan skrining fitokimia . Metode senyawa polar hingga semi-polar tanpa merusak komponen termolabil akibat pemanasan. Etanol juga merupakan pelarut yang aman, mudah diuapkan, serta mampu melarutkan sebagian aktivitas farmakologis . Karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia merupakan tahap penting untuk berpotensi aktif. Hasil karakterisasi dapat gambaran awal kandungan metabolit sekunder yang berpotensi berkontribusi terhadap aktivitas Informasi ini sangat penting sebagai dasar penelitian lanjutan, baik uji farmakologi, toksisitas, maupun isolasi senyawa aktif . Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh ekstrak etanol daun mobe serta mengevaluasi kandungan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data ilmiah awal sebagai dasar pengembangan Tahapan Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Universitas Sumatera Utara pada Tahun 2024. Alat Alat-alat laboratorium, mortir dan stamfer, blender, evaporator, corong, hot plate, desikator, oven, cawan petri, mikrotube, mikroskop inverted. Bahan Bahan-bahan yang digunakan mencakup daun mobe (Artocarpus lacucha Buch-Ham. akuades, kloral hidrat, besi . klorida, timbal (II) asetat, asam sulfat pekat, asam klorida pekat, metanol, kloroform-isopropanol, asam asetat anhidrida, toluena, etanol 96%, pereaksi Meyer. Bouchard. Dragendroff, pereaksi Lieberman- Bourchard, pereaksi Molis, xylol, adeps lanae, vaselin album, dan alkohol 70% . Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. Prosedur Penelitian makroskopik, mikroskopik, penetapan kadar air. Pengambilan dan Identifikasi Tumbuhan kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar Pengambilan tumbuhan mobe dilakukan abu total, dan kadar abu tidak larut asam. secara purposif dari Kecamatan Laguboti. Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur standar Kabupaten Toba Samosir. Provinsi Sumatera mutu simplisia berdasarkan Farmakope Herbal Utara. Bagian yang digunakan dalam penelitian Indonesia . dan metode uji mutu simplisia adalah daun mobe, yang kemudian diidentifikasi yang telah digunakan sebelumnya . di Herbarium Medanese (MEDA) Universitas Pemeriksaan Organoleptik. Makroskopik. Dan Mikroskopik Pemeriksaan organoleptik dilakukan Sumatera Utara. Pembuatan Simplisia Daun Mobe Daun mobe yang segar dikumpulkan, terhadap daun mobe (Artocarpus lacuch. segar dibersihkan, dicuci, ditiriskan, dan diangin- dan serbuk simplisia dengan mengamati warna. Setelah ditimbang sebagai berat basah, daun dikeringkan dalam lemari pengering Pemeriksaan makroskopik dilakukan dengan pada suhu A40AC hingga kering. Simplisia kering kemudian dipotong-potong, diblender pertulangan daun, serta karakter morfologi lain menjadi serbuk, dan disimpan dalam wadah yang tampak secara visual. Pemeriksaan ini tertutup rapat pada suhu kamar untuk mencegah kelembaban dan kontaminasi . identitas simplisia berdasarkan ciri morfologi Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Mobe (EEDM) Ekstrak dibuat dengan metode maserasi tanaman Pemeriksaan mikroskopik dilakukan menggunakan pelarut etanol 96%. Simplisia pada serbuk simplisia menggunakan mikroskop setelah diteteskan larutan kloral hidrat . selama 6 jam sambil diaduk sesekali, kemudian Penetapan Kadar Air. Kadar Sari Larut, dan Kadar Abu Penetapan kadar air dilakukan dengan didiamkan selama 18 jam. Filtrat dipisahkan metode azeotropi . estilasi toluen. , yaitu melalui penyaringan, diulangi dua kali, dan dengan mendestilasi simplisia bersama toluena hingga seluruh air terpisah dan volume air yang evaporator pada suhu 40-50 AC hingga diperoleh diperoleh dibaca pada alat penampung. Metode ekstrak kental . ini digunakan untuk mengetahui kandungan air kering direndam dalam etanol dengan rasio 1:10 Perhitungan rendemen menggunakan dalam simplisia yang dapat memengaruhi stabilitas bahan selama penyimpanan . Penetapan kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol dilakukan dengan menimbang Karakterisasi Simplisia Karakteristik masing-masing diperiksa meliputi pemeriksaan organoleptik, analisis Farmakope Herbal Indonesia. Filtrat disaring. Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. diuapkan hingga kering, kemudian residu Data ditimbang untuk menentukan kadar sari larut simplisia, dan skrining fitokimia dianalisis . secara deskriptif. Hasil disajikan dalam bentuk Penetapan kadar abu total dilakukan tabel dan uraian untuk menggambarkan mutu dengan memijarkan simplisia dalam krus simplisia serta kandungan senyawa bioaktif porselen pada suhu tinggi hingga diperoleh abu daun mobe . keabu-abuan. Abu diperoleh ditimbang untuk menentukan kadar HASIL DAN PEMBAHASAN abu total. Selanjutnya, penetapan kadar abu Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Mobe (EEDM) Sebanyak 500 g serbuk simplisia daun tidak larut asam dilakukan dengan mereaksikan abu total dengan asam klorida encer, kemudian Parameter ini digunakan untuk mengetahui kandungan mineral dan cemaran anorganik pada simplisia . Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak etanol untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder . dan Dragendorff. Positif ditandai terbentuk endapan putih atau jingga . diperoleh ekstrak kental sebanyak 61,4 g dengan rendemen 12,28%. Nilai rendemen mengekstraksi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun mobe secara Pelarut etanol dipilih karena memiliki semipolar seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin biologis tanaman . perubahan warna merah, jingga, atau kuning . Rendemen ekstrak dipengaruhi oleh simplisia, jenis pelarut, lama maserasi, dan kondisi pengadukan. Semakin kecil ukuran Tanin: sampel ditambahkan FeClCE 1%. Positif jika terbentuk warna hijau kehitaman . Saponin: sampel dikocok dengan aquadest. Positif jika terbentuk busa stabil . Triterpenoid: sampel ditambahkan asam asetat anhidrat dan HCCSOCE pekat. Positif jika muncul warna merah kecoklatan . Glikosida: pengujian dilakukan berdasarkan reaksi warna sesuai prosedur skrining fitokimia Analisis data Buch-Ham. dimaserasi menggunakan etanol 96% dan magnesium dan HCl pekat. Positif ditandai standar . kemampuan melarutkan senyawa polar hingga Alkaloid: sampel ditambahkan pereaksi Mayer (Artocarpus Skrining Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Flavonoid: partikel simplisia, maka luas permukaan kontak meningkatkan efisiensi ekstraksi. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mobe menghasilkan rendemen cukup tinggi karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang larut dalam etanol . Karakterisasi Simplisia Pemeriksaan Organoleptik. Makroskopik. Dan Mikroskopik Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. Hasil Hasil karakterisasi simplisia daun mobe menunjukkan daun mobe segar berwarna hijau (Artocarpus lacucha Buch-Ham. ) menunjukkan tua, berbentuk lonjong, memiliki bau khas kadar air sebesar 5,32%, sehingga memenuhi aromatik lemah, dan rasa agak sepat. Serbuk persyaratan mutu simplisia yaitu kurang dari 12% simplisia berwarna hijau kecoklatan, berbau berdasarkan Farmakope pahit-sepat. Penetapan kadar air bertujuan untuk menentukan Pemeriksaan makroskopik menunjukkan daun jumlah air yang masih dapat ditoleransi dalam berbentuk elips, ujung meruncing, tepi rata, simplisia karena kadar air yang tinggi dapat permukaan licin, serta pertulangan menyirip. Karakter ini sesuai dengan deskripsi botani tanaman mobe yang dilaporkan sebelumnya . menyebabkan degradasi senyawa aktif selama Karakter organoleptik dan makroskopik Herbal Indonesia . merupakan parameter awal identifikasi bahan Kadar sari larut air dan kadar sari larut baku simplisia. Pemeriksaan ini penting untuk etanol berturut-turut sebesar 12,82% dan 12,27%, menunjukkan adanya senyawa aktif yang dapat yang umumnya larut dalam air meliputi glikosida, pengujian lebih lanjut . Pengamatan tersari dalam kedua pelarut tersebut. Senyawa gula, gom, protein, enzim, zat warna, dan asam organik, sedangkan etanol mampu melarutkan pengenal berupa epidermis atas dan bawah, senyawa polar hingga semipolar seperti flavonoid, stomata tipe anomositik, pembuluh xilem spiral, alkaloid, tanin, dan triterpenoid . Nilai kadar kristal kalsium oksalat, serta jaringan parenkim. Fragmen ini merupakan penanda khas simplisia dibandingkan kadar sari larut etanol menunjukkan daun yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa sebagian besar metabolit sekunder daun autentisitas bahan . Keberadaan kristal mobe cenderung bersifat polar, sehingga lebih kalsium oksalat dan pembuluh xilem sering mudah larut dalam air. Hasil ini sejalan dengan digunakan sebagai karakter diagnostik pada penelitian sebelumnya yang melaporkan dominasi senyawa fenolik dan glikosida pada Artocarpus Moraceae. Pemeriksaan lacucha . Kadar abu total dan kadar abu tidak menghindari pemalsuan atau kontaminasi bahan baku . masing-masing Tabel 1. Hasil Karakterisasi Simplisia Daun Mobe No Parameter Hasil Kadar air 5,32% Kadar sari larut air 12,82% Kadar sari larut etanol 12,27% Kadar abu total 7,19% Kadar abu tidak larut asam 0,68% sebesar 7,19% dan 0,68%. Nilai memenuhi persyaratan standar simplisia karena kadar abu tidak larut asam berada di bawah batas maksimum 0,9% menurut Farmakope Herbal Indonesia . Penetapan kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam bertujuan untuk Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. menggambarkan kandungan mineral internal yang tidak larut dalam asam. Parameter ini maupun kontaminan anorganik eksternal yang penting dalam pengendalian mutu simplisia berasal dari proses pengumpulan, pengolahan, untuk menjamin keamanan bahan, terutama dari dan penyimpanan bahan . cemaran logam berat yang berpotensi toksik Abu total mencerminkan jumlah zat apabila melebihi batas yang ditentukan . anorganik yang berasal dari garam mineral Hasil alami maupun kontaminasi luar. Kandungan simplisia dan ekstrak etanol daun mobe abu yang tinggi dapat menunjukkan adanya pengotor seperti tanah, pasir, atau logam. Abu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan glikosida. kontaminan silikat atau senyawa anorganik Tabel 2. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Mobe Golongan Alkaloid Pereaksi Meyer. Bouchardat. Dragendorf Teori Hasil Skrining Endapan putih/kuning. Endapan putih, coklat hitam, coklat, merah bata merah bata Simplisia Ekstrak Serbuk Mg. HCl pekat. Amil Alkohol Amil alkohol, warna kuning, jingga, merah Amil alkohol berwarna jingga Flavonoid Tanin FeCl3 10% Biru/hijau Hijau kehitaman Saponin Air Panas Terbentuk busa Busa permanen Triterpenoid LibermanBurchard Biru ungu Biru ungu Glikosida Molisch Terbentuk cincin Terbentuk cincin Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. Kandungan flavonoid dan tanin menunjukkan mobe relatif aman pada hewan coba sehingga potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai Flavonoid bekerja sebagai donor elektron untuk bahan baku obat herbal terstandar . menstabilkan radikal bebas dan mencegah Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan membran sel. Senyawa ini berperan daun mobe memiliki kandungan metabolit penting dalam proteksi hati terhadap stres oksidatif . Alkaloid diketahui memiliki aktivitas Proses menggunakan etanol 96% melalui maserasi mempertahankan senyawa aktif yang sensitif mampu menghasilkan rendemen yang baik serta terhadap panas. menurunkan kerusakan jaringan akibat oksidasi. Penelitian ini memperkuat pemanfaatan Triterpenoid juga dilaporkan memiliki aktivitas tradisional daun mobe sebagai tanaman obat. antiinflamasi dan proteksi sel hati melalui Data penghambatan mediator inflamasi . Penelitian sebelumnya menunjukkan standardisasi bahan baku serta pengembangan Artocarpus penelitian lanjutan, seperti isolasi senyawa senyawa utama artokarpin dan oksiresveratrol aktif, uji toksisitas subkronis, dan pengujian Senyawa tersebut memiliki maupun klinis. kemampuan menurunkan kadar ALT. AST, dan Analisis Data memperbaiki histopatologi hati pada hewan Data hasil penelitian dianalisis secara yang diinduksi karbon tetraklorida maupun parasetamol . ,3,. ekstraksi, karakterisasi simplisia, dan skrining Kehadiran Analisis deskriptif digunakan untuk triterpenoid pada ekstrak etanol daun mobe kandungan senyawa metabolit sekunder yang Senyawa antioksidan mampu terdapat pada daun mobe (Artocarpus lacuch. , menekan peroksidasi lipid, serta melindungi pengembangan bahan alam sebagai kandidat membran hepatosit dari kerusakan. Mekanisme hepatoprotektor . ini sesuai dengan penelitian yang melaporkan Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mobe memiliki rendemen kerusakan histologi hati tikus yang diinduksi 12,28%, yang menandakan etanol 96% mampu bahan toksik . mengekstraksi senyawa aktif secara optimal. Selain itu, uji toksisitas akut yang telah Nilai rendemen ini dipengaruhi oleh jenis dilakukan menunjukkan ekstrak etanol daun pelarut, ukuran partikel, lama ekstraksi, dan Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 2 No 1 : p. kandungan metabolit sekunder pada bahan. KESIMPULAN Penggunaan etanol 96% terbukti efektif untuk Ekstrak etanol daun mobe (Artocarpus menarik senyawa fenolik, flavonoid, dan lacuch. berhasil diperoleh melalui metode golongan bioaktif lain yang berpotensi sebagai maserasi menggunakan etanol 96% dengan antioksidan dan hepatoprotektor . Data menunjukkan seluruh parameter memenuhi 12,28%. Hasil menunjukkan simplisia memenuhi parameter mutu sesuai Farmakope Herbal Indonesia . standar mutu simplisia berdasarkan Farmakope Skrining Herbal Indonesia, yang menandakan bahan simplisia dan ekstrak daun mobe mengandung memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid, penelitian lebih lanjut . Nilai kadar air yang dan glikosida. Kandungan senyawa tersebut rendah menunjukkan simplisia stabil selama mendukung potensi daun mobe sebagai bahan penyimpanan, sedangkan kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam menunjukkan tingkat kandidat agen hepatoprotektor . cemaran anorganik masih dalam batas aman . UCAPAN TERIMA KASIH